Di Masa Mendatang, Pesawat Bakal Tanpa Jendela! Layar OLED Jadi Gantinya

Seiring berjalannya waktu, teknologi di dalam kabin kian berkembang. Di masa lalu, butuh tirai untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam kabin melalui jendela pesawat. Namun, saat ini jendela pesawat tidak lagi perlu tirai karena kemunculan kaca elektrokromik.

Baca juga: Manjakan Mata Penumpang, LG Display Luncurkan Teknologi OLED di Kabin Pesawat

Meskipun belum semua maskapai atau pesawat dilengkapi dengan kaca elektrokromik, tetapi bukan tak mungkin kedepan seluruh pesawat yang dioperasikan maskapai dunia akan dilengkapi kaca model ini untuk kenyamanan penumpang.

Menariknya, belum juga itu terjadi, tren konsep penggunaan kaca atau layar Organic- Light Emitting Diode (OLED) kian meningkat.

Kehadirannya bukan hanya akan membuat penerbangan jauh lebih nyaman dan memanjakan mata penumpang, melainkan juga membuat jendela, baik itu jendela biasa ataupun jendela dengan kaca elektrokromik, menjadi usang. Bahkan, pesawat di masa mendatang bukan tak mungkin akan terbang tanpa jendela. Setidaknya, itulah menurut pandangan perusahaan pengusung layar OLED di kabin pesawat, Yasava.

Sayangnya, layar OLED hanya bisa dipasang di pesawat baru, bukan pesawat yang sudah ada. Foto: Yasava

“Di masa depan, jendela pesawat mungkin menjadi usang,” kata perusahaan yang berbasis di Lausanne, Swiss tersebut. Pada tahun 2018 lalu, Emirates juga pernah meramal bahwa di masa depan jendela di pesawat mungkin akan menghilang alias pesawat tidak lagi dilengkapi dengan jendela.

Menurut Yasava, seperti dikutip dari Daily Mail, layar OLED bisa diaplikasikan di bagian manapun di pesawat, utamanya di kabin penumpang. Tampilan pada layar OLED tersebut bisa berubah-ubah dalam sekejap seiring pergerakan pesawat. Tampilannya pun bisa berupa banyak pemandangan, entah itu hutan, langit, lanskap pengunungan, laut, dan lain sebagainya.

Tak cukup sampai di situ, layar OLED juga bisa disetting untuk memutar berbagai hal lainnya, seperti acara TV, film, dan banyak lagi.

Layar OLED bisa berubah seiring pergerakan pesawat, tergantungan settingan yang diinginkan maskapai. Foto: Yasava

Di berbagai kesempatan, pesawat yang sudah dilengkapi dengan OLED terbukti membuat penumpang takjub dan sangat ingin merasakan kembali sensai terbang seperti itu.

Sayangnya, bagi maskapai atau operator pesawat, itu bukan pilihan mudah. Layar OLED tidak bisa diaplikasikan pada pesawat bekas melainkan harus pada pesawat baru. Ini tentu jadi persolan baru untuk maskapai dan butuh riset lebih agar ketika mulai mengaplikasikan layar OLED di kabin pesawat penumpang betul-betul menikmatinya dan menghasilkan keuntungan finansial untuk maskapai.

Baca juga: AERQ Tawarkan Pendekatan Holistik untuk Digitalkan Kabin Pesawat

Lagi pula, saat ini, layar OLED -dalam hal ini proyek yang dikerjakan oleh Yasava- masih terbatas pada pesawat-pesawat jet bisnis, seperti Gulfstreams, Bombardier Global and Challenger, Dassault Falcons, Boeing Business Jets, dan Airbus Corporate Jets. Adapun untuk pesawat jet komersial, baik itu narrowbody maupun widebody, belum diketahui secara pasti kapan akan dimulai.

Selain bisa memanjakan penumpang lewat berbagai tampilan pada layar OLED di kabin utama, dari segi bobot pesawat disebut akan menjadi lebih ringan. Itu berarti, pesawat akan menjadi lebih hemat bahan bakar, lebih kuat, cepat, dan mampu terbang lebih tinggi dari biasanya.

KMP Kaldera Toba Lengkapi Transportasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Danau Toba menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan kini mulai dibenahi fasilitas serta akses transportasinya. Salah satu yang akan mengarungi Danau Toba adalah KMP Kaldera Toba yang akan dioperasikan di rute perintis Muara – Onan Runggu.

Baca juga: KMP Ihan Batak, Kapal Ferry Ro-Ro Mewah di Danau Toba

KMP Kaldera Toba sendiri sudah melakukan sea trial pada Desember 2020 kemarin dan direncanakan akan mulai mengarungi Danau Toba pada April 2021. Saat ini, perizinan operasionalnya tengah diurus. KMP Kaldera Toba akan dioperasikan ASDP di bawah koordinasi Cabang Sibolga

Menteri Koordinator Bidan Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan naiki Kaldera Toba tinjau fasilitas DPSP (PT ASDP Indonesia Ferry)

KMP Kaldera Toba merupakan kapal ferry RoRo yang berukuran 200 GT dengan kapasitas penumpang 152 orang dan 24 unit kendaraan campuran. Kapal ferry ini dibangun oleh PT Dok Bahari Nusantara, namun pembangunanya belum dipastikan dibuat di galang kapal di Medan atau di Cirebon seperti pembangunan KMP Ihan Batak yang sudah lebih dahulu mengarungi Danau Toba pada 2018 lalu.

Belum lama ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menaiki KMP Kaldera Toba untuk melakukan peninjauan infrastruktur terkait pembangunan Danau Toba. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, Luhut mengunjungi berbagai sejumlah lokasi untuk melihat perkembangan secara menyeluruh progres dan kesiapan pengembangan kawasan Toba sebagai salah satu DPSP yang menjadi fokus pemerintah.

Kunjungan pertamanya dimulai dengan site visit ke Dermaga Porsea untuk melihat progres pembangunan galangan kapal dan mengecek dua unit Bus Air yang akan segera beroperasi. Kemudian melakukan kunjungan ke Dermaga Balige dan Desa Wisata Lintong Ni Huta.

Selain itu Shelvy mengatakan, Luhut melakukan peninjauan ke Pantai Bebas Parapat untuk melihat penataan kawasan atraksi wisata yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Selanjutnya, Luhut juga melakukan kunjungan ke calon Creative Hub di Dolok Sipiak.

“Dalam kunjungannya kali ini, Menteri Luhut juga sempat menjajal KMP Kaldera Toba, menuju Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata sekaligus meninjau pembangunan yang ada. Kapal ini merupakan kapal penyeberangan kedua yang akan dioperasikan ASDP di kawasan Danau Toba,” tutur Shelvy melalui keterangan tertulis, Minggu (14/2/2021).

Kehadiran layanan ASDP dalam mendukung konektivitas dapat lebih meningkatkan kemajuan sektor pariwisata Danau Toba agar semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejak tahun 2018, ASDP hadir melayani lintasan Ajibata – Ambarita dengan mengoperasikan KMP Ihan Batak.

“Dengan adanya penambahan KMP Kaldera Toba diharapkan tidak hanya  memperlancar konektivitas antarpulau, tetapi juga meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan Danau Toba. Apalagi Danau Toba diarahkan menjadi destinasi pariwisata yang bertaraf internasional,” kata Shelvy.

Menteri Luhut mengatakan banyak potensi wisata di Toba yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat saja tetapi mampu menjadi daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

Baca juga: Di Balik Tragedi Danau Toba, Inilah Profil KM Sinar Bangun

“Diharapkan, kawasan pembangunan Danau Toba sebagai salah satu daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dapat segera rampung dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat,” katanya.

Inggris Hapuskan Toko Bebas Bea di Bandara, Maskapai AS Hapus Penjualannya Saat di Udara

Bebas bea menjadi salah satu hal yang paling menarik bagi pelancong internasional. Apalagi banyak negara yang menawarkan kesempatan pada pelancong untuk membeli barang tanpa harus membayar pajak. Seperti di Inggris Raya, pelancong dapat menghindari pajak pertambahan nilai (PPN) 20 persen untuk barang.

Baca juga: 80 Persen Toko F&B dan Outlet Ritel Kembali Dibuka di Bandara Changi

Caranya adalah pelancong meminta formulir bebas bea di perusahaan ritel yang menawarkan belanja bebas bea seperti Harrods di London. Sayangnya skema ini berakhir di Inggris Raya pada 1 Januari 2021 lalu, menyusul keputusan Kanselir Rishi Sunak untuk membatalkan skema tersebut.

Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (22/12/2020), hal ini membuat banyak yang takut bila Inggris tidak lagi menawarkan belanja bebas pajak pada pelancong internasional. Pelancong kaya dari Timur Tengah dan Cina akan mencoret London dari daftar mereka dan pergi ke Paris atau Milan sebagai gantinya.

Untuk diketahui, toko bebas bea lebih banyak ditemukan di sisi udara tepatnya di bandara. Toko bebas bea pertama di dunia dibuka di Bandara Shannon Irlandia pada 1947 oleh Brendan O’Regan. Konsep toko tersebut adalah menyediakan belanja bebas pajak bagi penumpang maskapai transatlantik yang biasanya bepergian antara Eropa dan Amerika Utara yang pesawatnya harus mendarat di Irlandia untuk mengisi bahan bakar.

Toko itu langsung sukses dan telah diikuti di bandara di seluruh dunia. Toko bebas bea di bandara bisa dikatakan cukup sukses dan maskapai melihat konsep ini kemudian menawarkan belanja bebas bea untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Dulu sebelum adanya WiFi dalam pesawat dan banyak film serta acara televisi untuk ditonton, penumpang tidak akan memiliki banyak hal selain menatap ke luar jendela, membaca majalah milik maskapai atau berbelanja dari katalog SkyMall.

Biasanya penjualan bebas bea di dalam pesawat ini dilakukan di sela waktu makan. Saat itu awak kabin awak kabin akan mengumumkan bahwa mereka akan datang melalui kabin dengan pilihan item bebas bea untuk dijual sambil menggembar-gemborkan satu item atau lainnya.

Maskapai menawarkan penghematan besar kepada konsumen ketika dibeli tanpa membayar pajak. Terkadang pajak atas produk berkualitas tinggi bisa mencapai 40 persen, tergantung negaranya.

Sebelum konektivitas dalam pesawat tiba dan orang-orang mulai menggunakan ponsel cerdas mereka untuk mengetahui waktu di dalam pesawat, pendapatan penjualan bebas bea lebih dari $3 miliar setahun. Selain maskapai bertarif rendah seperti Ryanair, easyJet, dan Jet2 yang sering melayani wisatawan, maskapai yang lebih besar mengabaikan penjualan bebas bea.

Baca juga: Tiga Maskapai Besar Ini Kompak Bebaskan “Change Fees” di Tengah Wabah Covid-19

Memiliki stok barang bebas bea untuk dijual kepada penumpang membutuhkan ruang untuk menyimpannya dan menambah bobot ekstra pada pesawat, sesuatu yang selalu ingin dikurangi oleh maskapai penerbangan. Tidak ada maskapai penerbangan utama AS yang sekarang menawarkan belanja bebas bea dan banyak maskapai penerbangan internasional juga mengikuti dengan menyingkirkan layanan yang telah melewati tanggal penjualannya.

Memahami Penyebab Mabuk Laut dan Cara Mengatasinya

Mabuk, bisa saja dirasakan oleh semua orang saat menggunakan transportasi darat, laut maupun udara. Dan salah satu yang lumayan sering dialami adalah mabuk laut ketika kita sedang berada di kapal, tak mesti kapal besar atau kapal kecil, mabuk laut dapat menerjang kapan dan dimana saja, menjadikan perjalanan yang seharusnya menyenangkan jadi terganggu.

Mabuk laut biasanya terjadi ketika badan, telinga dalam, dan mata kita mengirimkan sinyal yang berlainan pada otak. Karena sinyal yang dikirimkan berbeda, membuat otak mengalami kekacauan dan stimulasi visual menjadi keliru ketika melihat barang yang tak bergerak seakan seperti berayun-ayun.

Pada fase mabuk, akibat kehilangan keseimbangan dari perintah otak, seseorang akan merasa mengantuk, pusing, mual dan akhirnya muntah. Biasanya semua ini bisa terjadi karen tubuh seseorang belum benar-benar beradaptasi dengan situasi yang tiba-tiba seperti gejala tersebut. Ada beberapa hal yang membuat seseporang mabuk laut yakni seperti posisi duduk yang dipilih, kekenyangan ataupun perut kosong hingga sugesti.

Untuk menghindari semua itu, lebih baik memilih tempat duduk di bagian tengah kapal di bandingkan di depan atau paling belakang. Biasanya bagian depan atau belakang kapal akan terkena goncangan yang lebih kuat dibanding duduk di tengah. Untuk pengguna kapal laut atau transportasi laut lainnya, biasakan makan secukupnya jangan sampai terlalu kosong atau terlalu kekenyangan.

Sedangkan seseorang yang mabuk karena tersugesti karena orang disebelahnya mabuk dan muntah, lebih baik untuk berpindah duduk. Karena dengan melihat mimik seseorang yang mabuk dan mencium bau muntah akan membuat kita menjadi mual. Tak hanya itu, kita juga disarankan untuk tidak fokus pada benda yang diam seperti membaca buku, chatting, memakai teropong dan duduk di dekat mesin kapal. Sebaliknya disarankan untuk melihat garis yang berbentuk horisontal, ini bisa mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita berada di kapal yang sedang berayun di terpa gelombang air laut.

Bila seseorang mabuk, bila membawa obat anti mabuk segerakan diminum agar menghilangkan mual. Bila tidak membawa, kita bisa merendam kaki dengan air es ataupun memasang karet pada pergelangan tangan sembari tiduran. Selamat mencoba.

Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Anggapan orang tentang bandara sebagak tempat yang membosankan telah pupus seiring adopsi konsep airport city dan airport mall. Pasalnya, kenyamanan, kelengkapan dan fasilitas bandara kini telah dibuat setara atau bahkan melebihi dari mall yang ada di pusat kota sekalipun. Alhasil banyak bandara kini berperan ekstra sebagai lokasi wisata belanja dan hiburan.

Baca juga: Lima Bandara Ini Punya Jalur Kereta Terbaik

KabarPenumpang.com merangkum dari nationalpost.com (28/8/2017), ada sembilan bandara yang membuat Anda ingin berlama-lama. Sebab, biasanya di bandara ini memberikan fasilitas seperti bioskop, kolam renang, ruang seni dan musik, tempat golf, tur gratis keliling bandara dan hal lainnya yang bisa membuat Anda lupa bila ingin kembali ke negara asal.

1. Bandara Changi Singapura
Changi mendapat pengharagaan tertinggi dan menjadi alasan yang baik untuk dipilih menjadi tempat mengasyikkan. Bandara ini memiliki kolam renang di bagian atasnya dan ada jacuzzi yang berada di Aerotel Airport Transit Hotel. Biasanya pengunjung yang bukan tamu hotel akan dikenakan US$12. Tak hanya berenang, Anda juga bisa mengelilingi kebun yang memiliki banyak tema yang bisa ditemukan di beberapa konsevatorium seperti taman bar kaktus, taman bunga bakung, taman anggrek dan taman kupu-kupu. Adapula bioskop 24 jam, area hiburan dengan Xbox 360 dan Kinect, taman bermain anak seperti slide tertinggi di Singapura dengan tinggi empat lantai dan tempat spa. Biasanya untuk penumpang transit yang lebih dari lima setengah jam akan rela menggunakan fasilitas ini.

Slide dengan ketinggian empat lantai di Changi Singapore Airport

2. Bandara Internasional Hong Kong
Melengkapi dirinya dengan Imax 3D dan 2D di Terminal 2 dengan daya tampung hingga 350 orang, ini menjadi teater terbesar di Hong Kong. Pegolf berada di GreenAir yang menawarkan permainan dengan 18 lubang. HKIA sendiri dilengkapi dengan “Dream Come True Education Park” untuk tempat anak-anak belajar pekerjaan profesional seperti dokter, pilot dan polisi. Disini anak-anak bisa menjadi pekerja profesionalnya dengan menggunakan seragam masing-masing profesi. Selama masa transit, Anda bisa berjalan-jalan di kebun mini, bagi pengunjung perempuan bisa merasakan fasilitas salon manikur, pedikur dan potong rambut hingga mandi. Untuk penyuka benda-benda langit, ada teropong di dek langit luar untuk melihat pesawat saat lepas landas atau mendarat. Bandara ini memiliki ratusan toko dengan merek terkenal dan pilihan restoran dengan berbagai makanan.

3. Bandara Internasional Incheon
Ice skating, bisokop, berbagai taman, area untuk tidur siang, driving range, lapangan golf dan binatu hadir di bandara Korea Selatan ini. Di Incheon juga menampilkan pertunjukkan lagu, tarian, konser musikal dan proses sejarah untuk menghormati keluarga kerajaan Dinasti Joseon yang pernah memerintah Korea. Wiasatawan juga bisa membuat souvenir unuk dibawa pengunjung. Bandara ini juga di lengkapi dengan rumah sakit dan klinik gigi.

4. Bandara Munich
Bandara yang ada di Jerman ini, saat Oktober fest bisa mengumpulkan banyak pengunjung. Apalagi kota Munich terkenal dengan tempat pembuatan bir nya. Airbräu adalah restoran dan taman bir yang menyajikan bir buatan mereka sendiri. Wisata pembuatan bir bisa terjadi bila ada permintaan. Bila Anda datang pada waktu yang tepat, biasanya akan merasakan hiburan langsung dan bisa melihat langsung pesawat lepas landas dan mendarat di sudut tertentu bandara ini. Ada pula teras dan dek observasi serta Visitor’s Park dengan memberikan tampilan taman bermain, lapangan golfm simulator penerbangan, dan pameran interaktif.

5. Bandara Amsterdam Schipol
Memiliki perpustakaan permanen pertama di dunia ini, membantu pengunjung untuk mengakses buku-buku yang dimiliki. Koleksi perpustakaan ini ada 1200 buku, dilengkapi dengan iPads yang penuh dengan musik. Bandara ini juga memiliki ruang pameran seni dan budaya mini. Selama berada di terminal, Anda bisa menemukan taman indoor dengan kicauan burung pipit, ruang hijau, kursi santai. Dilengkapi dengan lounge yang memberikan jaringan internet dan komputer desktop yang bisa digunakan dengan biaya tambahan. Toko souvenir, pakaian pria Belanda Suitsupply, restoran, pusat meditas dan penjual bunga tulip. Bandara ini bisa ditempuh sekitar 20 menit dari kota dengan kereta api.

Amsterdam Schipol Airport

6. Bandara Internasional Vancouver
Selain karya seni yang dipajang di bandara, Vancouver juga memiliki aquarium yang berisikan lebih dari 5000 makhluk laut. Bandara Kanada ini memiliki tempat berolahraga dan berenang tepatnya di Fairmont Vanccouver Airport Health Club.

Aquarium dengan isi 5000 mahkluk laut di Bandara Vancouver

7. Bandara Internasional Portland
Memberikan suasana nyama dengan bioskop yang hanya berisi 17 kursi. Ada juga buku-buku yang bisa di baca di Powell’s Book dan pertunjukkan musik live. Bandara ini juga menyediakan gerai makanan lokal dan minuman termasuk kopi Stumptown Roasters dan toko Made in Oregon.

8. Bandara Internasional San Francisco
Bandara SFO memiliki dua studio yoga, pilahan tur dengan pemandu yang bisa Anda pilih sendiri, ruang meditasi, area bermain anak, perpustakaan dan museum. Ada bar anggur dengan berbagai pilihan dengan botol yang bisa Anda bawa pulang.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

9. Bandara Internasional Chicago O’Hare
Berbagai restoran ada di ORD, koktail dan gastroupun, pecinta tortas dan margarita juga bisa menuju Tortas Frontera. Pelancong yang ingin merasakan masakan Chicago bisa mampir di Garrett Popcorn untuk mendapatkan campuran keju dan karamel.

KRL BN-Holec Pernah Beroperasi Sebagai “Prameks,” Ternyata Sering Bermasalah

Mengingat kembali masa perjuangan Prambanan Ekspres (Prameks) yang kerap kali berganti kereta ketika beroperasi. Ada berbagai kereta seperti kereta rel diesel (KRD), rangkaian kereta yang ditarik lokomotif hingga kereta rel diesel elektrik (KRDE) pernah beroperasi menjadi Prambanan Ekspres.

Baca juga: KA Prameks (Prambanan Ekspres) Berhenti Operasi, Ini Dia Sejarahnya

Salah satu yang menarik dan digunakan sampai akhir adalah KRDE yang dikenal sebagai KRL BN-Holec. KRL BN-Holec merupakan kereta listrik non-AC buatan Indonesia yang bukan hanya melintas Yogyakarta menuju ke Kutoharjo tetapi ternyata juga pernah digunakan di lintas KRL Jabodetabek.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, KRL BN-Holec diproduksi oleh PT INKA yang bekerja sama dengan La Brugeoise et Nivelles (BN)-Bombardier serta Brush HMA (HOLEC) Ridderkerk.NV. Pada masa beroperasinya, KRL yang satu ini seringkali bermasalah, meski begitu BN-Holec memiliki teknologi penggerak Variable Voltage Variable requency–Thyristor Gate Turn-Off (VVVF-GTO) serta penggerak traksi tipe: DMKT 52/24.

BN-Holec sendiri dibangun dalam tujuh generasi dengan pembuatan dimulai tahun 1994, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000 dan terakhir 2001. KRL BN-Holec dibangun setelah PT INKA mendapat pesanan KRL dari Departemen Perhubungan Indonesia. Dari awal beroperasi, KRL BN-Holec sudah menjadi kereta kelas ekonomi (KL3) meski sebagian rangkaian keluaran tahun 1994 ada yang dioperasikan sebagai kereta kelas bisnis.

Dari semua rangkaian KRL ekonomi yang ada, BN-Holec menjadi yang sulit dirawat karena selain masalah suku cadang yang langka, KRL ini sering mogok akibat kelebihan beban atau overload. Selain non-AC, KRL BN-Holec juga hadir dengan yang AC dan dioperasikan di lintas Jabodetabek. KRL yang juga diproduksi PT INKA ini merupakan refurbishment dari KRL BN-Holec non-AC.

Meskipun tidak lagi mengusung komponen dari BN-Bombardier dan Holec Ridderkerk, KRL ini tetap disebut sebagai KRL Holec AC. Karena beberapa masalah teknis, KRL ini dan KRL KfW sempat ditarik ke PT INKA untuk diperbaiki, tetapi untuk KRL BN-Holec AC, rangkaiannya sudah diletakkan di PT INKA layaknya KRL lain yang afkir di Stasiun Cikaum alias sudah diletakkan ditanah, bedanya hanya bogie yang masih terpasang disetiap rangkaiannya.

Untuk diketahui, KRL ini awalnya menggunakan warna biru pada livery dengan bagian bulat yang mengelilingi kaca depan dicat warna hitam. Pada KRL BN-Holec yang diproduksi kurang lebih tahun 1996 keatas, garis di bodi samping KRL sudah ada berwarna merah-putih-biru, yang menandakan bahwa KRL ini adalah kelas ekonomi (KL3).

Sejak KRL ini turun kelas menjadi kelas ekonomi (KL3), livery biru ini tetap dipertahankan namun dengan garis di bodi samping KRL berwarna merah-putih-biru pada seluruh armada KRL Holec yang ada. Terdapat logo Perumka di antara pintu kabin masinis dan pintu penumpang paling depan sejak awal hingga akhir KRL ini beroperasi, dan logo Kemenhub di bagian depan sampai perubahan livery menjadi merah-kuning.

Baca juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket

Pasca pemeliharaan akhir, wajah KRL dicat dengan warna orange dan bagian bulat yang mengelilingi kaca depan dicat warna putih. Garis di body samping KRL berwarna orange-kuning, agar semakin terlihat bahwa KRL ini adalah kelas ekonomi. Livery ini bertahan lama, dan ang merupakan livery terakhir hingga akhir masa dinasnya.

 

Habiskan Rp10 Juta, Pria Asal Malaysia Ubah Daihatsu Hijet S85 Jadi Campervan

Mobil van saat ini banyak yang diubah bagian dalamnya dan digunakan sebagai campervan atau mobil camping. Biasanya di Bali atau beberapa daerah di Indonesia ada yang menyewakan campervan ini untuk pelancong yang ingin menikmati alam tetapi tidak mau repot mendirikan tenda.

Baca juga: Butuh Kabin Mobil Tambahan untuk Piknik? Kabin Pop-Up CARSULE Mungkin Bisa Jadi Solusi

Nah, seorang pria bernama Mohd Asri Mohd Nawawi, mengubah mobil mini van Daihatsu Hijet S85 hijaunya. Dulunya mobil milik Asri digunakan untuk menjual barang di pasar malam dan kini menjadi campervan. Dilansir KabarPenumpang.com dari nst.com.my (7/2/2021), Pria asal Kroh, Perak, Malaysia ini mengatakan membangun campervannya dari nol setelah mempelajari trik dari YouTube.

Bagian dalam campervan Mohd Asri Mohd Nawawi

“Saya suka menonton orang-orang di negara lain membuat konversi campervan di YouTube. Ini menginspirasi saya untuk membuatnya, tetapi harus sesuai dengan kondisi kehidupan kita. Ketika saya membeli van ini secara online di Kajang pada bulan November, van itu kosong dan mesin serta pintunya harus diperbaiki sebelum dapat dibawa kembali ke Perak,” ujar Asri.

Tak hanya mengubah mini van miliknya, dia pun membuat video berjul “CamperHijet” yang dibagikan di Aceyie Channel di YouTube untuk memberikan semangat dan ide kepada para pecinta campervan serta mengenalkannya sebagai hobi kepada orang lain.

“Saya menikmati pertukangan, meskipun saya tidak memiliki pengalaman di dalamnya. Tergantung bujet Anda, pemakaiannya dan seberapa nyaman yang Anda inginkan,” ujar Asri yang berprofesi sebagai pemandu wisata di Pulau Perhentian, Terengganu sejak 2014.

Pria berambut gondrong ini mengaku, campervan miliknya dibangun dengan menghabiskan dana senilai RM3.000 atau sekitar Rp10,3 juta. Campervan miliknya ini seperti rumah mobil karena memiliki ruang santai, tempat tidur, lemari, tirai, kipas ventilasi, sistem tenaga surya untuk menghasilkan listrik dan penyimpanan kargo di atap.

Asri mengatkan, bagian belakang campervan miliknya dilengkapi dengan lantai kayu lapis dan kursi penumpang belakang yang portabel.

“Saya lebih suka layout yang simpel dan rapi karena saya suka traveling solo. Tapi, van ini bisa menampung dua orang,” katanya.

Baca juga: Damri Camper Site Resort, Hotel Unik dari Bus Tua

Asri mengaku, membutuhkan waktu selama enam minggu untuk memodifikasi van miliknya tersebut. Dia mengatakan, bermaksud melakukan perjalanan sendirian ke seluruh negeri dengan campervannya. Untuk diketahui, Daihatsu Hijet s85 merupakan generasi ketujuh Hijet.

Kedapatan Tertidur Saat Kemudikan Kereta, Penumpang Videokan Masinis Jepang

Jepang dikenal dengan kebersihan, efisien dan keamanannya. Namun kenyataannya tidak selalu seperti itu. Sebab baru-baru ini di jalur kereta api Tokyo seorang masinis ketahuan tidur oleh penumpangnya. Saat itu ada 700 penumpang di dalam kereta yang dikemudikan masinis tersebut.

Baca juga: Gawat! Pilot Ini Tertidur Setelah Lepas Landas

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (10/2/2021), masinis itu diketahui tidur tepat sebelum jam satu siang pada 9 Februari, ketika seorang penumpang yang turun di Stasiun Ikebukuro melihatnya tertidur diruang kemudi. Insiden ini dilihat secara langsung oleh penumpang kereta api Seibu itu dan merekamnya dalam kereta semi-ekspres di Jalur Seibu Ikebukuro tersebut.

Karena hal ini, masinis tersebut kemudian diinterogasi oleh staf perusahaan. Masinis berusia dua puluhan tersebut mengaku tertidur beberapa kali selama sekitar 17 menit. Dia mengatakan tertidur diantara pukul 12.35 hingga 12.52 di mana kereta itu dari Stasiun Hoya menuju ke Stasiun Ikebukuro di Tokyo.

Insiden ini kemduian membuat Seibu Railway yang mengatakan, suara peringatan terdengar di dalam ruang kemudi setiap kereta mendekati stasiun perhentian dan masinis mengoperasikan kereta dengan baik di tiga stasiun di sepanjang jalur dari Hoya ke Ikebukuro tanpa masalah. Sehingga bisa diktakan tidak ada dampak negatif pada operasional kereta tersebut selama masinis tertidur. Namun, perkataan Seibu Railway tetap tidak cukup menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang menggunakan kereta.

“Ini menakutkan. Sekarang saya akan bertanya-tanya apa yang dilakukan pengemudi saat saya naik kereta besok. Dengan 700 orang di dalamnya? Itu terlalu berbahaya. Masinis memiliki peran terpenting dalam tim, jadi saya berharap perusahaan memberi mereka istirahat yang cukup. Penumpang seharusnya menjadi satu-satunya yang tertidur di kereta, bukan supirnya! Beberapa orang mudah mengantuk karena gerakan kereta yang bergoyang, jadi saya harap mereka mengawasi pengemudinya untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” seruan dari masyarakat pengguna kereta.

Seibu Railway mengeluarkan permintaan maaf atas insiden tersebut kemarin, mengatakan mereka telah menegur pengemudi secara lisan, dan mengeluarkan panduan ketat tentang “bobot tanggung jawab dalam menjaga kehidupan pelanggan”. Meskipun mereka tidak menyebutkan apakah pengemudi akan diizinkan untuk terus memikul tanggung jawab tersebut di kontrol kereta Seibu Railway di masa mendatang, perusahaan meyakinkan kami bahwa mereka telah mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk memastikan insiden ini tidak terjadi lagi.

Baca juga: Dalam Bahasa Ceko, ‘SMRT’ Ternyata Punya Arti ‘Kematian’

“Semoga ini tidak terjadi lagi, karena pengemudi yang tertidur jauh lebih serius daripada pengemudi yang menyesap air di sela-sela perhentian kereta,“ ujar Seibu Railway.

KA Prameks (Prambanan Ekspres) Berhenti Operasi, Ini Dia Sejarahnya

Berhenti beroperasi selamanya membuat para pengguna kereta Prambanan Ekspres atau sering disebut Prameks cukup kehilangan dan sedih. Namun meski begitu kereta Prameks sudah digantikan oleh kereta rel listrik atau KRL yang kini melintas di Yogyakarta menuju ke Solo sehingga mengobati kesedihan pengguna Prameks.

Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

KabarPenumpang.com merangklum berbagai laman sumber, kereta Prameks sendiri pertama kali beroperasi pada 27 tahun lalu atau tepatnya tahun 1994. Kereta ini menempuh jarak sekitar 64 kilometer dan beroperasi menggunakan kereta rel diesel atau KRD.

Kereta ini melayani relasi Yogyakarta menuju ke Kutoarjo. Sejarah hingga adanya kereta Prameks adalah layanan kereta api komuter lintas Yogyakarta menuju Surakarta sudah ada sejak 1963 dengan nama Kuda Putih. Ini adalah KRD pertama di Indonesia dan pengoperasiannya dihentikan tahun 1980 karena kurangnya suku cadang.

Kemudian lahirlah Prameks yang menggunakan rangkaian kereta yang ditarik lokomotif (1994–1998). Tepatnya pada 20 Mei 1994 Prameks lintas Surakarta–Yogyakarta pertama kali beroperasi dengan menggunakan empat kereta bisnis.

Di mana saat itu menggunakan rangkaian kereta Senja Utama Solo yang beroperasi pada malam hari dan ditarik lokomotif diesel dengan tarif Rp2000. Bahkan Prameks yang ditarik lokomotif ini pernah ditambah satu rangkaian kelas eksekutif dengan tarif perjalanan Rp5000.

Penggunaan lokomotif pada Prameks hingga tahun 1998 dan saat itu juga diganti menggunakan KRD karena permintaan pelanggan sehingga PT KAI menambah jumlah perjalanan Prameks menjadi lima kali pergi dan pulang dalam sehari. Adanya penggantian rangkaian menjadi KRD dengan seri MCW 302 setelah dilakukan peningkatan daya mesin dari PT INKA.

Sayangnya KRD tersebut dianggap uzur karena buatan tahun 1980-an dan Prameks sering mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam perjalanannya. Karena hal itu, PT KAI menambah satu rangkaian Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) prototipe pertama dari PT INKA pada 1 Maret 2006 yang merupakan hasil perbaikan dari KRL BN-Holec (La Brugeoise et Nivelles (BN), Holland Electric Ridderkerk, dan PT INKA) dengan mengganti mesin listrik menjadi mesin diesel.

Tahun 2007 rute perjalanan beberapa Prameks diperpanjang hingga Kutoarjo seiring pengoperasian jalur ganda lintas Yogyakarta–Kutoarjo pada 29 September 2007. Dengan bertambahnya lima rangkaian KRDE yang diluncurkan pada 16 Februari 2008, jumlah perjalanan kereta api Prambanan Ekspres lintas Surakarta–Yogyakarta ditingkatkan menjadi sepuluh kali perjalanan pulang-pergi, sedangkan untuk lintas Surakarta–Kutoarjo ditingkatkan menjadi empat kali perjalanan pulang-pergi.

Sebelum berhenti beroperasi, Prameks pada Oktober 2020 pengoperasiannya yang sebelumnya dikelola PT KAI beralih ke PT KCI setelah mendapat surat izin pengoperasian dari Kementerian Perhubungan pada 3 Juni 2020. Saat itu pun, penumpang Prameks mulai dikenalkan dengan pembayaran tapping kartu uang elektronik dari bank maupun kartu multi trip milik PT KCI.

Baca juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket

Hingga akhirnya per 10 Februari 2021, setelah dilakukan elektrifikasi di jalur kereta api lintas Surakarta–Yogyakarta, pengoperasian kereta api Prambanan Ekspres digantikan dengan KRL.

Boeing 777 KLM “Orange Pride” Mangkrak di Beijing Sejak Awal Tahun Baru

0

Sebuah pesawat Boeing 777-300ER milik maskapai KLM dengan livery ‘Orange Pride’ diwartakan mengkrak lumayan lama di Bandara Beijing. Tepatnya sejak awal tahun, pesawat dengan cat oranye dan biru dengan nomer registrasi PH-BVA itu sudah tidak terbang dan seolah ‘terdampar’ nun jauh dari negara asalnya.

Baca juga: Robot Katering Mudahakan Pelayanan Udara KLM

Tentu yang menjadi fokus perhatian, mengapa pesawat itu belum juga mendapat perbaikan untuk segera diterbangkan ke Belanda? Mengutip dari simpleflying.com, disebutkan bahwa kerusakan mesin yang menjadikan pesawat twin jet ini mendapatkan masalah hingga belum bisa diterbangkan. Dikisahkan pada malam pergantian tahun baru (31/12/2020), pesawat dengan muatan kargo penuh ini sedang dalam penerbangan rutin Shanghai – Amsterdam.

Namun, saat pesawat sedang berada di wilayah tenggara Rusia, pesawat mengalami kerusakan mesin sebelah kiri. Walaupun kerusakan mesin bukan perkara ringan, Boeing 777 yang mengudara dengan satu mesin itu lebih memilih untuk terbang kembali Cina, yaitu dengan mendarat di Beijing, ketimbang meminta pendaratan darurat di Rusia. Alhasil dengan satu mesin, pesawat akhirnya bisa mencapai Beijing dengan waktu tiga setengah jam setelah proses divert.

Pada saat dilakukan pemeriksaan di darat, bagian pemeliharaan menemukan serpihan logam di detektor chip magnet mesin. Itu jelas menunjukkan masalah yang signifikan, yang membutuhkan mesin pengganti untuk dipasang. Umumnya, penggantian mesin dapat dikirim dalam hitungan hari saja.

Menurut pelaporan di Aviation Herald, mesin pengganti Boeing telah diterbangkan ke Beijing pada 11 Januari. Sumber lain dari Luchvaart Nieuws menyebut, karena tidak ada mesin pengganti yang tersedia di Beijing, penggantian tersebut dipindahkan sebagian dengan pesawat kargo.

Blog Virgin Atlantic menyatakan bahwa, dari proses awal hingga akhir, proses penggantian mesin jet dapat memakan waktu hingga 24 jam. Bahkan jika itu dibagi hanya pada siang hari saja, maka maksimal tiga hari yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan penggantian mesin.

Namun, ada banyak faktor yang rupanya menghambat upaya perbaikan pesawat ini, jawabannya tentu terkait pandemi. Karena pembatasan masuk yang ketat di Cina, aka teknisi KLM tidak dapat bepergian bersama dengan mesin pengganti agar sesuai dengan pesawat. Jika mereka melakukannya, para teknisi akan diminta untuk menghabiskan 10 hari di karantina sebelum dapat mulai bekerja.

Baca juga: ETOPS – Sertifikasi Darurat Pesawat Twin Engine Agar Layak Mengudara dengan Satu Mesin

Karena alasan di atas, KLM terpaksa mengontrak pekerjaan tersebut ke penyedia jasa lokal. Diputuskan untuk menandatangani kontrak dengan penyedia resmi setempat. Ini adalah perusahaan bersertifikat (dengan hanggar) yang didukung oleh staf teknis KLM E&M lokal dan juga menerima dukungan dari pakar KLM E&M Schiphol. Saat ini, tidak diketahui kapan perbaikan akan selesai atau kapan Orange Pride akan kembali ke Belanda.