Uber dan OLA bedakan Tarif Pengguna iPhone dan Android

Tarif taksi online baik Grab, GoJek, Maxim hingga InDriver memiliki perbedaan yang signifikan. Ini adalah hal lumrah, karena kebijakan tarif sesuai dengan operator.

Tak hanya itu, faktor lainnya yang mempengaruhi perbedaan tarif taksi online yakni Jarak tempuh, kondisi kemacetan lalu lintas, factor cuaca, hingga jam-jam sibuk. Tapi bagaimana jika tarif ini berdasarkan smartphone yang digunakan oleh pengguna.

Di India, perusahaan ride-hailing Uber dan OLA dilaporkan membedakan tarif layanannya berdasarkan jenis ponsel pintar pengguna. Laporan ini beredar di media local dan media sosial.

Baca juga: Naik Porter ke Kantor, Pria Bengaluru Viral di X

Di mana pengguna iPhone dibebankan tarif yang lebih mahal dibandingkan dengan pengguna Android. Padahal perjalanan yang dilakukan memiliki Jarak dan tujuan yang sama.

Bahkan pemerintah setempat juga mengatakan hal yang sama seperti para pengguna ride-hailing tersebut. Dikutip dari Reuters, Kamis (13/2/2025), mereka menuduh Uber dan OLa yang adalah pemain ride-hailing di India menggunakan Harga yang berbeda bagi pengguna iPhone dan Android.

Menteri urusan konsumen India, Pralhadi Joshi mengungkapkan Badan Perlindungan Konsumen Pusat (CCPA) juga telah mengirimkan peringatan soal dugaan perbedaan harga tersebut. Dia mengatakan, pada bulan lalu perbedaan tarif ini sebagai praktik perdagangan yang tidak adil.

Yang mana, para perusahaan ride-hailing seakan mengabaikan hak-hak konsumen atau pengguna. Joshi menambahkan, pihaknya akan meminta CCPA untuk menyelidiki masalah ini apakah strategi serupa digunakan pada sektor lainnnya.

Seperti sektor layanan pengiriman paket, pengiriman makanan, atau portal pembelian tiket online. Atas dasar ini, juru bicara Uber kemudian angkat bicara dan membantah tuduhan yang diajukan kepada pihaknya.

Juru bicara itu memastikan akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami tidak menetapkan harga berdasarkan produsen telepon. Kami berharap bisa bekerja sama dengan Otoritas Perlindungan Konsumen Pusat untuk menjelaskan kesalahpahaman,” jelas juru bicara perusahaan.

Untuk diketahui, OLA Cabs, adalah sebuah perusahaan transportasi India yang menyediakan layanan pemesanan kendaraan dan mengoperasikan bisnis vertikal lainnya seperti layanan keuangan dan dapur awan. Perusahaan ini berkantor pusat di Bangalore, dan beroperasi di lebih dari 250 kota di India.

Jasa Antar Makanan Online, Uber Eats Gunakan 2.000 Robot di Amerika Utara

Iyus, WNI Pertama Jadi Pengemudi Bus Jepang

Menjadi pekerja di negara lain bukanlah hal yang mudah, apalagi sebagai pengemudi bus atau kendaraan lainnya. Namun, itu bisa saja terjadi bila ada kemauan dan usaha untuk mewujudkannya.

Seperti yang baru saja ramai diberitakan, seorang WNI (Warga Negara Indonesia) berusia 40 tahun mencatatkan sejarah sebagai pengemudi bus asing pertama di Jepang. Dia adalah Iyus yang akhirnya berhasil menjadi pengemudi bus Jepang dengan status pekerja terampil khusus.

Prestasi Iyus ini mau mengatakan bila WNI memiliki peluang untuk bekerja sebagai pengemudi bus di negara lain. Apalagi dengan adanya program pekerja terampil khusus yang ditawarkan oleh negara-negara seperti Jepang.

Baca juga: Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus

Terlepas dari keberhasilannya, ada ujian SIM yang haruslah diikuti Iyus sebelumnya. Di mana ujian SIM Jepang terkenal sulit dan Iyus sendiri dinyatakan lulus tes pada Desember 2024 kemarin dan akan mulai bekerja April 2025.

Iyus nantinya akan bekerja sebagai pengemudi bus wisata di Tokyo.

“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan bahwa saya bisa menjadi pengemudi profesional. Saya ingin mengemudi dengan aman untuk memberikan layanan yang nyaman kepada pelanggan kami,” kata Iyus saat ditemui wartawan di kantor pusat grup perusahaan di Okayama.

Kepala unit bus dan kereta api Ryobi Group, Ogami Shinji, menyampaikan harapannya bahwa Iyus akan menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan internasional, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung asing di Jepang.

“Iyus akan menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan internasional karena Jepang melihat lonjakan jumlah pengunjung luar negeri,” ujar Shinji dilansir dari NHK.

Untuk diketahui, tahun lalu, anggota parlemen Jepang memberlakukan undang-undang kontrol imigrasi yang direvisi dan peraturan perundang-undangan terkait. Dengan undang-undang ini, Jepang bisa menerima lebih banyak pekerja asing, termasuk untuk transportasi jalan yang mencakup taksi dan bus.

Sektor transportasi baru saja ditambahkan ke kategori Tenaga Terampil Khusus No. 1, uji kelayakan pertama dilakukan pada bulan Desember tahun lalu. Iyus adalah satu-satunya orang yang lulus uji di bidang bus.

Di Jepang Penumpang Dilarang Membuka Pintu Taksi, Ini Sebabnya!

Airbus Jajaki Desain Kursi Pesawat ‘Double Level’ Rancangan Alejandro Núñez Vicente

Jika Anda pernah melihat gambar konsep kursi pesawat tingkat ganda (double level) yang terkenal dan berpikir “itu tidak akan pernah terjadi” — mungkin itu dipikirkan lagi. Perusahaan rintisan penerbangan Chaise Longue, otak di balik kursi double level yang kontroversial, telah mengumumkan bahwa mereka “menjajaki beberapa konsep tahap awal” dengan manufaktur pesawat papan atas Airbus.

Kolaborasi dengan perusahaan manufaktur pesawat terbang terkemuka ini merupakan langkah penting dalam perjalanan desain kursi ini dari proyek mahasiswa menjadi kenyataan di udara.

Perancang dan CEO Chaise Longue Alejandro Núñez Vicente mengatakan kepada CNN Travel bahwa dia bersyukur Airbus melihat “potensi sebenarnya dari tempat duduk dua tingkat.”

Seorang perwakilan Airbus mengonfirmasi bahwa Chaise Longue sedang menjajaki beberapa konsep tahap awal dengan Airbus pada solusi tempat duduk dua tingkat untuk pesawat komersial Airbus.

Perwakilan tersebut menambahkan bahwa “mengingat sifat dari tahap tahap awal ini,” Airbus lebih suka “tidak berkomentar lebih lanjut pada tahap ini.”

Inti dari desain kursi Chaise Longue Núñez Vicente adalah penghilangan kabin atas untuk memungkinkan dua tingkat kursi dalam satu kabin pesawat.

Idenya adalah bahwa para pelancong akan memiliki pilihan untuk memesan baris atas atau baris bawah — dan meskipun tingkat bawah mungkin terlihat kurang menarik di foto, penumpang bawah akan dapat meluruskan kaki mereka dan menikmati ruang kaki ekstra.

Tingkat atas juga dirancang untuk memberikan “sudut sandaran yang lebih besar” dan “kemungkinan meregangkan kaki” daripada kursi pesawat ekonomi rata-rata, kata Núñez Vicente.

Núñez Vicente awalnya mengembangkan desain untuk kabin ekonomi sebelum tahun lalu meluncurkan iterasi kelas bisnis/kelas satu.

Núñez Vicente mengatakan dia tidak dapat menentukan jenis kabin seperti apa yang mungkin menjadi target kolaborasi Airbus — dan dia saat ini tidak dapat mengonfirmasi seberapa mirip atau berbedanya konsep baru tersebut dengan konsep yang dipamerkan sebelumnya. Saat ini tidak ada gambar konsep yang tersedia atau detail tentang desain baru tersebut.

Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Namun Núñez Vicente mengatakan tujuan Chaise Longue tetap sama: untuk “mengoptimalkan ruang” di kabin bagi penumpang dan maskapai penerbangan.

“Setiap inovasi memiliki banyak ulasan baik dan juga ulasan buruk,” kata Núñez Vicente, yang menunjukkan bahwa para penentang tidak memengaruhi pengembangan desain.

“Tentu saja, ada kekurangan, dan kekurangan media sosial itu ada,” kata Núñez Vicente. “Itu kekurangan yang ada saat ini. Namun sejujurnya, kelebihan kursi ini, kursi dengan dua tingkat, sepenuhnya menutupi kekurangan tersebut.” Núñez Vicente mengatakan Chaise Longue juga tetap “terbuka untuk kolaborasi” dengan perusahaan penerbangan lain.

Inilah En-Suite, Kursi First Class Masa Depan: Penumpang Bisa Bercinta Secara Private di Udara

Di Balik Toilet Kereta Api yang Nyaman, Jangan Lupa ada Jasa Petugas Pengisian Air

Kebersihan dan ketersediaan air di toilet merupakan hal krusial bagi penumpang saat berada di kereta api. Di balik kenyamanan para penumpang menggunakan toilet ada  peran petugas pengisian air yang bertanggung jawab untuk memastikan pasokan air bersih di kereta selama perjalanan. Mereka dengan setia melakukan pekerjaannya mensuplai air menggunakan alat keselamatan khusus untuk memastikan keamanan selama bertugas.

Tidak hanya keamanan, para petugas pengisian air ini juga harus melawan tantangan dalam melakukan pekerjaan, salah satunya cuaca yang ekstrem seperti hujan deras ataupun panas terik. Mereka senantiasa melayani dengan hati dan menjalankan pekerjaannya demi kenyamanan penumpang di kereta.

Tidak hanya itu, batas waktu pengisian pun menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mereka harus berpacu dengan waktu memastikan isi tangki sudah penuh sebelum kereta kembali berjalan.

Petugas pengisian air KAI Services ini menjadi pahlawan yang tidak terlihat dan memastikan penumpang tetap nyaman dalam perjalanan dengan fasilitas kereta yang bersih dan nyaman. Dengan dedikasi yang dimiliki, mereka senantiasa menjaga  agar air di toilet dan wasthafel selalu tersedia dan membuat toilet selalu nyaman digunakan untuk penumpang.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, dibalik kenyamanan toilet kereta api yang bersih dan berfungsi dengan baik, ada peran penting dari petugas pengisian air KAI Services, yang siaga di beberapa titik stasiun serta petugas On-Trip Cleaning (OTC) yang bertugas menjaga kebersihan toilet didalam perjalanan.

Firhan menambahkan, dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan menggunakan perlengkapan keselamatan, mereka bekerja cepat dan efisien agar pasokan air tetap terjaga. Selain itu, di dalam kereta api, petugas OTC bertanggung jawab membersihkan toilet secara berkala selama perjalanan.

Mereka memastikan kebersihan tetap terjaga, mengganti tisu, mengisi sabun, serta menangani kendala yang mungkin terjadi. Dengan peralatan lengkap dan pelatihan khusus, petugas ini berperan besar dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi penumpang.

“Saat ini, ada 308 petugas pengisian air yang disiagakan di berbagai titik stasiun untuk memastikan suplai air bersih di setiap rangkaian kereta api. Di dalam kereta, 1.505 petugas On Trip Cleaning (OTC) bertugas menjaga kebersihan toilet serta area lainnya. Mereka secara rutin membersihkan dan memastikan fasilitas tetap higienis, kering, dan bebas bau tak sedap. Dengan peralatan pembersih yang sesuai standar dan pelatihan khusus, petugas OTC bekerja untuk menjaga kenyamanan penumpang hingga tujuan.” ujar Firhan dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (12/2)

Meski Ada Perubahan Jadwal, Kereta Jarak Jauh Harus Tetap ‘Berhenti’ dan Isi Air ke Gerbong

Intip Terkini Stasiun Jatake yang Termegah di Jalur Rangkasbitung

Sejak Maret 2024 lalu dalam peletakkan batu pertama, Stasiun Jatake yang berada di lintas Rangkasbitung ini terus dilakukan pembangunannya. Ya, stasiun yang digadang-gadang akan dibangun setinggi 3 lantai ini nantinya akan menjadi stasiun termegah yang dibangun kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan Sinarmas Land melalui PT Bumi Serpong Damai.

Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 m2. Pembangunan stasiun ini sudah dimulai sejak Januari 2024 dan direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2025. Di area tersebut nantinya akan dibangun gedung stasiun kereta api dengan luas bangunan ± 3.000 m2 (3 lantai). Stasiun Jatake berada di KM 37+045 Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung. Stasiun ini akan memiliki panjang peron 250 meter dan lebar masing-masing pgeron 6 meter.

Kehadiran Stasiun Jatake di wilayah Tangerang tentu akan memperlancar mobilitas masyarakat di BSD City dan sekitarnya, memudahkan perjalanan menuju Jakarta dan sebaliknya. Bagi para pekerja yang rutin melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari, Stasiun Jatake akan menjadi solusi praktis yang sangat membantu. Oleh karena itu, memiliki hunian yang dekat dengan stasiun akan menjadi nilai tambah yang signifikan, memberikan kemudahan akses yang berharga di dekat tempat tinggal.

Stasiun Jatake dalam tahap pembangunan. (foto: tangkapan layar Youtube/Marlin Husna)

Jalur Rangkasbitung saat ini memang sudah ramai dengan aktifitas penumpang menggunakan Commuter Line. Layaknya jalur Bogor, stasiun-stasiun yang dilewati jalur Rangkasbitung ini sudah banyak perumahan yang aksesnya mulai terjangkau.

Commuter Line Rangkasbitung melayani 205 perjalanan dengan mengoperasikan 21 trainset tiap harinya. Saat jam sibuk pada pagi hari melayani 61 perjalanan dan peak hour sore sebanyak 57 perjalanan. Sedangkan rata-rata volume pengguna KRL di lintasan tersebut sepanjang tahun 2024 ini, sebanyak 6.260.966 orang tiap bulannya, dengan volume tertinggi pada Stasiun Tanah Abang, Stasiun Palmerah, dan Stasiun Kebayoran.

Dengan penambahan stasiun baru ini, KAI optimistis bisa memudahkan masyarakat yang tinggal di sekitar Stasiun Jatake menggunakan moda transportasi umum menuju Jakarta dan sebaliknya. Selain perjalanannya efisien dan praktis, menggunakan transportasi berbasis rel tentu lebih mudah dan murah.

Kedepan, setelah rampungnya stasiun ini dibagian dalam gedung stasiun, akan ada area untuk aktivitas penumpang, zona komersial, dan ruang kantor PT KAI. Dan di bagian luar terdapat fasilitas gedung parkir untuk mobil, motor, dan sepeda. Nantinya stasiun ini juga diproyeksikan mampu melayani 20.000 penumpang setiap harinya.

Pengguna KRL Semakin Nyaman! Jalur Green Line Hadir dengan Stasiun Baru, “Stasiun Jatake”

Bagaimana Jika Kapal Feri Listrik Hidrofoil Menerjang Gelombang? Simak di Sini!

Era baru transportasi global memang sudah masuk ke masa moda listrik. Namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa di luar sana masih banyak masyarakat yang skeptis tentang moda listrik ini. Sebut saja dari moda laut, mungkin berbagai pertanyaan seputar moda ini terus berkutat di kepala Anda; Apakah moda ini aman untuk digunakan? Bagaimana jika baterai tiba-tiba habis di tengah pelayaran? Hingga yang paling menggelitik adalah, bagaimana penampakan moda air bertenaga listrik ini ketika dihantam gelombang?

Baca Juga: Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025

Sebagaimana KabarPenumpang.com melansir dari laman electrek.com, Candela P-12 atau yang lebih dikenal sebagal kapal feri listrik hidrofoil pertama di dunia menunjukkan apa yang terjadi jika kapal listrik hidrofoil ini menghantam gelombang.

Sebelum melangkah lebih jauh, Candela P-12 ini merupakan kapal feri listrik berkapasitas 30 kursi yang menggunakan sepasang sayap hidrofoil yang dikendalikan komputer. Penggunaan sayap hidrofoil ini membuat Candela P-12 seperti terbang di atas permukaan air, dan ini berimplikasi pada perjalanan yang lebih halus dan efisien. Perlu diketahui bahwa pada saat kapal mencapai kecepatan tertentu, sistem hidrofoil akan menghasilkan gaya angkat sehingga kapal hidrofoil ini seolah melayang di atas permukaan air.

Ketika Candela-P12 yang operasikan di Nynäshamn, Swedia ini mulai ‘take-off’, maka para penumpang merasakan perjalanan mereka jauh lebih tenang dan tidak terlalu banyak guncangan dibandingkan dengan kapal komersial lain. Hal ini adalah keuntungan dari penggunaan sayap hidrofoil.

Candela P-12. Sumber: electrek.com

“Sebelum menggunakan hidrofoil Anda benar-benar bisa merasakan ombaknya. Tapi saat hidrofoil sudah digunakan, ombaknya seolah menghilang,” ujar salah satu penumpang yang ikut dalam perjalanan tersebut.

Sebagai informasi tambahan, Candela P-12 ini sendiri mampu menempuh kecepatan hingga 50 km/jam, sedikit lebih lambat dari rata-rata kapal feri hidrofoil yang mampu menembus kecepatan hingga 74 km/jam.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kapal feri listrik hidrofoil dapat menjadi alternatif moda transportasi laut yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan dapat memberikan kenyamanan lebih kepada para penumpang. Teknologinya pun sangat memungkinkan untuk dioperasikan secara rutin di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia.

Perahu Eretan, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Inovasi dan Modernisasi

Di tengah maraknya pembaruan dan ‘perlombaan’ inovasi yang dikembangkan oleh banyak perusahaan otomotif di luar sana, termyata masih saja ada moda transportasi tradisional yang eksistensinya enggan tersingkirkan; sebut saja becak, andong, hingga perahu eretan atau yang akrab dikenal sebagai getek.

Baca Juga: Jangan Melulu Konsumsi Obat, Inilah Makanan yang Bisa Cegah Mabuk Laut!

Bagi mereka yang tinggal di daerah dekat sungai, tentu nama perahu getek tidaklah asing. Bermodalkan sebuah kapal kecil tanpa mesin, serta seutas tali tambang yang akan beperan sebagai ‘pengarah’ dan moda ini siap beroperasi mengantarkan penumpang.

Sederhananya, perahu eretan merupakan sarana transportasi yang biasanya digunakan warga untuk menyeberangi sungai. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, disebutkan bahwa alasan orang masih bertumpu pada efektivitas perahu eretan karena dapat memangkas waktu perjalanan, di tambah lagi harganya yang relatif murah (rata-rata masih Rp2.000/trip). Tidak heran jika perahu eretan seolah tidak kehilangan pesonanya di tengah modernisasi Ibukota.

Mulai dari anak-anak sekolah, pekerja kantoran hingga ibu-ibu yang hendak belanja ke pasar adalah ‘pelanggan harian tetap’ perahu eretan. “Tapi kebanyakan anak-anak sekolah sama pedagang yang mau ke pasar kalau pagi. Kalau ngangkot harus dua kali, jalan lumayan jauh, makanya nyeberang lebih cepat,” ujar ‘nakhoda’ perahu eretan di daerah Pesanggrahan, dikutip dari detik.com.

Bahkan di daerah lain seperti perahu eretan sungai Citarum, Anda juga bisa menyeberangkan motor! Tidak sedikit pemotor yang mengaku lebih cepat dan efektif ketika menggunakan perahu eretan ketimbang mereka harus mengambil jalan yang relatif lebih berputar dan macet.

Pemotor yang menyeberang menggunakan perahu eretan. Sumber: istimewa

Di kebanyakan titik penyeberangan perahu eretan, jarak dan waktu tempuh dalam sekali trip relatif singkat, hanya hitungan menit saja; mengingat jaraknya juga yang hanya menyeberangi sungai. Tidak hanya di sekitar Jakarta, banyak masyarakat yang masih menaruh asa pada perahu eretan, entah untuk mengais rejeki atau bermobilisasi.

Kehadirannya seakan melengkapi keberagaman moda transportasi di Indonesia: menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan harga terjangkau. Jadi jika bisa disimpulkan, poin efektivitas-lah yang menjadikan perahu eretan ini masih bertahan di tengah gempuran teknologi dan modernisasi.

Bukan Wahana Permainan, Ini Dia Sejarah Kora-Kora

Tourista SR 2300 Ultimate Edition, Jadi Bodi Baru Bus Pariwisata Merpati Transport

Sepertinya, dunia bus di Indonesia baik pariwisata maupun bus AKAP (antar kota antar provinsi) semakin hari semakin nyaman. Hal ini terlihat dari perusahaan otobus (PO) yang menghadirkan berbagai layanan kursi, fasilitas, hingga hal lainnya.

PO Merpati Transport menjadi salah satunya yang memberikan kenyamanan bagi penumpangnya. Bus yang dihadirkan ini untuk memperkuat layanan pariwisata di Pulau Dewata tersebut memiliki ukuran medium.

Bus baru pariwisata itu menggunakan sasis Mercedes-Benz OF 917 S (M/T). Dikenal irit, keunggulan sasis bus ini adalah ukurannya yang lebar dan membuat bus memiliki kabin yang luas.

Baca juga: Spek Pariwisata, Agra Icon Hadir dengan Tulisan Bodi Simple

Konfigurasi pada bus pariwisata PO Merpati Transport ini cukup luas yakni kursi penumpang berjajar kanan dan kiri 2-2. Bangku tersebuf masih menggunakan ciri khas bus PO Merpati Transport, yakni warna biru kombinasi kuning.

Dilengkapi dengan coolbox an juga bagasi kabin dengan penutu. Bus pariwisata tersebut menggunakan bodi Tourista SR3 2300 Ultimate Edition. Yang mana tipe bodi ini merupakan sebutan bagi bus medium buatan dari karoseri Laksana.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KAROSERI LAKSANA (@laksanabus)

Untuk tipe ini perbedaannya ada di bentuk bodi samping karena memiliki aksen lekukan. Adapun penamaan 2300, karena lebar bodi bus ini adalah 2300 mm atau 2,3 meter.

PO Merpati Transport tampil dengan warna muda dan aksen garis kuning yang berkombinasi dengan biru tua di bodi samping. Namun ciri khas dari bodi Tourista SR3 tetap dihadirkan, yakni grill depan berbentuk trapesium.

Inilah Lima PO Bus Terkaya di Sumatera, Nomor Satu Punya Trayek Terjauh

Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo

Bangunan yang bergaya klasik, unik, dan nyentrik hingga saat ini, Stasiun Gundih merupakan stasiun yang memiliki ciri khas tersendiri. Memasuki usianya yang seabad stasiun ini terlihat kokoh hingga saat ini bahkan perawatan pun masih terus dilakukan agar keaslian bangunan cagat budaya terus dilestarikan.

Stasiun yang berada di kecamatan Gayer atau terletak 17 kilometer ke selatan dari Purwodadi, Grobogan ini memiliki keindahan. Selain dari areanya yang sunyi dan tenang, bangunannya pun memiliki keindahan yang memiliki nilai sejarah dan klasik yang tinggi. Keunikan bangunan Stasiun Gundih ini dihimpit oleh jalur kereta api di kedua sisinya dan merupakan jalur cabang kearah Stasiun Brumbung dan Stasiun Gambringan.

Stasiun Gundih tampak depan (foto: x.com/@kai121)

Meski stasiun ini jauh dari jalan raya Purwodadi-Surakarta, namun cukup mudah untuk menjangkaunya. Bangunan yang memiliki ciri khas dari arsitektur Chalet terlihat sangat serasi dibagian atap pelanannya membuat stasiun ini terlihat makin klasik. Alih-alih peron stasiun yang belum tergantikan membuat stasiun ini berkesan nostalgia bagi yang sudah merasakannya sejak masa kolonial.

Sedikit sejarah, wilayah Gundih dikenal sebagai penghasil kayu jati. Sebelum ada kereta api, satu-satunya akses transportasi ke Gundih adalah jalan raya yang menghubungkan Surakarta dengan Purwodadi. Akhirnya pada tahun 1870-an pemerintah kolonial membangun jalur kereta api dari Semarang ke Vorstenlanden dan diteruskan dari Tanggung ke Kedungjati. Salah satu titik yang dilalui oleh rangkaian jalur kereta tersebut adalah Gundih. Jalur kereta tersebut dibangun oleh perusahaan kereta, Nederlandsch Indische Spoorweg Maastschappij.

Sebelum jalur Gambringan-Brumbung dibangun pada tahun 1924, penumpang dan barang dari Semarang tujuan Surabaya atau sebaliknya harus berganti kereta di Stasiun Gundih lebih dulu. Bayangkan saja, sesibuk apa Stasiun Gundih kala itu dengan penumpang dan barang-barang hasil bumi yang juga mereka bawa. Dilansir dari harian De Locomotief pada 22 Februari 1899, Stasiun Gundih ternyata banyaknya warga Eropa yang berdatangan dan berkunjung ke Gundih. Alih-alih pemerintah kolonial Belanda rupanya memandang Gundih ini sebagai tempat yang sangat strategis.

Pada tahun 1914 akhirnya jalur kereta api Gambringan-Brumbung pun selesai dibangun. Penumpang yang hendak ke Surabaya ataupun sebaliknya tidak perlu lagi berganti kereta api di Gundih. Namun begitu Stasiun Gundih tetap menjadi utama untuk masyarakat yang hendak turun disitu.

Digadang-gadang sebagan stasiun klasik yang mempunya nilai sejarah yang tinggi, Stasiun Gundih pun memamerkan beberapa benda-benda cagar budaya yang dimiliki dan pernah digunakan. Karena stasiun ini sudah beralih fungsi dari mekanik ke elektrik untuk pengatur sinyal dan wesel, salah satu peninggalan bersejarah tersebut adalah alat pengatur sinyal mekanik. Alat pengatur ini pernah digunakan oleh Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Gundih sebagai pemberangkatan dan kedatangan kereta api serta memindahkan jalur yang dihubungkan oleh kawat baja. Kemudian toren air, bangunan gudang dan yang tak kalah bersejarahnya adalah bekas bangunan depo lokomotif uap.

Bamgunan bekas depo lokomotif uap (foto: istimewa)

Saat ini Stasiun Gundih menjadi stasiun kereta api yang dilewati baik dari arah Semarang, Surabaya, maupun Solo. Adapun warga Gundih dan sekitarnya kini bisa menempuh perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa dengan praktis dan mudah dengan kereta api. Menggunakan kereta api Joglosemarkerto dan Banyubiru Ekspres, penumpang bisa naik dan turun di stasiun yang memiliki ketinggian 54 meter ini.

Bandara Haneda Uji Coba Kendaraan Penarik Peti Kemas Tanpa Pengemudi

Toyota Industries dan maskapai All Nippon Airways (ANA) tengah menguji coba kendaraan tanpa pengemudi untuk menarik peti kemas (kontainer) di Bandara Haneda, Tokyo, dalam upaya mengatasi kekurangan tenaga kerja karena jumlah penumpang di Jepang terus meningkat ke tingkat sebelum pandemi.

Kendaraan otonom tersebut dapat menarik hingga enam peti kemas sekaligus, dengan berat maksimum 13 ton, menempuh jarak sekitar 2 km antara pesawat dan gedung bandara.

Kendaraan Level 4, yang berarti tidak memerlukan interaksi manusia dalam pengaturan tertentu meskipun pengemudi manusia masih dapat meminta kendali, telah beroperasi sejak 1 Juli 2024.

Menurut Toyota dan ANA, uji coba yang didukung pemerintah tersebut diharapkan akan memungkinkan kendaraan tersebut beroperasi penuh pada akhir tahun depan. Perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah menguji coba teknologi tersebut di Bandara Saga pada tahun 2019.

Bandara Internasional Tokyo (Haneda) memiliki fasilitas penanganan kargo udara yang canggih untuk memastikan efisiensi dalam proses ekspor dan impor. Salah satu operator utama di bandara ini adalah Tokyo International Air Cargo Terminal Ltd. (TIACT), yang menyediakan layanan penanganan kargo 24 jam tanpa henti. TIACT menangani berbagai jenis kargo dan menawarkan layanan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kargo, memanfaatkan lokasi bandara yang dekat dengan area metropolitan Tokyo.

Uji coba kendaraan otonom telah dilaksanakan di tempat lain di Jepang, dengan Nissan Motor yang bertujuan untuk memasarkan layanan mobilitas kendaraan otonom yang dikembangkan sendiri di Jepang pada tahun 2027.

Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja terutama karena beberapa faktor demografis dan sosial yang unik. Seperti Jepang memiliki salah satu populasi tertua di dunia, dengan hampir 30% penduduk berusia di atas 65 tahun. Sementara tingkat kelahiran rendah (sekitar 1,3 anak per wanita) membuat jumlah generasi muda tidak cukup untuk menggantikan tenaga kerja yang pensiun.

Jepang juga memiliki kebijakan imigrasi yang ketat. Berbeda dari negara lain seperti Jerman atau Kanada, Jepang lambat dalam membuka diri terhadap pekerja asing. Meskipun pemerintah telah melonggarkan aturan imigrasi sejak 2019, jumlah pekerja asing masih terbatas.

Selalu Wara-wiri di Apron, Tarik dan Dorong Pesawat Inilah Jenis Towing Tractors