Tiket Kereta Cepat Whoosh Naik, KAI Harap Penumpang KA Argo Parahyangan Meningkat

Mulai 1 Desember 2023, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menaikkan tiket Kereta Cepat Whoosh menjadi Rp 200.000 – Rp 250.000 untuk tiket kelas ekonomi premium. Tarif itu sudah termasuk perjalanan KA Feeder gratis dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung dan sebaliknya.

Baca juga: Ratusan Ribu Penumpang KA Argo Parahyangan Pindah ke Whoosh, KAI: Belum Ada Penurunan Signifikan

Kenaikan tarif tiket tersebut pun disambut baik PT Kereta Api Indonesia (Persero). PT KAI berharap kenaikan tarif Kereta Cepat Whoosh, menjadi Rp 200 ribu di hari Senin-Kamis dan Rp 250 ribu di hari  Jumat-Minggu untuk tiket Premium Economy, berdampak positif pada okupansi penumpang KA Argo Parahyangan.

Berdasarkan data hasil survei KCIC, ada sekitar ratusan ribu penumpang Kereta Cepat Whoosh yang sebelumnya menggunakan moda kereta konvensional atau dalam hal ini KA Argo Parahyangan. KAI pun mengakui hal tersebut sekalipun jumlah penurunan penumpangnya tidak terlalu signifikan.

“Harapan kami tentunya okupansi KA Gopar (KA Argo Parahyangan) akan semakin meningkat,” Vice President Public Relations, Joni Martinus, kepada KabarPenumpang.com, Senin (27/11/2023) melalui pesan singkat.

Kami melihat, lanjut Joni, bahwa kedua transportasi massal berbasis rel tersebut mempunyai keunggulan masing-masing dan saling melengkapi.

KA Argo Parahyangan ditujukan bagi penumpang yang memiliki waktu longgar dan ingin menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, sehingga cocok untuk pariwisata, serta  KA Argo Parahyangan stasiunnya langsung berada jantung kota yg menghubungkan Stasiun Gambir (Jakarta Pusat) dan Stasiun Bandung.

Sedangkan Kereta Cepat Whoosh cocok bagi penumpang yang ingin perjalanan dalam waktu singkat, sehingga menjadikan Stasiun Halim (Jakarta Timur) – Stasiun Bandung – Stasiun Tegalluar (Kab.Bandung) sebagai kota komuter.

Adanya Kereta Cepat Whoosh yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) serta KA Argo Parahyangan yang sudah lama melayani pelanggan adalah pilihan bagi masyarakat untuk bepergian dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya. Kami berharap masyarakat tetap menggunakan transportasi berbasis kereta api dari Jakarta menuju Bandung, dan sebaliknya.

“Karena transportasi kereta api lebih ramah lingkungan, bebas macet, dan tepat waktu,” tutup Joni.

Tiket Kereta Cepat Whoosh untuk perjalanan Desember sudah dapat dipesan oleh masyarakat mulai 24 November 2023. Tarifnya naik dari semula Rp 150 ribu untuk kelas ekonomi premium, sudah termasuk KA Feeder, menjadi Rp 200 ribu – Rp 250 ribu.

Pada hari Senin hingga Kamis, untuk kelas Premium Economy tiket akan dijual seharga Rp 200.000  Adapun untuk akhir pekan Jumat hingga Minggu tiket premium ekonomi dijual seharga Rp 250.000.

Baca juga: Lagi, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Ketinggalan Kereta Gegara KA Lokal Telat: Tiket Business Class Lenyap

Secara total sejak awal beroperasi pada 17 Oktober 2023 hingga 22 November 2023 lalu, Kereta Cepat Whoosh telah melayani penumpang sebanyak 491 ribu orang.

Rata-rata penumpang tertinggi mencapai 21 ribu per hari pada saat weekend dan 18 ribu per hari pada saat weekday. Adapun untuk okupansinya rata-rata mencapai 80 hingga 99 persen pada setiap rangkaian yang dioperasikan.

Mulai 10 Desember, Vietjet Buka Rute Penerbangan Ho Chi Minh – Perth – Adelaide

Vietjet baru-baru ini meluncurkan layanan penerbangan langsung perdana yang menghubungkan Ho Chi Minh City dengan Perth dan Adelaide dalam langkah untuk memperluas cakupan penerbangannya di Australia. Rute-rute penerbangan terbaru ini menempatkan Vietjet sebagai maskapai penerbangan Vietnam pertama yang melayani wilayah Australia Selatan dan Australia Barat.

Baca juga: “The Ghan” (Adelaide-Darwin) – Perjalanan Kereta Eksotis 3 Hari Melintasi Gurun dan Pedalaman Australia

Melalui upaya ekspansi ini, Vietjet akan meningkatkan frekuensi penerbangannya ke Australia menjadi 58 penerbangan per minggu, mencakup Adelaide dan Perth, mulai bulan Desember mendatang. Dengan demikian, Vietjet menjadi maskapai dengan kapasitas terbesar yang melayani rute penerbangan antara Vietnam dan Australia. Kurang dari satu tahun setelah memasuki pasar Australia pada April 2023, Vietjet kini telah melayani lima kota utama di Australia, yaitu Adelaide, Brisbane, Melbourne, Perth, dan Sydney.

Rute baru Vietjet yang menawarkan lima penerbangan pulang-pergi per minggu ini akan memfasilitasi perjalanan antara kota-kota metropolitan di Australia dengan kota paling besar di Vietnam. Tak hanya itu, rute ini juga memungkinkan wisatawan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai destinasi wisata di Vietnam dan di seluruh Asia, termasuk India, Asia Tenggara, Asia Timur, dan lain-lain.

Baca juga: “Indian Pacific” (Sydney-Perth) – Kereta Mewah Lintas Benua yang ‘Menyapa’ Dua Samudra

Layanan penerbangan antara Ho Chi Minh menuju Perth dan Adelaide ini akan dimulai pada tanggal 10 Desember. Rute baru ini akan beroperasi empat kali pulang pergi setiap minggunya dan diharapkan akan membuat perjalanan antara ketiga kota tersebut menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Lagi, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Ketinggalan Kereta Gegara KA Lokal Telat: Tiket Business Class Lenyap

Viral seorang penumpang Kereta Cepat Whoosh, dengan nama akun X @finallyvalen, mengaku ketinggalan kereta. Hal itu terjadi lantaran KA lokal atau KA Commuter Line Garut (Commuter Line Bandung Raya) yang ditumpanginya terlambat datang. Alhasil, tiket business class Kereta Cepat Whoosh seharga Rp450 ribu pun lenyap.

Baca juga: Awas Ditinggal, KCIC Imbau Penumpang Kereta Cepat Whoosh Datang 30 Menit Sebelum Jadwal Keberangkatan

Penumpang tersebut diketahui naik KA lokal dari Stasiun Bandung, bukan naik KA Feeder Kereta Cepat Whoosh. Semula, KA lokal dijadwalkan tiba di Stasiun KAI Padalarang pada pukul 09.42 WIB. Namun, kereta sempat tertahan lama di Stasiun Cimahi dan baru tiba di Stasiun Padalarang pada pukul 10.07 WIB.

Kereta Cepat Whoosh, yang On Time Performance-nya (OTP) nyaris menyentuh 100 persen, dijadwalkan berangkat pukul 10.01 WIB dan diketahui tetap berangkat sesuai jadwal tanpa menunggu penumpang tersebut.

Sadar dirinya telah telat cukup jauh dari jam keberangkatan, ia pun tidak melanjutkan ke gate keberangkatan Whoosh untuk menjelaskan kronologi dirinya telat datang. Alih-alih melakukan hal itu dan berharap diberangkatkan dengan Kereta Cepat Whoosh berikutnya, ia memilih untuk berangkat dengan moda lain.

Enggak. Saya sama sekali gak ke gate KCIC karena sudah sangat terlambat. Karena perlu segera sampai Jakarta jadi naik kendaraan lain,” jelasnya melalui akun X @finallyvalen.

Menanggapi hal itu, Manajer Humas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Leza Arlan, belum memberikan jawaban apapun meski sudah menanggapi pesan kami. Kami akan meng-update apabila PT KCI sudah memberikan tanggapan yang utuh terkait insiden di atas.

Redaksi juga sudah menghubungi General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dan Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti. Namun, keduanya belum menanggapi pesan kami.

Diketahui, Kereta Api (KA) Lokal Commuter Line Garut Cibatu merupakan kereta api lokal yang dikelola oleh PT KCI di wilayah DAOP 2 Bandung kelas ekonomi AC.

Baca juga: Klarifikasi KCIC Usai 31 Penumpang Ketinggalan Kereta Cepat Whoosh: KA Feeder Dioperasikan Daop 2 KAI

Waktu tempuh Kereta Commuter Line Garut rute Garut Purwakarta adalah 6 jam 36 menit perjalanan dengan perjalanan mulai dari Garut ke Cibatu sampai dengan Purwakarta dan sebaliknya.

Adapun waktu tempuh KA Commuter Line Garut rute Cibatu Purwakarta 5 jam 30 menit. Rangkaian menggunakan kereta ekonomi AC dengan sistem tempat duduk 2-3 saling berhadapan.

Tak Perlu Khawatir Terlambat, Beberapa Kereta Api yang Terpilih Sudah Ditambah Kecepatannya

“Lebih Cepat Lebih Baik.” Ya, mungkin itulah kalimat yang cocok untuk perjalanan Kereta Api Indonesia yang kini ditambah kecepatannya. Untuk kelas unggulan saja sudah diberi kenyamanan dan ketepatan waktu untuk perjalanan di berbagai kota di Pulau Jawa. PT Kereta Api Indonesia kini sudah menetapkan beberapa nama kereta api yang menjadi unggulan dalam perjalanan untuk menambah kecepatannya bahkan tiba di stasiun bisa sedikit lebih awal.

Baca juga: Stasiun Slawi, Kembali Hidup Setelah Melayani Kereta Api Kaligung

Kereta api yang kini menjadi yang tercepat adalah KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp.), KA Taksaka (Gambir – Yogyakarta pp.), dan KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan pp.). Ketiga kereta unggulan inilah yang perjalanannya lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya. Ini karena penambahan kecepatan pada jalur tertentu khususnya di jalur utara antara Jatinegara – Cikampek – Cirebon. Jalur tersebut cenderung memiliki medan yang baik dan jarang adanya tikungan tajam apalagi medan yang menanjak maupun turunan. Hanya saja kecepatan dikurangi saat memasuki wilayah Jatibarang yang memiliki jalur lengkung sedikit lebih besar.

Selain ketiga kereta api yang disebutkan, ternyata ada kereta api lainnya yang kini menambah kecepatannya bahkan saat tiba di stasiun tujuan bisa mencapat setengah jam lebih awal dari jadwal terdahulu. KA Argo Sindoro dan KA Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang pp.) yang merupakan perjalanan kereta api dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Saat ini kedua kereta api tersebut sudah bisa lebih cepat mencapai 20 menit lebih awal dari jadwal biasa.

KA Bima (Gambir – Surabaya Gubeng pp.) pun turut menjadi pilihan kereta api dengan waktu tempuh saat tiba lebih awal 25 – 30 menit lebih awal. KA yang digadang – gadang menjadi primadona sejak jaman PJKA karena memiliki rangkaian kelas tidur ini tetap menjadi favorit penumpang. KA Bima alias kepanjangan dari Biru Malam tentu saja masih bertahan dengan perjalanannya pada malam hari yang memberi kenyamanan kepada pengguna setianya. KA Bima ditempuh dalam waktu sekitar 10 – 12 jam perjalanan.

Menggunakan KA Sembrani juga tak luput dari perjalanan menempuh lebih awal 30 menit saat tiba di stasiun tujuan. Dengan rute Gambir – Surabaya Pasar Turi pp., tentunya berbeda dari perjalanan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek. KA Sembrani hanya pada perjalanan di malam hari selama 9 jam. KA Sembrani masih tetap di minati warga apalagi saat menjelang weekend, mengingat jam keberangkatan dari Gambir maupun dari Surabaya Pasar Turi tetap pada malam hari.

Pilihan waktu tempuh lebih awal selanjutnya dipegang oleh KA Turangga (Bandung – Surabaya Gubeng pp.) yaitu 25 menit lebih awal saat tiba di stasiun tujuan. Berbeda dengan kereta api yang disebutkan tadi, semua perjalanan melalui lintas utara. Kini kereta api lintas selatan pun memiliki kecepatan yang cukup baik. Mengingat jalur selatan yang merupakan kebanyakan jalur ekstrim, ada beberapa wilayah yang memang masih membutuhkan kecepatan yang minim. Seperti pada lintas Cicalengka hingga Ciawi yang merupakan jalur bukit dan tikungan tajam.

Baca juga: Ngeri! Inilah Satu-satunya Jembatan Lengkung Kereta Api yang Ekstrim di Jalur Selatan Pulau Jawa

Namun selebihnya, kecepatan bisa dimaksimalkan bahkan hingga 100 km/jam. KA Turangga menempuh waktu perjalanan hingga sekitar 10 jam. KA Turangga pun hanya bisa dinikmati perjalanan pada malam hari, dan merupakan kereta api diminati oleh penumpang untuk menghabiskan waktunya untuk liburan saat weekend tiba.

PRAS – Cinta Kereta Api

KA Bima Ternyata Gunakan Rangkaian “Sleeper Train” Buatan Jerman Timur

Jauh sebelum era kebangkitan sleeper train yang kini digaungi oleh PT KAI, maka kilas balik ke dekade 60-an, saat PT KAI bernama PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api), pun sudah mengular armada kereta tidur yang dipelopori operasionalnya oleh KA Bima jurusan Jakarta – Surabaya. Berbeda dengan sleeper train yang ada saat ini, dahulu sleeper train diwujudkan dalam fasilitas kamar. Dan tahukah Anda, ternyata kereta tidur KA Bima ternyata berasal dari Eropa Timur.

Baca juga: Mengenal Eksotisme Layanan Kereta Tidur di Indonesia

Meski di akhir dekade 60-an, hubungan diplomatik Indonesia memburuk dengan Uni Soviet dan Eropa Timur, namun rupanya tak terlalu berdampak pada kerja sama di sektor transportasi. Sebagai buktinya adalah rangkaian gerbong kereta tidur di KA Bima berasal dari Jerman Timur.

Dari akun Facebook Komunitas Sejarah Perkeretaapian Indonesia, disebutkan kereta tidur dengan cat biru mudah tersebut didatangkan dari VEB Waggonbau Görlitz. Sebelum melayani rute jarak jauh Jakarta – Surabaya, rangkaian gerbong sleeper train terlebih dahulu diuji coba penggunaanya pada tahun 1967 dengan rute Jakarta – Bandung. Setelah hasilnya memuaskan baru kemudian kereta-kereta tersebut diserahkan ke PNKA.

Konfigurasi tempat tidur lipat di KA Bima.

Pesanan khusus dari PNKA tersebut seluruhnya berjumlah 28 kereta yang terdiri dari 7 kereta tidur kelas satu, 10 kereta tidur kelas dua, 4 kereta makan dan 7 kereta barang pembangkit. Dari 28 kereta tersebut dibentuklah 3 rangkaian kereta tidur malam yang dinamakan Bima (Biru Malam). Kereta tidur kelas satu memiliki 13 kompartemen yang masing-masing memiliki 2 tempat tidur.

Kereta makan KA Bima.

Sedangkan kereta kelas dua terdiri dari 12 kompartemen tidur dengan kapasitas masing-masing 3 tempat tidur di dalam kompartemen. Kereta kelas dua memiliki 2 toilet dengan gang di bagian samping. Kereta makannya dapat menampung 48 penumpang sekaligus, jadi bila saatnya makan malam tiba para penumpang diatur secara bergiliran untuk makan.

Baca juga: Hadirkan Sleeper Train, Siapkah PT KAI Hapus Bayangan “Masalah” Sosial KA Bima?

Kereta-kereta dari Jerman Timur tersebut dikirim dari pelabuahan Rostock dan Wismar. Transport dari Görlitz ke pelabuhan dilakukan melalui jalan rel normal. Karena lebar bentang rel (gauge) di Jerman adalah 1435 mm, sedangkan kereta PNKA memiliki bogie 1067 mm, maka pada setiap bogie-bogie kereta dipasang “konsol atau adapter 1435 mm, sehingga kereta bisa berjalan di sepur 1435 mm. Tujuan didatangkannnya rangkaian spleer train adalah untuk memodernisir armada kereta tidur zaman Belanda (De Nacht Expres).

Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera

Bakauheni, pelabuhan yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera ini menjadi salah satu jalur penyeberangan teramai di Indonesia. Adanya pelabuhan Bakauheni mendekatkan jalur penyeberangan laut dari Pualu Jawa di Merak menuju ke Pulau Sumatera, begitu pun sebaliknya.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Merujuk ke asal muasalnya, Pelabuhan Bakauheni dibangun pada 1970 oleh Dinas Perhubungan. Sebelum pelabuhan Bakauheni rampung pembangunannya, pelabuhan Srengsem digunakan sebagai pelabuhan bayangan. Pada 1980, Bakauheni mulai beroperasi yang dikhususkan untuk penyeberangan ferry. Pelabuhan ini adalah pasangan Pelabuhan Merak di Pulau Jawa melalui Selat Sunda.

rev-3

Pelabuhan yang memiliki 6 dermaga ini tak jauh berbeda dengan Merak. Di Bakauheni ada 3 dermaga yang memiliki gang way atau jembatan yang digunakan penumpang menuju ke kapal. Sedangkan dermaga 4 digunakan oleh perusahaan swasta, namun saat ini sudah tidak aktif lagi. Untuk dermaga 5 dan 6 digunakan untuk mobil dan angkutan berat. Di kedua dermaga ini, saat masuk gate ada timbangan yang belum lama di copot oleh pihak pengelola PT ASDP Indonesia Ferry dan saat ini sedang dalam proses pemasangan kembali.

Memang banyak perbedaan dengan pasangannya di Merak, di Bakauheni pelabuhan ini lebih luas dibandingkan Merak. Ruang tunggu penumpangnya lebih luas dan hanya memiliki satu lantai. Gate masuk penumpang yang lebih banyak dan memiliki fasilitas yang sama dengan Merak. Tak hanya itu, terminal juga berada di dalam kawasan pelabuhan, sayangnya di Bakauheni tidak ada jalur untuk kereta seperti di Merak.

pelaburan-merak-kapal-feri-bakauheni-nih2

Baca juga: Tak Perlu ke Pulau Sentosa di Singapura, Indonesia Mau Punya Bakauheni Harbour City

Tak hanya itu, Bakauheni memiliki keunikan yang sangat menonjol dibandingkan Merak. Di Bakauheni ada Sea Port, yakni pos perkumpulan polisi Sumatera khususnya Lampung untuk menangani penggeledahan terhadap barang bawaan, terkhusus narkotika dan penyelundupan hewan-hewan langka. Dan sampai saat ini terbukti sudah banyak penumpang yang ditangkap karena perbuatan yang dilakukan dengan membawa barang-barang terlarang tersebut.

Biasanya barang-barang terlarang itu akan dikirim dari Sumatera atau dari negara lain yang masuk ke Sumatera untuk di kirim ke Pulau Jawa. Hal ini bisa terjadi karena, pelabuhan Bakauheni-Merak berada di jalur pelayaran internasional. Ada kemungkinan di tahun-tahun mendatang Bakauheni yang sudah berkembang pesat sejak dibangun akan menjadi pelabuhan internasional.

Gerbong Restorasi, Sajian Khas Restoran Yang Bergoyang

Perjalanan jauh dengan menggunakan kereta api merupakan salah satu cerita yang sulit untuk dilupakan, baik sendiri maupun bersama orang-orang terdekat kita. Tidak sedikit orang yang membawa persediaan makanan untuk mengisi kekosongan perut saat perjalanan. Namun, bagaimana apabila Anda tidak membawa bekal makanan atau minuman? Bagaimana jika di tengah perjalanan perut anda keroncongan?

Baca juga: Lokomotif B2207 (NIS 312) Berusia 124 Tahun ‘Terlahir’ Kembali Usai Direstorasi, Siap Jadi Sarana Edukasi Baru di Buperta

Semua itu bukanlah masalah karena PT KAI menyediakan gerbong restorasi. Apabila diartikan secara harfiyah, gerbong restorasi artinya salah satu tempat dalam rangkaian kereta yang menyediakan berbagai penganan kepada para penumpang. Gerbong ini bukanlah “barang baru” dalam dunia perkereta-apian. Biasanya, gerbong ini berada di tengah-tengah rangkaian, dengan maksud lebih fleksibel untuk menjangkau penumpang baik yang berada di gerbong sebelah depan, maupun gerbong belakangnya.

Gerbong restorasi ini sengaja di desain menyerupai café lengkap dengan meja dan bangkunya. Selain itu, gerbong restorasi tentu saja menyediakan beraneka pilihan menu makanan dan juga minuman. Dari mulai makanan ringan hingga makanan berat tersedia di sini, minumannya pun bisa dibilang beragam, dari mulai minuman ringan, air mineral, teh hangat, hingga kopi siap disajikan kepada para penumpang. Harga yang ditawarkan di sini memang sedikit lebih mahal daripada kita beli di supermarket atau toko pada umumnya, tapi semua itu bukanlah menjadi suatu permasalahan dibandingkan kita harus menahan lapar atau haus selama perjalanan.

Apabila kita makan atau hanya sekedar “ngopi” di gerbong restorasi dan dipadukan dengan melihat keindahan “lukisan” Sang Pencipta, maka hal tersebut akan menjadi cerita tersendiri bagi para pelakunya, walaupun kita dapat melihat hiruk pikuk pegawai gerbong restorasi bersama sang juru masak, karena memang tempatnya berdampingan.

Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, dining car yaitu sebutan untuk gerbong restorasi di luar negeri pun memiliki fungsi dan tata ruang yang hampir sama, bedanya hanyalah pada letak kitchen yang terpisah dengan tempat makan dan makanan yang lebih elegan. Dengan variasi menu yang cukup banyak, gerbong restorasi ala bule ini menawarkan menu makanan berat maupun ringan yang menggugah selera seperti Braised Duck Cumberland, Hungarian Beef Goulash with Potato Dumplings, dan Lobster Americain, menu yang biasa kita jumpai di resto kenamaan di Ibu Kota.

Apabila kita melihat dari sisi sejarahnya, pada jaman dahulu tenyata tidak ada yang namanya gerbong restorasi. Para penumpang dalam suatu perjalanan kereta hanya bisa membeli makanan apabila kereta berhenti di toko kecil dekat stasiun, namun tidak semua kereta melakukannya. Pada pertengahan tahun 1880, barulah gerbong restorasi dibuka untuk umum dalam rute perjalanan Chicago menuju daerah Barat, setelah sebelumnya beberapa armada kereta api mulai menjajakan penganan selama perjalanan.

dining car. sumber: yourfirstvisit.net
dining car. sumber: yourfirstvisit.net

Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Untuk masalah fasilitas yang ditawarkan, gerbong restorasi di luar negeri lebih menarik, terlihat dari meja yang tersusun rapi, meja yang dilapisi oleh taplak meja, dan kursi yang nyaman layaknya Anda sedang makan di restoran berjalan.

Di dalam negeri sendiri gerbong restorasi yang ditawarkan PT. KAI bisa dibilang cukup nyaman, terlihat dari meja dan kursi yang tertata rapi, makanan atau minuman yang dilapisi oleh plastic foil guna menghindari tumpah, serta satu lagi yang paling menakjubkan adalah makan dengan pemandangan yang selalu berubah-ubah. Apabila Anda melakukan perjalanan menggunakan kereta api, silakan sambangi gerbong restorasi yang selalu buka selama perjalanan berlangsung.

JANET, Maskapai Penerbangan yang Serba Rahasia, Terkait Area 51?

Setiap penumpang pesawat biasanya memiliki maskapai pilihannya sendiri baik itu untuk mendapatkan poin tambahan, kenyamanan, kebiasaan atau hal lainnya. Seperti menikmati Garuda Indonesia, Delta, United atau maskapai lainnya mungkin adalah pilihan karena memiliki reputasi baik dalam dunia penerbangan.

Baca juga: Ada ‘Misi Rahasia’ di Balik Pembangunan Terminal T4 di Kuwait International Airport

Tetapi apa jadinya jika di dunia ini yang memiliki lebih dari 400 maskapai penerbangan yang beroperasi dan salah satunya merupakan maskapai rahasia? Ya, maskapai ini milik Amerika yang belum terdengar namanya oleh banyak orang.

KabarPenumpang.com melansir dari laman researchsnipers.com, nama maskapai tersebut adalah JANET yang mungkin merupakan singkatan dari Joint Air Network for Employee Transportation atau Just Another Non-Existent Terminal. Maskapai ini merupakan layanan pesawat rahasia pemerintah milik Amerika Serikat.

Diketahui, JANET memiliki sebelas pesawat yang berbasis di Bandara Internasional McCarran Las Vegas, dimana enam pesawatnya adalah Boeing 737-600 yang banyak digunakan untuk perjalanan udara komersial. Sedangkan lima lainnya merupakan pesawat eksekutif yang lebih kecil yakni  dua Beechcraft 1900 dan tiga Beechcraft 200C.

Tujuan maskapai JANET pun berbeda dengan yang lainnya yakni mengangkut para pegawai pemerintahan ke pangkalan militer misterius di Area 51 yang terletak 15 mil atau sekitar 24,14 km sebelah utara The Strip. Maskapai JANET ini lepas landas dari Terminal Gold Coast yang merupakan bagian terisolasi yang dirancang khusus dan tempat penyimpanan maskapai tersebut.

Penerbangan JANET ini sendiri beroperasi dengan nomor penerbangan tiga digit dengan awalan WWW. Memiliki cat berwarna putih dengan garis merah yang menandakan kesederhanaan pada enam pesawat besarnya sedangkan lima pesawat kecil bercat putih dengan garis biru.

Baca juga: Saat Terjadi Pembajakan, Inilah Sinyal Rahasia Yang Dapat Dikirimkan Oleh Pilot

Pesawat JANET sendiri digunakan untuk perjalanan ke Area 51 dan Las Vegas, tetapi ada kabar bahwa pesawat ini juga terbang ke area lain seperti Pangkalan Angkatan Udara Wright Patterson di Ohio dan Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California. JANET merupakan maskapai rahasia yang tidak pernah diakui oleh Amerika Serikat.

Dengan terkuaknya sedikit misteri penerbangan rahasia ini, membuat pertanyaan baru apakah JANET satu-satunya penerbangan rahasia yang beroperasi di dunia, atau ada lagi?

BEHA_M1H, Pesawat Paling Ramah Lingkungan yang Gunakan Model Sayap Unik!

Ketika sektor kedirgantaraan dunia kini tengah berbondong-bondong untuk menghadirkan moda yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan, sebenarnya ide semacam ini sudah terlintas dulu di perusahaan Faradair. Kembali ke tahun 2014 silam, dimana Faradair pertama kali mengusulkan sebuah Bio-electric-Hybrid-Aircraft (BEHA). Kala itu, perusahaan mengklaim bahwa pesawat ini merupakan yang paling ramah lingkungan di dunia. Kini perusahaan asal Britania Raya tersebut tengah berjibaku dengan waktu agar tahun 2025 mendatang, pesawat kreasi mereka bisa beroperasi.

Baca Juga: Virgin Atlantic Sukses Terbangkan Boeing 747 dengan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com, pesawat paling irit di dunia ini sendiri memiliki desain yang sangat berbeda dengan kebanyakan ‘burung besi’ di luar sana. BEHA_M1H memiliki bentuk sayap bertingkat tiga, dengan winglet yang memanjang ke arah atas. Bukan tanpa fungsi khusus, sayap bertingkat ini sendiri dikabarkan akan membuat pesawat lebih mudah untuk lepas landas. Faradair sendiri mengatakan bahwa pesawat ini mampu lepas landas dari runway yang memiliki panjanng kurang dari 300 meter.

Pesawat yang mampu mengangkut 18 penumpang ini juga didesain sedemikian rupa sehingga memiliki tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah ketimbang pesawat jet komersial. BEHA_M1H memiliki tingkat kebisingan di bawah 60 dba (Desibel berbobot A – mendekati suara yang biasa didengar oleh telinga manusia), sedangkan kisaran tingkat kebisingan dari pesawat jet komersial berada di angka 140 dba.

Sesuai dengan jargon yang diusungnya – pesawat paling ramah lingkungan di dunia, BEHA_M1H menggunakan tenaga kombinasi baterai dan bio-diesel. Lebih khusus lagi, baterai akan digunakan pada bagian motor listrik saat lepas landas dan mendarat. Sedangkan bio-diesel sendiri akan ‘bekerja’ untuk menggerakkan mesin turboprop yang berkekuatan 1.600 hp saat pesawat tengah melaju di udara.

Saat pesawat tengah mengudara, baterai yang tadi disebutkan secara berbarengan dayanya akan terisi berkat adanya panel surya yang ditempatkan Faradair pada bagian atap pesawat.

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan, kelak para operator juga dapat mengganti fungsi dari BEHA_M1H ini dari pesawat penumpang komersial menjadi pesawat kargo hanya dalam waktu 15 menit saja! Jika tengah menjadi pesawat kargo, BEHA_M1H mampu menangkut beban seberat lima ton.

Baca Juga: “Double Bubble,” Konsep Pesawat Unik Berbahan Bakar Ramah Lingkungan

“Pesawat multi peran ini memungkinkan operator untuk menyediakan layanan perjalanan udara yang layak termasuk; penerbangan komuter terjadwal, pelatihan penerbangan, penerbangan charter, hingga pesawat kargo sekalipun. Salah satu karakteristik dari pesawat ini adalah perjalanannya yang sangat tenang,” ujar Direktur Pelaksana Faradair, Neil Cloughley.

“Kami sudah mulai membuka pesanan untuk maskapai dan bandara dari berbagai penjuru dunia. Rencananya pada tahun 2022 mendatang BEHA_M1H akan diuji coba,” tandasnya.

 

Masuk Pasar Cina, PT Dirgantara Indonesia dan Linkfield Technologies Kerja Sama Penjualan 25 Unit Pesawat N-219

Di ajang The Aero Asia 2023 yang berlangsung di Zhuhai International Airshow Center (23 – 26 November 2023), PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menyepakati kerja sama dengan Linkfield Technologies untuk penjualan sebanyak 25 unit pesawat turboprop N219 yang akan dilengkapi dengan konfigurasi tertentu disesuaikan dengan kebutuhan operasional end user, dimana sebanyak 5 unit untuk end user Bandung Airlines Co. Ltd. – perusahaan penerbangan di Cina dan 20 unit untuk leasing company di Cina.

Baca juga: Prototipe Pesawat N-219 Hadir di Belitung dalam Side Event G20

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PT DI, Moh. Arif Faisal dan Direktur Linkfield Technologies, Patrick Goh, disaksikan oleh Wakil Komisaris Utama PT DI, Bonar Halomoan Hutagaol di booth PT DI.

Sebagaimana yang disampaikan Patrick Goh, bahwa The Aero Asia 2023 merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa untuk kedua pihak, dimana akan dipamerkan berbagai produk pesawat kebanggaan Indonesia, terutama N-219, “karena selama 50 tahun terakhir semua orang mencoba membangun pesawat besar untuk rute dari kota-kota besar maupun internasional, namun mereka lupa bahwa kita masih punya permasalahan konektivitas bagi penduduk yang tinggal di wilayah pedesaan, belum berkembang dan ada masalah akses, tidak ada kereta api, jalan raya, kecuali Anda memiliki pesawat seperti N-219, yang kemudian dapat meningkatkan pembangunan ekonomi di pedesaan,” jelas Patrick Goh saat kunjungannya ke Bandung, Indonesia pada bulan Oktober 2023.

PT DI dan Linkfield Technologies sebelumnya telah menyepakati kerja sama pada tanggal 19 Oktober 2023, dimana Linkfield Technologies akan bertindak sebagai reseller untuk melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan pesawat produksi PT DI, seperti CN235-220, NC212i dan N-219, untuk memenuhi kebutuhan pesawat militer dan komersial di wilayah Cina. Kerja sama ini merupakan wujud komitmen PTDI yang tidak hanya menghadirkan sosok industri penerbangan di tingkat global, tapi juga mendatangkan devisa dan multiplier economic effect.

Baca juga: N-219 Nurtanio, Digadang Sebagai Jawara Penerbangan Perintis di Papua

“Merupakan hal yang luar biasa bagi PT DI untuk dapat bekerja sama dengan Linkfield Technologies dan menyepakati rencana penjualan 25 unit N219 di pasar ekspor, yang tentunya akan mendorong kekuatan dan kehadiran produk kami di pasar Cina. N-219 merupakan pesawat yang dirancang dan dikembangkan sepenuhnya oleh para engineer Indonesia dan saya yakin kita semua bangga mengatakan bahwa acara ini menandai tonggak penting bagi N-219 memasuki pasar global,” kata Moh. Arif Faisal, Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PT DI.