Mengenal Pengujian Statis, Proses Sertifikasi Pesawat Tanpa Perlu Terbang

Sebelum dioperasikan oleh maskapai di seluruh dunia, pesawat harus melewati sertifikasi terlebih dahulu. Mengingat tahapan ini amatlah penting dan menentukan kelaikan sebuah pesawat, prosesnya sangat panjang dan mahal. Tetapi, lain halnya dengan pengujian statis. Di tahap ini, pesawat diuji tanpa perlu terbang. Selain lebih aman dari risiko kecelakaan, pengujian statis juga mempercepat proses sertifikasi pesawat.

Baca juga: Begini Proses Sertifikasi Pesawat Baru, Panjang dan Mahal

Sebagaimana pengujian langsung di udara, pengujian statis juga memiliki tujuan besar, yaitu untuk mensimulasikan kekuatan pesawat ketika di udara. Caranya, para insinyur biasanya akan melakukan simulasi tekanan ke sayap, badan (body), dan ekor pesawat.

Pada umumnya, pesawat diuji lebih dari kemampuan normal atau batas maksimum pesawat. Itu dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap segala macam kemungkinan yang terjadi ketika pesawat beroperasi mengangkut penumpang.

Itulah mengapa tes seperti itu dilakukan secara statis. Sebab, bila itu dilakukan di udara, kemungkinan pesawat gagal dalam pengujian cukup besar dan menyebabkan pesawat jatuh berserakan di daratan. Tentu itu akan membuat produsen pesawat kehilangan jutaan dolar.

Dikutip dari Simple Flying, pada September 2019, silam, misalnya, pintu pesawat uji Boeing 777X meledak saat tengah melalui pengujian statis. Beruntung insiden itu tak sampai menimbulkan korban jiwa. Lebih dari itu, beruntung, insiden itu terjadi saat pengujian statis, bukan saat pengujian di udara. Tak terbayang bukan bila itu terjadi saat di udara, berapa juta dolar yang terbuang karenanya.

Selain menghemat waktu dan tentu saja finansial, pengujian statis tetap bisa memberikan informasi akurat terkait kemampuan pesawat.

Masih dalam kasus Boeing 777X, setelah menjalani pemeriksaan intensif dan pengujian ulang, para insinyur menemukan bahwa insiden pintu pesawat terpanjang di dunia yang dilengkapi dengan mesin terkuat di dunia itu meledak bukan terjadi karena pintu itu sendiri, melainkan karena dekompresi eksplosif akibat body pesawat di bagian tengah lemah; tepatnya di belakang landing gear.

Baca juga: Lolos Tes Terowongan Angin, Pesawat Supersonik Ramah Lingkungan Aerion Kian Nyata

Saat itu, Boeing 777X tengah diuji dengan tekanan 1,48 beban maksimum yang biasa dialami pesawat ketika terbang, meleset dari target Regulator Penerbangan Sipil AS (FAA) sebesar 1,50 yang harus ditahan selama tiga detik.

Meski berhasil melewati pengujian statis di darat, pada akhirnya, pesawat baru ataupun pesawat lama yang disertifikasi ulang, akan tetap menjalani penerbangan langsung di udara. Itu akan lebih meyakinkan daripada hanya sekedar pengujian statis. Sebab, tak semua hal terkait pesawat bisa diuji di laboratorium di darat.

Eksplorasi Keindahan Pulau Pahawang dengan Pasir Putihnya

Pulau Pahawang adalah surga nan indah yang menjadi andalan pariwisata di Propinsi Lampung. Pulau yang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selayan ini terbagi menjadi dua pulau yakni Pahawang Besar dan Pahawang Kecil.

Baca juga: Menara Siger, Ikon Khas Lampung dan Bakauheni yang Jadi Penanda Titik Nol Kilometer Sumatera

Di Pulau Pahawang ini, memiliki pantai yang bersih dan indah. Pasir putih yang menjadi pembatas air laut dengan pantai terlihat menenangkan hati. Memang berbeda dengan Raja Ampat, tapi untuk Anda yang menyukai laut dan mencari spot snorkeling atau diving yang murah bisa menikmatinya di Pahawang. Apalagi bagi Anda yang bosan ke Pulau Seribu, Pahawang cocok untuk mendapat suasana baru.

Lucky
Lucky

Untuk menuju ke sini sebenarnya tidaklah sulit. Anda yang datang dari Pulau Jawa dan menggunakan kapal ferry sebagai moda transportasi pastinya akan turun di pelabuhan Bakauheni. Dari Bakauheni, Anda bisa mencari kendaraan yang menuju pelabuhan Ketapang kurang lebih 3 sampai 3,5 jam menggunakan mobil sewaan yang sudah di pesan sebelumnya. Dari pelabuhan Ketapang menuju Pulau Pahawang sekitar 30 menit menggunakan kapal kecil yang disewakan penduduk.

Tak hanya itu untuk menuju spot snorkeling melihat indahnya bawah laut Pahawang dibutuhkan waktu 30 menit. Di spot dekat Pahawang Besar ini, air yang terlihat berwarna hijau karena banyak mangrove yang ada di sekitarnya. Selain itu, bagi Anda yang ingin berkunjung ke Pahawang Kecil waktu yang ditempuh adalah 45 menit.

Lucky
Lucky

Sayangnya untuk ke Pahawang baik Besar maupun Kecil, belum ada speedboat yang disewakan khusus untuk pengunjung. Untuk biaya penyeberangan dipatok Rp180 ribu per orang. Untuk harga ini biasanya hanya untuk satu hari tanpa menginap. Nanti dengan harga tersebut Anda akan mendapat makan siang, minum dan alat snorkeling yang disewakan seharian.

Disarankan, Anda lebih baik pergi bersama dengan keluarga atau gathering dengan teman-teman bisa menyewa kapal Rp300 ribu- Rp500 ribu per hari. Harga ini hanya berlaku bila musim biasa alias bukan musim liburan. Ada kemungkinan bila musim liburan harga akan lebih mahal dibandingkan dengan hari biasa.

pahawang

Saat musim liburan, untuk penyewaan kapal kecil sampai ke Pahawang waktu yang diberikan terbatas. Semakin banyak pengunjung waktu sewa semakin sedikit. Biasanya yang seperti ini akan Anda temukan bila musim liburan tiba. Namun, tenang saja bagi Anda yang ke Pahawang saat hari biasa, Anda bisa menikmati Pahawang sepuasnya tanpa harus memikirkan kapal yang Anda sewa harus kembali ke pelabuhan.

Untuk Anda yang ingin menikmati alam Pahawang dan bertemu dengan orang-orang baru, Anda juga bisa ikut tur dengan paket biasanya Rp350 ribu- Rp500 ribu per hari atau Rp800 ribu paket satu hari dua malam. Biasanya dengan trip, Anda akan dimudahkan segalanya baik transportasi, penginapan, makan hingga fasilitas lainnya.

Demi Kelancaran Angkutan Lebaran, ASDP Wajibkan Pengguna Jasa Beli Tiket Kapal Ferry di Ferizy Maksimal H-1

Jelang layanan Angkutan Lebaran yang akan dimulai pada Rabu (3/4) atau H-7, ASDP meminta kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan yang akan berpergian dengan kapal ferry agar mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari, terutama bagi pemudik agar perjalanan dapat berjalan lancar, aman, nyaman dan selamat.

Baca juga: “Ferizy,” Mudahkan Penumpang Beli Tiket Kapal Ferry Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk

Pada periode layanan Angkutan Lebaran 2024, puncak arus mudik penyeberangan diprediksi pada Sabtu (6/4) atau H-4 dan Minggu (7/4) atau H-3. Lalu, untuk puncak arus balik Lebaran diprediksikan terjadi pada Minggu (14/4) atau H+3 dan Senin (15/4) atau H+4.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengungkapkan untuk kelancaran perjalanan, khususnya di lintas Merak-Bakauheni, dan Ketapang-Gilimanuk, ASDP mewajibkan pengguna jasa membeli tiket secara online via Ferizy sebelum keberangkatannya. “Hal ini demi kelancaran dan kenyamanan selama penyeberangan, pastikan pengguna jasa sudah bertiket maksimal H-1 keberangkatan,” ujar Shelvy.

Ia mengatakan bahwa ASDP sudah membuka penjualan tiket online Ferizy sejak 60 hari sebelum hari keberangkatan, sehingga dengan melakukan reservasi perjalanan lebih awal maka perjalanan menjadi lebih terjamin, lebih aman, tidak perlu mengantre, dan pastinya lebih nyaman. “Pastikan beli tiket online secara mandiri hanya di website Ferizy di trip.ferizy.com atau aplikasi Ferizy dan mitra resmi Ferizy.

Beda Antara ASDP-Angkasa Pura: Operator Kapal dan Pelabuhan Vs Pengelola Bandara (Saja)

Busworld Southeast Asia 2024 Dihelat di Jakarta 15-17 Mei, “Elektrifikasi Armada Bus”

Setelah sukses menyelenggarakan dua pameran pada tahun 2019 dan 2022, industri bus dan coach bersiap untuk pameran besar berikutnya di Busworld Southeast Asia edisi ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15-17 Mei 2024, di Jakarta International Expo di Indonesia, acara ini diharapkan menjadi momen penting bagi para profesional industri.

Pasar bus di Indonesia sedang mengalami peningkatan, didorong oleh urbanisasi, peningkatan infrastruktur, permasalahan lingkungan, dan pariwisata. Inisiatif yang diprakarsai pemerintah secara signifikan mempengaruhi peralihan menuju solusi transportasi umum yang lebih ramah lingkungan dan ramah lingkungan, termasuk bus listrik.

Skylander Facelift Mejeng di Busworld, Punya Fitur Canggih Pertama di Indonesia: Terinspirasi dari Pandemi Covid-19

Perusahaan karoseri papan atas Indonesia, seperti Laksana, New Armada, Adi Putro, dan Tentrem—secara kolektif mewakili sekitar 80% pangsa pasar dan siap menampilkan inovasi terbaru mereka di Busworld Southeast Asia 2024.

Seperti New Armada akan merayakan hari jadinya yang ke-50 dengan meluncurkan kendaraan baru di antara beragam pamerannya, yang mencakup bus tidur, minibus 6 meter, midibus 8 meter, beberapa bus12 meter, dan banyak lagi. Pameran ini juga menyoroti kolaborasi mereka dengan Sinar Jaya, salah satu operator bus terkemuka di Indonesia.

Laksana mengambil langkah signifikan menuju elektrifikasi transportasi, dengan menghadirkan bus listrik low entry sepanjang 12 meter. Sebagai pionir konsep sleeper bus di Indonesia, Laksana terus berinovasi dengan Suites Class-nya yang menawarkan pengalaman perjalanan bervariasi.

Sementara Adi Putro memimpin dalam desain sasis dengan rangka suspensi udaranya, yang mencerminkan komitmennya terhadap kualitas dan inovasi melalui penelitian berkelanjutan dan kolaborasi internasional.

Tentrem, yang dikenal dengan produksi bus menengah hingga besar berkualitas tinggi, tetap fokus untuk memberikan keunggulan. Golden Dragon juga kembali tampil dan fokus sepenuhnya pada tren bus listrik. Mereka akan menghadirkan Astar 6 meter, Intour 7,3 meter, dan E12 LD 12 meter.

Salah satu agenda utama Busworld Southeast Asia 2024 adalah konferensi komprehensif mengenai elektrifikasi armada bus, yang akan berlangsung pada tanggal 16 dan 17 Mei. Acara ini akan mengumpulkan wawasan dari para pemimpin transportasi global, dengan fokus pada tren pasar, strategi investasi, dan efisiensi operasional di bidang transportasi bus, khususnya penyebaran bus listrik.

Isuzu Tampilkan “Erga EV” – Bus Listrik Pertama dengan Lantai Datar

Jelang Musim Mudik, Mulai 25 Maret, KA Majapahit Gunakan Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan KA Majapahit relasi Pasarsenen – Malang pp dengan menggunakan jenis Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation, terhitung mulai Senin (25/3) untuk relasi Malang – Pasarsenen dan mulai Selasa (26/3) untuk relasi Pasarsenen – Malang. Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation tersebut merupakan bagian dari pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation periode 2023 s.d 2026 yang didatangkan dari PT INKA (Persero).

Baca juga: Periode Angkutan Pra dan Pasca Lebaran, PT KAI Tawarkan Diskon Hingga 30 Persen Bagi Agen Travel

“Peningkatan pelayanan pada KA kelas ekonomi ini adalah sebagai wujud komitmen KAI dalam mendengarkan kebutuhan dan masukan dari para pelanggan, untuk dapat terus meningkatkan pelayanan dan customer experience. Sehingga tetap relevan dengan perkembangan zaman,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

KAI secara konsisten terus beradaptasi memenuhi harapan masyarakat untuk meningkatkan kenyamanan pada kereta ekonomi. Kereta ekonomi yang sebelumnya berkapasitas 106 tempat duduk dengan formasi 3-2, sandaran tegak lurus, dan saling berhadapan, secara bertahap diganti menjadi kereta ekonomi berkapasitas 80 tempat duduk dengan formasi 2-2 berhadapan atau tidak berhadapan.

Kini KAI melakukan inovasi terbaru dengan menghadirkan Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation, dimana jumlah tempat duduk menjadi 72 kursi, sehingga leg room-nya menjadi lebih luas. Selain itu, jenis kursinya juga sudah menggunakan tipe captain seat yang membuat pelanggan semakin nyaman saat bersandar, serta bisa diatur kemiringannya (reclining) dan bisa disesuaikan searah laju KA ataupun berhadapan (revolving).

“Keunggulan Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation ini di antaranya pintu masuk kereta dan pintu penghubung antar kereta sudah menggunakan pintu elektrik otomatis. Hal ini akan semakin memudahkan pelanggan dalam membuka ataupun menutup pintu tanpa mengeluarkan banyak energi. Suara aktivitas buka-tutup pintu pun menjadi lebih senyap,” kata Joni.

Di samping itu, Passenger Information Display System (PIDS) yang tersedia di masing-masing kereta dapat menampilkan informasi stasiun terdekat, kecepatan, dan suhu ruangan. PIDS tersebut membantu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan menyediakan informasi yang penting bagi pelanggan selama perjalanan.

Untuk kebutuhan mengecas gadget pelanggan, KAI menambah USB charger port pada masing-masing kursi, di samping stop kontak yang telah tersedia di dinding kereta. Adanya tambahan fasilitas pengisian daya tersebut membuat penumpang dapat terus menggunakan gawainya tanpa khawatir kehabisan daya, sesuai dengan kebutuhan modern.

Jendela Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation juga telah di-upgrade menjadi tempered double glass dari sebelumnya tempered glass. Sehingga tingkat keamanan lebih tinggi, membantu mengurangi masuknya panas berlebih dan sinar UV ke dalam ruangan, serta mereduksi kebisingan lebih baik.

“Keunggulan lain pada Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation ada penambahan toilet dari Kereta Ekonomi sebelumnya dari 1 toilet menjadi 2 toilet, penggantian jenis toilet menjadi toilet duduk dari sebelumnya model jongkok, serta dipisahkan menjadi toilet pria dan wanita. Khusus di toilet wanita, KAI menambah meja lipat yang berfungsi untuk mengganti popok bayi,” ungkap Joni.

Kereta Makan di rangkaian Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation ini juga turut diperbarui menjadi lebih mewah dengan interior dan furnitur premium. PIDS yang sama juga tersedia di Kereta Makan. Bagi pelanggan beragama Islam, KAI juga menyediakan musala di kereta tersebut untuk beribadah.

Populer Sejak 1970, Ini Arti Sebenarnarnya dari Kata “Mudik”

Adapun jadwal perjalanan KA Majapahit relasi Pasarsenen – Malang yaitu berangkat dari Pasarsenen pukul 19.20 WIB dan tiba di Malang pukul 10.07 WIB. Untuk relasi Malang – Pasarsenen, berangkat dari Malang pukul 18.45 WIB dan tiba di Pasarsenen pukul 08.37 WIB.

KA Majapahit dengan rangkaian Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation tersebut sudah dapat digunakan masyarakat untuk mudik Lebaran. Sehingga dengan kenyamanan yang semakin meningkat, dapat terwujud mudik ceria dan penuh makna.

Inggris Kembangkan Teknologi ‘Intip’ Isi Tas Calon Penumpang Saat Belanja di Bandara

Apa sih yang paling merepotkan saat ditanya tentang bandara? Selain harus sampai di bandara lebih cepat, biasanya penumpang juga akan menjawab proses skrining atau pemeriksaan barang bawaan. Ya, hal ini biasanya yang membuat Anda akan sibuk dengan barang bawaan apalagi harus membuka dan mengeluarkan barang-barang yang harus dikeluarkan seperti kamera, tablet dan laptop.

Baca juga: Masuk AS Bakal Tambah ‘Berat,’ Lima Maskapai Diminta Wawancarai Calon Penumpang

KabarPenumpang.com melansir dari laman gizmodo.co.uk, pemerintah Inggris berinisiatif untuk memudahkan pemeriksaan barang penumpang sembari berbelanja di toko bebas bea (Duty free shop) di Bandara Gatwick. Dengan ada pemikiran ini, pemerintah  menyiapkan dana sebesar £3 juta untuk membuat penelitian dalam mendeteksi bahan peledak yang tersembunyi. Tujuan sebenarnya adalah untuk mempercepat skrining tas di bandara tanpa mengurangi tingkat kemanan yang tinggi.

Saat pembuatan proposal untuk penelitian ini versi teknologi portabel juga dibuat untuk menyaring item di tempat-tempat selain di pos pemeriksaan kemanan reguler. Portabel ini juga untuk memindai laptop dan tablet tanpa harus dikeluarkan dari tas terlebih dahulu.

Ini terdengar futuristis dan mungkin akan banyak pertanyaan dari penumpang bagaimana tas bisa terpindai sementara mereka sedang berbelanja. Ya teknologi baru ini bisa saja tidak mengharuskan Anda untuk mengeluarkan apapun dari dalam tas.

Memang, Anda akan melewati proses pemeriksaan keamanan, dimana tetap harus melepaskan pakaian yang mengandung logam seperti ikat pinggang. Hal ini memang butuh waktu meskipun harus menunggu penumpang lainnya melewati proses keamanan yang akan Anda lakukan juga.

“Keamanan penerbangan adalah prioritas pemerintah dan satu lanskap ancaman yang selalu berubah. Kita perlu merangkul dan mendorong bakat dari industri yang memungkinkan kita bertahan beberapa langkah di depan orang-orang,” ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri Inggris, Ben Wallace.

Baca juga: Bandara Kopenhagen Tempati Peringkat Teratas Untuk Pemeriksaan Keamanan

Sedangkan Menteri Penerbangan Inggris Lord Callanan mengatakan, keselamatan dan kemanan penumpang yang bepergian akan selalu menjadi prioritas utama. “Kami mengerti bahwa ini terkadang tidak nyaman bagi penumpang apalagi keluarga yang membawa anak kecil. Seiring kemajuan teknologi, kami ingin membuat pengalaman penerbangan lebih cepat dan mudah bagi semua wisatawan,” ujar Callanan.

Tidak Sediakan Runway Visitor Park, Otoritas Bandara di Indonesia Belum Ramah Wisata Dirgantara

Lazimnya, banyak orang mencari tempat atau spot hiburan ke berbagai lokasi yang indah dan sedap di pandang mata, seperti pantai atau mungkin pegunungan. Seiring berjalannya waktu, berbagai tempat wisata alternatif pun mulai diminati, salah satunya adalah wisata di bandara.

Baca juga: Empat Bandara ini Punya Observation Deck yang Dianggap Terbaik

Terminologi wisata di bandara ini cukup beragam, bisa dimulai dari adaptasi seperti halnya jalan-jalan di bandara yang punya standar airport mall, atau melihat aktivitas pesawat di apron lewat observation deck. Kedua aktvitas di atas dilakukan di lingkup internal bandara. Namun ada spot wisata bandara yang lokasinya berada di luar bangunan bandara itu sendiri.

Yang dimaksud adalah runway visitor park. Seperti di beberapa negara Eropa misalnya, mereka sudah mulai memberikan spot pemandangan yang letaknya tak jauh dari runway bandara. Ya, sebagaimana namanya, runway visitor park memang terletak dekat sekali runway alias area landas pacu. Tentu saja dengan mempertimbangkan batas aman pesawat dan pengunjung.

Dalam pengaplikasiannya, runway visitor park menawarkan sajian hiburan anti mainstream, khususnya sajian berbagai jenis pesawat berbadan besar dan kecil saat lepas landas, ataupun turun landas. Sekilas memang terdengar tidak ada yang istimewa dari hiburan tersebut. Namun, bagi pecinta dirgantara ataupun sekedar mencari hiburan anti mainstream, melihat kesibukan pesawat saat mengambil posisi lepas landas hingga turun landas, hal tersebut tentu sangat menyenangkan.

Salah satu negara yang memiliki runway visitor park dan mengelolanya dengan profesional adalah Inggris. Runway visitor park sendiri terletak tak jauh dari area terminal utama bandara di sepanjang Wilmslow Road. Lokasi yang unik tersebut menawarkan banyak daya tarik untuk kaum muda dan tua, termasuk kesempatan melihat pesawat lepas landas dan turun landas tadi.

Suasana keramaian di Runway Visitor Park, Inggris. Foto: Manchesterairport.co.uk

Selain itu, untuk anak-anak, Tim Pendidikan di Runway Visitor Park juga menawarkan berbagai tur yang disesuaikan dengan kelompok usia. Tak hanya itu, pengunjung yang ikut serta dalam wisata pendidikan tersebut juga memiliki kesempatan untuk naik pesawat nyata dan masuk ke kokpit, sambil belajar tentang berbagai peran profesi kedirgantaraan lainnya yang turut membantu memastikan bandara berjalan dengan lancar, seperti Avsec Ground Handling, dan sebagainya.

Hal tersebut tentu mengingatkan kita pada salah satu program International Civil Aviation Organization (ICAO) mengenai program next generation of aviation professionals (NGAP). NGAP sendiri adalah program ICAO yang bertujuan untuk terus mengawal industri penerbangan di masa mendatang. Program tersebut fokus menanamkan pentingnya dunia penerbangan kepada anak-anak usia 5 tahun hingga kelak mereka dewasa dan mengajar kembali tentang dunia penerbangan ke anak-anak di generasi berikutnya. Dengan begitu, industri penerbangan akan terus berlangsung hingga masa yang akan datang.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia sendiri, sebetulnya sudah mulai melaksanakan program tersebut. Memang tidak banyak. Misalnya, di Bandara Ahmad Yani, di sana terkadang, di setiap musim liburan mereka kerap mengadakan semacam acara dimana anak-anak membantu mengisi posisi tugas-tugas kebandarudaraan, seperti Avsec, customer servis, dan sebagainya.

Di kesempatan lainnya, dalam rangka menjalankan program NGAP tersebut, berbagai atraksi akrobatik di udara oleh TNI AU rutin dilakukan. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dapat melihat langsung dari jarak dekat, bahkan menyentuh dan menaikinya, baik orang tua, muda, ataupun anak-anak.

Baca juga: Bandara Helsinki Hadirkan Toilet Khusus Hewan Peliharaan Penumpang

Namun, bila dilihat dari sisi keramahan bandara-bandara di Indonesia, dalam kaitannya dengan Runway Vistor Park, Indonesia masih dinilai kurang memperhatikan sisi itu. Bandara-bandara yang ada, pada umumnya memblokade akses secuil apapun ke bandara dengan alasan keamanan. Tentu saja hal tersebut dapat dimaklumi pula, mengingat ada potensi dari bahaya terorisme yang bisa mengancam setiap saat.

Akan tetapi, bagi praktisi penerbangan, Haryo Adjie, harusnya hal itu tak menghalangi Indonesia untuk tetap ramah untuk para pecinta dunia penerbangan. Ramah dalam artian, ketika mereka (pecinta dunia penerbangan) ingin melihat dari jarak dekat pesawat yang ingin lepas landas maupun turun landas, baik sekedar hiburan belaka ataupun untuk mengambil momentum untuk diabadikan (difoto).

Jika faktor keselamatan dan keamanan, mengingat runway adalah area steril dari berbagai macam benda atau objek apapun, lanjutnya, pihak pengelola bandara bisa mengakalinya dengan memberikan akses yang biasa disebut observation desk. Dengan fasilitas tersebut, para pecinta dunia penerbangan dimnungkinkan untuk melihat aktivitas kebandar udaraan dari jarak dekat namun, tetap aman untuk aktivitas penerbangan itu sendiri, karena observation desk terhalang oleh kaca tebal. Namun, hal itu tidak menjadi soal, setidaknya tetap bisa melihat pesawat lepas dan turun landas, lengkap dengan suara gemuruh yang dihasilkannya.

Gerbong GW dan YYW di Bekas Depo Lokomotif Jatinegara, Dulu Berjaya, Sekarang Tak Berharga

Mungkin kalian pernah melihat bahkan sempat bertanya – tanya saat naik Kereta Rel Listrik (KRL) menuju Stasiun Jatinegara? Ada tiga unit gerbong berwarna putih agak ke abu-abuan yang berada di pojok bersebelahan dengan bangunan tua yang sudah dibongkar.

Baca juga: Gerbong dengan Pendingin Udara Digunakan untuk Angkut Cokelat 

Jika dilihat dengan teliti gerbong ini memiliki bentuk yang cukup unik. Mempunyai 2 pintu di kanan dan kiri gerbong dan tidak memiliki jendela sama sekali. Yang ada hanya bagian pagar diluar gerbong layaknya teras rumah. Dan lagi gerbong ini sudah terlihat sangat usang. Sepertinya memang sudah tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Mengenal Gerbong dan Fungsinya
Gerbong yang teronggok dekat dengan bangunan bekas Depo Lokomotif Jatinegara ini ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang. Sejak jaman PNKA gerbong ini sudah dijalankan atau saat lokomotif uap masih berjaya. Bagaimana tidak, dulu gerbong ini lebih banyak digunakan sebagai sarana angkutan barang dan memiliki jumlah yang sangat melimpah ruah di berbagai jalur KA Pulau Jawa dan Sumatera.

Gerbong yang agak tinggi dan tertutup ini disebut Gerbong GW yang artinya gerbong tertutup bergandar 2. Gerbong GW dibuat dari pabrikan Werkspoor, Utrech, Belanda. Gerbong GW berkapasitas muat 15 ton dan memiliki bordes kecil berpagar besi pipa lengkap dengan rem tangan. Untuk angkutan yang biasa dibawa gerbong GW ini adalah semen ataupun pupuk.

Kemudian disebelahnya merupakan Gerbong Jenis YYW. Gerbong ini didatangkan dari pabrikan ARAD, Rumania berganda 4. Huruf “W” pada Gerbong YYW ini yang berarti gerbong ini menggunakan rem westinghouse/rem udara tekan. Gerbong ini dahulu pernah dijadikan sebagai angkutan pasir dan batu balast (kricak).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Teronggok Tak Berdaya
Saat ini kedua gerbong tersebut benar – benar sudah tidak digunakan. Hanya disimpan di samping bekas Depo Lokomotif Jatinegara. Dulu gerbong ini masih digunakan khusus angkutan barang hingga tahun 2000-an. Namun saat ini sesuai dengan standar layak operasional kereta api yang diharuskan setiap rangkaian kereta/gerbong berusia tidak lebih dari 30 tahun. Khususnya untuk gerbong, saat ini banyak yang terbaru keluaran dari PT INKA. Baik angkutan barang petikemas, kricak, BBM, semen, hingga angkutan rel.

Baca juga: Depo Bekasi Ditutup, KRL Menginap di Cikarang

Dikabarkan mengenai kedua gerbong yang teronggok di Jatinegara tersebut rencananya akan dikonservasi (dibuang) ke wilayah Daop 3 Cirebon. Namun hingga saat ini belum ada informasi lanjutan mengenai gerbong tersebut akan dipindahkan atau tetap dibuang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Ada Pramugari di Bus AKAP, Dari Layani Penumpang Hingga Turunkan Barang di Bagasi

Pesawat punya pramugari, kereta api juga punya, nah bagaimana dengan bus Antar Kota Antar Provinsi atau AKAP? Ternyata bus AKAP juga punya loh pramugari untuk melayani penumpang. Kehadiran pramugari ini dalam upaya peningkatan kualitas penyedia layanan bus atau perusahaan otobus (PO).

Baca juga: Imbas Covid-19, PO Bus Sepi Penumpang dan Tengah Cari Solusi

Ada beberapa PO bus yang menggunakan pramugari untuk membantu pelayanan dalam bus. Penasaran apa saja yang dilakukan pramugari dalam bus AKAP? Pramugari ini dalam bus AKAP memberikan pengumuman kepada penumpang sebelum jalan sepeerti kelas, kota tujuan, waktu tempuh dan fasilitas yang diberikan. Selain itu juga pramugari menjelaskan penggunaan toilet ketika bus berjalan.

Seperti pramugari di pesawat, pramugari di bus AKAP juga akan melayani penumpang seperti memeriksa AC di kursi dan membagikan minuman. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pramugari membantu memeriksa tiket dan memberikan arahan perjalanan kepada penumpang yang membutuhkan informasi.

Selain itu ada juga himbauan untuk menjaga kebersihan dan barang bawaan. Selanjutnya juga ada yang memberitahu di mana bus akan berhenti untuk melakukan isitrahat dan servis makan untuk penumpang.

Pramugari bus juga bertugas membuka bagasi barang penumpang. Tugas ini cukup unik karena sebelumnya dilakukan oleh para kondektur bus. Hanya bedanya kondektur tidak melayani penumpang seperti pramugari bus.

Dalam sehari pramugari ini menempuh perjalanan pulang pergi sesuai jadwal bus. Itu berarti ia bertugas dalam perjalanan sejauh 400-500 km dengan total waktu tempuh selama sepuluh jam bahkan lebih jika macet. Sebuah jarak yang cukup jauh untuk seorang awak bus wanita. Pramugari bus AKAP dalam perjalanan akan duduk di samping pengemudi.

Untuk pertama kali, bus yang menggunakan pramugari adalah PO Efisiensi yang melayani trayek Yogyakarta-Purwokerto-Purbalingga dan Yogyakarta-Cilacap serta arah sebaliknya. PO yang satu ini menjadi primadona di jalur selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Pemberian Kupon Makan oleh PO Bus, Bagaimana di Bulan Ramadhan?

Kemudian pramugari juga ternyata hadir di PO Rosalia Indah, PO Muji Jaya, Po Mtrans, PO Sinar Jaya dan Cyber Bus. Tak hanya unik, kondektur wanita atau pramugari bus juga menambah kesan manis selama perjalanan. Pramugari-pramugari ini membuat perjalanan semakin nyaman.

Saudia vs Etihad, Siapa Juara di Kelas Ekonomi?

Memilih maskapai penerbangan asal Timur Tengah, saat ini trennya cenderung mengerucut kepada The Three Mega Carrier, yakni Emirates, Qatar, dan Etihad. Padahal, di beberapa negara lainnya, terdapat beberapa maskapai yang patut diperhitungkan. Salah satunya adalah Saudia Airlines.

Baca juga: Etihad Kerja Sama dengan Bandara Abu Dhabi Hadirkan Kursi Roda Otomatis

Dikutip dari laman simpleflying.com, Chris Loh, jurnalis di media yang berbasis di London tersebut akan coba mengulas serta membandingkan pengalaman terakhir yang dimilikinya di kedua maskapai. Yang pertama adalah layanan Singapura ke Jeddah dengan Saudia dan yang kedua adalah penerbangan Abu Dhabi ke Roma dengan Etihad. Dilihat dari rute, tentu saja kedua penerbangan tersebut tergolong dalam jarak jauh – meskipun penerbangan Saudia mencatat waktu hampir dua jam lebih lama.

Kedua penerbangan menggunakan Boeing 787-9 Dreamliner dan sebagaimana diungkapkan sebelumnya, perbandingannya terbatas hanya pada kelas ekonomi. Namun, sebelum jauh membahas soal perbandingan keduanya, ia merasa bahwa Etihad menempatkannya pada kursi yang lebih baik dari kelas ekonomi biasa.

Tempat duduk
Menurut jurnalis asal Kanada itu, jenis kursi yang ditawarkan oleh kedua maskapai ini mungkin lebih cenderung ke preferensi pribadi. Untuk Saudia, para tamu memiliki permukaan kulit krem yang halus dan nyaman menemani selama di pesawat mengudara. Kursi-kursi memiliki sandaran kepala yang bisa disesuaikan dengan ‘sayap’ samping yang terlipat agar kepala tidak terguling ke kanan dan ke kiri.

Etihad, di sisi lain, memiliki kain-kain untuk sarung joknya. Pengalaman ekonomi Etihad juga memiliki salah satu sandaran kepala yang lebih menarik yang ia temui dari ratusan penerbangan yang pernah dialaminya. Setiap sandaran kepala, kursi ekonomi memiliki ‘sayap’ yang kokoh, dan menonjol di satu sisi. Sangat nyaman untuk dibuat bersandar selama berjam-jam.

Dalam urusan tampilan dan nuansa tempat duduk, Saudia – rasanya jauh lebih ‘bersih’ dan sedikit lebih ‘berkelas’. Ide sayap sisi besar Etihad di sandaran kepalanya sebetulnya sangat bagus. Pasalnya, ia telah melihat terlalu banyak penumpang yang kesulitan tidur karena kepalanya tidak memiliki penjagaan yang memadai di kedua sisinya.

Sayangnya, perbandingan dalam hal tempak duduk ini kurang begitu fair. Sebab, ia ditempatkan di kelas ekonomi Etihad yang tak ‘biasa’. Dibanding Saudia, Etihad memiliki jarak 3-4 inci lebih tinggi. Meskipun demikian, leg room atau ruang kaki Saudia tak terlalu buruk untuk ukuran ekonomi.

Dari segi fasilitas, masih dalam kaitannya dengan tempat duduk, baik Etihad maupun Saudia, keduanya menawarkan soket listrik di samping soket USB. Saudia ada di bawah kursi sementara Etihad ada di kursi belakang (di depan penumpang). Dari sisi kemudahan, lokasi plug Saudia lebih sulit diakses sebab mengharuskan penumpang beranjak dari kursi. Adapun bantal, kedua maskapai tersebut sama-sama menyediakan selimut dan bantal yang nyaman untuk penerbangan.

Hiburan dalam pesawat dan WiFi
Dalam urusan hiburan dalam pesawat atau In-flight entertainment (IFE), Saudia tampil dengan beberapa wajah baru. Terdapat beberapa fitur yang cukup mengesankan. Penumpang dapat menggunakan layar untuk memilih kapan pramugari harus membangunkan untuk layanan makanan dan kapan mereka harus meninggalkannya sendirian.

Sayangnya, Chris tidak dapat mencoba layanan ini. Kala itu, ia cukup sadar bahwa awak kabin memiliki kesibukan lain hingga ia enggan untuk mencobanya. IFE Saudia yang lebih baru juga memiliki sistem pengiriman pesan sehingga penumpang dapat mengirim pesan ke orang-orang di kursi lain, khususnya bagi pasangan yang tidak mendapatkan kursi berdampingan.

Etihad tentu tak mau kalah. Mereka memiliki fitur ‘mewah’ berupa remote control yang juga memiliki layar sentuh dengan fleksibilitas tinggi. Ini adalah fitur bagus yang memungkinkan tamu duduk dan mengakses menu sistem hiburan dengan lebih mudah.

Ia (Chris) berpendapat bahwa keduanya memiliki sistem yang cukup bagus. Namun, bila dipaksa untuk memilih, sistem aksesibiltas hiburan dirancang lebih baik pada Etihad. Di Saudia, ada bagian-bagian di pada Audio yang diberi label sangat buruk dan tidak menampilkan artis (hanya nama album).

Untuk WiFi, Saudia lebih unggul karena memiliki opsi pengiriman pesan 10MB gratis. Etihad tidak memiliki yang seperti ini sehingga penumpang harus membayar, bahkan untuk tingkat layanan WiFi paling dasar. Paling tidak, dengan paket gratis Saudia, penumpang dapat mengirim dan menerima beberapa pesan WhatsApp atau Facebook Messenger dan tetap mengikuti beberapa komunikasi dasar.

Makanan (dan minuman)
Layanan makanan dalam pesawat Saudia terasa cukup elegan. Dimulai dengan distribusi menu yang dicetak dengan baik dan kemudian taplak meja (baki). Keduanya menambah sedikit sentuhan kelas pada seluruh pengalaman makan di dalam pesawat. Mungkin perasaan tersebut cenderung tentatif, tetapi menu makanan dijelaskan secara rinci.

Dari segi rasa dan kualitas, pengalaman makan di Saudia adalah yang terbaik. Dalam penerbangan ekonomi A320 dari Milan ke Riyadh, mereka bahkan menawarkan pisang utuh sebagai pilihan makanan ringan yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Untuk Etihad, menu makanan mewahnya tidak termasuk taplak meja yang bagus. Namun, ayam dan sayuran mereka sangat fantastis. Makanan penutup dikemas dengan baik tetapi dan sangat menakjubkan.

Satu hal unik tentang layanan makan malam Etihad adalah bahwa penumpang kini dapat membayar makanan tambahan. Hal Itu diuraikan dalam menu yang ditemukan di saku kursi belakang dan penumpang mendapatkan pengingat ketika sistem hiburan dalam pesawat dinyalakan. Ia pikir ini bagus dalam hal keragaman makanan – dan bagi siapa saja yang mungkin lebih lapar. ia hanya berharap itu tidak memberikan lisensi maskapai untuk mengurangi kualitas atau ukuran penawaran gratis mereka.

Untuk minuman, satu hal yang dinikmati dari operator Timur Tengah tersebut adalah mereka melayani lebih dari sekadar jus apel, jeruk, dan jus tomat. Jika ingatannya benar, baik Saudia dan Etihad menyajikan jus mangga dan jambu biji.

Satu perbedaan besar dengan Saudia adalah penerbangannya ‘kering’, artinya tidak ada alkohol yang disajikan (atau bahkan diizinkan) di kabin pesawat. Di sisi lain, Etihad memang menyajikan minuman beralkohol dalam penerbangannya.

Baca juga: Saudia Jadi Yang Pertama Hadirkan Layanan Gratis WhatsApp OnBoard

Komentar terakhir
Pengalaman Chris dengan layanan pramugari di kedua maskapai sangat baik tanpa keluhan. Baik Saudia maupun Etihad, semua awak kabin profesional dan sopan serta menawarkan layanan sambil tersenyum. Satu hal yang masuk ke Saudia adalah layanan handuk panas yang ditawarkan di awal penerbangan. Dan itu menjadi salah satu pembeda serta menjaadi masalah baru untuk Etihad.

Perbandingan ini hanya mencakup pengalaman penerbangan dalam bidang ekonomi dan tidak memperhitungkan jumlah rute atau tujuan yang ditawarkan oleh masing-masing maskapai atau pengalaman di bandara. Semoga, bagaimanapun, jika pembaca sekalian memiliki pilihan antara salah satu dari kedua maskapai ini, artikel ini akan membantu Anda untuk menentukan pilihan. Perjalanan yang menyenangkan!