Don’t Worry, Ibu Hamil Tetap Aman Untuk Lakukan Penerbangan

Selain lansia, ibu hamil juga mendapat perhatian khusus dalam suatu perjalanan yang menggunakan transportasi massal. Sebut saja PT KAI memberi larangan bagi ibu hamil dengan usia kehamilan 3 sampai 7 bulan untuk naik kereta api. Di pesawat udara pun diberlakukan ketentuan-ketentuan untuk wanita yang sedang hamil, tujuannya tak lain agar janin dalam kandungan tidak mengalami gangguan akibat dampak dari perjalanan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari babymed.com, ada beberapa langkah untuk terbang aman selama masa kehamilan, berikut langkah-langkah yang baik untuk ibu hamil untuk menumpang pada sebuah pesawat.

1. Keterbatasan gestasional
Biasanya tidak ada batasan untuk seorang ibu hamil pada trimester pertama dan kedua kehamilan untuk terbang. Tetapi pada trimester ketiga, sebaiknya seorang ibu hamil harus menanyakan kepada dokter kandungan, sebab dokter kandungan pemegang keputusan agar tidak terjadi apa-apa di pesawat. Sebagai langkah lanjutan dari dokter, bisa saja ibu hamil akan diberikan obat penguat kandungan.

2. Tempat duduk
Baiknya memilih tempat duduk yang memiliki area agak sedikit luas, contohnya seperti di dekat pintu darurat ataupun di dekat lorong. Ini untuk memudahkan seorang ibu hamil bergerak lebih leluasa di dalam pesawat. Selain itu, seorang ibu hamil juga harus mendapatkan tempat untuk menyanggah kaki. Karena kaki seorang ibu hamil mudah bengkak dan mengurangi penggumpalan darah.

prenagen.com

3. Banyak minum
Dalam penerbangan, seorang ibu hamil diharuskan banyak minum. Ini untuk mengurangi rasa haus pada seorang ibu hamil. Bila menggunakan penerbangan low cost carrier (LCC) biasanya penumpang bisa membawa air minum sendiri (domestik) sedangkan untuk internassional, baiknya seorang ibu hamil mempertanyakan kepada petugas maskapai untuk diijinkan membawa minuman sendiri sebab, minuman yang diberikan dalam penerbangan terbatas.

Baca Juga: PT KAI Terbitkan Peraturan Baru Bagi Ibu Hamil

4. Makanan
Makanan di dalam pesawat biasanya lebih sering dipanaskan di bandingkan makanan yang fresh. Baiknya seorang ibu hamil mempersiapkan makanan sendiri seperti kue ataupun makanan ringan lainnya.

5. Toilet
Ibu hamil paling sering menggunakan toilet dalam pesawat. Padahal untuk orang biasa, toilet adalah tempat yang paling jarang digunakan. Karena ibu hamil sering menggunakan toilet, ada baiknya memesan tempat duduk dekat dengan toilet agar mudah bila ingin ke toilet.

Baca Juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

6. Gumpalan darah dan berjalan
Karena ibu hamil pasti kakinya bengkak, saat berjalan gunakan kedua tangan untuk memegang sisi tempat duduk. Apalagi saat turbulensi ini adalah masalah paling potensial bagi seorang ibu hamil.

7. Pedoman penerbagan
Hampir semua penerbangan memiliki panduan khusus untuk ibu hamil. Baiknya, sebelum memesan tiket pesawat, hubungi maskapai untuk menanyakan hal terkait kehamilan. Ini untuk menghindari masalah yang timbul setelah pembayaran tiket.

Baca Juga: Peragaan Alat Keselamatan Penerbangan, Masih Efektifkah?

8. Sabuk pengaman
Sauk pengaman yang digunakan oleh seorang ibu hamil harus terpasang di paha atas dan di bawah perut. Untuk menjaga ibu hamil dari sesak.

9. Rekam medis
Baiknya bawa selalu rekam medis saat kehamilan. Catatan ini biasanya berguna jika dokter memberikan petunjuk untuk kesehatan ibu hamil selam di pesawat, sehingga jika terjadi masalah pada sang ibu dalam penerbangan, catatan ini bisa bermanfaat bagi perawat penerbangan.

Baca Juga: Naik Pesawat Bawa Stroller, Simak Beberapa Tipsnya!

10. Komplikasi
Seorang ibu hamil yang memiliki masalah komplikasi pada kehamilannya, sangat penting mendapat izin dari dokter yang merawat. Komplikasi ini biasanya meliputi kehamilan multiple dan tekanan darah tinggi. Sebab tekanan di dalam kabin saat terbang bisa meningkatkan tekanan darah. Jika pasien mengalami lebih tinggi dari tekanan darah normal yang dimulai karena kehamilan, kenaikan tambahan ini bisa terbukti merugikan kesehatan ibu dan bayi.

Penumpang Ngamuk, Sopir Taksi Online Diludahi

Seorang pengemudi taksi online Lyft bernama Michelle Jenning mengangkut penumpang wanita bernama Stephanie Young pukul 08.00 malam waktu Florida tanggal 29 April lalu. Saat itu di dalam video, Young terlihat bersin-bersin dan sedikit flu. Terlihat juga dirinya merobek sandaran kepala tempat duduknya untuk mengelap ingus.

Baca juga: Oslo, Kota Dengan Tarif Taksi Termahal di Dunia, Jakarta Ada Diurutan Berapa Ya?

Dilansir KabarPenumpang.com dari mirror.co.uk (24/5/2017), perilaku buruk Young ini tertangkap kamera tersembunyi yang berada di mobil Jennings tersebut dan dirinya tak sadar bahwa terekam kamera. Awalnya kamera tersebut belum menyala, namun saat perempuan 28 tahun itu melepas penutup kepala dan membuang ingusnya pada penutup bangku, Jennings langsung menyalakannya.

Atas kejadian ini, Jennings yang tidak suka dengan perlakuan Young sebagai penumpang, berulang kali berdebat di dalam mobil. Kemudian, karena kesal Jennings memberhentikan mobil disebuah tempat parkir dan meminta ongkos kepada Young. Young yang juga terlihat kesal mengumpat kata-kata kasar sembari menghina Jennings yang berkulit hitam.

The Sun (Kuku Jennings akibat pukulan Young)

“Anda mau mengusir saya dari sini karena tidak memiliki kulit yang sama dengan Anda?” ujar Young dengan kasar yang di ikuti dengan caci maki.

Baca juga: Uber Hadirkan Beacon LED, Mudahkan Navigasi Pengemudi

Saat itu, Young kembali mengulurkan tangan sambil menunjuk-nunjuk ke arah muka Jennings. Tak lama, usai menunjuk-nunjuk dan membuat batuk yang keras di samping telinga Jennings. Jennings kemudian mencari bantuan dari petugas keamanan di tempat parkir yang kemudian kembali membuat marah Young dan sempat mendorong-dorong tubuhnya ke arah Jennings. Kemudian, dengan kasar Young juga meludahi Jennings dengan tiba-tiba.

Saat itu karena tidak ingin dirinya terluka lebih parah, Jennings keluar dari mobil dan menjatuhkan kameranya serta menemui petugas untuk memanggil polisi dan membantunya. Dari kejadian ini, Jennings kemudia memposting foto-foto terkait kerusakan yang dilakukan Young kepadanya termasuk kuku yang patah dan rambut yang tertarik.

Baca juga: Wow! Uber Canangkan Program Taksi Drone

Tak hanya itu, polisi yang mengamankan kejadian tersebut selain menginterogasi Jenning, juga menginterogasi kepada Young dalam waktu singkat. Dari kejadian ini, pihak Lyft, saat ini sudah melarang adanya layanan ride-sharing. “Segala jenis kekerasan di dalam perjalanan adalah penghianatan terhadap nilai dan kebijakan yang diterapkan oleh Lyft,” ujar juru bicara Lyft.

Muncul Hotspot Berbau Teror, Penumpang Thomson Airways Terpaksa Dipulangkan

Lagi, puluhan wisatawan yang berada di dalam penerbangan Thomson Airways terbengkalai setelah seorang penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut menemui sebuah hotspot mobile dengan nama Jihadi London pada Selasa (23/5/2017) kemarin. Pesawat tersebut hendak bertolak dari Mexican Tourist Resort di Cancun, sebuah kota  yang terletak di Semenanjung Yucatán yang berbatasan dengan Laut Karibia, menuju ke Bandara Gatwick yang terletak di sebelah Tenggara Inggris.

Baca Juga: Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif

Akibat penemuan tersebut, sang pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat guna memastikan keamanan dari penerbangan tersebut. Kejadian tersebut berlangsung tidak lama setelah teror bom yang melanda Manchester beberapa waktu yang lalu. Sebagaimana KabarPenumpang.com lansir dari laman Mirror.co.uk, penuturan salah satu saksi dalam kejadian tersebut, Ny. Middleton mengatakan perjalanan tersebut awalnya berjalan normal hingga seorang penumpang menemukan hotspot tersebut. “Semua penumpang telah naik ke dalam maskapai tersebut dan semuanya masih berjalan seperti biasa, hingga kapten pesawat mengumumkan penemuan hotspot dengan nama Jihadi London berdasarkan laporan dari salah satu penumpang,” tuturnya.

Dinilai sebagai penemuan yang bisa saja membahayakan para penumpangnya, kapten pesawat lalu meminta kepada para penumpangnya untuk maju ke depan jika ada yang mengetahui atau membuka jaringan hotspot tersebut. Menurut Ny. Middleton, setelah kurang lebih 30 menit tidak ada yang mengaku, akhirnya kapten pesawat memilih untuk melakukan pendaratan darurat guna mengungkap penemuan tersebut.

Baca Juga: Yang Tabu Saat Anda Berada di Bandara

Tidak dijelaskan dimana maskapai Thomson Airways tersebut melakukan pendaratan darurat, namun kondisi di dalam kabin maskapai tersebut semakin mendebarkan setelah beberapa petugas kepolisian masuk dan mulai memeriksa setiap gadget yang dibawa oleh penumpang. “Suasana sangatlah tegang, ditambah dengan tangisan anak-anak yang seolah memecah keheningan kabin dan awak pesawat yang terus mondar-mandir,” ungkan Middleton.

Sejurus kemudian, petugas keamanan beserta pihak berwajib mengatakan penerbangan tersebut aman karena tidak ditemukannya sesuatu yang mencurigakan, namun sang kapten Thomson Airways tidak lantas percaya begitu saja, mengingat nyawa para penumpangnya seakan dipertaruhkan dalam penerbangan berbau tindak teror tersebut.

Menurut Middleton, jadwal penerbangan para penumpang yang berada di dalam penerbangan TOM039 tersebut terpaksa diurungkan hingga keesokan harinya (Rabu) dengan pengamanan yang lebih ketat. Penundaan keberangkatan tersebut diambil oleh pihak maskapai karena mereka harus memeriksa seluruh bagian pesawat, termasuk bagasi, untuk memastikan perjalanan menggunakan pesawat tersebut aman.

Baca Juga: Qatar Airlines dan Beberapa Maskapai Timur Tengah Sewakan Laptop Pada Penumpang

“Kami (penumpang pesawat) tiba kembali di hotel sekitar pukul 21.30 setelah sebelumnya penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat pada pukul 16.55 waktu setempat,” ujar Middleton. Sementara itu, pihak maskapai Thomson Airways mengajukan permohonan maaf atas insiden teror yang terjadi. “Kami memohon maaf kepada pelanggan kami yang tertunda keberangkatannya, karena kekhawatiran keamanan potensial meningkat sebelum pesawat take-off pada hari Selasa tanggal 23 Mei 2017 di pesawat TOM039 dari Cancun menuju London Gatwick. Pemeriksaan keamanan penuh kami lakukan sebagai tindak pencegahan di dalam pesawat dan kami memutuskan untuk menjadwal ulang penerbangan dan mengembalikan penumpang secepat mungkin.” ujar pihak maskapai.

Selama Ramadhan, Dirlantas Abu Dhabi Larang Truk dan Bus Beroperasi Saat Peak Hour

Kepolisian Abu Dhabi di Uni Emirat Arab mengeluarkan peraturan baru menjelang Bulan Suci Ramadan yang akan jatuh pada esok hari, 27 Mei. Peraturan tersebut terkait larangan kendaraan berat untuk menggunakan jalan ketika peak hours yang terjadi pada jam kerja (pagi hari) dan jam pulang kerja (sore hari). Adapun kendaraan berat yang dilarang untuk menggunakan jalan meliputi truk besar dan bus yang mampu menampung hingga 50 penumpang. Peraturan baru tersebut diwartakan KabarPenumpang.com dari laman khaleejtimes.com, Rabu (24/5/2017).

Baca Juga: TransJakarta Gaet Coca Cola Untuk Bagi-Bagi Tajil Gratis

Bukan tanpa alasan, pelarangan kendaraan besar melintasi jalan raya tersebut merupakan salah upaya pihak kepolisian Abu Dhabi dalam menciptakan kondiisi lalu lintas yang lancar selama bulan Ramadan dan meminimalisir kemungkinan kecelakaan yang ditimbulkan oleh kendaraan besar tersebut. Direktur Bagian Lalu Lintas di Direktorat Lalu Lintas dan Patroli di Komando Umum Kepolisian Abu Dhabi, Kolonel Mohammed Dahi Al Himiri mengatakan, larangan tersebut berlaku mulai pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat, dan pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat.

Kolonel Mohammed Dahi meminta kepada seluruh pengemudi kendaraan berat dan truk untuk mematuhi peraturan baru tersebut agar dapat turut serta menciptakan kondisi jalan yang lebih aman dan kondusif selama bulan Ramadhan. Tidak hanya jalan raya, Kolonel Mohammed Dahi juga mengatakan Direktorat Lalu Lintas dan Patroli di Komando Umum Kepolisian Abu Dhabi tengah mengupayakan untuk meminimalisir kemacetan yang biasanya terjadi di sekitaran pusat perbelanjaan dan jalur-jalur alternatif lainnya.

Baca Juga: Nikmati Perjalanan dengan Makanan dan Minuman Sehat

Tidak lupa, Kolonel Mohammed Dahi mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati selama berkendara di bulan Ramadan mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku, tetap berkendara dalam batas kecepatan normal, memakai sabuk pengaman, tidak menggunakan handphone selama mengemudi, menjaga jarak aman dengan kendaraan yang berada di depannya, dan selalu waspada ketika mengemudi.

Lain di Abu Dhabi, lain pula dengan dalam negeri. Para penyedia jasa layanan transportasi lebih memikirkan untuk menyediakan tajil bagi para penumpang muslim yang sedang berada di dalam moda berbasis massa seperti TransJakarta. Rencananya, pihak TransJakarta akan membagikan tajil di halte-halte busway menjelang waktu berbuka puasa. Sedangkan dari pihak Kepolisian Republik Indonesia nampaknya tidak mengeluarkan aturan khusus seperti di Abu Dhabi.

TransJakarta Gaet Coca Cola Untuk Bagi-Bagi Tajil Gratis

Esok hari, tepatnya tanggal 27 Mei , umat Muslim akan mulai menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan hingga satu bulan kedepan. Tak ubanya ritme dalam keseharian, sebagian besar pekerja di Ibu Kota diperkirakan bakal berbuka puasa di dalam angkutan umum seperti di kereta komuter dan bus TransJakarta. Nah, ternyata ada yang intimewa di bulan puasa kali ini, pasalnya PT TransJakarta telah berkerjasama dengan PT Coca Cola Amatil Indonesia untuk menyediakan tajil gratis bagi penumpang selama bulan puasa 2017.

Baca juga: Nikmati Perjalanan dengan Makanan dan Minuman Sehat

Budi Kaliwono, Direktur TransJakarta mengatakan, PT Coca Cola Indonesia akan menyediakan minuman Freshtea sebanyak 400 ribu botol untuk di distribusi selama satu bulan penuh. Dia menambahkan, untuk tahun 2017 ini, PT TrasnJakarta sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk tajil.

“Tahun 2016 lalu, kami masih membayar sedikit ke perusahaan penyedia tajil untuk penumpang. Ada 20 ribu tajil erhari yang akan diberikan, jadi tidak semua penumpang akan dapat,” ujar Budi saat dikutip KabarPenumpang.com dari wartakota.tribunnews.com (23/5/2017).

Nantinya tajil ini akan mulai dibagikan pukul 17.30 – 18.00 WIB bagi penumpang yang akan menggunakan trasportasi massal bus TransJakarta. Tajil yang dibagikan, bisa diminum oleh penumpang saat di dalam bus untuk membatalkan puasa. Tak berhenti dengan PT Coca Cola saja, Budi juga mengatakan akan mencari perusahaan swasta yang hendak memberikan tajil bagi penumpang yang turun dari bus TransJakarta. “Selama bulan puasa, kami memperbolehkan penumpang makan dan minum di dalam bus, terkhusus di jam buka puasa,” tutur Budi.

Dari TransJakarta yang membagikan tajil gratis bersama PT Coca Cola Indonesia, KabarPenumpang.com juga memberikan beberapa tips makanan dan minuman yang diperlukan saat berbuka puasa.

1. Jangan minum soda
Baiknya hindari minuman bersoda saat berbuka puasa, karena bisa menaikkan asam lambung yang akan membuat penyerapan nutrisi terhambat. Selain itu bisa memunculkan resiko hipertensi dan menjadi pemicu utama penyakit diabetes. Apalagi saat puasa, kalori dan gula di dalam tubuh berkurang. Soda saat buka puasa memang terlihat segar apalagi diberi es batu, tapi ini juga ancaman untuk membuat Anda obesitas, padahal puasa juga digunakan untuk membantu kesehatan bukan memperburuk kesehatan.

2. Minum yang manis
Minum teh manis yang hangat, ini bisa mengantikan kalori dan kebutuhan gula dalam tubuh yang hilang selama puasa.

3. Makan yang manis
Jangan langsung makan, makanan berat saat berbuka puasa. Ini juga akan membuat lambung kaget, baiknya makan buah atau kurma sebagai pembuka. Setalah itu baru makan makanan berat selang setengah hingga satu jam.

42 Technology Tawarkan Konsep Integrasi Kabin Penumpang dan Bagasi di Gerbong

Sebuah firma asal Inggris, 42 Technology menjadi salah satu dari tiga pemenang dalam sebuah kompetisi ‘Tomorrow’s Train Design Today’ yang diadakan pada tahun 2015 silam. Sesuai dengan namanya, kompetisi tersebut membuka kesempatan bagi para pesertanya untuk mendesain sebuah kereta yang belum pernah ada sebelumnya, tentu saja dengan kelebihannya masing-masing. 42 Technology menetaskan sebuah ide dimana penumpang dapat berada di dalam satu gerbong bersama dengan barang bawaan mereka sendiri yang biasanya di simpan di bagasi. Kini, hanya tinggal menunggu waktu agar dapat merasakan kelebihan dari ide tersebut.

Baca Juga: Jerman Siap Operasikan Kereta Penumpang Tanpa Emisi Pada 2018

Ialah Zane van Romunde dari 42 Technology yang mulai memperkenalkan sistem tempat duduk baru di kereta. Pameran Railtex 2017 yang diadakan pada tanggal 9-11 Mei 2017 di Birmingham, Inggris tersebut seolah menjadi saksi pengenalan tempat duduk baru tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Zane mengutarakan ide ini tercetus ketika pihak 42 Technology ditugaskan untuk menghabiskan dana senilai 2,2 juta Euro dari pihak penyelenggara untuk membuat sebuah  desain yang nantinya akan dipertimbangkan untuk menjadi masa depan perkereta-apian. Pagelaran tersebut diadakan oleh tim FutureRailway dari Rail Safety and Standards Board (RSSB) Inggris.

Zane van Romunde. Sumber: 42Technology

Zane mengungkapkan ide tersebut berupa pembuatan gerbong yang bisa dikonfigurasi untuk membawa penumpang atau barang secara berbarengan ketika dibutuhkan. Tujuan utama dibalik ide ini adalah untuk mengurangi emisi yang ditimbulkan dari moda darat berbasis massa seperti kereta api. Sistem dengan nama Adaptable Carriage ini bekerja dengan membiarkan kursi dan meja disimpan secara otomatis untuk menciptakan ruang yang bisa digunakan untuk menyimpan barang.

Baca Juga: Ikuti Perkembangan Jaman, Kereta-Kereta Ini Pasang Teknologi Teranyar

Zane mengatakan dengan mengadaptasi sistem ini memungkinkan gerbong dapat mengangkut penumpang yang lebih signifikan, terutama pada layanan off-peak. “Membawa barang ke kereta bukanlah ide baru, namun memiliki ruang fleksibel yang bisa dikonfigurasi untuk membawa penumpang atau barang merupakan gagasan pertama yang ada di dunia,” tukas Zane percaya diri. Pihak 42 Technology mengatakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga menit untuk merubah mode tempat duduk menjadi ruang untuk menyimpan barang, dan semuanya dilakukan tanpa tenaga manusia alias otomatis.

Sumber: 42Technology

Kursi dan meja yang terdapat di gerbong ini saling terhubung satu sama lain dan menempel pada bagian dinding gerbong. Terdapat juga sebuah mesin otomatis yang berada di balik dinding gerbong yang digunakan untuk memindahkan rangkaian kursi dan meja tersebut. Zane mengingatkan bahwa konfigurasi tersebut hanya berfungsi untuk membawa penumpang atau barang, tidak untuk keduanya dalam waktu yang bersamaan.

Namun, dibalik titel pemenang yang disandang oleh 42 Technology dengan temuannya ini, bukan berarti mereka bebas dari kendala di masa yang akan datang. “Menemukan cara untuk menambahkan mekanisme yang diperlukan tanpa mengubah struktur atau tata letak gerbong, serta memastikan sistem tersebut memenuhi prosedur peraturan dan keselamatan,” terang Zane.

Baca Juga: Peuyeum Dilarang Masuk Kabin Kereta?

Pertanyaan muncul ketika sistem ini dikhawatirkan akan mengurangi jumlah bangku normal pada sebuah gerbong kereta. “Sistem ini telah dirancang secara khusus sebagai sistem modular yang fleksibel, sehingga tidak berdampak pada tata letak kereta saat ini dan dapat mengakomodasi jumlah meja atau format tempat duduk yang dibutuhkan oleh operator kereta api,” jawabnya. “Kami (42 Technology) memperkirakan sistem ini dapat mulai diadaptasi pada tiga tahun mendatang.” Tutup Zane.

Saatnya Menikmati Musim Peragaan Busana di Bandara

Beragam upaya dilakukan pengelola bandara untuk membuat calon penumpang merasakan kenyamanan. Selain upaya peningkatan fasilitas, sajian hiburan juga menjadi poin yang menjadi perhatian di kalangan pengelola bandara di Tanah Air, terlebih bila hiburan yang dimaksud bisa turut mempromosikan wisata dan budaya. Salah satu yang berkembang setahun belakangan adalah peragaan busana (fashion show) dari para model catwalk.

Baca juga: Toilet Tiga Dimensi Ada di Bandara Sepinggan Balikpapan

Kegiatan peragaan busana di bandara awalnya berlangsung di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 20 Juli 2016. Bertajuk “Terminal 3 Fashion Show” sebuah peragaan busana di gelar berkat kerjasama antara Angkasa Pura II dengan Ikatan Perancang Busana Indonesia. Ini merupakan debut fashion show pertama di Indonesia yang bertempatkan di bandara Internasional. Eskalator pun “dirubah” menjadi panggung runway peragaan busana yang bertemakan fashionable traveling outfit.

Selanjutnya tak mau ketinggalan, PT Angkasa Pura I (Angkasa Pura Airports) di Bandara Adisumarmo, Solo pada 30 September 2016, juga menggelar peragaan busana dengan tema yang diusung adalah batik, lantaran disiapkan dalam rangka menyambut hari Batik Nasional. Kemudian bergeser ke ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Bandara Blimbingsari, yang berlokasi di Banyuwangi juga digelar pagelaran serupa. Berbeda dengan Soetta dan Adisumarmo, Bandara Blimbingsari bukan dikelola oleh pihak Angkasa Pura I, melainkan dikelola Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di Bandara Blimbingsari tema yang diangkat adalah festival kebaya.

Baca juga: Pilah-Pilih Lounge Eksekutif di Bandara

Agak berbeda, penyelenggaraan fashion show di Bandara Blimbing berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (21-22 April 2017) dan melibatkan 100 desainer kebaya. Para desainer ini menampilkan keragaman gaya kebaya mulai dari kasual, klasik, glamor, hingga kontemporer. Puluhan produk desain kebaya karya desainer asli daerah pun dipamerkan secara apik pada pagelaran ini.

Dan tren peragaan busana di bandara diperkirakan terus menjamur, yang paling baru adalah Jawapos Fashion Surprise 2017 yang dilangsungkan di Bandara Juanda Surabaya pada 19 Mei 2017. Mengambil lokasi di Terminal 2 (T2) Bandar Udara Internasional, acara dibuka dengan para model catwalk dengan memperagakan busananya didepan para pengguna jasa Bandara Internasional Juanda. Jawa Pos Fashion Surprise 2017 adalah hasil kolaborasi atau kerjasama antara Jawa Pos dengan PT. Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, dimana dalam kegiatan ini melibatkan para Fashion Designer, Entrepreneur Butik & Fashion Accessories juga Hair Dresser dengan konsep Fashion Show di tempat umum seperti di Bandara.

Baca juga: Inilah Alasan PT Angkasa Pura I Berganti Jadi “Angkasa Pura Airports”

Acara ini mendapat respon positif dari para pengguna jasa Bandara Juanda salah satunya Bapak Agung Rahman mengatakan dengan adanya fashion show ini dia sangat tertarik karena unik karena biasanya catwalk di atas panggung tetapi kali ini catwalk di bandara dan di tambah lagi busana batik dikenakan para modelnya juga terlihat sangat modern. Jika melihat trend, ditambah peluang mengintegrasikan peluang bisnis dari beberapa pihak, nampaknya lenggak lenggok model cantik di bandara bakal lebih sering terlihat.

Ini Alasan Pentingnya Plastik Wrap Untuk Barang Bawaan

Setiap bandara baik di terminal domestik maupun internasional pasti memiliki satu tempat untuk membungkus tas atau barang bawaan penumpang pesawat. Tetapi, masih banyak yang berpikiran untuk apa dan kenapa tas dan barang harus di rekatkan dengan plastik wrap? Terkadang pertanyaan itu muncul begitu saja.

Mungkin sebagian dari Anda sudah banyak yang menggunakan dan sebagian lagi belum. Padahal plastik ini berguna salah satunya untuk membuat tas atau barang bawaan lebih padat dan lebih kecil. Dari pengamatan KabarPenumpang.com dan dari laman smartwomentravelers.com sebenarnya ada beberapa alasan lain banyak penumpang yang menggunakan plastik wrap untuk membungkus tas dan barang bawaan.

1. Melindungi dari kecurian
Plastik warp yang melapisi bagian luar dari tas atau barang bawaan Anda bisa menghindari tangan-tangan usil dari oknum yang ingin mengambil isi barang bawaan Anda. Sebab, bila sudah di bungkus dengan plastik dengan ketat, tangan-tangan jahil para oknum pastinya tidak akan lagi tertarik. Karena bila merobek dan saat barang bawan Anda melewati ban berjalan pastinya Anda curiga dan bisa saja melapor langsung pada petugas keamanan atas pengrusakan tas atau barang bawaan.

Baca Juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

2. Tak mungkin terambil orang lain
Pastinya bukan hanya Anda yang menggunakan plastik wrap untuk membungkus barang bawaan, tetapi banyak penumpang lain yang juga menggunakannnya. Namun, tak akan tertukar bila Anda tahu bentuk barang bawan Anda sendiri apalagi saat barang tersebut tak di ambil orang lain, ada kemungkinan itu milik Anda.

3. Melindungi dari kerusakan
Perlindungan adalah hal utama untuk tas atau barang bawaan Anda. Apalagi bila koper dan barang bawan Anda terbungkus dari bahan yang mudah rusak bila kena air. Saat hujan, tas atau barang bawaan yang mudah rusak pasti akan cepat jebol dan membuat barang berantakan. Dengan plastik wrap yang melapisi, bisa melindungi dari air, sehingga saat di masukkan atau dikeluarkan dari bagasi pesawat dan kondisi sedang hujan, barang tidak akan basah dan tetap aman.

Baca Juga: Koper di Kargo Aman, Penerbangan Pun Nyaman

Di Indonesia sendiri, untuk wrappring tas dengan plastik wrap dikenakan biaya Rp25-35 ribu per barangnya. Ini banyak di temukan di setiap bandara Indonesia. Memang terkadang tidak terlalu perlu apalagi bila barang Anda masuk ke dalam kabin. Biasanya wrapping tas ini lebih berguna bila barang masuk dalam bagasi.

Salah satu perusahaan wrapping terkenal adalah Secure Wrap dan hadir di Amerika Serikat ada di tiga bandara yakni JFK, IAH dan MIA. Namun bila di total, Secure Wrap sudah hadir di 52 bandara di 17 negara. Tak hanya memwrapping tetapi menawarkan bantuan bagi barang yang hilang dan memberikan pembungkus koper lainnya.

Baca Juga: Aturan Baru Bagasi di Bandara Internasional Dubai

Boeing Tampilkan Konsep Kamar Mandi Mewah Pada Business Jet Class

Dapatkah Anda membayangkan terdapat sebuah toilet yang ada di dalam sebuah moda transportasi berbasis massa? Tentu saja untuk moda darat seperti bus dan kereta api, toilet tersebut terkesan sederhana dan jauh dari kata nyaman. Namun coba tengok kamar mandi yang disediakan oleh salah satu perusahaan multinasional asal Amerika yang merancang, memproduksi, dan menjual pesawat terbang, rotor, roket, dan satelit ke seluruh dunia, Boeing. Dalam pagelaran European Business Aviation Convention & Exhibition (EBACE 2017) yang diadakan di Jenewa, Swiss (22 – 24 Mei), perusahaan tersebut memamerkan sebuah rancangan Business Jet yang dapat memanjakan setiap penggunanya.

Baca Juga: Mengenal Jasa Penerbangan Charter di Indonesia

Bagaimana tidak, rancangan tersebut menggambarkan ornamen kamar mandi yang jauh dari kata sederhana layaknya pada moda transportasi lain. Kamar mandi yang nantinya akan dipasang pada Boeing Business Jet ini memiliki interior yang mirip dengan kamar mandi hotel bintang lima. Sebuah kamar mandi kering lengkap dengan cermin besar, wastafel, rak penyimpanan, dan lemari serba guna yang terletak di bawah wastafel.

Bergeser sedikit ke arah belakang, Anda akan menjumpai sebuah shower yang terlindungi oleh sebuah kaca dengan tujuan agar lantai kamar mandi tetap kering. Tidak lupa sebuah toilet duduk modern pun turut terpasang di dalamnya. Pencahayaan yang terang plus ukurannya yang bisa dibilang sangat besar -untuk toilet di moda umum- tentu akan membuat para penggunanya betah berlama-lama di dalam.

Sumber: Gizmodo

Menyadari rancangannya tersebut memerlukan banyak tanggapan dari para pelanggannya, Boeing-pun lalu mengunggah tiga foto yang merupakan gambaran untuk jenis business jet yang akan mereka rilis ke media sosial Twitter. Tidak hanya mengunggah foto kamar mandinya saja, akun resmi dengan nama @BoeingAirplanes juga mengunggah rancangan untuk bagian kabin.

Sumber: Twitter

Sejumlah sofa tunggal dan beberapa sofa panjang menghiasi setiap sudut kabin Boeing Business Jet, ditambah dengan beberapa buah meja kecil menyerupai meja makan yang akan menunjang aktifitas bercengkrama Anda dengan kolega. Dua buah TV LED Plasma juga terpasang di kedua ujung ruang kabin ini. Suasana nyaman dan elegan benar-benar ditonjolkan oleh Boeing pada desain pesawat ini. Bisa dibilang, pesawat ini nantinya akan mengalahkan pamor dari salah satu private jet termahal di dunia, Airbus Private Jet A380.

Baca Juga: Intip Secret Airplane Bedrooms, Tempat Awak Kabin Melepas Penat

Mengingat semua kenyamanan dan kemewahan yang ditawarkan oleh Boeing pada Business Jetnya ini membuat beberapa orang bertanya-tanya, akankah semua itu terealisasi? Pertanyaan tersebut tentunya bukanlah sesuatu yang aneh, mengingat desain kamar mandi yang amat luas dan mewah khas hotel bintang lima akan ‘berbenturan’dengan spesifikasi ruangan yang terbatas pada pesawat.

Bagi perusahaan sekaliber Boeing, sudah bareng tentu itu menjadi tantangan yang menarik untuk dipecahkan. Walaupun nantinya harga sewa dari Business Jet ini akan selangit, namun akan ada saja orang-orang akan menggunakan pesawat ini untuk mengantarkannya ke kota tujuan.

Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif

Laporan terbaru menunjukkan bahwa teroris sekarang dapat membuat bom yang sangat tipis sehingga tidak dapat terdeteksi oleh deteksi sinar-X. Dalam upaya untuk melindungi terhadap ancaman tersebut, pemangku kebijakan di Amerika Serikat belakangan ini diketahui telah membuat suatu larangan tentang membawa laptop dan perangkat elektronik besar lainnya di dalam kabin penumpang yang mengudara antara Eropa dan Amerika Serikat. Tentu saja, ini akan menambah panjang rentetan larangan yang sudah ada pada penerbangan dari delapan Negara di daerah Timur Tengah.

Baca Juga: Qatar Airlines dan Beberapa Maskapai Timur Tengah Sewakan Laptop Pada Penumpang

Dengan munculnya kabar tersebut, kebijakan yang diambil Negeri Paman Sam tentu bakal menyebabkan puluhan ribu penumpang per harinya bertanya-tanya: Apakah kebijakan tersebut layak dilakukan? Tentu saja pengeluaran kebijakan tersebut memancing  berbagai tanggapan dari banyak kalangan yang merasa keberatan dengan adanya larangan membawa gadget berukuran besar tersebut. Mereka beranggapan, apabila kebijakan tersebut sengaja dirancang untuk membuat para penumpang merasa lebih aman selama melakukan penerbangan, maka penting juga pihak yang bersangkutan untuk mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan dan tingkat keefektifannya.

Hal semacam itu yang akhirnya mendorong seorang ahli di bidang hukum untuk meneliti  bagaimana larangan tersebut berpengaruh pada kebebasan sipil. Namun temuan di lapangan sangatlah mengejutkan, dimana ada kemungkinan  campur tangan politik yang turut mendorong kebijakan tersebut, yang pada akhirnya tidak terlalu banyak mementingkan keamanan para penumpangnya.

Dengan adanya larangan semacam ini, ada banyak pihak yang merasa dirugikan karena tidak bisa memanfaatkan waktu penerbangan mereka untuk melakukan pekerjaannya, seperti para pebisnis dan orang-orang yang sangat menjunjung tinggi slogan “Waktu Adalah Uang”. Selain itu, seperti yang KabarPenumpang.com kutip dari laman scientificamerican.com, Rabu (17/5/2017), para orang tua yang tengah melakukan perjalanan bersama keluarganya juga terpaksa menggunakan cara lain untuk menenangkan si buah hati jika “rewel” selama perjalanan.

Baca Juga: Tanggapi Pelarangan Gadget di Kabin, Emirates Airlines Buat Iklan Lucu di YouTube

Kembali, tidak bisa dipungkiri ketika semua orang akan ketakutan jika dihadapi dengan sebuah ancaman terorisme. Pihak yang berwenang seolah terburu-buru untuk mengeluarkan sebuah kebijakan yang bisa dibilang tidak efektif dari segi pengeluaran biaya. Seolah buta dengan analisis biaya yang tinggi, namun potensi untuk meningkatkan keamanan penumpang sangatlah rendah.

Dengan memindahkan gadget-gadget yang dikhawatirkan terkandung sebuah bom di dalamnya ke dalam bagasi, hal tersebut terkesan hanyalah memindahkan sebuah ancaman, bukan menghilangkannya. Ambil contoh ketika ada sebuah laptop yang berisikan bom dan disimpan di dalam bagasi, ketika bom tersebut meledak, nyawa penumpang pun akan terancam ketika pesawat tersebut mengalami kerusakan akibat ledakan dan jatuh. Jika dihadapkan dengan contoh kasus seperti itu, tentu saja kebijakan larangan tersebut tidak ada maknanya.

Untuk menanggulangi kasus berikut, pihak yang berwenang nampaknya harus membenahi semua regulasi yang berlaku dan mulai mempertimbangkan beberapa cara yang dinilai ampuh untuk menghadapi aksi teror di maskapai. Pertama, pihak bandara mesti menyiapkan sebuah alat skrining yang mampu mendeteksi sebuah bom, bahkan dalam ukuran mikro sekalipun. Kedua, pihak maskapai perlu menyediakan sebuah area yang benar-benar kuat untuk meredam sebuah ledakan di dalam kargo, alih-alih ada sebuah bom yang lolos dari alat skrining pada poin pertama.

Baca Juga: Pemerintah AS Larang Bawa Gadget ke Dalam Kabin

Pertimbangan semacam ini bukanlah tanpa landasan, mengingat salah satu tragedi penerbangan terbesar sepanjang masa, yaitu serangan terhadap penerbangan Pan Am 103 yang meledak di Lockerbie dan menewaskan 270 orang. Ledakan tersebut disebabkan oleh sebuah bom yang diletakkan pada sebuah koper yang berada di dalam kargo.

Pada akhirnya, ketakutan orang-orang terhadap serangan teror melebihi ketakutan mereka akan ancaman lain yang sebenarnya lebih nyata dan cenderung lebih membahayakan. Akibatnya, pihak yang berwenang lebih memiliki insentif untuk menilai suatu rencana yang diambil untuk mencegah serangan teror terlalu jauh, bahkan hingga mengorbankan peningkatan risiko keselamatan yang lebih umum dan lebih mungkin terjadi.