Wednesday, August 12, 2026
HomeAnalisa AngkutanLRT Fase 1B Segera Beroperasi, Pilihan Transportasi Masyarakat di Manggarai Makin Luas

LRT Fase 1B Segera Beroperasi, Pilihan Transportasi Masyarakat di Manggarai Makin Luas

Dijululi ‘Jantungnya Jabodetabek’, Stasiun Manggarai merupakan pertemuan jalur kereta api dari berbahai arah. Tak heran, banyak sekali masyarakat sebagai pengguna transportasi Commuter Line singga dan berpindah di stasiun yang sudab mencapai usia lebih dari satu abad ini. Stasiun Manggarai hingga kini digadang-gadang akan memperluas pilihan masyarakat yang biasa menggunakan kereta dari wilayah Jabodetabek dan bisa menggunakan sarana transportasi baru yang akan dioperasikan pada Agustus ini.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) melihat tingginya mobilitas di Manggarai tidak hanya menunjukkan besarnya aktivitas perjalanan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi kawasan tersebut untuk berkembang menjadi titik integrasi berbagai moda transportasi publik. Kurang leboh 162 ribu pergerakan penumpang setiap hari dan 700–750 perjalanan kereta api, kawasan ini dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas transportasi di Ibu Kota dan wilayah aglomerasi.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, posisi Manggarai yang strategis membuat pengembangan konektivitas antarmoda menjadi salah satu perhatian utama ke depan. Fokus ke depan yang dimaksud adalah bagaimana perpindahan antarlayanan dapat semakin mudah, perjalanan lebih efisien, dan akses menuju kawasan di sekitar stasiun semakin baik.

Berdasarkan data KAI, jumlah pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai mencapai 5.142.739 penumpang pada 2023. Angka tersebut meningkat menjadi 5.575.711 penumpang pada 2024, sebelum tercatat 5.456.309 penumpang pada 2025. Lalu sepanjang Januari – Juni 2026, jumlah penumpang yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai telah mencapai 2.716.932 penumpang.

Data tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas perjalanan yang bertumpu pada Stasiun Manggarai dari tahun ke tahun. Posisi Manggarai juga semakin penting seiring bertambahnya pilihan layanan transportasi yang terhubung dengan kawasan tersebut. Apalagi secara keseluruhan, Stasiun Manggarai juga mencatat Commuter Lind Bandara sebanyak 1.970.531 penumpang pada 2023, kemudian meningkat menjadi 2.242.536 penumpang pada 2024 dan mencapai 2.346.934 penumpang pada 2025.

Khusus di Stasiun Manggarai, jumlah penumpang Commuter Line Bandara mencapai 230.314 penumpang sepanjang Januari–Juni 2026.Dengan tingginya aktivitas tersebut, pengembangan konektivitas di kawasan Manggarai dinilai menjadi semakin penting. Integrasi antarmoda diharapkan dapat membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Peluang tersebut semakin terbuka dengan pengembangan LRT Jakarta Fase 1B lintas Velodrome–Manggarai. Berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lintasan tersebut memiliki panjang sekitar 6,4 kilometer dan mencakup lima stasiun, termasuk Stasiun Manggarai.

Kehadiran LRT nantinya akan memperluas pilihan transportasi masyarakat yang menuju dan dari kawasan Manggarai. Kawasan ini berpotensi mempertemukan sejumlah layanan transportasi publik, mulai dari KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, hingga LRT Jakarta.

Tentunya, KAI memandang pengembangan kawasan Manggarai tidak berhenti pada peningkatan konektivitas antarmoda. Penataan jalur pedestrian, ruang publik, akses menuju stasiun, hingga fungsi perkotaan juga menjadi bagian penting agar kawasan tersebut semakin nyaman dan mudah diakses masyarakat.

Pengembangan tersebut sejalan dengan konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang menempatkan transportasi publik sebagai bagian utama dalam pengembangan kawasan perkotaan. Penguatan konektivitas menjadi langkah awal sebelum pengembangan Manggarai bergerak lebih jauh menuju konsep TOD dan regenerasi kawasan perkotaan.

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru