Lagi, Calon Penumpang Kedapatan Selundupkan Emas ke Dalam Botol Suplemen Makanan

Sumber: Gulf News

Setelah pada pemberitaan sebelumnya sekelompok orang di Jepang terpaksa diamankan pihak yang berwajib karena telah melakukan usaha penyelundupan emas batangan seberat lima kilogram senilai Rp 2,8 miliar, kini giliran Uni Emirat Arab yang memergoki kasus serupa. Perbedaannya hanya  terletak pada fisik emas dan jumlah pelakunya saja. Adalah petugas Bandara Internasional Sharjah yang berhasil memergoki aksi ilegal ini.

Baca Juga: Selundupkan Emas di Toilet Pesawat, Warga Jepang Berusaha Hindari Pajak Barang Mewah

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman khaleejtimes.com (30/1/2018), seorang pria diamankan petugas bandara yang berkode SHJ tersebut karena kedapatan melakukan percobaan penyelundupan emas dalam bentuk bubuk senilai Dh100,000 atau yang setara dengan Rp372 juta ke dalam botol suplemen makanan.

Direktur Kepolisian Sektor Bandara Sharjah, Letnan Kolonel Mattar Al Ketbi, menyebutkan bahwa tersangka yang ditengarai berdarah Asia tersebut ditangkap oleh petugas bea cukai saat ia berusaha keluar dari Uni Emirat Arab. Lebih lanjut, Letkol Mattar Al Ketbi menambahkan bahwa pria  ini hendak kembali pulang  ke negara asalnya.

Para petugas bea cukai mencurigai botol suplemen makanan yang ‘bersembunyi’ di balik pakaian sang tersangka. Untuk memastikannya, petugas lalu melakukan pemeriksaan dan menemukan bubuk emas yang berada dalam botol tersebut. Alhasil, pria ini harus rela digelandang ke pos pemeriksaan guna diinterogasi dan mengakui perbuatan ilegal tersebut.

Selama proses interogasi, pria yang identitasnya dirahasiakan ini bertindak kooperatif dengan menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh petugas kepolisian. Ia mengaku membeli serbuk emas tersebut dan menunjukkan bon pembeliannya. Kepada petugas, ia berdalih melakukan aksi ini karena enggan untuk membayar pajak barang mewah di negara asalnya.

Baca Juga: Waspada! Sindikat Maling Koper Merajalela di Bandara Hong Kong

Guna memberi efek jera kepada tersangka dan pelajaran bagi orang lain yang berusaha untuk melakukan hal serupa di masa yang akan datang, pria berdarah Asia ini harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Tidak lupa, kepolisian sektor bandara pun meperingatkan kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang menentang hukum.