Pesawat komersial kebanggaan Cina, COMAC C919, terus menunjukkan lompatan signifikan menuju kemandirian penuh rantai pasok (full supply-chain independence). Jet tempuh lorong tunggal (narrow-body) yang dirancang untuk menantang dominasi Boeing 737 MAX dan Airbus A320neo ini dilaporkan kian banyak mengadopsi komponen buatan dalam negeri.
Rangkaian uji coba dan penilaian ketat kini tengah berlangsung pada berbagai material pendukung lokal, mulai dari bahan pembersih khusus aviasi, komponen baut, cat pesawat, hingga material karet dan pelapis kedap (sealant). Langkah komprehensif ini menegaskan ambisi Beijing untuk melepaskan ketergantungan industri penerbangan sipilnya dari pemasok modal dan material asal Barat.
Sejak awal proyek C919 digulirkan, produsen negara Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) mencatatkan lonjakan lokalisasi yang sangat drastis. Jika pada awal pengembangannya tingkat komponen dalam negeri C919 hanya berkisar di angka 10 persen, saat ini tingkat kandungan lokal (localization rate) jet tersebut telah melesat hingga mencapai 60 sampai 65 persen. Sektor struktur badan pesawat (airframe) bahkan telah hampir sepenuhnya diproduksi oleh industri manufaktur domestik Cina, membuktikan kematangan teknologi struktur dan material komposit dalam negeri.
Kendati sebagian besar unit C919 yang beroperasi saat ini masih mengandalkan mesin impor LEAP-1C buatan konsorsium CFM International (AS-Perancis), Cina sudah menyiapkan mesin buatan lokal sebagai juru selamat utama, yakni CJ-1000A. Dikembangkan oleh Aero Engine Corporation of China (AECC), mesin turbofan CJ-1000A mengusung 91,4 persen komponen lokal berdasarkan jumlah suku cadangnya dan ditargetkan meraih sertifikasi kelaikan udara pada tahun 2027.
Di atas kertas, CJ-1000A memiliki bobot hingga 900 kg lebih ringan ketimbang LEAP-1C serta menawarkan rasio daya dorong terhadap berat (thrust-to-weight ratio) yang jauh lebih efisien, menjanjikan performa penerbangan yang lebih hemat bahan bakar bagi maskapai pengguna.
Keberhasilan peningkatan lokalisasi ini berjalan seiring dengan moncernya performa komersial C919 di pasar penerbangan domestik. Hingga 20 Juli 2026, COMAC mencatatkan total pengiriman sebanyak 42 unit C919 kepada berbagai maskapai penerbangan, sementara angka pesanan pasti (confirmed orders) yang berhasil dikantongi telah menembus sekitar 1.150 unit.
Dengan lokalisasi dari komponen terkecil hingga calon mesin utama yang kian solid, C919 tidak hanya siap menjadi tulang punggung penerbangan Cina, melainkan juga memperkuat posisinya sebagai pemain utama baru dalam peta industri aviasi global.
Penerbangan Internasional Reguler Perdana COMAC C919 Resmi Beroperasi ke Mongolia
