Werkudara, Bus Tingkat di Solo Besutan Karoseri Indonesia

Selain terkenal dengan kereta uap ‘Sepur Kluthuk Jaladara’ yang melintasi tengah kota untuk berkeliling, ternyata kota Solo juga memiliki bus tingkat atau double decker dan telah beroperasi sejak 2011 lalu. Bus tingkat ini bernama Werkudara yang beroperasi sebagai bus wisata kota Solo dan hebatnya menjadi bus tingkat pertama buatan Indonesia.

Baca juga: Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Karena menjadi buatan anak bangsa pertama, double decker Werkudara sendiri mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pada 2011 lalu. Werkudara memiliki tinggi 4,5 meter dan lebar 2,5 meter. Bus ini memiliki gambar satu dari lima tokoh Pandawa dalam Pewayangan di bodi bus dengan disertai tulisan Werkudara bergaya aksara Jawa dan logo Solo Spirit of Java.

Bus besutan karoseri Tri Sakti Magelang ini dibeli seharga Rp1,8 miliar dengan dana yang berasal dari APBD kota Solo. Untuk menaiki bus, pelancong cukup merogoh kocek sebesar Rp20 ribu tiap perjalanan reguler dan bisa menikmati kota Solo selama tiga jam.

Sedangkan pelancong yang pergi bersama rombongan juga bisa menyewa bus tersebut dengan biaya Rp800 ribu untuk satu trip atau selama tiga jam dengan biaya overtime Rp250 ribu per jamnya. Pembelian tiket bus atau mencarternya bisa langsung ke Kantor Dinas Perhubungan Pemerintahan Kota Solo mulai pukul 09.00-15.00 WIB atau melalui sambungan telepon.

Bagi rombongan wajib melakukan pemesanan minimal satu hari sebelum keberangkatan dan membayar uang muka 25 persen dari harga sewa. Rute bus Werkudara dimulai dari Kantor Dishubkominfo di Manahan–perempatan Manahan (Jl. Ahmad Yani)– pertigaan Kerten (Jl. Slamet Riyadi)– Sriwedari–Gladag–Balai Kota–Pasar Gede–perempatan Panggung (Jl. Kolonel Sutarto)–Tugu Cembengan (Jl Ir Sutami)–Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Biasanya di TSTJ wisatawan yang duduk dibawah akan bergantian dengan wisatawan yang duduk di atas.

Sedangkan untuk rute pulang, Werkudara memulai perjalanan dari Taman Satwa Taru Jurug–Tugu Cembengan (Jl. Kolonel Sutarto)–perempatan Panggung (Jl. Urip Sumarhajo)–Pasar Gede–Balai Kota–Gladag–perempatan Sangkrah (Jl. Kapten Mulyadi)–perempatan Baturono–Gading (Jl. Veteran)–Tipes–Baron (Jl. dr. Rajiman)–Laweyan–Lumbung Batik (Jl. K.H. Agus Salim)–Purwosari (Jl. Slamet Riyadi)–pertigaan Kerten–perempatan Manahan–Kantor Dishubkominfo di Manahan.

Bagi pelancong yang mencarter bus untuk rombongan, rute perjalanannya bisa memilih sesuai selera seperti pusat perbelanjaan, Museum Batik Kauman atau tempat wisata lainnya di Kota Solo. Saking tingginya minat pelancong menggunakan double decker Werkudara membuat kesempatan perawatan bus terbatas dan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan pemerintah kota telah menambahkan lagi bus untuk menunjang pariwisata kota.

Baca juga: Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata

“Minat wisatawan untuk menjelajahi kota menggunakan bus tingkat Werkudara cukup tinggi,” ujar Hadi yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (13/7/2018).

Bus baru ini dikatakan telah disumbangkan oleh Tahir Foundation Bank Mayapada sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kami telah menyumbangkan bus-bus tersebut ke beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Surakarta,” kata pendiri Bank Mayapada Dato Sri Tahir.

Pangkas Waktu 1 Menit, Proyek JR East Rute Ueno – Omiya Tuai Kontroversi

Sebagai salah satu upaya untuk tetap mempertahankan predikat sebagai negara yang memiliki jaringan kereta api terbaik di dunia, wajar rasanya jika Jepang terus melakukan pengembangan pada sektor perkeretaapiannya. Kali ini poin efektifitas dari si ular besilah yang disasar oleh salah satu operator kereta di Negeri Matahari Terbit, JR East. Sang operator yakin, peningkatan efektifias ini akan berdampak pada jumlah penumpang yang dapat diangkut.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman moneycontrol.com (10/7/2018), kabarnya JR East akan meningkatkan batas kecepatan kereta ke level 130 km per jam, atau naik 20km per jam dari batas kecepatan yang sekarang. Proyek konstruksi berdurasi dua tahun ini melibatkan pembangunan jalur kereta yang akan menghubungkan Stasiun Ueno dan Stasiun Omiya. Mengingat Jepang merupakan negara yang sangat-sangat menghargai waktu, maka keunikan dari proyek JR East kali ini adalah memangkas estimasi perjalanan selama satu menit.

Ya, saat ini, kereta yang mengular di antara dua kota tersebut membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba di tujuan. Sedangkan jika proyek ini rampung kelak, maka waktu tempuh antar dua kota ini dapat dipangkas menjadi 29 menit saja. Unik, ya! Kendati sempat menuai kritikan dari khalayak ramai soal pemangkasan waktu tempuh yang ‘sangat’ signifikan tersebut, namun pihak JR East yakin bahwa upayanya untuk meningkatkan efisiensi moda ini akan sukses.

Selain cibiran tersebut, sejumlah golongan juga kerap memprotes soal suara yang dihasilkan dari si kereta cepat ini, terutama bagi mereka yang tinggal tidak jauh dari jalur kereta. Tidak hanya suara, getaran yang ditimbulkan pun menjadi senjata cadangan para warga yang seakan menolak kehadiran dari kereta cepat ini.

Baca Juga: JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors?

Menganggapi keluhan warga tersebut, pihak operator pun tidak tinggal diam. Mereka menyatakan bahwa pihaknya tengah memasang panel penyerap suara yang diproyeksikan untuk meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan oleh kereta ini. Untuk masalah getaran, pihak JR East enggan mengeluarkan pernyataan lanjutan karena belum menemukan teknologi yang tepat untuk mereduksi getaran.

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa kalangan pun menyebutkan bahwa proyek ini tidak seimbang. Maksudnya adalah dana yang dikeluarkan tidaklah sedikit, namun pendapatan yang dihasilkan jauh lebih kecil ketimbang pengeluaran dana di awal.

 

 

ST Engineering Kembangkan Automatic Fare Collection, Masuk Stasiun Tanpa Tapping Kartu

Perkembangan di dunia perkeretaapian Indonesia bisa dibilang sudah jauh menanjak dibanding satu dekade lalu. Khusus untuk Commuter Line Jabodetabek, kini sudah tidak ada lagi penumpang yang bergelantungan di atas gerbong atau pintu kereta yang tidak menutup ketika tengah mengular. Kemajuan seperti ini tidak terlepas dari perbaikan di sistem pertiketannya, dimana kini PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) sudah memadukan sistem tap cash dan peningkatan personel keamanan yang siap menindak tegas penumpang yang membandel.

Baca Juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis

Lain Indonesia, lain pula dengan negara tetangga, Singapura. Dari segi infrastruktur transportasinya, Negeri Singa ini memang sudah dua tingkat lebih tinggi ketimbang Indonesia. Semisal di Ibu Kota para komuter masih harus menempelkan kartu (tapping) Tiket Harian Berjamin (THB) atau varian electronic money (e-money) lain ke mesin sensor untuk masuk ke dalam peron, maka baru-baru ini Singapura dengan bangga memperkenalkan sistem pembayaran terbarunya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (10/7/2018), pagelaran Singapore International Transport Congress and Exhibition 2018 (SITCE) menjadi saksi dari lahirnya sistem Automatic Fare Collection (AFC) yang baru, dimana para komuter tidak perlu lagi menempelkan kartu untuk bisa masuk ke dalam peron. Adapun kreator yang berdiri di belakang sistem pertiketan baru ini adalah ST Engineering, perusahaan teknik yang juga mengembangkan sistem garbarata otomatis di Changi International Airport.

Dengan hadirnya inovasi semacam ini, hampir dapat dipastikan antrean di depan gerbang masuk peron dapat diminimalisir. Bagaimana tidak, penumpang hanya tinggal mengenakan benda-benda yang telah disematkan teknologi long-ranged Radio Frequency Identification (RFID), seperti gelang, kartu, atau gantungan kunci.

Secara otomatis, sensor yang terpasang di sisi gerbang masuk menuju peron ini akan memotong saldo yang ada di akun e-money Anda. Tidak perlu menunggu instruksi dari mesin untuk masuk, penumpang bisa langsung melenggang masuk selama saldo mencukupi. Semisal tidak ada masalah pada saldo atau faktor lain, maka lampu indikator akan menyala hijau. Sebaliknya, lampu akan menyala merah jika mesin sensor menemukan masalah.

Baca Juga: FeliCa, Gelang Ajaib Berbasis Chip Untuk Transaksi Komuter Jabodetabek

“Sistem AFC baru hanya membutuhkan waktu kurang dari satu detik untuk memproses setiap penumpang, sedangkan sistem yang lama membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 detik,” ungkap Senior Vice-President ST Engineering, Mr. Bernard Chow. “Ini akan berindikasi pada peningkatan jumlah penumpang yang masuk ke dalam stasiun,” tandasnya.

Dalam rangka uji coba, perkenalan, dan menggalang respon dari para komuter, sistem AFC baru ini tengah diuji coba Stasiun Bedok, Kembangan, Redhill, dan Tiong Bahru. Kemudahan yang ditawarkan oleh sistem pertiketan baru ini tidak hanya menyasar komuter biasa saja, melainkan para penyandang disabilitas juga akan merasakan manfaat dari inovasi ST Engineering ini.

 

 

Indian Railways Hadirkan Gerbong Kereta Pintar dengan ‘Kotak Hitam’

Belum lama ini, India Railways, operator kereta di Negeri Anak Benua menghadirkan kereta dimana gerbongnya dilengkapi dengan fitur kotak hitam (black box) dan info real time yang terjadi selama perjalanan. Hadirnya kotak hitam menyiratkan sebuah sistem perekam datan penerbangan pada pesawat komersial.

Baca juga: Perancis Terapkan Internet of Things Untuk Kendalikan Pintu Kereta

KabarPenumpang.com melansir dari laman thebetterindia.com (11/5/2018), kereta api India semakin terdorong dengan teknologi dimana Indian Railways sendiri telah menghadirkan dan meluncurkan gerbong kereta cerdas untuk memperingati hari Teknologi Nasional, gerbong cerdas ini untuk pertama kalinya dirilis ke publik di pabrik Rae Bareli sebagai proyek percontohan atau uji coba.

Nantinya gerbong pintar ini setelah diuji coba tampaknya akan diterapkan ke lebih banyak pada layanan kereta api India. Sebenarnya tujuan adanya gerbong cerdas ini sendiri adalah sederhana, proaktif dan bukan reaktif.

Gerbong tersebut juga memiliki ketentuan untuk terus memantau komponen penting seperti penyebab kerusakan infrastruktur rel, penundaan dan tergelincir. Proyek ini sendiri menelan biaya Rs15 hingga 20 lakh per gerbong atau Rp419 juta.

Beberapa teknologi yang dipasang pada gerbong cerdas tersebut yakni kamera pengintai (CCTV), sistem informasi penumpang, alat pemadam kebakaran dan lain sebagainya. Adapun fitur menarik lainnya yang dimiliki gerbong kereta terbaru ini adalah keberadaan kotak hitam (black box) yang akan memberikan informasi mengenai kondisi gerbong dan data terkait penumpang dengan waktu nyata.

Indian Railways juga menerapkan sistem sensor on-board condition monitoring system atau OBCMS untuk mendeteksi kerusakan yang berhubungan dengan gerbong kereta penumpang dan jalurnya. Adanya CCTV dan sistem informasi sendiri untuk memberikaan pembaruan konstan pada kesiapan gerbong dengan sistem pemanas, ventilasi, AC, manajemen air dan diagnosa gerbong.

Ini dimana sistem akan mampu memperkuat keselamatan dan keamanan dan operasional kereta. Setiap roda gerbong juga akan diletakkan sensor untuk merekam semua getaran dan suhu kereta.

Baca juga: Saat Kereta Terintegrasi Internet of Things

Adapun perbedaan getaran adalah tanda pertama bahwa bantalan roda sebuah gerbong rusak dan ini bisa cepat diambil tindakan. Sensor yang sama juga diletakkan pada bagian jalur kereta yang akan mengawasi keadaan jalur dalam keamanan dan memastikan pemeliharaan prediktif.

Ini juga akan memungkinkan penggunaan sumber daya secara efisien dan mengurangi biaya operasional. Semua hal yang berkaitan dengan gerbong kereta cerdas dan hiburan dalam gerbong dan informasi terkait kereta api ini harus menggunakan Internet of Things dalam pengoperasiannya.

PT KAI Kembali Buka Lowongan, Simak Syarat dan Ketentuannya

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang sedang meningkat performanya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengajak anak bangsa untuk menjadi bagian dari mereka. Tahun 2017 lalu, KAI sendiri telah membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi masinis dikarenakan kebutuhan untuk menjadi masinis sangat besar karena adanya kereta Bandara, KRL dan yang masuk dalam masa pensiun.

Baca juga: Mau Jadi Masinis PT KAI, Baca Dulu Beberapa Persyaratannya!

Kali ini KabarPenumpang.com menginfokan dari laman recruitment.kai.id, sejak 17 Juli 2018 kemarin PT KAI membuka lowongan sebagai operasional, pemeliharaan dan teknologi informasi yang akan di seluruh wilayah kerja KAI. Terkhusus untuk operasional (masinis, PPKA dan juru langsir) dan pemeliharaan (sarana, sinyal telekomunikasi dan listrik serta jalan rel dan jembatan) akan memprioritaskan pada Divisi Regional (Divre) 1 Sumatera Utara.

Sedangkan untuk bagian teknologi informasi PT KAI membuka penempatan diseluruh wilayahnya. Bagi para pelamar di posisi tersebut berjenis kelamin pria dan harus sehat secara jasmani serta rohani dalam hal ini tidak bertindik dan bertato serta tidak menggunakan obat-obatan terlarang.

Para pelamar harus memiliki ijazah SLTA dengan nilai UAN rata-rata minimal 6,0 dengan usia per 1 Agustus 2018 paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 25 tahun. Pada formasi pemeliharaan dan teknologi informasi pelamar memiliki tinggi badan minimal 160 cm dan 165 cm untuk operasional.

Dalam pelamaran pekerjaan ini pun bagian operasional terbagi dua yakni operasional dan pemeliharaan serta operasional PPKA. Untuk persyaratannya pun bagi operasional dan pemeliharaan adalah SMA jurusan IPA, SMK Mesin, Otomotif, Listrik, Elekrto, Elektroika, Telekomunikasi, Bangunan dan Sipil.

Sedangkan pelamar operasional PPKA bisa dari jurusan IPA atau IPS. Bagian teknologi informasi tak jauh berbeda dengan operasional dan pemeliharaan untuk jurusan lulusan sekolah.

Para pelamar bisa mengunduh panduan bila memang belum jelas untuk registrasi dan apply. Jangan lupa buat akun pada https://recruitment.kai.id/ sebelum melakukan registrasi dan mengunggah dokumen.

Baca juga: Ingin Jadi Masinis Shinkansen? Datang Saja ke Omiya Railway Museum, Saitama!

Proses pelamaran dan apply semua dokumen akan dimulai pada 17 hingga 23 Juli 2018 dan hanya bisa mengikuti satu pilihan perekrutan saja. Adapun lokasi seleksi berdasarkan lokasi daerah yakni Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Jember, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Palembang dan Tanjungkarang sesuai apply yang dilakukan pelamar.

Dalam melakukan perekrutan tersebut PT KAI tidak memungut biaya apapun dan tidak menggunakan sistem refund atau penggantian biaya transportasi serta akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan perekrutan. Tak hanya itu, bagi pelamar diharapkan tidak menerima janji apapun dari pihak-pihak yang mengaku bisa membantu dalam meluluskan perekrutan.

Terbentur Masalah Bahasa dan Kultur, Mungkinkah Cina Cantumkan Bahasa Inggris di Sarana dan Pra-Sarana Transportasi?

Bahasa merupakan salah satu identitas dari suatu daerah atau wilayah. Dari sekian banyak bahasa yang ada di dunia, mungkin anda semua setuju bahwa Bahasa Jepang dan Cina merupakan contoh bahasa yang tidak menggunakan alfabet. Lalu bagaimana jadinya jika kedua negara tersebut tetap menggunakan Bahasa Ibu mereka di berbagai sarana dan pra-sarana transportasi? Tentu ini akan menjadi masalah tersendiri bagi para wisatawan mancanegara yang tengah plesiran di sana.

Baca Juga: Bandara Dubai Gunakan Bahasa ‘Jawa Halus’ Untuk Pemeberitahuan Penerbangan

Sebagai bahasa universal, sudah selayaknya bahasa Inggris disematkan di setiap instrumen yang ada di sarana dan pra-sarana transportasi, seperti halnya papan penunjuk arah. Dengan begitu, para pelancong ini dapat dengan mudah membaca arah dan menggunakan fasilitas yang ada. Nah, pada kasus kali ini, China Railway Coorporation (CRC) tengah mempersiapkan sejumlah penanda bilingual yang diproyeksikan dapat mempermudah mobilitas dari para pelancong.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railjournal.com (16/7/2018), upaya dari sang operator kereta Cina ini diperkirakan akan terhambat oleh berbagai faktor, seperti tata penggunaan kata yang akan berdampak pada efektifitas tanda tersebut. Ambil contoh, hampir semua kata perintah dalam Bahasa Inggris selalu tertuang dalam bentuk yang singkat, jelas, lugas, dan padat. Berbeda dengan Cina yang terkesan bertele-tele.

Di Cina, pengumuman di dalam kereta selalu diawali oleh ucapan terimakasih kepada para pelanggan, yang dilanjutkan oleh penjelasan tentang potensi bahaya, dan diakhiri dengan pengarahan dari pihak kereta api tentang apa yang semestinya dilakukan atau dihindari.

Lebih lanjut, penggunaan bentuk jamak (plural) pun tidak berlaku di Cina. Kendati terdengar sederhana, namun sesungguhnya ini dapat mengacaukan persepsi para pelancong yang sudah terbiasa menggunakan Bahasa Inggris.

Mungkin diantara dua masalah di atas, masalah terjemahan kata per kata dari Bahasa Cina ke Bahasa Inggris merupakan yang paling krusial, dimana Cina memiliki aturan yang menyebutkan jika satu kata (baik kata benda, kata kerja, maupun kata sifat) yang disandingkan dengan kata lainnya akan mengubah arti dari kata itu sendiri.

Baca Juga: Manjakan Penumpang Asal Cina, Sydney Airport Gaet Baidu Hadirkan Peta Bandara

Contoh sederhananya adalah frasa “ticket gates will close before departure” yang berarti loket penjualan tiket akan ditutup sebelum kereta berangkat dalam Bahasa Inggris, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Cina menjadi “kaiche qian tingzhi jianpiao”. Namun terjemahan dalam Bahasa Cina tersebut memiliki arti yang tidak bisa dipahami, yaitu “drive car before stop halt check ticket” yang berarti kendarai mobil sebelum berhenti untuk mengecek tiket.

Dari contoh di atas saja, masalah penyampaian pesan dalam bahasa asing saja sudah tidak terpenuhi dan tidak menutup kemungkinan masalah pergeseran makna seperti ini akan terus berlanjut. Selain itu, masalah lain yang timbul adalah bagaimana cara menyederhanakan sebuah frasa ke dalam bentuk yang lebih singkat dan lugas, namun tidak menghilangkan pesan tersirat yang hendak disampaikan menjadi problematika lain yang harus dipertimbangkan matang-matang oleh CRC semisal mereka ingin melengkapi instrumen bilingual yang ada di sarana dan pra-sarana transportasi.

 

Sempat Bikin Panik, Kopilot Air China Hisap Vape Dalam Penerbangan

Kepanikan melanda penumpang Air China dengan pesawat Boeing 737, saat tiba-tiba masker oksigen keluar dari panel di atas kepala. Kejadian ini terjadi pada Selasa (10/7/2018) pada pesawat dengan tujuan Hong Kong menuju Dalian, salah satu kota pelabuhan utama di Selatan Cina.

Baca juga: Unik! Penumpang ini Sandera Awak Kabin Air China Menggunakan Pena

KabarPenumpang.com melansir dari laman independent.co.uk (14/7/2018), dimana pesawat tiba-tiba terbang rendah 6.500 meter dibawah ketinggian seharusnya. Para penyelidik mengatakan, kopilot pesawat tersebut berusaha menyembunyikan dirinya merokok dan secara tidak sengaja mematikan AC.

Sehingga oksigen dalam kabin menjadi turun dan menyebabkan masker oksigen keluar. Namun untungnya tidak lama hal itu terjadi dan pesawat kembali ke posisi seharunya. Karena kejadian ini, pesawat hampir saja melakukan pendaratan daurat.

Diketahui dari pemeriksaan awal oleh Administrasi Penerbangan Sipil Cina atau Civil Aviation Administration of China (CAAC) bahwa kopilot tersebut berusaha mematikan kipas untuk mengentikan asap mencapai kabin penumpang tanpa berkoordinasi dengan kapten penerbangan tersebut. Namun ternyata dirinya salah menekan tombol dan mematikan unit pendingin udara.

Kemudian petugas keamanan regulator Qiao Yibin mengatakan, kru pesawat pun langsung melakukan tindakan darurat dengan menurunkan masker oksigen sampai pokok masalahnya diketahui. Setelah mengetahui masalah berada pada tombol AC yang dimatikan, kru kabin pun kembali menyalakan dan mengembalikan pesawat ke ketinggian semestinya.

CAAC melanjutkan penyelidikan dan menganalisisi perekaman data penerbangan serta perekam suara kokpit untuk mendapatkan hasil akurat penyebab insiden itu. Maskapai Air China sendiri menyatakan tidak akan memberi toleransi pada perilaku awak penerbangannya.

Baca juga: Hisap Vape dalam Lavatory, Penumpang Batik Air Digelandang Petugas Keamanan Bandara

Hal tersebut tertulis di akun media sosial mereka di Weibo (Twitternya Cina). Diketahui peraturan penerbangan Cina melarang awak pesawatnya untuk merokok dalam semua fase operasional. Tahun 2006 lalu mereka juga melarang penumpang untuk menggunakan rokok elektronik.

Pada 2015, Radio Nasional China yang dikelola pemerintah mengatakan empat penumpang dalam penerbangan Air China dari Hong Kong ke Beijing mencium asap kuat yang datang dari kabin. Tahun berikutnya yakni 2016, AS melarang penggunaan rokok elektronik pada penerbangan komersial.

Per 1 Juli 2018, China Airlines Buka Rute Kaohsiung-Jakarta

China Airlines, maskapai terbesar di Taiwan dan anggota aliansi SkyTeam, pada awal bulan ini membuka rute barunya. China Airlines atau CAL per 1 Juli 2018 kemarin meluncurkan rute baru dari Kaohsiung ke Jakarta melalui Hong Kong. CAL merupakan salah satu operator maskapai terkemuka di Taiwan yang akan mengeksplorasi pasar perjalanan Asia Tenggara.

KabarPenumpang.com melansir dari laman focustaiwan.tw (19/6/2018), pesawat yang digunakan dari Kaohsiung ke Jakarta adalah Boeing 737-800 dengan keberangkatan dari Bandara Internasional Kaohsiung di Taiwan Selatan pukul 02.10 pagi waktu setempat dan tiba di Hong Kong 03.35 pagi waktu setempat.

Baca juga: Video Ground Crew Lempar Bagasi Menjadi Viral, AirAsia Minta Maaf

Kemudian melanjutkan penerbangannya dengan berangkat dari Hong Kong pukul 04.35 pagi waktu setempat dan mendarat di Jakarta pukul 08.20 WIB. Sedangkan keberangkatan kembali dari Jakarta pukul 14.10 WIB dan tiba di Hong Kong 15.35 waktu setempat. Dilanjutkan satu jam kemudian (16.35) menuju Kaohsiung dan tiba pukul 20.20 waktu setempat.

Saat ini CAL memiliki 28 layanan mingguan dengan tujuan Indonesia termasuk Jakarta, Surabaya dan Bali. Penerbangan ini melakukan yang terbanyak oleh maskapai tunggal antara Taiwan dan Indonesia. Dengan rute baru ini, CAL sendiri optimis tentang pasar Indonesia dan menargetkan pelancong Indonesia yang ingin transit melalui Taiwan dalam perjalanan ke Eropa dan Amerika Utara.

Sejak Desember 2017 lalu CAL telah menggunakan pesawat barunya yakni A350 untuk melakukan penerbangan langsung antara Taipei dan Jakarta. Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan dan meningkatkan kapasitas transportasi ke Indonesia.

Tak hanya itu CAL juga telah berbagi kode penerbangan dengan operator SkyTeam Garuda Indonesia untuk menyediakan layanan penghubung ke Yogyakarta, Semarang, Bandar Lampung, Pontianak, Medan, Balikpapan, Pekanbaru, Makassar dan kota lainnya di Indonesia. Layanan pembagian kode baru antara Bali dan Perth di Australia juga diperkenalkan pada Mei tahun ini untuk menyediakan jangkauan jaringan yang lebih besar.

Baca juga: Terminal Baru Bandara Seletar Mulai Beroperasi Akhir 2018

Langkah terbaru CAL mencerminkan ekspansi pasar penerbangan Asia Tenggara, yang menurut Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan, melihat pertumbuhan 12,4 persen dalam volume penumpang dan sembilan persen dalam kapasitas transportasi dalam empat bulan pertama 2018. Awal bulan juni 2018 kemarin, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan peningkatan lebih lanjut dalam kapasitas dan volume di pasar Asia-Pasifik tahun ini.

CAL saat ini terbang ke 15 destinasi Asia Tenggara dan telah meningkatkan frekuensi penerbangannya di rute Taipei-Bangkok, Kaohsiung-Bangkok, dan Taipei-Penang tahun ini untuk mendukung Kebijakan Baru Selatan Pemerintah Taiwan. Penambahan layanan baru Kaohsiung-Jakarta pada bulan Juli akan membawa jumlah total penerbangan ke Asia Tenggara menjadi 167 per minggu, kata operator itu.

Tak Kunjung Rampung, LRT Jabodebek Lintasan Kuningan-Dukuh Atas Terganjal Masalah!

Pekerjaan pembangunan jalur Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok Bekasi (Jabodebek) masih terus berjalan. Namun lintasan yang menghubungkan kawasan Kuningan menuju kawasan Dukuh Atas saat ini pengerjaannya masih tertahan di Jalan H.R Rasuna Said Kuningan.

Baca juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang

Dari pantauan yang dilakukan KabarPenumpang.com beberapa hari lalu, sudah mulai terlihat pengerjaan. Apalagi bisa dikatakan lintasan Kuningan menuju Dukuh Atas merupakan yang paling baru dalam umur pengerjaannya.

Adapun pengerjaan yang ada adalah sebagian bentangan panjang jalur LRT di Jalan Rasuna Said sudah terpasang dan sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan pondasi dan pengamanan pengerjaan. Sebab pengerjaan lintasan Kuningan-Dukuh Atas sendiri berada tepat di tengah jalur jalan Rasuna Said.

Meski progres terlihat, namun masih tertahan dikarenakan belum selesainya penetapan lokasi untuk jalur yang dilalui dari Setiabudi sampai ke Dukuh Atas.

“Sinkronisasi trase di Setiabudi sampai ke Dukuh Atas yang masih belum selesai sehingga belum bisa kita lakukan konstruksinya,” ujar Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata yang diutip KabarPenumpang.com dari detik.com, Selasa (17/7/2018).

Brata mengatakan, penetapan lokasi masih belum rampung karena tertahan penentuan posisi lokasi stasiun yang ada di DUkuh Atas. Ini seperti yang diketahui bahwa Dukuh Atas sendiri akan menjadi pusat dari segala transportasi massal yang ada di Jakarta nantinya seperti MRT, KRL, TransJakarta, LRT baik Jakarta maupun Jabodebek sendiri.

“Apakah di sisi utara atau selatan. Ada dua alternatif yang masih perlu disepakati oleh pihak Kemenhub sama Pemprov DKI,” ujarnya.

Baca juga: Viral Suzuki Jimny Nongkrong di Atas Rel LRT Sumatera Selatan. Ada Apa?

Bila penetapan lokasi yang akan dikeluarkan oleh Peprov DKI Jakarta sudah diputuskan, maka pihak Adhi Karya akan langsung melanjutkan pekerjaan menuju Dukuh Atas. Progres pekerjaan jalur LRT Jabodebek lintasan Kuningan-Dukuh Atas sendiri saat ini baru mencapai 25,6 persen. Sementara untuk lintasan secara total progresnya 41 persen.

Selain kemacetan, salah satu dampak dari pembangunan jalur LRT juga terlihat dengan dibangunnya halte TransJakarta baru yang diakibatkan oleh jalan yang menyempit.

Viral! Video Pria Gunting Kuku Kaki di Kabin Pesawat

Kelakuan penumpang pesawat banyak sekali yang unik, bahkan terbilang aneh pun ada. Seperti membuka celana dan menaikkan kaki ke bangku depan, berteriak, menangis, tidak mau mendengarakan perintah awak kabin dan lainnya.

Baca juga: Pramugari Virgin Atlantic Pergoki Sepasang Remaja Lakukan ‘Adegan Dewasa’ di Toilet Pesawat!

Baru-baru ini KabarPenumpang.com mendapatkan dari laman news.com.au (11/7/2018), dimana seorang penumpang tertangkap sedang memotong kuku kakinya. Kelakuan penumpang ini terjadi dalam penerbangan maskapai berbiaya hemat AirAsia yang berangkat dari Kuala Lumpur menuju Hanoi pada Mingggu sore.

Jade Thomas dan kekasihnya, Trong Nguyen melihat seorang penumpang di seberang lorong tempat duduknya tidak menggunakan sepatu dan kaos kaki. Kemudian semakin mengesalkan saat pria tersebut mengangkat kakinya yang kotor ke kursi di depannya.

Pria tersebut memotong kuku kaki dan menjatuhkan potongan tersebut ke lantai kabin. Perlakuan penumpang pria yang tak diketahui namanya tersebut sepertinya tidak sadar akan kuman yang bisa menyerang penumpang lain di pesawat Airbus A320 tersebut dari potongan kuku kakinya.

“Saya kembali dari perjalanan ke Bali bersama pacar saya ketika kami mengamati beberapa perilaku buruk. Ada teriakan, bersendawa keras dan tidak mengikuti permintaan staf maskapai misalnya semua orang berdiri dan mulai mendapatkan tas tangan mereka sebelum tanda sabuk pengaman dimatikan. Kemudian tentu saja, ada beberapa orang yang tidak memakai sepatu,” ujar Jade.

Baca juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat

Masalah bau kaki karena tidak menggunakan alas tersebut bukanlah hal yang mudah untuk di tangani. Ini membuat seorang pramugari yang juga seorang blogger penerbangan baru-baru ini membuat permohonan publik bagi penumpang untuk tetap menjaga kaki mereka tertutup di lantai. “Dalam karir 15 tahun saya sebagai seorang pramugari, saya telah melihat peningkatan  dalam insiden yang berkaitan dengan bau kaki.”