Akhir Maret 2018, Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta Mulai Uji Coba Pembayaran Tiket Cashless

Saban ingin ke Bandara Soekarno-Hatta naik bus, maka yang terlintas pertama di benak kebanyakan orang adalah nama Damri. Bus Damri tak pelak begitu identik sebagai angkutan bus dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Alhasil meski sudah ada layanan JA Connexion yang dilayani bus Damri dan non Damri, penumpang pun tak sedikit yang tetap beranggapan bahwa Ia sedang naik Damri. Dan berusaha untuk meningkatkan service level, Perum Damri dalam waktu dekat direncanakan akan meluncurkan layanan e-ticketing.

Baca juga: Mulai 10 Februari 2018, Damri JA Connexion Buka Rute Kemang Pratama Ke Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma

“Penyediaan layanan e-ticketing merupakan langkah awal bagi Damri untuk menuju sistem cashless dan digital,” ujar SN Milatia Moemin, Direktur Utama Perum Damri kepada KabarPenumpang.com di kantornya siang ini (12/2/2018). Milatia menambahkan, proyek perdana untuk tiket cashless ini akan dimulai untuk trayek bus Damri Bandara Soekarno-Hatta pada akhir Maret 2018. Menurut informasi, untuk tahap pertama sistem cashless bakal menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk transaksi dengan kartu debet multi bank.

Milatia yang mulai menjabat sebagai direktur utama Perum Damri pada awal Desember 2017 menjelaskan, bahwa Damri akan memulai serangkaian transformasi, cashless pada bus bandara adalah salah satunya, berikutnya Damri akan melakukan pembenahan pada sistem maintenance dan suku cadang bus. “Diharapkan dengan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan, revenue Damri juga akan turut meningkat,” kata Milatia.

Bila uji coba tiket cashless pada bus bandara berhasil, tak menutup kemungkinan selanjutnya Damri menghadirkan mobile ticketing dan penjualan e-ticketing dengan menggandeng sektor retail. Kedepan bus Damri ke bandara juga akan menerima pembayaran lewat e-money. Sebagai informasi, Damri sejak satu bulan lalu justru sudah menghadirkan sistem pembayaran cashless via kertu debet untuk angkutan bus di Bandara Juanda, Surabaya.

Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Bagi Perum Damri, layanan bus bandara merupakan tulang punggung pendapatan, hampir 50 persen revenue BUMN ini didapat dari layanan bus trayek bandara. Dengan kontribusi Damri dalam JA Connexion, maka perusahaan dengan nama panjang Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia ini ditargetkan mampu meningkatkan revenue hingga 10 persen setiap tahunnya. (Haryo Adjie)

Setengah Mobil Setengah Pesawat, AeroMobil 4.0 Siap Mengudara di 2020

Jika Anda pernah bermain video game yang menampilkan mobil terbang, nampaknya hal ini akan dapat dinikmati dalam waktu dekat. Pasalnya sebuah manufaktur asal Slovakia diketahui tengah  memberikan sentuhan akhir pada mobil yang tidak hanya mampu berjalan di darat, melainkan dapat pula mengudara. Jika tidak meleset dari agenda, kendaraan dua alam ini akan mulai dikomersialkan pada tahun 2020 mendatang.

Baca Juga: Baidu Uji Coba Mobil Otonom Berbasis Android Apollo

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, adalah AeroMobil 4.0, mobil terbang mahakarya manufaktur AeroMobil ini telah dipamerkan di hadapan publik pada ajang Paris AirShow yang diadakan pada bulan Juni 2017 silam. Penggabungan fungsionalitas mobil dan pesawat dalam satu platform fleksibel seperti ini, menjadikan AeroMobil 4.0 sebagai pusat perhatian pengunjung acara yang diadakan di Bandara Paris-Le Bourget tersebut.

Jika sedang berfungsi sebagai mobil, MaeroMobil 4.0 mampu melaju hingga kecepatan 160 km/jam, sedangkan ketika bertransformasi menjadi pesawat, kendaraan futuristik ini mampu melesat hingga kecepatan 360 km/jam. Moda yang memiliki panjang 5,9m, lebar 2,2m, dan tinggi 1,5m ini mampu mengangkut 960kg berat maksimum ketika take off. Kelebihan lain dari AeroMobil 4.0 ini adalah pemasanagan teknologi dan sistem turbocharging versi terbaru, yang memungkinkan kendaraan ini mendapatkan tenaga dan ketinggian tambahan.

AeroMobil 4.0 dibangun dengan menggunakan teknik konstruksi monocoque, sedangkan permukaan ekor menggabungkan kontrol penerbangan dan geometri suspensi belakang. Kendaraan futuristik ini memperoleh sertifikasi Eropa di bawah kelas EWVTA / M1 dan sertifikasi AS di bawah kelas 49 CFR 571, untuk memastikan kendaraan ini layak terbang.

AeroMobil 4.0 menggunakan kaca depan yang cukup unik untuk kelas mobil, karena bentuknya yang menyerupai kaca kokpit pada pesawat komersil. Tampilan digital terpadu yang tersedia pada bagian kokpit akan menghadirkan informasi operasional dari moda gabungan darat-udara ini. Mobil terbang ini didukung oleh sistem propulsi hibrida-listrik yang mengintegrasikan mesin turbocharged empat silinder turbocharged dan dua motor listrik. Hal ini didukung oleh sistem penggerak roda depan listrik khusus, yang menghasilkan tenaga maksimal 110bhp.

Baca Juga: Saingi Dubai, Singapura Akan Hadirkan Taksi Udara

Lalu bagaimana dengan sayapnya? Lebar sayap 8m yang membentang akan ditempatkan pada bagian belakang AeroMobil 4.0 ketika kendaraan ini berada di jalanan, sehingga para pengguna jalan lain tidak perlu khawatir akan eksistensi sayap yang mengganggu perjalanan mereka.

Nah, bagi Anda yang berminat untuk memiliki AeroMobil 4.0 ini, siap-siap untuk melubangi dompet Anda, karena harga yang dipatok berkisar US$1,6 juta atau yang setara dengan Rp21,8 miliar!

Tapi, satu pertanyaan muncul ketika kesiapan peluncuran moda ini semakin matang. Kira-kira, jenis SIM apa yang akan digunakan oleh pengemudi AeroMobil 4.0? Apakah para pengemudi harus selalu membawa serta sertifikat penerbangan mereka selama berkendara?

Tragedi di Bangkok, Ketika Selfie di Rel Kereta Kembali Merenggut Nyawa

Berselfie atau berswafoto semakin hari semakin ngetren di kalangan anak muda saat ini. Namun terkadang anak muda masa kini tak lagi berpikir logis dengan tempat mereka berselfie ria seperti di tempat-tempat ekstrem. Bahkan sering kali saat berselfie di tempat ekstrem membuat mereka sendiri kehilangan nyawa. Salah satu tempat yang seringkali memakan korban yakni selfie di rel kereta api.

Baca juga: Duh! Orang-orang ini Tewas Karena Selfie di Rel Kereta

KabarPenumpang.com baru-baru ini melansir dari laman vanguardngr.com (9/2/2018), dimana seorang perempuan tewas dan seorang pria kritis tersambar kereta ketika sedang berselfie di rel kereta di Bangkok, Thailand.

Insiden tersebut, diketahui terjadi pada Kamis (8/2/2018), di stasiun Samsen. Seorang saksi mata yang juga teman kedua korban, Amornthep Tipnongwaeng mengatakan, awalnya dia dan keempat temannya tersebut minum-minum dekat rel kereta pukul 04.00 pagi waktu setempat.

Dia mengatakan, dua diantaranya yakni Walailak Sukama dan Amnaj Nawantib yang tengah mabuk berjalan menuju arah rel. Keduanya bermaksud akan berselfie di atas rel, na’as mereka berdua tidak tahu kereta datang dari belakang dan tersambar.

Akibatnya Walailak Sukama tewas di tempat karena terseret kereta sedangkan Amnaj Nawantib terpental dan mengalami luka parah. “Saat ini, mereka sudah dibawa menuju Rumah Sakit Vajira,” ujar Kapten Polisi Wisanusak Sueb In dalam keterangan resmi.

Sueb In mengatakan, saat ini polisi tengah menggelar investigasi untuk menentukan penyebab kejadian. Pejabat perkeretaapian Thailand mengatakan, kelompok tersebut sering nongkrong dan minum bir di dekat rel.

“Perbedaannya adalah saat ini mereka juga mementingkan diri sendiri. Kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka telah mendapat pelajaran sekarang, namun tetap harus dilihat apakah mereka akan kembali ke masa depan,” ujar juru bicara perkeretaapian Thailand.

Baca juga: Miris! Selfie Berujung Maut Pada Moda Transportasi

Tak hanya kejadian ini, dilaporkan pada 24 Januari 2018 seorang pria bernama Shiva asal Hyderabad terluka parah setelah tersambar kereta sembari mengabadaikan aksinya dalam sebuah video. Kemudian adapula lima remaja tertabrak kereta di dua tempat berbeda di India yakni Karnataka dan New Delhi.

Selain itu Desember tahun 2017 lalu, seorang remaja perempuan tewas tersermpet kerea api saat berselfie ria bersama tiga teman lainya. Beberapa waktu lalu juga, KabarPenumpang.com merangkum ada lima kejadian tewasnya anak muda karena berselfie ria di jalur kereta api.

Singapore AirShow 2018: Resmi Tampilkan Konfigurasi, Boeing 737 Max 10 Siap Mengangkasa di 2020

Belum sempat turun euforia para netizen karena peluncuran prototipe Boeing 737 MAX 7 pada awal Februari kemarin, kini perusahaan multinasional yang bermarkas di Illinois, Chicago, Amerika Serikat ini kembali telah memproklamirkan kembali seri terbarunya di perhetalan Singapore AirShow 2018, yakni Boeing 737 Max 10.

Baca Juga: Boeing 737 MAX 7, Pecahkan Rekor Internal Penjualan Pesawat Tercepat Sepanjang Sejarah!

Walaupun rancangan desain Boeing 737 Max 10 telah dirilis pada bulan Juni 2017 silam dalam pagelaran Paris AirShow, namun baru di Singapore AirShow 2018 konfigurasi pesawat ini diumumkan resmi ke publik. Boeing 737 MAX 10 dipercaya mampu mengangkut jumlah penumpang yang sama dengan  kompetitornya, Airbus A320neo. “Dengan pesawat ini, kami bisa mengangkut penumpang dengan jumlah yang sama dengan A320neo dan terbang sedikit lebih jauh,” ungkap VP-Marketing Boeing Commercial, Randy Tinseth.

Pesawat yang memiliki panjang 66 inchi melebihi MAX 9 ini rencananya akan memulai layanannya pada tahun 2020 mendatang. Kendati masih dua tahun lagi memasuki masa layanan, namun Boeing 737 MAX 10 sudah mulai kebanjiran pesanan. Pesawat yang mampu mengangkut penumpang hingga 230 penumpang ini memang menjadi yang terpanjang di kelas MAX yaitu 43,8m, namun jarak tempuhnya tidak melebihi adik-adiknya di kelas MAX. “Kami memang tidak memiliki bangku sebanyak Airbus A321,” ungkap Randy.

Seperti model Boeing 737 MAX lainnya, MAX 10 menggabungkan teknologi terkini CFM International LEAP-1B engine, sayap teknologi Advanced, Boeing Sky Interior, display dek penerbangan besar, dan perbaikan lainnya untuk memberikan efisiensi, keandalan dan kenyamanan penumpang dalam pasar single-aisle ini.

Baca Juga: Lion Air Pesan 50 Unit Boeing 737 MAX 10 Senilai US$6,24 Miliar

Nah, salah satu maskapai Indonesia juga ternyata sudah ada yang memesan Boeing 737 MAX 10 lho! Adalah Lion Air yang melakukan pemesanan sebanyak 50 unit dengan nilai transaksi mencapai US$6,24 miliar atau yang setara dengan Rp 85,1 triliun.

“Lion Air Group menjadi maskapai pengguna pertama di dunia yang mengoperasikan 737 MAX 8 dan merupakan pemesan pertama dari Boeing 737 MAX 9. Dengan komitmen untuk pemesanan 50 unit 737 MAX 10, kami kembali menjadi yang terdepan dalam hal ini, serta membantu meluncurkan versi terbaru dari generasi Boeing 737”, Ujar Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait.

“Boeing merasa terhormat bahwa pesawat 737 terus memainkan peran integral dalam armada dan strategi pertumbuhan Lion Air Group,” tandas Presiden Boeing Commercial Airplanes & CEO Kevin McAllister.

Versi Terbaru SMRConnect, Mampu Informasikan Kepadatan Penumpang di Jalur MRT Singapura

Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) belum lama ini memperbarui aplikasi mobile untuk smartphone dengan fitur yang bisa memperkirakan jumlah penumpang kereta sebelum calon penumpang masuk ke dalamnya. Aplikasi yang  disebut SMRTConnect versi terbaru ini resmi diluncurkan pada Senin (5/2/2018) dengan berbagai kode warna yang menggambarkan tingkat kepadatan berbeda-beda di stasiun-stasiun sepanjang jalur Utara-Selatan, Timur-Barat dan jalur Lingkaran.

Baca juga: Layanan MRT di Bandara Changi Ditutup! Apa Penyebabnya?

KabarPenumpang.com melansir dari todayonline.com (5/2/2018), bahwa ikon berwarna hijau menunjukkan layanan kereta normal, bila menunjukkan warna kuning penumpang harus menunggu dua kereta sebelum bisa naik. Jika indikator menunjukkan warna merah, mengindikasi ada empat atau lebih kereta api, sedangkan warna hitam yang ditandai dengan silang berarti sedang tidak ada layanan kereta.

Indikator ini sendiri didasarkan dari penilaian orang banyak yang dilakukan kru di stasiun selama jam sibuk dan setelahnya. Nantinya, pihak operator juga berencana memanfaatkan analisis data dan video untuk mengukur kerumuman penumpang di stasiun MRT, mengumpulkan informasi dari gerbang loket, serta akses WiFi untuk memberi pembaruan lebih cepat pada layanan kereta.

Adanya hal ini, merupakan tujuan pihak operator untuk melakukan perbaikan hingga akhir tahun ini. Tak hanya itu, operator SMRT juga mengatakan, pembaruan yang diluncurkan tahun 2012 lalu sudah membuat aplikasi tersebut diunduh sebanyak 500 ribu kali.

Pembaruan yang dilakukan saat itu dianggap sebagai umpan balik pengguna terkait kedatangan kereta yang tidak tepat waktu dan waktu tunggu yang tidak sesuai terutama jika ada penundaan. Sedangkan pada pembaruan yang terdapat pada aplikasi saat ini, penumpang juga akan dimudahkan untuk melihat waktu kedatangan kereta secara real time di stasiun maupun halte bus.

Dengan pembaruan tersebut, informasi yang sebelumnya hanya menunjukkan bus SMRT kini bertambah dengan SBS Transit, Transit Tower dan Go-Ahead Singapore. Terkait dengan pembaruan aplikasi ini, presiden SMRT Desmon Kuek mengaku bahwa operator tidak selalu mendapatkan hal yang benar.

“Orang-orang terganggu saat kami tidak memperingatkan mereka sebelumnya tentang layanan kereta yang lebih lambat karena pembatasan kecepatan yang harus kami berikan untuk alasan keamanan saat kami memperbaiki jalur tertentu,” ujarnya.

Kuek mengatakan, ketakutan terbesar diantara penumpang adalah ketika mereka tidak mendapatkan informasi yang akurat tentang kedatangan kereta dan waktu tunggu.

“Operator memahami frustasi para penumpang dan kita akan memperbaikinya,” jelas Kuek. Dia berharap, aplikasi yang baru saja ditingkatkan versinya bisa membantu menyelesaikannya dengan pembaruan layanan yang lebih tepat. Pembaruan aplikasi ini sudah tersedia baik di Android maupun iOS dengan tampilan 180 derajat stasiun MRT sehingga penumpang bisa mendapatkan yang terbaik.

Selain itu, operator SMRT baru-baru ini juga meluncurkan teknologi terbaru untuk stasiun termasuk panel empat sisi di dekat pintu masuk stasiun. Ini memungkinkan penumpang mendapat informasi terkait tiket hingga meminta petunjuk ke bangunan terdekat melalui display digital di Pusat Layanan Penumpang.

“Inisiatif ini dilakukan di Stasiun MRT Tanjong Pagar, Somerset dan Bugis. Rencana sedang dilakukan untuk meluncurkan display digital ke 15 stasiun lain dengan lalu lintas manusia yang tinggi di sepanjang garis Utara-Selatan dan Timur-Barat pada bulan April,” ujar Kuek.

Pada pertengahan tahun ini, operator juga akan memperkenalkan slip perjalanan elektronik di semua pemberhentian MRT untuk penumpang yang membutuhkan bukti perjalanan selama gangguan layanan kereta. Hal ini meniadakan kebutuhan untuk mengantri di stasiun untuk mendapatkan slip cetak.

Pada bulan November tahun lalu, Otoritas Transportasi Darat mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki bagaimana operator mengatur pengumuman tentang penundaan layanan, setelah orang-orang yang marah menyuarakan ketidaksenangan pada media sosial bahwa operator kereta api SMRT dan SBS Transit tidak segera atau konsisten dalam memperingatkan para penumpang untuk melakukan gangguan.

Baca juga: Sering ‘Ngaret,’ Minat Warga Singapura Gunakan MRT Terus Menurun

Operator kereta api diharuskan memberi tahu penumpang penundaan lebih dari 10 menit pada jam sibuk dan 15 menit selama periode off-peak melalui pengumuman reguler di stasiun dan kereta api. Jika penundaan memburuk, informasi harus disebarkan melalui media sosial dan media arus utama.

PT Angkasa Pura I Lakukan Topping Off Terminal Apung Bandara Ahmad Yani

PT Angkasa Pura I melakukan penutupan atap (topping off) terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada Minggu (11/2) yang disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang ini direncanakan mulai beroperasi (minimum requirements) pada Mei 2018. Pengoperasian terminal baru bandara ini menjawab masalah lack of capacity yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Atasi Dampak Pembangunan Bandara Baru Yogyakarta, Angkasa Pura I Buka Help Desk Bagi Warga

“Topping off ini merupakan komitmen kami kepada penguna jasa bandara serta masyarakat Jawa Tengah umumnya serta Semarang dan sekitarnya pada khususnya untuk meningkatkan layanan kebandarudaraan dengan mengutamakan kenyamanan tanpa mengenyampingkan aspek keselamatan dan keamanan. Topping off ini juga merupakan bentuk kontribusi kami terhadap pengembangan perekonomian daerah, khususnya Semarang dan sekitarnya,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Pengoperasian terminal baru dan pengembangan bandara senilai Rp2,07 triliun ini merupakan solusi atas masalah lack of capacity yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Kapasitas Bandara Ahmad Yani eksisting hanya mampu menampung 800 ribu penumpang per tahun, namun realisasinya pada 2017 sudah melayani 4,4 juta penumpang.

“Dengan kapasitas terminal baru yang dapat menampung hingga 6 juta penumpang per tahun dan desain yang mengadopsi konsep eco-green airport, maka calon penumpang pesawat udara dapat lebih leluasa dan nyaman berada di terminal baru. Potensi pertumbuhan penumpang sebesar 10 persen tiap tahunnya juga dapat diakomodir oleh keberadaan terminal dan infrastruktur baru Bandara Ahmad Yani,” kata Faik Fahmi.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luas area 58.652 meter persegi, hampir sembilan kali lebih besar dibanding luasan terminal eksisting yang hanya seluas 6.708 meter persegi. Luasan apron baru mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat wide body kargo.

Terminal baru ini dibangun dengan model terapung (Floating Airport), yang pertama di Indonesia dengan mengusung Konsep Eco-Green Airport. Disebut sebagai floating airport karena terminal baru Bandara Ahmad Yani dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair dengan menggunakan tiang pancang dan metode prefabricated vertical drain (PVD) untuk memadatkan lahan lunak tersebut. PVD sendiri merupakan sistem drainase buatan yang dipasang di dalam lapisan tanah lunak.

Desain terminal baru Bandara Ahmad Yani mengadopsi konsep eco-airport dimana bandara direncanakan, dikembangkan, dan dioperasikan dengan tujuan menciptakan sarana dan pra-sarana perhubungan yang ramah lingkungan serta berkontribusi positif kepada lingkungan hidup. Terminal baru Bandara Ahmad Yani ditargetkan beroperasi dengan syarat minimum (minimum requirements) pada Mei 2018 sehingga sudah dapat melayani penumpang pada masa mudik dan libur Lebaran Juni mendatang.

Baca juga: Aviation Security PT Angkasa Pura I Kini Tampil dengan Seragam Baru

Syarat minimum tersebut antara lain terminal penumpang, gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Sedangkan pengoperasian penuh Bandara Ahmad Yani ditargetkan dapat dilakukan pada awal 2019.

 

 

Eva – Kereta Cepat Berbiaya Murah Kedua, Meluncur 2019 di Spanyol

Tingginya tarif yang dipatok pada kereta cepat menjadikan tantangan tersendiri bagi industri. Tak heran bila kemudian muncul layanan kereta cepat berbiaya rendah, seperti Ouigo, kereta cepat bergaya TGV yang telah diluncurkan di Perancis dan telah melayani pinggiran Paris, antara Massy dan Palaiseau. Dan rupanya demam kereta cepat berbiaya rendah juga menular ke tetangga Perancis, yakni Spanyol.

Baca juga: Ouigo, Kereta Cepat Bergaya TGV dengan Tarif Rendah

Kereta cepat yang diberi label “Eva” ini digadang untuk melayani rute Barcelona-Madrid, yang dipersiapkan untuk meluncur di 2019. Hadirnya kereta cepat baru ini digawangi Renfe, yang merupakan operator kereta api Spanyol. Menteri Pembangunan Spanyol, Íñigo de la Serna mengatakan teknologi tiket kereta Eva nantinya akan lebih murah. Setiap keberangkatan dengan Eva akan menggunakan proses digital yang menghemat biaya.

Tiket kereta ini bisa dibeli secara online dan menggunakan tiket elektronik dan bisa digunakan sampai tujuan akhir. KabarPenumpang.com melansir dari laman thelocal.es (6/2/2018), bahwa tarif kereta cepat ini bisa lebih murah 20 sampai 25 persen lebih rendah dari €98 atau sekitar Rp1,6 juta pada layanan Ave, layanan kereta cepat premium yang eksisting.

Layanan kereta cepat ini bukanlah melalui stasiun Barcelona Sants di pusat kota Catalan melainkan di sebuah hub baru di El Prat de Llobregat dekat dengan bandara. Rute baru dari Eva ini akan beroperasi sebanyak lima kali baik dari stasiun sentral Madrid Atocha maupun dari stasiun El Prat de Llobregat.

Diketahui, kereta cepat ini akan bergerak dengan kecepatan 190 mph atau sekitar 305 km per jam dan akan menyelesaikan perjalanannya dalam tiga jam. Waktu tempuh Eva tak jauh dari Ave yang menjadi kereta cepat pertama di Spanyol yakni hanya berbeda 5 km per jam.

Baca juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia

Sebelum adanya Eva, Ave sangat sukses bersaing dengan maskapai penerbangan Barcelona menuju Madrid ataupun sebaliknya. Hingga kini sebanyak 65 persen yang bepergian di antara kota lebih memilih menggunakan kereta. Sebab tiket pesawat rata-rata harganya lebih dari US$100 atau sekitar Rp1,4 juta dengan penerbangan termurah untuk rute domestik di Spanyol.

Smartphone Hilang di Kabin Pesawat, Kemudian Muncul Foto Pramugari Misterius di iCloud

Seorang penumpang American Airways mengaku kehilangan ponsel miliknya di dalam pesawat. Penumpang tersebut menyadari ponselnya tertinggal saat berjalan di lorong kabin saat akan turun. Namun, ketika akan kembali ke kursi tempatnya duduk seorang pramugari mencegah dan meminta perempuan tersebut keluar dari dalam pesawat.

Baca juga: Larangan Dilonggarkan, Maskapai Cina Kini Izinkan Penumpang Aktifkan Smartphone di Pesawat

Awak kabin tersebut juga mengatakan akan mengambilkan ponselnya yang tertinggal. Sayangnya beberapa saat setelah dicari pramugari tersebut mengatakan tidak menemukannya. KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (7/2/2018), ternyata setelah beberapa hari kemudian setelah ponselnya hilang, perempuan tersebut menemukan beberapa ke anehan.

Dimana saat membuka iCloud muncul sejumlah foto perempuan. Foto tersebut diklaim sebagai pramugari American Airways. Karena melihat keanehan tersebut, teman perempuan tersebut, Bobby Johnson memposting foto-foto itu di akun Twitter miliknya.

Tweet Bobby Johnson

“Beberapa hari kemudian foto-foto selfie pramugari terlihat di iCloud. Butuh penjelasan,” tulisnya dalam akun @BobbyJohnson89_.

Kemudian, pihak maskapai yang melihat postingan Bobby, menanggapinya dan menanyakan apakah penumpang tersebut sudah melaporkan kehilangan iPhone miliknya dan mengajukan fotmulir misplaced and found. Kemudian, Bobby menjawab, prosedur sudah dilakukan oleh temannya.

“Ini respon yang tidak cukup, tanpa tanggung jawab yang diambil oleh awak kabin untuk tanggungjawabnya karena dengan jelas mencuri teleponnya,” tulisnya.

Tiga hari kemudian, teman Bobby belum juga mendapatkan ponselnya. Namun seorang juru bicara American Airlines mengatakan bahwa foto-foto dalam postingan di Twitter Bobby tak sesuai dengan wajah awak kabin mereka. “Tuduhan tersebut berasal dari 24 Desember 2017 pada penerbangan American Airlines 393 dari Dallas-Fort Worth ke Mexico City. Foto di tweet tidak sesuai dengan anggota awak kami yang bekerja dalam penerbangan tersebut atau anggota tim kami di Mexico City,” tulis pihak maskapai.

Baca juga: Flash Mobile, Marka Lalu Lintas Untuk Pengemudi Yang Mencoba Berponsel di Jalan Raya

Pihak maskapai juga mengatakan, sampai saat ini penumpang yang kehilangan ponselnya belum bertemu dengan mereka. Selain itu maskapai juga mengatakan, kejadian ini bukanlah satu-satunya keluhan yang dimiliki American Airways.

Jadi, foto siapakah itu yang ada di iCloud?

Setelah Didera Kekeringan, Warga Cape Town Kini Hadapi Masalah Pada Layanan Kereta Komuter

Setelah dilanda kekeringan air akibat efek panas El Nino, warga kota kota Cape Town di Afrika Selatan kini bertambah lagi masalahnya. Persisnya puluhan ribu penumpang Metrorail yang menggunakan Jalur Tengah Cape Town, masih bertanya-tanya kapan layanan kereta api tersebut akan kembali beroperasi sejak ditangguhkan pada 8 Januari 2018 kemarin. Sedangkan penumpang di Jalur Utara justru dihadapkan dengan toilet kotor minggu ini.

Baca juga: PT INKA Raih Pesanan Kereta Rel Diesel Untuk Jaringan Metro Manila

KabarPenumpang.com melansir dari laman news24.com (8/2/2018), adanya penangguhan layanan jalur kereta tersebut karena anggota United National Transport Union (UNTU) yang menolak bekerja setelah seorang satpam terbunuh. Sonja Carstens selaku humas di UNTU pada 30 Januari 2018 lalu, mengatakan bahwa serikat pekerja sudah siap melanjutkan pekerjaan mereka setelah adanaya kesepakatan dengan Passenger Rail Agency of South Africa (Prasa) mengenai keamanan bagi pekerja.

Penumpang jalur tengah Metrorail Cape Town orasi (news24.com)

Namun, layanan ini kembali ditangguhkan setelah adanya vandalisme di telepon. Bila terhitung, saat ini sudah minggu kelima atau sebulan setelah ditangguhkan tidak ada layanan kereta api berjalan dari jalur tengah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Metrorail, Riana Scott mengatakan, sebelum kejadian ini, jika mempertimbangkan penjualan tiket harian dan pengembalian, tiket mingguan serta tiket bulanan bisa sebanyak 48 ribu tiket yang terjual di jalur tengah tersebut pada hari kerja. Tetapi dirinya tidak bisa mengatakan kapan jalur Metrorail tersebut bisa beroperasi kembali seperti semula.

Dia mengatakan, saat ini rencana pemulihan layanan multi-faceted dibutuhkan terlebih dahulu. Pemulihan ini meliputi perbaikan teknis, pemeliharaan, keamanan dan pengaturan penjadwalan operasi kereta api.

“Beberapa intervensi sudah dalam proses pengadaan rantai pasokan yang harus mengikuti jalannya sesuai dengan prinsip pengadaan entitas BUMN, peraturan Departemen Keuangan dan kebijakan rantai pasokan Prasa. Perbaikan sedang berlangsung untuk daya traksi di atas, penggantian komponen kereta api seperti klip rel, mesin titik dan kotak lacak. Teknisi juga melanjutkan dengan target pengerasan aset kritis, membungkusnya di dengan lapisan baja untuk perlindungan,” ujar Scott.

Karena masalah ini, beberapa pengguna kereta jalur tengah kini berpindah ke jalur lain ataupun menggunakan angkutan umum lainnya. Tak hanya itu, pada Selasa (6/2/2018) pagi, penumpang jalur utara yang akan naik metro plus atau bisa dikatakan gerbong yang lebih baik dari biasanya dikagetkan dengan toilet kotor.

Toilet kotor dan bau di Metrorail jalur utara (news24.com)

Tarif tiket metro plus bulanan dari Bellville ke Wynberg mengabiskan biaya R340, sementara biaya tiket metro biasa R175 per bulan. Tak hanya itu, semua penumpang yang memasuki kereta di stasiun Parow menemukan semua penumpang terjepit di pintu dan tidak ada yang berdiri di belakang. Terlihat pintu toilet terbuka dan rusak serta lalat berada di sekitar toilet kotor dan berbau busuk itu.

Baca juga: Dampak Proyek Terowongan Metro, Ribuan Tikus Banjiri Jalanan di Melbourne

“Apakah ini sebabnya saya membayar banyak uang untuk membeli tiket plus metro?” tanya salah seorang penumpang.

Scott mendapatkan foto toilet kotor dan menjawab, “Saya sudah meminta tim pemeliharaan depot untuk diperiksa. Akan meminta tim perawatan semalam di depot untuk menilai dan mengganti gerbong atau mengunci pintu.”

Uber Berbagi Hadiah dengan Pengguna dan Mitra di Bulan Kasih Sayang

Sebagai media yang berbasis dengan aplikasi, Uber saat ini tak hanya akan mengantar Anda dari titik keberangkatan menuju titik tujuan. Sebab, para pengemudi Uber juga bisa menjadi teman selama perjalanan dan mungkin juga Anda sering berbagi cerita dengan mereka dari hal kecil sampai hal yang lucu.

Baca juga: Video ‘Debat’ dengan Pengemudi Uber Viral, Travis Kalanick Sampaikan Permintaan Maaf

Di bulan Februari yang katanya dianggap sebagai bulan kasih sayang, Uber mengajak para penggunanya untuk memberikan apresiasi kepada para mitra pengemudi. Anda bisa berbagi cerita menarik dan berfoto bersama pengemudi di media sosial dengan memberi tanda pagar (tagar) #ShareYourLove.

Berbagi foto di media sosial, juga bisa menguntungkan pengguna. Karena Anda sebagai penumpang Uber juga bisa mengikuti kompetisi dari Uber. Hadiahnya pun tidak hanya diberikan pada pengguna, tetapi sekaligus pihak Uber juga akan memberi kejutan untuk mitra pengemudi terpilih. Kompetisi ini berlangsung dari 10-23 Februari 2018.

Pengumuman pemenang akan di umumkan melalui blog Uber tanggal 24 Februari 2018 mendatang.

Baca juga: 1.322 Pengguna Uber di Indonesia Rayakan Pergantian Tahun di Dalam Kendaraan

Caranya mudah:

1. Setiap naik Uber, Anda dapat berbagi cerita dengan mitra pengemudi dan mengajaknya berfoto jika ia berkenan.

2. Post foto tersebut ke Instagram atau Twitter, tag @Uber_IDN dan beri caption tentang cerita mitra pengemudi tersebut dengan tagar #ShareYourLove. Kemudian ajak teman Anda untuk like photo Anda.

3. Mitra pengemudi yang cerita dan fotonya Anda post dengan likes terbanyak akan mendapatkan kejutan spesial dari Uber. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan perjalanan gratis Uber hingga Rp 500.000.