Terdesak Isu Rasisme, Wanita Ini ‘Terpaksa’ Tarik Tombol Darurat di Kereta Bawah Tanah

Sumber: dailystar.co.uk

Nampaknya aturan mengenai tempat duduk prioritas di moda transportasi umum, seperti kereta, berlaku di setiap negara, tidak terkecuali Inggris. Aturan ini menyebutkan bahwa kita harus memprioritaskan wanita hamil, manula, penyandang disabilitas, dan ibu yang tengah menggendong anak untuk duduk, walaupun bangku tersebut sudah terisi. Namun apa jadinya jika ada seseorang yang berusaha untuk menegakkan peraturan di atas, malah mendapatkan umpatan yang menjurus rasisme?

Baca Juga: Pembunuh Rasis Beraksi Lagi di Kereta Komuter Portland

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (21/2/2018), seorang wanita yang tengah berada dalam layanan kereta bawah tanah London, Tube, terpaksa menarik tombol darurat ketika ia tengah berdebat dengan seorang pria. Perdebatan tersebut ditengarai karena sang pria melontarkan kata-kata kasar kepada wanita ini.

Padahal, wanita bertopi ini sebelumnya meminta dengan halus agar si pria berdiri dan memberikan tempat duduknya kepada seorang ibu yang tengah hamil. “Permisi, bolehkah Anda memberikan tempat duduk kepadanya (Ibu hamil),” tutur sang wanita sembari menepuk bahu si pria. Namun jawaban yang diterima oleh wanita ini sangatlah tidak layak. “Jangan sentuh saya,” jawabnya sembari menyisipkan kata-kata kasar.

Alih-alih memberikan tempat duduknya, pria  ini malah melontarkan  kata-kata yang tidak sepantasnya kepada wanita berkulit agak gelap tersebut. “Dia menyebut saya monyet dan saya ingin memenjarakannya karena tidak berlaku sopan,” ungkap wanita yang identitasnya enggan dibongkar ini. Naik pitam, perdebatan di antara keduanya pun tak terelakkan.

Sembari menarik tombol darurat yang ada di gerbong tersebut, wanita ini terus menimpali setiap umpatan kasar yang dilontarkan si pria. “Saya ingin mereka (petugas) datang, menangkap Anda, dan mendeportasikan Anda!” ucap si wanita dalam rekaman yang berhasil diabadikan oleh salah seorang penumpang lain di dalam gerbong yang sama.

Cekcok yang terjadi di antara keduanya berlangsung sengit dan menyita perhatian para penumpang lain. “Sayalah korbannya, bukan dia,” teriak si wanita dalam video yang berdurasi  kurang dari satu menit itu. Tidak tinggal diam, beberapa penumpang lain yang tidak terlibat dalam cekcok ini berusaha untuk mencegah si wanita ini untuk menekan tombol darurat, namun hasilnya sia-sia.

Baca Juga: Bising, Masyarakat London Keluhkan Layanan Night Tube

Dengan membawa beberapa buah kantong belanjaan, wanita ini terus berusaha untuk menghalau penumpang lain yang mencoba untuk mencegahnya menekan tombol darurat. Hingga saat ini, belum ada kejelasan tentang kelanjutan dari cekcok yang terjadi di Jubilee Line, jalur kereta bawah tanah yang menghubungkan Stratford di London timur dan Stanmore di pinggiran barat laut Inggris ini.