Italia (1) : Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta

Italia, salah satu negara di Eropa yang memiliki banyak kota-kota sejarah salah satunya adalah Venesia. Kota yang disebut kota air ini memiliki keindahan yang bisa dikatakan klasik.
Sungai atau kanal yang mengitari kota ini membuatnya menjadi lebih menarik dibandingkan negara Eropa lainnya, apalagi ada Gondola yang menjadi transportasi pendukung, dan kini menjelma sebagai ikon wisata Venesia.

Baca juga: Jadi Lambang Cinta Abadi, Gondola Tak Pernah Berganti Warna

Dengan Gondola, Venesia dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, melihat rumah-rumah dengan pintu di depan anak sungai, jembatan kecil yang menghubungkan satu rumah dengan rumah yang lainnya, sesuatu yang eksotis untuk dikunjungi, telebih amat pas bagi pasangan yang ingin menikmati Bulan Madu. Bila Anda ke Italia, khususnya Venesia ada baiknya memilih musim semi. Karena udara yang sejuk tidak terlalu dingin di bandingkan saat musim dingin. Selain itu tempat-tempat wisata di Italia banyak yang tutup saat musim dingin.

Akhir Maret 2017 lalu, kami pergi bertiga mengunjungi Italia selama empat hari untuk berwisata. Kami berangkat dari Jakarta menuju ke Amsterdam, Belanda naik pesawat Boeing 777 Garuda Indonesia dengan perjalanan sekita 14 jam, dan dilanjutkan menginap dua malam di Amsterdam sebelum akhirnya kami tiba di Italia. Pada hari yang ditentukan kami menuju ke Italia menggunakan maskapai Transavia dan tiba di bandara Marco Polo, Venesia. Karena merupakan rute pendek, yang digunakan adalah jenis pesawat berbedan sedang, mungkin sekekas Boeing 737 Series atau Airbus A320.

Pesawat yang digunakan Transavia tidak memberikan layanan penuh alias low coast carrier (LCC), karena kami mendapat tiket murah sekitar Rp600 ribu sekali jalan dari Amsterdam menuju Venesia waktu tempuh dari Amsterdam menuju Venesia, Italia sekitar 2 jam 45 menit. Pemandangan di dari dalam pesawat yang terlihat adalah pegunungan Alpen dan kota-kota Italia.

Kami mendarat pukul 09.30 waktu Italia dan langsung menuju terminal kedatangan untuk mengambil bagasi. Sajian yang terlihat saat pengambilan bagasi adalah loket-loket tiket untuk bus, kapal bus dan kereta. Saat itu, bandara masih terlihat sepi karena kami sampai masih pagi, selain itu bandaranya pun lebih kecil dibandingkan yang ada di ibu kota.
Dari pilihan tiga moda transportasi yang disuguhkan, kami memilih menggunakan bus. Untuk tiketnya sendiri seharga 8 Euro sekali perjalanan. Harga tiket ini tergantung jarak, waktu tempuh dan jalur yang digunakan.

Sebenarnya pemilihan bus ini, bukan karena interior di dalamnya, sebab model bus yang kami gunakan tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Kami menggunakan bus untuk menikmati perjalanan dan melihat kota tua dengan bangunannya. Padahal bila dilihat kota Venesia terbagi dua bagian besar yakni daratan dan perairan yang menjadi bagian wisata.

Dan tempat kami menginap sebenarnya di dekat dengan kota wisata tersebut. Dengan jarak tempuh sekitar 20-30 menit hingga sampai di terminal, kami bisa menikmati keindahan Venesia secara lebih lagi. Ini juga yang menjadi alasan kami tidak memilih kapal bus, walaupun harga tiket yang ditawarkan sama dengan bus biasa yakni 7-8 Euro. Sesampai di Terminal, untuk menuju ke penginapan, kami harus berjalan kaki sekitar 15 menit dan sempat berhenti di depan stasiun kereta Santa Lucia untuk menikmati keindahan bangunan Santa Lucia sendiri.

Kapal bus di Venesia.

Oh iya, bentuk tiket naik bus berupa kertas karcis seperti kita naik TransJakarta sebelum menggunakan kartu seperti saat ini. Sesampai di penginapan kami menyimpan barang-barang, karena masih pagi, kami kemudian berkeliling kota Venesia. Pemandangan yang diberikan kota air ini adalah kanalnya, apalagi Gondola yang menjadi daya tarik sendiri serta jembatan-jembatan klasiknya. Untuk menemukan tempat makan di kota ini tidaklah susah karena di setiap sisi jalan terlihat restoran-restoran.

Rialto Bridge

Tak hanya itu, jembatan terkenal seperti Rialto Bridge juga tempat yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu tempat yang tak boleh terlewatkan adalah gereja Katedral St. Marco, untuk mencapai ke sini, kami berjalan kaki sembari menikmati keindahan kota Venesia. Tetapi Anda juga bisa menggunakan kapal bus untuk sampai ke sini.

Setelah cukup berkeliling di kota Venesia, kami kembali kepenginapan dan tujuan selanjutnya adalah kota Florence yakni kota tua lainnya yang ada di Italia. Penasaran dengan perburuan kota tua Italia lainnya? Tunggu artikel selanjutnya di KabarPenumpang.com. (Dessyta Octavera Santi – karyawati swasta di Jakarta)

Baca juga: Italia (2) – Berburu Wisata di Florence dalam Satu Hari

Sajian di Rumah Makan PO Bus AKAP, Jurus Pemikat Loyalitas Penumpang

Tidak jelas kapan dimulainya, namun pemberian fasilitas makan gratis oleh Perusahaan Otobus (PO) jarak jauh di Pulau Jawa sudah menjadi ciri khas tersendiri. Meski kebanyakan serba standar, namun beberapa PO menghadirkan menu yang cukup bervariasi dan tergantung rumah makan tempat bus AKAP berhenti.

Baca juga: Pelayanan Rumah Makan Minang dan Karakter Penumpang, Jadi Sebab Bus AKAP Lintas Sumatera Tak Sediakan Makan

Biasanya bus yang melakukan perjalanan dengan trayek dari barat ke timur yakni dari Banten, Jakarta atau Jawa Barat akan berhenti di rumah makan wilayah Subang, Indramayu, Cirebon atau Brebes.

Sedangkan bus yang berjalan dari timur ke barat akan beristirahat di wilayah Weleri, Jawa Tengah. PO Raya bahkan pernah menghadirkan menu garang asem untuk servis makan penumpang kelas Supertop dari timur. Hal ini menjadi sebuah ciri khas yang diketahui oleh banyak orang.

Beberapa rumah makan langganan perusahaan otobus AKAP memang memiliki rasa masakan yang berbeda-beda. Bahkan beberapa rumah makan menjadi favorit para penumpang bus karena rasa masakannya. Rumah makan Sari Rasa di daerah Kendal contohnya, rumah makan ini disebut-sebut para penumpang bus memiliki cita rasa masakan yang lezat.

Selain itu rumah makan ini menyediakan ruangan AC dan bisa dibilang kondisi rumah makannya bersih. Untuk servis makan ini biasanya dihargai Rp10.000 sampai Rp15.000 dari harga tiket yang anda beli.

Akan tetapi, fasilitas servis makan ini tidak bisa anda uangkan meskipun anda tidak mengambil servis makan gratis. Yang seringkali jadi masalah adalah ketika rasa masakan tidak cocok dengan lidah kebanyakan penumpang, bahkan kualitas masakan tidak baik, misalnya hampir basi dan berbau tidak sedap.

Baca juga: Pemberian Kupon Makan oleh PO Bus, Bagaimana di Bulan Ramadhan?

Jalan tengahnya ketika Anda tidak sreg dengan servis makan prasmanan yang ditawarkan, biasanya beberapa rumah makan kini menyediakan mie cup instan yang bisa ditukarkan dengan kupon servis makan milik Anda. Bisa juga Anda menambah uang untuk upgrade servis makan dengan menu yang lebih banyak pilihannya. Hal ini bisa anda temukan pada servis makan di PO Rosalia Indah. (Senna Aditya)

Siapkan Awak Bus yang Bisa Adu Argumen dengan Aparat, Inilah Profil PO Arimbi

Larangan mudik yang akan berlangsung sejak 6-17 Mei 2021 membuat semua moda transportasi baik darat, laut maupun udara tidak akan beroperasi kecuali untuk angkutan logistik. Namun salah satu Perusahaan Otobus (PO) Arimbi akan tetap beroperasi di masa Lebaran meski ada larangan.

Baca juga: Berusia 82 Tahun, PO NPM Jadi Salah Satu Perusahaan Otobus Tertua di Indonesia

Tak hanya itu, untuk mengoperasikan bus di masa Lebaran, PO Arimbi akan menyiapkan pengemudi dan kondektur yang bisa berargumentasi jika mereka dicegat ketika beroperasi saat itu. Operasional PO Arimbi Bambang Suteja mengatakan, peraturan larangan mudik dianggap bukan sebuah kebijakan yang baik.

Hal ini karena ada banyak pekerja di jasa transportasi terkhususnya bus yang akan terdampak dengan peraturan itu. Dia mengatakan, bahwa tidak semua penumpang selalu mudik tetap kemungkinan keperluan di kota lain.

Bambang menambahkan, jika draft larangan mudik sah berlaku, PO Arimbi akan memilih pengemudi yang tahan banting ketika bertugas. PO Arimbi sendiri merupakan bagian dari PT Arimbi Jaya Agung yang bergerak dalam bidang transportasi sejak tahun 1969.

Dalam jasa perjalanan perusahaan ini menamakan armada bus mereka dengan Arimbi yang beroperasi sebagai moda perjalanan Natar Kota Antar Provinsi AKAP), Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Pariwisata. PO bus Arimbi sendiri memiliki sekitar 800 unit bus dengan trayek berbeda-beda yakni Lampung, Bekasi, Jakarta, Bogor, Metro, Tangerang.

Selain itu Lampung ke Metro, Bekasi ke Metro, Jakarta ke Lampung, Lampung ke Depok dan Bogor ke Lampung. Selain itu juga dari Jakarta ke Metro, Jakarta ke Merak, Jakarta ke Bandung dan Jakarta ke Sumedang.

Dalam memberikan layanan, Arimbi menyediakan bus yang bisa dipilih sesuai keinginan penumpang yakni kelas bisnis AC dan eksekutif. Di mana pada kelas bisnis kursi penumpang memiliki susunan dua hingga tiga orang perbaris, sedangkan kelas eksekutif memiliki fasilitas lebih lengkap dan beragam.

Baca juga: Pemberian Kupon Makan oleh PO Bus, Bagaimana di Bulan Ramadhan?

Untuk susunan kursinya 2-2 per baris sehingga penumpang bisa menikmati ruang duduk yang lebih luas dan nyaman. Tiketnya pun terbilang murah sekitar Rp75 ribu hingga Rp250 ribu tergantung kelas yang dipilih penumpang.

Selain Tes Alcohol Breathing, Masinis Whoosh yang Puasa Ramadhan Dipantau Nutrisinya

Pada Maret 2024, KCIC mengoperasikan hingga 44 perjalanan Whoosh per hari dengan 15 petugas dalam setiap rangkaiannya. Setiap harinya terdapat hingga 100 pegawai yang diperiksa kesehatannya mulai dari masinis, pramugari, kondektur, teknisi, hingga petugas keamanan dan kebersihan Whoosh.

Baca juga: Diisukan Sepi, Kereta Cepat Whoosh Capai 2 Juta Penumpang Berkat Strategi Tarif Dinamis

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengatakan, pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh petugas saat berdinas dan mengoperasikan kereta Whoosh. KCIC menerapkan kebijakan pemeriksaan kesehatan secara mendetail secara rutin sebelum perjalanan.

“Tes kesehatan ini penting untuk menjamin seluruh petugas berada dalam kondisi prima dan siap bertugas mengoperasikan kereta serta melayani penumpang dengan fokus dan teliti. Kondisi fisik petugas yang prima menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya kesalahan yang dapat berisiko pada keselamatan serta mengganggu kenyamanan dan keamanan penumpang,” ujar Emir.

Tes kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, saturasi oksigen, dan pemeriksaan fisik, dengan tambahan pemeriksaan alcohol breathing untuk masinis. Petugas yang dinyatakan sehat akan mendapatkan surat keterangan dari dokter yang ditunjuk KCIC.

Di bulan Ramadhan ini pula, petugas yang menjalankan puasa juga dipantau nutrisinya. Harapannya agar petugas tetap bugar dan siap bertugas dengan baik meski sedang berada menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Proses pemeriksaan ini dilakukan secara rutin di stasiun Halim dan Tegalluar menyesuaikan dengan lokasi dinasan pertama petugas tersebut. Pengetesan dilakukan 1 jam sebelum jadwal keberangkatan dan bila dinilai kurang sehat, maka akan langsung diganti petugas yang bersiaga lainnya.

Baca juga: Meski Serba Canggih, Kereta Cepat Tak Serta Merta Gunakan ‘Autopilot’, Masinis Tetap Nomer Satu

Emir menegaskan, pengecekan kesehatan rutin secara ketat ini merupakan bentuk komitmen KCIC untuk menyediakan layanan yang optimal bagi penumpang. Terutama menjelang masa Angkutan Lebaran 2024, di mana peningkatan jumlah penumpang diharapkan, penting bagi petugas untuk siap memberikan pelayanan terbaik.

“Kami memberikan standar yang ketat mengenai kestabilan tekanan darah, pendengaran, dan kesadaran personil yang akan bertugas. Hal ini bertujuan dalam rangka menghadirkan layanan Whoosh yang aman dan selamat sampai di tujuan,” tutup Emir.

Faktor Manusia di Kabin dan Kokpit Seperti Dua Mata Pisau

Faktor manusia di kabin dan kokpit bisa meningkatkan dan menurunkan risiko insiden serta kecelakaan dalam pesawat. Seperti pada tahun 1972 di mana Eastern Airlines jatuh di Florida Everglades dan faktor manusia menjadi topik serius dalam penerbangan sipil. Kemudian sebuah konsep yang disebut manajemen sumber daya kokpit diperkenalkan dalam pelatihan percontohan untuk mencoba menghentikan kecelakaan serupa.

Baca juga: Pramugari Hibur Penumpang dengan Cara Unik Di Tengah Penerbangan yang Nyaris Kosong

Sehingga penekanan manajemen sumber daya kokpit adalah untuk mengembangkan kerja tim sebagai alternatif dari model yang berlaku di mana penilaian dan wewenang kapten tidak perlu dipertanyakan lagi. hal ini kemudian membuat situasi yang menyebabkan keputusan yang buruk dengan kapten menjadi tidak tertandingi dan kapten menjadi kelebihan muatan dengan tanggung jawab selama keadaan darurat dalam penerbangan karena kegagalan untuk mendelegasikan tugas.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari flightsafetyaustralia.com, pad 1990-an kemudian dikembangkan untuk menjadi sumber daya awak atau crew resource management (CRM) yang memperluas konsep manajemen sumber daya kokpit untuk berkomunikasi antara pilot dengan awak kabin. Satu kecelakaan yang berkontribusi terhadap realisasi ini adalah Air Ontario Flight 1363, yang jatuh segera setelah lepas landas di Dryden, Kanada, pada tahun 1989.

Dalam laporan kecelakaan, satu-satunya pramugari yang masih hidup mengatakan, “Kami bekerja sebagai dua kru. Anda memiliki kru front-end dan kru back-end.”

CRM membantu meningkatkan komunikasi antara kedua kru sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pekerjaan satu sama lain tetapi juga untuk memecah hambatan dalam status atau takut melaporkan. Pelatihan bersama sangat umum di sebagian besar maskapai, dengan penekanan pada skenario praktis dan studi kasus untuk lebih meningkatkan hubungan.

Kecelakaan lain yang mendorong perlunya pengembangan pelatihan ini adalah jatuhnya British Midland Penerbangan 92 di Kegworth, di Inggris pada tahun 1989. Dalam laporan kecelakaan oleh AAIB, ditemukan bahwa penerbangan tersebut kru mematikan mesin yang bekerja menyebabkan kecelakaan. Awak kabin ketinggalan referensi kapten ke mesin yang tepat ketika ia berbicara ke kabin penumpang, meskipun beberapa penumpang di sebelah kiri pesawat, telah melihat percikan api dan nyala api dari mesin di sisi mereka, bingung karenanya.

Jadi apa saja kesulitan dalam komunikasi antara awak pesawat dan awak kabin? Kepribadian dan motivasi yang berbeda dapat berperan, juga kesenjangan status dan budaya. Selain itu awak kokpit dan awak kabin mungkin memiliki jadwal dan batasan waktu penerbangan yang berbeda. Pintu geladak penerbangan yang terkunci dan aturan kokpit yang steril juga dapat membuat komunikasi menjadi sulit pada tingkat praktis.

Awak kabin sekarang didorong untuk berbicara dengan awak pesawat tentang potensi ancaman di dalam kabin dan jangan takut untuk melakukannya, baik itu bau atau suara, hingga getaran yang tidak biasa atau penumpang yang mencurigakan atau sesuatu yang tidak biasa dan tidak rutin. Brifing kru juga bersama, jika memungkinkan, dan interaktif.

CRM adalah tentang kerja tim dan sinergi dan pendekatan pemecahan tim. Komunikasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan adalah faktor yang sangat penting. Sistem pelaporan yang terbuka dan jujur ​​juga harus ada dan harus ada budaya yang memungkinkan pembelajaran dari setiap insiden atau kecelakaan.

Pelatihan CRM menciptakan kepercayaan di antara semua anggota awak, yang bisa menyelamatkan nyawa dalam keadaan darurat. Ini juga dapat diperluas ke insinyur, kru pengiriman, kru darat dan manajemen, sehingga penerbangan yang aman dan efisien dapat diharapkan dan dicapai. Di dalam kabin, banyak elemen faktor manusia yang harus diperhatikan.

Hubungan penumpang bisa menjadi sulit, karena seringkali maskapai ingin menyesuaikan sebanyak mungkin kursi di pesawat dan pesawat menjadi lebih sempit. Ada lebih banyak kasus dari sebelumnya penumpang yang mengganggu, karena kemarahan, kehilangan kendali atau penyalahgunaan zat. Ada persepsi bahwa awak kabin hanyalah pramusaji dan bukan profesional keamanan yang dilatihnya. Pada maskapai regional dengan pesawat yang lebih kecil, hanya satu awak kabin diperlukan dan bisa berarti, sebagai anggota awak tunggal, Anda bertanggung jawab atas semua yang terjadi di dalam kabin, termasuk berurusan dengan penumpang yang mengganggu dan situasi yang berpotensi mengancam.

Awak kabin tunggal sering merasa seperti kurangnya dukungan dari rekan-rekan mereka dan merasakan tekanan psikologis. Baru-baru ini, ada peningkatan penumpang melepas bagasi kabin dalam evakuasi pesawat, yang bisa melukai orang lain, menghambat evakuasi dan merusak slide. Jelas ada kebutuhan untuk menghentikan perilaku penumpang semacam ini dan memungkinkan awak kabin melakukan pekerjaan mereka tetapi bagaimana? Demonstrasi keselamatan telah dibuat lebih bervariasi dan lucu untuk menarik minat penumpang, tetapi instruksi keselamatan masih diabaikan. Seharusnya ada lebih banyak kesadaran, mungkin bahkan di bandara sebelum penerbangan untuk menunjukkan implikasi dari tidak mematuhi instruksi awak kabin.

Baca juga: Pramugari EasyJet Bikin Tubuh Penumpang Melepuh Akibat Ketumpahan Mie

Dalam desain kabin pesawat terbang, ergonomi perlu dipertimbangkan, mulai dari awak kabin melompat ke peralatan darurat, desain dapur dan kereta, pintu darurat dan papan tanda, dan lampu lantai darurat untuk awak dan penumpang agar dapat mengungsi dengan mudah dalam situasi darurat. Pakar keselamatan kabin dan kelompok fokus awak kabin harus memiliki suara yang kuat dalam desain kabin dan kebugarannya untuk tujuan tertentu.

Bingung Bedakan Bagian Muka dan Ekor MRT Jakarta? Ini Dia Caranya!

Sebagai kereta komuter, MRT Jakarta punya tampilan bagian muka dan ekor yang sama. Na, lantas bagaimana cara membedakan bagian muka dan bagian ekornya? Dilansir KabarPenumpang.com dari sumber terpercaya, yang menandakan bagian muka dan ekor dari armada MRT Jakarta adalah lampu kecil pada bagian atas kaca kabin masinis, atau biasa disebut sebagai head lamp.

Baca Juga: Anies: Bukan Sekedar Alat Transportasi, MRT Juga Pembentuk “Budaya” Baru di Jakarta

Menurut sumber, ada dua buah lampu dengan bentuk yang berbeda, lingkaran dan kotak. Lampu yang berbentuk lingkaran akan memendarkan cahaya putih, sedangkan yang kotak akan memendarkan cahaya merah. Bukan tanpa tujuan, lampu berwarna putih menandakan bagian muka dari armada, sedangkan di ujung satunya lagi lampu akan menyala warna merah yang menandakan ekor dari rangkaian tersebut.

Selain ditujukan untuk memudahkan para pengguna jasa MRT Jakarta kelak, lampu berwarna putih pun berfungsi sebagai sumber pencahayaan ketika armada ini tengah beroperasi, mengingat rute MRT yang kebanyakan berada di bawah tanah yang minim pencahayaan. Jika diperhatikan, tidak ada lampu lain pada armada buatan Nippon Sharyo, Jepang ini.

Baca Juga: Tiga Tes Siap Dilakukan Pada Dua Rangkaian Kereta MRT Jakarta

“Supaya publik tidak bingung, mana bagian muka, mana bagian ekor,” ujar sumber yang namanya enggan dipublikasikan ini. “Jadi, dari jauh mereka bisa melihat kalau lampunya putih, itu bagian mukanya, begitupun sebaliknya,” tandasnya.

Selain itu, ia pun menyebutkan bahwa pemasangan lampu semacam ini sudah menjadi kriteria dasar jaringan Metro di dunia. “Ini sudah jadi standar internasional, kok,” teraangnya. Jadi, sekarang Anda sudah bisa membedakan mana bagian muka dan ekor dari MRT Jakarta, bukan?

Stasiun dan Kereta Api Bisa Jadi Pilihan Untuk Upacara dan Resepsi Pernikahan

Pernah berpikir untuk menikah di peron sebuah stasiun dan dilanjutkan dengan naik kereta antik yang bernuansa tahun 1920-an? Bisa saja hal ini memang impian Anda dan pasangan. Nah, di Surrey tepatnya di East Grinsdtead, Inggris, peron dan kereta antik bisa digunakan untuk upacara dan pesta pernikahan.

Baca juga: Nikmati Grand Canyon dengan Kereta Vintage Super Mewah yang Bisa Disewa

Biasanya ruang tunggu yang menawan di peron 1 stasiun tersebut digunakan untuk upacara pemberkatan. Ruang tunggu ini dilisensikan untuk pernikahan sipil dan kemitraan yang mampu menampung 40 orang temasuk kedua mempelai dan dua pendamping.

Kereta Bluebell bernuansa 1920-an (getsurrey.co.uk)

Bila ingin ruang yang lebih besar, The Birch Grove Suite dilisensikan untuk 60 orang dan letaknya di platform di Sheffield Park yang ada di sebelahnya. Kedua ruangan ini memiliki gaya Queen Anne tradisional tahun 1882.

Jika dilihat, ruangan ini seperti acara di televisi di film yakni Downton Abbey, The Muppet Movie dan The Woman in Black. Setelah upacara sebelum naik ke kereta akan ada segel champagne dan makanan kecil di peron di bawah gazebo yang sudah didekorasi.

Kemudian pesta akan dilengkapi dengan band jazz atau musisi pilihan Anda. Setelah itu kereta api Bluebell akan membawa Anda, pasangan dan para tamu undangan menikmati nuansa tahun 19290-an.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman getsurrey.co.uk, biasanya setelah melakukan upacara pernikahan kedua mempelai dan para tamu undangan naik kereta api antik yang akan ditarik oleh lokomotif uap ikonik. Mereka akan disuguhi pengalaman bersantap Golden Arrow Pullman.

kue kering yang disajikan untuk pesta pernikahan (getsurrey.co.uk)

Selain menikmati nuansa tahun 1920-an, kedua mempelai dan para tamu undangan akan menikmati makanan dan wine lezat yang disajikan dengan pemandangan di Sussex yang menyenangkan. Bila kedua mempelai tidak begitu suka dengan sarapan tradisional, bisa memilih teh yang disajikan di stand kue Cina yang cantik.

Sandwich mungil dan beberapa pilihan kue kering serta scone hangat dengan selai dan krim menggumpal bisa menjadi alternatif yang menggiurkan untuk dinikmati para tamu. Dua kereta ini mampu mengangkut 64 tamu dengan gerbong kelas satu.

Bahkan gerbong ini juga bisa mengangkut 106 penumpang. Namun, bila ingin menikmati diluar ruangan, resepsi dengan tenda menjadi pilihan. Sebab stasiun ini juga memiliki area rumput yang dapat menampung tenda-tenda dengan berbagai ukuran dan di Sheffield Park terdapat area piknik di tepi Sungai Ouse, yang ideal untuk barbekyu.

Baca juga: Rocky Mountaineer, Kereta Wisata yang Akan Bawa Anda Menempuh Perjalanan Romantis

Diketahui, kereta Bluebell ini dulunya pernah menghubungkan London dan Paris serta jalurnya adalah warisan yang diawetkan pertama kali dengan layanan yang dimulai pada Agustus 1960. Bisa dikatakan stasiun ini menjadi rumah bagi koleksi mengesankan lokomotyif uap vintage dan gerbong yang menakjubkan tahun 1880-an hingga 1960-an.

Shanghai International Port – Pelabuhan Laut Penumpang Terbesar di Dunia

Bila Changi adalah salah satu bandara terbesar dan tersibuk di dunia, maka bagaimana dengan pelabuhan laut penumpang, di manakah pelabuhan laut penumpang terbesar di dunia? Pelabuhan laut penumpang terbesar di dunia adalah Pelabuhan Internasional Shanghai (Shanghai International Port) di Cina. Pelabuhan ini merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia dan melayani jutaan penumpang setiap tahunnya.

Baca juga: “Tanjung Perak Tepi Laut”, Riwayat Pelabuhan Kedua Tersibuk di Indonesia

Shanghai memiliki sejumlah terminal penumpang yang melayani kapal pesiar dan feri yang menghubungkan kota ini dengan berbagai tujuan di dalam dan luar negeri. Pelabuhan Internasional Shanghai juga merupakan salah satu pusat transportasi utama di Asia, dengan layanan kapal penumpang yang melintasi Samudra Pasifik menuju Jepang, Korea, dan negara-negara lain di Asia.

Pelabuhan Shanghai telah menjadi pusat perdagangan penting sejak abad ke-19, ketika China terbuka untuk perdagangan internasional. Pelabuhan ini menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Asia dan menjadi titik penting untuk perdagangan antara China dan negara-negara Barat.

Sejak berakhirnya Perang Dunia II dan berdirinya Republik Rakyat Cina pada tahun 1949, Shanghai menjadi pusat ekonomi dan perdagangan yang penting di China. Pada tahun 1980-an, pemerintah China mulai mengembangkan kembali pelabuhan Shanghai untuk meningkatkan kapasitasnya dan mengakomodasi pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Sejak tahun 1990-an, Shanghai terus mengalami pembangunan infrastruktur yang besar-besaran, termasuk pengembangan Pelabuhan Internasional Shanghai. Berbagai terminal penumpang dan fasilitas lainnya dibangun untuk melayani kapal pesiar dan feri yang semakin banyak.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan statusnya sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia, Pelabuhan Internasional Shanghai telah diakui sebagai pelabuhan laut penumpang terbesar di dunia. Setiap tahun, jutaan penumpang menggunakan layanan kapal penumpang dari pelabuhan ini untuk melakukan perjalanan di dalam dan luar negeri.

Pelabuhan Internasional Shanghai mampu menangani jutaan penumpang setiap tahunnya. Terminal penumpangnya dilengkapi dengan fasilitas modern untuk melayani penumpang kapal pesiar dan feri yang datang dan pergi.

Ini Daftar 9 Pelabuhan Laut Tersibuk di Indonesia

Selain penumpang, pelabuhan ini juga memiliki kapasitas yang besar untuk menangani kargo. Pelabuhan Shanghai merupakan salah satu pelabuhan terbesar di dunia untuk pengiriman kargo kontainer, dengan kemampuan untuk menangani jutaan kontainer setiap tahunnya.

Pelabuhan Shanghai melayani rute penyeberangan ke berbagai tujuan di dalam China, termasuk ke pelabuhan lain di pesisir China seperti Tianjin, Qingdao, dan Xiamen. Selain itu, pelabuhan ini juga melayani rute internasional ke berbagai negara dan wilayah di seluruh dunia. Beberapa tujuan internasional yang dilayani oleh Pelabuhan Internasional Shanghai termasuk Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan negara-negara di Asia Tenggara.

Yang Terlupakan Akibat Perang Ukraina, Stasiun Bawah Tanah dengan Peron Terdalam di Dunia ada di Arsenalna

Meski digempur habis-habisan oleh Rusia, namun ibu kota Ukraina, Kyiv (Kiev), masih menyisakan ikon penting dan bersejarah dalam dunia perkeretaapian. Salah satunya di Kyiv terdapat stasiun kereta bawah tanah dengan peron terdalam di dunia.

Baca juga: Perkenalkan, Doai Eki. Stasiun Kereta Terdalam di Negeri Sakura!

Dari beberapa literasi, stasiun bawah tanah yang memiliki peron terdalam dari atas permukaan adalah Stasiun Metro Arsenalna di Kyiv, Ukraina. Stasiun ini terletak sekitar 105,5 meter (346 kaki) di bawah permukaan tanah, menjadikannya stasiun bawah tanah terdalam di dunia berdasarkan kedalaman peronnya.

Stasiun Metro Arsenalna di Kyiv, memiliki sejarah yang menarik sejak pembangunannya, dibangun pada era Uni Soviet, ketika Ukraina masih merupakan bagian dari Uni Soviet. Pembangunannya dimulai pada tahun 1960 dan stasiun ini akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 1960-an.

Arsenalna dirancang dengan desain yang mencerminkan arsitektur Uni Soviet pada saat itu, dengan lantai marmer, dinding yang dihiasi dengan mozaik, dan lampu-lampu gantung yang menggantung dari langit-langit.

Stasiun ini dinamai berdasarkan kata “arsenal,” yang merujuk pada kompleks pabrik senjata dan amunisi yang terletak di dekatnya. Pabrik tersebut merupakan tempat produksi senjata untuk Angkatan Darat Rusia dan Uni Soviet.

Sejak dibuka, Stasiun Arsenalna menjadi bagian integral dari sistem transportasi publik Kyiv. Ini adalah salah satu stasiun yang paling banyak digunakan di kota ini, terutama karena lokasinya yang strategis di dekat pusat kota dan kompleks pemerintahan.

Stasiun Ini Dalamnya Melebihi Tinggi Patung Liberty

Mercedes Benz Gunakan Robot Humanoid Apollo untuk Bekerja di Jalur Produksi Mobil

Robot humanoid kini benar-benar memasuki dunia kerja. Mengikuti jejak Figure 01 di BMW dan Digit di fasilitas R&D Amazon, bot Apollo milik Apptronik saat ini membantu pekerja terampil membuat mobil untuk pabrikan asal Jerman, Mercedes-Benz.

Baca juga: Mampu Menampung 41 Juta Penumpang, Bandara Istanbul Dilengkapi Robot Humanoid

Menurut Goldman Sachs, pasar robot industri humanoid global dapat mencapai US$38 miliar pada tahun 2035, dan para analis mencatat bahwa “humanoid sangat menarik untuk tugas-tugas yang ‘berbahaya, kotor, dan membosankan.'” Tim tersebut juga menyarankan bahwa pelanggan bahkan dapat membayar sebuah penghargaan bagi robot yang dapat melakukan tugas-tugas berbahaya yang tidak disukai manusia, seperti pemeliharaan reaktor nuklir.

Namun bahaya seperti itu sepertinya tidak akan terjadi pada Apollo saat pengumuman pilot Mercedes pada hari Jumat, di mana pembuat mobil tersebut berupaya membebaskan para pekerjanya dari kebosanan yang membosankan, tugas yang berulang-ulang, dan beban kerja yang menuntut fisik.

“Kami menjajaki kemungkinan-kemungkinan baru dengan penggunaan robotika untuk mendukung tenaga kerja terampil kami di bidang manufaktur,” kata Jörg Burzer dari Mercedes-Benz Group. “Ini adalah sebuah terobosan baru dan kami ingin memahami potensi manufaktur robotika dan otomotif untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja di bidang-bidang seperti pekerjaan dengan keterampilan rendah, berulang-ulang, dan menuntut fisik serta untuk memberikan kebebasan kepada anggota tim kami yang sangat terampil untuk membangun robot. mobil yang paling diinginkan di dunia.”

Apollo adalah yang terbaru dari hampir selusin sistem robot yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi spin-out Universitas Texas di Austin, Apptronik. Humanoid modular diperkenalkan pada Agustus tahun lalu.

Model Mercedes menampilkan wajah yang terpahat namun kosong dengan mata LED dan rangkaian sensor yang menyatu. Celah besar di bagian kepala tampaknya telah diisi dengan kisi-kisi, dan bagian dada sekarang menampilkan bintang berujung tiga, bukan antarmuka OLED. Apollo memiliki tinggi 172,72 cm dan berat 73 kg.

Humanoid ini mampu mengangkat beban hingga 25 kg sekaligus menggunakan lengan kuat yang diakhiri dengan jarum lima digit yang mumpuni, selama baterainya yang dapat ditukar dapat memberi daya pada sistemnya – sekitar 4 jam per bungkus – dengan Apptronik mengatakan bahwa “arsitektur kontrol kekuatan yang unik” menghasilkan operasi yang aman di sekitar pekerja manusia.

Financial Times melaporkan bahwa pilot project Apollo dilakukan di fasilitas manufaktur Mercedes di Hongaria, dimana terdapat kekurangan tenaga kerja di industri otomotif. Perusahaan akan mempertimbangkan berbagai kasus penggunaan robot pembantu di lini produksi, termasuk mengirimkan komponen dan tas jinjing kepada pekerja di lantai pabrik sekaligus memeriksa bagian-bagiannya.

“Mercedes berencana untuk menggunakan robotika dan Apollo untuk mengotomatisasi beberapa pekerjaan manual yang memerlukan keterampilan rendah dan menantang secara fisik – sebuah contoh kasus yang akan kita lihat ditiru oleh organisasi lain dalam beberapa bulan dan tahun mendatang,” kata CEO dan salah satu pendiri Apptronik, Jeff Cardena.

Bandara Munich Gandeng Lufthansa Hadirkan Robot Humanoid Untuk Bantu Penumpang