7 KRL Buatan INKA Dipaksa Berhenti Beroperasi, Bagaimana Efek Kepada Penumpang?

Transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di wilayah Jabodetabek memang menjadi sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat. Terlebih lagi transportasi tersebut memang dibutuhkan untuk aktivitas keseharian. Namun, jika terjadi masalah teknis baik dilintas maupun adanya pengurangan jadwal, tentu saja terjadi penumpukan penumpang.

Hal tersebut dialami rangkaian KRL yang terjadi anjlok beberapa hari lalu. Perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota terganggu pada Jumat (4/9/2026) pagi. Gangguan tersebut akibat anjlokan salah satu rangkaian KRL di Stasiun Jakarta Kota maupun di Stasiun Manggarai. Dua insiden itu dialami oleh rangkaian KRL yang sama.

Hal tersebut tentu saja PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA turun tangan dalam proses perawatan rangkaian KRL yang digunakan KAI Commuter. Perawatan dan General Check Up tersebut dilakukan untuk memastikan komponen sarana, termasuk bogie dan sistem propulsi, tetap berfungsi optimal dan memenuhi aspek keselamatan perjalanan.

pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap rangkaian KRL seri iE305 produksi INKA. Sebagai produsen sarana KRL, INKA terlibat langsung bersama KAI Commuter dan pemangku kepentingan terkait dalam proses perawatan rangkaian. Pemeriksaan mencakup berbagai komponen penting yang berkaitan dengan performa dan keselamatan perjalanan. Di antaranya sistem bogie, sistem propulsi, serta komponen lainnya yang harus dipastikan bekerja dengan baik.

Sangat disayangkan, KRL baru tersebut dengan nomor seri EA-207 CLI-225 atau seri iE305, untuk sementara berhenti beroperasi. Sebanyak tujuh train set KRL tersebut kini menjalani general check up yang dilakukan KAI Commuter bersama INKA sejak 7 September hingga 30 September 2026. Adapun KRL CLI-225 bukan sepenuhnya dikembangkan dengan teknologi lokal. Dalam proses produksinya, INKA berkolaborasi dengan teknologi Jepang dari J-TREC serta menggandeng Toyo Denki untuk sejumlah komponen utama.

Toyo Denki memasok berbagai komponen penting, di antaranya pantograph, pintu, passenger information display, master control, inverter, twin disk, power supply, motor traksi, hingga driving gear. Tentunya, Sebelum digunakan untuk melayani penumpang, KRL CLI-225 juga telah menjalani serangkaian pengujian. INKA sebelumnya melakukan pengujian keseluruhan pada 16-20 Maret 2025.

Pengujian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari setting parameter hingga uji jalan atau uji dinamis. Salah satu rute pengujiannya adalah Stasiun Solo Jebres-Stasiun Lempuyangan pulang pergi. Dalam uji dinamis tersebut, sejumlah aspek performa KRL diuji, termasuk akselerasi, kecepatan maksimum, hingga kemampuan pengereman.

Dalam satu rangkaian, KRL EA-207 CLI-225 terdiri dari 12 gerbong. Kereta ini menggunakan bodi berbahan baja nirkarat dengan empat pintu di setiap sisi. Dari sisi performa, KRL ini memiliki kecepatan maksimum hingga 120 kilometer per jam. Sistem traksinya menggunakan VVVF-IGBT RG6061-A-M buatan Toyo Denki. KRL tersebut menggunakan sistem elektrifikasi 1.500 V DC dengan listrik aliran atas dan dilengkapi pantograf sebagai penangkap arus.

Untuk bogie, INKA menggunakan jenis baru yang dikembangkan dari bogie KRL sebelumnya serta bogie kereta produksi INKA yang digunakan untuk KTMB Malaysia. KRL ini menggunakan bogie INKA MB1122 dan INKA TB1622. Sementara untuk kenyamanan penumpang, KRL CLI-225 dilengkapi sistem pemanas, ventilasi, dan penyejuk udara atau HVAC INKA I-Cond dengan dua unit.

Pemeriksaan terhadap tujuh train set tersebut memang telah dijadwalkan berlangsung hampir sepanjang September 2026. Maka dari kebijakan tersebut, penumpang Commuter Line selama periode pemeriksaan perlu menyesuaikan diri dengan perubahan pola perjalanan. Sebab, dibandingkan kondisi normal pada hari kerja, terdapat 17 perjalanan lebih sedikit yang dioperasikan KCI setiap harinya.

Dari hal tersebut yang terjadi, pihak KAI Commuter menyampaikan permintaan maaf atas kendala yang terjadi. Saat ini masih terus fokus untuk menekan keterlambatan perjalanan Commuter Line imbas kendala tersebut. Imbas kejadian tersebut sebanyak 21 perjalanan Commuter Line Bogor yang mengalami keterlambatan.

12 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga Akhir September 2026, KAI Commuter Ungkap Penyebabnya

Sebelum Kembali Terbang, Begini Cara Garuda Indonesia Sterilkan Pesawat dari Ancaman Abu Vulkanik

Pembukaan kembali operasional bandara usai terdampak sebaran abu vulkanik menjadi angin segar bagi pemulihan penerbangan nasional. Namun, di balik kesiapan bandara untuk kembali melayani penerbangan, terdapat proses teknis sangat krusial yang wajib dilalui armada pesawat sebelum diizinkan membawa penumpang ke udara.

Hal inilah yang kini tengah dilakukan maskapai nasional Garuda Indonesia seiring dengan pemulihan operasional penerbangan secara bertahap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta sejumlah bandara terdampak lainnya di kawasan Jakarta, Bandung, dan Lampung, setelah sebelumnya sempat melakukan pembatalan penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang.

Partikel abu vulkanik bukanlah debu biasa, melainkan material tajam dan korosif yang dapat menempel pada permukaan airframe hingga berisiko masuk ke dalam kompartemen sistem sensitif. Pada pesawat yang terparkir di darat, endapan abu berpotensi menumpuk di area atas badan pesawat, sayap, hingga ekor horizontal.

Selain itu, saluran masuk udara (intake) dan perangkat roda pendaratan (landing gear) menjadi titik rawan yang wajib diperiksa. Sementara bagi pesawat yang sempat terpapar abu vulkanik saat mengudara, ketelitian ekstra diterapkan pada komponen kaca kokpit, bilah mesin (engine fan blades), serta bagian depan sayap guna mengantisipasi efek pengikisan atau penyumbatan komponen vital.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan awal pada bagian luar, mesin, sensor kelaikan terbang, dan saluran udara menjadi acuan utama teknisi dalam menentukan tindakan perawatan (maintenance). Pembersihan material abu dilakukan menggunakan metode dan cairan khusus sesuai standar pabrikan untuk mencegah partikel mikro masuk lebih dalam ke sistem avionik atau dapur pacu. Jika hasil inspeksi menunjukkan perlunya penanganan tambahan, tim teknisi akan melanjutkan perawatan terukur hingga verifikasi kelaikudaraan (airworthiness) terpenuhi sepenuhnya sebelum sertifikat rilis diterbitkan.

Tak hanya tindakan responsif setelah terpapar, langkah antisipasi protektif juga dilakukan saat armada masih berada di apron bandara terdampak. Berkoordinasi intensif dengan pengelola bandara dan otoritas penerbangan, tim darat Garuda Indonesia langsung memasang penutup khusus (protective covers) pada saluran masuk mesin, pitot tube, sensor statis, serta lubang-lubang ventilasi utama.

Seluruh tahapan ketat dari perlindungan, inspeksi, pembersihan, hingga verifikasi kelaikudaraan ini menjadi komitmen mutlak Garuda Indonesia dalam memastikan bahwa setiap armada penerbangan yang kembali mengudara berada dalam kondisi 100 persen aman dan siap melayani penumpang dengan nyaman.

Abu Vulkanik, Musuh Besar Dalam Dunia Penerbangan

Daop 3 Cirebon jadi Kontribusi Terbesar untuk Kereta Angkutan Barang, Ini Datanya

Peningkatan angkutan barang menggunakan kereta api kini makin signifikan. Berbagai kawasan di jalur Pulau Jawa terlihat naik pertumbuhannya. Sepanjang Januari–Juli 2026, volume angkutan retail mencapai 146.617 ton, meningkat 3,59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan 19,59 persen dibandingkan Januari–Juli 2024.

Dalam dua tahun, terdapat tambahan sekitar 24 ribu ton barang yang bergerak melalui jaringan kereta api. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan distribusi yang memiliki jadwal teratur, kapasitas besar, dan dapat terhubung dengan moda transportasi lainnya.

Penguatan angkutan barang berbasis rel juga menjadi perhatian dalam perkembangan sistem logistik global. Infrastruktur rel dapat mendukung efisiensi transportasi barang, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi tekanan biaya dan emisi dari aktivitas distribusi.

Salah satunya tercatat pada Juli 2026, Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengangkut 24,24 ribu ton barang. Angka tersebut jauh di atas volume angkutan barang Daop 2 Bandung yang hanya mencapai 2,52 ribu ton. Dari total 26,76 ribu ton barang yang diangkut melalui jalur kereta api di Jawa Barat, kontribusi Daop 3 Cirebon mencapai 90,58 persen.

Selain itu, data tersebut menunjukkan perbedaan fungsi kedua wilayah dalam layanan kereta api. Bandung sangat dominan dalam layanan penumpang, sedangkan Cirebon menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap angkutan barang di Jawa Barat. Volume angkutan barang Jawa Barat pada Juli 2026 tercatat naik 12,84 persen dibandingkan Juni. Kenaikan terjadi baik di Daop 2 Bandung maupun Daop 3 Cirebon.

Pada kebutuhan angkutan barang tersebut semakin terasa ketika rantai pasok global menghadapi perubahan pola perdagangan, ketidakpastian geopolitik, dan tuntutan terhadap distribusi yang lebih berkelanjutan. Bagi dunia usaha, sistem logistik domestik yang kuat dapat membantu menjaga ketersediaan barang sekaligus mengurangi ketergantungan pada kondisi eksternal.

Pengembangan angkutan retail selanjutnya akan diarahkan melalui kolaborasi dengan perusahaan logistik, pelaku usaha, kawasan industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Konsolidasi barang, integrasi distribusi, kepastian jadwal, serta pemanfaatan kapasitas kereta api menjadi bagian yang dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan pasar.

Semakin banyak barang yang dapat bergerak secara efisien antarkota, semakin besar pula peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar. Pertumbuhan volume angkutan retail melalui kereta api pun tidak hanya menjadi indikator peningkatan layanan transportasi barang, tetapi juga bagian dari upaya membangun rantai logistik Indonesia yang lebih terhubung dan kompetitif.

KAI Akan Terapkan Lokomotif Berbahan Bakar Nabati dari Kelapa Sawit Mulai Juli 2026

Rusia dan Korea Utara Resmi Buka Jembatan Darat Pertama di Sungai Tumen

Pemerintah Rusia dan Korea Utara secara resmi mengoperasikan jembatan penyeberangan jalan raya pertama yang menghubungkan langsung kedua negara di melintasi Sungai Tumen. Infrastruktur jalan sepanjang satu kilometer tersebut menghubungkan kawasan Khasan di Primorsky Krai, Rusia, dengan wilayah Tumangang di Korea Utara, tidak jauh dari posisi Jembatan Persahabatan Kereta Api yang telah berdiri sejak tahun 1959.

Peresmian fasilitas perbatasan bersejarah ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin bersama Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae-song. Jembatan baru ini dinamai Perwira Uni Soviet Yakov Novichenko—sosok yang dikenal dalam sejarah diplomasi kedua negara karena menyelamatkan pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, dari insiden granat pada tahun 1946. Konstruksi jembatan darat ini mulai diakselerasi sejak tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Vladimir Putin ke Pyongyang.

Fasilitas transportasi darat ini dirancang untuk menampung kapasitas lalu lintas hingga 300 kendaraan setiap harinya. Pada tahap awal pengoperasian, jembatan diprioritaskan untuk kelancaran arus angkutan barang dan logistik kargo komersial. Sementara itu, layanan penyeberangan bagi pergerakan penumpang dan aktivitas pariwisata ditargetkan dapat beroperasi penuh pada akhir tahun ini.

Para pejabat dari kedua negara mengklaim keberadaan jembatan ini sebagai simbol peningkatan konektivitas ekonomi, perdagangan bilateral, dan pariwisata kawasan perbatasan. Kendati demikian, pengoperasian jembatan darat ini tak luput dari sorotan pengamat internasional.

Sejumlah analis geopolitik dan militer menyoroti potensi pemanfaatan jaringan transportasi baru ini sebagai jalur logistik darat strategis guna mendukung pergerakan material dan perlengkapan di luar jalur kereta api konvensional yang selama ini beroperasi.

Hadapi Sanksi Barat, Rusia dan Cina Akan Terhubung dengan Jembatan Kereta

Uji Ketahanan 600 Ribu Kilometer Rampung, Kereta Cepat CR450 China Bersiap Jadi Yang Tercepat di Dunia

Proyek pengembangan armada kereta api berkecepatan tinggi generasi terbaru milik China, CR450, kembali mencatatkan pencapaian penting. Rangkaian kereta cepat (bullet train) yang dikembangkan oleh CRRC Qingdao Sifang dan CRRC Changchun ini dilaporkan telah sukses menyelesaikan rangkaian uji operasional dan uji ketahanan (durability test) sejauh 600.000 kilometer tanpa insiden.

Keberhasilan uji jalan jarak jauh ini menjadi tahapan krusial bagi China State Railway Group untuk memvalidasi keandalan komponen teknis, sistem pengereman, hingga stabilitas operasional CR450 sebelum resmi diterjunkan dalam layanan komersial melayani penumpang. Rangkaian uji coba tersebut mencakup simulasi operasi di berbagai lintasan utama, seperti jalur lingkar Beijing serta koridor Shanghai–Chongqing–Chengdu.

Dalam serangkaian uji teknis sebelumnya, CR450 telah membuktikan performanya dengan menembus kecepatan maksimum hingga 453 km/jam. Selain itu, proyek ini juga memecahkan rekor dunia saat dua rangkaian kereta CR450 saling melintas dari arah berlawanan di jalur yang sama dengan kecepatan relatif gabungan mencapai 896 km/jam. Ketika nantinya beroperasi penuh, CR450 dirancang melaju pada kecepatan komersial standar 400 km/jam, memecahkan rekor armada CR400 Fuxing saat ini yang beroperasi di angka 350 km/jam.

Secara desain dan rekayasa enjiniring, CR450 mengalami pemangkasan bobot hingga 10 persen serta penurunan hambatan aerodinamis (drag) sebesar 22 persen dibandingkan generasi terdahulu. Kereta ini mengadopsi sistem propulsi permanent-magnet synchronous motor (PMSM) berpendingin air yang lebih efisien dalam konsumsi daya listrik, serta dilengkapi desain bogie terintegrasi yang mampu menekan kebisingan kabin hingga di bawah 68 desibel.

Rampungnya pengujian 600.000 kilometer ini kian mendekatkan China untuk memantapkan posisinya sebagai pemegang rekor operasional kereta cepat konvensional komersial tercepat di dunia.

Cina Tampilkan Prototipe CR450, Kereta Cepat Next Generation Tembus 450 Km per Jam

KAI Mau Buat Konsep untuk Perjalanan Kereta Nusantara Explorer, Begini Penjelasannya

Terobosan baru yang dikeluarkan olwh PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI memang membuat masyarakat tercengang bahkan kagum. Hal ini terlihat pada rangkaian baru yang dibuat oleh tim dari Balai Yasa Surabaya Gubeng membuat karya baru serangkaian kereta api wisata dengan nama The Nusantara Explorer. Tentunya masyarakat sudah tak sabar ingin merasakan pelayanan baru yang mewah melintas jalur kereta api di Pulau Jawa.

Ya, kereta mewah yang pernah dijajal Presiden Prabowo ini telah sukses membuat masyarakat yang melihatnya pun kagum. Uniknya, rangkaian kereta ini memiliki konsen yang terinspirasi dari layanan kereta wisata mewah di Eropa, Orient Express. Kereta tersebut terkenal dengan pengalaman perjalanan berkelas dan pelayanan eksklusifnya.

Sesuai dengan namanya, Nusantara Explorer punya interior dan segala pernak-pernik yang menggambarkan seni serta keindahan dari berbagai pelosok pulau di nusantara, lho. Bagi anak-anak, suasana tersebut tentunya bisa jadi sarana belajar yang menyenangkan karena mereka dapat mengenal kekayaan budaya Indonesia secara langsung selama perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan KA Nusantara Explorer tidak dialokasikan sebagai kereta reguler yang melayani rute harian. Kereta ini akan dioperasikan khusus untuk segmen perjalanan wisata melalui skema penyewaan (charter) maupun paket tur terbuka (open trip).

Anne mengungkapkan nantinya kereta ini akan memadukan fasilitas menginap, kuliner, dan eksplorasi destinasi wisata secara simultan. Para penumpang dapat menikmati perjalanan jarak jauh tanpa perlu berpindah tempat menginap. Untuk itu, saat ini KAI tengah merampungkan persiapan beberapa gerbong kereta untuk melengkapi seluruh rangkaian KA Nusantara Explorer sebelum resmi diperkenalkan ke publik.

Nusantara Explorer terlihat memang mirip seperti kapal pesiar. Jadi istirahat di kereta, makan malam di kereta, kemudian akan singgah di beberapa lokasi wisata, lalu kembali melanjutkan. Mengenai detail terkait waktu peluncuran KA Nusantara Explorer ini, Anne belum bisa memberikan kepastian. Namun ia berjanji akan mengumumkannya secara resmi begitu seluruh persiapan teknis dan peluncuran komersial dinyatakan siap.

Tentunya, Kereta Nusantara Explorer menargetkan segmen wisata premium. Maka dari itu, tarif yang dikenakan diperkirakan berada di atas layanan kereta reguler. Dari segi fasilitas, kereta ini menyediakan balkon VIP dengan jendela besar agar pengunjung bisa melihat pemandangan ke luar dari arah belakang kereta secara leluasa. Sementara itu, bagian lobi tengahnya ditata dengan sangat mewah. Selain itu, Kereta Nusantara Explorer juga dilengkapi dengan 1 kamar tidur untuk 2 orang dewasa. Kamar ini dlengkapi kaca rias, lampu tidur, dan wastafel.

Melihat Kemewahan The Nusantara Explorer yang Bakal Melayani Rute Ini

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Singapore Airlines Tambah 8 Penerbangan Relief Jakarta-Singapura

Layanan penerbangan rute Jakarta-Singapura mulai berangsur pulih pasca-gangguan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Guna mengurai penumpukan penumpang yang terdampak pembatalan dan penundaan penerbangan, maskapai Singapore Airlines (SIA) resmi menambah delapan penerbangan bantuan (relief flights) untuk rute Singapura–Jakarta (PP) pada Selasa (8/9/2026).

Langkah darurat ini diambil seiring dibukanya kembali operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta beberapa bandara lain di Pulau Jawa oleh Kementerian Perhubungan RI. Sebelumnya, sebaran material abu vulkanik Anak Krakatau sempat memaksa penutupan sementara delapan bandara di Indonesia sejak akhir pekan lalu, yang berdampak pada pembatalan hampir 3.000 penerbangan dan menyebabkan lebih dari 340.000 penumpang terlantar.

Pihak Singapore Airlines mengonfirmasi bahwa delapan penerbangan bantuan tersebut terdiri dari empat penerbangan rute Singapura menuju Jakarta dan empat penerbangan pemulihan untuk arah sebaliknya. Pemindahan para calon penumpang yang terdampak ke penerbangan tambahan ini diprioritaskan berdasarkan ketersediaan kursi (seat availability), di mana SIA melakukan proses pemesanan ulang (rebooking) secara bertahap ke jadwal penerbangan paling awal yang tersedia.

Selain menambah penerbangan pemulihan, SIA juga melakukan penyesuaian jadwal (re-timed) terhadap enam penerbangan reguler rute Jakarta–Singapura pada Selasa pagi hingga digeser ke jadwal keberangkatan sore dan malam hari. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan operasional pesawat berjalan aman dari sisa koridor sebaran abu vulkanik di ruang udara kawasan Selat Sunda dan Jawa bagian barat.

Manajemen Singapore Airlines mengimbau seluruh calon penumpang untuk memantau status pembaruan penerbangan secara berkala melalui menu Manage Booking di situs resmi atau aplikasi seluler maskapai. Bagi calon penumpang yang melakukan pemesanan tiket melalui agen perjalanan atau maskapai mitra, disarankan untuk segera menghubungi pihak penyedia layanan terkait guna mendapatkan bantuan penataan ulang jadwal penerbangan.

Abu Vulkanik, Musuh Besar Dalam Dunia Penerbangan

12 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga Akhir September 2026, KAI Commuter Ungkap Penyebabnya

Sudah menjadi asupan sehari-hari bagi masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-hari menggunakan perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek. Hal ini tentu saja membuat praktis dan menghemat wakti. Ditambah lagi bisa diakses ke segala area yang mencakup kawasan bisnis maupun wisata.

Namun, informasi yang beredar di media sosial bahwa perjalanan KRL Jabodetabek mengalami pengurangan jadwal. Tentu hal tetsebut berimbas pada area stasiun yang tentunya selalu ramai dengan aktivitas penumpang yang biasanya terjadi penumpukan. Alasan yang diungkap pihak KAI Commuter pun telah dibeberkan keberbagai platform media sosial.

KAI Commuter menyesuaikan jadwal perjalanan Commuter Line Jabodetabek mulai Senin (7/9/2026). Penyesuaian tersebut bersifat sementara dan dilakukan untuk menyesuaikan jumlah sarana kereta yang dioperasikan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, penyesuaian jadwal dilakukan karena perawatan rangkaian KRL secara intensif.

Karina menambahkan bahwa saat ini rangkaian KRL tersebut tengah melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan. Terdapat 17 perjalanan Commuter Line yang dibatalkan. Perubahan waktu keberangkatan tersebut berlaku untuk perjalanan pada pagi, sore, hingga malam hari.

Dengan adanya penyesuaian itu, KAI Commuter mengoperasikan 1.048 perjalanan Commuter Line di seluruh lintas Jabodetabek setiap harinya. Jumlah tersebut berkurang dari sebelumnya 1.065 perjalanan. Meski ada pengurangan perjalanan, KAI Commuter memastikan penyesuaian ini bersifat sementara. Penumpang pun diminta tidak berpatokan pada jadwal sebelumnya dan kembali mengecek perjalanan yang akan digunakan.

KAI Commuter menyebut proses perawatan dilakukan untuk mengoptimalkan layanan sekaligus memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan tetap terjaga. Informasi mengenai perubahan jadwal akan disampaikan secara berkala melalui pengumuman di stasiun, di dalam rangkaian kereta, aplikasi C-Access, maupun kanal media sosial resmi KAI Commuter.

Diketahui bahwa KAI Commuter mengurangi jumlah perjalanan Commuter Line Jabodetabek selama 7–30 September 2026 di tengah proses perawatan intensif rangkaian KRL. Dengan berkurangnya perjalanan selama hampir satu bulan, pengguna terutama di lintas Bogor-Jakarta perlu mencermati kembali jadwal keberangkatan yang biasa digunakan.

Adapun 12 perjalanan yang diumumkan sebelumnya dibatalkan, yakni lima perjalanan menuju Jakarta Kota dan Manggarai dengan jadwal keberangkatan mulai pukul 04.03 WIB hingga 08.13 WIB, meliputi KA 1157 Bogor-Jakarta Kota pukul 04.03 WIB, KA 1007 Bogor-Manggarai pukul 05.36 WIB, KA 1195F Cilebut-Jakarta Kota pukul 06.22 WIB, KA 1013A Bogor-Manggarai pukul 07.16 WIB, serta KA 1231 Bogor-Jakarta Kota pukul 08.13 WIB.

Sementara itu, tujuh perjalanan lainnya yang dibatalkan adalah KA 1118 Depok-Bogor pukul 04.56 WIB, KA 1124F Depok-Bogor pukul 05.33 WIB, KA 1154 Jakarta Kota-Bogor pukul 05.36 WIB, KA 1008 Manggarai-Bogor pukul 06.56 WIB, KA 1192F Jakarta Kota-Depok pukul 07.48 WIB, KA 1014 Manggarai-Bogor pukul 08.37 WIB, dan KA 1228 Jakarta Kota-Depok pukul 09.48 WIB.

Karina menuturkan, proses perawatan rangkaian KRL perlu dilakukan untuk mengoptimalkan layanan sekaligus memastikan keselamatan dan keamanan pengguna. Dan ia memahami pasti ada ketidaknyamanan pengguna Commuter Line selama proses perawatan tersebut serta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Mengintip Jenis Commuter Line di Luar Jakarta

British Airways Flight 9, Guratan Kelam Dunia Aviasi Akibat Abu Vulkanik

Sebagai bagian dari himpunan 129 gunung berapi di Indonesia, Gunung Galunggung pernah membuat maskapai British Airways Penerbangan 9 hampir mengalami kecelakaan. Pesawat yang bertolak dari Bandara Internasional Heathrow, London menuju Auckland tersebut mengalami kerusakan pada bagian mesinnya yang mengakibatkan keempat penggerak pesawat Boeing 747 mati total. Diketahui, pesawat tersebut menerobos awan abu letusan gunung Galunggung.

Baca Juga: Abu Vulkanik, Musuh Besar Dalam Dunia Penerbangan

Setelah “tertidur” selama kurang lebih 63 tahun, Gunung di Tasikmalaya, Jawa Barat, itu mulai meletus kembali pada 5 Mei 1982. Letusan berupa dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983.

Kala itu, pilot Eric Moody yang tengah membawa 263 penumpang tidak mengetahui bahwa Gunung Galunggung baru saja meletus. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman CNN (16/4/2010), Eric sontak kaget ketika mengetahui bahwa empat mesin pesawat yang tengah ia kendalikan tersebut tidak berfungsi, tepatnya ketika pesawat berada di atas Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Ketika mengetahui insiden tersebut, pesawat tengah berada di ketinggian 36.000 kaki atau setara dengan 11.000 meter.

Tanpa berpikir panjang, Eric dan asistennya kemudian mengambil keputusan untuk segera melandaskan pesawat di bandara terdekat. Anehnya lagi, kru darat tidak mengetahui bahwa mesin pesawat tersebut mati. Namun, masalah belumlah usai, mereka berdua tidak bisa melihat pemandangan di luar lewat kaca depan dan sebagian dari panel elektronik untuk membantu pendaratan darurat tidak jalan. Sebagai kapten penerbangan, Eric berusaha untuk tetap tenang dalam mengendalikan pesawat mati tersebut.

Eric Moody (tengah). Sumber: airlineratings.com

Untungnya, ketika pesawat dengan nomor registrasi G-BDXH tersebut menyentuh ketinggian 13.000 kaki, tiga dari empat mesin kembali menyala, sehingga pesawat tersebut bisa melakukan pendaratan darurat di Jakarta, karena Eric mengaku, kota terdekat dari posisi pesawat adalah Jakarta. Terbayang bagaimana mencekamnya suasana di kabin kala itu. Sebuah pengalaman yang amat sayang untuk dilupakan oleh seluruh penumpang serta awak kapal. Maka dari itu, para penumpang penerbangan tersebut membentuk Galunggung Gliding Club, agar mereka bisa terus berkomunikasi satu sama lain.

Secara geografis, Indonesia dikenal sebagai lokasi yang dikelilingi oleh gunung berapi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ring of Fire. Ini tentu bukan kabar baik bagi dunia aviasi, bercermin pada kejadian yang menimpa British Airways pada tahun 1982 tersebut. Dilansir dari sumber lain, pada 9 November 2010 silam, Kementerian ESDM, Badan Geologi, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menandatangani nota Kesepakatan Bersama Pelayanan Informasi Awan Abu Vulkanik (Volcanic Ash Cloud) untuk Kegiatan Penerbangan.

Baca Juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang

Memorandum of Undestanding (MoU) ini merupakan upaya pemenuhan terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta rekomendasi International Civil Aviation Organization (ICAO), Universal Safety Oversight Audit Program (USOAP), serta implementasi dari Peraturan Menteri Nomor KM 52 Tahun 2010 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 174 tentang Pelayanan lnformasi Meteorologi Penerbangan yang telah ditandangani tanggal 14 September 2010.

Adapun tujuan lain dari MoU ini adalah sebagai bentuk kerjasama dalam pelayanan informasi awan abu vulkanik untuk kegiatan penerbangan guna mewujudkan keselamatan penerbangan dan untuk meminimalkan dampak awan abu vulkanik di atmosfer terhadap keselamatan penerbangan. Ruang lingkup Kesepakatan Bersama ini meliputi informasi perubahan aktivitas vulkanik sebelum letusan (pre-eruption) dan informasi kejadian letusan. Selanjutnya, alur pelayanan informasi awan abu vulkanik untuk kegiatan penerbangan ini dikirim oleh Badan Geologi.

Beberapa Stasiun di Indonesia ini Menjadi yang Tersibuk di Semester I Tahun 2026, Ini Datanya

Kereta api merupakan transportasi yang kini semakin digemari masyarakat Indonesia bahkan mancanegara. Kereta api di Indonesia telah menjadi perjalanan setia masyarakat untuk bepergian ke berbagai destinasi atau kota tujuan terutama untuk perjalanan bisnis maupun wisata. Hal ini telah terlihat beberapa stasiun pemberhentian kereta api yang paling sibuk layani penumpang.

PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI mencatat sebanyak 29.858.267 pelanggan menggunakan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal sepanjang semester I-2026. Pelayanan tersebut tersebar melalui 232 stasiun di Jawa dan Sumatera. Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang dan meningkatkan kualitas hidup.

Dalam pencatatan per stasiun, satu perjalanan pelanggan menghasilkan satu aktivitas naik di stasiun keberangkatan dan satu aktivitas turun di stasiun tujuan. Berdasarkan metode tersebut, tercatat 59.716.534 aktivitas naik dan turun pelanggan selama Januari-Juni 2026.

Sebanyak 36.560.181 aktivitas atau 61,22% dari jumlah tersebut berlangsung di 222 stasiun di luar kelompok 10 stasiun dengan volume tertinggi. Artinya, lebih dari tiga dari setiap lima aktivitas naik dan turun pelanggan berlangsung di luar stasiun-stasiun terpadat.

Di balik 36,56 juta aktivitas naik dan turun tersebut, terdapat perjalanan menuju sekolah, kampus, rumah sakit, tempat kerja, pasar, pusat pelayanan publik, destinasi wisata, serta keluarga di daerah lain. Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat.

Sebanyak 10 stasiun dengan volume tertinggi mencatat 23.156.353 aktivitas naik dan turun atau 38,78% dari total semester I-2026. Stasiun Pasar Senen menempati posisi tertinggi dengan 3.849.606 aktivitas, disusul Gambir sebanyak 3.227.508 aktivitas dan Yogyakarta 3.217.240 aktivitas.

Selanjutnya ada Stasiun Semarang Tawang yang mencatat 2.152.894 aktivitas, Surabaya Gubeng 1.904.845 aktivitas, Purwokerto 1.839.475 aktivitas, Surabaya Pasarturi 1.823.529 aktivitas, Semarang Poncol 1.740.518 aktivitas, Solo Balapan 1.706.290 aktivitas, serta Bandung 1.694.448 aktivitas.

Pola yang sama terlihat ketika penghitungan diperluas hingga di luar kelompok 50 stasiun dengan volume tertinggi. Sebanyak 182 stasiun di luar kelompok tersebut secara kumulatif mencatat 13.066.904 aktivitas naik dan turun pelanggan atau 21,88% dari keseluruhan pergerakan selama semester I-2026.

Sebaran pelayanan semakin luas dengan mulai dilayaninya aktivitas naik dan turun pelanggan di Stasiun Comal, Plabuan dan Rajapolah pada April 2026. Perkembangan selama tiga bulan berikutnya memperlihatkan adanya kebutuhan perjalanan masyarakat melalui ketiga stasiun tersebut.

Stasiun Comal mengawali pelayanan dengan 512 aktivitas naik dan turun pelanggan pada April 2026, kemudian meningkat menjadi 5.623 aktivitas pada Mei 2026 dan 5.861 aktivitas pada Juni 2026. Secara kumulatif, Stasiun Comal mencatat 11.996 aktivitas selama April-Juni 2026 dengan volume Juni 2026 meningkat 4,23% dibandingkan Mei 2026.

Pada periode yang sama, Stasiun Plabuan mencatat 23 aktivitas pada April 2026, kemudian meningkat menjadi 375 aktivitas pada Mei 2026 dan 416 aktivitas pada Juni 2026. Total pelayanan selama tiga bulan mencapai 814 aktivitas, sedangkan volume Juni 2026 meningkat 10,93% dibandingkan Mei 2026.

Perkembangan juga tercatat di Stasiun Rajapolah. Aktivitas naik dan turun pelanggan meningkat dari 88 pada April 2026 menjadi 154 pada Mei 2026, kemudian mencapai 286 pada Juni 2026. Volume Juni 2026 meningkat 85,71% dibandingkan Mei 2026, dengan total 528 aktivitas selama April-Juni 2026.

Secara bersama-sama, Comal, Plabuan dan Rajapolah melayani 623 aktivitas naik dan turun pelanggan pada April 2026, meningkat menjadi 6.152 aktivitas pada Mei 2026 dan 6.563 aktivitas pada Juni 2026. Selama tiga bulan pertama pelayanan, ketiganya mencatat total 13.338 aktivitas pelanggan.

[Video] Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa