Selundupkan Emas di Toilet Pesawat, Warga Jepang Berusaha Hindari Pajak Barang Mewah

Walaupun sudah melewati berbagai sistem pengamanan yang cukup ketat, nampaknya ini tidak menjadi masalah bagi enam orang yang tergabung dalam satu komplotan penyelundupan emas untuk melakukan aksi mereka dalam sebuah perjalanan udara di Jepang. Keenam orang ini nekat melakukan tindakan penyelundupan emaskarena enggan melakukan pembayaran pajak barang mewah. Untungnya, kepolisian prefektur Aichi berhasil menghalau aksi mereka dan kompoltan ini harus siap menerima ganjaran yang sudah menantinya.

Baca Juga: Waspada! Sindikat Maling Koper Merajalela di Bandara Hong Kong

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman asahi.com (30/1/2018), pihak yang berwajib mengatakan bahwa pada tanggal 29 Januari 2018 kemarin telah menangkap enam tersangka yang dituduh telah melakukan praktek penyelundupan emas batangan ke dalam toilet pesawat agar terlepas dari biaya cukai. Sebagai landasan hukum, mereka semua dituduh telah melanggar Undang-Undang Bea dan Cukai tentang impor emas yang tidak diotorisasi.

Namun pihak kepolisian berasumsi bahwa komplotan ini bisa saja merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar, mengingat modus serupa pernah terungkap pada bulan Juli tahun lalu. Pemimpin kelompok ini diyakini adalah Muhammad Rafieque Muhammad Rezane (48 tahun), seorang warga negara Sri Lanka yang merupakan presiden sebuah dealer mobil bekas di Nagoya’s Minato Ward. Menurut laman sumber, pihak yang berwajib masih enggan berkomentar seoal keterkaitan komplotan ini dengan Muhammed Rafieque Muhammed Rezane.

Namun, polisi meyakini keenam tersangka ini telah mencoba untuk menyelundupkan luma batang emas seberat lima kilogram senilai US$209.000 atau yang setara dengan Rp 2,8 miliar. Sedangkan jika harus melewati petugas bea cukai, para tersangka ini diwajibkan untuk membayar sekitar 1,82 juta yen atau yang setara dengan Rp226 juta untuk lima batang emas tersebut.

Skema operasi komplotan ini bermula ketika salah satu tersangka membawa emas-emas tersebut masuk ke dalam penerbangan Japan Airlines di Taiwan yang menuju Bandara Chubu dekat Nagoya. “Selama penerbangan, dia menyembunyikan batangan emas tersebut di bawah panel sandaran toilet di pesawat,” kata pihak kepolisian.

Sumber: scmp.com

Setibanya di Bandara Chubu, maskapai tersebut dijadwalkan untuk melanjutkan penerbangan menuju Bandara Haneda yang ada di Tokyo. Tersangka lainnya lalu bertolak menuju Tokyo dengan menggunakan maskapai yang sama. Misi utama tersangka ini adalah untuk mengambil batangan emas tersebut dan menurunkannya di Bandara Haneda, sehingga mereka semua bisa terbebas dari belitan pajak.

Baca Juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

Namun, tersangka yang naik dari Bandara Chubu ini tidak menemukan emas yang sebelumnya sudah disembunyikan oleh rekannya tersebut. Diyakini, petugas maskapai yang ada di Bandara Chubu telah menemukan batangan emas ini tergeletak di lantai toilet dan mengamankannya. Berkat koordinasi yang dilakukan antara pihak maskapai, bandara, dan kepolisian, akhirnya komplotan ini berhasil diamankan setibanya mereka di Bandara Haneda. Petugas maskapi penerbangan domestik yang menemukan emas ini tidak ikut ditahan, melainkan hanya dijadikan saksi.

Sementara itu, salah seorang pejabat di Japan Airlines Co. enggan untuk mengungkapkan informasi tentang armada internasional mana yang digunakan untuk perjalanan domestik setelah mendarat di Bandara Chubu. Sumber lain dari industri aviasi ini mengatakan percobaan penyelundupan emas ini diperkirakan dapat berjalan akibat ketersedian informasi penerbangan yang dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat.

Stasiun Sukabumi, Tak Jadi Dipindah dan Tetap Berada di Pusat Kota

Belum lama ini jalur kereta dari Bogor menuju Sukabumi tak bisa dilalui karena rel menggantung akibat longsor yang terjadi pada Senin (5/2/2018). Hal ini membuat kereta tak bisa sampai ke Sukabumi dan belum bisa dipastikan sampai kapan. Tak hanya itu, dari kabar yang beredar, stasiun Sukabumi juga mau dipindahkan ke wilayah Selakaso, Kecamatan Cibeureum, kota Sukabumi, Jawa Barat. Namun pemindahan stasiun tersebut dipastikan batal.

Baca juga: Jalur Kereta Cijeruk Longsor, Perjalanan Kereta Bogor-Sukabumi Berhenti Operasi Sementara

“Saat ini stasiun kereta api Sukabumi masih berada di Kecamatan Cikole, awalnya ada rencana pemindahan ke Kelurahan Babakan, tetapi informasi yang kami terima tidak jadi,” ujar Kepala stasiun Sukabumi, Heru Salam yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Heru mengatakan sebenarnya dari rapat bersama Pemkot Sukabumi, bukanlah pemindahan dari Jalan Stasiun Timur ke Selakso, melainkan penambahan stasiun kereta api baru di wilayah Selakso. Dia menambahkan, bila penambahan ini disetujui, bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna kereta api.

Stasiun Sukabumi Dulu dan Sekarang

Sedangkan menurut pengguna kereta api, tidak setuju jika stasiun dipindahkan, sebab lokasi lebih jauh. Apalagi stasiun yang ada saat ini memiliki lokasi strategis di pusat kota Sukabumi dan dekat dengan pusat perbelanjaan serta mudah dijangkau angkutan kota berbagai jurusan.

Stasiun Sukabumi sendiri merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Gunung Parang, Cikole, Sukabumi. Terletak di ketinggian +583 meter dan menjadi stasiun yang lokasinya paling selatan di Daerah Operasional (Daop) I Jakarta.

Stasiun ini dibuka sejak tahun 1882 dan masih aktif hingga kini. Sempat memiliki lima jalur, tetapi kini hanya menyisakan tiga jalur yang masih aktif. Dimana jalur 1 digunakan untuk kereta api Pangrango, jalur 2 sebagai sepur lurus dan digunakan untuk kereta api Siliwangi. Sedangkan jalur 3 merupakan sepur simpan. Tak hanya sebagai stasiun besar, pada masa Hindia Belanda, di stasiun ini terdapat lokomotif dan turn table (meja putar). Sayangnya dipo tersebut sudah dibongkar dan hanya menyisakan turn table saja.

Namun, meja putar tersebut kini tak lagi digunakan, karena PT KAI telah mengoperasikan lokomotif CC206 yang dilengkapi dua kabin sehingga tak perlu lagi diputar. Pada masanya dulu, stasiun Sukabumi juga disebutkan pernah mempunyai percabangan jalur ke Cikembar pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Jalur ini dulu digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM). Tetapi kini sisa-sisanya sudah tak lagi ditemukan dan diduga jalur ini dibongkar pada masa peralihan penjajahan Belanda ke Jepang.

Baca juga: Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

Diketahui, stasiun Sukabumi mulai beroperasi pukul 04.00 pagi hingga 22.00 malam. Melayani persinggahan dari dua kereta api yakni KA Pangrango ke Bogor Paledang dan Cianjur serta KA Siliwangi dengan tujuan yang sama. Kedua kereta ini memulai perjalanannya dari stasiun Sukabumi dan biasanya malam hari menginap.

Pertama di Asia, Citilink Raih “Four Stars Low Cost Airline” dari Skytrax

Dunia dirgantara dalam negeri kembali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Setelah pada 8 Februari 2018 kemarin Flag Carrier Garuda Indonesia berhasil mempertahankan predikat Five Stars Airliners versi Skytrax untuk yang keempat kalinya, kini giliran anak perusahaannya, Citilink yang masuk ke dalam kategori Four Stars Low Cost Airline versi lembaga pemeringkat penerbangan global independen yang berbasis di Inggris tersebut.

Baca Juga: Garuda Pertahankan Predikat Bintang Lima Skytrax

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, maskapai yang identik dengan livery putih hijau ini merupakan LCC pertama di kawasan Asia yang berhasil mengalungkan prestasi membanggakan tersebut. Dalam kategori ini, Citilink bersanding dengan maskapai lain yang namanya sudah mendunia, seperti Norwegian Air dan EasyJet.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan modal penting untuk kemajuan bisnis Citilink yang diperoleh berkat konsistensi kerja keras dan komitmen manajemen seluruh elemen di Garuda Indonesia. “Ini menjadi modal dasar untuk melakukan ekspansi bisnis ke regional,” ungkap Pahala, dikutip dari laman merdeka.com (8/2/2018).

“Capaian ini tentu saja memiliki arti penting bagi perusahaan, mengingat Skytrax Airline Rating System tersebut merupakan salah satu instrumen penting perusahaan dalam mengukur efektivitas peningkatan kualitas layanan yang terus kami lakukan secara berkelanjutan sekaligus menjadi strategic asset perusahaan dalam meningkatkan daya saing layanan Garuda Indonesia,” imbuhnya.

Menindaklanjuti capaian yang diraih oleh Garuda Indonesia, Pahala menuturkan latar belakang penganugerahan gelar tersebut. “Adapun certification renewal bintang 5 yang Garuda Indonesia terima pada hari ini merupakan hasil audit layanan menyeluruh 5 Star Follow-up Audit yang dilaksanakan Skytrax sepanjang tahun 2016–2017,” ucap Pahala yang ditemui pada perhelatan Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Center, Kamis (8/2/2018).

“Pada kesempatan ini kami juga berterima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia selama ini kepada Garuda Indonesia sehingga dapat maju dan berkembang seperti saat ini. Kami juga percaya bahwa pencapaian yang kami raih ini bukan semata mata sebuah pencapaian perusahaan melainkan juga merupakan capaian dan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia.” Tutup Pahala.

Baca Juga: Singapore AirShow 2018: Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment

Pada pagelaran Singapore AirShow 2018 ini juga Garuda Indonesia diketahui menjadlin kerja sama dengan Perusahaan multinasional Perancis yang menyediakan layanan untuk pasar kedirgantaraan, pertahanan, dan transportasi, Thales. Kerja sama ini ditujukan untuk mengembangkan sisten In Flight Entertainment (IFE) dalam armada baru Garuda Indonesia, Airbus A330neo yang direncanakan akan mendarat di Tanah Air pada 2019 mendatang.

Kereta Terperangkap Salju, 400 Penumpang JR East Terdampar dalam Suhu Estrem

Pernahkah Anda terjebak dalam situasi dimana Anda tidak bisa berbuat apa-apa? Ya, inilah yang dirasakan oleh penumpang kereta JR East di Shinetsu Line pertengahan bulan Januari 2018 kemarin. Bukan karena masalah teknis atau kecelakaan yang menyebabkan para penumpang terdampar ini, melainkan karena cuaca buruk yang akhirnya memaksa mereka untuk bermalam di kereta tersebut. Duh!

Baca Juga: Alami Masalah Kelistrikan, Kereta Cepat di Cina Terbakar Hebat!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (12/1/2018), sebanyak 403 penumpang terpaksa bermalam di kereta empat gerbong pada Kamis (11/1/2018) malam karena tumpukan salju yang menutupi jalan kereta. Diketahui, tumpukan salju tersebut menebal hingga 77 cm dan membuat kereta tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanannya.

Ketika regu penyelamat tiba di lokasi, seorang pria paruh baya dan empat orang remaja putri mengaku berada dalam kondisi yang tidak sehat, sehingga mereka semua diungsikan menuju rumah sakit di sekitaran Prefektur Niigata, lokasi dimana kereta tersebut terperangkap salju. Dapatkah dibayangkan oleh Anda bagaimana kondisi di dalam gerbong-gerbong kereta tersebut?

Banyak diantara para penumpang yang terlantar tersebut berusaha untuk menghubungi keluarganya, dan meminta untuk dijemput. Hingga beberapa saat, kondisi gerbong perlahan lengang karena beberapa penumpang mulai meninggalkan lokasi kejadian karena sudah dijemput oleh pihak keluarga. “Saya berdiri dan melihat ke bawah sepanjang waktu,” tutur  seorang penumpang wanita yang dijemput oleh pihak keluarganya pada pukul 04.40 waktu setempat.

Bahkan tidak sedikit juga pihak  keluarga yang mengeluhkan kejadian tersebut. Seperti halnya seorang pria yang mengumpat karena putrinya yang  terjebak di dalam rangkaian kereta tersebut harus mengikuti ujian pada keesokan harinya. “Besok putri saya harus mengikuti ujian saringan masuk perguruan tinggi dan saya ingin dia bisa beristirahat secepat mungkin,” tutur bapak dari remaja putri tersebut “Pihak operator mengatakan kereta akan segera jalan, namun semua itu salah dan tidak sesuai kenyataan,” imbuhnya kesal.

Baca Juga: Akibat Insiden Pintu Kereta, Jadwal MRT di Singapura Alami Penundaan

Diketahui, kereta JR East di Shinetsu Line terperangkap salju sekitar pukul 18.55 waktu setempat di persimpangan antara Stasiun Tokoji dan Obiori. Dampaknya, sejumlah kereta yang hendak melewati jalur tersebut terpaksa mengalami keterlambatan keberangkatan, bahkan sebagian lainnnya dibatalkan. Yang membuat penumpang lebih kesal adalah pihak JR East yang tidak memberikan alternatif perjalanan lain bagi para penumpang yang sudah terlanjur beli tiket.

Setelah 15 jam melakukan pembersihan jalur, akhirnya kereta tersebut bisa melanjutkan perjalanannya.

Mulai 10 Februari 2018, Damri JA Connexion Buka Rute Kemang Pratama Ke Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma

Setelah meluncurkan trayek baru jurusan Depok – Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) dan Depok – Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) pada 26 Januari 2018 kemarin, kali ini Perum Damri melanjutkan misinya untuk menambah rute baru menuju dua bandara yang ada di Ibu Kota ini.

Baca Juga: Mulai 26 Januari 2018, Damri JA Connection Buka Rute Depok ke Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma

Diketahui, layanan pemadu moda yang bernama Jabodetabek Airport Connection (JA Connexion) ini sudah memiliki beberapa rute sebelumnya, seperti Stasiun Gambir – Bandara Soetta, hingga sejumlah hotel dan mall pun dijadikan titik penjemputan para penumpang dari dan menuju bandara.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com, JA Connexion akan membuka rute baru dari Kemang Pratama (Bekasi) menuju Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma pada 10 Februari 2018. Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, layanan baru ini akan melakukan pemberangkatan setiap satu jam sekali. Tidak lain dan tidak bukan, layanan ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan penumpang yang hendak bertolak menuju bandara.

Untuk tujuan Bandara Soetta, JA Connextion akan menempuh rute Kemang Pratama – Jl. Raya Narogong – Jl. Siliwangi – Jl. Achmad Yani – Tol Bekasi Barat – Tol Dalkot – Tol Jor – Tol Cengkareng – Bandara Internasional Soekarno Hatta. Nah, ada sedikit perbedaan dengan beberapa rute yang sebelumnya sudah ada. Untuk rute Kemang Pratama – Bandara Soetta, Damri memberlakukan dua golongan harga, Rp60.000 untuk bus Royal Class dan Rp45.000 untuk kelas eksekutif.

Baca Juga: Bus Bandara Kini Lewati Jalur Mall dan Hotel Jabodetabek

Sedangkan untuk tujuan Bandara Halim, JA Connexion akan menempuh rute Kemang Pratama – Jl. Raya Narogong – Jl. Siliwangi – Jl. Achmad Yani – Tol Bekasi Barat – Cawang – Bandara Halim Perdanakusuma. Berbeda dengan tujuan ke Bandara Soetta, Damri akan memberlakukan tarif flat untuk ke Bandara Halim, yaitu Rp30.000.

Menyinggung soal waktu keberangkatan, layanan paling pagi untuk tujuan Kemang Pratama – Bandara adalah pukul 04.00 WIB dan yang terakhir adalah pukul 20.00 WIB. Sedangkan untuk rute sebaliknya, pemberangkatan paling pagi dimulai pada pukul 05.00 WIB dan layanan ini akan berakhir pada pukul 22.30 WIB.

Langgar Etika dan Kesopanan, Dua Warga Australia Ditolak Masuk Ke Indonesia

Dua orang penumpang yang menggunakan maskapai berbiaya rendah Jetstar dari Sydney menuju ke Denpasar, Bali ditolak masuk ke Indonesia. Tak hanya itu, keduanya juga dilarang melakukan perjalanan lainnya dengan semua penerbangan baik itu Jetstar maupun Qantas selama penyelidikan berlangsung.

Baca juga: Gara-Gara Salah Administrasi, Perempuan Ini Tak Bisa Masuk Inggris Selama 10 Tahun

KabarPenumpang.com melansir dari laman sbs.com.au (7/2/2018), diketahui bahwa dua penumpang yang berada dalam pesawat JQ37 Jetstar dari Sydney pada Senin (5/2/2018) malam bertindak agresif dan melemparkan perkataan yang melecehkan pada penumpang dan kru lainnya. Insiden ini direkam oleh penumpang lain dan di unggah pada media sosial, dimana seorang pria dan seorang wanita berteriak serta mendorong awak kabin selama penerbangan.

Dalam video tersebut juga melibatkan banyak penumpang dan awak kabin lainnya. Wanita tersebut sebelum mendorong awak kabin sempat berteriak, “Anda tahu apa, teman, keluarga Anda? Saya mencoba untuk meminta maaf, Anda melemparkannya kembali ke wajah saya.” Selain itu dalam video juga terdengar suara seorang pria yang berteriak, “turunkan dariku, apa yang kamu lakukan? Tinggalkan dia sendiri. Jangan sentuh aku. Tinggalkan dia sendiri!”

Penumpang lainnya yang mendengar dan menggambarkan insiden itu mengatakan kejadian tersebut adalah hal yang mengerikan. Atas insiden ini, kapten penerbangan menghubungi Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk meminta pihak kepolisian di Bali untuk bertemu dan mengamankan pasangan tersebut sesampainya di tujuan.

Sayangnya, setelah tiba keduanya tidak bisa menikmati Bali karena ditolak untuk masuk ke Indonesia sebelum dikirim kembali ke Australia. Juru bicara Jetstar mengatakan, pasangan ini telah dilarang dari semua penerbangan baik dengan Jetstar maupun Qantas selama penyelidikan.

Namun, larangan ini juga bisa diperpanjang seumur hidup. “Kami sudah pernah melakukan ini sebelumnya,” ujar juru bicara Jetstar. Tak hanya itu, kejadian penolakan di Bali terhadap warga Australia juga pernah terjadi pada WNA bernama Andrew Peter Stengouse pada 23 Juni 2017 lalu.

Baca juga: Meski Visa Sudah Ditangan, Bukan Jaminan Bisa Masuk Ke Amerika Serikat, Lho!

Lantaran identitas Andrew yang terdaftar sebagai pelaku kekerasan seks terhadap anak atau pedofil dan dikembalikan ke Australia. Saat itu Andrew diketahui menggunakan pesawat AirAsia QZ541 dari Darwin menuju Bali dan dikembalikan dengan penerbangan ke Perth pada hari yang sama.

14 Februari, PT KAI Targetkan Jalur Kereta Bogor-Sukabumi Kembali Beroperasi

Hampir sepekan jalur kereta Bogor-Sukabumi tak beroperasi akibat longsor yang terjadi di Kampung Maseng, desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Bogor pada Senin (5/2/2018). Longsor tersebut sepanjang 40 meter yang membuat pondasi amblas dan membuat rel menggantung sehingga pengoperasian kereta terhenti sementara.

Baca juga: Jalur Kereta Cijeruk Longsor, Perjalanan Kereta Bogor-Sukabumi Berhenti Operasi Sementara

Hal ini membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) bergerak cepat dengan melakukan perbaikan jalur kereta api tersebut agar bisa kembali beroperasi. Direktur PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya membangun jembatan darurat agar jalur kereta tersebut bisa kembali dilalui kereta api.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, target penyelesaian jembatan darurat tersebut selama enam hari kerja atau sampai 14 Februari mendatang. Adapun untuk pembuatan jembatan darurat ini, pihak KAI mengupayakan pemasangan tiang pancang dan pondasi. “Kita berupaya perbaikan atau pengerjaan ini bisa secepatnya selesai, sehingga jalur kereta dari Bogor menuju Sukabumi dan sebaliknya bisa segera kita aktifkan,” kata Edi.

Dia menjelaskan, konstruksi jembatan darurat tersebut dibuat dengan ujung rel diberi tiang dan tengahnya diperkuat dengan penyangga agar aman saat kereta api melintas.

“Jadi, seperti model jembatan yang diberikan perkuatan. Tentu saja ke bawah harus mencapai tanah keras untuk fondasi,” ujar Edi. Sedangkan untuk kerugian akibat longsor tersebut pihak KAI belum menghitungnya baik kerugian karena kereta tidak beroperasi maupun untuk biaya yang dikeluarkan perbaikan jalur tersebut. Edi mengaku pihaknya masih fokus dalam upaya perbaikan di lintasan rel tersebut agar bisa dilalui kembali.

“Nanti kita hitung secara rinci karena secara prinsip kan rel itu masih ada. Jadi nanti kita lihat berapa yang harus keluar dari perbaikan ini,” ujar Edi.

Baca juga: PT KAI Bentuk Tim Posko Pasca Longsor Jalur Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Dia berharap cuaca di lokasi longsor dapat bersahabat sehingga tidak menghambat pengerjaannya agar perbaikan cepat selesai. Selain itu pihak KAI juga sedang mengindikasi titik-titik rawan longsor di sepanjang jalur perlintasan rel yang dilewati kereta api Bogor-Sukabumi.

“Seluruh Daerah Operasi (Daop) 1, 2, dan 6, akan disurvei titik-titik rawan. Ini juga untuk mengawali operasi Lebaran nanti,” kata dia.

Didukung Intel Capital, Joby Aviation Siap Ramaikan Industri Taksi Udara

Nampaknya dunia transportasi akan segera kedatangan ‘keluarga’ baru di ruang lingkup mereka dalam waktu dekat ini. Ya, taksi udara memang tengah dicanangkan oleh banyak perusahaan yang ingin terjun langsung mengentaskan masalah kemacetan yang semakin mengular belakangan ini. Sebut saja Uber, Boeing, Airbus, hingga NASA sekali pun sudah mulai berkecimpung untuk merencanakan kehadiran moda futuristik ini.

Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara

Selain sejumlah perusahaan raksasa yang telah disebutkan di atas, terselip satu nama baru yang mencuri perhatian publik. Adalah Joby Aviation yang juga tengah mencanangkan kehadiran dari taksi udara yang mengadaptasi sistem Vertical Take Off Landing (VTOL) ini. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (2/2/2018), Joby Aviation siap bersaing dengan para raksasa tersebut dengan bantuan dana yang digelontorkan investor ternama, Intel Capital.

Intel Capital sendiri terdiri dari sejumlah investor strategis yang berbasis di Singapura, EDBI, JetBlue Technology Ventures, dan Toyota AI Ventures. Adapun besaran dana yang dikucurkan Intel kepada Joby Aviation adalah senilai US$100 juta atau yang berkisar antara Rp1,4 trilun. Dana ini ditujukan agar perusahaan yang bermarkas di Santa Cruz, Amerika Serikat ini mampu mengembangkan taksi udara yang mampu menampung empat penumpang dan diawaki oleh seorang pilot.

Selain diharapkan mampu untuk mengatasi masalah lalu lintas darat yang belakangan ini semakin semerawut, pihak Joby Aviation mengatakan bahwa kehadiran taksi udara ini mampu mengurangi polusi udara.

Adapun pesawat VTOL ini mampu melaju hingga jangkauan lebih dari 150 mil atau yang setara dengan 240 km. Pihak Joby Aviation mengaku bahwa penggunaan rotor khusus pada moda mereka membaut proses take off dan landing menjadi 100 kali lebih senyap ketimbang penerbangan konvensional.

Baca Juga: Gandeng Uber, NASA Siap Dorong Proyek Taksi Udara Otonom di Tahun 2020

Hingga saati ini, Joby Aviation masih memfokuskan pengembangan moda futuristik Seri B ini pada tiga poin utama, yaitu melengkapinya dengan sistem keamanan tingkat tinggi, meminimalkan kebisingan, dan mengoptimalkan jangkauan dan kecepatan.

Pada bulan September 2017 kemarin, Airbus dengan proyek CityAirbus-nya baru saja menguji Volocopter (moda udara otonom yang akan digunakan Airbus) pertamanya di Dubai. Selain itu, Uber yang juga memiliki agenda untuk menguji coba taksi udaranya pada tahun 2020 mendatang mendapat tawaran kerja sana dari pihak NASA guna melancarkan rencananya tersebut.

Garuda Pertahankan Predikat Bintang Lima Skytrax

Maskapai nasional Garuda Indonesia- kembali mempertahankan predikat sebagai “Maskapai bintang 5” dari Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan global independen yang berbasis di Inggris. Pencapaian predikat “Maskapai Bintang 5” tersebut diterima Garuda Indonesia sejak tahun 2014 lalu.

Baca juga: Singapore AirShow 2018: Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment

Pencapaian tersebut ditandai dengan penyerahancertification renewal predikat “Maskapai Bintang 5” Skytrax yang diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury dari CEO Skytrax, Edward Plaisted bertempat di ajang pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Center, Kamis (8/2).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi kerja keras dan komitmen manajemen dan seluruh karyawan Garuda Indonesia untuk selalu memberikan layanan yang terbaik kepada para pengguna jasa.

“Adapun certification renewal bintang 5 yang Garuda Indonesia terima pada hari ini merupakan hasil audit layanan menyeluruh 5 Star Follow-up Audit yang dilaksanakan Skytrax sepanjang tahun 2016–2017. Capaian ini tentu saja memiliki arti penting bagi perusahaan, mengingat Skytrax Airline Rating System tersebut merupakan salah satu instrumen penting perusahaan dalam mengukur efektivitas peningkatan kualitas layanan yang terus kami lakukan secara berkelanjutan sekaligus menjadi strategic assetperusahaan dalam meningkatkan daya saing layanan Garuda Indonesia”. Jelas Pahala.

“Pada kesempatan ini kami juga berterima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia selama ini kepada Garuda Indonesia sehingga dapat maju dan berkembang seperti saat ini. Kami juga percaya bahwa pencapaian yang kami raih ini bukan semata mata sebuah pencapaian perusahaan melainkan juga merupakan capaian dan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia”. Papar Pahala.

Pahala juga menambahkan bahwa pencapaian Garuda Indonesia ini juga tidak hanya merepresentasikan pencapaian Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan kelas dunia, melainkan juga menjadi representasi kesuksesan konsep layanan Indonesia Hospitality kancah global, sekaligus memperkuat Nation Branding Indonesia di mata dunia.

“Keramah-tamahan khas Indonesia serta konsep layanan Indonesian Hospitality telah menjadi competitive advantage bagi Garuda Indonesia dalam merebut hati pengguna jasa ditengah persaingan yang semakin ketat di pasar internasional. Sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang telah go global, capaian predikat bintang lima tersebut juga semakin menegaskan kembali posisi Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai global yang terdepan dalam hal peningkatan pengalaman dan kenyamananpenerbangan berstandar bintang lima,” Jelas Pahala.

Pahala mengatakan, ditengah tantangan kinerja operasional yang terus dimaksimalkan perusahaan, capaian Garuda Indonesia ini menjadi wujud nyata upaya perusahaan dalam mempertahankan kualitas layanan bintang 5 yang tentunya menjadi komitmen dan landasan utama kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa khususnya melalui konsep layanan “Garuda Indonesia Experience” yang mengedepankan keramahtamahan khas “Indonesian Hospitality.

Proses sertifikasi maskapai bintang lima tersebut dilaksanakan melalui proses “5 Star Follow-up Audit” oleh Skytrax dengan poin-poin penilaian mendetil yang meliputi seluruh aspek pelayanan, dari pre-flight, in-flight dan post-flight, seperti kualitas pelayanan penumpang di bandara, kualitas ruang tunggu, kenyamanan kabin, sajian dalam pesawat (inflight meal), kualitas hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment), hingga layanan oleh awak kabin.

Pada kesempatan tersebut, CEO Skytrax, Edward Plaisted mengatakan bahwa keberhasilan Garuda Indonesia dalam mempertahankan predikat “Maskapai Bintang 5″ merupakan wujud kerja keras tim di Garuda Indonesia dalam mempertahankan kualitas pelayanan.

“Pada situasi industri penerbangan yang semakin kompetitif, Garuda Indonesia mampu bertahan dalam persaingan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dan standar pelayanan yang dijalankan.
Konsistensi yang dihadirkan dalam produk dan layanan sebuah maskapai merupakan bagian terpenting dari penilaian maskapai bintang lima tersebut, dan armada-armada yang dioperasikan Garuda Indonesia saat ini menawarkan berbagai kelas layanan yang sesuai dengan standar layanan maskapai bintang lima,” tambah Edward.

Dari total lebih dari 200 maskapai penerbangan di seluruh dunia, hingga saat ini hanya terdapat 10 Maskapai Bintang Lima (Five Star Airliner) yang diantaranya adalah Garuda Indonesia, SingaporeAirlines, Cathay Pacific, EVA Air, Qatar Airways, Etihad, Asiana Airline, All Nippon Airlines, Hainan Airlines dan Lufthansa.

Atas komitmen manajemen dan karyawan Garuda Indonesia untuk terus memberikan hal yang terbaik, kinerja Garuda Indonesia secara bertahap terus diakui di tingkat internasional. Pada tahun 2013, SkyTrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai “The World’s Best Economy Class”.

Selain itu, selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2014 hingga 2017 Garuda Indonesia berhasil mempertahankan predikat “The World’s Best Cabin Crew” dari SkyTrax.
Garuda Indonesia pada tahun 2017 lalu juga berhasil mempertahankan prestasi sebagai “The World’s Top 10 Airline” SkyTrax dengan menduduki peringkat ke-10.

Sementara itu, pada tahun 2017 lalu, Garuda Indonesia juga berhasil meraih predikat “Bintang 5” dari Airline Passenger Experience Association (APEX), sebuah asosiasi nirlaba untuk peningkatan pengalaman penumpang penerbangan yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat.

Garuda Indonesia terpilih sebagai salah satu dari 22 maskapai penerbangan dunia yang diumumkan sebagai Five Star Recipients of the 2018 Official Airline Ratings, program pemeringkatan penerbangan pertama yang didasarkan pada umpan balik penumpang yang terverifikasi dan tersertifikasi.

Dalam rangka memperkuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia bersama jajaran anak perusahaan menjalankan strategi bisnia jangka panjang bertajuk Garuda Indonesia Group (Sky Beyond 3.5) yang akan menjadi value-driven aviation group dengan pencapaian target 3,5 miliar USD pada tahun 2020.

Citilink Meraih Predikat Maskapai LCC Bintang Empat

Selain itu, anak perusahan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia juga berhasil meraih penghargaan dengan predikat baru sebagai maskapai LCC Bintang Empat dari Skytrax.

Keberhasilan tersebut merupakan kebanggan tersendiri bagi Citilink Indonesia dan Garuda Indonesia Group, mengingat Citilink Indonesia merupakan LCC pertama di Asia yang berhasil mendapatkan sertifikasi tersebut.

Sertifikasi bintang empat untuk LCC ini membuat Citilink Indonesia bersanding dengan dua maskapai dari Eropa yang sudah diakui standar keamanan dan pelayanannya yaitu Norwegian Air dan EasyJet dari Inggris.

Baca juga: Garuda Indonesia Resmikan Penerbangan Denpasar ke Xi’an dan Zhengzhou

Ini menjadi fakta, meskipun Citilink Indonesia adalah maskapai berbiaya murah, namun dengan kualitas yang terbaik di kelasnya sehingga mendapatkan pengakuan internasional dan menjadi modal dasar untuk melakukan ekspansi bisnis ke regional.

Ternyata Ada Polemik Tentang Kain Pelapis di Kursi Angkutan Umum

Berbicara tentang transportasi umum seperti bus, kereta beberapa moda transportasi darat lainnya, salah satu paling cepat di cari adalah tempat duduknya. Apalagi jika jam-jam padat, rasanya sangat sulit untuk mendapatkan tempat duduk.

Baca juga: Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu!

Meskipun tempat duduk tersebut kurang nyaman, tapi dikala lelah bisa menjadi tempat bersandar yang baik. Tapi sadarkah Anda bahwa kain yang menutupi kursi penumpang ini lebih banyak berwarna merah dan biru violet dengan tiruan grafis yang mempercantiknya walau kursi tidak nyaman.

Namun ternyata jawaban untuk pelapis kursi ini hampir sama rumitnya dengan menjawab tentang kemacetan. KabarPenumpang.com merangkum dari laman bbc.com, ternyata ada beberapa alasan kenapa kursi penumpang memiliki pelapis yang tidak bagus alias jelek.

1. Harus tahan lama
Sebenarnya kain pelapis kursi di transportasi massal haruslah tahan lama. Sebab kursi selalu di duduki penumpang yang berganti-ganti. Lapisan kain selain tahan lama juga harus mudah dibersihakan, menyamarkan noda yang di sengaja atau tidak. Harus terllihat bersih.

Maka ada superfabric atau bahan karpet yang digunakan untuk pelapis kursi dan digunakan di kebanyakan angkutan umum Inggris serta menjadi pilihan angkutan massal di negara lain.

2. Proses perancangan
Berbagai macam desain dirancang untuk membuat lapisan tempat duduk tersebut. Beberapa perusahaan desain bisa mendapatkan keuntungan dalam membuat desain kursi angkutan massal. Apalagi desain yang bagus bukanlah prioritas tertinggi untuk angkutan massal.

Untuk merancang desain hingga menyelesaikannya butuh waktu lama sekitar 18 bulan hingga dua tahun. Bahkan ada perusahaan angkutan massal yang memilih desain untuk rancangannya sendiri seperti menggunakan logo mereka di kursi penumpang.

3. Fashion berubah-ubah
Kain untuk moda transportasi kini mengikuti mode seperti kain komoditi lainnya yang dirancang. Untuk mendapatkan kesan klasik terkadang menggunakan fashion klasik atau jika sedang tidak bagus akan berganti dengan mode lainnya. Reputasi paling mengerikan pada fashion ini di tahun 1980an ketika agen transportasi umum memutuskan mengikuti tren dengan warna yang agak mencolok.

Seperti warna cerah, cokelat hingga jingga menghiasi lapisan kursi angkutan umum pada masa itu. Tapi untungnya mode saat itu tidak terlalu lama digunakan dan mencari warna yang bisa digunakan satu dekade atau lebih.

Baca juga: Duduk di Kursi Belakang Bus Lebih Cepat Mabuk, Ini Dia Penyebabnya!

4. Keunikan desain kain
Begitu banyak desain sehingga banyak pilihan hingga akhirnya menggunakan desain yang benar-benar bisa menutupi kotoran dan noda. Banyak yang bertanggung jawab untuk menghadirkan kenyamanan warna dalam kain pelapis kursi angkutan umum. Mereka mengembangkan desain yang bagus baik dari grafis, produk, terknik dan bahan yang digunakannya.

Biasanya ini mencakup aspek sistem transportasi dan mengadopsi estetika desain yang unik. Bahkan kedepannya, mungkin kain pelapis kursi angkutan umum ini akan memiliki desain yang lebih bagus.