Stasiun Bandung, Gerbang Masuk Pelancong Yang Jadi Saksi Bisu Suburnya Tanah Priangan

Diresmikan pada 17 Mei 1884, ide awal pembangunan Stasiun Bandung berkaitan dengan pembukaan perkebunan di Bandung sekitar tahun 1870. Peresmian stasiun tersebut seiring dengan pembukaan jalur kereta Batavia (Jakarta)-Bandung melalui Bogor dan Cianjur. Pada awal pengoperasiannya, Stasiun Bandung menjadi saksi bisu betapa suburnya tanah Priangan, karena pada awal pengoperasiannya, para tuan tanah perkebunan mengirimkan hasil panen mereka ke Jakarta menggunakan kereta.

Baca Juga: Lempuyangan, Sejarah Panjang Stasiun KA Ekonomi di Yogyakarta

Satu dekade berselang, tepatnya pada 1 November 1894, jalur kereta Bandung-Surabaya diresmikan dan nama Bumi Pasundan semakin masyur kala itu. Untuk mempercantik tampilan dari stasiun yang terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota Bandung ini, arsitek dari FJA Cousin memperluas bangunan lama stasiun pada tahun 1909 dan menghiasi bagian peron sebelah selatan dengan menggunakan kaca patri bergaya Art Deco.

Sumber: istimewa

Seak saat itu, makin banyak jalur yang tersedia di sini, sebut saja rute Bandung-Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari-Citali yang dibangun pada 1918, lalu setahun berselang dibangun jalur Bandung-Citeureup-Majalaya, dan jalur Citeureup-Banjaran-Pengalengan yang dibangun pada 1921. Kebanyakan, semua rute tersebut digunakan untuk mengangkut hasil panen dari daerah pinggiran menuju kota. Adapun alasan lain pembangunan jalur kereta di Bandung adalah pemerintah Hindia Belanda yang kala itu berkuasa menilai jalan Raya Pos masih belum kompeten untuk memfasilitasi kendaraan pengangkut hasil perkebunan.

Kaca Patri Peninggalan Belanda. Sumber: istimewa

Stasiun dengan ketinggian +709 meter dari atas permukaan laut, yang kita lihat sekarang ini merupakan hasil rancangan seorang arsitek Belanda bernama EH de Roo pada tahun 1928. EH de Roo juga diketahui merupakan aktor dibalik megahnya Gedung Sate di Bandung, yang kala itu merupakan pusat pemerintahan Belanda. Dulunya, kereta api merupakan sarana transportasi utama pengangkut hasil perkebunan seperti kina, teh, kopi, dan karet. Maka tidak heran jika pertumbuhan ekonomi di kota berjuluk Paris van Java tersebut berkembang dengan sangat pesat.

replika lokomotif uap seri TC 1008. Sumber: istimewa

Atas pencapaian tersebut, pemerintah kota menghadiahi kota Bandung sebuah penghargaan berupa monumen yang berada tepat di depan stasiun, yaitu di peron selatan (Jalan Stasiun Selatan). Kala itu, tugu tersebut diterangi oleh 1.000 lentera rancangan EH De Roo. Kini, monumen tersebut digantikan oleh replika lokomotif uap seri TC 1008 yang disimpan di bagian luar dari peron Selatan. Untuk masuk ke bagian dalam stasiun, Anda memiliki dua opsi, lewat jalur Utara atau Selatan. Jika Anda menemui sebuah replika lokomotif, dapat dipastikan Anda masuk melalui jalur Selatan.

Baca Juga: Jalur Stasiun Nambo Punya Pemandangan Yang Manjakan Mata

Kini Stasiun Bandung sudah berkembang, banyak toko yang menjajakan mulai dari oleh-oleh hingga makanan yang bisa Anda santap selama perjalanan. Bahkan, disediakan pula panggung mini yang biasanya digunakan oleh para musisi lokal unjuk gigi dan mencari rejeki. Dengan mempertahankan kekokohan arsitek jaman Belanda, stasiun dengan 10 jalur ini kini menjadi salah satu gerbang wisatawan lokal maupun mancanegara yang hendak berlibur di Kota Kembang.

Kebelet Antri Toilet Tapi Takut Pesawat Kena Turbulensi Parah? Baca Dulu Tips Ini

Mengantri toilet di pesawat bisa menjadi tantangan, terutama dengan adanya risiko turbulensi parah. Sebut saja insiden yang menimpa penumpang pria berusia 73 tahun asal Inggris dalam penerbangan Singapore Airlines SQ321. Pria lanjut usia yang tengah menganti toilet itu tewas setelah terhempas dalam turbulensi parah yang menimpa pesawat Boeing 777 rute London-Singapura.

Baca juga: Diduga Jadi Penyebab Insiden Singapore Airlines SQ321, Inilah Asal Muasal Clear Air Turbulence (CAT)

Meski kejadian di atas terdengar mengerikan, namun urusan biologis untuk buang hajat harus tetap dilakukan demi kesehatan. Dan berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengantri toilet dengan aman dan nyaman:

1. Perhatikan Tanda Sabuk Pengaman
Jangan meninggalkan kursi Anda untuk mengantri toilet saat tanda sabuk pengaman masih menyala. Ini menunjukkan bahwa pesawat mungkin masih dalam fase penerbangan yang tidak stabil. Jika Anda sudah mengantri dan tanda sabuk pengaman kembali menyala, segera kembali ke kursi dan kenakan sabuk pengaman.

2. Pilih Waktu yang Tepat
Banyak penumpang menunggu setelah pesawat mencapai ketinggian jelajah untuk menggunakan toilet, sehingga biasanya toilet lebih kosong segera setelah lepas landas. Gunakan toilet ketika pesawat berada dalam penerbangan yang stabil dan tanda sabuk pengaman telah dimatikan untuk beberapa waktu. Hindari menggunakan toilet selama waktu makan, karena biasanya banyak penumpang yang juga ingin menggunakannya.

3. Persiapkan Diri Sebelumnya
Cobalah untuk menggunakan toilet di bandara sebelum boarding untuk mengurangi kebutuhan menggunakan toilet di pesawat. Batasi konsumsi cairan segera sebelum dan selama penerbangan jika Anda khawatir tentang turbulensi dan waktu tunggu untuk toilet.

4. Antri dengan Sabar dan Aman
Antri dekat toilet yang Anda ingin gunakan, sehingga Anda bisa dengan cepat masuk ketika tersedia. Jika Anda harus mengantri, pastikan untuk memegang pegangan atau kursi terdekat untuk menjaga keseimbangan jika turbulensi terjadi.

5. Perhatikan Awak Kabin
Jika awak kabin meminta Anda untuk kembali ke kursi atau menunggu sebentar karena turbulensi, patuhi arahan mereka untuk keselamatan Anda. Jika Anda memiliki kebutuhan mendesak untuk menggunakan toilet, beri tahu kru pesawat. Mereka mungkin bisa membantu mengatur antrian atau memberikan saran terbaik.

6. Prioritaskan Keselamatan
Jika turbulensi terjadi saat Anda sedang mengantri, jangan memaksakan diri untuk tetap berdiri. Kembali ke kursi Anda dan kenakan sabuk pengaman. Pastikan Anda tahu di mana sabuk pengaman tambahan atau pegangan berada di sekitar toilet dan koridor.

Keselamatan adalah prioritas utama saat berada di pesawat, terutama ketika menghadapi turbulensi. Dengan memperhatikan tanda sabuk pengaman, memilih waktu yang tepat, dan mengikuti arahan kru pesawat, Anda dapat mengantri toilet dengan lebih aman dan nyaman. Selalu siap untuk kembali ke kursi jika situasi menjadi tidak stabil, dan pastikan untuk memegang pegangan yang kuat jika Anda harus berdiri.

Gegara Penumpang ‘Betah’ di Toilet, Pesawat Ini Terpaksa Mendarat Darurat

Pantas Penuh Sesak, Penumpang KAI Commuter Line Jabodetabek Tembus Rekor Baru

Tren volume pengguna Commuter Line Jabodetabek terus menunjukan peningkatan. Tercatat juga rekor baru volume pengguna harian Commuter Line Jabodetabek sebanyak 1.149.417 orang, pada Senin 1 Juli 2024 kemarin. Pada hari kerja di bulan awal Semester 2 ini (1–12/7) tercatat rata-rata volume pengguna sebanyak 1.054.600 orang tiap harinya.

Baca juga: Ada Luhut di Balik Impor KRL Baru KAI Commuter dari CRRC Sifang Cina

“Volume pengguna Commuter Line Jabodetabek pada awal Semester 2 ini menunjukan tren yang positif,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus. Ia menambahkan, volume pengguna Commuter Line Jabodetabek tertinggi yaitu hampir menyentuh 1,15 juta orang.

Sebelumnya pada semester 1, total volume pengguna Commuter Line Jabodetabek tercatat sebanyak 156.816.151 orang. KAI Commuter juga mencatat volume tertinggi pada semester 1 kemarin yaitu sebanyak 1.042.066 orang pada Senin, 1 April lalu.

Untuk pelayanan setiap harinya, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.048 perjalanan commuter line mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB. “Dengan jumlah jadwal yang tersedia tersebut, diharapkan pengguna untuk selalu merencanakan perjalanannya dengan cermat serta menghindari bepergian pada jam sibuk pagi (pukul 05.30 – 09.00 Wib) dan sore hari (mlai pukul 16.00 – 19.00 Wib),” jelasnya.

Sementara itu, untuk pelayanan Commuter Line Basoetta, pada awal semester 2 ini, rata-rata pengguna pada akhir minggu sebanyak 5.437 orang dan pada hari kerja sebanyak 6.761 orang dengan rekor volume pengguna tertinggi sebanyak 7.368 orang pada Jumat, (12/7) kemarin.

Dengan mengoperasikan 56 perjalanan dari dan menuju Manggarai – Bandara Soekarno Hatta PP, plus pelayanan naik dan turun pengguna di Stasiun Batu Ceper, Stasiun Rawabuaya, Stasiun Duri dan Stasiun BNI City, diharapkan Commuter Line Basoetta bisa menjadi alternatif transportasi publik saat ini.

“Pengguna Commuter Line Basoetta dengan mudah dapat berpindah dari satu transportasi ke transportasi lainnya di Stasiun Sudirman, yang merupakan Stasiun yang terkoneksi dengan transportasi LRT, TransJakrta serta MRT,” tambah Joni.

Baca juga: Tingkatkan Ketepatan Waktu, KAI Commuter Menambah Kecepatan KRL Lintas Jatinegara – Cikarang

Sedangkan untuk Commuter Line Merak, rata-rata volume pengguna pada hari kerja di bulan awal semester 2 ini sebanyak 13.964 orang per hari atau lebih tinggi 36 persen jika disbanding rata-rata pada semester 1 kemarin. Sedangkan rata-rata volume pengguna pada hari libur dan akhir pekan sebanyak 15.632 orang yang lebih tinggi 16 persen jika dibanding rata-rata semester 1 tahun 2024 kemarin.

“Dengan peningkatan tren volume pengguna ini, KAI Commuter akan terus melakukan perbaikan-perbaikan di seluruh lini guna meningkatkan pelayanan bagi penggunanya. Dengan upaya-upaya ini, KAI Commuter ingin selalu lebih baik lagi dalam meningkatan layanan kepada seluruh penggunanya,” tutup Joni.

Akhir Juli Autonomous Rail Transit (ART) Tiba di IKN dan Beroperasi Mulai Agustus 2024

Belum siapnya infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) memaksa Presiden Jokowi untuk mengurungkan niatnya untuk mulai berkantor pada awal Juli 2024. Meski begitu, sarana dan pra sarana untuk menunjang transportasi di IKN terus dijalankan, salahnya satunnya dengan Autonomous Rail Transit (ART) atau Trem Otonom yang akan tiba dari Cina pada akhir Juli ini.

Baca juga: Rencana Pembangunan Jaringan Kereta di Bali, Berpusat di Bandara Ngurah Rai, Pilih Trem Baterai atau ART?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa rangkaian Autonomous Rail Transit (ART) atau Trem Otonom dijadwalkan tiba di IIKN pada akhir Juli dan beroperasi pada Agustus 2024. Hal ini disampaikan Menhub saat meninjau lokasi jalur Trem Otonom di Jalan Sumbu Kebangsaan pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (12/7).

“Rangkaian Trem Otonom telah dikirim dari China pada awal Juli 2024. Menurut perhitungan, kapal ekspedisi yang mengangkut Trem otonom tersebut akan tiba di Pelabuhan Balikpapan dan dijadwalkan tiba di IKN pada akhir Juli 2024 setelah proses kepabeanan selesai. Dengan demikian, Trem Otonom dipastikan sudah bisa beroperasi pada Agustus 2024,” ujar Menhub.

Menhub menjelaskan, setelah sampai di IKN, komponen Trem Otonom rencananya akan dirakit dan mulai diuji coba secara internal. Kemudian, akan dilakukan pula persiapan dan pelaksanaan pengujian bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan Proof of Concept (POC) pada Agustus 2024. Adapun rencana showcase alias unjuk kerja akan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024.

Trem Otonom dioperasikan menggunakan baterai dengan pengoperasian dipandu melalui pembacaan marka jalan melalui sensor, sehingga kendaraan ini ampuh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi fosil.

Menhub juga menerangkan bahwa Jalan Sumbu Kebangsaan yang akan dilalui Trem Otonom punya tekstur sangat halus. Hal ini tentu akan membuat nyaman para pengendara dan penumpang yang melintas.

Sementara itu, telah diputuskan pula bahwa Kementerian PUPR akan segera membangun halte untuk menunjang operasional Trem Otonom ini. “Menariknya, halte yang akan dibangun ini nantinya tak hanya berguna sebagai tempat menaik-turunkan penumpang, namun juga akan berfungsi sebagai tempat melakukan charging (pengisian daya),” pungkas Menhub. Trem Otonom yang didatangkan ke Indonesia berjumlah satu trainset yang terdiri atas tiga kereta dan akan melayani delapan halte.

Autonomous Rail Rapid Transit, Pelampiasan Cina Setelah Gagal Dengan Straddling Bus?

Dituding Sumber Kerugian – Tak Bayar Utang Rp 5 T ke Wika, PT KCIC Bilang Begini

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membantah tudingan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) terkait tagihan Rp 5 T yang belum terselesaikan. Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa dalam prosesnya semua yang berkaitan dengan penagihan di KCIC harus melalui prosedur administrasi.

Baca juga: Diisukan Sepi, Kereta Cepat Whoosh Capai 2 Juta Penumpang Berkat Strategi Tarif Dinamis

“Adapun terkait klaim sebesar 5T yang disampaikan pada sejumlah pemberitaan, dapat kami sampaikan bahwa dalam prosesnya semua yang berkaitan dengan penagihan di KCIC harus melalui prosedur administrasi agar semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik termasuk dari sisi keuangan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (GCG),” jelasnya dalam keterangan resmi yang terima KabarPenumpang.com.

Pembangunan kereta cepat, lanjut Eva, ditujukan untuk kemajuan transportasi di indonesia agar dapat meningkatkan konektivitas dan perekonomian antara Jakarta dan Bandung melalui transportasi massal ramah lingkungan yang modern.

Dalam proses pembangunannya, proyek Kereta Cepat Whoosh sudah mempertimbangkan banyak hal yang telah dikordinasikan bersama seluruh stakeholder yang terlibat.

Saat ini, operasional Whoosh terus mengalami peningkatan dimana jumlah perjalanan terus bertambah dari 14 perjalanan reguler per hari di Oktober 2023, menjadi 48 perjalanan reguler per hari sejak Mei 2024. Selanjutnya pada awal tahun 2025 di programkan jumlah perjalanan kereta dapat mencapai hingga 62 per hari.

Rata-rata volume penumpang Whoosh per hari juga mengalami peningkatan secara bertahap dengan rekor penumpang tertinggi saat ini sudah mencapai 24 ribu per hari.

Baca juga: Selama Nataru, Whoosh Angkut 220.227 Penumpang, Argo Parahyangan Cuma 51.596 Penumpang

Sebelumnya di awal beroperasi pada Oktober 2023 rata-rata volume penumpang Whoosh sekitar 9.000 per hari, saat ini Berdasarkan data Juli 2024 rata-rata per hari sudah mencapai 17-18 ribu per hari pada saat weekday dan 18-22 ribu penumpang per hari pada saat akhir pekan atau weekend dengan rekor tertinggi 24 ribu pada 5 Juli 2024.

Sejumlah peningkatan terus dilakukan KCIC salah satunya memberikan kemudahan untuk masyarakat dapat menjangkau stasiun whoosh dengan menghadirkan Integrasi antarmoda. saat ini seluruh stasiun whoosh yang beroperasi sudah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.

 

Selain Cegah Hujan, Payung Juga Bisa Lawan Tindakan Kriminal

Semakin maraknya tindak kriminal dewasa ini tak pelak membuat sebagian kalangan menjadi was-was untuk bepergian. Pasalnya, tindak kriminal tidak hanya terjadi ketika malam hari. Lebih parahnya lagi, tidak jarang aksi-aksi kejahatan terjadi di angkutan umum berbasis massa, seperti TransJakarta dan Commuter Line atau yang akrab disebut KRL. Walaupun sudah ada petugas yang berjaga dalam moda angkutan tersebut, tapi para kriminal ini seolah tidak menghiraukan keberadaan mereka yang dilengkapi dengan senjata pelumpuh, seperti tongkat pemukul hingga borgol.

Bagi Anda, khususnya kaum hawa yang sedikit paranoid dengan tindak kriminal yang ada, Anda disarankan untuk tidak memakai perhiasan berlebih yang menarik perhatian banyak orang. Selain itu, untuk menghindari pelecehan, Anda juga  dapat menggunakan baju yang sopan. Lalu, bagaimana jika aksi kejahatan sudah terlanjur terjadi? Apa yang dapat dilakukan?

Baca Juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

Tentu saja Anda harus berusaha untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi ini, karena jika panik, niscaya Anda akan kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya. Kedua, Anda bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar Anda sebagai alat pertahanan diri, salah satunya adalah payung. Selain berfungsi sebagai alat perlindungan dari hujan, payung juga bisa digunakan sebagai alat pertahanan diri di kala situasi mendesak.

Walaupun memiliki berbagai jenis bentuk udan ukuran, alat ini tetap bisa dijadikan sebagai alat bela diri. Bagi Anda yang menggunakan payung berukuran besar, Anda bisa menggunakan ujung payung yang memiliki bentuk seperti huruf U sebagai “mata pisau”. Selain bahannya yang keras, ujung pegangan payung yang berbentuk seperti huruf U bisa Anda kaitkan ke penjahat tersebut. Cara ini termasuk ampuh untuk mematikan langkah dari penjahat.

Baca juga: Biar Tidak Kecopetan, Yuk Kenali Ciri-Ciri Terduga Copet

Sebagaimana pengamatan KabarPenumpang.com di lapangan, ketika ada seorang Ibu yang menggunakan pegangan payung untuk melumpuhkan jambret dengan cara mengaitkannya ke leher jambret tersebut. Keuntungan dapat dirasakan oleh pengguna payung dengan ujung kepala yang agak runcing, Anda dapat mencoba untuk menusuk pelaku dengan ujung tersebut. Walaupun kecil kemungkinan pelaku untuk bisa dilumpuhkan, namun tak jarang orang menggunakan cara ini untuk menghentikan pelaku.

Sumber: swords-and-more.com

Lain halnya dengan payung lipat yang bisa dimasukkan ke dalam tas. Anda bisa memanjangkan bagian pegangan payung yang biasanya terbuat dari besi, kemudian dapat digunakan untuk memukul pelaku kriminal. Tentu saja, ada titik khusus yang mesti Anda incar agar dapat melumpuhkan pelaku dalam sekali pukul, dimana titik tersebut berada di rahang. Jika Anda terlalu sulit untuk memukul bagian tersebut, Anda bisa mencoba untuk memukul bagian kepala si pelaku sembari berteriak meminta bantuan.

Baca Juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Selain payung, Anda juga bisa memanfaatkan alat lain yang biasanya Anda bawa, seperti kunci yang bisa diselipkan diantara jari, pulpen yang bisa Anda tusukkan ke pelaku kejahatan, dan minyak wangi yang bisa Anda semprotkan ke mata pelaku. Sebenarnya masih banyak alat lain yang bisa Anda gunakan sebagai alat pertahanan diri jika dalam keadaan darurat.

Satu Layanan Bisa Beda Tarif, Kenali Sub Class di Kereta Api

Satu layanan bisa beda tarif, hal ini hanya ada di kereta api (KA), sebut saja dalam perjalanan KA Eksekutif Gajayana jurusan Jakarta – Malang, tidak ada perbedaan dari jenis dan kualitas kursi yang ada di setiap rangkaian gerbong. Namun uniknya setiap kursi tidak dijual dengan tarif yang sama, dan inilah yang disebut penerapan sub class yang berlaku di PT KAI.

Merujuk ke asal muasalnya, sub class adalah zona tempat duduk dalam KA yang mulai diterapkan per April 2013. Sub class ini bisa ditemukan pada KA kelas Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi AC. Adanya perbedaan sub class ini membuat harga tiket bervariasi satu dengan yang lainnya dan soal fasilitas yang disediakan tidak ada yang berbeda.

Penerapan sub class ini tidak sama untuk setiap rangkaian KA, dalam rangkaian ada yang hanya terdapat satu sub class dan ada yang lebih dari satu sub class. Berdasarkan sistem baru yang mulai berlaku empat tahun lalu, berikut ini adalah sub-sub class yang terdapat dalam setiap kereta api.
UntitledEksekutif memiliki sub class A, H, I, J dan X. sub class A memiliki tarif tertinggi dan J terendah , biasanya sub class X adalah tarif promo. Sama halnya dengan Eksekutif, kelas Bisnis juga memiliki lima sub class yakni B, K, N, O dan Y. Dengan sub class B memiliki tarif tertinggi dan O terendah serta sub class Y adalah tarif promo. Di kelas Ekonomi AC pun berlaku hal yang sama, untuk sub class C memiliki tarif tertinggi dan terendah di sub class S, sedangkan tarif promo ada di sub class Z.

Dalam satu kereta yang memilki lebih dari satu sub class, nantinya yang di untungkan adalah sub class termahal. Biasanya sub class ini berada di tengah rangkaian kereta dengan segala kemudahan yang akan dirsakan para penumpang pada sub class ini. sub class termahal di kelasnya baik Eksekutif, Bisnis maupun Ekonomi AC akan mendapat keuntungan yang sama yakni sebagai berikut.

1. Goncagan lebih halus
Bagi sebagian orang, posisi ini akan terasa sangat nyaman karena kursi tidak berada di atas rangkaian roda kereta (Bogie). Biasanya yang berada di kelas Eksekutif tidak akan terlalu merasakn goncangannya walaupun kursi yang diduduki berada di atas Bogie bila di bandingkan dengan kelas Bisnis dan Ekonomi.

2. Lebih tenang
Dalam perjalanan kereta, ada saja orang yang akan mondar mandir dan membuat Anda tidak nyaman dengan hal itu. Apalagi pintu kereta yang berisik saat dibuka atau di tutup.

3. Lebih aman
Ini sudah pasti menjadi pilihan, kalau Anda berada di tengah maka kejahatan atau orang yanga akan berbuat jahat juga akan lebih susah mengambil barang-barang Anda dibandingkan yang duduk di dekat pintu.

4. Dekat dengan pintu keluar masuk stasiun dan restorasi
Biasanya baagian tengah sub class ini akan merasakan keuntungan yang lebih di banding yang lain. Selain dekat dengan restrasi karena berada di tengah kereta. Penumpang juga akan merasakan kemudahan saat masuk dan keluar rangkaian. Biasanya akan dekat dengan pintu masuk atau keluar stasiun.

Untuk susunan duduk di setiap gerbong pun di atus sesuai sub classnya. Biasanya sub class A, B dan C berada di tengah gerbong dan jauh dari pintu. Sedangkan sub class termurah J, O dan S biasanya berada dekat dengan pintu. Untuk sub class lainnya berada di antara sub class termurah dan termahal.

Kolaborasi KAI Services dan BNI Hadirkan Produk UMKM Berkualitas Ekspor di Kereta

KAI Services dan BNI melakukan kerja sama dan kolaborasi memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyedia makanan ringan atau snack lokal di atas kereta. Menariknya, produk dari UMKM yang dihadirkan sudah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Korea, Eropa, hingga Amerika, di bawah binaan BNI Xpora.

Baca juga: Peringati Hari Kebangkitan Nasional, KAI Services Hadirkan UMKM Fest 2023 di Atas Kereta

BNI Xpora sendiri merupakan ekosistem UMKM berorientasi ekspor yang mendukung peningkatan potensi UMKM Indonesia agar dapat mengembangkan bisnisnya menuju UMKM Go Productive, Go Digital, & Go Global serta menjadi layanan bagi para Diaspora Indonesia yang berprofesi sebagai pengusaha di luar negeri.

M. Safri Hidayat, Division Head Retail Productive Banking BNI menambahkan, BNI Xpora senantiasa berupaya membukakan akses pasar bagi UMKM Binaannya, baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu BNI Xpora menyambut baik kerja sama dengan KAI Service dalam menyediakan UMKM yang produknya dapat dijual di atas kereta api. M. Safri Hidayat juga berharap kerja sama ini dapat berkelanjutan ke depannya dan semakin banyak varian produk UMKM Binaan BNI Xpora yang bisa dibeli di atas kereta api.

Director of Consumer Business KAI Services, Lies Permana Lestari, KAI Services saat ini melalukan inovasi dan kolaborasi khususnya dengan UMKM mitra binaan BNI yang berorientasi ekspor guna memenuhi pasar kami yang tersebar di pulau Jawa dari Jakarta sampai Banyuwangi. Juga di pulau Sumatera, dari Tanjung Karang, Medan, Palembang dan Padang. Selain itu, kami melakukan kurasi dari kualitas rasa dan packaging yang menarik.

“Saat ini produksi UMKM sudah sangat bagus, dari kualitas rasa yang bervariasi juga packaging yang sangat menarik. Sehingga dapat memberikan keunikan bagi produk yang dijual di atas KA,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima KabarPenumpang.com.

“Nantinya penumpang kereta api dapat membeli produk-produk makanan ringan dari UMKM binaan BNI yang memiliki kualitas ekspor, di atas kereta. Ini tentu saja akan memberikan manfaat ekonomis untuk para pelaku UMKM tersebut dan sebagai wujud nyata kami dalam mendukung produk lokal khususnya dari UMKM unggulan,” tambahnya.

Adapun produk-produk pilihan dari UMKM yang menjual produknya di atas kereta adalah:

  1. AZAKI TEMPE CRISPY 40G (Produksi PT Azaki Food Internasional, Kota Bogor)
  2. MATOH CHEESE 75G (Produlksi PT Pareto Estu Guna, Bojonegoro)
  3. MATOH SEA SALT 75G
  4. MATOH ORIGINAL SOYA 75G
  5. MATOH UBI SWEET CINNAMON 68G
  6. BANANANIA RAMBAK PISANG 40G (Produksi CV Carisa Khansa Pratama, Yogyakarta ).
  7. BANANANIA PISANG GARLIC & SEA SALT 45G
  8. BANANANIA PISANG COKLAT 45G
  9. BUNLY METE BAWANG PUTIH 50G (Produksi PT. Bunly Abadi Bersama, Makassar).
  10. BUNLY METE ORI 50G
  11. PERMEN JAHE 45G (Produksi PT Indo Tropikal Grup, Karanganyar).

Baca juga: KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Program kolaborasi KAI Services dan BNI dalam memberdayakan UMKM ini akan mulai berjalan dan dinikmati penumpang pada 5 Agustus 2024 mendatang. Produk dari UMKM binaan BNI ini akan dijual di semua nomor kereta baik ekonomi maupun eksekutif.

“Tahun ini merupakan momen KAI Services menggandeng dan memberdayakan UMKM untuk bersinergi bersama Kuliner Kereta,” tutup Lies.

 

Mengapa Proses Pengurusan Visa Kadang Butuh Waktu Lama? Ini Sebabnya!

Proses pengurusan visa bisa memakan waktu yang cukup lama dan bervariasi antar negara, sebut saja mengurus visa Schengen dengan jalur normal bisa memakan waktu tiga mingguan. Beda lagi dengan pengurusan visa ke Korea Selatan yang memakan waktu 10 hari kerja. Sementara ke Rusia prosesnya cukup tujuh hari kerja. Hal tersebut karena beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan dan efisiensi proses tersebut.

Baca juga: Kabar Gembira, Tidak ada Syarat Saldo Tabungan Minimal untuk Buat Visa Korea

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa waktu pengurusan visa cenderung lama dan berbeda-beda:

1. Volume Permohonan
Negara-negara populer atau yang memiliki program visa yang diminati banyak orang cenderung menerima lebih banyak aplikasi. Volume permohonan yang tinggi dapat menyebabkan keterlambatan dalam pemrosesan.

2. Prosedur dan Kebijakan Keamanan
Beberapa negara memiliki kebijakan keamanan yang ketat dan memerlukan pemeriksaan latar belakang yang mendalam untuk setiap pemohon visa. Ini bisa melibatkan verifikasi riwayat kriminal, aktivitas sebelumnya, dan informasi lainnya. Negara-negara yang menghadapi ancaman keamanan lebih tinggi mungkin menerapkan prosedur pemeriksaan yang lebih ketat untuk melindungi keamanan nasional.

3. Jenis Visa
Beberapa jenis visa memerlukan pemeriksaan yang lebih rinci dibandingkan dengan yang lain. Visa kerja atau pelajar, misalnya, mungkin memerlukan verifikasi dokumen tambahan seperti surat penawaran kerja atau bukti penerimaan di institusi pendidikan.Visa khusus seperti visa medis atau visa pengungsi mungkin memerlukan proses yang lebih panjang karena verifikasi tambahan dan persyaratan khusus.

4. Kelengkapan Dokumen
Jika aplikasi diajukan tanpa dokumen yang lengkap atau jika ada kesalahan dalam dokumen yang diserahkan, ini bisa menyebabkan keterlambatan. Permohonan mungkin harus dikembalikan untuk perbaikan atau pengiriman ulang dokumen.

5. Kapasitas dan Sumber Daya Konsulat atau Kedutaan
Konsulat atau kedutaan dengan staf yang terbatas mungkin mengalami kesulitan dalam menangani volume aplikasi yang besar, yang dapat menyebabkan penundaan Negara-negara dengan infrastruktur dan teknologi yang lebih baik mungkin dapat memproses aplikasi lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki sistem yang kurang efisien.

6 Periode Puncak dan Musim
Pada musim liburan atau periode tertentu ketika banyak orang mengajukan visa (misalnya, sebelum awal tahun akademik atau musim liburan), waktu pemrosesan bisa lebih lama karena peningkatan jumlah aplikasi.

Ini Sebabnya, Mengapa Proses Pengajuan Visa Kadang Begitu Sulit

Airbus A350 vs A330 – “Dua Saudara Kandung dengan Kekuatan Berbeda”

Dari aspek desain, antara pesawat berbadan lebar Airbus A350 dan A330 series terlihat mirip, keduanya pun dirancang untuk melayani penerbangan jarak jauh dan sama-sama mengdopsi twin engine. Lantas, apa yang menjadi perbedaan antara A350 dan A330?

Baca juga: Unit Pertama Airbus A330neo Malaysia Airlines Telah Menyelesaikan Tahap Pengecatan

Baik Airbus A350 maupun A330, merupakan prestasi teknik dan desain yang luar biasa, namun keduanya memenuhi kebutuhan yang berbeda dalam industri. Airbus A350 adalah pesawat generasi terbaru, anggota keluarga jet berbadan lebar yang dibanggakan Airbus. A350 dirancang untuk penerbangan jarak jauh, dengan fokus pada efisiensi dan kenyamanan penumpang.

A350 hadir dengan badan pesawat komposit karbon yang berkontribusi terhadap pengurangan bobot secara signifikan, sehingga menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Ia juga dilengkapi dengan mesin Rolls-Royce Trent XWB terbaru, yang terkenal dengan performa dan emisi lebih rendah.

Di sisi lain, Airbus A330, khususnya A330neo, merupakan evolusi dari model A330 sebelumnya. Ini adalah pesawat serbaguna yang melayani rute jarak menengah dan jauh. A330neo dilengkapi mesin Trent 7000 baru dari Rolls-Royce dan peningkatan aerodinamis, termasuk winglet baru yang berkontribusi pada peningkatan kinerjanya.

Dari segi kapasitas, varian A350-900 biasanya mampu mengangkut antara 300 hingga 350 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas, sedangkan A330-900 mampu menampung sekitar 260 hingga 300 penumpang. Kabin A350 juga sedikit lebih lebar, sehingga memungkinkan tata letak dan pengalaman penumpang lebih lega.

Rentang adalah pembeda lainnya. A350 dapat terbang lebih jauh berkat kapasitas bahan bakarnya yang lebih besar dan desainnya yang efisien. Misalnya, A350-900 memiliki jangkauan hingga 15.000 kilometer, sehingga ideal untuk penerbangan jarak jauh. Sebaliknya, jangkauan A330neo adalah sekitar 13.000 kilometer, sehingga cocok untuk penerbangan jarak pendek dan jarak jauh.

Dari sudut pandang operasional, maskapai penerbangan sering memilih A350 karena teknologinya yang canggih, efisiensi bahan bakar, dan jangkauan yang lebih jauh, sehingga membuka rute dan kemungkinan baru untuk perjalanan internasional. A330neo, meskipun modern dan efisien, sering kali dipilih oleh maskapai penerbangan untuk rute-rute yang tidak memerlukan jarak ekstrem tersebut, namun efektivitas biaya operasional adalah yang terpenting.

Jadi Airbus A350 dan A330 ibarat dua saudara kandung yang memiliki kepribadian dan kekuatan berbeda. A350 adalah pesawat petualang yang menjelajah dunia, mendorong batas-batas dari apa yang mungkin dilakukan dalam perjalanan udara, sedangkan A330neo adalah pesawat pekerja keras yang andal dan serbaguna, mahir dalam berbagai misi. Keduanya memiliki tempat unik di angkasa, dan keduanya terus dicintai oleh penumpang dan maskapai penerbangan karena kenyamanan, keandalan, dan performanya.

Korean Air Tuntaskan Kontrak Pemesanan 33 Unit Airbus A350