Beberapa Stasiun di Indonesia ini Menjadi yang Tersibuk di Semester I Tahun 2026, Ini Datanya

Kereta api merupakan transportasi yang kini semakin digemari masyarakat Indonesia bahkan mancanegara. Kereta api di Indonesia telah menjadi perjalanan setia masyarakat untuk bepergian ke berbagai destinasi atau kota tujuan terutama untuk perjalanan bisnis maupun wisata. Hal ini telah terlihat beberapa stasiun pemberhentian kereta api yang paling sibuk layani penumpang.

PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI mencatat sebanyak 29.858.267 pelanggan menggunakan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal sepanjang semester I-2026. Pelayanan tersebut tersebar melalui 232 stasiun di Jawa dan Sumatera. Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang dan meningkatkan kualitas hidup.

Dalam pencatatan per stasiun, satu perjalanan pelanggan menghasilkan satu aktivitas naik di stasiun keberangkatan dan satu aktivitas turun di stasiun tujuan. Berdasarkan metode tersebut, tercatat 59.716.534 aktivitas naik dan turun pelanggan selama Januari-Juni 2026.

Sebanyak 36.560.181 aktivitas atau 61,22% dari jumlah tersebut berlangsung di 222 stasiun di luar kelompok 10 stasiun dengan volume tertinggi. Artinya, lebih dari tiga dari setiap lima aktivitas naik dan turun pelanggan berlangsung di luar stasiun-stasiun terpadat.

Di balik 36,56 juta aktivitas naik dan turun tersebut, terdapat perjalanan menuju sekolah, kampus, rumah sakit, tempat kerja, pasar, pusat pelayanan publik, destinasi wisata, serta keluarga di daerah lain. Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat.

Sebanyak 10 stasiun dengan volume tertinggi mencatat 23.156.353 aktivitas naik dan turun atau 38,78% dari total semester I-2026. Stasiun Pasar Senen menempati posisi tertinggi dengan 3.849.606 aktivitas, disusul Gambir sebanyak 3.227.508 aktivitas dan Yogyakarta 3.217.240 aktivitas.

Selanjutnya ada Stasiun Semarang Tawang yang mencatat 2.152.894 aktivitas, Surabaya Gubeng 1.904.845 aktivitas, Purwokerto 1.839.475 aktivitas, Surabaya Pasarturi 1.823.529 aktivitas, Semarang Poncol 1.740.518 aktivitas, Solo Balapan 1.706.290 aktivitas, serta Bandung 1.694.448 aktivitas.

Pola yang sama terlihat ketika penghitungan diperluas hingga di luar kelompok 50 stasiun dengan volume tertinggi. Sebanyak 182 stasiun di luar kelompok tersebut secara kumulatif mencatat 13.066.904 aktivitas naik dan turun pelanggan atau 21,88% dari keseluruhan pergerakan selama semester I-2026.

Sebaran pelayanan semakin luas dengan mulai dilayaninya aktivitas naik dan turun pelanggan di Stasiun Comal, Plabuan dan Rajapolah pada April 2026. Perkembangan selama tiga bulan berikutnya memperlihatkan adanya kebutuhan perjalanan masyarakat melalui ketiga stasiun tersebut.

Stasiun Comal mengawali pelayanan dengan 512 aktivitas naik dan turun pelanggan pada April 2026, kemudian meningkat menjadi 5.623 aktivitas pada Mei 2026 dan 5.861 aktivitas pada Juni 2026. Secara kumulatif, Stasiun Comal mencatat 11.996 aktivitas selama April-Juni 2026 dengan volume Juni 2026 meningkat 4,23% dibandingkan Mei 2026.

Pada periode yang sama, Stasiun Plabuan mencatat 23 aktivitas pada April 2026, kemudian meningkat menjadi 375 aktivitas pada Mei 2026 dan 416 aktivitas pada Juni 2026. Total pelayanan selama tiga bulan mencapai 814 aktivitas, sedangkan volume Juni 2026 meningkat 10,93% dibandingkan Mei 2026.

Perkembangan juga tercatat di Stasiun Rajapolah. Aktivitas naik dan turun pelanggan meningkat dari 88 pada April 2026 menjadi 154 pada Mei 2026, kemudian mencapai 286 pada Juni 2026. Volume Juni 2026 meningkat 85,71% dibandingkan Mei 2026, dengan total 528 aktivitas selama April-Juni 2026.

Secara bersama-sama, Comal, Plabuan dan Rajapolah melayani 623 aktivitas naik dan turun pelanggan pada April 2026, meningkat menjadi 6.152 aktivitas pada Mei 2026 dan 6.563 aktivitas pada Juni 2026. Selama tiga bulan pertama pelayanan, ketiganya mencatat total 13.338 aktivitas pelanggan.

[Video] Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa

Abu Vulkanik, Musuh Besar Dalam Dunia Penerbangan

Satu-satunya alasan mengapa pesawat selalu menghindari area yang terselimuti abu vulkanik adalah karena partikel berukuran mirko tersebut dapat merusak fungsi baling-balin dan bagian mesin lainnya. Dikhawatirkan, mesin akan mengalami masalah hingga kemungkinan paling buruknya adalah mesin gagal beroperasi yang bisa saja menyebabkan sebuah pesawat mengalami kecelakaan.

Baca Juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Kasus seperti ini pernah menimpa salah satu maskapai British Airways Boeing 747 pada tahun 1982 silam. Pesawat dengan rute penerbangan London menuju Auckland tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Halim Perdanakusuma setelah keempat mesin dari maskapai tersebut tidak berfungsi. Untungnya, kejadian menegangkan tersebut tidak menelan korban jiwa maupun korban luka.

Tidak hanya merusak bagian mesin, seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com, abu vulkanik juga bisa menutupi bagian kaca depan kokpit, menyelimuti badan pesawat dan lampu penerbangan, serta membuat massa pesawat menjadi semakin berat. Tidak hanya selama pesawat mengudara, ternyata kehadiran abu vulkanik di landas pacu pun akan memicu hal serupa, yaitu kemungkinan abu akan menyelinap masuk ke dalam bagian mesin.

Namun dilansir dari sumber, pesawat yang akan take-off maupun landing akan menerbangkan abu-abu tersebut ke angkasa dan dikhawatirkan akan mengurangi jarak pandang. Nantinya, abu-abu tersebut akan terlempar ke udara di ketinggian 6km hingga 11 km, dimana pada ketinggian tersebut biasanya pesawat mengudara. Dampak lainnya adalah kawasan bandara akan menjadi kotor, serta udara disekitarnya pun menjadi tidak sehat.

Satu masalah lain adalah bentuk fisik dari abus tersebut, dimana mereka sangatlah halus, dengan diameter kurang dari 2 mm. Itu menandakan abu-abu tersebut mudah sekali terbawa angin. Abu-abu ini seolah berdansa di udara dan terbang ke sana ke mari tergantung arah angin yang membawa mereka. Tidak hanya ditentukan oleh angin, ketinggian dari abu ini juga ditentukan oleh asal mula mereka, yaitu letusan gunung berapi. Abu-abu ini akan sering terlempar tinggi hingga mencapai ketinggian dari lalu lintas udara. Jadi akan semakin berisiko untuk sebuah pesawat melintasi daerah yang terselimuti oleh abu vulkanik.

Ketakutan akan abu vulkanik yang menimpa dunia aviasi memaksa Inggris melakukan pembersihan udaa dari siang hari hingga pukul 18.00 waktu setempat. Tentu saja ini merupakan bentuk tindakan pencegahan, yang bisa dibilang tidak masuk akal. Sekali abu masuk ke dalam mesin, maka mereka akan terkurung dalam waktu yang lama di dalam sana. Untuk membongkar bagian mesin pun bukan merupakan jawaban. Karena ukurannya yang sangat kecil dan halus, pihak maskapai akan sulit untuk membersihkannya, sekalipun bagian mesin sudah dibongkar.

Menurut data yang dilansir dari laman sumber, secara keseluruhan sudah lebih dari 60 pesawat telah dihapusbukukan karena kerusakan yang ditimbulkan oleh abu. Karena hal sekecil abu bisa membawa dampak yang sangat besar, dunia aviasi sendiri terbagi menjadi sembilan wilayah, dimana masing-masing wilayah memiliki pusat penasihat abu vulkaniknya sendiri-sendiri. Mereka akan memberikan informasi mengenai eksistensi abu di udara, dan memberi himbauan jika kondisinya tidak memungkinkan untuk sebuah pesawat mengudara.

Pesawat Boleh Tetap Mengudara di Tengah Kepulan Abu Vulkanik, Asalkan…

Pesawat Boleh Tetap Mengudara di Tengah Kepulan Abu Vulkanik, Asalkan…

Ditutupnya penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memberikan dampak negatif pada dunia aviasi. Tidak hanya bagi pihak maskapai saja yang mengalami kerugian akibat erupsi ini, melainkan penumpang juga merasakan hal serupa. Lalu, apa yang menyebabkan beberapa penerbangan terpaksa dibatalkan? Tidak bisakah pesawat yang canggih dewasa ini menerjang kepulan abu vulkanik?

Baca Juga: Giliran Airnav Terbitkan NOTAM, Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara Mulai Pagi Ini

Sebenarnya, pesawat bisa saja menerjang kepulan abu vulkanik, tapi keselamatan dalam penerbangan menjadi poin inti dikeluarkannya peraturan untuk tidak mengudara di sekitar kawasan gunung yang baru saja meletus. Peraturan tentang pelarangan mengudara menerjang abu vulkanik mulai ditegaskan kembali pasca dua ledakan gunung merapi yang terjadi pada tahun 2010 di Islandia, yaitu Gunung Grímsvötn pada tahun 2011 dan BárÐarbunga pada tahun 2014 hingga 2015.

Tidak bisa dipungkiri, salah satu penyebab banyaknya penundaan keberangkatan di dunia aviasi adalah karena adanya bencana alam seperti gunung meletus. Material letusan gunung berupa abu vulkanik dikhawatirkan akan tersedot oleh mesin pesawat yang umumnya berada pada bagian sayap, dan tentu saja abu vulkanik tesebut akan berubah menjadi mimpi buruk manakala eksistensinya dapat merusak bagian mesin pesawat.

Larangan demi larangan dikeluarkan berdasarkan pantauan kru darat yang bersinergi dengan beberapa instansi terkait seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Nantinya larangan penerbangan tersebut akan dikonversi menjadi sebuah a Notice to Airmen (NOTAM) yang dipublikasi ke berbagai stakeholders di dunia aviasi, untuk diteruskan kepada kru udara.

Mengetahui betapa berbahayanya abu vulkanik bagi dunia aviasi, KabarPenumpang.com mengutip dari laman nature.com yang menyebutkan bahwa pesawat terbang sekarang bisa terbang asalkan konsentrasi abu tidak melebihi 0,2 miligram per meter kubik. Untuk mencegah penumpukkan abu di mesin pesawat, dibutuhkan suatu inovasi yang dapat menghasilkan pengukuran yang lebih akurat yang dapat disandingkan dengan satelit pengukur abu atmosfer.

Baca Juga: British Airways Flight 9, Guratan Kelam Dunia Aviasi Akibat Abu Vulkanik

Sebut saja PlumeRise, sebuah teknologi yang dapat memodelkan kenaikan bulu vulkanik di atmosfer lembab dan berangin. Alat ini dipercaya dapat membantu peneliti untuk menghitung secara lebih akurat intensitas letusan dan material letusan yang terbawa angin ke angkasa. Dengan menggunakan PlumeRise, para pembuat keputusan akan mendapatkan informasi yang lebih baik tentang bahaya dan kemungkinan tanggapannya dibandingkan pada tahun 2010 silam. Pembuat keputusan yang dimaksud di sini adalah instansi yang berkewenangan untuk menerbitkan NOTAM.

Selain dapat merusak bagian mesin, eksistensi abu vulkanik di penerbangan juga dapat membuat badan pesawat tertutup oleh material gunung berapi tersebut. Sebut saja kaca kokpit yang akan tertutup abu menjadi salah satu ancaman yang mengintai jika operator maskapai tetap bersikukuh menerbangkan armadanya. Bukan tidak mungkin pesawat tersebut akan mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh material abu vulkanik.

Imbas Stasiun Karet Ditutup, Penumpang KRL di Stasiun BNI City Melonjak Signifikan

Penutupan Stasiun Karet membuat penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) harus bisa mengikuti aturan baru yanh berlaku. Hal ini perpindahan untuk naik dan turun KRL kini berada di Stasiun BNI City (Sudirman Baru). Bahkan penumpang juga harus menyesuaikan jadwal kedatangan dan keberangkatan perjalanan KRL

Dari hal tersebut, akhirnya peningkatan jumlah penumpang KRL di Stasiun BNI City melonjak tajam. Volume pengguna KRL di Stasiun Sudirman Baru (Stasiun BNI City) tercatat mengalami lonjakan pada hari pertama pengalihan pengguna dari Stasiun Karet yang mulai diberlakukan pada Selasa (1/9/2026) lalu. Berdasarkan data KAI Commuter, total pengguna yang naik di Stasiun Sudirman Baru pada hari pertama mencapai 13.856 orang sedangkan pengguna yang turun sebanyak 10.829 orang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, pada hari kedua pengalihan akses juga terpantau peningkatan volume pengguna yang turun di Stasiun Sudirman Baru pada jam sibuk pagi. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 8.662 pengguna turun di stasiun tersebut atau meningkat 281 persen dibandingkan sebelum pekerjaan integrasi yang rata-rata hanya sekitar 3.000 orang.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengguna, KAI Commuter mengoptimalkan berbagai fasilitas layanan di stasiun tersebut. Gate elektronik dan loket di hall baru sisi timur arah Jalan Sudirman serta sisi barat arah Stasiun Karet lama telah dioperasikan. Selain itu, selasar sisi selatan yang berfungsi sebagai akses pedestrian juga telah dilengkapi penerangan dan petugas pengamanan yang bertugas di area tersebut.

KAI Commuter juga menyediakan layanan bagi pengguna prioritas, seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, termasuk fasilitas kursi roda. Pengguna prioritas dapat langsung menghubungi petugas yang berjaga di selasar akses masuk stasiun untuk mendapatkan layanan tersebut.

Bagi pengguna yang akan menuju Stasiun Manggarai, KAI Commuter telah mengoperasikan hall baru sisi timur riverside dari arah Jalan Sudirman. Pengguna dapat langsung menuju peron Jalur 2 untuk perjalanan Commuter Line tujuan Stasiun Manggarai.

Pada jalur pedestrian dari arah Stasiun Karet, KAI Commuter juga akan menambah tenda atau kanopi untuk melindungi pengguna dari panas dan hujan, serta menambah penerangan dan petugas keamanan mobile guna memperkuat aspek keamanan pengguna pada malam hari menuju hall barat Stasiun Sudirman Baru.

Diketahui sebelumnya, saat penutupan Stasiun Karet sejumlah toko juga tutup seperti Roti’O dan Roti Salman yang berada di area stasiun. Kondisi stasiun gelap, penumpang juga tidak dapat melintasi area masuk stasiun Karet seperti sebelumnya. Loket yang biasanya digunakan untuk melayani penumpang juga tidak beroperasi.

Pengalihan layanan ini merupakan bagian dari proses integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Sebelumnya, KAI Commuter menyampaikan bahwa seluruh operasional penumpang di Stasiun Karet dialihkan ke BNI City mulai 1 September 2026. Di Stasiun BNI City, petugas juga terus mengarahkan pengguna KRL yang sebelumnya terbiasa menggunakan Stasiun Karet.

KAI Commuter menyebut sebanyak 264 perjalanan Commuter Line dari dan menuju lintas Kampung Bandan/Cikarang melalui Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru/BNI City setiap harinya. Integrasi tersebut tidak mengubah perjalanan Commuter Line Cikarang, tetapi mengubah lokasi naik dan turun penumpang dari Stasiun Karet ke BNI City. Untuk layanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City, tidak terdapat perubahan selama proses pekerjaan integrasi berlangsung.

Okupansi Minim dan Terlalu Dekat dengan Stasiun Manggarai, Stasiun Mampang Nonaktif Secara Permanen

KAI Wisata Tebar Promo Menarik yang Hanya Ada di KAI Expo 2026 di Kota Kasablanka

PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), menawarkan banyak promo dalam event tahunan KAI Expo 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta. Mengusung tema “Experience Luxury”, ajang ini menjadi wujud komitmen KAI Wisata dalam menghadirkan perjalanan wisata berbasis kereta api yang mewah, nyaman, dan berkelas.

Baca juga: Dukung Kelestarian Batik Nusantara, KAI Wisata Hadirkan Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta

Dalam gelaran yang berlangsung pada 4–6 September 2026, KAI Wisata menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh melalui berbagai promo spektakuler, tawaran eksklusif, dan penawaran rombongan terbatas.

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengungkapkan, “KAI Expo 2026 menjadi momen tepat bagi masyarakat untuk merasakan sensasi Discover the Extraordinary bersama layanan premium KAI Wisata. Kami ingin menciptakan pengalaman lengkap, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga destinasi impian,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia optimis bahwa di KAI Expo 2026 di Kota Kasablanka kali ini bisa membukukan transaksi sampai Rp20 miliar atau 20 ribu transaksi, dengan asumsi Rp 1 juta per transaksi.

Penawaran Eksklusif dan Promo Spesial Hanya di KAI Expo 2026:
* Special Price Charter Train: Harga promo sewa Kereta Wisata Tematik, Kereta Panoramic, dan Kereta Istimewa selama event berlangsung.
* Special KAI Expo Tour Series: Paket perjalanan terkurasi (Curated Journeys) menuju Bandung, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Semarang, Solo, dan Yogyakarta menggunakan Kereta Wisata & Kereta Istimewa (minimal 4 peserta).
* Hot Deals (Exclusive Bundling Package): Paket bundling Train + Stay + Experience yang menggabungkan Kereta Panoramic/Priority, penginapan hotel, dan tur destinasi.
* Limited Offers (Group Booking Privilege): Harga khusus untuk pemesanan rombongan (group booking) Kereta Panoramic & Priority.
* Fun Games & Hadiah menarik: Aktivitas interaktif di booth dengan kesempatan mendapatkan merchandise khusus KAI Wisata.

Menariknya, semua promo di atas menawarkan diskon sampai 30 persen dengan periode keberangkatan H+30 sampai H+45 hari.

Baca juga: Stasiun Garut Rencana Hadirkan Museum Mini untuk Wisatawan, Ini Penjelasan KAI Wisata

“Kami ingin KAI Expo menjadi ruang apresiasi dan kolaborasi nyata. Bukan hanya pameran, tapi juga ajang memberikan pelayanan perjalanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” tutup Raden Agus Dwinanto Budiadji.

Ke depan, KAI Wisata berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan wisata berbasis kereta yang ramah lingkungan, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain KAI Wisata, event tahunan KAI Expo 2026 juga diikuti oleh anak usaha PT KAI lainnya, seperti KAI Commuter, KAI Wisata, KAI Logistik, KAI Properti, KAI Services, KAI Bandara, LRT Jabodebek, Whoosh, yang juga menawarkan promo khusus yang hanya ada di gelaran tersebut.

 

Idealnya ada di Jakarta, Inilah Serba-serbi Halte Bus Ramah Lingkungan di Kota Metropolitan

Banyak solusi untuk menciptakan ruang udara yang sehat di lingkungan kota metropolitan. Selain penggunaan moda transportasi bertenaga listrik, beberapa kota di negara maju telah menerapkan konsep halte bus ramah lingkungan. Salah satu yang mengemuka dan belum terlihat di Indonesia, seperti pemanfaatan atap hijau serta energi terbarukan dengan penempatan solar panel.

Baca juga: Pertama di Dunia, Halte Bus Dirancang Ramah Bagi Kawanan Lebah

Melihat kondisi Jakarta yang dipenuhi polusi udara, maka ada baiknya otoritas pemerintah kota Jakarta merujuk desain halte ramah lingkungan yang terkenal telah hadir di beberapa kota di bawah ini:

1. Portland, Oregon, Amerika Serikat
Portland terkenal dengan sistem transportasi umum yang ramah lingkungan, termasuk halte bus yang dilengkapi dengan atap hijau, panel surya, dan fasilitas untuk sepeda.

2. Curitiba, Brasil
Curitiba dikenal dengan sistem bus rapid transit (BRT)nya yang sangat efisien, yang mencakup halte-halte bus dengan fasilitas yang ramah lingkungan, seperti penggunaan panel surya dan atap hijau.

3. Copenhagen, Denmark
Copenhagen memiliki sistem bus dan kereta api yang ramah lingkungan dengan banyak halte bus yang dilengkapi dengan pencahayaan LED dan fasilitas parkir sepeda.

4. Amsterdam, Belanda
Amsterdam terkenal dengan penggunaan sepeda dan transportasi umum yang ramah lingkungan, dan beberapa halte bus di kota ini memiliki fasilitas untuk sepeda dan area parkir hijau.

5. Stockholm, Swedia
Stockholm memiliki sistem transportasi umum yang efisien dan beberapa halte bus yang menggunakan energi terbarukan.

6. Singapura
Singapura memiliki sistem transportasi umum yang canggih dan halte bus yang dirancang dengan baik untuk meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan penumpang.

Baca juga: Serba Canggih, Halte Bus di Seoul Dilengkapi Teknologi Kecerdasan Buatan dan Panel Surya

Halte bus ramah lingkungan dapat mencakup berbagai fitur dan praktik yang dirancang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mempromosikan mobilitas berkelanjutan, dan meningkatkan kenyamanan penumpang. Beberapa contoh fitur yang dapat ditemukan di halte bus ramah lingkungan meliputi:

1. Atap hijau
Halte bus dengan atap berlapis tanaman atau vegetasi dapat membantu mengurangi panas permukaan, menyerap karbon dioksida, dan menyediakan area teduh yang lebih sejuk bagi penumpang.

2. Pencahayaan LED
Penggunaan lampu LED yang hemat energi di halte bus dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

3. Penggunaan Energi Terbarukan
Beberapa halte bus telah ditenagai oleh panel surya atau sumber energi terbarukan lainnya untuk memasok listrik untuk pencahayaan dan peralatan lainnya.

4. Tempat Sampah Terpisah
Penempatan tempat sampah terpisah untuk daur ulang dan limbah organik dapat membantu dalam pengelolaan limbah yang lebih baik.

5. Papan Informasi Interaktif
Papan informasi interaktif yang menampilkan jadwal bus dan informasi transportasi dapat membantu penumpang merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik, mengurangi waktu tunggu, dan efisiensi perjalanan.

6. Aksesibilitas yang Ditingkatkan
Fasilitas yang dirancang untuk memudahkan akses penumpang dengan mobilitas terbatas, seperti trotoar yang lebar dan platform yang rendah, dapat membuat halte bus lebih inklusif.

7. Transportasi Berkelanjutan
Beberapa halte bus dapat dilengkapi dengan fasilitas untuk sepeda, termasuk stasiun pengisian sepeda listrik atau rak sepeda.

8. Tanaman Penyaring Udara
Beberapa halte bus memiliki tanaman penyaring udara, seperti pohon dan semak-semak, yang membantu mengurangi polusi udara di sekitar halte.

Tidak Hanya Mobil, Kereta Api juga Bisa Slip Saat Berjalan, Kenapa?

Kendaraan yang bergerak di jalanan tak luput dari pandangan kita jika terjadi roda slip pada kondisi tertentu. Meski jalanan yang dilewati terbilang halus dan mulus tapi tak menutup kemungkinan jika ban kendaraan bisa saja terjadi slip. Salah satunya saat kondisi jalan licin akibat karena permukaan jalan yang bacah. Bisa karena kondisi hujan ataupun tumpahan cairan yang mengakibatkan roda jadi licin, bahkan kendaraan tersebut bisa menimbulkan kecelakaan.

Baca juga: Kenali Jenis Kereta Crane yang Bantu Evakuasi KRL Anjlok di Cilebut

Nah, hal tersebut juga dialami transportasi kereta api. Meski yang dilewati rel berbahan baja, namun kereta api saat berjalan juga mengalami roda slip. Kondisi yang dialami saat roda kereta api slip dari berbagai macam kondisi. Selain hujan yang membuat rel jadi licin, pengaruh medan yang dilalui kereta api pun ada pengaruhnya. Seperti jalan menanjak, tikungan, saat kecepatan perlahan bahkan kontur rel yang tidak rata dan banyak persambungan.

Slip pada roda mengakibatkan tekanan untyk bergerak menjadi berat, apalagi hingga membawa rangkaiamn panjang dan memiliki berat setiap unit kereta/gerbong. Untuk lokomotif penarik saja dibutuhkan bantuan agar terhindar dari roda slip. Bantuan yang dimiliki lokomotif adalah sistem pemasir yang terhubung pada selang disamping tiap–tiap roda. Jika terjadi slip pada roda dan masinis merasa tarikannya menjadi berat bantuan pemasir pun dilakukan.

Pemasir tersebut dengan cara menyemprotkan pasir pada permukaan kepala rel atau dengan mengendalikan gaya traksi. Penyemprotan pasir berfungsi untuk menaikkan koefisien gesek antara rel dengan roda, sehingga berat adesi akan naik dan selisih antara gaya traksi dengan berat adesif semakin kecil dan roda bisa berputar tanpa adanya slip lagi. Sementara pengendalian gaya traksi umumnya dengan cara menurunkan sementara daya dari mesin ke transmisi namun tetap diatas gaya yang di butuhkan untuk melawan berat adesi agar kereta tetap bisa bergerak.

Baik dalam kondisi cuaca baik maupun buruk, jika memang roda slip penyemprotan pasir tetap dilakukan. Karena jalur kereta api di Indonesia memiliki wilayah dengan kontur tanah pada rel yang tidak selalu baik dan selalu dilakukan pengecekan, maka dari itu masinis yang menjalankannya juga harus siaga pada wilayah tersebut.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong

Tak hanya lokomotif yang bisa slip pada roda, rangkaian KRL (Kereta Rel Listrik) pun tak luput dari roda slip. Namun rel yang dilewati KRL masih terbilang baik dan tidak terjal, saat roda slip di KRL terjadi pada kondisi tertentu saja, misalnya cuaca turun hujan. Memang KRL tidak memiliki pemasir di tiap rangkaiannya, namun dengan menambah kekuatan pada mesin saat berjalan, sudah cukup membantu terhindarnya dari roda slip. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Dikenal Sebagai Stasiun Sangkrah, Bangunan Ini Menjadi Sejarah Penting di Kota Bengawan

Jika bepergian dengan kereta api tentu dapat menemukan berbagai hal keunikan dari beebagai bangunan stasiun yang unik. Hanya dengan melihatnya saja, masyarakat tentu sudab bisa menebak bahwa sejarah panjang di dunia perkeretaapian sudah sangat melegenda bahkan tercatat sebagai sejatah yang panjanh. Apalagi banyak bangunan yang sudah merupakan warisan cagar budaya Indonesia yang patut dilestarikan.

Seperti halnya bangunan stasiun yang berada di kawasan Solo, Jawa Tengah. Masih terdapat bangunan stasiun kereta api yang tentunya peninggalan kolonial Belanda yang hingga kini masih dioperasikan bahkan masih berdiri kokoh. Namun, ada pula beberapa stasiun yang memang menyimpan sejarah yang begitu besar.

Kabarpenumpang akan mengajak kalian berkunjung ke salah satu stasiun yang berada di jalur Wonogiri. Ya, Stasiun Solo Kota merupakan stasiun yang bersejarah dibangun perusahaan kereta api swasta di zaman Pemerintah Hindia Belanda. Meskipun terlihat kecil, namun stasiun yang didirikan tahun 1922 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) ini terawat. Bangunan dengan arsitektur khas klasik ini memiliki teras masuk dengan gerbang tembok yang sangat tebal.

Stasiun Solo Kota atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Stasiun Sangkrah memiliki perjalanan sejarah yang tidak kalah menarik. Berbeda dengan stasiun lain di Solo yang lebih dulu berdiri, Stasiun Sangkrah dibangun untuk memperkuat jaringan kereta menuju wilayah selatan, terutama Sukoharjo hingga Wonogiri.

Menurut sejarah, nama “Solo Kota” disematkan karena pada masa itu letaknya menjadi yang paling dekat dengan pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta, Keraton Kasunanan, serta kawasan perdagangan. Kedekatan tersebut membuat stasiun ini menjadi pintu masuk penting bagi masyarakat maupun pedagang yang datang ke pusat Kota Solo. Meski ukurannya relatif kecil, Stasiun Sangkrah pernah memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat.

Jalur yang dilayaninya menjadi penghubung Solo dengan daerah-daerah di selatan, sehingga memudahkan pengangkutan penumpang maupun hasil pertanian dan perdagangan dari wilayah Sukoharjo serta Wonogiri menuju Kota Solo. Seiring berkembangnya transportasi jalan raya, aktivitas di Stasiun Sangkrah sempat mengalami penurunan. Namun, stasiun ini tidak ditinggalkan begitu saja.

Kini Stasiun Sangkrah masih aktif melayani KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri serta menjadi titik pemberhentian Kereta Wisata Sepur Kluthuk Jaladara, kereta uap wisata yang melintasi Jalan Slamet Riyadi dan menjadi salah satu ikon wisata Kota Solo.

Bangunan stasiun hingga kini masih mempertahankan nuansa arsitektur kolonial Belanda. Keaslian bentuk bangunannya menjadikan Stasiun Sangkrah sebagai salah satu bangunan heritage perkeretaapian di Solo yang tetap terjaga. Hingga banyak pecinta sejarah dan fotografi datang untuk mengabadikan suasana klasik yang masih terasa di stasiun ini.

Selain itu, stasiun ini juga terdapat Pasar Sangkrah, yang sejak dahulu dikenal sebagai kawasan perdagangan. Karena pada masa kolonial, kawasan ini menjadi pusat distribusi berbagai produk, termasuk minuman lokal dan Eropa. Kedekatan stasiun dengan pasar membuat aktivitas ekonomi di kawasan tersebut berkembang pesat pada masanya.

Bangunan yang telah berdiri lebih dari satu abad ini menjadi pengingat bahwa perkembangan transportasi kereta api di Solo tidak hanya bertumpu pada stasiun-stasiun besar, tetapi juga pada stasiun kecil yang memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian. Meski tidak seramai stasiun besar lainnya di Solo, Stasiun Sangkrah tetap menjadi bagian penting dari sejarah perkeretaapian Kota Bengawan.

Ini Dia Alasan Kenapa Singkatan Stasiun Solo Jebres Adalah “SK” Bukan “SJ”

Hari Ini 25 Tahun Lalu, Sukhoi Su-80 Multirole dengan Sayap Gawang Terbang Perdana

Tepat pada hari ini, 25 tahun yang lalu atau 4 September 2001, pesawat unik multirole dengan desain sayap tinggi (high wing) model gawang, Sukhoi Su-80, terbang perdana. Pesawat angkut bermesin ganda dengan kemampuan short take-off and landing (STOL) umumnya digunakan untuk angkutan kargo dan penumpang.

Baca juga: Kasihan, Sukhoi Superjet 100 Tak Terima Satupun Pesanan Tahun Ini

Pesawat yang dirancang dan dikembangkan bersama oleh Sukhoi Company (JSC) dan Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association (KnAAPO), Rusia, ini sebelumnya dikenal sebagai Sukhoi S-80 yang dipamerkan pertama kali pada Paris Air Show ke-38 tahun 1989 di Le Bourget; ajang yang juga diikuti oleh pesawat turboprop pertama di dunia dengan teknologi fly-by-wire besutan Indonesia, N250. Sukhoi S-80 kemudian lama tak muncul sampai tahun 2001 saat pesawat dipamerkan sebagai Sukhoi Su-80.

Pesawat ini dapat menampung dua awak (pilot dan co-pilot), 30 kursi, dan kargo seberat 3.300kg, cukup ideal untuk menjadi angkutan kargo sekaligus angkutan penumpang. Panjang dan tinggi kabin 7,75m dan 1,82m serta lebar maksimum kabin sebesar 2,17m dan lebar area mencapai 1,75m juga mendukung muatan kargo sebanyak dua kargo besar atau satu truk atau satu mesin jet pesawat.

Proses bongkar muat serta jalan masuk penumpang juga dimudahkan dengan desain ramp kargo sebesar 1,82 x 1,89 meter. Tak lupa, kabin juga dilengkapi dengan pintu keluar darurat dengan dimensi 1,27 x 7 meter untuk penumpang. Adapun tinggi dan lebar pesawat sendiri mencapai 2,3 dan 2,4 meter.

Dilansir aerospace-technology.com, Sukhoi Su-80 ditawarkan dalam tiga varian, Su-80GP, Su-80PT, dan Su-80TD.

Su-80GP sendiri merupakan pesawat kargo atau penumpang. Pesawat ini dapat dengan mudah dikonversi dari konfigurasi penumpang ke kargo dengan melengkapi jalur roller yang dapat dilepas ke dek kabin dan jalur kargo. Meskipun mudah dikonversi, namun, varian ini diklaim sangat menunjang kenyamanan penumpang.

Berbeda dengan Su-80GP, Su-80PT diplot sebagai pesawat patroli atau angkut yang digunakan untuk operasi perbatasan darat dan laut. Pesawat ini mampu mengirimkan data relevan berkualitas tinggi ke pangkalan data (baik sipil maupun militer), mendeteksi ancaman, dan menghancurkan penyusup.

Tak hanya itu, Su-80PT juga dapat melakukan pemantauan pipa minyak dan gas, pengukuran magnetometrik, dan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR). Untuk misi ini, sistem persenjataan pesawat umumnya diletakkan di sayap, dengan muatan bom, roket, senapan mesin, dan meriam ringan.

Adapun Su-80TD lebih ke pengangkut pasukan atau pesawat kargo yang dirancang untuk operasi militer, seperti latihan terjun, melakukan misi casualty evacuation (casevac)/medical evacuation (medevac), dan menjalankan misi khusus lainnya.

Avionik ketiga varian tersebut umumnya dilengkapi dengan air navigation and indication system, air signal system, kompas radio otomatis, sistem penginderaan ketinggian dan pengukur kecepatan radio, peralatan pengukur jarak, serta fitur avionik lainnya yang mampu menunjang operasi pesawat.

Baca juga: Lockheed VLST, Desain Pesawat Angkut Raksasa yang Tak Pernah Terwujud

Untuk urusan dapur pacu, pesawat Rusia itu masih mempercayakannya pada produsen luar, yakni dua General Electric CT7-9B turboprop, yang mampu membawa pesawat melesat 470 km per jam, jangkauan mencapai 1.300 km, serta ketinggian maksimum mencapai 8.000m.

Saat ini, Sukhoi Su-80 diproduksi sebanyak delapan unit di dunia. Di antaranya digunakan oleh militer Cina, Yordania, dan Korea Selatan. Sisanya datang dari dalam negeri, mulai dari Blagoveshchensk Airlines, ChukotAvia, Dalavia, Petropavlovsk-Kamchatski Aviation Enterprise, hingga Polar Airlines.

Kenapa Kereta Api Berjalan di Sisi Kanan saat Jalur Ganda? Yuk, Cari Tahu Penjelasannya

Perjalanan kereta api kini semakin cepat dan praktis tentunya karena sudah melalui tahapan berbagai uji coba termasuk kecepatan. Ya, pada wilayah tertentu sudah banyak jalur kereta api yang memiliki jalur ganda untuk mengurai waktu yang lebih lama dengan perjalanan jarak jauh maupun antar kota dan provinsi. Selain itu jalur ganda dibuat untuk mengurangi risiko kecelakaan dan keterlambatan meskipun pada kondisi tertentu.

Mungkin bisa dilihat bahwa perjalanan kereta api di jalur ganda memiliki posisi berjalan yang berbeda dengan perjalanan di jalan raya. Jika pada kendaraan di jalan raya tentunya berjalan pada posisi sebelah kiri, namun untuk kereta api di jalur ganda berjalan di posisi sebelah kanan. Bagi sebagian masyarakat pastinya bertanya-tanya mengapa kereta api di jalur ganda melintas di jalur sisi kanan?
Seperti yang dijelaskan dalam Undang undang no 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian, pada Bab X tentang Tata Cara Berlalu Lintas Kereta Api pasal 120 yang menjelaskan bahwa pengoperasian kereta api menggunakan prinsip berlalu lintas satu arah pada jalur tunggal dan jalur ganda atau lebih dengan ketentuan:

·        Setiap jalur pada satu petak blok hanya diizinkan dilewati oleh satu kereta api; dan

·        Jalur kanan digunakan oleh kereta api untuk jalur ganda atau lebih.

Namun, bisa saja rangkaian KA di jalur ganda melintas jalur sisi kiri. Ini berlaku ketika jalur KA di sisi kanan tengah ada perbaikan atau gangguan lain yang menyebabkan perjalanan KA terhambat. Sebagai contoh jika ada gangguan di perjalanan yang harus menutup jalur sebelah kanan yang akan dilalui kereta api.

Sehingga saat perbaikan jalur KA di sisi kanan itu, maka untuk sementara perjalanan KA dari hulu ke hilir, dan sebaliknya menggunakan sisi kiri. Sedangkan KA yang melintas di jalur sisi kiri biasa disebut sepur salah, walau sesungguhnya memang tidak salah karena jalur sisi kanan sedang tidak aman dilalui.

Kini jalur ganda yang sudah digunakan untuk perjalanan kereta api sangat bermanfaat. Jika dibandingkan dengan jalur tunggal (single track) biasanya tergantung pada kondisi medan maupun kontur tanah pada area tertentu. Karena masih banyak pula jalur tunggal kereta api di wilayah Jawa maupun Sumatera. Kesulitan untuk membangun jalur ganda tentu dilihat dari area tersebut. Salah satunya pada wilayah Bandung dan sekitarnya yang melewati perbukitan menjulang dan berbagai dinding batu yang besar, membuat cukup sulit untuk membangun jalur ganda.

Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong