Perang dengan Rusia, Proyek Kereta Cepat Lviv-Kharkiv Ukraina Sirna?

Presiden Vladimir Putin resmi menyatakan perang dengan Ukraina. Laporan terbaru juga menyebut telah terjadi serangan di beberapa kota Ukraina. Bahkan, upaya Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menghubungi Putin agar perang terhindar juga gagal.

Baca juga: Inilah Bandara Boryspil, Bandara Terbesar di Ukraina Peninggalan Uni Soviet

Meski perang Ukraina-Rusia atau lebih tepatnya invasi Rusia ke Ukraina baru dimulai, namun, ada kekhawatiran berbagai proyek strategis Ukraina bakal porak-poranda.

Terlebih, Putin memang disebut tak sekedar berniat mengambil apa yang disebut ‘tanah Rusia di masa lalu’ dari Ukraina, melainkan lebih dari itu, membuat Ukraina negara gagal. Di antara proyek strategis nasional Ukraina yang terancam gagal karena perang adalah proyek kereta cepat Lviv-Kharkiv sejauh 1.000-an kilometer.

Dilansir Kyivpost, Menteri Infrastruktur, Vladyslav Krikliy, mengumumkan pada awal tahun lalu bahwa proyek kereta cepat Lviv-Kharkiv itu adalah bagian dari jaringan kereta cepat di seantero Ukraina sejauh 2.000 km.

Bila proyek ini selesai, perjalanan antara dua kota di barat dan timur Ukraina itu hanya memakan waktu perjalanan sekitar tiga atau empat jam dengan rata-rata kecepatan 250 km per jam, jauh berbanding yang ada saat ini mencapai 14 jam menggunakan kereta api berkecepatan rata-rata 160 km per jam atau 16 jam lebih jika menggunakan mobil via tol.

Dalam merealisasikan hal itu, langkah pertamanya adalah membuat jaringan kereta berkecepatan tinggi dari Polandia ke Stasiun Sknyliv Lviv barat, dekat bandara Lviv. Ini akan menjadi hub utama perjalanan kereta cepat dari dan ke Polandia yang sebelumnya terhalang perbedaan besaran rel antara Eropa dan Ukraina.

Proyek senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp14 triliun itu merupakan bagian dari ambisi pemimpin Ukraina dalam menghadirkan 39 kereta berkecepatan tinggi yang membawa lima juta penumpang per tahun pada tahun 2030 mendatang.

“Proyek ini benar-benar realistis untuk Ukraina,” kata Oleg Zhuravlov, wakil ketua dewan pengawas Ukrzaliznytsia. “Tapi bukan tanpa pembiayaan dari negara dan investasi internasional,” tambahnya.

Menariknya, pembangunan jaringan kereta cepat ini disebut-sebut sebagai solusi mencegah terjadinya perang, khususnya di wilayah Donetsk. Jika kota Donetsk terhubung jaringan kereta cepat dengan Lviv, itu akan membuat komunikasi antar kedua kota itu lebih tinggi dan separatisme di sana juga akan menurun seiring waktu.

Sebetulnya, sejak tahun 2012 dan 2014 lalu, Ukraina sudah mempunyai kereta cepat produski Hyundai dan Kryukiv Trains, perusahaan dalam negeri, yang melayani tiga kota. Namun, Itu dinilai belum cukup untuk menghubungkan barat dan timur, selatan dan utara Ukraina dengan cepat.

Baca juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

Setelah diumumkan pada awal tahun 2021 lalu, belum ada kelanjutan apapun meski di tahun yang sama sudah dicanangkan konstruksi kereta cepat Lviv-Kharkiv bakal dimulai.Dengan adanya perang Rusia-Ukraina, yang notabene akan menimbulkan banyak kehancuran dan mau tak mau mengeluarkan banyak uang untuk beli senjata dan recovery, apakah proyek kereta cepat ini bakal sirna?

Ramah Diasabilitas, Indian Railways Hadirkan POD Hotel Pertama di Mumbai Center

Banyak hotel dan tempat penginapan yang saat ini harus menutup diri atau menurunkan harga pasaran mereka. Ini karena pandemi yang masih terus berlangsung dan banyak negara yang masih menutup diri mereka dari pelancong baik luar negeri maupun dalam negeri sendiri.

Baca juga: Pod Otonom: Upaya Greenwich Kurangi Tingkat Polusi

POD Hotel terdiri dari total inventaris Pod sebanyak 48. Foto: financialexpress.com

Namun, di India justru ada sebuah POD Hotel yang dibuka dan menjadi yang pertama dibuka oleh Indian Railways di Mumbai Center. Kehadirannya sendiri untuk memudahkan pelancong, pebisnis atau mereka yang hanya sekedar mampir ke Mumbai dan membutuhkan tempat istirahat.

KabarPenumpang.com melansir dari laman financialexpress.com (18/2/2022), POD Hotel ini bukan hanya sebuah ruang yang hanya berisikan tempat tidur, tetapi Indian Railways ingin memberikan kemudahan kenyamanan selama menginap. POD Hotel ini diresmikan oleh Menteri Persatuan Negara Bagian Perkeretaapian, Batubara & Pertambangan India, Raosaheb Dadarao Patil Danve.

POD Hotel ini memiliki 48 pod atau kamar yang terdiri dari tiga kategori berbeda. Ada 30 pod klasik, tujuh pod khusus wanita dan sepuluh pod pribadi serta satu pod untuk penyandang disabilitas. Menurut Central Railways, satu tamu bisa menggunakan pod klasik dan pod khusus wanita.

Uniknya pada sepuluh pod pribadi atau private dilengkapi ruang pribadi di dalam kamarnya. Sedangkan kamar khusus penyandang disabilitas, memudahkan mereka yang menggunakan kursi roda bergerak secara bebas. Bahkan fasilitas yang ada di POD Hotel ini bisa digunakan para pelancong dengan harga yang relatif murah.

Penasaran apa saja fasilitasnya? POD Hotel memberikan layanan WiFi gratis, penggunaan Pusat Bisnis gratis, resepsionis 24 jam, loker gratis, papan setrika, sabun dan sampo gratis, fasilitas bagasi kiri serta fasilitas lainnya. Selain POD Hotel yang baru, Menteri Persatuan juga meresmikan dan mendedikasikan kepada negara beberapa proyek termasuk Kantor Pengaduan Umum Perkeretaapian di Churchgate, Rekonstruksi Jembatan Frere Road Over, Sistem Pengawasan Terpadu pada jaringan kereta api Suburban Mumbai.

Baca juga: Naik Bus dengan Pod Tidur di Jepang Lebih Murah daripada Naik Shinkansen

Selain itu juga ada Jembatan Foot Over, Eskalator dan Lift di Bagian rel pinggiran kota, Home Platform di Ambernath serta stasiun kereta api Kopar, restoran pelatih di Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus (CSMT), Blok Toilet di stasiun kereta GTB Nagar, Borivali dan Lokmanya Tilak Terminus.

Bantu Pembangunan Double Track Bogor – Cicurug, Kereta Mekanik Dioperasikan

Stasiun Bogor Paledang sampai dengan Stasiun Cicurug masih tahap pembangunan jalur ganda (Double Track). Pembangunan sepanjang 26 kilometer ini akan dipasangi jalur ganda dengan tipe rel yang lebih besar.

Baca juga: KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic

Stasiun yang dilpasangi jalur ganda dimulai dari Stasiun Bogor Paledang, Stasiun Batu Tulis, Stasiun Ciomas, Stasiun Maseng, Stasiun Cigombong, dan berakhir di Stasiun Cicurug. Rel yamg sudah diganti atau di-upgrade ini akan memudahkan kereta api melintas dengan berat muat tiap rangkaiannya yang lebih besar. Karena jalur kereta api yang dibuat jalur ganda merupakan jalur yang titik rawan bencana alam.

Selain rel kereta api yang diganti dengan tipe yang lebih besar, ke-6 stasiun yang dilewati pun turut memiliki bangunan baru terutama dibagian peron dan atap peron itu sendiri, hanya saja bangunan stasiun yang merupakan cagar budaya Kereta Api Indonesia tidak dirombak.

Sistem persinyalan pun hingga saat ini masih terlihat menggunakan sistem mekanik, tapi sebagian stasiun sudah diganti menjadi elektrik seperti di Stasiun Bogor Paledang dan Stasiun Batu Tulis.

Kereta api yang melintas di jalur Bogor Paledang – Cicurug – Sukabumi hanya satu rangkaian saja, yaitu Kereta Api Pangrango. Kereta api ini terdiri dari 1 kelas eksekutif dan 4 kelas ekonomi. Informasi yang beredar jika jalur ganda sudah selesai pengerjaannya, kereta api yang melintas di jalur ini akan ditambah, yaitu rangkaian Kereta Api Pangramgo 2 dan beberapa kereta angkutan barang termasuk kereta api angkutan air mineral.

Pantauan kabarpenumpang.com, Rabu (23/2) saat menjelajah dari Stasiun Bogor Paledang hingga kawasan Batu Tulis jalur ganda sudah cukup rapi dibangun. Hanya saja beberapa titik kilometer masih terlihat rel bengkok yang belum dirapikan. Untuk merapikan rel yang masih bengkok dijalur yang lurus dan juga balas yang masih belum dipadatkan, pihak dari PT KAI menerjunkan satu set rangkaian kereta mekanik.

Dalam istilah perkeretaapian khususnya kereta mekanik, rangkaian ini berfungsi untuk memecok batu balas dan juga merapikan rel yang sedikit bengkok di rel yang lurus ataupun mengangkat rel agar taburan batu balas bisa memadatkan rel kereta api.

Si kuning kereta mekanik dengan nomor SR 3 14 06 ini memiliki panjang 18.430 mm dan mampu lari dalam kecepatan maksimal 45 kilometer per jam. Kereta dengan produsen Plesser dan Theurer ini pun dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan mempunyai nama sarana MTT Unimat Compact 08-275/3S.

Baca juga: Anggarkan Rp1,1 Triliun, Pemerintah Canangkan Jalur Rel Ganda Bogor-Sukabumi-Bandung

Kereta mekanik ini sudah berada di jalur Bogor – Batu Tulis sudah ada beberapa hari yang lalu guna memperbaiki rel dan memadatkan batu balas. Saat melakukan pemecokan dibutuhkan waktu setengah hingga satu jam tergantung dari berapa kilometer yang akan dikerjakan oleh kereta mekanik ini.

Saat ini kereta mekanik tersebut masih melakukan pengerjaannya di kilometer 3 dan 4 antara Stasiun Bogor Paledang hingga Stasiun Batu Tulis. Setelah pengerjaan selesai oleh kereta mekanik ini, rencana akan lewati kereta inspeksi lori dressin yang mengangkut rombongan dari Direktorat Jenderal Perkeretapian dan PT KAI untuk peninjauan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

 

Mengenal James McDonnell, Eks Karyawan Glenn L. Martin yang Sukses Dirikan McDonnell Aircraft Corporation

Selain Wright bersaudara, Amerika Serikat (AS) mempunyai segudang tokoh penerbangan lain, salah satunya James Smith McDonnell. Meskipun impiannya mendirikan perusahaan penerbangan sempat suram, mulai dari nol lagi sebagai pekerja hingga dipercaya menjadi chief engineer Glenn L. Martin Aircraft Company, ia akhrinya mendirikan perusahaan McDonnell Aircraft Corporation dan sukses.

Baca juga: Sejarah Merger Boeing dengan McDonnell Douglas, Sempat Ditentang Eropa sampai Presiden AS Turun Tangan

Dilansir Simple Flying, McDonnell lahir di Denver, Colorado, pada 9 April 1899, dan dibesarkan di Little Rock, Arkansas, AS. Setelah ditugaskan di Perang Dunia I, ia lulus dari prodi fisika Universitas Princeton sebelum mendaftar di teknik penerbangan di MIT.

Setelahnya, ia berhasil mendapatkan sertifikasi pilot saat ditugaskan sebagai Letnan dua cadangan Army Air Service Reserve. Ia kemudian menginjak karir profesionalnya pertamanya di bidang aeronautika atau dirgantara pada umumnya, saat berlabuh di Huff-Daland Airplane Company, yang notabene cikal bakal maskapai Delta Air Lines.

Namun, tak lama kemudian, ia memutuskan keluar dan mendirikan perusahaan sendiri bernama McDonnell Doodlebug, sebuah perusahaan produsen pesawat ringan yang sukses mencetak penerbangan perdananya pada 15 November 1929.

Sayangnya, pesawat buatannya itu tidak menarik maskapai di dunia. Pada akhirnya, perusahaan rintisan McDonnell itu bubar dan ia harus luntang-lantung bekerja di sana sini sebelum akhirnya menjadi chief engineer Glenn L. Martin Aircraft Company.

Akan tetapi, ia tak menyerah dan memutuskan keluar dari perusahaan untuk kemudian kembali mendirikan perusahaan pembuat pesawat McDonnell Aircraft Corporation di St. Louis, pada Juli 1939. Pangsa pasarnya tidak lagi pesawat komersial, melainkan pesawat tempur dan pesawat luar angkasa.

Kapsul Mercury, F-4 Phantom II, dan Kapsul Gemini adalah tiga produk terlaris perusahaan ketika itu dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan.

Seiring berjalan waktu, dengan melalui proses komunikasi yang cukup panjang, McDonnell Aircraft Corporation akhirnya memutuskan bergabung atau merger dengan produsen pesawat lainnya yang didirikan oleh Donald W. Douglas, Douglas Aircraft, dan mengukuhkan diri sebagai McDonnell Douglas Corporation di dekade 60-an.

Pasca merger, McDonnell Douglas berkembang pesat dan mulai masuk ke ranah pesawat komersial. Selain itu, permintaan pesawat tempur seperti F-4, F-15, dan F-18 juga tinggi dari pemerintah AS untuk kebutuhan Perang Vietnam. Karenanya, tak heran bila di tahun 1978 perusahaan membukukan rekor pendapatan sebesar US$161,1 juta, cukup besar untuk ukuran kala itu.

Baca juga: Hari Ini, 32 Tahun Lalu, McDonnell Douglas MD-11 Terbang Perdana dan Bikin Pabrikan Bangkrut

Dengan semangat tinggi, McDonnell Douglas kemudian meluncurkan program besar-besaran salah satunya DC-10. Namun, biaya pengembangan yang cukup besar tidak sebanding dengan pemasukan. Sudah begitu, kecelakaan yang terjadi di Chicago pada Mei 1979 membuat pamor pesawat tersebut runtuh dan pada akhirnya ditinggalkan maskapai.

Di tahun-tahun berikutnya, kinerja keuangan McDonnell Douglas makin menurun dan pada akhirnya di tahun 1997 perusahaan dicaplok (merger) Boeing dengan mahar sebesar US$13,3 miliar dan terus bertahan sampai saat ini.

Inilah Camper-Trike Z-Triton 2.0, Sepeda Roda Tiga Amfibi Satu-satunya yang Pre-order

Camper-trike atau sepeda roda tiga amfibi menjadi primadona baru di berbagai negara. Utamanya Eropa barat dan utara yang gemar bersepeda dan terdapat banyak kanal, sungai, dan danau yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Baca juga: Mopet, Sepeda Listrik yang Dilengkapi Tempat Anjing di Bawah Sadel

Sayangnya, sampai saat ini belum ada yang menjualnya secara resmi, sampai akhirnya Zeltini atau Z-Triton 2.0 melangkah maju dan menjadi camper-trike pertama yang mencapai tahap pre-order.

Dilansir laman resminya, camper-trike atau sepeda roda tiga amfibi Z-Triton lahir dari kegemaran sang founder, CEO, sekaligus desainer, Airgars Lauzis, bersepeda. Suatu hari, ia gowes dari London, Inggris, ke Tokyo, Jepang, sejauh 30 ribu kilometer.

Ketika itu, ia medan yang dilalui sangat beragam. Namun semuanya berhasil dilewati, kecuali air. Ia mengalami kesulitan sampai-sampai membutuhkan bantuan berupa perahu untuk menyeberangi sungai, rawa, danau, dan lainnya. Dari situ, ia kemudian terpikir untuk membuat camper-trike amfibi dan terciptalah Z-Triton 1.0 dan Z-Triton 2.0.

Sebagaimana namanya, Z-Triton 2.0, begitu juga dengan Z-Triton 1.0, adalah camper trike atau sepeda roda tiga amfibi yang tangguh di darat dan air.

Sejak tahun 2020, Z-Triton 2.0 telah melalui berbagai uji coba, baik di darat maupun di air. Camper-trike amfibi dengan panjang 3,9 m, lebar 1,45 m, dan tinggi 1,72 m tersebut rangkanya terbuat dari baja, fiberglass, poliester yang terbuat dari botol plastik daur ulang, dan bagian cetak 3D yang terbuat dari bioplastik, membuatnya kokoh namun juga ringan.

Saat menggunakan mode sepeda, Z-Triton 2.0 memiliki beberapa perbedaan dengan generasi sebelumnya.

Disebutkan, pengguna memilliki tempat duduk yang lebih tinggi dan lebih nyaman, dengan tambahan suspensi belakang, adjustable seat, rem cakram hidrolik, tujuh gear, motor display and control, lampu, usb charging, GPS, electric bike motor 1.000-W untuk membantu pengguna mengayuh sepeda.

Begitu mencapai perairan, butuh setidaknya lima menit untuk berganti mode. Mulai dari melipat roda, mengeluarkan plampung di kanan dan kiri Z-Triton, sampat mengeluarkan motor untuk menggerakkan camper-trike amfibi.

Di mode perahu ini, camper-trike amfibi Z-Triton 2.0 juga mendapat beberapa peningkatan dari versi sebelumnya, seperti motor 1.150-W yang lebih kuat yang terintegrasi ke dalam bodi kendaraan, dua buah dayung, wiper depan, lampu LED, setir lipat, tempat penyimpanan multiguna, radio, lampu sein, dan lainnya.

Baca juga: Day Limo, Perahu Amfibi Keluaran Iguana Yacht, Oke di Darat dan Lautan

Tak lupa, camper-trike amfibi Z-Triton 2.0 juga dilengkapi dengan baterai Li-ion yang bisa dicharge atau diisi melalui panel surya yang berada di bagian atas sepeda amfibi. Dalam kondisi normal, baterai ini bisa membawa camper-trike sejauh 50 km (31 mil) darat atau lebih dari 20 km (12 mil) di atas air.

Pre-order camper-trike amfibi Z-Triton 2.0 sudah dibuka dengan harga US$16.300 atau Rp223 juta (kurs 14.367). Pengiriman di Eropa diharapkan pada akhir tahun 2022 dan pengiriman ke seluruh Amerika Serikat pada tahun 2023. Menariknya, di negeri asalnya di Latvia, camper-trike amfibi Z-Triton 2.0 juga disewakan.

Inilah Bandara Boryspil, Bandara Terbesar di Ukraina Peninggalan Uni Soviet

Rusia diklaim NATO telah menginvasi Ukraina. Perang antara Rusia dan Ukraina pun sudah diambang pintu mengingat tentara Ukraina juga sudah mulai berjaga-jaga di perbatasan. Puluhan ribu warga, khususnya di Donetsk dan Luhansk, pun diungsikan.

Baca juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

Perang Rusia dan Ukraina yang sudah diujung tanduk juga membuat negara-negara di dunia mengimbau warganya agar keluar dari Ukraina; termasuk Indonesia. Meski begitu, 138 WNI yang berada di Ukraina tetap bertahan karena kondisi relatif stabil. Namun, andai eskalasi meningkat, sudah pasti semuanya, termasuk staf KBRI akan dievakuasi dan besar kemungkinan itu dilakukan melalui Bandara Boryspil.

Dilansir laman resminya, Bandara Internasional Boryspil merupakan bandara terbesar di Ukraina dari segi penumpang. Pada tahun 2018 lalu, bandara itu melayani 62 persen lalu lintas penumpang pesawat di Ukraina atau sekitar 12,6 juta penumpang.

Bandara Boryspil adalah satu-satunya bandara di Ukraina yang mampu bersaing dengan bandara hub utama Eropa, seperti London Heathrow, Paris De Gaulle, dan lainnya. Tak hanya itu, Bandara Boryspil juga menjadi satu-satunya bandara di Ukraina dengan penerbangan lintas benua reguler.

Menurut Dewan Bandara Internasional (ACI EROPA), Boryspil pada 2018 menduduki peringkat teratas pertumbuhan di antara bandara-bandara besar Eropa (urutan pertama dalam kelompok bandara Eropa yang melayani 10 hingga 25 juta penumpang).

Setidaknya, ada 60 maskapai nasional dan internasional yang mengoperasikan 120 rute ke seluruh dunia dari Bandara Boryspil. Berbagai kesibukan itu didukung oleh dua runway dengan panjang 4.000 meter dan 3.500 meter, memungkinkannya didarati oleh pesawat jenis apapun tanpa batasan cuaca dan kondisi cahaya, siang maupun malam, serta dua terminal.

Tingginya penerbangan penumpang di bandara ini tak lepas dari beberapa hal, seperti lokasi yang menguntungkan di persimpangan sejumlah rute transportasi antarnegara (menghubungkan Asia dengan Eropa dan Amerika), kedekatan dengan ibu kota, ketersediaan infrastruktur modern dan penerapan strategi pengembangan bandara hub.

Sejak dikembangkan oleh Institut Kyivproekt hingga pertama kali beroperasi pada 7 Juli 1959 di era Uni Soviet, Bandara Internasional Boryspil telah mengalami beberapa renovasi.

Baca juga: Antonov, Warisan Uni Soviet Milik Ukraina, Bukan Rusia!

Dalam menyongsong peningkatan perjalanan di masa mendatang, pada tahun 2019, kabinet Menteri Ukraina menyetujui Konsep Pengembangan Bandara Internasional Boryspil untuk periode hingga 2045, yang prioritas utamanya adalah pengembangan infrastruktur dan pengenalan layanan modern.

Di tahun 2019 pula, bandara yang berdiri di atas lahan seluas 20.300 m2 itu menempati posisi ketiga dalam peringkat “Bandara Terbaik di Eropa Timur 2019” dari perusahaan konsultan Inggris Skytrax, selama beberapa tahun berturut-turut.

Resmi! Warga Bisa Naik KA Lintas Cibatu-Garut Gratis 24 Februari 2022, Ini Jadwalnya

PT KAI melalui Daop 2 Bandung memastikan warga Garut bisa menaiki KA uji coba lintas Garut-Cibatu pada hari Kamis, 24 Februari 2022 besok. Ini dilakukan atas dasar tingginya animo masyarakat menyambut kereta di lintas yang sudah tidak aktif sejak 1983 tersebut. Karena masih dalam tahap uji coba, warga yang bisa menaiki KA di lintas Cibatu-Garut besok terbatas hanya mereka yang mendapat undangan saja.

Baca juga: Siap–siap Warga Garut Bisa Mencoba Kereta Api, GRATIS!

Masyarakat yang ingin mendapatkan undangan terbatas itu bisa menghubungi kewilayahan setempat atau protokoler Pemkab Garut.

Perjalanan uji coba gratis ini merupakan inisiasi dan permintaan dari Pemkab Garut yang akhirnya bisa diakomodir setelah dilakukan perhitungan atas beberapa hal teknis yang ada, sehingga pada akhirnya diputuskan KAI akan mengoperasikan perjalanan KA uji coba pada hari Kamis (24/2) besok .

Perjalanan uji coba gratis akan menggunakan rangkaian yang terdiri dari 7 K3 dan 1KMP3 yang nantinya akan digunakan untuk melayani perjalanan dari Garut ke PasarSenen PP.

“Perjalanan KA dari Garut-Cibatu (pp) ini adalah perjalanan uji coba bukan launching pengoperasian KA, di mana pada Minggu ini akan dilaksanakan pada hari Kamis (24/2). Perjalanan uji coba selanjutnya akan kami informasikan setelah ada evaluasi terkait perjalanan uji coba esok hari,” ujar Kuswardoyo, Manager Humas Daop 2 Bandung, dalam keterangan resminya.

Ada empat perjalanan KA lintas Garut-Cibatu yang akan dijalankan besok. Empat itu adalah Klb D2/ 11105 berangkat dari Garut pukul 09.00 dan tiba di Cibatu pada pukul 09.47. Klb D2/11152 berangkat dari Cibatu pukul 10.15 dan tiba di Garut pada pukul 11.02.

Selanjutnya, Klb D2/11107 berangkat dari Garut pukul 11.30 dan tiba di Cibatu pukul 12.17. Terakhir, Klb D2//11154 berangkat dari Cibatu pukul 12.45 dan tiba di Garut pada pukul 13.32.

Bagi masyarakat dalam hal ini warga Garut yang ingin menaiki uji coba penumpang KA lintas Garut-Cibatu besok, tetap diharuskan menyertakan bukti Vaksin minimal tahap pertama bagi yang berusia di atas 12 tahun. Namun, syarat vaksin tersebut tidak berlaku bagi anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun.

Sementara itu terkait rencana pengoperasian lintas Cibatu – Garut secara resmi, sambung Kuswardoyo, sampai saat ini pihaknya masih menunggu izin operasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang masih terus berproses.

Baca juga: Lokomotif Mulai Uji Coba Mengular di Jalur Reaktivasi Cibatu-Garut

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing terkait adanya penawaran kerja di stasiun Garut dan sekitarnya. Saat ini KAI tidak melakukan rekrutmen pegawai khusus untuk penempatan di wilayah Garut.

“Kami tidak pernah menugaskan pegawai kami untuk melakukan rekrutmen secara door to door, atau melalui program perekrutan lainnya, semua rekrutmen hanya melalui website kai: recruitment.kai.id,” tutupnya.

 

Airbus Gandeng CFM Internasional, Uji Coba Mesin Berbahan Bakar Hidrogen di Pesawat A380

Airbus dikabarkan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan CFM International untuk menguji coba mesin berbahan bakar hidrogen. Ini dilakukan sebagai upaya nyata merealisasikan target nol emisi Airbus pada tahun 2035 mendatang.

Baca juga: Inilah Tiga Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen Airbus, Beroperasi Penuh Mulai 2035

Dalam siaran pers resmi Airbus yang diterima KabarPenumpang.com, keduanya akan berkolaborasi melakukan uji coba ground and flight test menggunakan mesin berbahan bakar hidrogen.

Uji coba akan melibatkan flying testbed A380 yang telah dilengkapi empat tangki hidrogen cair -yang sudah tersedia di fasilitas perakitan Airbus di Perancis dan Jerman- di bagian belakang atas badan pesawat.

Airbus sendiri bertugas menyediakan tangki bahan bakar hidrogen, mengawasi penerbangan uji coba, dan menyediakan pesawat A380 sebagai media uji coba.

Sedangkan CFM International, yang notabene merupakan perusahaan patungan 50/50 antara GE dan Safran Aircraft Engines asal Perancis, bertugas memodifikasi ruang, sistem bahan bakar, dan sistem kontrol mesin turbofan GE Passport bisa beroperasi menggunakan hidrogen cair.

Mesin GE Passport yang dirakit di Amerika Serikat dipilih karena ukurannya yang mungil. Selain itu, mesin tersebut juga ditenagai turbo canggih dan kemampuan aliran bahan bakar.

Mesin tersebut akan dipasang di bagian belakang atas badan pesawat agar memudahkan tim membedakan efek contrails dari mesin tersebut dengan empat mesin A380 lainnya yang berada di sayap.

Sebelum terbang dengan lima mesin, flying testbed A380 akan melakukan uji coba di darat terlebih dahulu menggunakan bahan bakar hidrogen sebelum uji terbang untuk pertama kalinya.

“Ini adalah langkah paling signifikan yang dilakukan di Airbus untuk mengantarkan era baru penerbangan bertenaga hidrogen sejak peluncuran konsep ZEROe kami pada September 2020,” kata Sabine Klauke, Chief Technical Officer Airbus.

“Dengan memanfaatkan keahlian produsen mesin Amerika dan Eropa untuk membuat kemajuan dalam teknologi pembakaran hidrogen, kemitraan internasional ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa industri kami berkomitmen untuk mewujudkan penerbangan tanpa emisi,” tambahnya.

Sementara itu, presiden & CEO CFM Internasional, Gaël Méheust, mengungkapkan, pihaknya tak asing dengan hidrogen sebagai bahan bakar.

Baca juga: Produksi Hidrogen Hijau untuk Bahan Bakar Pesawat, Airbus-Philips 66 Gandeng Plug Power

“Kemampuan pembakaran hidrogen adalah salah satu teknologi dasar yang kami kembangkan dan matangkan sebagai bagian dari Program CFM RISE,” jelasnya.

“Menyatukan kemampuan kolektif dan pengalaman CFM, perusahaan induk kami, dan Airbus, kami benar-benar memiliki tim impian untuk berhasil mendemonstrasikan sistem propulsi hidrogen,” tutupnya.

Gegara Sering Dijadikan Tersangka Laka ODOL, Pengamat: Indonesia Akan Kehilangan Banyak Pengemudi Truk Profesional

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, mengungkapkan Indonesia kelak akan mengalami kekurangan banyak pengemudi truk profesional. Hal itu karena sopir atau pengemudi truk selalu dijadikan tersangka jika terjadi kecelakaan dan di sisi lain, pemilik truk dan pemilik barang sama sekali tidak tersentuh.

Baca juga: Sopir Bus Mengalami Kejang, Penumpang Wanita Ambil Alih Kemudi

Tak hanya itu, alasan lain yang membuat Indonesia kelak akan kekurangan pengemudi truk profesional lantaran uang yang dibawa pulang tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi di jalan.

Belum lagi, uang yang seharusnya dibawa pulang untuk keluarga harus rela dipotong sana-sini untuk kelancaran selama perjalanan, seperti tarif tol, pungutan liar yang dilakukan petugas berseragam dan tidak seragam, parkir, urusan ban pecah, dan sebagainya.

“Pengemudi truk menjadi ujung tombak angkutan logistik. Namun kesejahteraan yang didapat tidak setara julukan itu. Membawa kelebihan muatan tidak diinginkan, karena mereka tahu kalau hal itu berisiko terhadap keselamatannya,” ungkap Djoko dalam sebuah tulisan yang diterima KabarPenumpang.com.

“Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, dan dalam kondisi hidup pastilah akan dijadikan tersangka. Namun pemilik barang dan pemilik angkutan juga harus dimintakan pertanggungjawabannya,” lanjutnya.

“Populasi pengemudi truk kian makin berkurang, jika masih ada yang bertahan sebagai pengemudi truk, disebabkan belum punya alternatif pekerjaan yang lain. Ke depan, Indonesia akan banyak kehilangan pengemudi truk yang profesional,” tambahnya.

Meski data pengemudi truk di Indonesia belum akurat, namun, pengamat transportasi yang juga Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini sudah mengonfirmasinya langsung ke para pengusaha.

“Pendataan pengemudi di Indonesia sangat minim sekali. Tapi (prediksi kelak Indonesia akan kekurangan pengemudi truk profesional) pengakuan dari para pengusaha angkutan barang dan ketemu dengan banyak driver truk serta yang sudah beralih profesi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Djoko menyebut, akar masalah truk ODOL (Over Dimension Over Load) adalah tarif angkut barang semakian rendah, karena pemilik barang tidak mau keuntungan selama ini berkurang (padahal biaya produksi dan lainnya meningkat), pemilik armada truk (pengusaha angkutan barang) juga tidak mau berkurang keuntungannya. Hal yang sama, pengemudi truk tidak mau berkurang pendapatannya.

Kelebihan muatan (over load) dengan menggunakan kendaraan berdimensi lebih (over dimension) untuk menutupi biaya tidak terduga yang dibebani ke pengemudi truk.

Menurut pengamat yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, pemerintah bisa melakukan banyak hal dalam mencegah terjadinya kondisi dimana profesi pengemudi tidak lagi diminati. Salah satunya dengan cara penetapan tarif angkut barang dapat dikendalikan pemerintah dengan tarif batas atas dan tarif batas bawah.

Baca juga: Zero Over Dimension Over Loading – Jadi Tanggung Jawab Moral Seluruh Pengguna Jalan

Ini bertujuan agar pemilik barang tidak seenaknya menentukan tarif yang berujung pengemudi truk harus mengangkut muatan yang berlebihan (overload) dengan kendaraan berdimensi lebih (over dimension).

Selain itu, masih Djoko melanjutkan, titik lemah penertiban/pemberantasan truk ODOL ada di penegakan hukum. Beberapa daerah sudah mulai melakukan penegakan hukum. “Jika konsisten, pasti ada perubahan. Jika hanya sekedar memenuhi perintah pimpinan dan hanya sesekali dilakukan, jangan harap ada perubahan,” tutupnya.

Hari Ini, 13 Tahun Lalu, MD-90 Lion Air Mendarat Darurat Tanpa Roda Depan

Pada hari ini, 13 tahun lalu, bertepatan dengan 23 Februari 2009, pesawat McDonnell Douglas MD-90 Lion Air mendarat darurat tanpa roda depan di Bandara Hang Nadim, Batam. Beruntung, 156 penumpang; 148 orang dewasa, empat anak, dan empat bayi, serta dua pilot dan enam pramugari, seluruhnya selamat.

Baca juga: Hari Ini, MD-90 Lion Air Tergelincir Gegara Pilot ‘Berburu’ Bonus dan Paksakan Pendaratan

Dalam laporan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden tersebut, pesawat teregistrasi PK-LIO dengan nomor penerbangan LNI-972 dijadwalkan berangkat dari Bandara Polonial Medan pukul 16.35 WIB menuju Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Setelah lepas landas, selama prosedur landing gear up, pilot mencatat satu lampu merah menyala (nose gear) pada panel landing gear. Selama pengecekan, pilot melaporkan bahwa mereka recycled landing gear dan panel menunjukkan roda pendarat dalam posisi naik dan terkunci. Karenanya, pilot dengan rasa aman melanjutkan penerbangan ke Batam.

Selama final approach jelang mendarat, pilot melaporkan indikator red light nose gear menyala. Itu berarti landing gear depan tidak turun dan siap mendarat. Pilot kemudian memutuskan go around and hold untuk melakukan emergency checklist dalam upaya mencoba mengeluarkan nose landing gear atau landing gear depan. Sayangnya itu tak berhasil.

Setelah berkomunikasi dengan ATC, pilot pun diizinkan mendarat darurat tanpa landing gear depan di runway 04.

Mengetahui hal itu, seluruh personel terkait di bandara pun menyiapkan busa atau laid foam di runway untuk menghindari kebakaran pada pesawat akibat gesekan pesawat dan aspal runway. Ini adalah SOP standar yang dilakukan petugas di bandara sebelum pesawat mendarat tanpa salah satu atau semua landing gear.

Hal itu pun terbukti. Saat main landing gear touchdown dan mengambang selama beberapa detik dan akhirnya bagian depan pesawat menyentuh runway, sempat terjadi percikan api, namun hal itu tidak berujung pada kebakaran sampai pesawat berhenti sempurna di center line runway 04.

Penumpang dan kru kemudian dievakuasi melalui pintu depan sebelah kiri menggunakan escape slide emergency .

Baca juga: Hari Ini, 17 Tahun Lalu, Kecelakaan Pesawat MD-82 Lion Air di Solo Tewaskan 26 Orang

Hasil penyelidikan KNKT menemukan nose landing gear spray (water) deflector telah retak, membuat hidung landing gear macet di posisi atas.

Oleh karena itu, KNKT pun membuat rekomendasi yang mencakup pemeriksaan nose landing gear spray (water) deflector yang dipasang pada pesawat MD-90 untuk mencegah kejadian serupa terulang.