Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir

Bagi Anda penggemar film action adventure James Bond, pastilah tak melewatkan salah satu sekuel dalam “Spectre” – judul film terbaru James Bond yang dirilis tahun 2015. Diantara banyak adegannya yang spektakuler, James Bond yang dilakoni aktor Daniel Craig ini mengambil latar pengambilan adegan di atas kereta api. Nah, kereta yang ditumpangi James Bond dan Madeleine Swann (Léa Seydoux) di Spectre memang terlihat biasa saja, tak lebih dari sosok kereta rel diesel listrik yang jamak ada dioperasikan PT KAI di Tanah Air. Tapi yang tidak biasa justru lintasan kereta tersebut.

Baca juga: Maharajas Express, Kereta Termewah di Asia Bertarif Mulai Rp51 Juta

Dalam film Spectre, rangkaian kereta Nampak melaju di luasnya padang pasir yang berwarna coklat, menjadikan sensasi tersendiri. Meski tampilan luar kereta dan gerbong terlihat kotor karena paparan debu padang pasir, lain hal dengan interiornya. Kereta yang ditumpangi James Bond ini termasuk jenis kereta yang mewah dengan fasilitas lengkap, mulai dari kamar sampai gerbong restoran ada di kereta penembus padang pasir ini. Yanb jadi pertanyaan kemudian, apakah kereta yang dinaiki James Bond itu memang ada? Ataukah hanya setting-an untuk keperluan film semata?

Aktris Léa Seydoux berjalan di selasar gerbong makan Oriental Desert Express.
White dinner ala James Bond di Oriental Desert Express.

Berdasarkan peneluran KabarPenumpang.com di beberapa situs, akhirnya terungkap bahwa kereta yang dimaksud memang benar ada, dan disebut sebagai Oriental Deser Express yang beroperasi di Maroko, Afrika. Dengan label “oriental” langsung mengidentifikasi bahwa ini memang kereta kelas premium, maklum di Eropa ada Orient Express yang memang legendaris hingga saat ini.

Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta

Oriental Desert Express didapuk sebagai kereta khusus yang biasanya digunakan untuk kepentingan wisata dengan rute menghubungkan wilayah pertambangan batubara dekat Bouarfa di timur Maroko dengan kota Oujda di Maroko. Kereta ini menjadi terkenal bukan hanya karena bentuknya yang menyerupai kereta kuno dengan moncong berbentuk kotak, namun karena jalurnya yang terkenal ekstrim. Bagaimana tidak, jalur yang dilintasi oleh Oriental Desert Express merupakan padang pasir.

Baca Juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Pada awalnya, jalur kereta yang dibangun pada tahun 1922 ini merupakan bagian dari jalur Mediterranean – Niger Railway. Namun seiring berjalannya waktu, jalur tersebut kini hanya beroperasi dua kali dalam seminggu, itupun mengangkut hasil bumi seperti seng, timbal, dan tembaga dari tambang lokal. Seolah terbengkalai, jalur tersebut dibiarkan terisolir di padang pasir.

Adalah Edi Kunz, seorang pria berkebangsaan Swiss yang menetap di Maroko yang menemukan jalur kereta api yang tidak terpakai antara Oujda dan Bouarfa, melintasi Dataran Tinggi Oriental. Tentu saja, bagaimana cara Edi menemukan jalur tersebut masih menjadi misteri. Namun karena kecintaan Edi terhadap kereta yang pada akhirnya mendorong Edi untuk kembali memberdayakan jalur tersebut menjadi layanan kereta pribadinya, melintasi padang pasir yang terpencil dan jauh dari peradaban.

Rute panjangnya 190 mil (sekitar 305 km), dan membentang dari pantai timur laut Maroko hingga ujung Sahara. Karena jarang sekali atau bisa dibilang tidak ada kereta lain yang melintasi jalur ini kecuali kereta tambang tadi, Anda bisa berhenti dimana saja dan kapan saja untuk sekedar menikmati pemandangan fantastis yang disuguhkan di jalur ini. Anda juga bisa berfoto bersama Beni Guil, ras kambing yang terkenal dari Maroko. Jika Anda merasa lelah selama perjalanan, Anda bisa meminta masinis untuk menghentikan keretanya lalu rehat sejenak untuk keluar dan menyapa penduduk lokal yang bisa Anda temui di sana.

Sumber: unmissable.com

Baca juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI

Jangan heran ketika di sepanjang perjalanan, kereta akan lebih sering berhenti karena trek yang tertutup oleh pasir. Keunikan lain dari perjalanan ini adalah Anda dapat menyaksikan sejumlah pria yang siap untuk membersihkan rel dari tumpukan pasir khas timur tengah. Kurang lebih perjalanan dari Oujda menuju Bouarfa memakan waktu 12 jam, tergantung seberapa sering kereta Anda berhenti.

Untuk keretanya sendiri, perjalanan Anda akan diantarkan dengan lokomotif EMD GT26CW-2, sebuah lokomotif bertenaga campuran (diesel dan listrik) produksi General Motors. Kereta yang mampu menempuh kecepatan hiingga 150km per jam ini digunakan juga oleh Negara-negara lain, seperti Iran, Peru, Korea Selatan, Turki, dan Yugoslavia.

Baca Juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office

Walaupun bagian luar dari kereta ini terkesan kotor karena hempasan pasir sepanjang perjalanan, namun bagian dalam dari kereta ini amatlah apik. Menganut desain klasik yang menghiasi bagian kabin penumpang. Layaknya sebuah kereta privat yang akan membawa Anda menuju perjalanan yang tidak terlupakan, kereta ini juga melayani penyediaan makanan jika suatu waktu perut Anda membutuhkan perhatian lebih. Jadi, siapkah Anda untuk melakukan perjalanan memotong keringnya padang pasir Maroko dengan Oriental Desert Express?

Sensor Deteksi ODGJ Mau Bunuh Diri, Kereta Cepat Whoosh Tertahan 4 Menit

Terjadi dugaan percobaan bunuh diri oleh orang tak dikenal di rel Kereta Cepat Whoosh. Insiden oknum yang diduga dalam kondisi gangguan jiwa (ODGJ) tersebut terjadi di KM 103, Desa Cempaka Mekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Akibat kejadian itu, kereta sempat tertahan selama empat menit sebelum melanjutkan perjalanan. Jadwal perjalanan berikutnya juga ikut terganggu.

Baca juga: Begini Cara Refund atau Pembatalan Tiket Kereta Cepat Whoosh, Paling Lambat H-2 Jam Keberangkatan

“Setelah berkordinasi dengan petugas keamanan dan pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian Sektor Padalarang, oknum tersebut berhasil dievakuasi guna mengamankan yang bersangkutan dan perjalanan kereta. Setelah dinyatakan aman, Kereta Cepat Whoosh kembali dijalankan pada 10.49 menuju Tegalluar,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa

Insiden bermula saat pusat kendali operasi mengetahui adanya objek tak dikenal di rel di KM 103 berkat deteksi sensor dan CCTV yang tersebut untuk memantau kondisi jalur kereta cepat.

Kereta Cepat Whoosh nomor G1125 rute Halim – Tegalluar berhenti pada pukul 10.45 di KM 105 setelah masinis menerima laporan adanya orang tidak dikenal yang memanjat dinding penghalau kebisingan. Kereta akhirnya dijalankan kembali pada 10.49 setelah dinyatakan aman.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannnya dan mendapatkan keterangan lebih lanjut, oknum tersebut sudah diserahkan KCIC ke pihak kepolisian. Diduga yang bersangkutan memiliki gangguan kejiwaan dan diduga berupaya melakukan percobaan bunuh diri.

Selanjutnya, untuk melakukan pengecekan lebih mendetail pada lokasi kejadian, petugas melakukan pemadaman jaringan listrik aliran atas untuk melakukan inspeksi lebih mendalam demi keselamatan penumpang dan perjalanan Kereta Cepat Whoosh sehingga perjalanan kereta Whoosh dengan jadwal keberangkatan pukul 13.00 WIB relasi Tegalluar – Halim dan sebaliknya sempat tertahan sekitar 20 menit.

Dalam hal pengamanan jalur, KCIC telah memasang pagar pembatas dengan kawat berduri di sepanjang jalur kereta cepat untuk mencegah benda asing atau oknum memasuki area jalur kereta.

KCIC juga sudah memasang berbagai sensor dan CCTV untuk memantau kondisi jalur kereta cepat. Seluruh petugas juga secara berkala melakukan patroli lapangan melalui kolaborasi bersama TNI Polri untuk pengamanan dan sosialisasi ke masyarakat yang dilakukan secara rutin.

Sistem pengamanan berlapis juga terdapat di sarana Kereta Cepat Whoosh yang sudah dilengkapi dengan dua emergency brake.

Pertama Emergency Brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, fasilitas emergency brake penumpang dan kontrol kewaspadaan masinis. Emergency brake kedua disebut Emergency Brake UB yang akan aktif berdasarkan fungsi Automatic Train Protection (ATP), pendeteksi jarak antar kereta dengan benda asing dan pada saat power kereta dalam kondisi off / tidak bekerja.

Baca juga: Ajiibb, Okupansi Kereta Cepat Whoosh Capai 96 Persen, Dua Hari Angkut 23 Ribu Lebih Penumpang

Dengan dua sistem emergency brake ini, kereta Whoosh menawarkan tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi perjalanan kereta pada saat terjadi kondisi yang dianggap membahayakan termasuk jika terdapat kesalahan sistem maupun human error.

“KCIC memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan pengamanan jalur serta melakukan sosialisasi ke masyarakat dan berkordinasi dengan kewilayahan setempat untuk mencegah hal serupa kembali terulang,” tutup Eva.

 

 

Begini Cara Refund atau Pembatalan Tiket Kereta Cepat Whoosh, Paling Lambat H-2 Jam Keberangkatan

Cara pembatalan tiket atau refund tiket menjadi hal yang mesti diketahui, selain cara pembelian tiket. Begitupun juga dengan pembatalan tiket atau refund tiket Kereta Cepat Whoosh, yang notabene baru beroperasi secara komersial berbayar mulai 17 Oktober 2023 lalu.

Baca juga: Refund Tiket Kereta di India, Bisa Dilacak Real Time dan Hanya Butuh Proses 5 Hari

Penumpang yang membatalkan tiket akan mendapatkan pengembalian dana sebesar 75 persen dari harga tiket. Pembatalan tiket juga dilakukan paling lambat H-2 jam dan harus dilakukan dengan cara offline untuk sementara waktu, di loket yang tersedia di stasiun kereta cepat Halim, Padalarang, dan Tegalluar.

Adapun ke depan, refund tiket atau pembatalan tiket Kereta Cepat Whoosh secara online melalui aplikasi Whoosh Kereta Cepat baru akan dilayani PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Berikut cara atau mekanisme refund tiket atau pembatalan tiket Kerata Cepat Whoosh selengkapnya:

  1. Pembatalan tiket dilakukan secara offline di loket stasiun Halim, Padalarang, atau Tegalluar.
  2. Pembatalan bisa dilakukan hingga H-2 jam keberangkatan.
  3. Membawa tiket yang akan dibatalkan baik fisik (jika sudah dicetak) maupun bukti transaksi (jika belum dicetak).
  4. Penumpang diharuskan menunjukkan KTP sesuai nama pada tiket yang akan dibatalkan
  5. Penumpang mengisi formulir pembatalan.
  6. Dana yang dikembalikan sebesar 75 persen dari harga tiket.
  7. Pengembalian dana akan dilakukan maksimal 30 hari via transfer bank.
  8. Jam pelayanan di Loket:

– Stasiun Halim 05.30 s.d 19.30
– Stasiun Padalarang 05.30 sd 20.00
– Stasiun Tegalluar 05.30 sd 19.45

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi customer service KCIC di stasiun, email ke cs@kcic.co.id, telepon ke 121, website kcic.co.id, dan sosial media KCIC di Kereta Cepat ID.

Pada Sabtu dan Minggu 21 – 22 Oktober 2023, KCIC menjalankan total 22 perjalanan Kereta Cepat Whoosh, termasuk perjalanan tambahan. Total tiket yang telah dipesan mencapai lebih dari 22 ribu tiket. KCIC juga sudah mulai menjual tiket first class dan busniess class untuk jadwal tertentu secara bertahap.

Baca juga: Mungkinkah Refund dan Kompensasi Maskapai ke Penumpang Dibuat Otomatis?

Eva menambahkan, KCIC berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan Kereta Cepat Whoosh untuk mobilitasnya. KCIC akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada penumpang yang akan menggunakan Kereta Cepat Whoosh.

“Berbagai fasilitas pendukung dan penunjang akan terus kami sediakan sehingga penumpang dapat lebih nyaman sejak saat memesan hingga menggunakan Kereta Cepat Whoosh,” tutupnya.

Siap-siap! Mulai 3 November Singapore Airlines Buka Penawaran 170.000 Tiket Diskon ke 71 Tujuan

Dengan nama besarnya sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia, plus ditambah hub yang menarik di Bandara Changi, menjadikan Singapore Airlines sebagai maskapai pada urutan teratas bagi para pelancong. Nah, guna lebih memikat calon penumpang, Singapore Airlines telah mengumumkan ribuan tiket yang akan dijual dalam harga diskon besar-besaran hingga September 2024.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Bentuk ‘Joint Venture’ Rute Penerbangan

Dikutip dari SimpleFlying.com, Singapore Airlines telah mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan lebih dari 170,000 tiket pulang pergi dengan harga diskon di seluruh kabin kelas bisnis, ekonomi premium, dan kelas ekonomi untuk perjalanan antara Januari dan September 2024.

Menariknya, penjualan online tiket ini akan dimulai pada 3 November dan terakhir pada 16 November 2023. Tiket tersebut mencakup 71 tujuan maskapai dan juga akan tersedia, bersama dengan penawaran perjalanan eksklusif dari agen perjalanan dan mitra yang berpartisipasi, pada pameran perjalanan Time to Fly yang berlangsung selama tiga hari di Singapura mulai tanggal 3 hingga 5 November.

Singapore Airlines mengharapkan banyak peminat tiket diskonnya, karena kinerjanya sudah cukup baik dalam hal pemulihan penumpang. Meski kapasitas kursi di seluruh wilayah Asia Tenggara masih sekitar 20% di bawah tingkat kapasitas kursi pada tahun 2019, Singapore Airlines dan Scoot berenang melawan arus dan kini hampir mendekati angka sebelum pandemi.

Kedua maskapai penerbangan tersebut mengangkut total 2,9 juta penumpang pada bulan September, meningkat 36 persen dibandingkan tahun lalu dan 93 persen dari 3,1 juta penumpang pada bulan September 2019. Secara terpisah, Singapore Airlines mengangkut 1,86 juta penumpang, naik 27 persen dibandingkan tahun lalu, sementara Scoot menerbangkan 1,04 juta penumpang, naik 55 persen dibandingkan tahun lalu.

Hub Singapore Airlines, Bandara Changi juga siap menyambut lebih banyak penumpang, karena baru-baru ini bandara tersebut membuka kembali sepenuhnya Terminal 2 yang diperluas. Bandara ini melanjutkan pekerjaan konstruksi di terminal tersebut selama pandemi, dan fasilitas yang diperluas tersebut kini dapat menampung 28 juta penumpang. setiap tahun.

Baca juga: Terminal 5 Bandara Changi Ditargetkan Rampung Tahun 2030

Singapore Airlines juga sebelumnya mengumumkan akan memindahkan sebagian penerbangannya ke T2 dan memperkenalkan penerbangan tambahan ke berbagai tujuan seperti Maladewa dan Nepal. Terminal ini sudah banyak digunakan untuk layanannya ke kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand, Kamboja, Vietnam dan Indonesia.

Ajiibb, Okupansi Kereta Cepat Whoosh Capai 96 Persen, Dua Hari Angkut 23 Ribu Lebih Penumpang

Kereta Cepat Whoosh berhasil mencapai jumlah penumpang tertingginya sejak dioperasikan yaitu sebanyak 11.330 penumpang pada keberangkatan Sabtu, 21 Oktober 2023. Rata-rata okupansi Kereta Cepat Whoosh pada 21 Oktober 2023 mencapai 86 persen. Bahkan beberapa di antaranya mencapai lebih dari 95 persen untuk rute dan jadwal tertentu.

Baca juga: Klarifikasi KCIC Usai 31 Penumpang Ketinggalan Kereta Cepat Whoosh: KA Feeder Dioperasikan Daop 2 KAI

Jumlah penumpang pada Minggu 22 Oktober juga tak kalah tinggi. Tercatat 12.109 penumpang menikmati perjalanan Kereta Cepat Whoosh ke berbagai rute dengan okupansi 92 persen dan beberapa perjalanan mencapai 96 persen.

Selama akhir pekan lalu, total ada 23.439 penumpang naik Kereta Cepat Whoosh dengan rata-rata okupansi mencapai 90 persen dari keseluruhan tempat duduk.

Sebagian besar penumpang yang melakukan perjalanan dengan Whoosh di akhir pekan bertujuan untuk berlibur di Bandung atau berbelanja di Jakarta. Dengan singkatnya waktu perjalanan, banyak penumpang yang sengaja melakukan perjalanan pergi pulang dalam satu hari yang sama tanpa perlu menginap di kota tujuan. Selain untuk berwisata, ada juga penumpang yang bepergian untuk kepentingan bisnis, bekerja, sekolah, dan mengunjungi keluarga.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebutkan, kenaikan signifikan rata-rata okupansi Kereta Cepat Whoosh tak lepas dari adanya tambahan 22 perjalanan KA dengan rincian 14 perjalanan reguler dan 8 perjalanan.

Adapun jadwal perjalanan dengan tingkat okupansi di atas 95 persen adalah Whoosh keberangkatan Halim pukul 16.45, 18.00 dan Whoosh keberangkatan Tegalluar maupun Padalarang pukul 16.45. Sedangkan yang memiliki okupansi di atas 90 persen adalah Whoosh keberangkatan Halim pukul 06.40, 07.30, 08.45, 09.45, 10.20 dan Whoosh keberangkatan Tegalluar maupun Padalarang pukul 15.35, 17.35.

Membeludaknya jumlah penumpang ini menunjukan tingginya animo masyarakat yang ingin menggunakan Kereta Cepat Whoosh untuk perjalanan Jakarta-Bandung. Sejak terpantau adanya peningkatan jumlah pemesanan, KCIC langsung melakukan antisipasi dengan menambah perjalanan sehingga dapat mengakomodir permintaan masyarakat.

Melihat masih tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta cepat Whoosh pada hari ini, Eva menegaskan pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.

Baca juga: Hari ke-2 Operasional Berbayar, Okupansi Kereta Cepat Whoosh Rata-rata 50 Persen

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menyiapkan dan meningkatkan layanan di area stasiun mulai dari ruang tunggu, loket, area komersial, hingga di dalam perjalanan. KCIC juga akan terus berkoordinasi dengan KAI dan stakeholder lainnya untuk mempersiapkan angkutan pemadu moda guna melayani penumpang yang ingin meneruskan perjalanan dari ke Cimahi, Bandung, maupun destinasi lainnya.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas tingginya animo masyarakat terhadap kereta cepat Whoosh. Semoga saja kereta cepat Whoosh bisa terus menjadi moda pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ataupun sebaliknya,” tutup Eva.

 

 

Serba-serbi “Follow Me” Car di Bandara, Bukan Sekedar Pemandu Pesawat

Di antara kendaraan yang kerap wara-wiri di area apron dan tarmac, terdapat apa yang sering disebut sebagai “follow me”. Namun, tahukah Anda peran sejati dari kendaraan ini? Mobil “follow me” biasanya digunakan untuk mengarahkan pesawat menuju atau keluar dari landasan pacu dan area apron bandara.

Baca juga: Tak Hanya Tabrak Tiang, Pesawat Juga Saling Bertabrakan di Apron dan Landas Pacu 

Kendaraan ini membantu pilot dengan navigasi di area yang padat dan kompleks, terutama pada bandara yang besar atau sibuk. Selain itu, kendaraan “follow me” membantu mencegah tabrakan antara pesawat, kendaraan ground handling and support, dan peralatan bandara lainnya. Mereka memastikan pesawat mengikuti jalur yang benar dan aman menuju landasan pacu atau gerbang penumpang.

Di bandara-bandara tertentu yang punya peran strategis, kendaraan “follow me” juga berperan dalam pengawasan keamanan di bandara, memastikan bahwa pesawat-pesawat ini tidak masuk ke area yang tidak diizinkan dan mematuhi protokol keamanan.

Di beberapa bandara besar, kendaraan “follow me” juga dapat digunakan untuk membantu pesawat tiba dan meninggalkan area penumpang, terutama ketika pesawat tidak tersambung langsung ke gedung terminal. Mereka dapat membantu penumpang dengan mobilitas terbatas untuk naik dan turun dari pesawat.

Nah, salah satu yang kerap diperlihatkan, kendaraan “follow me” dapat digunakan dalam situasi darurat untuk membantu dengan evakuasi pesawat jika diperlukan. Mereka dapat membantu memandu pesawat ke tempat yang aman dalam situasi darurat.

Kendaraan “follow me” biasanya memiliki spesifikasi khusus, seperti harus memiliki visibilitas yang baik agar petugas di dalamnya dapat melihat pesawat dan kendaraan lain di sekitarnya dengan jelas. Ini mungkin melibatkan jendela besar, kamera pengintai, atau sistem pengamatan lainnya.

Kendaraan ini sering dilengkapi dengan sistem komunikasi yang memungkinkan petugas “follow me” berkomunikasi dengan pilot pesawat. Ini bisa mencakup radio dua arah atau sistem komunikasi lain yang efektif.

Kendaraan “follow me” biasanya memiliki lampu isyarat dan tanda-tanda tangan yang digunakan oleh petugas untuk mengarahkan pesawat. Ini bisa berupa lampu sinyal, lampu merah-putih, atau sistem lain yang jelas bagi pilot.

Yang tak bisa dilupakan, kendaraan “follow me” biasanya dilengkapi dengan mesin yang cukup kuat untuk mengikuti pesawat dengan lancar, termasuk saat bergerak di landasan pacu. Mereka sering memiliki daya gerak yang cukup untuk mencapai kecepatan tertentu yang diperlukan.

Baca juga: Kenapa Pesawat Tiba-tiba Batal Lepas Landas Saat Ngebut di Runway?

Beberapa kendaraan “follow me” memiliki desain khusus yang memungkinkan mereka berfungsi dengan baik di sekitar pesawat dan di area bandara yang padat. Ini bisa mencakup tinggi kendaraan yang sesuai untuk memungkinkan petugas melihat pesawat dengan baik.

Terkadang, kendaraan “follow me” dilengkapi dengan pencahayaan tambahan yang memungkinkan mereka bekerja di malam hari atau dalam kondisi pencahayaan yang buruk.

Transjakarta Operasikan Rute Baru Mikrotrans JAK95, Hubungkan Terminal Lebak Bulus – Terminal Pasar Minggu

Transjakarta mengoperasikan layanan Mikrotrans terbaru JAK95 dengan rute Terminal Lebak Bulus – Terminal Pasar Minggu. Layanan tersebut efektif melayani masyarakat mulai hari ini, Senin (23/10).

Dioperasikannya Mikrotrans JAK 95 rute Terminal Lebak Bulus – Terminal Pasar Minggu  ini merupakan bentuk konsistensi Transjakarta dalam upaya peningkatan layanan.

Baca juga: Transjakarta Operasikan Tiga Rute Baru Mikrotrans, Jangkau Tanjung Priok-Depok

Penambahan rute diharapkan dapat memperluaskan keterjangkauan layanan Transjakarta dalam melayani mobilitas masyarakat yang saat ini telah mencapai 88 persen untuk cakupan layanan Transjakarta.

“Sebagai first miles dan last miles, kami berharap layanan Mikrotrans bisa semakin memudahkan masyarakat untuk menuju ke lokasi masing-masing maupun transit menuju layanan Transjakarta lainya dengan mudah, aman dan nyaman,” ujar Wibowo, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.

Untuk layanan Terminal Lebak Bulus – Terminal Pasar Minggu (JAK95), lanjutnya, Transjakarta menyediakan sebanyak 30 unit Mikrotrans. Masyarakat dapat menikmati layanan tersebut setiap hari mulai pukul 05.00 – 22.00 WIB dengan tarif Rp0 atau gratis.

“Pelanggan tetap diwajibkan untuk melakukan tap in dan tap out menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) pada alat Tap on Bus (TOB) yang ada di dalam armada Mikrotrans,” terangnya.

Sebagai informasi, rute Terminal Lebak Bulus – Terminal Pasar Minggu (JAK95) sekaligus menjadi rute Mikrotrans ke-94 yang dioperasikan oleh Transjakarta. Layanan ini beroperasi setiap hari pukul 05:00 WIB – 22:00 WIB.

Baca juga: Transjakarta Operasikan Dua Rute Pengumpan Mikrotrans Terintegrasi LRT Jabodebek, Lengkapi 11 Halte Terintegrasi LRT Jabodebek

Untuk pukul 05:00 WIB -17:00 WIB memiliki panjang lintasan rute 26,7 km dengan 85 titik pemberhentian. Sedangkan pukul 17:00 WIB – 22:00 WIB, layanan JAK95 akan melalui Pejaten Raya dengan 87 titik pemberhentian sepanjang 27,6 km.

Rute JAK95 terintegrasi dengan layanan Transjakarta lainnya seperti Lebak Bulus – Pasar Baru via Tomang (Koridor 8), Senen – Lebak Bulus (6H), Kampung Rambutan – Lebak Bulus (7A), Ciputat – CSW (S21), Ciputat – Kampung Rambutan (S22), Puribeta – Ragunan (13D), Ragunan – Dukuh Atas 2 (Koridor 6), Ragunan – MH Thamrin via Kuningan (6A), Ragunan – MH Thamrin (6B), Ragunan – Gelora Bung Karno (6V), Blok M – Pasar Minggu (6U), Pasar Minggu – Velbak (6T), Kampung Melayu – Ragunan (5N), dan Ragunan Blok M via Kemang (6N).

Karet Sisa Roda Pesawat Numpuk di Runway, Kapan dan Bagaimana Dibersihkannya?

Di bandara sibuk seperti London Heathrow, setiap hari ada ratusan bahkan ribuan pesawat yang lepas landas dan mendarat. Di sisi lain, ban pesawat, yang sangat penting untuk mendarat dan lepas landas, memiliki umur sangat pendek. Karenanya, setiap kali lepas landas dan mendarat, selalu terdapat residu atau bekas karet yang menempel di runway. Lantas, bagaimana itu dibersihkan dan kapan?

Baca juga: Seperti Pesawat, Runway dan Taxiway Bandara Juga Rutin Diinspeksi

Dilansir Quora, pesawat diketahui menghabiskan waktu selama sekitar 30-60 detik untuk lepas landas. Pada proses ini sudah pasti ban pesawat terlibat langsung. Bila ditotal dengan proses dari apron sampai lepas landas, ini bisa mencapai tiga menit, tergantung seberapa kompleks traffic dan luas bandara.

Selain lepas landas, proses turun landas (take off) juga melibatkan langsung ban pesawat. Kurang lebih prosesnya memakan waktu yang sama dengan proses lepas landas, sekitar 30-60 detik dan tiga menit untuk proses dari apron.

Dalam sehari, pesawat diketahui bisa terbang satu atau dua kali sehari di penerbangan jarak jauh di atas enam jam. Sedangkan di rute-rute di bawah itu atau rute regional, pesawat bisa terbang lima sampai enam kali dalam sehari. Tentu ini angka rata-rata, tergantung maskapai. Bila ditotal, berarti dalam sehari penggunaan ban pesawat hanya sekitar 6-12 menit pada rute internasional dan 15 menit untuk rute domestik.

Angka tersebut tentu jauh dari rata-rata jam penggunaan ban pada kendaraan bermotor. Begitu juga dari kilometer penggunaan ban.

Meski begitu, hal tersebut dinilai wajar lantaran tekanan dan gesekan pada aspal yang diterima ban pesawat. Gesekan atau friksi antara bandara pesawat dengan aspal atau permukaan runway menjadi lebih kuat saat mendarat karena metode pengereman itu sendiri.

Baca juga: Kapan Ban Pesawat Diganti? Ini Jawabannya

Diketahui, salah satu instrumen pengereman pesawat saat mendarat ialah spoiler. Ini berfungsi untuk menekan pesawat ke bawah sehingga meningkatkan friksi ban dan permukaan. Hal ini turut menjadi penyebab karet roda pesawat banyak tertinggal atau meninggalkan jejak di runway. Bila tidak segera dibersihkan, ini sangat berbahaya karena pesawat bisa mengalami selip ban. Itu sebabnya, runway (termasuk taxiway) rutin diinspeksi.

Menurut seorang aircraft engineer, Petey Miller, karet residu roda pesawat yang tertinggal di landasan pacu rutin dibersihkan. Ini merupakan bagian dari inspeksi runway dan taxiway.

Umumnya, inspeksi atau pemeriksaan runway, taxiway, dan area di sekitarnya dilakukan setiap 30 menit sampai 120 menit atau dua jam sekali.

Selain itu, jadwal inspeksi meliputi rentang waktu harian, mingguan, bulanan, enam bulan, sampai tahunan. Inspeksi bulanan, misalnya, itu biasanya termasuk memotong rumput di sekitar runway agar tetap pendek dan mencegah burung yang dapat menyebabkan bird strike datang.

Adapun inspeksi mingguan, di antaranya adalah membersihkan karet sisa roda pesawat di runway. Umumnya, karet yang membuat jejak berwarna hitam panjang dari zona touchdown sampai ujung runway itu, dibersihkan menggunakan kendaraan atau alat khusus yang di bawahnya terdapat bulu sikat.

Baca juga: Mengapa Sebagian Besar Runway di Bandara Terbuat dari Aspal Bukan Beton?

Secara perlahan, kendarataan atau alat khusus itu berputar dan menggosok permukaan landasan pacu sampai sisa karet berwarna hitam yang menutupinya terkelupas dan membuat warna runway kembali seperti semula. Itu terus dilakukan bolak-balik sampai bersih.

Permbersihan runway dilakukan setiap hari Selasa atau Rabu, tergantung bandaranya. Selama itu dilakukan, runway ditutup dan aktivitas penerbangan menggunakan runway lainnya. Bagi bandara yang hanya mempunyai satu runway, biasanya ini dilakukan pada malam hari ini saat tidak ada penerbangan.

Khawatir Kelebihan Beban, Japan Airlines Terpaksa Tambah Flight untuk Terbangkan Rombongan Pesumo

Dengan pesawat narrow body tipe Boeing 737-800, rupanya Japan Airlines (JAL) tidak yakin untuk melayani penerbangan pada hari Kamis (12/9/2023), alih-alih melanjutkan penerbangan, maskapai plat merah Jepang itu terpaksa membatalkan penerbangan. Hal itu terjadi bukan karena ancaman teror atau isu keamanan. Yang terjadi adalah JAL tidak yakin untuk membawa 27 pesumo yang masing-masing punya berat sekitar 120 kg.

Baca juga: Korean Air Akan Timbang Berat Badan Penumpang Sebelum Naik Pesawat, Ada Apa?

Kekhawatiran JAL didasari rata-rata berat penumpang biasanya adalah 70 kg, sementara berat setiap pesumo bisa mencapai dua kali lipat. Meski rombongan pesumo dibagi dalam dua penerbangan, JAL tetap membatalkan penerbangan, dan kemudian JAL menyediakan penerbangan tambahan agar pesawat tidak mengalami masalah pada batas muatan.

Menurut laporan surat kabar Yomiuri Shimbun yang dikutip The Guardian, Senin (16/10/2023), ke-27 pesumo tersebut akan bertanding di festival olahraga. Para pesumo itu dijadwalkan menaiki Boeing 737-800 dari bandara Haneda di Tokyo dan bandara Itami di Osaka, menuju pulau Amami Oshima di ujung selatan Jepang.

Kelompok pegulat sumo itu terdiri dari 27 atlet yang terbagi dalam dua kelompok di dua pesawat berbeda. Mereka dijadwalkan lepas landas pada 12 Oktober 2023. Satu kelompok terbang dari Bandara Haneda, Tokyo, sementara sisanya berangkat dari Bandara Itami, Osaka, yang lebih kecil.

Baca juga: 1 Agustus 1951, Japan Airlines Resmi Berdiri dengan Modal 100 Juta Yen

“Sangat tidak biasa bagi kami mengoperasikan penerbangan khusus karena pembatasan berat pada pesawat ini,” kata juru bicara JAL kepada surat kabar regional Minami-Nippon Shimbun. Penerbangan tambahan juga disediakan untuk membawa pulang para pesumo setelah turnamen berakhir pada Minggu (15/10/2023).

Terdengar Mirip, di Indonesia ada Surya Airways Maka di Nepal ada Saurya Airways

Bila tahun depan akan beroperasi maskapai baru, Surya Airways di Indonesia. Maka dari “Negeri Atap Dunia” juga ada nama maskapai yang namanya mirip, yakni Saurya Airlines. Meski terdengar mirip saat disebut, namun antara Surya dan Saurya tidak saling berkaitan secara kepemilikan dan bisnis, terlebih Saurya Airlines sudah lebih dulu beroperasi pada 17 November 2014.

Baca juga: Tahun 2024, Surya Airways Beroperasi Layani Rute Domestik dengan ATR 72-600

Saurya Airlines Pvt. Ltd adalah maskapai penerbangan yang berbasis di Kathmandu, Nepal. Maskapai ini melayani lima tujuan di tiga provinsi Nepal dari hubnya di Bandara Internasional Tribhuvan.

Dalam operasionalnya, Saurya Airlines mengoperasikan pesawat jet Bombardier CRJ 200. Saurya Airlines juga dikenal sebagai maskapai penerbangan pertama yang memperkenalkan Canadair Regional Jet (CRJ) di Nepal, juga menjadi maskapai kedua di Nepal setelah Cosmic Air yang mengoperasikan pesawat bermesin jet pada rute domestik di Nepal.

Saurya Airlines mendatangkan pesawat pertamanya, CRJ 200 dan memulai operasi pertamanya pada 17 November 2014 dengan melakukan penerbangan gunung dan perjalanan pulang pergi ke Bandara Biratnagar dari Bandara Kathmandu setelah terpaksa menghentikan pesawat barunya selama hampir tiga bulan karena dokumen yang panjang.

Pada awal tahun 2016, Saurya Airlines dibatasi untuk mengoperasikan penerbangan charter sesuai peraturan Otoritas Penerbangan Sipil Nepal setelah perusahaan tersebut gagal memenuhi jumlah minimum pesawat yang diperlukan untuk beroperasi sebagai maskapai penumpang berjadwal.

Namun, perusahaan berhasil memberikan layanan kepada penumpang dengan mengoperasikan penerbangan charter terjadwal. Pada tahun 2016, Saurya Airlines melayani 90.205 penumpang dengan tingkat pertumbuhan sebesar 3,76 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Ingin Lihat Rumah Berkontur ala Pegunungan di Nepal, Yuk Mampir ke Dusun Butuh di Lereng Gunung Sumbing

Pada bulan Maret 2017, Saurya Airlines menambahkan pesawat CRJ 200 kedua ke armadanya, dan mendapatkan kembali sertifikat untuk mengoperasikan penerbangan terjadwal kembali. Pesawat “9N-AME” ini dicat dengan “warna Tata Tiago” sesuai perjanjian dengan Sipradi Trading, menjadikan perusahaan pesawat sayap tetap Nepal pertama yang memakai merek dagang internasional pada corak pesawat.