Bocah Berteriak Selama 8 Jam di Pesawat, Mimpi Buruk Dalam Penerbangan Lufthansa

Bocah laki-laki teriak dipesawat selama 8 jam (Mirror)

Biasanya ketika bepergian dengan pesawat terbang yang diharapkan penumpang adalah sebuah ketenangan. Apalagi jika perjalanan yang ditempuh lebih dari delapan jam. Penumpang akan berharap tak ada suara tangisan, berisik atau gangguan lainnya yang mengusik dalam perjalanan.

Baca juga: Phobia Pada Bayi, Penumpang Delta Airlines Mengamuk di Kabin

Tapi apa kabarnya jika selama delapan jam perjalanan Anda harus mendengarkan teriakan dan tangisan seorang di dalam pesawat? KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (14/2/2018), dimana seorang anak laki-laki berteriak, memanjat kursi dan berlari di lorong sempit dalam penerbangan dari Jerman menuju Newark, New Jersey dengan maskapai Lufthansa.

Sebenarnya penerbangan ini sendiri terjadi pada Agustus 2017 lalu, namun videonya baru viral dan kemudian mengundang berbagai komentar dari warganet. Dalam video terlihat seorang bocah laki-laki berambut pirang yang tiba-tiba menunjukkan tingkah menjengkelkan tak lama setelah pesawat lepas landas.

Kemudian bocah tersebut berteriak-teriak sambil memukul dan ini berlangsung selama delapan jam penerangan.

“Ini adalah mimpi buruk. Mendengar teriakan bocah selama delapan jam,” ujar seorang penumpang yang suaranya terekam video itu. Diketahui, saat itu ibu bocah tersebut juga meminta anaknya untuk duduk tetapi tidak digubris. Ibu anak tersebut mencoba untuk melakukan tindakan lain agar anaknya tetap tenang dengan mengatakan, “Kita cari WiFi agar bisa main iPad.”

Ini dilakukan sampai si ibu bocah itu memanggil pramugari tetap tetap tidak berhasil. Viralnya video ini membuat warganet berkomentar yang baik dan buruk. “Saya rasa anak ini akan menjadi presiden suatu hari nanti. Ia melakukan apapun sesuka hatinya,” komentar seorang warganet.

Baca juga: Ingin Bawa Anak Naik Pesawat? Perhatikan Beberapa Poin Penting Ini

Lainnya ada yang berkomentar hal ini cukup wajar dan bisa jadi anak laki-laki merasa tidak nyaman sehingga melakukan hal tersebut. Ada pula yang mengatakan, harusnya pesawat kembali ke bandara asal dan menurunkan orang tua serta anaknya itu karena perlakuan tersebut tidak bisa diterima.

Hingga kini, pihak maskapai Lufthansa tak memberikan komentar apapun, meski kejadian pada pesawatnya tersebut sedang ramai dibicarakan.