Jalan-jalan ke Kuching Naik Bus dari Kalimantan, Ini Caranya!

Liburan ke Kalimantan dan memiliki banyak Waktu luang? Jangan lupa bawa paspor biar mampir ke Kuching, Ibukota Sarawak, Malaysia. Kota ini sendiri bisa disinggahi dengan menggunakan perjalanan darat salah satunya dengan menggunakan bus.

Jalur darat sendiri menjadi yang terfavorit bagi pelancong dan pekerja migran yang ingin bepergian antara kedua negara dengan biaya lebih murah dibandingkan pesawat. Dirangkum KabarPenumpang.com, ini cara bepergian dari beberapa kota besar Kalimantan ke Kuching, Sarawak, Malaysia.

1. Rute dan Kota yang Dilalui
Perjalanan dengan bus dari Kalimantan ke Kuching biasanya berangkat dari kota-kota besar di Kalimantan Barat, seperti, Pontianak – Kuching (Rute utama, sekitar 8–10 jam perjalanan), Sintang – Kuching, Sambas – Kuching, dan Entikong – Kuching (Jalur terpendek melalui perbatasan darat utama)

Bus ini akan melewati beberapa kota dan perbatasan utama Indonesia-Malaysia di Entikong (Indonesia) – Tebedu (Malaysia).

2. Operator Bus yang Melayani Rute Ini
Bus untuk sampai ke Kuching sendiri ada banyak yang beroperasi yakni Damri, Bintang Jaya Express, SJS (Syarikta Jepak Express) yang mana ini adalah operator bus Malaysia yang sering melayani rute Kuching menuju Pontianak pulang pergi. Yang terakhir ada Bus Platinum dan Bus Eva Express.

3. Fasilitas dan Harga Tiket
Bus yang melayani rute ini biasanya memiliki fasilitas seperti AC, kursi yang bisa direbahkan, toilet di dalam bus (tergantung operator), dan layanan bagasi. Harga tiket bus Pontianak-Kuching berkisar antara Rp250.000 – Rp350.000 per orang, tergantung kelas bus yang dipilih.

4. Proses di Perbatasan Entikong-Tebedu
Perjalanan dengan bus ini akan berhenti di perbatasan Entikong-Tebedu untuk pemeriksaan imigrasi. Penumpang akan mendapatkan stempel keluar dari Indonesia di Pos Imigrasi Entikon dan ada pemeriksaan barang bawaan oleh Bea Cukai. Kemdian masuk ke Pos Imigrasi Tebedu, Malaysia untuk pemeriksaan paspor dan visa.

Melanjutkan perjalanan menuju Kuching setelah semua penumpang selesai pemeriksaan. Untuk WNI, perjalanan ini biasanya cukup mudah karena hanya memerlukan paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan.

Bus biasanya berhenti di Kuching Sentral, terminal bus utama di Kuching, dari sini bisa lanjut dengan transportasi lokal ke berbagai destinasi di Sarawak.

Perbatasan Singapura dan Malaysia Dibuka April, Operator Bus Bersiap Hadapi Lonjakan

Kiat Jitu Hadapi Anak Rewel Selama Pelayaran: Harus Penuh Kasih Sayang

Perjalanan mudik dengan kapal laut seringkali menjadi pilihan menarik, menawarkan pemandangan laut yang luas dan pengalaman yang berbeda. Namun, bagi orang tua yang membawa serta anak kecil, tantangan terbesar adalah menghadapi potensi anak rewel selama pelayaran. Ruang terbatas, waktu tempuh yang relatif lama, dan lingkungan yang asing bisa memicu ketidaknyamanan dan akhirnya membuat anak menjadi mudah rewel.

Baca Juga: Enam Tips Aman Bawa Anak Naik Pesawat, Nomor Empat Sering Dilupakan Orang Tua

Berikut, KabarPenumpang.com akan mengupas berbagai kiat jitu yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi anak rewel selama pelayaran, demi menciptakan perjalanan yang lebih tenang dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.

Sebelum mencari solusi, penting untuk memahami akar penyebab mengapa anak Anda menjadi rewel di atas kapal. Beberapa faktor umum yang seringkali menjadi pemicu antara lain lapar, kebosanan, kekelahan, perubahan rutinitas, ketidaknyamanan fisik (contoh: udara yang panas, pakaian yang kurang nyaman, dll) hingga anak yang butuh perhatian lebih.

Setelah memahami potensi penyebab anak rewel, barulah Anda dapat mengambil langkah selanjutnya agar anak tidak lagi rewel. Pastikan Anda membawa semua hal yang anak Anda sukai, seperti mainan, alat gambar dan mewarnai, hingga ponsel yang sudah ‘dibekali’ dengan hiburan edukatif. Di kebanyakan kasus, anak akan cukup anteng saat ia sudah bermain di dunianya sendiri.

Jangan lupa juga untuk membekali anak Anda dengan makanan favoritnya! Biasanya mood anak akan berubah 180 derajat saat ia sudah mendapatkan asupan dari makanan atau minuman favoritnya. Anda juga bisa menyiapkan makanan-makanan bergizi seperti buah atau camilam sehat lainnya untuk menjaga kesehatan si buah hati.

Terkadang, beberapa anak tidak bisa beristirahat jika tidak dengan bantal, guling atau selimut kesayangannya. Jadi, Anda juga harus memastikan barang-barang tersebut sudah masuk ke dalam daftar bawaan selama mudik.

Memang, mudik dengan membawa anak tidaklah semudah bepergian bersama pasangan. Anda dituntut untuk lebih aktif dan responsif selama perjalanan. Mungkin Anda bisa mengajaknya bermain, bernyanyi, bercerita, atau mengamati lingkungan sekitar (laut); namun khusus untuk poin terakhir, kewaspadaan Anda patut ditingkatkan mengingat keselamatan selama perjalanan tetaplah harus diutamakan.

Terakhir, jangan ikut-ikutan ‘terpancing’ ketika anak sudah mulai rewel. Kelola emosi Anda, tetaplah sabar karena bentuk frustasi Anda saat melihat anak rewel tidak melulu membuat anak menjadi tenang, bahkan acap kali semakin memperkeruh keadaan.

Memang, sulit untuk membuat anak tenang dalam 1 tindakan saja. Butuh beberapa percobaan dan strategi agar anak bisa anteng selama perjalanan mudik. Yang terpenting adalah coba pahami penyebab anak rewel dan lakukan hal-hal di atas dengan penuh kasih sayang, bukan malah memarahi si anak.

Mau Ajarkan Anak Naik Angkutan Umum Sejak Dini? Simak Tips Berikut Ini!

Apa yang Dirasakan Penumpang Kapal Saat Tsunami? Ini Jawabannya!

Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2025, publik sempat digemparkan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan ancaman bencana alam.

Hal ini bukan tanpa alasan, meningingat BMKG pernah mencatat sekitar 16 bencana, terutama gempa bumi dan tsunami yang terjadi selama periode Hari Raya dan musim libur; di antaranya gempa Palu, Sulteng pada Idul Fitri 2012, tsunami Selat Sunda pada Natal 2018, hingga gempa Nias pada Idul Fitri 2021.

Baca Juga: Pulau Onrust – Saksi Bisu Sejarah Maritim Jakarta

Mengutip dari laman detik.com, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi hingga 2 meter di perairan selatan Sumatera, selatan Jawa, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, potensi banjir rob pada akhir Maret menjelang fase bulan purnama yang dapat meningkatkan pasang maksimum di wilayah pesisir.

Nah, menyoal imbauan BMKG di atas, muncul pertanyaan: “Apa yang akan dirasakan penumpang kapal saat terjadi bencana gempa atau bahkan tsunami saat berlayar?”

Untuk menjawab pertanyaan ini, sebenarnya ada 2 kondisi utama yang harus dibedakan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembahasan; kapal berada di laut dalam serta kapal masih ada di dekat pantai.

Jika kapal sudah berada di laut dalam atau sudah jauh dari bibir pantai, maka biasanya penumpang tidak akan merasakan guncangan yang signifikan saat terjadi tsunami. Sedangkan ketika ada gempa, kapal akan berguncang jika pusat gempa berada dekat dengan posisi kapal.

Sementara jika posisi kapal masih berada di dekat pantai, maka kemungkinan besar kapal akan mengalami guncangan tergantung pada besaran kekuatan gempa. Pun halnya jika terjadi tsunami, maka akan ada kemungkinan kapal terhempas ke bibir pantai atau bahkan daratan, tergantung seberapa besar gulungan ombak tsunaminya.

Contoh dari kapal yang terhempas ke daratan akibat tsunami adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung di Aceh pada tahun 2004 silam, di mana kapal berbobot 2.600 ton ini terseret hingga jarak 5km dari titik awal kapal bersandar. PLTD Apung inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya museum dengan nama yang sama di Aceh.

PLTD Apung: Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh yang Kini Menjadi Ikon Wisata

Lagi, Balai Yasa Tegal Kembali Gencar Produksi Kereta Makan Mewah

Rasanya hampir tak percaya bahwa tim dari Balai Yasa Tegal selalu membuat terobosan produksi kereta makan mewah. Ya, balai yasa yang dikenal dengan produksinya yaitu membuat ataupun merawat rangkaian angkutan barang atau gerbong ini kembali dikejutkan dengan adanya produksi baru lagi, yakni rangkaian kereta makan yang elegan dan mewah.

Balai Yasa Tegal yang eksis sejak tahun 1893 ini lokasinya tak jauh dari Stasiun Tegal atau berada di Jalan Semeru, Kota Tegal yang merupakan bengkel kereta api dengan sarana produksi mayoritas adalah gerbong.

Balai Yasa Tegal Luncurkan Kereta Makan Mewah dengan Suguhan Kuliner dari KAI Services

Balai Yasa ini menjadi andalan PT KAI yang bisa memproduksi serta merawat gerbong dilakukan dalam jangka waktu perawatan 24 bulanan (P24) dan 48 bulanan (P48). Balai Yasa Tegal pun benar-benar menunjukkan komitmennya buat menjaga kualitas dan keandalan gerbong kereta yang sudah selesai perawatannya.

Selama periode tersebut, perawatan rutin seperti P24, P28, plus perbaikan besar, semuanya dikerjakan secara tepat waktu sesuai yang minta oleh produsen. Ini karena Balai Yasa Tegal selalu optimis dalam melakukan produksi gerbong kereta agar pelayanan selalu prima untuk pelanggan KAI.

Fyi, dari berbagai sumber bahwa Balai Yasa Tegal didirikan pada tahun 1893 oleh perusahaan Hindia-Belanda dan merupakan bagian atau unit kerja dari perusahaan kereta api swasta di Semarang Cirebon Stroomtram-maatcchappij (SCS) yang berpusat di Kota Tegal dengan nama bengkel Kereta Api Tegal dan memiliki fungsi melaksanakan perawatan lokomotif uap, kereta kayu, dan gerbong milik SCS.

Pada tahun 1942, semua perkeretaapian di Jawa dikuasai oleh pemerintah angkatan darat Jepang (Rikogun) dan semua perusahaan kereta api termasuk SCS disatukan dengan nama Rikuyu Kyoku. Setelah proklamasi Republik Indonesia, Balai Yasa Tegal sempat mengalami beberapa perubahan diantaranya:

1. Pada tangal 29 September 1945 dibentuk Djawatan Kereta Api Republik Indonesia disingkat DKARI;
2. Pada masa pemerintah Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) diubah menjadi Djawatan Kereta Api Republik Indonesia Serikat;
3. Pada saat Negara Republik Indonesia Serikat bubar, diubah menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) pada tanggal 1 Januari 1950;
4. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22/1963, DKA diubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada tanggal 25 Mei 1963;
5. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 61/1971, PNKA alih status menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada tanggal 15 September 1971.

Kita perjelas dulu, nih tentang sarana-sarana yang dibuat oleh Balai Yasa Tegal. Saran yang telah dibuat dan saat ini masih berjalan sesuai dengan angkutannya telah tersebar di jalur KA Pulau Jawa dan Sumatera. Banyaknya gerbong yang telah dibuat meliputi Gerbong Datar (GD), Gerbong Ketel KKW, Gerbong Batubara ZZOW dan beberapa gerbong lainnya sebagai penunjang angkutan barang yang dibutuhkan KAI. Dalam proses kegiatan perawatan kereta dan gerbong di Balai Yasa Tegal, setiap kereta atau gerbong yang masuk untuk dilakukan perawatan dan perbaikan akan melewati beberapa tahapan proses yang sama.

Secara garis besar, tahapan proses yang dilewati tersebut diantaranya adalah proses investigasi awal pada kereta atau gerbong yang masuk untuk mengecek apa saja yang perlu diperbaiki dan diganti, proses pembuatan maintenance order, proses pencucian dan pembongkaran kereta atau gerbong, proses perawatan dan perbaikan masing-masing bagian kereta atau gerbong (terbagi menjadi 5 golongan bagian), proses perakitan, dan proses quality control yang didalamnya mencakup tes pengereman, tes kebocoran, dan tes jalan.

Nah, lagi-lagi inovasi baru dari Balai Yasa Tegal yang telah memproduksi kereta makan yang sangat mewah ini telah kembali dilakukan. Seperti yang sudah ada, interior dengan desain mewah dan fungsional, kereta makan ini tidak kembali menawarkan pengalaman bersantap yang elegan dan nyaman di dalam kereta api. Kereta makan modifikasi BY Tegal yang sedang berjalan kini hadir pada beberapa rangkaian kereta api, termasuk KA Argo Muria, yang memungkinkan penumpang menikmati pengalaman perjalanan dengan kenyamanan lebih.

Kereta Makan (M1) terbaru dirancang dengan berbagai fasilitas unggulan untuk meningkatkan kenyamanan, antara lain kursi sofa premium yang lebih nyaman daripada kursi standar, ruang makan yang lebih luas dengan tata letak ergonomis, serta tempat sholat bagi pelanggan yang ingin beribadah selama perjalanan. Dalam setiap proses modifikasi, Balai Yasa Tegal memastikan bahwa kereta makan memiliki standar keselamatan yang tinggi, kenyamanan optimal, serta menggunakan material berkualitas yang mendukung pengalaman pelanggan.

Bagian interior kereta makan yang elegan nan mewah. (Foto: Dok. KAI)

Lebih dari 100% Penumpang Lebih Dominan Gunakan Kereta Api Untuk Mudik Lebaran

Angkutan Lebaran 2025 saat ini tercatat bahwa masyarakat lebih banyak memilih sarana transportasi kereta api. Lonjakan penumpang terlihat pada Stasiun Pasar Senen yang hingga kini terpantau masih banyaknya pemudik dari Jakarta menuju ke kota-kota di Pulau Jawa.

Mayoritas penumpang yang akan mudik ke berbagai daerah tersebut diantaranya: Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Berbagai jenis kereta mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif pun tiket sudah terjual habis. Hanya ada beberapa tiket yang dibuka pada hari H, itu pun hanya ada kursi-kursi tambahan untuk penumpang yang belum kedapatan tiket

Tak hanya itu, di Stasiun Gambir pun juga terpantau ramai dengan pemudik yang hendak menuju ke berbagai kota. Penumpang disini lebih dominan untuk mudik seperti Kutoarjo, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Serta beberapa kota yang dilewati kereta api juga terpantau cukup ramai.

Untuk Daop 1 Jakarta saja menunjukkan kinerja yang signifikan di dua stasiun utama, yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Sejak 21 Maret 2025, total kedatangan penumpang di Daop 1 Jakarta tercatat mencapai 617.753 orang, dengan rata-rata kedatangan harian sekitar 28.080 penumpang. Lonjakan kedatangan diperkirakan terjadi pada periode 5-7 April 2025, di mana jumlah penumpang per hari diprediksi melebihi 47.000 orang.

Keberangkatan dari Stasiun Gambir menunjukkan beberapa tujuan utama pemudik:
Surabaya Pasarturi: 2.194 penumpang
Kutoarjo: 2.183 penumpang
Lempuyangan: 1.984 penumpang

Sedangkan, keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen mengarah ke beberapa kota besar, antara lain:
Semarang: 2.436 penumpang
Yogyakarta: 2.291 penumpang
Purwokerto: 1.817 penumpang

Pada 26 Maret lalu, Daop 1 Jakarta memberangkatkan 87 KA Jarak Jauh (KAJJ) dengan total kapasitas 48.408 seat. Dengan tingginya permintaan, tiket yang terjual mencapai 48.825 seat, menghasilkan okupansi 101%.

Stasiun Gambir : 45 KAJJ, kapasitas 21.252 seat, tiket terjual 20.856 seat, dengan okupansi 98%.
Stasiun Pasar Senen : 42 KAJJ, kapasitas 27.156 seat, tiket terjual 27.969 seat, dengan okupansi 103%.

Hingga saat ini, Daop 1 Jakarta telah berhasil menjual 700.836 tiket, mencatatkan tingkat okupansi sebesar 68% dari total kapasitas 1.034.978 seat yang tersedia untuk keberangkatan dari wilayah Jakarta.

Namun, angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan tingginya permintaan tiket untuk arus balik. Dengan tingginya permintaan ini, PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang, baik menjelang maupun setelah Lebaran.

30 Menit Beristirahat di Rest Area Cukupkah?

Mudik Lebaran menjadi momen yang selalu dinanti oleh para perantau untuk Kembali ke kampung halaman. Namun beberapa hari yang lalu, PT Jasa Marga Trasnjawa Tol memberikan kebijakan baru yang perlu diperhatikan oleh para pemudik di jalur darat terutama para pengguna jalan Tol.

Pemerintah menetapkan aturan bahwa pemudik hanya boleh berhenti di rest area maksimal 30 menit. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengatasi kepadatan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas selama puncak mudik Lebaran.

Padahal, rest area menjadi titik penting bagi para pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum Kembali melanjutkan perjalanan Panjang mereka. Rest area pun bukan sekedar untuk mengisi bahan bakar kendaraan atau membeli makanan serta cemilan, tetapi juga tempat beristirahat melepaskan penat bagi pengemudi.

Namun, dengan adanya batas waktu 30 menit, banyak pemudik yang merasa harus berpacu dengan waktu. Hal ini pun pasti menjadi tantangan tersendiri bagi para pemudik apalagi selama musim mudik Lebaran, baik toilet, tempat makan, hingga SPBU pasti antrannya cukup Panjang.

Dalam kondisi normal, mungkin semua hal ini bisa dilakukan dalam Waktu 30 menit, tetapi masa mudik hal tersebut menjadi tidaklah mungkin. Apalagi Waktu istirahat menjadi cukup banyak berkurang.

Meski begitu, di rest Area Tol Cipali, petugas menambahkan toilet portable untuk mengurangi anteran. Meski Waktu yang diberikan hanya 30 menit, agar tetap nyaman dalam perjalanan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan pemudik untuk menyiasati aturan ini.

Pemudik bisa menggunakan rest area sebelum benar-benar Lelah untuk tidur atau berhenti sejenak. Bila ingin istirahat tetapi rest area penuh, bisa melanjutkan ke rest area berikutnya.

Terpenting bagi pemudik, persiapkan makanan dan minuman ringan di kenddaraan untuk mengurangi antrean di tempat makan. Gunakan juga aplikasi pemantauan rest area sehingga pemudik bisa mencari lokasi yang lebih lengang.

Manfaatkan toilet di SPBU atau tempat lain di luar rest area utama. Jika antrean terlalu panjang di rest area, bisa mencari SPBU terdekat yang biasanya lebih sepi. Ikuti petunjuk petugas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan perjalanan tetap lancar.

Siapa Sangka, Kiranti Jadi “Doping” Pengemudi Masa Kini

One Way, Contra Flow Hingga Jalur Alternatif Dilakukan untuk Urai Kemacetan Puncak Aurs Mudik

Macet bukanlah hal baru Ketika msim mudik Lebaran. Bukan hannya jalan tol, tetapi ruas jalur utara dan selatan Jawa pun terpantau kemacetan kendaraan para pemudik menuju kampung halamannya.

Meski begitu, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan pihak kepolisian untuk mengurangi kepadatan kendaraan di puncak arus mudik. Dimana ada beberapa hal yang dilakukan yakni rekayasa lalu lintas, pembatasan kendaraann hingga penambahan jalur alternatif.

Ini semua dilakukan dengan tujuan untuk memastikan pemudik bisa tiba di kampung halaman dengan perjalanan yang lebih lancer. Salah satu strategi yang diterapkan dalam penguraian kemacetan adalah sistem one way (satu arah) dan contra flow (lawan arus).

One Way sendiri diterapkan di Tol Trans Jawa, terutama di ruas Tol Cipali dan Tol Kalikangkung, yang sering menjadi titik kemacetan parah. Dengan sistem ini, lalu lintas hanya bergerak ke satu arah tertentu pada waktu-waktu tertentu, memungkinkan arus kendaraan lebih lancar.

Sedangkan Contra Flow digunakan di beberapa titik kemacetan, seperti di Tol Jakarta-Cikampek, dengan membuka sebagian jalur di sisi berlawanan untuk menambah kapasitas jalan. Petugas kepolisian yang berjaga di lapangan mengatakan bahwa penerapan sistem ini sudah cukup efektif mengurangi antrean panjang.

Bukan hanya system jalur perjalanan, rest area pun ikut dibatasi hanya 30 menit untuk beristirahat. Pasalnya rest area menjadi salah satu titik krusiel dalam perjalanan mudik dan sering kali menjadi penyebab kemacetan baru.

Kebijakan ini membantu mengurangi penumpukan kendaraan yang parkir terlalu lama. Selain itu, petugas di rest area turut mengarahkan kendaraan agar tidak berhenti sembarangan di bahu jalan.

Selain memanfaatkan jalan tol utama, pemudik juga diarahkan ke jalur alternatif dan tol fungsional yang dibuka khusus saat mudik. Beberapa jalur yang bisa digunakan, antara lain, Jalur Pantura (Pantai Utara Jawa) untuk alternatif Tol Trans Jawa.

Kemudian pemudik juga bisa menggunakan jalur selatan via Bandung-Tasikmalaya-Banyumas-Yogyakarta bagi yang ingin menghindari kemacetan di tol. Tol Fungsional Solo-Yogyakarta dan Pekanbaru-Dumai yang dibuka sementara untuk mempercepat arus kendaraan.

Bahkan, pemerintah melarang kendaraan berat beroperasi selama puncak arus mudik kecuali membawa logistik penting. ini dilakukan juga untuk mengurangi beban jalan raya. Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan kereta api, kapal laut, dan bus antarkota sebagai alternatif mudik selain kendaraan pribadi.

Jangan Asal Melipir, Ini Dia Tips Aman Gunakan Fasilitas di Rest Area

Kapal Selam Wisata ‘Sindbad Submarine’ Tenggelam di Mesir, 6 Turis Rusia Tewas

Kabar mengejutkan datang dari dunia maritim, di mana sebuah kapal selam rekreasional Sindbad tenggelam di Hurghada, Mesir pada 27 Maret 2025 kemarin. Saat tenggelam, Sinbad diberitakan tengah mengangkut 45 penumpang dan 5 kru. Namun nahas, kendati pihak berwenang setempat segera melalukan pertolongan, tercatat sebanyak 6 penumpang Sindbad tidak bisa terselamatkan.

Baca Juga: Bawa Lima Penumpang, Kapal Selam Wisata Hilang Kontak Saat Menyelam ke Lokasi Bangkai Titanic

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari theguardian.com (27/3), titik tenggelam kapal selam Sindbad berada di sekitar resor Hotel Marriot, Hurghada. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab tenggelamnya kapal selam Sindbad.

“Enam orang asing, yang kewarganegaraannya masih belum diketahui, telah tewas. Belum jelas apa yang menyebabkan kapal selam itu tenggelam,” ujar salah satu pihak berwenang setempat, dikutip dari theguardian.com. Kendati begitu, pihak Kedubes Rusia di Mesir mengaku bahwa seluruh penumpang yang ada insiden ini adalah warga negara Rusia.

Mengklaim dirinya sebagai satu-satunya kapal selam wisata ‘sungguhan’ di kawasan Afrika dan dunia Arab, Sindbad dirancang dengan cermat untuk memberikan keamanan, kenyamanan, dan visibilitas optimal bagi para penumpangnya. Sindbad, yang dikelola oleh Sindbad Submarine, memiliki ukuran yang proporsional, ideal untuk menavigasi perairan dangkal di sekitar terumbu karang yang kaya akan kehidupan laut. Hadirnya jendela panoramic berukuran besar akan memudahkan Anda untuk menjelajahi dunia bawah laut tanpa basah, sebagaimana jargon dari perusahaan.

Menurut laman sumber lain, 1 trip perjalanan Sindbad itu memakan waktu kurang lebih 45-50 menit penyelaman. Dari aspek teknis, Sindbad dirancang dengan standar keamanan yang tinggi. Meskipun telah diuji hingga kedalaman maksimal 75 meter, kapal selam ini umumnya beroperasi pada kedalaman jelajah sekitar 22-25 meter saja.

Kedalaman tersebut dipilih secara strategis agar penumpang dapat menyaksikan keindahan terumbu karang dangkal yang merupakan habitat bagi sebagian besar kehidupan laut yang menarik di Laut Merah. Pergerakan Sindbad di bawah air relatif lambat, dengan kecepatan sekitar 2 knot. Kecepatan ini memungkinkan para penumpang untuk mengamati detail-detail kecil dan mengambil gambar atau video dokumentasi dengan lebih baik.

Inilah Odyssey Submarine Bali, Kapal Selam Wisata untuk Eskplore Eksotisme Bawah Laut Bali

Ella Peters, Si Pengasuh Anak yang Selalu Berkeliling Dunia

Ella Peters bukan nama yang asing di dunia superyacht. Ia dikenal sebagai pengasuh anak profesional di superyacht yang memiliki keahlian khusus dalam merawat anak-anak di lingkungan mewah dan tak biasa. Dengan pengalaman bertahun-tahun, Ella telah membangun reputasi sebagai pengasuh yang andal, kreatif, dan penuh perhatian.

Baca Juga: Perkenalkan, Cole Bauer, Wanita Amerika Pertama yang Kelilingi Dunia Nonstop!

Seperti yang dikutip dari laman businessinsider.com, awal karir Ella Peters dimulai pada 2015, di mana Ella Peters pertama kali bekerja sebagai pramugari yacht di Antibes, Perancis. Diketahui, Ella Peters memiliki spesialisasi dalam memberikan layanan pengasuhan anak yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga yang berlibur di superyacht. Ia memahami bahwa lingkungan kapal pesiar super memiliki tantangan dan kebutuhan khusus, seperti keamanan, ruang terbatas, dan jadwal perjalanan yang dinamis.

Keahlian Ella Peters mencakup pengasuhan anak yang aman dan profesional. Ia memiliki pengetahuan tentang protokol keselamatan di kapal pesiar dan mampu menangani situasi darurat dengan tenang dan efektif. Ella Peters juga diketahui memiliki segudang aktivitas kreatif dan edukatif agar anak-anak yang tengah dalam pelayaran bisa tetap ‘anteng’ bermain dan tidak rewel. Sebagai seorang pengasuh anak, Ella Peters dikenal memiliki fleksibilitas dan adaptabilitas yang sangat tinggi, bergantung pada kebutuhan masing-masing anak.

Di luar kesibukannya sebagai pengasuh anak, Ella Peters juga mendirikan Superyacht Nanny Masterclass, sebuah kursus online yang mengajarkan dasar-dasar merawat anak-anak di kapal pesiar super. Kursus ini dirancang untuk membantu pengasuh lain mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk sukses di industri ini. Melalui Superyacht Nanny Masterclass, Ella Peters juga telah membantu meningkatkan standar profesionalisme di industri ini.

Ella Peters. Sumber: istimewa

Ella Peters percaya bahwa setiap anak adalah individu yang unik dengan kebutuhan dan minat yang berbeda. Ia berusaha untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak di bawah asuhannya. Ella Peters juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan orang tua untuk memastikan bahwa kebutuhan anak-anak terpenuhi dengan baik.

Ella Peters adalah contoh pengasuh profesional yang berdedikasi dan berpengetahuan luas. Ia memiliki keahlian, pengalaman, dan komitmen untuk memberikan layanan pengasuhan anak yang terbaik bagi keluarga yang berlibur di superyacht. Selain bertindak sebagai pengasuh anak di yacht, secara otomatis Ella Peters juga dapat berkeliling dunia ke berbagai destinasi yang diidam-idamkan banyak orang.

Pahami Bendera dari Setiap Kapal Pesiar Mewah dan Masing-Masing ‘Keuntungannya’

Azzam – Mahakarya Kemewahan di Lautan

Azzam, sebuah nama yang menggema di kalangan pecinta kapal pesiar mewah, telah menjelma menjadi simbol kemewahan dan kehebatan teknik pembuatan kapal. Yacht ini memegang rekor sebagai yacht pribadi terbesar di dunia hingga saat ini, sebuah pencapaian yang mencerminkan kemegahan dan keistimewaannya.

Baca Juga: Ancallia, Penyandang Titel Best Rebuilt Yacht yang Siap ‘Diobral’, Berani Beli?

Dikutip dari berbagai laman sumber, dengan panjang mencapai 180 meter (590 kaki), Azzam mendominasi lautan dengan kehadirannya yang megah. Ukurannya yang luar biasa ini melampaui yacht-yacht mewah lainnya, menjadikannya ikon dalam dunia pelayaran. Dibangun oleh Lürssen Yachts, perusahaan pembuat kapal mewah asal Jerman yang terkenal, Azzam adalah bukti keahlian dan presisi dalam pembuatan kapal. Desainnya yang elegan dan modern merupakan hasil kolaborasi antara Nauta Yachts dan Christophe Leoni, yang berhasil menciptakan harmoni antara estetika dan fungsionalitas.

Interior yacht Azzam. Sumber: istimewa

Azzam tidak hanya mengesankan dari segi ukuran, tetapi juga dari kemewahan yang ditawarkannya. Interiornya yang mewah dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemewahan tingkat tinggi bagi pemilik dan tamunya. Fasilitas-fasilitas eksklusif seperti ruang tamu yang luas, suite mewah, kolam renang, helipad, dan bahkan kapal selam mini, menjadikan Azzam seperti istana terapung. Setiap detail dirancang dengan cermat untuk menciptakan pengalaman pelayaran yang tak terlupakan.

Performa yang Luar Biasa
Selain kemewahannya, Azzam juga dikenal karena performanya yang luar biasa. Yacht ini dilengkapi dengan mesin yang kuat yang memungkinkannya mencapai kecepatan lebih dari 30 knot, sebuah pencapaian yang mengesankan untuk ukuran yacht mewah. Kecepatan ini memungkinkan Azzam untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan cepat dan efisien, menjadikannya pilihan ideal untuk perjalanan lintas laut.

Kepemilikan
Azzam dimiliki oleh Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab dan penguasa Abu Dhabi. Namun, setelah Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan meninggal dunia pada tanggal 13 Mei 2022, sehingga kepemilikan yacht Azzam kemungkinan besar telah beralih ke anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab.

Nilai yacht ini diperkirakan mencapai sekitar 600 juta dolar AS, mencerminkan kemewahan dan keistimewaannya. Azzam bukan hanya sekadar yacht, tetapi juga simbol status dan kekayaan yang luar biasa.

Azzam telah menetapkan standar baru dalam industri yacht mewah. Kehadirannya telah menginspirasi para pembuat kapal dan desainer untuk menciptakan yacht-yacht yang lebih inovatif dan mewah. Azzam juga menjadi daya tarik bagi para pecinta kapal pesiar di seluruh dunia, yang mengagumi kemegahan dan keindahannya.

Ritz-Carlton Yacht Collection Resmikan “Ilma” – Superyacht Berstandar Kemewahan Hotel Kelas Super