Menko Maritim Turun Tangan, Rencana Mogok Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Pun Batal

MD-11 Garuda Indonesia.

Meski langkah mitigasi telah disiapkan Garuda Indonesia, ancaman pemogokan pilot dan karyawan maskapai flag carrier ini sontak menjadi perhatian besar bagi banyak pihak. Betapa tidak, 1.370 pilot Garuda Indonesia berencana akan melakukan mogok kerja, terhitung sejak 30 hari kerja sejak tuntutan mereka diutarakan ke publik, yang jika diartikan bakal bertepatan dengan periode peak season musim Mudik Lebaran 2018.

Baca juga: Jika Terjadi Pemogokan Pilot dan Karyawan, Garuda Indonesia Telah Siapkan Langkah Mitigasi

Namun sikap Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) belakangan telah melunak dan sepakat untuk tidak melaksanakan aksi mogok pada periode peak season Lebaran. Melunaknya APG dan Sekarga disebut-sebut setelah Menko Maritim Luhut B Panjaitan turun tangan, dan memberi himbauan karena langkah mogok kerja akan mengganggu ketertiban umum dan mengganggu hak-hak pelayanan konsumen.

Dikutip dari siaran pers Garuda Indonesia (2/6/2018), Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengungkapkan “Kami menyampaikan apresiasi terhadap APG dan Sekarga yang tetap mengedepankan kepentingan nasional dan komitmen pelayanan operasional terhadap konsumen di periode peak season ini”.

“Pada kesempatan ini kami menyambut Baik komitmen dan dukungan Menko Maritim dalam mendukung upaya peningkatan kinerja operasional Garuda Indonesia khususnya terkait penyelarasan dinamika hubungan industrial melalui jalur dialog”, jelas Pahala

“Perlu kiranya kami tegaskan bahwa manajemen telah berkali-kali membuka ruang diskusi kepada rekan rekan APG dan Sekarga untuk mencapai titik temu terkait dengan perspektif APG dan Sekarga terhadap keberlangsungan operasional perusahaan. Karena lebih dari 90 persen aspirasi tuntutan karyawan kepada perusahaan telah dipenuhi oleh manajemen, dan tidak ada issue kesejahteraan karyawan yang menjadi penyebab rencana mogok APG dan Sekarga”. jelas Pahala.

Ancaman aksi mogok dari pilot dan karyawan Garuda Indonesia didasari atas protes terhadap kondisi perusahaan saat ini. Ketua umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution menjelaskan, kondisi keuangan Garuda semakin menurun dilihat dari net profit loss atau rugi bersih 2017 yang naik signifikan yakni US$213,38 juta dollar dari tahun sebelumnya yang hanya US$9,36 juta.

Baca juga: Sekilas Mirip Layanan LCC, Garuda Indonesia Rilis Subclass Eco-Basic

Menurut Sekarga, hal tersebut diakibatkan kegagalan manajemen PT Garuda Indonesia di antaranya dalam penjadwalan kru. Sehingga adanya pembatalan dan penundaan penerbangan, serta adanya jabatan direktur kargo yang tidak dibutuhkan.