Tak Dibuang Begitu Saja, India Daur Ulang Air Bekas Cucian Lokomotif

Lokomotif dan gerbong kereta selalu dicuci sebelum digunakan untuk melakukan perjalanan mengangkut penumpang. Lalu air bekas cucian tersebut terbuang begitu saja atau ditampung dan diaur ulang untuk digunakan kembali dalam kegiatan mencuci lokomotif dan gerbong kereta?

Baca juga: Atasi Limbah, Stasiun Kereta di India Hadirkan Mesin Penghancur Botol Bekas

Bila di Indonesia, biasanya air yang digunakan untuk mencuci lokomotif ataupun gerbong kereta dibuang begitu saja tanpa ditampung. Namun, di India air cucian tersebut didaur ulang agar bisa dipakai kembali untuk mencuci kereta atau hal lainnya.

Daur ulang yang dilakukan di Lucknow, Alambagh, India adalah air bekas cucian lokomotif diesel. Ini dilakukan sebagai bagian dari insiatif hijau di India. Dalam sekali mencuci sebanyak enam ribu liter air limbah yang bercampur dengan minyak dan pembersih lokomotif setiap hari di daur ulang di gudang lokomotif diesel Alambagh.

KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com (17/2/2021), setiap bulannya di Lucknow, ada sekitar 80-90 lokomotif diesel yang dicuci. Di mana bila ditotal semuanya menyedot dan menghabiskan 1,80 lakh liter air tanah.

Menurut perkeretaapian India pada tahun lalu tepatnya pada Agustus, lokomotif diesel menghadirkan pabrik daur ulang air limbah dengan biaya sebesar Rs4,80 lakh. Kemudian, setelahnya gudang tersebut mendaur ulang setiap tetes air yang digunakan untuk mencuci lokomotif diesel tersebut.

Manajer kereta api divisi Sanjay Tripathi dari divisi Lucknow (NR) mengatakan, setelah instalasi melakukan daur ulang air, gudang lokomotif diesel telah membuat peningkatan luar biasa dalam penggunaan air. Pembuangan limbah dari gudang diproses untuk menghilangkan minyak, lemak, bahan pembersih dan kemudian dikumpulkan di kolam. Kemudian membantu gudang untuk menggunakan air daur ulang berulang kali dan mengurangi kebutuhan mereka akan air bersih.

Baca juga: Di Stasiun Kereta Inggris, Konsumsi Keran Air Minum Gratis Sudah Jadi Tren

Sanjay mengatakan, proyek daur ulang air limbah ini, diperkenalkan oleh insinyur mekanik divisi senior Anand Kishore Tiwari. Ternyata, air daur ulang yang digunakan bukan hanya untuk keperluan gudang dan mencuci lokomotif tetapi juga digunakan untuk menyiram tanaman hijau dan pepohonan di sekitar rel kereta api. Sehingga selain irit air, ini juga untuk berguna untuk hal lainnya.

Konversi Stasiun Jadi Rumah Lengkap dengan Peron, Berharap Terjual Rp7,9 Miliar

0

Di Inggris, Sebuah stasiun lengkap dengan peron sepanjang 32 meter dikonversi menjadi sebuah rumah. Setelah menjadi sebuah rumah tinggal, sayangnya stasiun tersebut tak lagi bisa dengan mudah dimasuki oleh penumpang karena tidak lagi digunakan. Meski begitu ada beberapa fitur karakter yang luar biasa dan terlihat dengan jelas seperti sinyal kereta, gerbang hingga kotak telepon berwarna merah.

Baca juga: Stasiun Dent, Jadi Stasiun Tertinggi di Inggris dan Disewakan untuk Penginapan

Bekas Stasiun Victoria yang sudah dirawat dan direnovasi ini adalah milik Brian Read. Stasiun ini akan dijual oleh Brian yang berharap bisa mendapatkan £400 ribu (sekitar Rp7,9 miliar) dari hasil penjualannya. Namun dia terpaksa memangkas £65 ribu dari harga yang diminta karena belum terjual selama masa pandemi.

Bagian peron kereta yang dikonversi jadi halamn rumah

Dilansir KabarPenumpang.com dari metro.co.uk (31/1/2021), Brian berharap ada seseorang yang menyukai serta menghargai fitur-fitur yang dimilikinya dan membeli stasiun tersebut. Pria berusia 67 tahun itu mengatakan, dirinya sedang mencari penggemar kereta api untuk mengambil alih stasiun yang sudah dikonversi menjadi sebuah rumah itu.

“Mudah-mudahan, ini akan menjadi tujuan liburan bagi penggemar kereta api untuk datang dan tinggal. Itu akan menjadi brilian jika menjadi seperti itu. The Station House adalah bagian dari stasiun Pulham Market, dekat Diss, Norfolk,” ujarnya.

Stasiun tersebut dibuka pada tahun 1855 dan melayani kereta jalur lembah Waveney yang berangkat dari Tivetshall di Norfolk Selatan ke Beccles di Suffolk, tetapi jalur ditutup untuk penumpang pada tahun 1953 dan pengiriman pada tahun 1966. Brian sendiri dibesarkan di dekat Pulham St Mary yang memiliki rumah stasiun serupa.

“Garis itu selalu menarik minat saya. Kami bermain di halaman stasiun. Sebagai anak laki-laki kami akan bertahan di belakang kereta,” katanya.

Sebagai seorang pembangun, dia bekerja pada sebuah pekerjaan di rumah stasiun itu dan melihatnya dirobohkan dan diganti sehingga ketika rumahnya yang sekarang dijual pada tahun 1985, dia tidak melakukannya, tidak ingin mengalami nasib yang sama

“Sangat menyedihkan saat kami membelinya. Mereka tidak menyukainya, seperti yang kita miliki. ‘Saya mulai mencoba memulihkan sebanyak mungkin bagian asli yang saya bisa.’ Dengan menggunakan keahliannya sebagai pembuat, dia memulihkan semuanya termasuk platform,” katanya.

Brian menambahkan, saat ini banyak rumah stasiun telah dirobohkan atau diubah menjadi kantor. Ini belum diubah di dalam atau di luar sehingga cukup unik. Dia menyebutkan tidak ada bangunan lain yang seperti itu. Agen real estate Durrants mengatakan, masa pandemi, properti telah mengalami renovasi besar-besaran, sambil dengan hati-hati mempertahankan sejumlah fitur aslinya.

Baca juga: Berubah Jadi Rumah Tinggal, Stasiun Droxford Tua Masih Dilengkapi Dekorasi Seperti Saat Berfungsi 

Ini termasuk peron kereta 32 meter, pompa sumur, sinyal kereta di peron, kotak telepon merah, perapian Victoria, lampu kereta api dan banyak lagi. ‘Properti ini juga mendapatkan keuntungan dari bengkel besar, berukuran sekitar 800 kaki persegi, dan area parkir yang luas.’

PT KAI Hadirkan Livery 38 Tahun Lalu Pada Lokomotif Seri CC201

Akhir bulan kemarin, tepatnya pada 28 Februari 2021, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menghadirkan livery lokomotif tahun 1953 – 1991. Livery ini hadir pada satu unit lokomotif seri CC201. Livery lokomotif vintage tersebut diresmikan langsung oleh Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo di Balai Yasa Yogyakarta.

Baca juga: Akhirnya! British Airways Hadirkan Boeing 747 Berlivery Vintage BOAC

Didiek mengatakan, lokomotif yang menggunakan livery vintage ini merupakan adaptasi dan apresiasi KAI untuk semakin dekat dengan masyarakat. Ini juga sekaligus wujud edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan perkeretaapian di Indonesia.

“Melalui livery vintage, KAI berharap masyarakat akan semakin mengenal perjalanan panjang perkeretaapian di Indonesia serta menumbuhkan rasa bangga terhadap transportasi andalan masyarakat,“ ujar Didiek dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis di kai.id.

Dulunya livery vintage ini pernah digunakan selama 38 tahun yakni dari 1953 – 1991 dan menjadi pertama kali digunakan pada lokomotif diesel di Indonesia yakni seri CC200. Saat awal digunakan, saat itu KAI masih menggunakan nama Djawatan Kereta Api (DKA), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) hingga Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

Nantinya lokomotif livery jadul alias vintage ini diaplikasikan pada lokomotif CC201 83 31 milik Dipo Semarang Poncol. Selain itu pengecatannya dilakukan di bengkel lokomotif milik KAI yakni di Balai Yasa Yogyakarta.

“Transportasi Kereta api sebagai salah satu moda yang sudah ada di Indonesia sejak 1864 harus terus kita jaga dan kembangkan. Mari bersama-sama membangun peradaban baru bagi masyarakat Indonesia dalam bertransportasi” ujar Didiek.

Lokomotif CC201 memiliki berat 84 ton dan daya mesin 1950 hp. Lokomotif yang mampu melaju dengan kecepatan 120 km per jam ini, memiliki dua bogie dimana masing-masing bogie memiliki tiga gandar penggerak dengan total enam motor traksi sehingga lokomotif ini dapat dioperasikan pada lintas datar maupun pegunungan. Kembali hadirnya livery vintage di lokomotif ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI dengan komunitas pecinta kereta api Semboyan Satoe Community dan Indonesian Railway Preservation Society.

Baca juga: Tandai 2 Tahun Menuju Piala Dunia 2022, Pesawat Qatar Airways Gunakan Livery Spesial

“Terima kasih atas respons KAI sehingga apa yang kami usulkan bisa terealisasi. KAI telah mampu membuktikan dalam rentang waktu yang cukup panjang sebagai moda transportasi berbasis rel yang andal dan paling diminati masyarakat luas,” ujar Ketua Semboyan Satoe Community Teguh Imam Santoso.

Mimo C1 Gabungkan Fungsi Skuter dan Troli

Ketika pergi belanja dan naik skuter, maka skuter akan diparkir dan Anda masuk ke dalam toko mengambil troli untuk tempat barang yang akan dibeli. Namun bagaimana bila skuter dan troli menjadi satu bagian sehingga tak lagi perlu repot memarkir skuter dan mengambil troli baru?

Baca juga: Revolve Air, Kursi Roda Lipat yang Bisa Masuk ke dalam Bagasi Kabin

Mimo C1 adalah sebuah skuter yang bisa juga digunakan untuk troli atau bisa dikatakan menggabungkan dua fungsi tersebut. Mimo C1 dirancang di Singapura dan cukup mudah dalam penggunaannya yakni seperti biasa pengguna berdiri dibelakang skuter. Kemudian memegang setang dan menekan sakelar throttle.

Mimo C1 (newatlas.com)

Mimo C1 menggunakan baterai lithium yang dapat dilepas dan ketika digunakan baterai tersebut sekali pengisian bisa digunakan untuk jarak 15 hingga 25 km dengan kecepatan tertinggi 25 km per jam. Suspensi depan pegas koil membantu memuluskan pengendaraan, dengan rem cakram mekanis belakang menyediakan tenaga pengereman. Sedangkan modul kargo yang dapat dilepas dipasang pada rak aluminium tubular di bagian depan skuter, di depan setang.

Saat membelinya, Anda dapat memilih modul yang tersedia seperti kotak kayu terbuka atau unit fiberglass berpenutup. Tak hanya itu, rak berukuran kecil dan besar juga dapat ditukar di dalam dan di luar C1, tergantung pada apa yang dibawa.

KabarPenumpang.com mengutip newatlas.com (11/2/2021), saat pengguna tiba ditujuan, bagian depan skuter akan tetap dan bagian belakang bisa dilipat dan dikunci secara vertikal sejajar setang. Nantinya satu set roda kastor yang berada dibagian tengah akan mulai berfungsi menggantikan roda belakang yang dinaiikan.

Mimo C1 selanjutnya dapat didorong seperti kereta belanja atau truk tangan sesuai kebutuhan, kemudian diubah kembali ke konfigurasi skuternya untuk perjalanan pulang. Bila ditotal semua tidak termasuk modul kargo, Mimo C1 memiliki berat 17 kg. Selain itu dapat menopang berat pengendara hingga 120 kg di belakang dan berat kargo di depan hingga 70 kg.

Baca juga: Elektronik Scooter Max G30 dengan Baterai 551Wh

Mimo C1 saat ini sedang menjadi bahan kampanye Indiegogo dan dijual dengan harga mulai dari US$1.300 untuk skuter dengan rak kecil. Dengan asumsi sudah berproduksi, pengiriman harus dimulai pada Agustus.

Hari ini, 22 Tahun Lalu, Tabrakan Maut Terburuk Abad Ke-21 di Inggris Tewaskan Puluhan Orang

Pada 28 Februari 2001 atau tepatnya 22 tahun yang lalu, sebuah kecelakaan yang melibatkan jip Land Rover Defender serta sebuah kereta barang telah menewaskan sepuluh orang termasuk dua masinis serta 82 lainya luka berat. Bahkan kecelakaan ini menjadi bencana rel terburuk abad ke-21 di Inggris Raya.

Baca juga: Korban Tewas 23 Orang, 35 Tahun Lalu Terjadi Kecelakaan Kereta Terburuk di Kanada

Kecelakaan ini awalnya terjadi ketika mobil Land Rover Defender mengalami masalah dan berhenti di jalur kereta api. Kemudian saat pengemudi mobil, Gary Neil Hart tengah menghubungi layanan darurat, kereta penumpang InterCity 225 yang dioperasikan Great North Eastern Railway (GNER) dengan lokomotif No.91023 melintas dan menabrak Land Rover tersebut.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari wikipedia.com, setelah menabrak Land Rover, Driving Van Trailer (DVT) tergelincir dan membelok ke jalur kereta barang Freightliner yang membawa batu bara. Lokomotif trailing tergelincir, tetap tegak, dan mengalami kerusakan ringan.

Sedangkan lokomotif kargo No.66526 kehilangan boginya setelah benturan, dengan puing-puing DVT macet di bawahnya sehingga tangki bahan bakarnya pecah. Itu terbalik ke sisi kirinya dan berhenti di taman tempat tinggal yang berdekatan dengan garis di sebelah utara jembatan.

Lokomotif mengalami kerusakan parah pada area kabin dan sisi kanannya. Sembilan gerbong pertama yang mengikutinya tergelincir dan rusak dalam berbagai tingkat. Insiden ini kemudian membuat dua masinis kereta baik penumpang maupun barang, dua awak tamabahan dan enam penumpang tewas.

Karena insiden tersebut, lokomotif No.66526 yang bertabrakan dinamai “Pengemudi Steve Dunn (George)”, untuk mengenang pengemudi Freightliner yang tewas dalam kecelakaan itu. Di dalamnya terdapat sebuah plakat yang memperingati kecelakaan itu, “Untuk mengenang seorang insinyur yang berdedikasi, Pengemudi Steve (George) Dunn tewas secara tragis dalam kecelakaan di Great Heck pada tanggal 28 Februari 2001”.

Sedangkan Barry Needham, karyawan Freightliner lain yang tewas dalam kecelakaan itu, juga diperingati dengan penamaan 56115 setelah dia, pelat nama dan plakat dipindahkan kemudian ke 60087. Lokomotif yang disebutkan di atas juga membawa plakat penjelasan.

John Weddle, pengemudi GNER yang tewas dalam kecelakaan itu, dihormati melalui sekolah pelatihan pengemudi baru di kota asalnya Newcastle, yang dinamai menurut namanya. Untuk diketahui kereta No.91023 juga terlibat dalam kecelakaan rel Hatfield empat bulan sebelumnya.

Baca juga: Akibat Petugas Sinyal Tak Sabar, 189 Nyawa Melayang Pada Kecelakaan Kereta 81 Tahun Lalu di Jalur Sakurajima

Untungnya lokomotif lolos dengan kerusakan ringan pada kedua kesempatan. Setelah peningkatan teknis armada Kelas 91, yang menyebabkan semua lokomotif memiliki 100 ditambahkan ke nomor (91001 menjadi 91101, dan lainnya), 91023 dinomori ulang menjadi 91132, bukan 91123.

Perangi Karbon Dioksida, ANA Pensiunkan Majalah Cetak di Pesawat

Mulai April 2021, All Nippon Airways (ANA) akan meniadakan majalah cetak di pesawat. Langkah ini diambil untuk mengurangi karbon dioksida CO2 dan mendukung gerakan keberlanjutan (sustainability goals) di dunia penerbangan.

Baca juga: Gunakan Kotoran Kelinci, ANA Siap Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan Pada 2021

Sebagai gantinya, maskapai yang berbasis di Tokyo itu akan menawarkan majalah digital di situs resmi perusahaan dan di aplikasi resmi ANA di Play Store dan Apple Store.

Meniadakan majalan cetak -seperti majalah TSUBASA GLOBAL WINGS- di setiap pesawat diklaim bakal mengurangi sekitar 1.540 ton emisi kertas setiap tahun.

Selain itu, migrasi dari majalah cetak ke majalah digital juga membawa sederet keuntungan terhadap ANA, mulai dari kenyamanan dan pengalaman baru bagi penumpang, lebih leluasa mengubah desain majalah dan pilihan bahasa selain Jepang, Inggris, dan Cina, serta kemudahan mengakses majalah tersebut bukan hanya ketika di pesawat, melainkan 24 jam sebelum keberangkatan, seperti ketika check-in, menunggu di lounge, dan bahkan ketika di rumah.

Lebih penting dari itu, meniadakan majalah di pesawat, yang notabene banyak disentuh penumpang, berarti menghilangkan satu kemungkinan tempat penularan virus Corona di pesawat. Tak lupa, meniadakan majalah cetak di pesawat, kabin akan menjadi lebih bersih.

“ANA selalu fokus untuk merangkul teknologi terbaru dan transisi ke format digital ini akan meningkatkan fleksibilitas bagi penumpang dan semakin mendukung komitmen kami terhadap keberlanjutan,” kata Hideki Kunugi, EVP customer experience ANA, kepada Simple Flying.

“Ini benar-benar menguntungkan bagi penumpang karena perpindahan ke digital memungkinkan kami meningkatkan pilihan media secara signifikan sambil meningkatkan kebersihan di ruang tunggu dan di dalam pesawat,” tambahnya.

Reputasi ANA terkait kebersihan di pesawat memang tidak perlu diragukan. Tahun 2019 lalu, maskapai beraliansi dengan Star Alliance ini keluar sebagai ‘peraih medali emas’ dalam kategori maskapai dengan kabin paling bersih di dunia.

Baca juga: Punya Budaya Kebersihan yang Kuat, ANA Sabet Predikat Maskapai dengan Kabin Terbersih

ANA berhasil mengalahkan 29 maskapai lain yang juga masuk sebagai kandidat di dalam kategori ini. Di sini, ANA patut berbangga hati karena mereka telah berhasil mengalahkan sejumlah nama-nama besar di sektor aviasi global, seperti Singapore Airlines, Qatar Airways, KLM, Garuda Indonesia, hingga raksasa aviasi asal Timur Tengah Emirates.

Pada survei yang dilakukan sejak tahun 2018 silam, Skytrax telah meminta kepada setiap penumpang pesawat untuk memberikan penilaian terhadap meja lipat di belakang bangku penumpang, karpet di dalam kabin, panel kabin, hingga toilet yang ada di dalam pesawat. Adapun survei yang dilakukan Skytrax ini sudah dilakukan secara online terhitung sejak Mei 2017 hingga Agustus 2018 kemarin.

IIMS Hybrid 2021 Antisipasi Disrupsi yang Terjadi Pada Industri di Masa Pandemi

Tak terasa Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 sudah akan berakhir. Namun meski begitu, di fase pertama ini, semarak tetap terasa apalagi dengan adanya fitur virtual reality atau VR 360 yang dapat dinikmati pengunjung IIMS Virtual 2021 x Shopee.

Baca juga: Ikut IIMS Hybrid 2021, Mazda Hadirkan Produk Baru

Di mana fitur VR tersebut bisa langsung digunakan pengunjung melalui www.indonesianmotorshow.com dengan menggunakan ponsel pintar. Dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, fitur tersebut memberikan pengalaman baru bagi pengunjung yang dapat melihat virtual Main Hall, Cars hall & Booth serta interior unit dari para brand mobil exhibitors IIMS Virtual.

Tak hanya itu, deretan promo menarik terus disediakan oleh para exhibitors yang datang dari beragam brand mobil ataupun motor. Selain itu kehadiran pendatang baru dari merek mobil serta motor juga turut meramaikan IIMS virtual 2021. Salah satunya adalah Mazda dengan CX 30 yang mengadopsi teknologi terbaru 7G.

Adanya IIMS virtual 2021 seperti cahaya baru bagi para merek mobil dan motor. Pasalnya para penggiat usaha memutar otak demi mencari strategi marketing terbaik yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh para pemilik merek.

Rudy Salim, CEO Prestige secara singkat menuturkan, bahwa dunia sedang mengalami digital disrupsi. Digital disrupsi adalah ketika ada saingan yang lebih efektif, efisien, murah dan cepat. Ketika pandemi, digital disrupsi dipercepat.

“Kami sedang mengalami dan sudah antisipasi disrupsi tersebut. Semua penjualan kami goes to digital. Kami juga bekerjasama dengan salah satu marketplace. Manfaatkan digital disrupsi dan take the advantage,” papar Rudy.

Baginya, IIMS sangat revoluisoner. Ia tidak melihat yang lain berani menjalankan exhibition secara hybrid atau sudah memperkenalkan dunia digital, dan penyelenggaraan virtual di masa pandemi ini. IIMS tidak tinggal diam mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia saat ini.

Take The Advantage, Take Effort, Take Courage. Kiat menghadapi disrupsi digital lainnya dari Prestige adalah membuat layanan test drive di rumah dengan hashtag #testdrivedirumahaja. Strategi dan mekanisme dalam menjaring konsumen melalui digital platform yang dipersiapkan adalah mencoba mendapat impression sebanyak mungkin dengan berkolaborasi dengan banyak artis.

Baca juga: IIMS Hybrid 2021, Agen Pemegang Merek Otomotif Jualan Secara Virtual

Melakukan profiling, menentukan dan menggunakan Brand Ambassador dengan mempertimbangkan followers-nya, bagaimana segment dan impact-nya. Untuk IIMS 2021, Prestige menerima pesanan untuk Tesla Model Y. Selama perhelatan IIMS Virtual 2021, Prestige fokus dengan mobil listrik, dan Line Up unik lainnya.

Kisah Perjuangan Pramugari, Dulu Dorong Troli Koper, Sekarang Dorong Troli Tabung Gas

Pekerjaan sebagai pramugari cukup glamor ketika masa pandemi belum terjadi. Namun saat pandemi mendera, semua ibarat berubah 180 derajat. Salah satu yang merasakan kepedihan tak lagi terbang adalah Maurice Maureen Avilla.

Baca juga: Terimbas Pandemi, Mantan Pramugari Air New Zealand dalam Setahun 4 Kali Pindah Kerja

Pramugari asal Filipina ini tak lagi terbang sehingga kehilangan impiannya dan setelah beberapa bulan berusaha keras membangun hidupnya kembali. Dia kemudian memberanikan diri ke bisnis baru dan mencoba untuk kreatif dengan berkontribusi kepada orang-orang di sekitarnya.

KabarPenumpang.com melansir aerotime.aero, Maurice mengatakan, suatu hari ia melihat peluang menjual gas tabung kepada tetangganya. Setelah itu dia dibantu keluarga merawalabakan bisnis dan mulai mengirim tangki bensin dengan troli.

“Jadi, alih-alih troli yang biasa saya gunakan sebagai pramugari, saya mulai menarik troli dengan tabung gas,” kata Maurice tertawa.

Pada Oktober 2020, Maurice menulis tentang usaha barunya di media sosial untuk pertama kalinya. Dia mengaku sulit untuk “kehilangan sayapnya” sebagai pramugari, tapi sekarang dia bisa berbicara secara terbuka tentang pengalaman dan menunjukkan apa yang dia lakukan untuk mencari nafkah.

Ternyata, sambil tetap mempertahankan bisnis pengiriman gasnya, Maurice sempat mencari pekerjaan lain di bank sebagai analis pemrosesan transaksi.

“Ini adalah pengalaman yang sangat berbeda bekerja di bank karena saya kebanyakan bekerja di rumah. Saya rindu berinteraksi dengan orang. Saya merindukan rekan kerja saya di maskapai penerbangan, mereka seperti keluarga bagi saya dan kami selalu menghabiskan waktu bersama,” kata Maurice.

Dengan perubahan radikal dalam gaya hidup, tantangan terbesar adalah menjaga kesehatan mental dan fisik. Dia mengatakan, bagian tersulit selama pandemi adalah tidak stabil secara mental, fisik dan emosional. Maurice menambahkan, bisa berpaling ke teman, kerabat atau kolega untuk kenyamanan, tetapi mereka juga tengah berjuang.

“Anda sadar bahwa Anda harus kuat dan berusaha mendukung orang-orang di sekitar Anda,” kenang Maurice.

Baca juga: Bagaimana Nasib Awak Kabin di Masa Pandemi?

Maurice berharap tentang masa depan dan melihat sesama pramugari. Dia mengantisipasi untuk kembali terbang pada tahun 2022.

“Selalu ada cahaya di ujung lorong. Belajarlah menunggu dan tetap kuat,” Maurice membagikan nasihatnya.

Bersujud di Pintu Kereta, Pria India Bersyukur Atas Dibukanya Kembali Jalur Kereta Lokal

Hampir sebelas bulan atau selama masa pandemi Covid-19 layanan kereta lokal di Mumbai berhenti beroperasi. Hal ini membuat penumpang yang bepergian ke daerah yang dekat harus mengganti moda transportasi mereka sementara dari kereta ke angkutan umum lainnya.

Baca juga: Inilah Metode Jaga Jalur Kereta Tetap Aman Meski di Masa Pandemi

Ketika layanan kereta lokoal ini mulai kembali beroperasi, foto seorang penumpang viral di jagad maya. Ini karena penumpang tersebut terlihat bersembah sujud di depan kereta sebelum dirinya naik kereta.

Foto tersebut kemudian di retweet oleh Anand Mahindra dan memposting komentarnya di media sosial. KabarPenumpang.com melansir dari laman indiatoday.in (25/2/2021), Anand menulis, “Sebuah klik yang menyentuh hati saya, seorang komuter yang beribadah di Mumbai Lokal sebelum naik setelah 11 bulan.”

“Jiwa India … Saya berdoa agar kita tidak pernah kehilangannya …”

Foto viral pria tersebut telah disukai lebih dari 26 ribu dan tiga ribu retweet.

“Inilah budaya India. Budaya India menunjukkan rasa terima kasih untuk setiap partikel alam semesta ini,” kata seorang pengguna di bagian komentar.

Yang lain menambahkan, “Sangat mengharukan tetapi seringkali kita tidak memahami nilai dari apa pun yang kita miliki, baik itu orang atau layanan.”

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Stasiun Kereta di India Terapkan ‘Pembersihan’ Barang Bawaan dengan Sinar Ultra Violet

Untuk diketahui, kereta lokal di Mumbai dibuka pada 1 Februari 2021. Sejauh ini, hanya mereka yang terkait dengan layanan penting yang diizinkan melakukan perjalanan. Ini adalah pertama kalinya kereta lokal Mumbai dilanjutkan untuk semua setelah penguncian virus corona pada Maret 2020.

Ratusan Maskapai Bakal Hadirkan Games Favorit Tahun 80-90an di Layar IFE, Apa Itu?

In-flight entertainment (IFE) dinilai memegang peranan penting untuk menghibur penumpang di setiap penerbangan. Umumnya IFE menawarkan tiga hal, musik, film, dan games, selain juga berbagai informasi terkait penerbangan.

Baca juga: Ada “Investigator Ridge” di Layar IFE Etihad, Apakah Itu?

Terkait games, IFE saat ini umumnya menyediakan beberapa games andalan, seperti Solitaire, Bejeweled, dan Sudoku. Meski diandalkan maskapai, namun, belum tentu penumpang menyukainya.

Melihat peluang itu, Panasonic Avionics, salah satu penyedia layanan IFE di pesawat, menggandeng raksasa game ikonik Jepang BANDAI NAMCO Entertainment untuk menghadirkan game terbaik abad ke-20 ke layar IFE penumpang.

Games-games terbaik yang akan dihadirkan masih dalam proses pembahasan. Tetapi, dalam proposal penawaran BANDAI NAMCO Entertainment, dipastikan ada games ikonik tahun 80-90an, seperti Pac-Man dan Dig Dug.

Selain itu, Panasonic Avionics juga membocorkan bahwa games lainnya juga turut dimasukkan BANDAI ke dalam proposal, seperti Donkey Kong, Galaga, dan Legend of Zelda.

Managing Director BANDAI NAMCO Entertainment, Naoki Katashima, mengaku optimis bahwa games terbaik buatan mereka mampu menghibur penumpang saat tren perjalanan kembali seperti sediakala.

“Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sangat mempengaruhi dan mengubah cara hidup kita. Saat dunia bersatu dalam mengatasi pandemi, BANDAI NAMCO Entertainment telah bermitra dengan Panasonic Avionics untuk menyediakan konten game kami yang diakui secara universal untuk dinikmati dalam penerbangan, dengan harapan akan datang masa dimana para traveler bebas untuk terbang kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Panasonic Avionics Corporation, Ken Sain, mengungkapkan di tengah pandemi Covid-19, industri games justru tumbuh dan jadi hiburan tersendiri bagi penikmatnya.

“Industri game adalah salah satu dari sedikit yang telah melihat pertumbuhan signifikan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini menunjukkan nilai yang diberikan konsumen global pada game dan kemampuan unik mereka untuk membawa pemain dalam petualangan digital dan menyediakan koneksi ke komunitas yang berbeda,” katanya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Baca juga: Cegah Corona, Panasonic Avionics Luncurkan In-Flight Entertainment Tanpa Sentuhan

Panasonic Avionics sendiri belum membeberkan maskapai mana saja yang akan menyediakan games favorit dan ikonik tahun 80-90an itu di layar IFE penumpang.

Hanya saja, saat ini, perusahaan tersebut tengah bermitra dengan 300an maskapai di seluruh dunia untuk solusi IFE pesawat, di antaranya Singapore Airlines, Turkish Airlines, Cathay Pacific, dan Delta Airlines. Lantas, apakah keempatnya akan menghadirkan games tersebut di layar IFE pesawat masing-masing? Menarik ditunggu.