Tips Kenalan “Ampuh” di Moda Transportasi, Intinya Tidak Boleh Dipaksakan!

Sumber: psychologytoday.com

Menghabiskan waktu selama perjalanan memang banyak caranya, dari mulai mendengarkan musik, tidur, hingga bermain game. Tidak sedikit juga para penumpang yang memilih untuk menonton film melalui ponsel untuk membunuh waktu. Namun, diantara kita pasti ada yang pernah tertarik untuk mengobrol dengan orang baru yang kebetulan berada dalam satu moda, terutama dengan lawan jenis. Entah itu hanya untuk teman ngobrol selama perjalanan saja, atau mungkin ada maksud lain di balik semua itu.

Baca Juga: Dilema Penyandang Disabilitas di Transportasi Publik

Jika Anda masih bingung bagaimana caranya untuk membuka sebuah obrolan dengan seseorang yang belum pernah Anda kenal sebelumnya, berikut KabarPenumpang.com akan membeberkan cara yang dapat Anda tiru, dilansir dari laman wikihow.com. Pertama, pastikan Anda rebut dulu perhatiannya dengan cara melakukan kontak mata, karena dengan cara seperti ini, kedua dari Anda akan saling menyadari keberadaan masing-masing.

Setelah itu, lemparkanlah senyum padanya. Senyum yang tulus akan membuat si calon lawan bicara menilai bahwa Anda merupakan pribadi yang hangat dan ramah. Selain itu, gesture juga akan mempengaruhi penilaian mereka terhadap Anda. Tunjukkanlah dengan cara duduk dengan posisi yang sopan, seperti tidak menyilangkan kaki, tidak membungkuk, serta perhatikan jarak antara Anda berdua, karena jarak yang terlalu dekat akan membuat ia merasa terancam.

Selain memperhatikan gerak-gerik Anda sendiri, perhatikan pula gesture mereka, apakah sekiranya ia mau diajak berbicara atau tidak. Jika tidak, janganlah dipaksakan karena akan membuat ia merasa risih dan semakin menutup diri. Jika semua langkah di atas sudah dilakukan, maka mulailah pembicaraan dengan pertanyaan basa-basi, seperti tanyakan tujuannya, dan lain-lain. Obrolan akan terus terjalin jika Anda tidak kehabisan ide dan tidak menyinggung privasi mereka.

Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Usahakan juga untuk tidak melontarkan pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban “iya” atau “tidak”, karena dengan begitu Anda dipaksa untuk mencari topik pembicaraan baru. Biasanya, kesamaan latar belakang akan memudahkan Anda berdua mencari topik pembicaraan, seperti kuliah di universitas yang sama, atau pernah bekerja di gedung yang sama, dan lain-lain. Tidak hanya itu, perhatikan pula pakaian yang ia gunakan, jika mereka menggunakan kaos band, Anda bisa memujinya dan memulai suatu topik pembahasan baru dengannya. Mudah bukan?

Tapi, kasus seperti ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan di Indonesia, karena kebanyakan orang akan berlaku defensive jika diajak bicara oleh orang yang sebelumnya belum pernah mereka kenal. Ini dilandaskan pada maraknya tindakan kriminal yang terjadi seperti hipnotis, membuat si calon lawan bicara Anda terkesan lebih menutup diri. Pada akhirnya, semua dikembalikan pada pribadi Anda sendiri. Namun satu yang patut digarisbawahi, janganlah terlalu memaksa jika ia sudah menunjukkan respon yang kurang mengenakkan, seperti menjawab seperlunya saja, atau bahkan hingga pindah tempat duduk.