Intip Lagi Yuk, Fakta-fakta Stasiun Manggarai yang Kini Jadi ‘Jantung’ Jalur Jabodetabek

Perkembangan Stasiun Manggarai kini semakin maju dan semakin sibuk dari jumlah penumpang Commuter Line yang transit. Terlebih pembangunan stasiun yang nantinya akan menjadi pusat kedatangan/keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan LRT Jakarta.

Stasiun Manggarai juga merupakan sebuah ikon perjalanan kereta di Jakarta menawarkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan dengan sejarah yang kaya dan fasilitas yang modern. Dengan jalur hampir sebanyak stasiun Jakarta Kota, stasiun ini menjadi salah satu transportasi utama di ibu kota Indonesia.

Kereta Api Manggarai sebagian besar melayani kereta komuter tujuan Bogor, Depok, Jatinegara, Jakarta Kota, dan Bekasi. Dengan frekuensi yang tinggi, stasiun ini memainkan peran krusial dalam mobilitas harian penduduk Jakarta. Pada sore hari, penumpang dapat menemukan kereta tujuan Nambo dan Kereta Tanah Abang Ekspres koridor Bogor-Tanah Abang yang parkir di stasiun. Nah, berikut ini kabarpenumpang akan berikan fakta-fakrta menarik Stasiun Manggarai yang semakin megah:

Kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai saat jam sibuk. (Foto: X @sushisurpirce)

• Memiliki Peron Berusia Lebih dari 100 Tahun
Stasiun Manggarai memiliki sejarah yang membanggakan Wilayah Manggarai di Batavia (Jakarta) memiliki sejarah panjang sejak abad ke-17, awalnya sebagai tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores. Pada tahun 1913, Staatsspoorwegen mengambil alih dan melakukan penataan ulang, meresmikan Stasiun Manggarai pada 1 Mei 1918. Dibangun oleh arsitek Belanda, Ir. J. Van Gendt, stasiun ini memiliki nilai historis tinggi sebagai titik awal pemindahan ibukota sementara pada 1946.

Dibangun Tahun 1897, Jalur Kereta Lori Pertama di Indonesia Hubungkan Manggarai-Pulomas

• Terdapat Jalur Aktif Terbanyak Menyaingi Stasiun Jakarta
Memiliki 12 jalur kereta api yang seluruhnya digunakan lalu lintas kereta api. Banyaknya kereta api yang melintas, mulai dari Commuter Jabodetabek hingga KAJJ membuat stasiun ini dijuluki jantungnya stasiun Jabodetabek. Belum lagi ditambahnya jalur khusus KAJJ yang nantinya bakal jadi pemberhentian terakhir pengganti Stasiun Gambir. Dari informasi berbagai sumber bahwa Stasiun Manggarai bakal memiliki total lebih dari 15 jalur KA yang tersedia

• Menjadi Saksi Bisu Sejarah NKRI
Stasiun Manggarai menjadi saksi bisu beberapa peristiwa penting bagi NKRI. Adapun diantaranya menjadi stasiun keberangkatan pemindahan ibukota sementara dari Jakarta ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946. Kemudian menjadi persiapan rahasia Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Selain itu, Jenderal Soedirman sempat singgah di Stasiun Manggarai sebagai utusan untuk menghadiri perundingan gencatan senjata di Jakarta pada 1 November 1946.

• Stasiun Termegah dan Paling Sibuk
Stasiun Manggarai merupakan salah satu stasiun dengan lalu lintas kereta api tersibuk di Indonesia, yang setiap harinya melayani pemberhentian KRL Commuter Line tujuan Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, dan Bekasi dengan jadwal dan penumpang yang sangat padat. Dengan makin padatnya penumpang saat ini, Stasiun Manggarai harus dibuat semegah mungkin guna mengurangi kepadatan penumpang yang menumpuk di stasiun. Namun begitu, meski sudah paling termegah, stasiun ini tetap selalu ramai di jam-jam sibuk. Tak heran jika ada sedikit keterlambatan KRL Commuter Line, imbasnya penumpang berada di titik antrian untuk menunggu KRL di peron.

• Adanya Bengkel Paling Besar dan Luas
Staisun Manggarai pun memiliki sebuah bengkel yang dinamakan Balai Yasa Manggarai. Bangunan ini berada di sebelah selatan stasiun dan cukup terlihat jika berada di peron atas. Balai Yasa Manggarai adalah salah satu dari beberapa balai yasa milik KAI.

Tempat ini telah menjadi bengkel khusus yang bertanggung jawab atas perawatan kereta api eksekutif, bisnis, ekonomi, pembangkit, dan berbagai jenis kereta lainnya yang memerlukan pemeliharaan akhir, semi perawatan akhir, serta perbaikan akhir lengkap. Luas Balai Yasa Manggarai mencapai 23 hektare dan didukung oleh 319 pekerja. Balai ini dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti mesin bubut roda, overhead crane, bengkel perbaikan, serta panel surya (PLTS).

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Bonus Hari Raya (BHR) Bawa Kebahagiaan Bagi Pengemudi Ojek Online

Bonus Hari Raya (BHR) yang belum lama ini ramai diperbincangkan para pengemudi ojek dan kurir online akhirnya terwujud. Pembagian BHR ini membuat banyak pengemudi ojek online senang dan ada juga yang memberikan reaksinya biasa saja.

seperti Ridwan (35), seorang pengemudi ojek online, yang tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Tahun ini, ia mendapat kejutan manis dari perusahaan aplikasi transportasi tempatnya bernaung—bonus Tunjangan Hari Raya (THR).

“Alhamdulillah, bonus ini sangat membantu, apalagi menjelang Lebaran. Bisa buat beli baju anak, keperluan dapur, dan sedikit tabungan untuk mudik,” ujarnya sambil meneguk segelas teh di warung pinggir jalan.

Menjadi pengemudi ojek online bukan perkara mudah. Ridwan harus berangkat pagi sebelum matahari terbit dan kembali ke rumah saat malam menjelang. Jalanan yang padat, cuaca yang tak menentu, serta persaingan antar-pengemudi menjadi tantangan sehari-hari.

Namun, semua lelahnya terasa terbayar ketika pemberitahuan bonus THR muncul di aplikasi pengemudi miliknya. Selain kebutuhan pribadi, banyak pengemudi ojek online juga memanfaatkan bonus THR untuk berbagi dengan sesama.

“Setiap tahun saya sisihkan sedikit untuk tetangga atau saudara yang kurang mampu. Rezeki itu harus dibagi biar berkah,” ujar Ridwan.

Namun, tidak semua pengemudi tidak terlalu memikirkan BHR. Sebab menurut mereka, pengemudi hanya mitra bukan pekerja tetap dan lenih menikmati mendapat insentif dari setiap kali ada event untuk para pengemudi.

Adiya (24) mengaku biasa saja menerima BHR ini. Dia justru mengatakan, bahwa pengemudi ojek online cukup mendapatkn insentif dari hasil mereka mencari pelanggan ataupun mengantar barang serta makanan pesanan.

“Kalau saya lebih memilih insentif, dapat sih kemarin Rp50 ribu. Ini karena perhitungannya ada. Yang paling besar itu sekitar Rp900 ribu. Nah saya ada di kelompok yang Rp50 ribu,” ungkap Adit.

Dia mengatakan, bagi pengemudi yang dapat BHR Rp900 ribu ini hasilnya ditotal dari tahun lalu. Di mana mereka menyelesaikan perjalanan 25 hari penuh dalam sebulan dan tingkat penyelesainnya 90 persen.

“Jadi ini dibagi beberapa kelompok. Nggak semua dapat Rp900 ribu, ada yang di bawahnya, ada juga yang seperti saya Rp50 ribu. Ya kalua ini sih saya bersyukur lumayan beli jajan lah,” ungkap Adit lagi.

Pendapatan Ojek Online Melonjak Saat Libur Lebaran, Ini Skema Tarif dan Bonusnya

Siasati Kursi Kosong Menuju Jakarta, Garuda Indonesia Kembali Gelar Program “Liburan ke Jakarta”

Melanjutkan program yang telah dijalankan pada musim liburan Lebaran tahun lalu, jelang periode peak season liburan Lebaran 2025, Garuda Indonesia menggelar program “Liburan ke Jakarta” dengan mempersiapkan sedikitnya 104.899 ribu tiket penerbangan domestik menuju Jakarta serta penawaran potongan harga khusus mencapai 50 persen.

Masyarakat dapat menikmati harga terbaik tersebut dengan periode pembelian tiket hingga 13 April 2025 untuk perjalanan sampai dengan 30 April 2025.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Ade R. Susardi mengungkapkan bahwa hadirnya program promosional “Liburan ke Jakarta” merupakan wujud komitmen Garuda Indonesia dalam memberikan aksesibilitas transportasi udara dengan harga yang lebih kompetitif khususnya untuk para pengguna jasa, bukan hanya bagi mereka yang mudik ke kampung halaman, melainkan juga untuk mereka yang ingin menghabiskan liburan Lebaran bersama keluarga di Jakarta.

Adapun beberapa rute penerbangan domestik Garuda Indonesia yang mendapatkan penawaran harga khusus di antaranya meliputi:

Surabaya – Jakarta mulai Rp800 ribuan
Yogyakarta – Jakarta mulai Rp600 ribuan
Solo – Jakarta mulai Rp600 ribuan
Makassar – Jakarta mulai Rp1,1 jutaan
Padang – Jakarta mulai Rp1 jutaan
Medan – Jakarta mulai Rp1,3 jutaan

Mulai 1 April Malaysia Airlines Berlakukan Kebijakan Ketat Terkait Power Bank di Dalam Kabin

Mengikuti kebijakan Korean Airlines, mulai 1 April 2025, setiap penumpang yang bepergian dengan Malaysia Airlines, Firefly, dan MASwings harus membawa power bank mereka sendiri setiap saat, persisnya tidak boleh ada power bank yang disimpan di kompartemen atas, atau bagasi kabin.

Seperti dikutip inquirer.net, dalam sebuah pernyataan di halaman media sosial resmi mereka, Malaysia Airlines mengumumkan bahwa penumpang harus mematuhi kebijakan terbaru tentang membawa power bank ke dalam pesawat. “Power bank harus selalu dibawa dan tidak boleh diletakkan di kompartemen atas.

Gegara Insiden Air Busan, Mulai 1 Maret Korea Selatan Berlakukan Aturan Ketat Terkait Power Bank dan Rokok Elektrik

“Selama penerbangan, Anda dapat menyimpannya di tas jinjing di bawah kursi, atau di saku kursi di depan Anda,” demikian pernyataan maskapai pada tanggal 20 Maret 2025.

Maskapai penerbangan menetapkan bahwa powerbank pengisian daya nirkabel magnetik harus disimpan di tas terpisah atau kantong pelindung untuk mencegah aktivasi yang tidak disengaja. “Mengisi daya atau menggunakan powerbank dilarang keras selama penerbangan. “Membawa power bank dan baterai lithium-ion cadangan di bagasi terdaftar dilarang keras,” imbuhnya.

Maskapai penerbangan menekankan bahwa kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Pada tanggal 15 Maret 2025, dilaporkan bahwa maskapai penerbangan yang beroperasi dari Malaysia telah bergabung dengan maskapai penerbangan di negara lain dalam membatasi penggunaan powerbank di pesawat. Power bank sebelumnya dilarang dibawa dalam bagasi terdaftar dan hanya diperbolehkan dibawa dalam bagasi kabin, tetapi aturan baru mengharuskan penumpang untuk membawanya sendiri setiap saat.

Perubahan ini menyusul insiden pada Januari 2025, ketika sebuah pesawat milik Air Busan rusak parah di Bandara Internasional Gimhae di Korea Selatan setelah baterai eksternal yang rusak dan terbakar.

Mau Nyaman Naik Kereta Api Ekonomi ‘Adu Dengkul’? Yuk, Lakukan Tips Ini

Bepergian menggunakan kereta api kelas ekonomi tentunya beragam keluh kesah yang dirasakan penumpang, apalagi penumpang yang belum terbiasa menggunakan kelas ekonomi ini dengan konfigurasi tempat duduk 2+3. Entah itu pinggang encok karena duduk dengan posisi tegak, bahkan digadang-gadang sering kita dengar dengan istilah ‘adu dengkul’.

Meski begitu, menggunakan kereta api ekonomi saat ini cukup nyaman apalagi dilengkapi dengan pendingin udara, kebersihan yang terjaga, dan keamanan yang selalu dipantau oleh polisi khusus kereta api.

Nah, gimana sih jika penumpang menggunakan kereta api kelas menengah kebawah ini agar tak selalu jenuh dan bosan saat diperjalanan? Kabarpenumpang punya tips untuk kalian yang ingin menggunakan kelas ekonomi ‘adu dengkul’ ini:

1. Memilih kursi yang tepat
Terkadang menggunakan kereta api pasti merasa bosan bahkan jenuh dan ingin melakukan sesuatu. Namun ada pula penumpang agar tak selalu bosan jenuh, cukup memposisikan duduk disamping jendela saja itu sudah menghilangkan kebosanan dengan melihat pemandangan yang sangat indah.

Sebelum membayar tiket kereta api, pastikan kalian bisa memilih kursi yang nyaman saat duduk yakni disamping jendela. Selain berada disamping jendela, kita pun merasa tidak terusik dengan penumpang lain yang berjalan jika duduk diposisi lorong. Selain bisa menikmati pemandangan, jika malam hari tiba kalian bisa bersandar didinding kereta dan tidur dengan nyaman.

2. Membawa bantal leher dan selimut
Saat diperjalanan dengan kereta api sudah sering kita lihat penumpang selalu membawa barang yang satu ini. Ya, yang selalu dikenakan dibagian leher ini pastinya membuat penumpang merasa nyaman bahkan bisa tidur dengan tenang. Pada perjalanan jarak jauh dengan kereta ekonomi pastinya memakan waktu berjam-jam, dan duduk terlalu lama bisa membuat tubuh pegal. Untuk mengurangi ketidaknyamanan, bawa bantal leher yang bisa membantu menopang kepala saat ingin tidur.

Selain itu, selimut kecil juga bisa menjadi penyelamat, terutama jika AC di dalam kereta terlalu dingin atau jika merasa kedinginan di malam hari.

3. Mengenakan pakaian yang nyaman
Tips berikutnya juga sangat diperlakukan dalam melakukan perjalanan yakni mengenakan pakaian yang sangat nyaman. Kita tahu bahwa kereta api saat ini sudah menggunakan pendingin udara agar penumpang merasa sejuk.

Pendingin udara di setiap kereta sudah diatur temperaturnya yaitu 23-25 derajat celsius. Jika perjalanan malam hari, pendingin udara makin terasa dingin, maka dari itu penumpang disarankan untuk menggunakan pakaian yang cukup tebal seperti jaket/sweater atau pakaian yang menghangatkan tubuh.

4. Membawa makanan secukupnya atau camilan
Lapar saat naik kereta jarak jauh? Sudah tentu. Membawa camilan atau makanan kecil sudah jelas menghilangkan jenuh atau bosan selama perjalanan. Meskipun kereta ekonomi biasanya menyediakan layanan penjualan makanan dan minuman, harganya bisa lebih mahal dibandingkan jika membawa sendiri. Siapkan bekal makanan ringan seperti roti, buah, atau camilan favorit.

Jangan lupa membawa botol air minum untuk menjaga tubuh tetap fit selama perjalanan. Jangan lupa, hindari makanan yang berbau menyengat atau bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Itulah tips yang bisa menghilangkan jenuh/bosan selama perjalanan di kereta ekonomi. Pastinya jika menjalankan tips yang disampaikan, jangan sampai mengganggu penumpang lainnya, ya. Agar terjaga keamanan serta kenyamanan selama didalam kereta api.

Serba-Serbi Pilih Kursi ‘Panas’ di Kereta Ekonomi Premium

Hari Ini, 48 Tahun Lalu, Tabrakan Dua Boeing 747 Jadi Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa

Pada hari ini, 48 tahun lalu, bertepatan dengan 27 Maret 1977, kecelakaan pesawat terburuk sepanjang sejarah terjadi ketika dua pesawat Boeing 747, KLM flight 4805 dari Amsterdam dan Pan Am flight 1736 -yang terbang dari Los Angeles dan sempat transit di New York- bertabrakan hebat di Bandara Los Rodeos (sekarang Bandara Tenerife), Kepulauan Canary, Spanyol.

Baca juga: Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa Lahirkan Warisan Penting di Dunia Penerbangan

Akibat kejadian itu, 583 nyawa melayang. Seluruh orang yang berada di KLM, yang jumlahnya 248, tewas. Sementara, 335 dari 396 orang yang berada di pesawat Pan Am meninggal dunia, sedangkan 61 lainnya termasuk kedua pilot dan teknisi penerbangan, selamat.

Dilansir aerotime.aero, peristiwa bermula saat dua pesawat Boeing 747, KLM dengan nomor penerbangan 4805 dari Amsterdam dan Pan Am dengan nomor penerbangan 1736 taxiing di satu-satunya runway, kemudian putar balik dan lepas landas.

Disebutkan, KLM 4805 dijadwalkan lepas landas lebih dahulu, disusul Pan Am 1736. Sebelum taxiing, sebetulnya, kedua pesawat itu parkir sama-sama di ujung runway dan bersebelahan. Selanjutnya, kedua pesawat bergerak. KLM bergerak lebih dahulu menuju ujung runway, putar balik, dan lepas landas. Sedangkan Pan Am harus menyingkir dari runway (masuk ke apron) dan membiarkan KLM take-off lebih dahulu.

Sampai di sini, tentu saja pilot di kedua pesawat seharusnya bisa saling melihat. Namun, itu bukan perkara mudah di tengah kabut tebal, yang memang menjadi masalah akut di bandara ini.

Ilustrasi kecelakaan dua Boeing 747 KLM dan Pan Am. Foto: Los Angeles Times.

Kala itu, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, cuaca cerah mendadak berganti mendung, diselimuti kabut tebal. Visibilitas rendah, pilot di kedua pesawat tak bisa melihat satu sama lain. Pun dengan petugas ATC di menara kontrol, penampakan dua Boeing 747 jumbo jadi tak kentara sekalipun keduanya berada di jalur yang bersebelahan dan posisinya sejajar.

Dikarenakan bandara tak punya radar darat, petugas hanya bisa mengetahui posisi pesawat berdasarkan laporan yang disampaikan lewat radio. Alhasil, semuanya jadi serba karut marut dan saling mengandalkan. Dari sini kecelakaan pesawat terburuk di dunia, yang juga dikenal sebagai Tragedi Tenerife, terjadi.

Ketika itu, Boeing 747 KLM yang dipiloti Jacob Van Zanten taxiing dan turn around untuk kemudian lepas landas dengan kecepatan penuh -sekalipun belum mendapat clearance ATC- tanpa menyadari apalagi melihat secara visual Boeing 747 Pam Am berada di depannya. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat dan tabrakan pun tak terhindarkan.

Akibat kejadian itu, 583 nyawa melayang. Seluruh penumpang dan kru yang berada di KLM berjumlah 248 orang, tewas seketika. Sementara, 335 dari 396 penumpang dan kru yang berada di Boeing 747 Pan Am meninggal dunia, sedangkan 61 lainnya termasuk kedua pilot dan teknisi penerbangan, selamat.

Baca juga: Menipu Kematian, Begini Kisah Horror Penumpang Selamat dari Dua Kecelakaan Pesawat Terburuk

Setelah penyelidikan lebih lanjut, penyidik menyimpulkan bahwa pilot KLM bersalah karena lepas landas tanpa izin atau clearance ATC dan tidak membatalkan take-off setelah pilot Pan Am melaporkan bahwa mereka masih di landasan dan menuju taxiway C-4 yang berada agak jauh di ujung runway, tempat KLM memulai lepas landas.

Terlebih, ketika flight engineer KLM bertanya apakah Boeing 747 yang lain sudah meninggalkan landasan, ia dengan tegas mengkonfirmasi bahwa pesawat itu telah meninggalkan landasan.

Naik Bus ke Aceh? Ini Rute Menarik yang Bisa Disinggahi

Aceh yang berada di ujung utara Pulau Sumatera ini memiliki keunikannya sendiri. Bagi para pemdik asal Aceh dan akan kembali ke kampug jalanan, pastinya memerlukan waktu yang cukup lama bila menggunakan bus yakni 4-5 hari.

Namun meski begitu, lelahnya perjalanan tersebut dibayar lunas saat melewati berbagai kota di Pulau Sumatera yang memiliki daya tariknya masing-masing. Bukan hanya alamnya, tetapi juga kuliner khas daerah tersebut. Penasaran rute menariknya mana saja?

1. Jakarta – Merak (Banten)
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak di Banten. Sebelum menyeberang ke Sumatra, pemudik bisa menikmati kuliner khas Banten seperti Sate Bandeng dan Serabi Banten.

2. Merak – Bakauheni (Lampung)
Setelah menyeberangi Selat Sunda dengan kapal feri, pemudik tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Salah satu ikon yang bisa dikunjungi adalah Menara Siger, simbol kebanggaan masyarakat Lampung dengan pemandangan laut yang indah.

3. Bakauheni – Bandar Lampung
Dalam perjalanan menuju Bandar Lampung, pemudik dapat singgah untuk menikmati kopi khas Lampung yang terkenal akan cita rasanya yang kuat.

4. Bandar Lampung – Palembang (Sumatra Selatan)
Jalur lintas timur Sumatra membawa pemudik ke Kota Palembang, di mana mereka dapat beristirahat sejenak sambil menikmati keindahan Jembatan Ampera dan mencicipi pempek legendaris.

5. Palembang – Jambi
Perjalanan berlanjut ke Jambi dengan pemandangan hutan dan sungai yang menyejukkan mata. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Candi Muaro Jambi, situs bersejarah yang kaya akan budaya Melayu.

6. Jambi – Pekanbaru (Riau)
Pekanbaru menawarkan pengalaman unik dengan hamparan perkebunan sawit dan karet. Pemudik bisa menikmati kuliner khas seperti Mie Sagu sebelum melanjutkan perjalanan.

7. Pekanbaru – Medan (Sumatra Utara)
Memasuki wilayah Sumatra Utara, perjalanan semakin menarik dengan perbukitan dan lembah yang indah. Danau Toba menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi untuk menikmati pemandangan alam yang luar biasa.

8. Medan – Banda Aceh
Perjalanan akhir menuju Banda Aceh melewati jalur pesisir barat Sumatra yang menawarkan pemandangan pantai yang eksotis. Sesampainya di Banda Aceh, pemudik dapat mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman serta menikmati kuliner khas seperti Mie Aceh dan Kopi Gayo.

Dengan jalur yang penuh dengan keindahan alam dan budaya, perjalanan mudik ke Aceh tidak hanya menjadi perjalanan pulang, tetapi juga petualangan yang menyenangkan. Para pemudik diharapkan tetap menjaga keselamatan dan menikmati pengalaman unik selama perjalanan mereka.

Bus Lintas Medan – Aceh, “Naik Haji Bagi Para Penggemar Bus”

 

Infrastruktur Jalan Berkembang, Masyarakat Papua Bisa PIlih Bus Jadi Alternatif Perjalanan

Papua, dengan lanskap alamnya yang penuh tantangan, sering kali lebih mengandalkan transportasi udara dan laut untuk mobilitas masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, moda transportasi darat, termasuk bus, mulai berkembang seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan yang terus dilakukan pemerintah.

Keberadaan bus di Papua kini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk bepergian dari satu kota ke kota lain dengan biaya lebih terjangkau. Sayangnya, daerah Papua memiliki tantangan yang cukup besar untuk transportasi darat.

Pasalnya, Papua memiliki medan yang sangat beragam, mulai dari pegunungan tinggi, hutan lebat, hingga rawa-rawa yang luas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengoperasian bus antarkota dan antarprovinsi.

Meski begitu, upaya pembangunan jalan Trans Papua yang menghubungkan berbagai wilayah terus digenjot agar akses transportasi semakin terbuka. Salah satu jalur yang sudah mulai ramai digunakan adalah jalur Merauke – Timika – Nabire yang menjadi bagian dari Trans Papua.

Di jalur ini, bus dan travel mulai beroperasi secara reguler, meskipun masih menghadapi kendala seperti kondisi jalan yang belum sepenuhnya mulus dan cuaca ekstrem yang bisa menghambat perjalanan. Memiliki banyak tantangan, tetapi bagi masyarakat yang ingin lebih hemat biaya, perjalanan menggunakan bus bisa menjadi pilihan.

Beberapa layanan bus dan travel di Papua menawarkan rute-rute strategis dengan tarif yang lebih terjangkau dibandingkan harga tiket pesawat yang sering kali mahal. Meski durasi perjalanan lebih lama, banyak penumpang yang memilih bus karena lebih ekonomis dan bisa menikmati pemandangan alam Papua yang luar biasa.

Perjalanan darat dengan bus atau travel di Tanah Papua, memiliki masa depan yang cukup signifikan. Sebab, infrastuktur jalan sudah semakin berkembang dan harapan untuk transportasi darat yang lebih baik di Papua semakin besar.

Ini karena emerintah terus berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, yang diharapkan akan mendorong lebih banyak operator bus untuk membuka layanan di berbagai kota. Selain itu, masyarakat berharap pemerintah dan pihak swasta dapat menghadirkan armada bus yang lebih nyaman dan aman, sehingga perjalanan darat di Papua menjadi lebih efisien dan bisa menjadi pilihan utama bagi banyak orang.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, kehadiran bus di Papua merupakan langkah maju dalam membangun konektivitas dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan lebih mudah. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, transportasi darat di Papua berpotensi menjadi lebih andal dan merata di masa depan.

Profile Pilatus Porter PC-6, Pesawat Susi Air Buatan Swiss yang Kecelakaan di Papua

Jalur Kenangan Banjar-Pangandaran dengan Sejuta Panorama Eksotis dan Bersejarah

Jalur kereta api Banjar-Cijulang mulai dibangun pada 1911. Pemerintah Hindia Belanda melihat pembangunan jalur ini sebagai pembuka isolasi daerah sekaligus langkah awal mengembangkan kawasan Pangandaran yang terkenal subur. Potensi ekonomi Pangandaran memang cukup besar. Salah satu hasil bumi yang menjadi andalannya adalah padi. Jalur ini membentang sekitar 82 kilometer, termasuk dalam Wilayah Aset II Bandung.

Keunikan jalur ini terletak pada jumlah jembatan dan terowongan yang melintasinya. Terdapat empat terowongan, di antaranya Terowongan Batulawang (281,5 meter), Terowongan Hendrik (105 meter), Terowongan Juliana (147,70 meter), dan yang paling mengesankan, Terowongan Sumber atau dulu dikenal dengan nama Terowongan Wilhelmina (1.116,10 meter).

Selain keempat terowongan yang memiliki nama-nama unik, ada pula jembatan yang membentang pada jalur tersebut yakni Jembatan Cikacepit dengan panjang 290 meter dan Jembatan Ciputrapinggan dengan panjang 34 meter yang sempat roboh pada tahun 1950 akibat banjir bandang dari luapan Sungai Ciputrapinggan.

Jembatan Cikacepit yang dijadikan aset cagar budaya PT KAI dengan rangka jembatan yang masih kokoh. (Foto: Dok. Istimewa)

Jembatan dan terowongan KA tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan menjadi daya tarik wisata edukasi. Dari total jarak 82,16 kilometer, 72 kilometer adalah lintasan datar, sementara sekitar 10 kilometer adalah menembus pegunungan. Informasi berbagai sumber mengatakan bahwa total jembatan yang dibangun ada 54 unit dengan panjang total 1.520 meter.

Tapi yang kini dijadikan cagar budaya adalah tiga jembatan terpanjang. Masing-masing jembatan Cikacepit atau Cipamotan sepanjang 310 meter dengan kedalaman 38 meter, kedua jembatan Cipambokongan sepanjang 299 meter dengan kedalaman 40 meter, dan ketiga jembatan Cikabuyutan panjang 176 meter dengan kedalaman 34 meter.

Sempat kabar yang menggembirakan dari informasi akan kembali dibuka pada jalur Banjar-Cijulang ini, sempat ada upaya reaktivasi pada tahun 1997 dan wacana yang digaungkan kembali pada tahun 2018 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, namun hingga kini, jalur ini masih terkatung-katung dalam sejarah.

Rencananya reaktivasi dilakukan setelah jalur kereta api Cibatu–Cikajang direaktivasi karena lahan yang masih memungkinkan dibandingkan Rancaekek–Tanjungsari dan Cikudapateuh–Ciwidey. Hingga saat ini sepanjang jalur dari Banjar sampai ke Cijulang, saat ini memang sudah banyak yang diduduki warga, bahkan dengan bangunan permanen. Sehingga wacana reaktivasi jalur KA tersebut belum ada titik terang untuk direaktivasi kembali.

Inilah “Hendrik”, Terowongan Kereta Terpendek di Indonesia

Kisah Stasiun Cilegon, Selain Penumpang Juga Sibuk dengan Langsiran Gerbong Era PJKA

Stasiun Cilegon (CLG) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Jombang Wetan, Jombang, Cilegon. Stasiun yang terletak pada ketinggian +14 meter ini termasuk dalam pengelolaan KAI Commuter dan letaknya berdekatan dengan Masjid Agung Cilegon Nurul Ikhlas.

Saat ini, Stasiun Cilegon hanya memiliki lima jalur. Di mana 2 dari 5 jalur tersebut merupakan jalur sepur lurus. Sedangkan jalur 1 dan 3 hanya digunakan sebagai tempat menyimpan rangkaian gerbong datar. Untuk jalur 4 dan 5 sendiri, jalur ini hanya digunakan sebagai tempat menyimpan bekas gerbong-gerbong dan barang tua.

Bagian emplasemen Stasiun Cilegon (Foto: Dok. KAI Commuter)

Dari segi sejarah, Stasiun Cilegon dibuka oleh Staatsspoorwegen (SS) sebagai kelanjutan jalur dari Stasiun Rangkasbitung menuju Serang pada 1 Juli 1900, yang kemudian dilanjutkan kembali hingga ke dekat Pelabuhan Anyer Kidul pada 1 Desember 1900 (termasuk membuka Stasiun Tjilegon).

Pada 1 Desember 1914, dibuat sebuah jalur percabangan di Stasiun Krenceng yang mengarah ke daerah Merak untuk mengakomodasi Pelabuhan Merak yang lebih dekat untuk menyeberang ke Lampung. Pada era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) hingga era Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), emplasemen Stasiun Cilegon digunakan untuk tempat menyimpan sekaligus juga tempat langsiran gerbong-gerbong barang angkutan baja coil yang menuju ke percabangan jalur pabrik PT Krakatau Wajatama, anak perusahaan dari PT Krakatau Steel.

Sibuknya Stasiun Cilegon kala itu membuat beberapa seri lokomotif yang digunakan sebagai langsir gerbong-gerbong tersebut, seperti lokomotif BB 300, C 300, D 301, dan juga sebuah lokomotif langsir buatan pabrik Nippon Yusoki (Nichiyu). Setelah masa dinasnya berakhir, lokomotif langsir berukuran kecil ini di preservasi dan dijadikan sebuah monumen di area taman PT Krakatau Wajatama. Diperkirakan pada ada awal era 2000-an, aktivitas langsiran gerbong-gerbong KA angkutan baja coil ini pun akhirnya berhenti, dan layanan KA yang menuju ke percabangan jalur PT Krakatau Wajatama akhirnya ditutup.

Bekas gerbong tua seri YYW (kanan), GW (kiri belakang), dan YR (kiri depan) berada di jalur 4 dan 5 Stasiun Cilegon (Foto: Dok. Istimewa)

Saat ini Stasiun Cilegon menjadi pusat keramaian masyarakat yang akan menggunakan kereta api khususnya KA Lokal yang menghubungkan ke berbagai daerah di wilayah Banten, seperti Merak, Serang dan Rangkasbitung.

Tak hanya itu per tanggal 25 Maret, Stasiun Cilegon merupakan stasiun pemberhentian terakhir sementara untuk KA Commuter Line Merak pada angkutan Lebaran 2025. Pemberhentian terakhir sementara di stasiun ini untuk menghindari penumpukan penumpang di Stasiun Merak. Kemudian bagi penumpang yang akan melanjutkan sampai ke Stasiun Merak dan menyeberang ke Pulau Sumatera, pihak dari KAI sudah menyediakan shuttle gratis untuk memperlancar jalannya arus mudik.

Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry