Monday, September 7, 2026
HomeAnalisa AngkutanImbas Stasiun Karet Ditutup, Penumpang KRL di Stasiun BNI City Melonjak Signifikan

Imbas Stasiun Karet Ditutup, Penumpang KRL di Stasiun BNI City Melonjak Signifikan

Penutupan Stasiun Karet membuat penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) harus bisa mengikuti aturan baru yanh berlaku. Hal ini perpindahan untuk naik dan turun KRL kini berada di Stasiun BNI City (Sudirman Baru). Bahkan penumpang juga harus menyesuaikan jadwal kedatangan dan keberangkatan perjalanan KRL

Dari hal tersebut, akhirnya peningkatan jumlah penumpang KRL di Stasiun BNI City melonjak tajam. Volume pengguna KRL di Stasiun Sudirman Baru (Stasiun BNI City) tercatat mengalami lonjakan pada hari pertama pengalihan pengguna dari Stasiun Karet yang mulai diberlakukan pada Selasa (1/9/2026) lalu. Berdasarkan data KAI Commuter, total pengguna yang naik di Stasiun Sudirman Baru pada hari pertama mencapai 13.856 orang sedangkan pengguna yang turun sebanyak 10.829 orang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, pada hari kedua pengalihan akses juga terpantau peningkatan volume pengguna yang turun di Stasiun Sudirman Baru pada jam sibuk pagi. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 8.662 pengguna turun di stasiun tersebut atau meningkat 281 persen dibandingkan sebelum pekerjaan integrasi yang rata-rata hanya sekitar 3.000 orang.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengguna, KAI Commuter mengoptimalkan berbagai fasilitas layanan di stasiun tersebut. Gate elektronik dan loket di hall baru sisi timur arah Jalan Sudirman serta sisi barat arah Stasiun Karet lama telah dioperasikan. Selain itu, selasar sisi selatan yang berfungsi sebagai akses pedestrian juga telah dilengkapi penerangan dan petugas pengamanan yang bertugas di area tersebut.

KAI Commuter juga menyediakan layanan bagi pengguna prioritas, seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, termasuk fasilitas kursi roda. Pengguna prioritas dapat langsung menghubungi petugas yang berjaga di selasar akses masuk stasiun untuk mendapatkan layanan tersebut.

Bagi pengguna yang akan menuju Stasiun Manggarai, KAI Commuter telah mengoperasikan hall baru sisi timur riverside dari arah Jalan Sudirman. Pengguna dapat langsung menuju peron Jalur 2 untuk perjalanan Commuter Line tujuan Stasiun Manggarai.

Pada jalur pedestrian dari arah Stasiun Karet, KAI Commuter juga akan menambah tenda atau kanopi untuk melindungi pengguna dari panas dan hujan, serta menambah penerangan dan petugas keamanan mobile guna memperkuat aspek keamanan pengguna pada malam hari menuju hall barat Stasiun Sudirman Baru.

Diketahui sebelumnya, saat penutupan Stasiun Karet sejumlah toko juga tutup seperti Roti’O dan Roti Salman yang berada di area stasiun. Kondisi stasiun gelap, penumpang juga tidak dapat melintasi area masuk stasiun Karet seperti sebelumnya. Loket yang biasanya digunakan untuk melayani penumpang juga tidak beroperasi.

Pengalihan layanan ini merupakan bagian dari proses integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Sebelumnya, KAI Commuter menyampaikan bahwa seluruh operasional penumpang di Stasiun Karet dialihkan ke BNI City mulai 1 September 2026. Di Stasiun BNI City, petugas juga terus mengarahkan pengguna KRL yang sebelumnya terbiasa menggunakan Stasiun Karet.

KAI Commuter menyebut sebanyak 264 perjalanan Commuter Line dari dan menuju lintas Kampung Bandan/Cikarang melalui Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru/BNI City setiap harinya. Integrasi tersebut tidak mengubah perjalanan Commuter Line Cikarang, tetapi mengubah lokasi naik dan turun penumpang dari Stasiun Karet ke BNI City. Untuk layanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City, tidak terdapat perubahan selama proses pekerjaan integrasi berlangsung.

Okupansi Minim dan Terlalu Dekat dengan Stasiun Manggarai, Stasiun Mampang Nonaktif Secara Permanen

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru