Bandara Kuala Lumpur Hadirkan “MYairports” untuk Mudahkan Penumpang

Aplikasi MYairports untuk memudahkan penumpang di KLIA

Beberapa negara telah memiliki aplikasi untuk memudahkan penumpangnya saat bepergian melalui bandara mereka. Seperti Indonesia, pengelola bandara baik Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II memiliki aplikasi yang memudahkan penumpang mencari segala kebutuhan dan jadwal penerbangan mereka.

Baca juga: TripIt, Aplikasi Pemantau Panjang Antrean di Konter Keamanan Bandara

Belum lama ini pengelola bandara di Malaysia merilis aplikasi untuk Kuala Lumpur International Airport (KLIA). KabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (6/6/2018), hadirnya aplikasi ini untuk memudahkan para pelancong dalam merencanakan perjalanan mereka secara detail sebelum bepergian.

Aplikasi dengan nama MYairports tersebut telah dirancang sebagai panduan perjalanan bandara yang bersahabat dengan penggunanya. Dimana aplikasi ini membantu penumpang menavigasi perjalanan mereka dari rumah sampai ke gerbang boarding dalam waktu sesingkat mungkin.

MYairports sendiri sudah terintegrasi dengan Big Data Analytics (BDA) dan tersedia dalam dua bahasa yakni Bahasa Inggris dan Melayu. Direktur pengelola Bandara Malaysia, Datuk Badlisham Ghazali mengatakan hadirnya aplikasi ini untuk membantu penumpang merencanakan perjalanan hanya melalui sentuhan jadi di ponsel pintar penumpang.

“Dengan aplikasi ini, Anda akan bisa mendapatkan pembaruan langsung pada informasi penerbangan, waktu yang tersisa untuk menaiki penerbangan Anda, belanja dan makan promosi dan informasi bandara penting. Yang lebih mengasyikkan, aplikasi MYairports kami akan menampilkan cara pencarian yang dinamis di sekitar KLIA,” ujar Badlisham.

Dengan diluncurkannya aplikasi MYairports menunjukkan perkembangan Bandara Malaysia untuk merangkul inisiatif digital 4.0 melalui interaksi digital dimana waktu nyata menjadi hal terpenting untuk penumpang. Saat ini, Bandara Malaysia sedang menjalani program transformasi digital yang mencakup penggunaan perangkat BDA dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan operasi bandara dengan memperkirakan arus lalu lintas, mengelola fasilitas untuk penumpang dan mengurangi waktu antrian serta kemacetan.

Baca juga: Merespon Kebutuhan Penumpang, Angkasa Pura II Terapkan “Airport Go Digital”

“Untuk saat ini, aplikasi ini memiliki informasi tentang Terminal Utama KLIA. Namun, informasi tentang klia2, terminal kedua akan segera tersedia, diikuti oleh sisa bandara internasional. Fitur lain yang lebih menarik dalam fase mendatang akan mencakup waktu antrean langsung di berbagai titik kontak di bandara seperti check in dan loket imigrasi, serta pos pemeriksaan keamanan. Untuk pembeli, fitur ecommerce akan memungkinkan pembelian dibeli secara online dan dijemput di bandara pada saat kedatangan,” tambah Badlisham.