KRL Jabodetabek Dulu dan Sekarang

Depo KRL Depok terbesar di Asia Tenggara (Kaorinusantara)

Perubahan pada kereta rel listrik (KRL) terlihat sangat signifikan dan membuat penumpang lebih antusias menggunakannya. Namun, apakah masih ada yang mengingat saat generasi KRL ekonomi mengular di rel Jabodetabek dengan pedagang asongan hingga atapers?

Baca juga: Atapers, Para Penantang Maut dari Atas Gerbong

Sayangnya hal ini juga tak bisa dilupakan begitu saja, sebelum menjadi lebih baik seperti sekarang banyak sekali kenangan yang bisa di ingat tetapi sedikit menakutkan jika dikenang. KabarPenumpang.com mengingatkan pada para pembaca di masa jayanya dulu, untuk menaiki KRL ekonomi menggunakan karcis kertas dan disobek serta dikembalikan kepada petugas saat akan keluar dari stasiun.

Kemudian peron yang penuh dengan asap rokok karena belum ada larangan merokok di dalam peron ataupun KRL. Tak hanya itu, penumpang pun bisa padat merayap di dalam gerbong bahkan bergelantungan dekat pintu.

Para penumpang juga terkadang nekat memanjat gerbong melalui jendela untuk naik ke atap demi ikut kereta tersebut meski membahayakan nyawanya sendiri. Pedagang asongan pun tak kalah saing untuk menaiki kereta dan menjajakan dagangannya di dalam kereta meski berjejalan denga penumpang lain.

Untungnya semakin lama KRL Jabodetabek semakin menjadi lebih baik dari kenyamanan dalam kereta hingga peron di stasiunnya. Fasilitasnya pun seperti toilet, gate atau gerbang dan loket serta mesin pembelian tiket tampak tertata dengan rapi.

Tak hanya itu, percayalah, bila Anda ketahuan merokok di peron, maka petugas akan mendatangi dan menegur untuk segera mematikan rokok. PKD atau Petugas Keamanan Dalam pun selalu siap membantu penumpang baik itu menjaga keselamatan maupun menjadi tempat informasi tujuan keberangkatan kereta.

Kini, wajah stasiun dan KRL sudah berubah jauh bahkan di KRL pun tak lagi terlihat para atapers dan pedagang asongan. Kereta yang digunakan juga sudah dilengkapi dengan pendingin udara. Untuk masuknya pun menggunakan kartu ataupun gelang yang sudah dimodifikasi sebagai alat pembayaran yang sah.

Baca juga: Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

Memang lebih nyaman dan tak ada preman yang masuk dalam KRL masa kini, hanya saja masih berkeliaran beberapa copet. Sehingga para penumpang mau tak mau harus menjaga barang bawaan mereka masing-masing.

Permasalah lainnya pun masih banyak kereta yang kurang untuk melayani beberapa relasi, bahkan ketepatan waktu kedatangan dan keberangkatan sering kali tak sesuai. Namun, meski begitu, Vice President of Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa menjamin terkait peningkatan kaasitas ataupun pelayanan KRL termasuk menambah jumlah gerbong untuk kenyamanan penumpang yang semakin hari semakin bertambah.