Masuk AS Bakal Tambah ‘Berat,’ Lima Maskapai Diminta Wawancarai Calon Penumpang

(nbcphiladelphia.com)

Setelah insiden yang menimpa perjalanan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat, kini untuk masuk ke Negeri Uwak Sam boleh jadi bakal tambah ‘berat.’ Disebutkan ada lima maskapai internasional yang diwajibkan oleh otoritas keamanan AS untuk memberlakukan sesi wawancara bagi setiap calon penumpang. Hal ini menyiratkan bahwa seorang calon penumpang yang telah memegang visa resmi belum tentu bisa diberangkatkan ke AS oleh maskapai yang bersangkutan.

Baca juga: Meski Visa Sudah Ditangan, Bukan Jaminan Bisa Masuk Ke Amerika Serikat, Lho!

Kelima maskapai yang dimaksud adalah Air France, Lufthansa, Cathay Pasific, Emirates dan Egyptair. Namun, isi draft pertanyaan untuk wawancara tidak dijelaskan seperti apa. KabarPenumpang.com merangkum dari laman dailymail.co.uk (25/10/2017), adanya wawancara ini dilakukan atas permintaan pejabat Amerika Serikat dan berlaku mulai 26 Oktober 2017 lalu.

Otoritas yang berperan dalam hal ini adalah US Customs and Border Protection, yang berada dibawah Department of Homeland Security. Diketahui, lembar pertanyaan tersebut diberikan oleh petugas maskapai untuk diisi setiap penumpang tujuan Amerika Serikat seperti akan melakukan sesi wawancara. Lokasi wawancaranya pun ditentukan oleh masing-masing maskapai.

Peraturan baru yang terbilang kontroversial ini diberlakukan setelah Trump melarang laptop masuk kabin pesawat beberapa waktu lalu untuk meminimalisir tindakan terorisme. Karena merupakan aturan baru dan butuh persiapan dalam pelaksanaan, Amerika Serikat memberikan waktu selama 120 hari untuk maskapai dalam mempersiapkan aturan baru ini.

Air France mengatakan akan memulai mewawancarai penumpang pada Kamis, 26 Oktober 2017 di bandara Orly Paris dan seminggu kemudian di bandara Charles de Gaulle. Sedangkan Emirates akan melakukan wawancaranya di konter check in bagi penumpang yang akan berangkat dari Dubai dan di ruang tunggu untuk penumpang transit dan transfer.

Melalui situs resminya, Cathay Pasific yang berbasis di Hong Kong mengatakan akan menangguhkan layanan drop bagasi sendiri dan penumpang tujuan Amerika akan diberikan pertanyaan singkat saat koper dilakukan pemeriksaan. Hal yang sama juga dilakukan pada penumpang yang tidak membawa koper dan dilakukan di ruang tunggu.

Maskapai asal Mesir Egyptair menyatakan bahwa aturan baru ini bisa mencakup penumpang dan barang bawaan mereka dengan prosedur ketat.

“Selain kontrol perangkat elektronik yang sudah diperkenalkan, pelancong ke Amerika Serikat mungkin juga menghadapi wawancara singkat saat check in, atau  di bagian pengecekan dokumen,” kata Lufthansa dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Umumkan Langkah Keamanan Penerbangan Baru

Diluar kelima maskapai yang disebut, ada maskapai keenam yakni Royal Jordania akan memulai mewawancarai penumpang pada Januari 2018 mendatang. Maskapai ini memiliki penerbangan langsung dari Amman ke New York, Chicago dan Detroit. Sedangkan Etihad sendiri mengatakan, pemeriksaan dan operasionalnya masih normal. Dengan adanya peraturan baru yang dibuat Presiden Donald Trump ini memang telah mempengaruhi bisnis penerbangan global.