Marak Pelecehan Terhadap Wanita, Otoritas Panchkula Pasang Panic Button di Halte Bus

Ilustrasi Panic Button. Sumber: istimewa

Maraknya tindakan pelecehan terhadap wanita yang terjadi di India – tepatnya di sarana transportasi bus, memaksa salah satu otoritas keamanan di Panchkula untuk memasang “Panic Button” di setiap halte bus di seluruh kota. Tidak hanya memasang fitur tersebut, namun badan sipil tersebut juga mengatakan akan merenovasi semua halte yang kondisinya amburadul sekarang. Dengan begitu, diharapkan tingkat pelecehan seperti ini dapat berkurang secara bertahap.

Baca Juga: Tombol SOS Dinilai Tak Ampuh Entaskan Kejahatan di Transportasi Online

Sesuai dengan namanya, “Panic Button” ini bisa ditekan oleh siapa saja manakala ada satu kondisi yang mengancam keselamatan mereka. Sebagaimana data yang berhasil dikumpulkan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, nantinya tombol ini akan terhubung langsung dengan pos polisi setempat, “dan petugas bisa langsung mendatangi lokasi dimana tombol tersebut ditekan,” ungkap Komisaris Kota Panchkula, Rajesh Jogpal, dikutip dari laman indiatimes.com (8/8/2018).

Tidak hanya “Panic Button” saja yang rencananya akan ada di halte senilai Rs5 lakh (Rp105,2 juta) ini, namun pemerintah juga akan memasangkan kamera CCTV agar setiap penumpang wanita dan anak-anak yang hendak naik bus dari halte tersebut akan merasa lebih diawasi oleh pihak berwajib. “Langkah ini diambil untuk membatasi aksi kejahatan seperti menggoda wanita di tempat umum. Ditambah peremajaan halt bus yang dalam beberapa tahun belakangan ini kerap diprotes oleh warga,” tutur Rajesh dalam sebuah pernyataan.

“Setiap wanita atau anak-anak yang menjadi korban kejahatan dapat kapan saja menekan Panic Button, dan alarm di ruang kontrol polisi akan berbunyi. Dengan begitu memungkinkan polisi untuk bertindak cepat menindaklanjuti masalah tersebut. Ini akan membuat para pelaku kejahatan untuk berpikir dua kali sebelum melakukan aksinya, dan membuat kota lebih aman bagi Kaum Hawa,” imbuh Rajesh.

Sementara itu peran dari CCTV, tambah Rajesh, akan memudahkan pihak kepolisian untuk mengindentifikasi pelaku kejahatan yang melarikan diri.

Baca Juga: Terdesak Isu Rasisme, Wanita Ini ‘Terpaksa’ Tarik Tombol Darurat di Kereta Bawah Tanah

Mendengar kabar tersebut, sejumlah wanita yang menjadi pelanggan setia layanan bus di India merasa diperhatikan dan dihargai oleh pemerintah setempat. “Sebagai penumpang wanita, saya sangat menyambut rencana pemerintah dalam pemasangan Panic Button,” tutur Manisha Jindal, salah seorang pelanggan setia layanan bus di sana.

Senada dengan Manisha, seorang mahasiswi dari Government College for Girls, Panchkula, Rajni Bala mengatakan, “langkah ini (pemasangan Panic Button) akan menyelamatkan kami dari pria hidung belang yang selalu membuat kami resah.”