Setia N. Milatia Moemin – Ketika Tantangan Pekerjaan Menjadi Media Memperkaya Wawasan

Setia N. Milatia Moemin

Pada jaman yang sudah maju seperti sekarang ini, nampaknya isu kesetaraan gender sudah tidak terlalu menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Walaupun sedikit banyaknya masih ada saja sebagian orang yang menganggap bahwa kaum pria itu lebih memiliki kuasa ketimbang kaum hawa. Namun pernyataan yang terkesan mendiskriminasi kaum wanita itu sama sekali tidak digubris oleh seorang Srikandi yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Perum Damri, Setia N. Milatia Moemin.

Baca Juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta

Bagi wanita yang akrab disapa Tia ini, ada satu pemikiran sederhana yang akhirnya melatarbelakangi dirinya menambatkan Teknik Sipil Transportasi Universitas Indonesia (angkatan 1979) sebagai wadah untuk ia mengenyam ilmu. “Pertama sih karena faktor keluarga, banyak dari mereka yang punya latar belakang transportasi. Kedua sih karena semua orang butuh transport, bahkan ketika meninggal, ya ke makam saja masih butuh transport,” tutur Tia. “Jadi menurut saya, di antara kelahiran dan kematian, di tengah-tengahnya manusia pasti butuh apa itu yang namanya transport,” imbuhnya.

Setia N. Milatia Moemin

Menurut Tia, ada passion tersendiri ketika ia lebih memilih untuk berkutat di dunia transportasi, khususnya moda darat. “Jadi gini, manusia kan lebih banyak hidup di darat ketimbang laut atau udara, di udara paling beberapa jam lah,” terangnya seraya bercanda. “Saya suka tantangan. Kalau udara secara internasional kan sudah ada yang mengatur, begitu pun dengan laut. Nah, untuk darat kan tidak, di Indonesia itu masih sedikit kurang tertata, makanya saya lebih nyaman berjuang di transportasi darat,” terang wanita kelahiran Jakarta, 24 Maret 1961, yang mengaku hanya tidur rata-rata empat jam dalam sehari.

Mengenai terbatasnya waktu tidur, hal tersebut lantaran pikiran Tia yang seolah tiada hentinya untuk memikirkan hal yang mampu mendorongnya melakukan hal yang produktif. “Sepertinya (gangguan susah tidur) sudah dari jaman kuliah deh,” candanya. “Soalnya kalau saya tidur melebihi enam jam, kadang pas bangun tuh suka pusing,” tandas Tia.

Hasil Kerajinan Setia N. Nilatia Moemin

Tentu saja, beban pikiran yang diemban oleh seorang Direktur Damri seperti Tia ini tidaklah sedikit. Banyak permasalahan dan tantangan yang harus segera ditemukan solusi terbaiknya. Maka tidak heran jika salah satu mantan direksi di PO Lorena ini membutuhkan media pelampiasan ketika masa jenuh menghampirinya. “Saya senang melukis, membaca, terus bikin kerajinan dari kawat, dan saya juga senang hiking,” tutur wanita yang sejak 2005 telah bergabung dengan kelompok pelukis Sri Hadhy Gallery ini.

Pengalaman yang dienyam oleh mantan Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) DKI JAKARTA periode 1998 hingga 2003 ini tidak sebatas di dalam negeri saja. Srikandi Damri ini juga bertindak sebagai Country Director di Institute Transportation Development & Policy (ITDP), sebuah institusi di bawah PBB hingga saat ini.

Baca Juga: Soerjanto Tjahjono – “Ilmu Yang Diterapkan Langsung, Jadi Kunci Kesuksesan Kinerja di KNKT”

Namun, sesulit apapun tantangan yang dihadapi Tia dalam pekerjaannya, dirinya yakin bahwa itu semua merupakan media untuk memperkaya wawasan dirinya sendiri. “Mungkin kalau orang lain sudah pusing ya, tapi saya yakin bahwa tantangan tersebut merupakan proses bagi saya untuk memperkaya wawasan.” Tutupnya.