Dianggap Belum Layak, Peluncuran Kereta Cepat Yerusalem – Tel Aviv Bakal Tertunda

Sumber: istimewa

Masih ingatkah Anda tentang rencana pembukaan layanan  kereta cepat yang menghubungkan Tel Aviv dan Yerusalem? Ya, pada pemberitaan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara yang ‘gemar’ membuat konflik di Timur Tengah, Israel, memang tengah mempersiapkan beberapa sentuhan akhir demi menepati janjinya kepada masyarakat, yaitu membuka layanan kereta cepat ini pada Maret 2018.

Baca Juga: Israel Bangun Jalur Keret Cepat Yerusalem – Tel Aviv, Mengular Mulai Maret 2018!

Di awal kemunculannya, rencana pengadaan kereta cepat di kota yang disakralkan oleh Umat Muslim dan Nasrani ini sempat membuat suasana memanas, lantaran banyak yang mempertanyakan efektifitas dari layanan ini. Pasalnya, jarak yang terbentang antara Tel Aviv dan Yerusalem sendiri hanyalah 66 km. Pemberitaan terbaru yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman jpost.com (19/2/2018) menyebutkan bahwa Menteri Transportasi Israel, Yisrael Katz menganggap proses peluncuran layanan kereta cepat ini nampaknya akan mengalami keterlambatan.

Hal ini merujuk pada proses pembangunan yang dinilai masih jauh dari kata rampung. Hal ini didukung oleh laporan audit terakhir dan penilaian lisan dari harian setempat, Globes yang menyebutkan bahwa jalur kereta ini belum dapat digunakan, paling tidak hingga awal Agustus 2018. Investigasi yang dilakukan oleh Globes menemukan bahwa banyak dari pekerjaan jalur ini yang masih tidak lengkap. Sebut saja pemasangan rel yang masih berlangsung, sistem komunikasi di terowongan yang baru beroperasi sebagian, hingga pemasangan elektrifikasi yang belum rampung menjadi penilaian Globes yang akhirnya menelurkan hipotesa bahwa jalur kereta cepat ini masih belum dapat dioperasikan.

Senada namun tak sama, Badan Pengawas Keuangan Negara telah memperingatkan sebelumnya bahwa terlalu terburu-buru dalam menyelesaikan proyek transportasi di depannya akan berdampak pada keselamatan penumpang. “Tidak ada kemungkinan bahwa proyek akan selesai tepat waktu tanpa melanggar peraturan keselamatan,” tutur salah seorang insinyur kelistrikan yang turut meneliti proyek ini bersama Globes. “Bahkan jika mereka menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, mereka harus menguji semua sistem selama beberapa bulan dan memastikan semua unsur keselamatan berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan Tel Aviv-Yerusalem, dianggap sebagai proyek terbesar Kementerian Transportasi, dimana megaproyek ini menelan dana sekitar US$1,8 miliar atau yang setara dengan Rp24 triliun di urs sekarang. Adapun kereta bertenaga listrik ini mampu melaju hingga kecepatan 160 km per jam dan dicanangkan dapat mengangkut hingga 1.000 penumpang dalam sekali perjalanan.