Tingkatkan Keselamatan, Otoritas Transportasi India Siap Sodorkan QR Code untuk Penumpang

Ada beragam cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa perjalanan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penumpangnya. Mulai dari penawaran jasa asuransi hingga pemasangan kamera pengawas di dalam kendaraan. Itu semua dilakukan semata-mata hanya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan para penumpangnya, terutama wanita. Karena sudah bukan jadi hal yang baru lagi ketika kaum hawa kerap kali menjadi korban dari tindak kriminal.

Baca Juga: 1 April 2018, India Wajibkan Penggunaan GPS di Angkutan Umum, Indonesia Bagaimana?

Dalam hal ini, para pengguna jasa black cab, yellow cab, dan becak bermotor online di India akan mendapatkan sebuah QR Code/RFID (Radio Frequency Identification). Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dnaindia.com (28/6/2018), petugas kepolisian dan sejumlah pemangku kepentingan terkait tengah meningkatkan keselamatan penumpang dengan mengedepankan modernisasi sistem.

QR Code yang akan diterima penumpang tersebut dipercaya akan memudahkan akses ketika mereka tengah berada dalam situasi darurat, semisal kecelakaan, perampokan, atau situasi lainnya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, target utama dari pengembangan sistem keselamatan berkendara di sini adalah keselamatan para penumpang wanitanya. Berbeda dengan kaum pria yang masih bisa mengandalkan akal sehatnya ketika berada dalam kondisi darurat, kebanyakan wanita akan lebih cepat panik ketika dihadapkan dalam kasus yang serupa.

Ketika hal tersebut awalnya bisa dianggap sebagai masalah yang tidak terlalu besar, namun lama kelamaan masalah seperti ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Perlu perhatian lebih guna mengentaskan tindak kriminal yang sering terjadi pada kaum hawa ini.

Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan, Jepang Luncurkan Pemindai QR Code di Peron Kereta Bawah Tanah

“Kami beserta jajaran lain tengah berupaya untuk memiliki sistem yang mirip dengan QR Code di dalam taksi dan mobil untuk memastikan keselamatan penumpang, terutama wanita” ungkap Amitesh Kumar, Komisaris Gabungan Polisi (Lalu Lintas) Mumbai. Diketahui, saat ini otoritas di India sana tengah mengerjakan perincian dari sistem QR Code ini, seperti jenis sistem keamanan yang akan digunakan, nomor darurat yang bisa dihubungi oleh korban, hingga fitur-fitur lain yang dapat diakses oleh penumpang. Tidak lupa, mereka pun tengah mengembangkan fitur pelaporan lebih dari satu kasus.

 

 

Indian Railways Siap Bangun Jalur Kereta di Atas Ketinggian 10.000 Kaki!

Indian Railways siap menorehkan sejarah baru di dunia perkeretaapian global. Pasalnya, negara yang terkenal akan jaringan kereta apinya yang masih diambang batas kenyamanan ini berencana untuk membangun jalur kereta api di ketinggian 10.000 kaki (3.048 meter). Rute kereta yang nantinya akan mengular dari Bhalukpung menuju Distrik Tawang Arunachal Pradesh ini terbentang sejauh 166 km, atau 119 km lebih pendek ketimbang jalur yang kini ada (285 km).

Baca Juga: Indian Railways Bakal Gunakan Drone Untuk Tunjang Pelayanan di Berbagai Aspek

Adapun panjang total dari terowongan yang akan dilintasi oleh kereta ini adalah 29,48 km. Diharapkan dengan adanya jalur kereta ini dapat memangkas waktu perjalanan dari dua titik di Negara penghasil film Bollywood ini.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman financialexpress.com (3/7/2018), jalur kereta ini dianggap sangat strategis karena berdekatan dengan perbatasan internasional dengan Cina. Tidak hanya itu, lokasi Tawang sendiri hanya berjarak 37 km dari Bumla Pass, situs suci umat Budha.

Pembahasan tentang proyek ini terjadipada minggu lalu, ketika Menteri Perkeretaapian di Kementerian Perhubungan India, Rajen Gohain bertemu dengan tim dari Northeastern Frontier Railways (NFR) dan Kepala Menteri Pema Khandu untuk meninjau secara langsung status pembangunan proyek kereta api di negara tersebut. Ketika semua proses peninjauan sudah rampung, diproyeksikan jalur kereta ini bisa beroperasi pada “enam hingga tujuh tahun berselang setelah pembangunan,” ungkap Rajen Gohain.

Tantangan lain yang hadir bagi para kontraktor adalah usulan untuk membangun dua jalan untuk kendaraan konvensional sekaligus di dalam terowongan. Dengan begitu, jarak tempuh kendaraan non kereta api antar kedua kota ini pun dapat lebih dipersingkat.

Baca Juga: Tindaklanjuti Masalah Malfungsi Roda Kereta, Indian Railways Siap Pasang Sensor Canggih!

Dalam sebuah laporan yang dicantumkan di laman sumber, terdapat 11 jalur kereta baru di Tawang Arunachal Pradesh yang nantinya akan segera dioperasikan, dan hingga saat ini masih dalam tahap survei oleh National Security Council Secretariat (NSCS).

Sementara dua jalur lainnya telah selesai ditinjau dan siap untuk masuk ke dalam tahap pembangunan. Berdasar pada survei tersebut, jalur kereta Bhalukpung-Tenga-Tawang merupakan salah satu yang sudah diidentifikasi oleh NSCS. Dalam pembangunan jalur kereta ini, Kementerian Pertahanan bertanggung jawab atas segala pendanaan yang ada.

 

Di Bui 18 Minggu, Sopir Taksi Ini Punya 200 Foto Celana Dalam Wanita di Ponselnya

Seorang warga Singapura yang berprofesi sebagai sopir taksi harus mendekam di dalam penjara selama 18 minggu, terhitung mulai 3 Juli 2018. Pangkal musababnya, pria yang diketahui bernama Samuel Ng Key Chai tersebut melakukan tindakan asusila pada wanita.

Baca juga: Telanjang Bulat, Wanita Ini Bikin Heboh Stasiun MRT Singapura

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (3/7/2018), pria berusia 50 tahun tersebut dipenjara karena melakukan tindakan kriminal dalam bentuk memfoto 200 celana dalam wanita dari setidaknya 15 wanita. Salah satu korban merupakan penumpangnya sendiri. Dia di bui setelah mengaku bersalah atas enam tuduhan menghina kesopanan seorang wanita.

Sedangkan sembilan tuduhan lainya dengan pelanggaran serupa dipertimbangkan selama masa hukuman. Chai diketahui melakukan tindakannya untuk pertama kali sekitar pukul 10.37 dan 11.43 waktu setempat pada 3 Maret 2017 lalu.

Dari situ Chai mendapatkan 100 foto celana dalam dari lima orang wanita di sebuah pusat perbelanjaan. Wakil Jaksa Penuntut Umum Houston Johannus mengatakan, setelah dari pusat perbelanjaan, Chai dua jam kemudian mengemudikan taksinya dan mendapat penumpang wanita yang menggenakan rok.

Tak lama dirinya meletakkan ponsel dengan kamera menghadap dirinya kemudian menekan tombol volume ponsel. Dari aksinya, Chai mendapat 18 foto celana dalam penumpangnya tanpa diketahui.

Kemudian dirinya pergi ke pusat perbelanjaa Great World City di Kim Seng Road sekitar pukul 15.00 waktu setempat dan seorang petugas keamanan melihat Chai berperilaku mencurigakan. Petugas tersebut memperhatikan saat Chai memegang ponsel dan mengarahkan kameranya ke atas sambil berjongkok disebelah wanita yang asik belanja.

Chai meletakkan ponselnya di bawah rok wanita tersebut selama beberapa detik sebelum berpindah ke wanita lain. Petugas keamanan kemudian mengikuti Chai dan melihat tindakan yang sama pada dua wanita lainnya secara berurutan.

Dia kemudian mendekati Chai dan menahannya sebelum melapor pada polisi. Chai yang tidak didampingi pengacara saat itu mengatakan kepada Hakim Distrik Kessler Soh, bahwa dirinya sangat menyesal.

Chai memohon keringanan dan mengatakan tidak melihat gambar yang di ambilnya serta mengklaim bahwa melihat pakaian dalam wanita akan memberi nasib buruk. Saat perusahaan ComfortDelGro ditanyakan, petugas komunikasi Tammy Tan mengatakan, Chai tidak lagi bekerja di perusahaannya.

Baca juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat

“Penumpang wanita yang merasa terancam dengan cara apapun harus segera menghubungi seseorang melalui ponselnya. Jika permintaan diabaikan, mereka bisa membuka jendela dan memberi sinyal bantuan,” ujarnya.

Diketahui, untuk setiap penghinaan yang menghina kesopanan seorang wanita, Chai bisa dipenjara hingga satu tahun dan didenda.

Elektrifikasi Jalur Kereta ke Iran, Mayoritas Pendanaan Dikucurkan Rusia

Isu pencemaran udara dewasa ini memang tengah menjadi perhatian serius beberapa pemangku kepentingan dari berbagai negara. Kondisi lapisan atmosfer yang sudah rusak semakin diperparah dengan menjamurnya kendaraan berbahan bakar fosil. Maka tidak heran jika banyak perusahaan yang bergerak di sektor transportasi berlomba untuk menerapkan inovasi elektrifikasi di berbagai armadanya, tidak terkecuali operator kereta asal Rusia, Russian Railways.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini!

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Russian Railways telah melakukan elektrifikasi senilai 1,2 miliar Euro di jalur Garmsar – Ince Burun di Iran. Diketahui, jalur ini sendiri membentang ke Turkmenistan dan Kazakhstan, menghubungkan kawasan Asia Tengah, Teluk Persia, dan beberapa daerah di sekitarnya.

Sehubungan ini merupakan sebuah proyek yang tidak hanya melibatkan Rusia – tapi juga Iran, maka untuk masalah pendanaan pun kedua negara sepakat untuk patungan. Dalam proyek ini, Rusia menyumbang 85 persen nilai dari total pendanaan, sedangkan 15 persen sisanya akan dilimpahkan ke pihak Iran. Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah, Sayyid Ali Khamenei pun menyetujui beban pendanaan yang dilimpahkan oleh pihak Rusia tersebut.

“Ini adalah proyek penting dalam hal ekonomi dan peningkatan industri transportasi kereta api. Yang paling penting adalah kita akan menyaksikan perubahan teknologi dalam industri transportasi di Iran. Kami mengubah dari lokomotif diesel menjadi lokomotif listrik,” tutur Menteri Jalan dan Pembangunan Urban Iran, Abbas Akhoundi.

Di sisi lain, CEO Russian Railways, Oleg Belozerov mengatakan bahwa dengan elektrifikasi yang dilakukan, maka secara otomatis akselerasi dan kecepatan si ular besi akan meningkat dan akan pula berdampak pada jumlah muatan yang diangkut. “Meningkat empat kali lipat menjadi 10 juta ton per tahun,” terang Oleg. “Selain itu, elektrifikasi juga dapat berdampak pada peningkatan keamanan dan penekanan jumlah emisi ke lapisan atmosfer,” imbuhnya.

Baca Juga: Kereta Listrik Diesel Keluaran Siemens, Solusi Pertumbuhan Populasi di Amerika

Dalam perjanjian kontrak kerja sama antara dua negara dalam mengembangkan proyek ini, tercantum pula sejumlah kelengkapan lain yang akan menunjang pengoperasiannya kelak, seperti desain, pembangunan gardu traksi, stasiun, terowongan, hingga pos jaga. Sebagai informasi tambahan, proyek elektrifikasi yang diluncurkan pada Senin (2/7/2018) kemarin ini mencakup jalur kereta yang membentang sejauh 495 km dari Garmsar dekat Teheran ke Ince Burun di perbatasan Turkmenistan.

 

 

“Argo Muria Festival,” Upaya PT KAI Angkat KA Argo Muria Sebagai Ikon Semarang

Argo Muria Festival merupakan kolaborasi yang kental dengan kebudayaan yang dihadirkan PT KAI bersama dengan penyanyi Jazz Andien Aisyah. Selain festival musik, akan ada juga bazzar, exhibition dan lainnya. Argo Muria Festival sendiri akan berlangsung pada 14 Juli 2018 mendatang di Lawang Sewu, Semarang.

Baca juga: Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

R. Agus Dwinanto Budiadji, VP Pemasaran Angkutan Penumpang PT KAI mengatakan, Indonesia sebagai rantai kepulauan yang yang terletak di antara dua benua dan dua samudera menjadikan salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia. Ini membuat dampak yang tinggi pada kebutuhan akan transportasi sebagai penunjang ekonomi bangsa.

“Sejak mulai bertransformasi di tahun 2009, PT KAI (Persero) menerapkan prinsip ‘we are listening’, untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sebagai wujud prinsip ini, berkolaborasi dengan Andien, seorang penyanyi bertalenta, panutan, ikon fesyen, dan agen perubahan sosial dan kebudayaan adalah sebuah kehormatan bagi kami,” ujar Agus Dwinanto yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Rabu (4/7/2018).

Kolaborasi dengan Andien sendiri sekaligus merayakan proses perjalanan karirnya di dunia musik selama 17 tahun. Album Metamorfomas merupakan album ke tujuh milik Andien dimanan album ini memberikan banyak pelajaran untuknya sendiri dan membuat perubahan cara pandang terhadap hidup.

“Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari perjalanan album Metamorfosa, yang baru saja diluncurkan di tahun 2017 lalu. Suatu kehormatan bagi saya dapat berkolaborasi dengan PT KAI untuk menghadirkan Argo Muria Festival with Andien. Tidak hanya special showcase, kolaborasi ini juga akan diramaikan dengan exhibition dengan beragam kebudayaan yang ditampilkan,” ujar Andien.

Dengan album ini juga mengingatkan transformasi kereta yang dimulai dengan kereta Argo Muria sebagai penandanya. VP Corporate Communication PT KAI Agus Komarudin menambahkan, tujuan festival ini juga untuk mengangkat brand KA Argo Muria sebagai produk KA ikon Semarang sekaligus untuk mempromosikan layanan KA di segmen 30 ke bawah.

Pemilihan Lawang Sewu sendiri karena dulunya pada masa penjajahan Belanda dijadikan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappji atau perusahaan kereta api. Setelah kemerdekaan, Lawang Sewu digunakan sebagai kantor PT KAI.

Argo Muria sendiri mulai meluncur di rel untuk pertama kalinya pada 22 Desember 1997 silam. Kereta ini sendiri melayani perjalanan dari Jakarta menuju Semarang PP dengan keberangkatan Stasiun Gambir ke Stasiun Semarang Tawang.

Dimasanya Argo Muria menjadi salah satu kereta termewah dan merupakan salah satu rangkaian kereta bersejarah mengikuti transformasi perjalanan dari PT KAI. Selain itu Argo Muria juga sebagai brand image kereta eksekutif dan memiliki kapasitas 350-450 kursi yang terdiri dari 7-9 rangkaian dengan menawarkan keindahan panorama di pesisir Pantai Utara.

Di samping menghadirkan Argo Muria Festival with Andien, PT KAI juga akan meluncurkan kartu komunitas, dimana kartu member ini merupakan sebuah kartu layanan loyalty bagi penumpang setia kereta eksekutif, serta program Boarding Pass Trough Value KAI. Ini adalah sebuah program yang memberikan fasilitas tambahan bagi penumpang kereta untuk mendapatkan potongan harga spesial dari hotel, restoran, tempat wisata, dan mitra lainnya yang bekerja sama dengan PT KAI hanya dengan menunjukkan boarding pass atau tiket kereta mereka.

Baca juga: Tentang Kursi di Kereta Ekonomi Premium, Respon Admin Twitter PT KAI Menuai Polemik

“Sebagai wujud transformasi PT KAI, sejalan dengan prinsip ‘we are listening’, kami akan terus berupaya untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dimulai dari Argo Muria Festival with Andien di kota Semarang, kami berharap dapat kembali berkolaborasi dengan Andien di kota-kota lainnya,” tutup Agus Dwinanto.

Pilot dan Ribuan Karyawan Garuda Indonesia Pastikan Mogok Kerja, Ini Dia Tanggapan Pihak Manajemen

Menjelang Mudik Lebaran lalu publik sempat dibuat kaget dengan rencana aksi pemogokan kerja dari pilot dan karyawan Garuda Indonesia. Kaget dan khawatir tampak mengemuka, tak hanya pada pengguna jasa, pemerintah pusat pun akhirnya turun tangan langsung, lantaran jumlah pilot Garuda Indonesia mencapai 1.370 orang.

Baca juga: Pengamat: Pilot TNI AU Butuh Waktu Transisi Untuk Menerbangkan Pesawat Garuda Indonesia

Untungnya, lewat dukungan negosiasi dari Menko Maritim Luhut B Panjaitan, rencana mogok ribuan pilot dan karyawan Garuda Indonesia akhirnya dapat diurungkan. Dan pengguna jasa Garuda Indonesia dapat melewati musim Mudik Lebaran 2018 dengan aman tanpa kendala di layanan, bahkan tingkat OTP (On Time Performance) Garuda Indonesia semasa Musim Mudik 2018 justru mencapai level tertinggi 95,8 persen

Namun, apa yang diupayakan Menko Maritim ternyata hanya bersifat penundaan aksi mogok. Dikutip Kompas.com (3/7/2018), disebutkan bahwa Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) dan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) memastikan sikap mereka untuk tetap melakukan aksi mogok terbang awal Juli 2018. Sikap ini diambil lantaran perwakilan para pilot tidak puas dengan hasil mediasi antara mereka dengan manajemen Garuda Indonesia. Namun lebih jauh, Ketua APG Captain Bintang Hardiono, tidak menyebutkan alasan detail tentang ketidakpuasan dari hasil mediasi tersebut.

Pihak manajemen Garuda Indonesia beberapa waktu lalu telah berupaya melakukan negosiasi dengan APG dan Sekarga, diantaranya lebih dari 90 persen aspirasi tuntutan karyawan kepada perusahaan telah dipenuhi oleh manajemen. Ancaman aksi mogok dari pilot dan karyawan Garuda Indonesia didasari atas protes terhadap kondisi perusahaan saat ini. Ketua umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution menjelaskan, kondisi keuangan Garuda semakin menurun dilihat dari net profit loss atau rugi bersih 2017 yang naik signifikan yakni US$213,38 juta dollar dari tahun sebelumnya yang hanya US$9,36 juta.

Menurut Sekarga, hal tersebut diakibatkan kegagalan manajemen PT Garuda Indonesia di antaranya dalam penjadwalan kru. Sehingga adanya pembatalan dan penundaan penerbangan, serta adanya jabatan direktur kargo yang tidak dibutuhkan.

Menanggapi situasi yang berkembang, lewat siaran pers (4/7/2018), pihak manajemen Garuda Indonesia tetap memastikan bahwa seluruh layanan penerbangan Garuda Indonesia tetap beroperasi dengan normal. “Sejalan dengan rencana aksi mogok yang disampaikan oleh Sekarga dan APG, manajemen kembali menegaskan bahwa Garuda Indonesia selalu membuka ruang diskusi atas masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh rekan-rekan serikat dan APG tersebut, khususnya dalam menyelaraskan aspirasi APG dan Sekarga dengan upaya peningkatan kinerja operasional perusahaan,” ujar Hengki Heriandono, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia.

Baca juga: Menko Maritim Turun Tangan, Rencana Mogok Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Pun Batal

Langkah mitigasi telah direncanakan sedari awal untuk menghadapi ancaman mogok, seperti menggandeng pihak TNI AU untuk menyiapkan pilot pengganti sementara. Langkah mitigasi Garuda Indonesia dan kesiapan TNI AU tentu layak diapresiasi, namun apakah penerbang TNI AU bisa langsung mengawaki armada pesawat Garuda Indonesia? Dan apakah jumlah pilot dari TNI AU mencukupi untuk mengawaki puluhan armada pesawat Garuda Indonesia? Tentu biarkan waktu yang menjawabnya.

Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan

Perkara kecelakaan lalu lintas yang marak terjadi, kesalahan tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada yang menabrak saja. Karena tidak menutup kemungkinan yang ditabraknya lah yang lebih teledor sehingga terjadi sebuah kecelakaan. Seperti yang terjadi di Praha, Republik Ceko, dimana jumlah kecelakaan pejalan kaki tertabrak trem mengalami peningkatan. Kalau masinis trem telah berhati-hati, mungkin si pejalan kakinya lah yang kurang waspada terhadap sekitar.

Baca Juga: Kampanye “Wonderful Indonesia” Meriahkan Transportasi di Paris

Maka dari itu, Department of the Prague Public Transit Company (DPP) meluncurkan kampanye yang ditujukan kepada para pengguna jalan untuk lebih waspada terhadap sekitar, tidak terkecuali trem. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman prague.tv, meningkatnya jumlah kecelakaan pada bulan Mei 2018 kemarin merupakan salah satu tanda para pejalan kaki kurang waspada terhadap hadirnya trem.

Lima kasus kecelakaan pada bulan Mei tersebut diduga karena para pengguna jalan lebih sering berjalan sambil memainkan gadget. Tidak hanya itu, penggunaan headset dan memutar musik dalam volume yang keras pun kerap kali dijadikan salah satu alasan dibalik tabrakan yang terjadi antara pejalan kaki dan trem.

“Trem tidak bisa langsung berhenti ketika melakukan pengereman, layaknya seperti kereta,” ungkap Kepala DPP, Martin Doubek. Dengan adanya kampanye seperti ini, maka diharapkan para pejalan kaki bisa lebih sadar akan bahaya. “Orang tidak menyadari risiko dan bahaya. Kami tidak bermaksud untuk menakut-nakuti para pejalan kaki, tapi sebaliknya, kita ingin mereka lebih menghormati pengguna jalan lain, salah satunya adalah trem,” tandas Martin.

Sebuah aturan tidak tertulis dasar seperti lihat kanan kiri sebelum menyeberang dewasa ini sudah jarang dipraktekkan oleh banyak orang. Pandangan mereka hanya terfokus pada gadget yang melekat di tangan mereka. Seperti yang kita ketahui bersama, kebiasaan untuk melihat kanan kiri sebelum menyeberang merupakan hal sederhana yang dapat berimbas besar.

Baca Juga: Jadi Ajang Kampanye Produk, Pegangan Tangan di Angkutan Umum Dibuat Unik

“Ketika saya melihat lintasan, saya melihat ke kanan dan ke kiri. Saya khawatir banyak orang tidak mengikuti kebiasaan ini lagi hari ini,” tutur Martin. “Bahkan ketika saya berjalan sambil memandang ponsel, saya otomatis merasa kurang aman dan fokus terhadap sekitar jadi sangat berkurang,” imbuhnya.

“Adapun inti dari kampanye ini adalah kami ingin warga Praha lebih sadar akan pentingnya fokus terhadap jalanan.” Tutup Martin. Jalur trem yang umumnya menyatu dengan badan jalan, ditambah pembatas yang minim, memang kerap mengundang bahaya tabrakan, baik antara trem dengan pejalan kaki, maupun trem dengan kendaraan lain.

 

Meski Membosankan, Demo Keselamatan Penerbangan Jangan Dilupakan!

Sebagian dari Anda mungkin sudah merasa bosan melihat demo peragaan keselamatan penerbangan oleh awak kabin. Selain sudah terlalu rutin bagi yang kerap naik pesawat, kadang demo terasa hambar bila melihat pramugari yang memperagakan dengan kesan ‘ogah-ogahan’ dan bersikap cuek. Terkhusus itu mungkin dialami oleh jasa penerbangan murah (LCC) yang pada bangkunya tak dilengkapi dengan monitor.

Baca juga: Peragaan Alat Keselamatan Penerbangan, Masih Efektifkah?

Tapi tahukan Anda sebenarnya meski membosankan, penjelasan ini salah satu terpenting dalam keselamatan setiap penumpang pesawat. Mungkin beberapa waktu lalu seperti penerbangan American Airlines tahun 2016 yang mana penumpangnya membawa koper saat pesawat terbakar hingga kegagalan mesin dalam penerbangan serta masker oksigen yang tidak terpasang dengan benar.

Ini menjelaskan bahwa banyak penumpang yang tidak peduli dengan keselamatan mereka bahkan mungkin meski mendengar hanya lewat di kuping dan hilang tanpa terekam di pikiran. KabarPenumpang.com merangkum dari washingtonpost.com (27/6/2018), pejelasan keselamatan di dalam kabin hadir tahun 1965 lalu menurut Federal Aviation Administration (FAA).

Saat itu hanya pengarahan lisan dimana letak pintu darurat dan cara pengoperasiannya. Tahun 1972, FAA kemudian menambah pengarahan yang mencakup sabuk pengaman, kompartemen penyimpanan, perlindungan kebakaran, proses evakuasi darurat dan lainnya.

Hingga tahun 2007 FAA menyempurnakan penjelasan keselamatan tersebut dan tahun 2013 lalu saat FAA mengizinkan penggunaan perangkat elektronik selama penerbangan. Sayangnya karena diperbolehkannya perangkat elektronik digunakan, banyak penumpang yang semakin tidak peduli dengan penjelasan keselamatan dalam penerbangan.

Beberapa penumpang bahkan mengatakan, mereka tidak peduli dengan pengumuman meski hal itu penting untuk keselamatan hidup.

“Saya tahu mereka ada di sana untuk memberi tahu saya tentang menyelamatkan hidup saya. Tapi hampir selalu, mereka membosankan dan saya telah melihat mereka lebih dari seribu kali sekarang,” ujar Monika Bashin seorang owner jejaring sosial dii Los Angeles.

Bahkan ada yang dengan percaya dirinya mereka mengatakan pasti ada yang membantu saaat keadaan darurat. Hal tersebut membuat mantan kapten American Airlines, Clyde Romero mengatakan, pernah ada kupon penerbangan gratis di kartu keselamatan, tetapi setelah selesai penerbangan dan mengeceknya kupon tersebut masih tertempel rapi.

Meski membosankan, ternyata banyak juga penumpang yang peduli dengan keselamat diri mereka dan menyimak dengan baik penjelasan tersebut meski sudah berkali-kali mendengarnya. Rose Ditmore seorang peneliti mengatakan, dirinya terkadang sulit mendengar penjelasan petugas karena penumpang lain sibuk sendiri dan tertawa.

Baca juga: Pentingnya Pelampung Untuk Keselamatan Penerbangan

“Setelah bertemu korban kecelakaan udara dan keluarga yang kehilangan orang yang dicintai dalam bencana, saya belajar bahwa keselamatan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan bahwa pengarahan keselamatan pramugari adalah langkah pertama untuk mempersiapkan penerbangan,” ujar Plaxe seorang direktur dari Security Consulting Alliance.

Meski masih banyak awak kabin yang menjelaskan secara manual, beberapa maskapai kini telah menggunakan monitor di depan kursi penumpang dan menghadirkan video tentang keselamatan sebelum lepas landas. Dengan adanya ini menjadi sebuah inovasi baru dan diharapkan penumpang bisa mengikuti dan mendengar penjelasan tersebut.

“See Say Airport,” Aplikasi Bandara Denver untuk Keselamatan dan Keamanan Penumpang

Semakin banyak bandara yang menghadirkan aplikasi untuk memudahkan penumpangnya, seperti mencari tempat makan, lounge, toilet bahkan untuk melakukan boarding pass. Tapi ada yang berbeda dengan aplikasi milik Bandara Internasional Denver (DEN).

Baca juga: Aira, Aplikasi Pembantu Penyandang Tuna Netra di Bandara

Dimana bandara yang ada di Amerika Serikat tersebut meluncurkan aplikasi yang bisa langsung melaporkan masalah keselamatan dan keamanan kepada pihak keamanan bandara. Dilansir KabarPenumpang.com dari passengerterminaltoday.com (28/6//2018), aplikasi milik Bandara Denver ini bernama See Say Airport.

Dalam aplikasi ini, semua penumpang yang menggunakannya bisa berbagi informasi tentang segala hal yang terlihat di bandara seperti kecurigaan orang atau aktivitas. Kemudian bagasi tanpa pengawasan, tumpahan makanan atau minuman hingga toilet yang kotor. Dengan aplikasi tersebut, penumpang dimungkinkan untuk mengirim, foto, video, pesan teks dan informasi lokasi dengan GPS ke operasi bandara untuk mendapat bantuan.

Nantinya, laporan yang masuk tersebut akan diselidiki dan ototritas bandara bisa saja melakukan komunikasi kembali kepada pengirim laporan dengan pertanyaan atau informasi lanjutan. Bahkan laporan tersebut juga bisa dikirim secara anonim.

“Kami senang bekerja dengan Bandara Internasional Denver saat mereka mengambil langkah berikutnya menuju keamanan dan keselamatan bandara yang lebih baik. Kampanye Department of Homeland Security (DHS) See Something Say Something memberi perhatian pada pentingnya melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada penegak hukum negara bagian dan lokal, tetapi dibuat sebelum ponsel adalah aksesori sehari-hari untuk hampir semua orang,” kata Ed English, CEO Elerts.

Menurutnya menggabungkan upaya kampanye dengan aplikasi See Say Airport, akan memudahkan siapa saja di bandara untuk melaporkan perilaku mencurigakan atau kegiatan yang dipertanyakan. Karena semua menjadi kombinasi yang kuat dan membawa insiatif keamanan di abad 21 ini.

DEN adalah bandara pertama di negara yang memanfaatkan Elerts, dimana ini merupakan aplikasi komunikasi keselamatan publik, untuk memasyarakatkan pelaporan masalah keselamatan dan keamanan. Elerts mengembangkan platform komunikasi See Something Say Something terkemuka untuk bandara, kota dan agen transit.

Baca juga: Bandara Kuala Lumpur Hadirkan “MYairports” untuk Mudahkan Penumpang

Sistem manajemen insidennya diberdayakan oleh pelaporan masalah keamanan dan keselamatan yang didukung oleh crowdsourced. Kim Day, CEO di DEN, menambahkan, keselamatan adalah prioritas nomor satu dan dengan mengunduh serta melaporkan masalah melalui aplikasi See Say Airport, publik dapat mengambil peran aktif dalam menjaga bandara seaman mungkin.

“Kami mendorong siapa pun yang mengunjungi bandara secara teratur untuk mengunduh aplikasi dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan otoritas bandara secara langsung mengenai masalah keselamatan dan keamanan,” ujar Day.

Angkut 139 Penumpang dan Puluhan Kendaraan, KM Lestari Maju Tenggelam di Perairan Selayar

Masih hangat dalam ingatan, musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni lalu. Dan hari ini, Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 WITA, kembali tersiar kabar tenggelamnya kapal di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Yang tenggelam bukan kapal ukuran kecil, melainkan KM (Kapal motor) Lestari Maju, jenis kapal ferry dengan kapasitas 200 penumpang, dan mampu membawa 20 kendaraan roda empat dan 30 unit kendaraan roda enam.

Baca juga: Di Balik Tragedi Danau Toba, Inilah Profil KM Sinar Bangun

Dikutip KabarPenumpang dari Humas BNPB, disebutkan KM Lestari Maju tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Untuk penyebab tenggelamnya kapal, diperkirakan karena adanya kebocoran di lambung kiri kapal. Sebagai upaya pertolongan, Tim Basarnas Selayar dan personel Polres Selaya telah menuju Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Saat tenggelam, KM Lestari Maju mengangkut 139 penumpang dan 48 unit kendaraan. 48 unit kendaraan yang diangkut KM Lestari Maju terbagi dalam empat golongan yaitu 18 unit kendaraan golongan II, 14 unit kendaraan golongan IV, delapan unit kendaraan golongan V atau bus dan truk, serta delapan unit kendaraan golongan VI atau bus dan truk.

Sebanyak empat orang dilaporkan meninggal karena kecelakaan KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar ini. Data tersebut merupakan data sementara yang dihimpun Polda Sulawesi Selatan atas peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WITA tersebut.

Baca juga: Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedia “OneUp” Sebelum Tenggelam!

Sebelumnya, KM Lestari Maju beberapa kali diketahui mengalami kerusakan, seperti pada awal April 2018 disebutkan mengalami kerusakan mesin. Dalam tenggelamnya KM Lestari Maju terlihat beberapa momen dramatis, diantaranya detik-detik tenggelamnya kapal dan hanyutnya beberapa kendaraan. KM Lestari Maju diketaui dimiliki oleh PT Pelayaran Spectra Tirtasegara Line.