Bangun Pintu Masuk, Jalan Thamrin Kena Rekayasa Lalu Lintas 1 Tahun

Proyek pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT saat ini sudah memasuki babak baru yakni pembangunan pintu masuk stasiun Bundaran HI. Dalam pembangunan pintu masuk ini, membuat jalan Thamrin di alihkan atau dilakukan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan.

Baca juga: Proyek MRT: Mulai 20 Mei 2017 Ada 4 Tahap Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Panglima Polim

Manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) di jalan Thamrin dilakukan untuk mengakomodasi pintu masuk atau entrance stasiun di sisi timur stasiun Bundaran HI. Adanya pergeseran lajur ini akan dimulai pada besok, 31 Mei 2017 hingga 31 Mei 2018 mendatang, berita ini didapat dari siaran pers yang dikirim kepada KabarPenumpang.com (30/5/2017).

Adapun rekayasa lalu lintas kendaraan ke arah median jalan Thamrin, sedangkan area kerja bergeser ke sisi timur stasiun yakni tepanya di depan Gedung Oil Center dan Wisma Kosgoro. PT MRT Jakarta mengimbau kepada para pengguna jalan dan angkutan umum agar mematuhi rambu-rambu dan juga mengikuti petunjuk petugas di lapangan agar tidak terjadi masalah nantinya.

Diketahui hingga 30 April 2017 lalu, kemajuan proyek MRT Jakarta secara keseluruhan sudah mencapai 71,39 persen dengan rincian 57,52 persen untuk pekerjaan depo dan struktur layang serta 85,39 persen untuk pekerjaan struktur bawah tanah. Hingga kini pengerjaan konstruksi seperti pembangunan depo, jalur, stasiun layang maupun stasiun bawah tanah terus dilakukan secara intensif.

“Kelas Ekonomi Rasa Eksekutif,” PT KAI Siap Luncurkan 66 Gerbong Ekonomi Premium

Kereta kelas ekonomi sudah biasa terdengar namanya, tapi lain hal dengan kereta ekonomi premium. Bagi kebanyakan orang penggabungan label kereta “ekonomi premium” cukup mengundang tanda tanya, bagaimana mungkin kelas ekonomi mendapat layanan laksana kelas premium? Inilah yang menjadi terobosan PT KAI sejak tahun 2016 lalu dengan merilis kereta K3 2017 yang diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA).

Baca juga: Dipandang Tak Manusiawi, Kereta Sapu Jagad Kini Tinggal Kenangan

K3 2017 ini rencananya akan akan diserahkan ke PT KAI KAI sebelum momen Lebaran 2017, yakni pada 15 Juni 2017 mendatang sebanyak enam train set dengan 66 gerbong kereta. Nantinya pada masing-masing rangkaian terdiri dari 8 gerbong K3 2017 ekonomi premium, 2 gerbong K3 2017 dengan AC Diffabel dan 1 gerbong MP3 atau gerbong khusus makan disertai dengan pembangkit tenaga listriknya.

INKA/Kumparan.com

KabarPenumpang.com merangkum, bahwa kereta api ekonomi premium ini terlihat lebih modern dari sebelumnya yakni K3 2016. Selain itu K3 2017 ekonomi premium akan senyaman seperti menaiki keret kelas eksekutif. Sehingga nantinya penumpang yang akan menggunakan akan merasakan kelas ekonomi rasa eksekutif.

Baca juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri

Diketahui, PT INKA yang berbasis di Madiun, Jawa Timur mendapat kontrak pengadaan 66 gerbong ekonomi premium K3 2017 senilai Rp309 miliar. “Diharapkan kehadiran kereta Ekonomi Premium ini bisa membuat image kereta ekonomi semakin baik di mata masyarakat,” Senior Manager Humas Daerah Operasi I KAI Suprapto yang dikutip KabarPenumpang.com dari kumparan.com (24/5/2017).

Suprapto berharap dengan adanya layanan kereta api ini, ketepatan waktu tiba ke tempat tujuan menggunakan kereta api nyaris 100 persen. Terlihat nyaman dan mirip dengan kelas eksekutif, ternyata kereta ekonomi premium ini menggunakan tempat duduk dengan posisi sandaran yang bisa di atur atau reclining seat. Ini pastinya berbeda dari K3 2016 yang hanya menggunakan tempat duduk tegak seperti kelas bisnis tanpa bisa di atur.

INKA

Nantinya, K3 2017 ekonomi premium akan dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV yang diletakkan dekat dengan sekat gerbong. Kemudian TV LCD yang berada menghadap ke penumpang seperti di kelas eksekutif dan juga pendingin ruangan atau AC. Toilet K3 2017 juga di desain sedemikian rupa dengan menggunakan closet duduk, bukan jongkok seperti di kereta ekenomi biasa atau kelas eksekutif biasanya yang memberikan dua pilihan toilet.

INKA/Kumparan.com

“Kontraknya untuk 6 train set dengan jumlah 66 car (gerbong). Hari ini baru dilakukan inspeksi KA Lebaran oleh Kemenhub dan PT KAI,” ungkap Senior Manager Secretary, Public Relation dan CSR PT INKA, Cholik Mochamad Zam-Zam.

Baca juga: Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Rencananya bila K3 2017 ekonomi premium bisa serah terima pada pertengahan Juni 2017, akan langsung digunakan untuk kereta tambahan dalam melayani pemudik lebaran tahun ini. “Rencananya akan dioperasikan dalam masa angkutan Lebaran, kalau pengerjaan penyelesaiaannya tepat waktu,” Suprapto.

INKA/Kumparan.com

Adapun rute K3 2107 ekonomi premuim yakni Yogyakarta, Madiun dan Surabaya. Berikut ini rencana PT KAI:
1. Pasar Senen-Lempuyangan PP (1 train set) pola operasi Vslag atau bisa pulang pergi,
2. Pasar Senen-Surabaya Gubeng PP (2 train set) pola oprasi Islag atau satu kali perjalanan,
3. Pasar Senen-Semarang Poncol PP (1 train set) pola oprasi Vslag bisa pulang pergi,
4. Pasar Senen-Madiun PP (2 train set) pola opras Islag atau satu kali perjalanan.

“Ini baru rencana ya, belum ada kepastian. Kita menunggu serah terima dari INKA,” katanya.

Lempar Kaca Hingga Pecah, Pelaku Dijerat UU Perkeretaapian

Kaca kereta api sering sekali menjadi sasaran empuk bagi tangan-tangan jahil dengan melempar batu hingga akhirnya kaca retak dan pecah. Apalagi baru-baru ini, ada kejadian di sekitar stasiun Babadan (Madiun), yakni saat salah satu gerbong KA Kahuripan mengalami pecah kaca akibat lemparan batu yang dilakukan oleh anak-anak usia tanggung menuju remaja.

Memang, usia-usia 11-15 tahun tanggung bisa di katakan usia dimana seorang anak masih labil dan sering usil dengan keadaan sekitar. Apalagi bila saat tidak ada yang dikerjakan, permainan lempar batu yang dipikir hanya sekedar iseng bisa menjadi petaka. Namun, apakah ada sanksi untuk para pelaku pelamparan batu ke kereta baik itu mengenai badan, maupun kaca kereta hingga pecah?

Dari penelusuran dan wawancara yang KabarPenumpang.com lakukan kepada Humas Daerah Operasional (Daop) I Suprapto, ternyata ada Undang-Undang Perkeretaapian tentang perusakan pada fasilitas dan sarana kereta api. Saat ditanya melalui pesan singkat, Suprapto mengatakan untuk pengenaan pasal perkeretaapian untuk pelaku pelemparan batu tergantung usia pelakunya.

“Nanti dari pihak PT KAI berkoordinasi terkait sanksinya dengan pihak kepolisian,” ujar Suprapto yang dihubungi KabarPenumpang.com (30/5/017). Diketahui ada beberapa pasal dalam Undang-Undang No. 23/2007 Tentang Perkeretaapian yakni pasal 180 yang berbunyi setiap orang dilarang menghilangkan, merusak atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretapian. Adapula pasal 194 KUHP dan pasal 192 dengan UU yang sama.

Adapun hukuman yang dikenakan akibat pengerusakan kereta menurut pasal 199 UU No. 23/2007, pelaku pengerusakan dijerat dengan pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda maksimal Rp15 juta. Sedangkan untuk pasal berlapis atau membuat luka penumpang biasanya ancamaan hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara.

Saat ini diketahui, pelaku pelemparan batu memang lebih banyak anak-anak, selain proses hukum yang berbeda hukuman yang di jatuhkan juga berbeda yakni dengan sanksi dari PT KAI. Atau seperti kejadian baru-baru ini, para pelaku yang merupakan anak-anak, membuat penyidik akan menerapkan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan terhadap orang atau Barang juncto UU No. 11/2012 tentang sistem peradilan anak.

Pihak kepolisian yang bekerjasama dengan PT KAI juga akan memanggil orang tua pelaku pelemparan batu. Untuk diketahui, penggantian satu kaca pecah bisa memakan biaya Rp1 juta hingga Rp 3 juta. “Untuk harga tergantung jenis kacanya,” tutup Suprapto.

Layani Penerbangan Malam, ILS Wajib Terpasang di Runway Bandara

Idealnya setiap bandara memiliki perangkat yang disebut ILS (Instrument Landing System). Dengan ILS maka standar keselamatan penerbangan menuju suatu bandara dapat lebih terjamin. Penerbangan yang dilakukan malam hari dapat berlangsung dengan adanya ILS, pun pilot dapat mendaratkan pesawat tatkala cuaca buruk dengan sudut pandang terbatas, itu juga dapat dilakukan berkat adanya ILS. Sayangnya di Indonesia, bandara yang telah mengadopsi ILS jumlahnya masih terbatas saja.

Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Seperti pada November 2015, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia akan memasang Instrumen Landing System (ILS) di 13 Bandara. Rinciannya, delapan bandara melakukan penggantian ILS, sementara lima bandara lain untuk pertama kalinya dipasang ILS. Selain itu, AirNav juga melakukan perbaikan ILS di 16 bandara. Tanpa ILS, bandara yang punya potensi mendukung pariwisata terbentur membatasi penerbangan, dimana pesawat tidak dapat melakukan pendaratan di malam hari. Ada juga bandara yang hanya bisa didarati dalam kondisi cuaca cerah, lantaran area landas pacu (runway) terselimuti kabut atau asap.

Baca juga: Yang Serba Unik dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang

Bandara Abdulrachmah Saleh di Malang menjadi salah satu dari sekian bandara di Tanah Air yang belum bisa melayani penerbangan malam hari. Sementara Bandara Depati Amir di Bangka Belitung tidak dapat didarati pesawat bila jarak pandang pilot kurang dari 900 meter. Di Bandara Depati Amir sejatinyanya sudah ada ILS, namun mengalami kerusakan sejak beberapa waktu lalu.

Baca juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia

Dirunut dari definisinya, ILS adalah sistem pemandu pendaratan pesawat dengan menggunakan instrument elektronika. Sistem ini membantu pesawat udara untuk mendarat tepat pada centre line (garis tengah) runway dan dengan sudut pendaratan yang tepat. Pemanduan dilakukan agar pilot mengetahui jarak pesawat terhadap area pendaratan (touchdown zone) pada runway. Pemanduan dilakukan untuk mengatur posisi kanan kiri (center line) pesawat, sehingga dapat landing dengan tepat di garis tengah landasan.

Pemanduan dilakukan juga untuk mengatur posisi atas bawah pesawat, sehingga dapat landing dengan tepat pada sudut ± 3° terhadap landasan. ILS terdiri dari 3 komponen peralatan berdasarkan fungsi pemanduannya yaitu Marker Beacon, Localizer, dan Glide Slope

Jeepney, Angkot Khas Filipina Dengan Sejuta Ornamen Pelengkapnya

Hampir setiap Negara memiliki sebuah moda transportasi umum yang menjadi ciri khas, seperti Black Cab dan Double Decker di Inggris, Tuk-Tuk di Bangkok, Bajaj di India, dan Delman di Indonesia. Bisa dibilang, moda-moda tersebut seolah menjadi ikon dari masing-masing Negara. Namun, pernahkah Anda mendengar nama Jeepney? Jika Anda berkesemptan mengunjungi Filipina, maka pertanyaan Anda mengenai Jeepney akan segera terjawab.

Baca Juga: Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata

Berawal dari jaman Perang Dunia II dimana Serdadu Amerika yang pernah menjajah Filipina memilih untuk mengibarkan bendera putih dan meninggalkan ratusan mobil jeep mereka di sana. Melihat potensi yang bisa dimanfaatkan dari jeep sisa perang tersebut, rakyat Filipina lalu menyulap bangkai-bangkai mobil produksi tahun 1940-an tersebut menjadi sebuah sarana transportasi yang dapat menjunjang aktifitas warga Filipina.

Jeep-jeep tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menampung banyak penumpang, salah satunya dengan cara mengganti bodi (chassis) menjadi lebih panjang dan mewarnainya dengan warna-warna cerah sehingga orang dapat dengan mudah mengetahui keberadaannya. Tidak hanya mengecatnya dengan warna-warna ngejreng, tidak jarang pengemudi Jeepney menambahkan aksesoris seperti stiker, bendera, hingga dudukan lampu mobil hingga membuat Jeepney mereka lebih menarik. Layaknya ajang modifikasi mobil, para pengemudi berlomba untuk menghias Jeepney mereka supaya banyak penumpang yang melirik lalu menaikinya.

Sumber: kapamilya.com

Jika dibandingkan dengan transportasi umum di dalam negeri, Jeepney hampir serupa dengan angkot, namun dengan postur moda yang lebih memanjang. Walaupun asal usul Jeepney ini menggunakan mobil jeep bekas Perang Dunia II, Anda akan jarang melihat Jeep asli peninggalan Amerika di Filipina. Rata-rata Jeepney yang digunakan saat ini adalah hasil karya perusahaan lokal di Filipina seperti Sarao Jeepney Factory yang berlokasi di luar kota Manila, dengan mengadopsi mesin dari Jepang. Mengingat kelayakan mesin yang dianggap sudah tidak kompeten untuk digunakan sebagai transportasi umum.

Baca Juga: Bajaj, Angkutan Beroda Tiga Yang Melegenda

Selain dari tampilan fisiknya yang berbeda dengan angkot di Indonesia namun mirip dengan oplet yang pernah ada di Jakarta, sistem pembayaran di Jeepney juga sedikit berbeda. Alih-alih penumpang turun terlebih dahulu lalu membayar ongkos, sistem pembayaran di Jeepney adalah penumpang membayar dimuka dengan cara berteriak kepada sang sopir, “Bayad, Po,” yang artinya saya mau bayar. Lalu Anda akan menyerahkan ongkos kepada sopir. Lalu, bagaimana jika Anda duduk berjauhan dengan sopir? Anda tetap membayarnya selama perjalanan dengan cara mengoper ongkos Anda pada orang yang duduk di belakang sopir. Jadi, orang yang duduk di belakang sopir harus rela menjadi kondektur sementara selama perjalanan. Begitupun dengan menerima kembalian, orang yang duduk di belakang sopir akan bertindak sebagai perantara kembalian Anda.

Layaknya Angkot di Indonesia, Beginilah Kondisi Bangku Jeepney. Sumber: flickr

Jeepney memang menjadi primadona masyarakat Filipina untuk menarik para wisatawan. Namun, postur Jeepney yang bisa dibilang besar dianggap mengganggu lalu lintas Filipina yang sudah cukup padat dengan kondisi jalan yang tidak terlalu besar. Selain itu, pemerintah setempat juga perlu memutar otak untuk mengatur jadwal pengoperasiannya, karena Jeepney memerlukan bahan bakar yang cukup besar untuk pengoperasiannya.

Dibalik itu semua, masa depan Jeepney di Filipina cukup cerah. Belakangan,  E-Jeepney, yang menggunakan daya listrik sebagai penggeraknya. Beberapa E-Jeepney telah diproduksi dan mulai digunakan sebagai mobil antar-jemput sekolah, transportasi di hotel yang luas, dan angkutan resmi di beberapa taman hiburan di Filipina.

Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Boleh jadi banyak yang Anda khawatirkan sebagai penumpag pesawat, bagi sebagian orang terbukanya pintu kabin menjadi momok yang menakutkan, terlebih beberapa adegan film kerap memperlihatkan dampak terbukanya pintu pesawat yang sedang mengudara di ketinggian. Yang mudah dicerna adalah penumpang yang tidak terikat safetybelt akan langsung tersedot ke luar pesawat. Ditambah kabin langsung mengalami dekompresi, yang jika tak dapat dikendalikan pesawat bisa mengalami kehancuran.

Baca juga: Pukul Kru Pesawat Pakai Teko Kopi, Penumpang Ini Terpaksa Diikat Kabel Ties

Jelasnya pintu kabin pada pesawat penumpang jet adalah elemen yang vital dan mendapatkan proteksi khusus. Mungkin karena menjadi ‘titik’ yang dikhawatirkan banyak orang, membuat beberapa kali ada upaya teror yang dilakukan untuk membuka paksa pintu pesawat. Salah satu peristiwa teror yang terkait upaya membuka paksa pintu belum lama ini dialami oleh maskapai Australia, Qantas Airlines dengan pesawat Airbus A380 QF12 dalam perjalanan dari Los Angeles menuju Sydney.

Dikutip KabarPenumpang.com dari dailytelegraph.com.au (28/5/2017), Manuel Gonzalez, warga AS, ketahuan berusaha membuka pintu di saat pesawat Airbus A380 itu terbang di ketinggian 12.000 meter. Saat itulah kru kabin melihat Gonzalez meninggalkan kursinya dan mencoba membuka pintu. Kru kabin langsung menahan Gonzalez, membawanya kembali ke tempat duduk, dan para kru duduk di sekitar pria itu di sisa penerbangan.

Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

Pintu darurat.

Masih untung, bahwa yang ingin dibuka Gonzales adalah pintu darutat, yang memang tidak akan bisa dibuka saat pesawat berada di ketinggian jelajahnya, tekanan kabin akan menyulitkan pintu tersebut untuk dibuka.

Lepas dari terbuka atau tidaknya pintu pada pesawat jet penumpang, sejatinya pintu yang terbuka tiba-tiba, atau kaca mengalami pecah, akan menyebabkan kabin mengalami dekompresi, dimana kabin akan kehilangan oksigen. Jika pintu pesawat terbuka, siapa pun yang berada di dekat pintu darurat akan terlempar keluar pesawat. Suhu kabin juga akan menurun sampai ke level rendah. Yang paling parah pesawat bisa pecah. Dalam kondisi kabin mengalami dekompesi, secara otomatis dari atas penumpang keluar masker oksigen.

Baca juga: Lampu Sabuk Pengaman Mati, Waktu Yang Tepat Gunakan Toilet

Sebagai catatan, pada tahun 2005, sebuang Boeing 737 yang dioperasikan Helios Airways jatuh gara-gara setelan pintu pesawat yang salah. Akibat insiden ini, seluruh 121 penumpang dan awak kabin tewas. Pesawat Boeing 737 Aloha Airlines di tahun 1988 juga pernah mengalami kejadian serupa. Pesawat dengan 90 orang penumpang tersebut mengalami retakan di bagian atap. Ketika itu pesawat sedang dalam perjalanan menuju Honolulu dengan ketinggian jelajah 10.000 meter. Akibatnya parah, seorang pramugari bernama Clarabelle Lansing tersapu dari bangkunya dan terlempar keluar pesawat dari lubang di bagian atap. Beruntungnya, penumpang lain tetap selamat berkat sabuk pengaman yang tetap dikenakan. Pilot pun berhasil mendarat 13 menit kemudian.

Tapi ternyata penumpang tak perlu kuatir soal dekompresi akibat pintu pesawat yang terbuka. Dengan catatan pintu pesawat dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan, maka akan sangat sulit untuk membuka pintu pesawat ketika terbang.

Makan Es Krim di Dalam Bus Berujung Adu Jotos

Telah terjadi keributan antar sopir bus dan penumpangnya. Sebabnya ternyata sepele, dikarenakan si penumpang membawa makanan manis yakni es krim ke dalam bus. Dilansir KabarPenumpang.com dari mirror.co.uk (28/5/2017), sopir bus dan penumpang tersebut mengakhiri perdebatan dengan aksi adu jotos di halte bus.

Baca juga: Olympic Park Montreal Kanada Mulai Uji Coba Bus Tanpa Awak

Awalnya seorang penumpang duduk di kursi bus paling depan sembari memakan es krim yang dibawanya. Saat itu, sang sopir mengatakan bahwa dilarang makan di dalam bus. Tetapi, tidak diketahui dengan jelas apakah ada larangan di dalam bus tersebut untuk makan atau minum. Alhasil penumpang tersebut tidak mengindahkan pengemudi dan terus memakan es krimnya. Padahal, pengemudi sudah melarang penumpang tersebut dengan baik-baik. Karena penumpang tersebut terus memakan es krimnya, sopir yang kesal menyuruh penumpang tersebut turun dari dalam bus.

Sayangnya, penumpang tersebut menolak untuk turun dari bus, dan akhirnya terjadi peredebatan yang mengakibatkan perkelahian keduanya. Dalam video yang diambil salah seorang penumpang dari dalam bus memperlihatkan seorang pria paruh baya yakni penumpang yang menggunakan jaket dengan kemeja berwarna biru dengan pengemudi bus menggunakan kemeja putih berkelahi setelah turun dari bus.

Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Keduanya terlihat saling memukul di halte tempat bus diberhentikan sementara oleh sopir. Kejadian ini terjadi di halte bus kota Orenburg, Rusia tengah, keduanya saling pukul dan menendang untuk perlawanan. Tak jaudh dari tempat keduanya berkelahi ada seorang pemuda dan membantu meleraikan keduanya. Namun, tak berhasil sehingga pemuda tersebut angkat tangan serta meninggalkan pengemudi dan penumpang yang berkelahi tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=2em_yuo7dp0

Dengan adanya kejadian ini hingga pemuda yang sempat meleraikan keduanya pergi, tidak diketahui apakah kejadian tersebut dilaporkan kepada polisi atau tidak dan menjadikan video rekaman sebagai barang bukti. Diketahui, setiap kejadian perkelahian sering sekali membuat orang-orang sekitar untuk mengeluarkan ponsel pintarnya untuk merekam dibanding untuk membantu meleraikan keributan yang terjadi. Bulan lalu pengemudi Stagecoach di videokan karena menendang seorang penunpang dari dalam bus dan tahun 2016 lalu, mirror.co.uk melaporkan ada seorang pengemudi yang berhenti untuk menaikkan penumpang setelah perdebatan karena perubahan jadwal.

Baca juga: Selama Ramadhan, Dirlantas Abu Dhabi Larang Truk dan Bus Beroperasi Saat Peak Hour

Serba-Serbi Amtrak, Kereta Jarak Jauh Yang Sering Mejeng di Film Hollywood

Mulai beroperasi pada 1 Mei 1971 dan kehadirannya dapat memenuhi semua kebutuhan perjalanan yang belum terjangkau oleh operator kereta api lainnya membuat namanya mulai dikena sejak saat itu. Sebagian besar perusahaan ini didanai oleh pemerintah, namun dioperasikan dan dikelola sebagai perusahaan nirlaba. Ditambah lagi dengan cukup seringnya kereta ini masuk ke banyak scene film Hollywood yang seakan menjadi ajang promosi tak langsung, inilah Amtrak.

Baca Juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Cukup seringnya Amtrak mejeng di deretan film-film Hollywood seperti Under Siege 2: The Dark Teritory (1995), Polar Express (2004), Mission Impossible (1996), dan masih banyak lagi membuat banyak orang semakin mengenal Amtrak dan mulai mencoba menaiki ular besi tersebut. Amtrak menghubungkan lebih dari 500 destinasi dari 46 wilayah yang berbeda di Amerika Serikat dan tiga wilayah di Kanada. Setiap harinya, kereta dengan ciri khas berwarna silver kaleng dengan beberapa lekukan pada bagian sampingnya mengoperasikan sekitar 300 kereta dengan total jarak tempuh kurang lebih 34.000 km.

Sejarah kereta kebanggaan warga Amerika ini bermula ketika layanan kereta api penumpang swasta di Amerika Serikat mengalami kemunduran sejak sekitar tahun 1920 hingga tahun 1970. Sebagai tindak lanjut dari kejadian itu, Kongres AS dan Presiden Amerika Serikat sepakat untuk membentuk Amtrak pada tahun 1971. Perjalanan perusahaan kereta ini tidak melulu berjalan mulus, perusahaan ini telah mengalami berkali-kali masa pasang surut akibat permainan politik, kekurangan modal, dan masalah yang terjadi pada jalurnya. Seiring berjalannya waktu, kondisi perusahaan berangsur pulih, dan sekitar tahun 2000 silam, Amtrak telah menyelesaikan proyek rel kereta api di daerah timur laut Negeri Paman Sam.

Tercatat pada tahun fiskal 2015, Amtrak melayani 30,8 juta penumpang dan berhasil mengantongi pendapatan sebesar $2,185 miliar. Kereta yang melayani perjalanan menengah – jauh di Amerika ini sebagian besar masih menggunakan lokomotif diesel sebagai tenaga utama untuk menarik rangkaian. Layaknya kereta pada umumnya, Amtrak pun memiliki beberapa kelas yang dapat menunjang kenyamanan Anda selama perjalanan. Coach Class, Business Class, Sleeper Service, dan First Class merupakan pilihan kelas yang ditawarkan oleh pihak Amtrak.

Baca juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Baca Juga: Mengenal Riwayat Kereta Komuter Diesel di Indonesia

Sepintas, Amtrak merupakan PT KAI versi Amerika dengan segala kelebihannya. Ada beberapa kesamaan yang dapat ditemui dari kedua perusahaan yang sama-sama bergerak di bidang penyedia jasa layanan transportasi ini. Baik Amtrak maupun PT KAI sama-sama masih menggunakan lokomotif diesel. Selain itu kedua perusahaan ini juga melayani perjalanan dengan jarak jauh, tidak seperti layanan commuter line yang hanya menghubungkan daerah-daerah dalam satu kota. Juga, kedua perusahaan kereta api ini sama-sama menjadi farovit para pengguna jasanya yang menawarkan ketepatan waktu, apabila tidak ada halangan sepanjang perjalanan.

Ojek Gendong, Kerap Mendapat Cibiran Meski Kadang Dibutuhkan

Tidak bisa dipungkiri bahwa di jaman yang sudah serba maju seperti saat ini, masih banyak saja orang-orang yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa dibilang kurang layak. Tuntuan ekonomi yang semakin melambung seolah memaksa setiap orang yang ‘kurang beruntung’ untuk melakukan apa pun yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah, seperti contohnya ojek gendong yang pamornya mulai naik pada saat musim mudik Lebaran.

Baca Juga: Perahu Getek, Riwayatmu Kini

Kehadiran ojek gendong di Pelabuhan Tradisional Jangkar Situbondo ini dilatarbelakangi oleh membludaknya jumlah pemudik asal Madura yang mengadu nasib di Jawa dan Bali. Para pemudik ini nekat menantang maut menggunakan Kapal Layar Motor (KLM) untuk bisa menyeberang ke Madura dan sekitarnya, termasuk Pulau Raas, karena sulitnya sarana transportasi dan tiket yang sudah habis sejak berbulan-bulan sebelum Hari Raya tiba.

Para tukang ojek gendong ini siap membopong para pemudik beserta barang bawaannya dari tepi pantai menuju perahu kecil (tambangan) yang ada pada jarak sekitar 500 meter dari bibir pantai. Dari perahu kecil itulah, para pemudik akan diantar ke KLM yang akan membawanya ke Pulau Raas, Madura. “Setiap mau lebaran, penggunaan jasa ojek gendong memang selalu meningkat. Karena jumlah pemudik yang menggunakan kapal kayu ‘kan juga banyak,” tutur Abdurahman, seorang penyedia jasa ojek gendong, dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com.

Hal lain yang melatarbelakangi hadirnya para tukang ojek gendoong ini adalah karena keterbatasan fasilitas yang ada di Pelabuhan Tradisional Jangkar Situbondo. Bagaimana tidak, minusnya dermaga di pelabuhan ini mengakibatkan perahu kecil tidak bisa bersandar ke tepi pantai. Ya, profesi bak mata koin yang memiliki dua sisi. Sebagian kalangan menilai kehadiran mereka sebenarnya membantu melancarkan proses mudik, tapi sebagian lainnya menilai bahwa mereka hanya memanfaatkan ‘celah’ yang lalu dikonversi menjadi sebuah mata pencaharian temporer.

Terlepas dari semua kontoversi yang menyelimuti pekerjaan ini, para aktor dibalik ojek gendong ini sudah menyiapkan segala sesuatunya yang akan menunjang perjalanan para pemudik. Mereka menjamin baju dan kaki para pemudik tidak basah terkena air laut. Tarif yang ditawarkan pun beragam, mulai dari lima ribu hingga 10 ribu per orang, tergantung ojek gendong mana yang mengambil ‘orderan’ dari penumpang tersebut.

Jika diperhatikan lebih detail, kehadiran ojek gendong tidak hanya populer ketika musim mudik kemarin saja. Di Bandung, beberapa kali penampakan ojek gendong tertangkap pantauan KabarPenumpang.com tengah membantu para pengendara sepeda motor yang terjebak banjir di daerah Gede Bage, Bandung.

Baca Juga: Anyer – Panarukan, Sengsara Dulu Membawa Nikmat Sekarang

Tugas yang diemban oleh ojek gendong di Bandung tidaklah seberat di Situbondo. Mereka hanya membantu mengangkut motor yang tergenang banjir di lajur arah Cileunyi, melewati trotoar yang ukurannya lumayan besar, sehingga mereka bisa berkendara di lajur sebaliknya yang tidak tergenang banjir.

Untuk tarif, biasanya ojek gendong di Bandung ini tidak mematok harga, mengingat kondisi tersebut tidak memungkinkan para penyedia dan pengguna jasa saling melempar tawaran harga. Pekerjaan seperti ojek gendong ini memang kerap kali terlupakan, namun mereka tetap ada untuk melancarkan perjalanan Anda.

Beroperasi 2018, PT ASDP Lakukan Ground Breaking Pembangunan Dermaga Eksekutif Merak – Bakauheni

Guna meningkatkan kualitas layanan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelola pelabuhan dan penyedia layanan kapal ferry terus meningkatkan kualitas jasa penyeberangan melalui pengembangan dan peningkatan fasilitas pelabuhan, salah satunya diwujudkan dengan pembangunan dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung yang menelan investasi sekitar Rp500 miliar. Ditargetkan, dermaga eksekutif ini dapat beroperasi tahun 2018, sekaligus mendukung perhelatan Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.

Baca juga: Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni?

Tepat pada Sabtu (27/5) pagi, Menteri BUMN Rini M Soemarno, yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan jajaran direksi serta komisaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meresmikan peletakkan batu pertama (ground breaking) proyek dermaga eksekutif, masing-masing dermaga 6 yang terletak di Pelabuhan Merak, dermaga 7 yang terletak di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, serta pembangunan dermaga 7 yang terletak di Pelabuhan Merak, Banten.

Adapun pembangunan dermaga eksekutif pelabuhan Merak dan Bakauheni ini merupakan proyek sinergi antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan PT Patra Jasa, yang akan membangun kawasan terpadu dengan fasilitas terminal, hotel, taman, musholla, komersial area dan lounge.

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers hari ini, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi menyatakan bahwa pengembangan dermaga 6 di Merak dan dermaga 7 di Bakauheni menjadi prasarana eksekutif, merupakan bagian dari perencanaan dan penataan pelabuhan Merak sebagai destinasi. Ke depannya, Pelabuhan Merak tidak hanya menjadi simpul transportasi tetapi akan dikembangkan menjadi simpul ekonomi melalui pengembangan properti dan lifestyle untuk menarik minat pelanggan non-penyeberangan.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

“Kehadiran dermaga eksekutif ini bagian dari solusi penataan pelabuhan untuk melayani segmen penumpang dan mobil pribadi (golongan I) dengan layanan dan tarif khusus. Tren pelabuhan tidak sebatas prasarana untuk menyeberang, tetapi menjadi destinasi wisata yang dapat memberikan atmosfer dan pengalaman berkesan berupa layanan kelas premium saat dikunjungi,” ujarnya di sela peresmian Ground Breaking Dermaga 6 Eksekutif di Pelabuhan Merak, Sabtu (27/5).

Rencananya, proyek dermaga eksekutif Pelabuhan Merak akan dibangun di lahan seluas 41.803 meter persegi dan Pelabuhan Bakauheni diatas lahan seluas 48.446 meter persegi. Melalui proyek sinergi ini, diharapkan dapat memberikan akses terbaik bagi masyarakat dan wisatawan lokal dan asing yang ingin menyeberang dari dan ke pulau Jawa dan Sumatera.

Berdasarkan data PT ASDP, tren pertumbuhan penumpang di pelabuhan Merak dan Bakauheni mencapai 3 persen per tahunnya. Adapun jumlah penumpang yang menyeberang dari Merak menuju Bakauheni tahun 2016 mencapai total 1,55 juta orang atau naik 21 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1,28 juta orang. Kendaraan roda 4 atau lebih tercatat mencapai 1,79 juta unit atau naik 6 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1,64 juta unit.

Sebaliknya, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak tahun 2016 mencapai total 1,66 juta orang atau naik 30 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1,28 juta orang. Kendaraan roda 4 atau lebih tercatat mencapai 1,71 juta unit atau naik 9 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1,57 juta unit.

Baca juga: Pacu Konektivitas Infrastruktur, Jokowi Minta Pelayanan di Pelabuhan Bakauheni Ditingkatkan

Pemisahan Jalur
Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Christine Hutabarat mengatakan dengan adanya dermaga eksekutif, nantinya akan ada pemisahan jalur masuk antara penumpang dan kendaraan kecil dengan truk. Bagi pengguna jasa reguler tetap dipersilakan menikmati pelayanan tarif reguler di dermaga 1-5.

“Dermaga eksekutif ini memang untuk melayani penumpang/kendaraan kecil, ada boarding lounge, vallet parking, serta retail makanan dan minuman. Adapun waktu bongkar muat (port time) ditetapkan maksimal 45 menit. Dengan layanan yang khusus ini, maka berlaku tarif yang berbeda,” tuturnya.

Untuk kapal yang beroperasi di dermaga eksekutif ini, lanjut Christine, juga memiliki standar. “Kecepatan kapal minimal 15 Knot, terdapat kabin VIP dan Eksekutif dimana menyediakan reclining seat, AC, toilet, live music, Bar+kantin, serta mushola. Dan yang terpenting, waktu pelayaran (sailing time) dari Merak menuju Bakauheni, maksimal 1 jam,” tuturnya.

Baca juga: Antrian Truk 2 Km Buat Toll Gate Merak Tak Berfungsi

Namun demikian, layanan dermaga eksekutif ini tidak hanya dapat dinikmati oleh pengguna jasa yang ingin menyeberang, tetapi beragam fasilitas retail dan lifestyle juga dapat dinikmati oleh pengunjung non penyeberangan.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan bahwa, pengembangan pelabuhan Merak ke depannya tidak hanya terfokus pada penyediaan jasa transportasi, tetapi juga menjadi pelabuhan destinasi yang terintegrasi dengan layanan intermoda.

Apalagi, layanan angkutan umum di Pelabuhan Merak cukup komplit, tersedia layanan kereta api dan bus. “Tahun 2018, pelabuhan Merak harus dapat menyediakan layanan premium, khususnya untuk kendaraan pribadi/penumpang. Hal ini penting karena semakin tingginya angka pertumbuhan mobil pribadi,” sebutnya.

Pembenahan dan peningkatan kualitas layanan penyeberangan dinilai mendesak karena saat ini tengah berlangsung pembangunan Tol Trans Sumatera, sehingga dikhawatirkan masih minimnya kualitas layanan di Merak-Bakauheni dapat menjadi bottlenecking.