Mulyono, Pengemudi Ojek Online Pertama yang Dijuluki “Driver 001” GoJek

Pengemudi ojek online saat ini jumlahnya telah mencapai jutaan dan tersebar di seluruh Indonesia. Namun pasti ada pengemudi ojek online yang pertama dan apakah saat ini masih terus menjadi pengemudi ojek?

Baca juga: Tuai Pujian, Beginilah Aksi Driver Non Muslim Hormati Penumpang Muslim

Ternyata pengemudi ojek online pertama di Indonesia berasal dari Jakarta dan bernama Mulyono. Dari berbagai laman yang dirangkum KabarPenumpang.com, Mulyono sudah menjadi pengemudi ojek online sebelas tahun lalu tak lama setelah ride hailing GoJek hadir di Jakarta.

Awalnya sebelum menjadi pengemudi ojek online, Mulyono adalah seorang ojek pangkalan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia memulai debutnya sebagai pengemudi ojek online saat seorang rekannya memberitahu tentang layanan ojek online yang bisa memberinya penumpang tanpa harus menunggu penumpang datang.

Hingga akhirnya pun dirinya tertarik dan mendatangi kantor GoJek yang pertama berada di Mayestik untuk mencari persyaratan yang lebih lanjut. Kemudian setelah jelas, dia memutuskan mendaftar dan mendapat nomor registrasi legendaris yakni ‘001’.

“Satu minggu kemudian, Pak Nadiem Makarim (eks Chief Executive Officer Gojek) memanggil saya. Waktu itu dia masih muda, masih kuliah. Nah, setelah sepakat, saya diberikan jaket seragam. Pas dulu sih, warnanya belum hijau, tapi masih abu-abu,” ujar Mulyono.

Mulyono bahkan menceritakan bagaimana awal dirinya menjadi mitra GoJek. Dia menjelaskan awal kemunculan ride hailing ini sangat berbeda dengan sekarang. Di mana pelanggan menelpon ke pusat layanan atau call center. Kemudian pesanan itu diproses oleh pihak GoJek dan tak lama kemudian pengemudi akan menerima pesan singkat atau SMS yang berisi rincian pesanan serta lokasi penjemputan.

Meski menjadi pengemudi pertama, Mulyono masih melakukan pekerjaannya itu hingga saat ini. Bahkan di kalangan pengemudi, Mulyono dijuluki ’Driver 001’, yang mengacu pada kode registasinya saat pertama mendaftar GoJek.

Baca juga: inDriver, Ojol Asal Rusia Hadir di Banjarmasin, Hadirkan Real-Time Deals

“Saya sendiri juga enggak tahu kenapa begitu, mungkin karena saya ini driver pertama di Gojek,” kata dia.

Tembus Top 3 Dunia, Embraer Rayakan Pengiriman E-Jet ke-2.000 Bersama Maskapai Azul

Produsen pesawat terbang asal Brasil, Embraer, resmi mencatatkan sejarah baru dalam industri penerbangan global dengan menyerahkan armada E-Jet ke-2.000. Pencapaian monumental ini makin memperkokoh posisi keluarga pesawat E-Jets sebagai salah satu dari tiga program jet komersial paling sukses dan terbesar di dunia.

Pesawat spesial dalam momen peringatan ini—sebuah E195-E2—secara resmi diserahkan kepada Azul Linhas Aéreas, maskapai terbesar di Brasil berdasarkan jumlah destinasi yang dilayani, pada 2 September 2026 di São José dos Campos, Brasil.

Sejak pertama kali mengudara dan masuk layanan komersial pada tahun 2004, keluarga pesawat E-Jets telah merestrukturisasi peta penerbangan regional dan rute jarak pendek-menengah. Selama dua dekade terakhir, E-Jets membuktikan keandalannya dengan dioperasikan oleh lebih dari 90 maskapai di lebih dari 60 negara. Secara akumulatif, seluruh armada E-Jets di dunia telah membukukan sekitar 48 juta jam terbang dan mengangkut lebih dari 2,85 miliar penumpang.

Kehadiran unit E195-E2 ke-2.000 ini memiliki arti mendalam bagi Azul Linhas Aéreas. Selain menjadi bagian dari perayaan produsen dalam negeri Brasil tersebut, unit ini sekaligus menandai armada E2 ke-50 yang diterima oleh Azul. Maskapai ini memang dikenal sebagai mitra strategis utama Embraer sejak penerbangan pertamanya pada 15 Desember 2008 menggunakan E190. Bahkan, Azul mencatatkan sejarah sebagai launch customer (pemesan pertama di dunia) untuk varian E195-E2 dan menerima pengiriman unit pertamanya pada tahun 2019.

President dan CEO Embraer Commercial Aviation, Arjan Meijer, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan peran vital E-Jets dalam membuka konektivitas pasar baru serta memberikan efisiensi operasional bagi maskapai. Hal senada diungkapkan CEO Azul, John Rodgerson, yang menyebut E-Jets sebagai tulang punggung ekspansi Azul dalam menjangkau kota-kota sekunder di seluruh Brasil dan menyajikan kenyamanan kabin kelas dunia bagi para penumpang.

Keluarga E-Jets sendiri mencakup generasi pertama (E170, E175, E190, dan E195) serta generasi kedua E-Jets E2 (E190-E2 dan E195-E2). Berkat efisiensi bahan bakar yang tinggi, emisi yang lebih rendah, serta konfigurasi kursi tanpa middle seat (2-2) yang disukai penumpang, Embraer berhasil melampaui batas pasar penerbangan regional tradisional dan merebut porsi signifikan dalam segmen small narrowbody di tingkat global.

Merayakan 24 Tahun Penerbangan Perdana Embraer E-170: Revolusi Jet Regional dari Brasil

Ancaman Drone dan Peringatan Ukraina: Maskapai Turki Mulai Batalkan Penerbangan ke Moskow

Ruang udara Rusia kini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian tinggi setelah gelombang pembatalan penerbangan sipil mulai meluas. Langkah mengejutkan diambil oleh sejumah maskapai penerbangan asal Turki yang memilih untuk membatalkan rute menuju Moskow akibat situasi keamanan ruang udara yang dinilai kian berisiko.

Keputusan ini menyusul peringatan keras dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menyatakan bahwa ruang udara Rusia tak lagi aman untuk aktivitas penerbangan komersial.

Salah satu insiden nyata dialami oleh para penumpang maskapai berbiaya murah asal Turki, Pegasus Airlines, rute Bodrum menuju Moskow. Para penumpang yang telah bersiap terbang mendadak diberi tahu bahwa penerbangan dibatalkan karena situasi keamanan di ruang udara Rusia.

Pembatalan ini bertepatan dengan diberlakukannya pembatasan operasional sementara di Bandara Internasional Vnukovo, Moskow, menyusul maraknya aktivitas drone Ukraina di sekitar ibu kota Rusia tersebut.

Meskipun pembatasan bandara telah diangkat oleh otoritas penerbangan Rusia pada pagi harinya, pembatalan jadwal terbang oleh maskapai luar negeri sudah terjadi bahkan sebelum pesawat sempat lepas landas.

Langkah antisipatif yang diambil oleh maskapai internasional ini menciptakan preseden baru dalam industri penerbangan kawasan. Berbeda dengan skenario biasa di mana penerbangan baru dialihkan atau ditunda setelah bandara tujuan secara resmi ditutup oleh otoritas setempat, kini maskapai memilih membatalkan jadwal dari bandara asal demi menghindari risiko terjebak atau terganggu di tengah jalan. Dampak domino ini memicu efek secondary pressure yang berpotensi melumpuhkan konektivitas udara Moskow tanpa perlu ada serangan langsung ke armada penerbangan sipil.

Jika intensitas operasi drone terus terjadi secara berulang, industri maskapai global serta perusahaan asuransi penerbangan diperkirakan akan memperlakukan ruang udara Rusia sebagai wilayah dengan tingkat risiko (risk assessment) yang sangat tidak menentu.

Bagi Moskow, situasi ini dapat menjelma menjadi kerugian logistik dan ekonomi yang signifikan. Gangguan jadwal yang berkepanjangan akan merusak rotasi armada, membengkakkan biaya operasional, serta mengikis kepercayaan wisatawan dan pelaku bisnis internasional yang mengandalkan koridor udara menuju Rusia.

Bukan Sekedar Urusan Transportasi Warga, Ini Alasan Moskow Punya Tujuh Bandara

Walaupun Hanya Dilalui KA Siliwangi, Kedua Stasiun Ini Telah Menjadi Pusat Aktivitas Masyarakat

Satu lagi wilayah transportasi kereta api yang digemari masyarakat. Ya, berada di jalur yang satu-satunya hanya dilewati kereta api lokal ini, ternyata menjadi aktivitas masyarakat di wilayah tersebut yang sangat penting. Bahkan hal tersebut bisa menjadi kawasan wisata di beberapa wilayah yang tentunya tak jauh dari perhentian stasiun yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Ternyata kedua stasiun ini memang tengah menjadi sorotan masyarakat yang menggunakan kereta api di jalur antara Sukabumi hingga Kabupaten Bandung Barat. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyebutkan stasiun Cianjur dan stasiun Cipatat menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat yang menggunakan kereta api untuk keperluan silaturahmi, bisnis, maupun berwisata di Kabupaten Cianjur, Jabar.

Manajer Humasda KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Kuswardojo saat dihubungi di Cianjur, Kamis, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat seperti pada periode libur panjang Agustus kemarin yakni menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan kereta api menjadi pilihan transportasi untuk melakukan perjalanan wisata maupun mengunjungi keluarga.

Selama libur panjang pengguna jasa KA Siliwangi yang berangkat dari Stasiun Cianjur mencapai 6.767 orang, sedangkan dari Stasiun Cipatat mencapai 3.437 orang. Sementara, pengguna jasa yang datang di Stasiun Cianjur mencapai 7.063 orang dan Stasiun Cipatat sebanyak 3.981 orang.

Kuswardjojo menambahkan bahwa hal tersebut membuat sarana transportasi kereta api semakin menjadi bagian dari pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata, dimana masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

KAI pun berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa terutama pada momentum libur panjang dimana mobilitas masyarakat meningkat ke sejumlah kabupaten/kota yang dilayani KA Siliwangi terutama Cianjur dan Sukabumi.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih KA Siliwangi sebagai moda transportasi selama libur panjang hari besar keagamaan dan libur panjang lainnya dengan memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, selamat, dan tepat waktu.

KAI Daop 2 Bandung mengajak masyarakat untuk menjadikan perjalanan dengan kereta api sebagai bagian dari pengalaman menikmati destinasi wisata di Jabar sekaligus bersama-sama menjaga fasilitas dan lingkungan stasiun agar tetap nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Seperti halnya di Stasiun Bandung, tercatat sebanyak 27.814 pengguna jasa KA jarak jauh berangkat, sementara 28.948 pengguna jasa datang. Sementara itu, Stasiun Kiaracondong melayani 14.280 pengguna jasa KA Jarak Jauh yang berangkat dan 13.615 pengguna jasa yang datang selama periode tersebut.

Tingginya mobilitas terlihat di sejumlah stasiun di wilayah Priangan Timur seperti Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Banjar, dan Stasiun Garut menjadi titik pergerakan masyarakat yang memanfaatkan KA jarak jauh untuk menikmati berbagai potensi pariwisata.

Julukan KA “Argo Peuyeum” Sempat Muncul Karena Adanya Stasiun Ini

Sambut Hari Pelanggan Nasional, KAI Expo Tebar Diskon Mulai 4 September 2026

Bagi penumpang setia kereta api, pasti tak mau ketinggalan soal promosi tiket perjalanan dengan tarif diskon yang menggiurkan. Tentunya dengan tarif promo tersebut masyarakat akan merencanakan perjalanan menggunakan layanan kereta api pilihan dan juga destinasi kota tujuan yang digemari. Apalagi promo diskon ini sudah tersebar di media sosial dengan beragam komentar dari netizen yang ingin merencanakan perjalanan yang nyaman dengan kereta api.

Ya, PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI menawarkan diskon tiket kereta hingga 30% dalam KAI EXPO 2026. Promo berlaku selama tiga hari, 4-6 September 2026. Tiket promo bisa dibeli langsung di booth KAI selama pameran. Diskon berlaku untuk kereta api komersial, termasuk layanan Suite Class Compartment, Luxury, Priority, dan Panoramic.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan diskon terbesar diberikan untuk tiket yang dibeli jauh sebelum keberangkatan. Besaran diskon ditentukan berdasarkan jarak antara tanggal pembelian dan keberangkatan. Semakin awal tiket dibeli, semakin besar potongan yang didapat.

Ia menambahkan, diskon hingga 30% bagi masyarakat yang melakukan pembelian tiket selama KAI EXPO 2026. Semakin jauh jarak waktu antara pembelian dan keberangkatan, semakin besar diskon yang dapat diperoleh. Berikut skema diskon tiket KAI Expo 2026:
• 30% untuk keberangkatan 41-45 hari setelah pembelian.
• 10% untuk keberangkatan 6-40 hari setelah pembelian.
• 5% untuk keberangkatan 0-5 hari setelah pembelian.

Contohnya, tiket yang dibeli pada 4 September 2026 akan mendapat diskon 30% jika tanggal keberangkatannya berada 41-45 hari setelah pembelian.

Syarat dan ketentuan dalam mendapat diskon tentu ada. Untuk tarif promo tersebut tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau diskon lainnya. Namun, tiket yang dibeli dengan tarif promo tetap bisa dibatalkan atau diubah jadwal sesuai ketentuan KAI.

Selain promo dari KAI, ada pula promo untuk perjalanan kereta cepat. Pada tanggal yang sama, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) juga menghadirkan beragam promo perjalanan Whoosh dalam ajang KAI Expo 2026 yang berlangsung di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.

Selama pameran, masyarakat bisa mengunjungi booth Whoosh nomor A20 mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Berbagai penawaran menarik disiapkan, mulai dari diskon 20 persen untuk Group Reservation dan Edutrip, diskon 10 persen pembelian Whoosh Prepaid Voucher, hingga Lucky Draw dengan hadiah voucher perjalanan Whoosh kelas Premium Economy dan merchandise.

Diskon 20 persen Group Reservation ditujukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan secara berkelompok, baik untuk keluarga, komunitas, perusahaan, instansi, maupun rombongan lainnya sesuai syarat dan ketentuan. KCIC juga memberikan diskon 20 persen untuk program Edutrip. Program tersebut menawarkan pengalaman perjalanan menggunakan Whoosh sekaligus edukasi mengenai kereta cepat dan transportasi publik.

Promo lainnya adalah diskon 10 persen untuk pembelian minimal lima Whoosh Prepaid Voucher selama KAI Expo 2026. Sebelumnya, promo tersebut berlaku untuk pembelian minimal 50 voucher. Whoosh Prepaid Voucher memiliki masa berlaku 90 hari dan dapat digunakan untuk perjalanan bersama keluarga maupun diberikan sebagai hadiah.

Momentum KAI Expo yang bertepatan dengan Hari Pelanggan juga menjadi kesempatan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memilih KAI sebagai moda transportasi massal yang aman dan nyaman. Tentunya masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai layanan dari KAI dan Whoosh sekaligus memperoleh berbagai keuntungan khusus saat hadir di acara tersebut.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Hari Ini 28 Tahun Lalu, Boeing 717 Terbang Perdana, Masih Eksis dengan Warisan Desain DC-9

Hanya diproduksi 156 unit, nama pesawat Boeing 717 bisa disebut kurang dikenal oleh netizen di Indonesia, apalagi jalur produksi pesawat ini telah ditutup oleh Boeing pada tahun 2006, dan sejauh diketahui, 717 juga tidak pernah dioperasikan maskapai di Tanah Air. Meski begitu, 717 punya kesan yang kuat dibenak pecinta dirgantara, lantaran desainnya yang mirip keluarga Douglas DC-9.

Baca juga: Hari Ini, 57 Tahun Lalu, Douglas DC-9 Terbang Perdana, Jadi Cikal Bakal Lahirnya Boeing 717

Dan tahukah Anda, hari ini 27 tahun lalu yang bertepatan dengan 2 September 1998, menjadi momen bersejerah yang dikenang sebagai waktu penerbangan perdana prototipe Boeing 717.

Boeing 717 melakukan penerbangan perdananya pada 2 September 1998. Penerbangan tersebut berlangsung selama 2 jam 51 menit dan dilakukan dari Long Beach Airport di Long Beach, California, yang juga merupakan lokasi utama fasilitas produksi pesawat McDonnell Douglas sebelum perusahaan tersebut bergabung dengan Boeing pada tahun 1997. Pnerbangan perdana Boeing 717 dilakukan oleh kru uji terbang dari Boeing. Selama penerbangan ini, berbagai parameter pesawat diuji, termasuk kontrol, mesin, dan sistem avionik.

Setelah penerbangan perdana yang sukses, Boeing 717 menerima sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) pada bulan September 1999. Maskapai pertama yang mengoperasikan Boeing 717 adalah AirTran Airways, yang mulai menggunakan pesawat ini pada bulan Oktober 1999.

Boeing 717 dikembangkan dari McDonnell Douglas MD-95 sebagai pesawat jet regional yang lebih kecil dan efisien. Pesawat ini dirancang untuk melayani rute jarak pendek hingga menengah dan dapat mengangkut sekitar 100 hingga 125 penumpang.

‘Mewarisi’ Desain Keluarga DC-9
Boeing 717 merupakan pesawat terakhir yang dikembangkan oleh McDonnell Douglas sebelum bergabung dengan Boeing. Meskipun penjualannya tidak sekuat beberapa model Boeing lainnya, 717 mendapatkan reputasi yang baik di kalangan maskapai yang mengoperasikannya, terutama karena efisiensi bahan bakar dan keandalannya dalam operasi jarak pendek.

DC-9 dan variannya (MD-80/MD-90) adalah pesawat yang sukses dengan reputasi baik di kalangan maskapai karena keandalannya, kemudahan perawatan, dan efisiensi operasional. McDonnell Douglas mempertahankan desain dasar ini dalam pengembangan MD-95 (kemudian menjadi Boeing 717) karena sudah terbukti dan disukai oleh pelanggan.

Ketika Boeing mengakuisisi McDonnell Douglas pada tahun 1997, program MD-95 sedang dalam pengembangan dan hampir siap untuk diproduksi. Boeing memutuskan untuk melanjutkan program ini dan menamainya Boeing 717. Oleh karena itu, Boeing 717 mewarisi desain dari DC-9, termasuk konfigurasi dua mesin di belakang dan bentuk fuselage yang serupa.

Boeing 717 merupakan pesawat terakhir yang dikembangkan oleh McDonnell Douglas sebelum bergabung dengan Boeing. Meskipun penjualannya tidak sekuat beberapa model Boeing lainnya, 717 mendapatkan reputasi yang baik di kalangan maskapai yang mengoperasikannya, terutama karena efisiensi bahan bakar dan keandalannya dalam operasi jarak pendek.

Sampai saat ini, Boeing 717 masih dioperasikan oleh Delta Airlines (80 unit), Hawaiian Airlines (19 unit) dan Qantas Link (6 unit), yang disebut terakhir akan mengganti dengan Airbus A220-300.

DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Ini Daftar Rute Kereta Api Terpanjang di Sumatera, Rekor Diraih Rajabasa

Jalur kereta api di Pulau Jawa memang terbentang luas baik wilayah utara maupun selatan. Bahkan karena memiliki lebih dari ribuan kilometer, ada pula perjalanan kereta api yang memiliki rute paling panjang hingga 1000 kilometer hanya sekali perjalanan. Tentunya masyarakat yang merasakan rute terpanjang tersebut tak perlu repot untuk pindah atau berganti rangkaian kereta api lagi.

Nah, selain di Pulau Jawa ternyata rute terpanjang di Pulau Sumatera juga memiliki perjalanan kereta api yang sama. Berbagai di wilayah Sumatera ada pula perjalanan kereta api terpanjang bahkan paling lama. Tentu karena selain perjalanannya yang cukup padat dengan aktivitas kereta angkutan barang, banyaknya area jalur kereta api masih menggunakan satu jalur (single track).

Menurut Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI Anne Purba turut mengatakan bahwa ini karena peningkatan jumlah penumpang pada seluruh layanan yang menunjukkan kuatnya kebutuhan masyarakat Sumatera terhadap transportasi massal yang menghubungkan kota, kabupaten, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, layanan publik, dan destinasi wisata.

Nah, berikut ini daftar nama kereta api yang memiliki rute terpanjang menurut informasi dari KAI yang dirangkum dari berbagai suumber.

1. Kereta Api Sribilah Utama (266 kilometer)
Pada Semester I 2026, layanan ini mencatat 419.637 penumpang atau meningkat 8,30 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 387.459 penumpang. Kereta ini menghubungkan Medan dengan Tebing Tinggi, Kisaran, Membang Muda, hingga Rantau Prapat. Relasi ini mendukung aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, jasa, perkebunan, dan pelayanan publik di Sumatera Utara.

Setibanya di Medan, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kesawan, Istana Maimun, pusat kuliner, serta berbagai bangunan bersejarah. Sementara perjalanan menuju Rantau Prapat memudahkan akses ke pusat ekonomi dan pelayanan di wilayah Labuhanbatu.

2. Kereta Api Kuala Stabas (215 kilometer)
Selama Semester I 2026, KA Kuala Stabas melayani 377.928 penumpang atau meningkat 4,93 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 360.185 penumpang. Kereta api tersebut melayani mobilitas masyarakat di wilayah Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, memperoleh layanan kesehatan, maupun mengunjungi keluarga.

Dari Baturaja, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Gua Putri dan Situs Gua Harimau. Sementara Tanjungkarang menjadi pintu menuju pusat Kota Bandar Lampung dan berbagai destinasi wisata di Provinsi Lampung.

3. Kereta Api Sindang Marga (305 kilometer)
Pada Semester I 2026, KA Sindang Marga melayani 159.658 penumpang atau meningkat 8,03 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 147.797 penumpang.

Relasi yang menghubungkan Palembang dengan Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, hingga Lubuklinggau sehingga mendukung mobilitas pekerja, pelaku usaha, pelajar, dan masyarakat menuju berbagai pusat pelayanan publik. Penumpang juga dapat mengunjungi kawasan Sungai Musi di Palembang, situs megalitik di Kabupaten Lahat, Air Terjun Temam, hingga Bukit Sulap di Lubuklinggau.

4. Kereta Api Bukit Serelo (305 kilometer)
Berbeda dengan KA Sindang Marga, layanan ini menjadi pilihan masyarakat yang menggunakan kelas ekonomi. Sepanjang Semester I 2026, KA Bukit Serelo melayani 278.705 penumpang atau meningkat 1,11 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 275.636 penumpang.

Diketahui bahwa nama Bukit Serelo diambil dari bentang alam khas Kabupaten Lahat yang dikenal sebagai Bukit Jempol karena bentuknya menyerupai ibu jari. Kereta api ini banyak dimanfaatkan pekerja, pelajar, pedagang, keluarga, serta masyarakat yang bepergian menuju pusat pendidikan, kesehatan, perdagangan, pemerintahan, dan pelayanan publik.

5. Kereta Api Rajabasa (388 kilometer)
Menghubungkan Bandar Lampung dan Palembang, dua ibu kota provinsi yang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kuliner, dan pariwisata di wilayah selatan Sumatera.

Setibanya di Kertapati, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju Sungai Musi, Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, pusat kuliner, hingga sentra kerajinan khas Sumatera Selatan. Sementara dari Tanjungkarang, perjalanan dapat diteruskan menuju pusat Kota Bandar Lampung dan berbagai destinasi wisata alam maupun bahari di Lampung.

Meme Nama Stasiun Ini Bisa Bikin Anda Tertawa dan Baper Lho

Perkuat Rute Umrah hingga Afrika, Saudia dan Garuda Indonesia Resmikan Kerjasama Joint Business

Maskapai pembawa bendera nasional Arab Saudi, Saudia, dan maskapai nasional Garuda Indonesia resmi menandatangani Joint Business Framework Agreement di Jakarta. Perjanjian strategis ini menandai tahapan baru dalam pengembangan kemitraan kedua maskapai untuk membuka integrasi jaringan penerbangan yang lebih luas serta meningkatkan kenyamanan pengalaman perjalanan penumpang di masing-masing pasar.

Proses penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, H.E. Faisal bin Abdullah Al-Amoudi. Dokumen kerja sama diresmikan oleh Director General Saudia Group, H.E. Engr. Ibrahim Al-Omar, bersama President Director & CEO Garuda Indonesia, Glenny Kairupan.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah diumumkan pada Juli 2026. Melalui penandatanganan Joint Business Framework Agreement ini, kedua maskapai penerbangan secara resmi memulai proses perizinan ke pihak regulator serta menyusun berbagai perjanjian pendukung menjelang rencana peluncuran resmi Joint Business pada tahun 2027 mendatang.

Kerja sama Joint Business ini dirancang untuk menciptakan koridor perjalanan maritim dan udara yang lebih masif, mengonstruksi konektivitas melintasi Indonesia dan Australia menuju Arab Saudi, Timur Tengah, Eropa, hingga Afrika. Saat ini, penggabungan jaringan penerbangan Saudia dan Garuda Indonesia telah menyediakan akses langsung maupun transit ke lebih dari 120 destinasi internasional, dengan potensi pembukaan rute penerbangan baru secara berkelanjutan.

Selain konektivitas rute, kemitraan komersial ini memberikan fokus khusus pada peningkatan layanan perjalanan jemaah Haji dan Umrah asal Indonesia. Kedua maskapai berkomitmen untuk menyelaraskan fleksibilitas tarif, integrasi program frequent flyer, penyelarasan teknologi penerbangan, serta peningkatan layanan di bandara—termasuk peluang penerapan co-location terminal (penggunaan terminal bandara yang sama) guna memudahkan proses transit penumpang.

Direktur Jenderal Saudia Group, Ibrahim Al-Omar, menyatakan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan ke 120 destinasi, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang mulus dan terintegrasi, khususnya bagi jutaan jemaah umrah Indonesia menuju Tanah Suci.

Pada kesempatan yang sama, CEO Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menekankan bahwa kekuatan jaringan domestik dan Australia milik Garuda Indonesia yang dipadukan dengan jangkauan global Saudia di kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Afrika akan memberikan nilai tambah yang signifikan serta mendukung pertumbuhan bisnis penerbangan yang berkelanjutan bagi kedua perusahaan.

Garuda Indonesia dan Saudia Perkuat Sinergi Strategis untuk Perluas Rute Global

SKIPANES: Kapal Ro-Ro Ramah Lingkungan Resmi Beroperasi untuk Rute Ekstrem Atlantik Utara

Industri manufaktur maritim Cina kembali mencatatkan pencapaian penting dalam mendukung transportasi laut ramah lingkungan. Kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) berkinerja tinggi berbasis energi bersih bernama SKIPANES secara resmi telah memasuki masa operasionalnya dari Kota Yantai, Provinsi Shandong, Cina Timur.

SKIPANES dirancang khusus untuk mengarungi rute maritim di wilayah Atlantik Utara yang terkenal memiliki karakteristik perairan ganas dan cuaca ekstrem. Dirancang dengan presisi tinggi, kapal Ro-Ro ini memiliki panjang keseluruhan (Overall Length) mencapai 189,5 meter, lebar (molded breadth) 27,2 meter, serta draft desain setinggi 6 meter. Untuk menunjang ketepatan waktu pengiriman kargo laut, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan jelajah (service speed) hingga 18 knot.

Salah satu nilai jual utama dari SKIPANES terletak pada kapasitas angkutnya yang impresif, yakni menyediakan lajur kendaraan (lane-meter) sepanjang 3.300 meter. Kapasitas ruang muat yang lapang ini memungkinkan efisiensi maksimal dalam pengangkutan kendaraan motor, truk kargo, hingga trailer muatan berat lintas negara.

Tak hanya unggul dalam kapasitas dan ketahanan fisik, SKIPANES juga mengusung konsep kelautan hijau (green maritime). Kapal ini telah dibekali spesifikasi methanol-ready, yang membuatnya siap dikonversi menggunakan bahan bakar metanol rendah emisi di masa depan. Selain itu, sistem propulsinya telah terintegrasi dengan baterai penyimpanan daya serta kemampuan koneksi listrik darat (shore connection capability). Integrasi teknologi ini memungkinkan SKIPANES menekan emisi karbon secara signifikan saat bersandar di pelabuhan sekaligus mencapai keseimbangan optimal antara efisiensi operasional dan performa ramah lingkungan.

Hadirnya SKIPANES menegaskan keunggulan industri galangan kapal Cina dalam merancang armada angkutan Ro-Ro modern berstandar global yang tak hanya tangguh menembus lautan ekstrem, tetapi juga siap menjawab tantangan dekarbonisasi di sektor pelayaran internasional.

 

Stasiun Karet Resmi ‘Pensiun’, Ini yang Harus Dihadapi Penumpang KRL

Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter sudah merasakan dan alami perubahan khususnya pada lintas Bekasi maupun Cikarang. Ya, antara Manggarai hingga Tanah Abang maupun sebaliknya per 1 September 2026, Stasiun Karet sudah mulai dilakukan non operasional alias penutupan. Tentunya penumpang KRL sudah tidak bisa menggunakan Stasiun Karet untuk naik maupun turun.

Perubahan ini menjadi bagian dari penataan layanan Commuter Line Jabodetabek. Selama proses pekerjaan berlangsung, pengguna Stasiun Karet akan diarahkan menggunakan BNI City sebagai stasiun pengganti untuk melanjutkan perjalanan.

Penumpang yang sebelumnya naik atau turun di Stasiun Karet tetap bisa mengakses BNI City dari kawasan tersebut. KAI menyediakan selasar di samping Stasiun Karet yang menjadi jalur menuju Stasiun BNI City.

Fasilitas gate elektronik, loket, dan hall di sisi Barat BNI City juga telah tersedia. Area tersebut dibuat terhubung dengan akses dari pintu Karet, sehingga pengguna dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus mencari akses lain yang jauh dari kawasan sebelumnya.

Selama pekerjaan integrasi, layanan naik dan turun Commuter Line di Stasiun Karet dialihkan sepenuhnya ke BNI City. Proses penataan ini dijadwalkan berlangsung mulai 1 September sampai 31 Desember 2026.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi yang mengatakan bahwa proses penataan dilakukan karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun.

Selain itu, berbagai fasilitas yang disiapkan untuk mendukung integrasi Stasiun Karet dan BNI City, salah satunya travelator. Fasilitas ini akan menjadi akses penghubung bagi pengguna yang berpindah dari kawasan Karet menuju BNI City.

KAI memang berencana membangun travelator dengan fasilitas pendingin udara sehingga perjalanan menuju stasiun dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan persiapan pembangunan travelator ditargetkan berlangsung selama 70 hari.

Dalam penataan tersebut juga berkaitan dengan kapasitas stasiun. Untuk Stasiun BNI City mampu melayani hingga 3.805 pengguna naik dan turun. Pada jam sibuk pagi, kapasitas pengguna mencapai 1.171 orang, sedangkan pada peak hours sore mencapai 1.862 orang.

Hal tersebut berbeda dengan kondisi di Stasiun Karet yang hanya memiliki kapasitas sekitar 300 orang per peron. Padahal, jumlah pengguna Stasiun Karet disebut hampir mencapai 14.000 orang per hari.

Penataan kawasan integrasi juga akan menghadirkan aksesibilitas di sisi Stasiun Karet dan aksesibilitas di sisi terowongan Kendal. KAI Commuter mengimbau kepada pengguna KRL yang sebelumnya naik dan turun di Stasiun Karet, untuk menyesuaikan kembali proses naik dan turun di Stasiun BNI City.

Mulai 1 September 2026 Stasiun Karet Resmi Ditutup, Ini Penyebabnya