Terdampak Cuaca Buruk Pasca Liburan Imlek, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ferry Mencapai 10 Km

Sumber: Dailymail.co.uk

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang terjadi ketika libur Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Jumat (16/2/2018) kemarin, Bandara Internasional Macau sampai-sampai membangun sebuah terminal baru yang mampu untuk menampung lebih banyak penumpang yang hendak berkunjung atau keluar dari Cina. Namun sepertinya negara berjuluk Negeri Tirai Bambu ini kecolongan di sektor transportasi lain, yaitu moda darat.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Imlek, Bandara Macau Operasikan Terminal Ekstensi Baru

Layaknya musim Mudik Lebaran di Indonesia, tumpukkan puluhan ribu kendaraan tampak di Pelabuhan Cina Selatan. Penumpukkan ini terjadi lantaran turunnya kabut yang memaksa operator pelabuhan untuk membatalkan semua perjalanan menggunakan ferry pada akhir Tahun Baru Imlek.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (22/2/2018), sekitar 10.000 mobil dan 50.000 wisatawan terjebak dan terpaksa menunggu kapal ferry yang bakal mengangkut mereka keluar dari pulau tropis yang populer, Hainan. Adapun panjang antrean tersebut mencapai 10 km.

Pulau Hainan sejatinya memang terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Cina. Libur Nasional selama tujuh hari yang diberlakukan oleh Pemerintah Cina untuk merayakan Tahun Baru Imlek ternyata tidak melulu membawa dampak positif kepada para warganya maupun para pelancong. Penumpukkan kendaraan yang  terjadi di tiga penyeberangan utama di Pulau Hainan menjadi salah satu contoh nyata dari dampak libur panjang ini.

Laman sumber menyebutkan bahwa sekitar lima juta pengunjung memadati Pulau Hainan selama periode libur nasional tersebut, hampir setara dengan jumlah penduduk di Belgia. Sayangnya, liburan yang semula mengasyikan berubah menjadi petaka ketika kabut turun menghambat para pelancong Pulau Hainan yang hendak kembali menuju wilayah Cina daratan.

Penumpukkan yang terjadi di Pelabuhan Xiuying, Xinhai, dan Nangang sejak tanggal 19 Februari siang hingga tengah malam ini membuat harga penerbangan meningkat drastis, sekitar 20 kali harga normal. Penyeberangan menuju dataran Cina mulai dibuka kembali pada 20 Februari pagi. 30 kapal ferry yang beroperasi kala itu mengangkut kurang lebih sekitar tujuh ribu kendaraan dalam tenggat waktu 4,5 jam.

Baca Juga: Jembatan 55 Km Zhuhai – Macau Selesai, Tapi Kapan Dibuka?

Menanggapi hal ini, otoritas setempat mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu 1×24 jam untuk ‘membersihkan’ semua antrean yang mengular sejak semalam. Dilansir dari sumber lain, hingga tanggal 21 Februari sore, masih terdapat 10.000 kendaraan yang mengantri di penyeberangan tersebut.

Penumpukkan kendaraan seperti ini bukanlah hal baru di Cina. Tahun Baru Imlek tahun 2016 silam, antrean kendaraan tercatat mengular hingga 50 km di jalur bebas hambatan yang menghubungkan Kota Beijing – Hong Kong.

Tapi yang paling parah terjadi pada tahun 2010 silam, dimana antrean kendaraan terpantau mengular sepanjang 60 mil atau yang setara dengan 96,6 km di Beijing – Tibet Expressway. Antrean yang  baru bisa diredam 10 hari berselang ini diakibatkan karena adanya perbaikan fasilitas jalan raya.