Desas – desus Informasi Promo Tiket Kereta Api Jelang HUT Kemerdekaan RI

Baru – baru ini dikejutkan mengenai informasi tarif promo kereta api yang akan diadakan jelang HUT kemerdekaan Republik Indonesia. Kabarpenumpang.com sempat mencari informasi tersebut baik di media sosial maupun pihak PT KAI. Namun belum ada respon maupun tanggapan mengenai hal tersebut.

Baca juga: Sambut Wisatawan, Monumen Lokomotif Uap Jadi Ikonik Stasiun Bandung

Desas – desus informasi hal tersebut hanya sebatas melalui aplikasi teks percakapan di grup melalui ponsel. Hanya segelintir informasi menyebutkan bahwa tarif promo yang akan digunakan berupa harga terendah yaitu Rp17 ribu hingga harga tertinggi Rp170 ribu. Untuk kelas yang akan dijadikan promo pun beragam, mulai dari kelas ekonomi (split), ekonomi premium, bisnis, dan eksekutif.

Informasin yang diperoleh beberapa kereta api yang akan dijadikan tarif promo merupakan akses jarak menengah hingga jarak jauh. Kereta api yang mendapat promo rencananya keberangkatan dari Jakarta maupun Bandung ke berbagai kota di Pulau Jawa seperti Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Malang, Surabaya, hingga Ketapang (Banyuwangi). Dan jalur Pulau Sumatera hanya berlaku untuk KA Sribilah dengan rute Rantau Prapat sampai dengan Medan. Tarif promo ini rencana bisa digunakan pulang pergi sesuai dengan tanggal yang ditentukan.

Baca juga: KA Joglosemarkerto Rute Cilacap – Yogyakarta Segera Beroperasi, Ini Jadwal dan Tarif Promonya

Seperti saat tahun 2016 lalu jelang HUT Kemerdekaan RI, PT KAI melakukan tarif promo dengan harga yang sangat unik yaitu Rp17.845, tarif tersebut berlaku pada perjalanan kereta api jarak jauh, dan menengah. Promo mengusung kemerdekaan saat itu dilakukan selama 7 hari dengan informasi bertuliskan “promo merdeka naik kereta api kemana saja bayar hanya 17.845 Rupiah”. Nah, jika memang tahun ini kereta api akan mengadakan promo kembali, pastinya berita baik untuk semua pengguna setia kereta api yang melakukan perjalanan jelang Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita tunggu saja informasi berikut dan selengkapnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Cina Gelar Latihan Militer di Enam Zona, Ini Koordinat yang Harus Dihindari Pesawat Sipil

Buntut dari kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi ke Taipei, Taiwan, pada 2 Agustus lalu rupanya menjadi bona panas. Guna memperlihatkan otot militernya di kawasan tersebut, Beijing telah mengumumkan bahwa akan mengadakan latihan militer besar-besaran yang mencakup live fire drills di enam zona di sekitar Taiwan. Latihan militer bernada provokasi tentu sudah lazim dilakukan, tapi kali ini menjadi yang terbesar.

Baca juga: Kedatangan Boeing C-40C “SPAR 19” Nancy Pelosi di Taiwan Bikin Penerbangan Sipil Kacau?

Dikutip dari taiwannews.com.tw (3/8/2022), Pemerintah Cina telah mengumumkan latihan militer dengan penembakan langsung di enam wilayah di sekitar Taiwan, mulai 4 – 7 Agustus 2022. Militer Cina telah menandai petak-petak perairan yang luas di lepas pantai Taiwan, termasuk daerah-daerah di barat laut, utara, timur laut, timur, barat daya, dan tenggara Taiwan. Zona di utara, timur laut, dan barat daya negara itu tampak sangat dekat dengan perairan teritorial Taiwan.

Militer Cina mengatakan bahwa “untuk alasan keamanan” kapal dan pesawat yang tidak mendapatkan izin dilarang memasuki area tersebut selama tanggal yang ditentukan. Dibandingkan dengan live-fire zones selama Krisis Selat Taiwan Ketiga dari 1995-1996, area yang latihan perang Cina kali ini tampaknya lebih dekat ke arah Pulau Formosa.

Sebagai tanggapan, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND) menyesalkan latihan itu sebagai upaya untuk “mengancam pelabuhan penting dan daerah perkotaan, dan secara sepihak merusak regional dan stabilitas. Kementerian Pertahanan Taiwan menekankan bahwa tindakan “intimidasi militer” oleh Partai Komunis Cina dirancang untuk menanamkan rasa takut di benak orang Taiwan.

Taipei mengatakan bahwa mereka menggunakan intelijen bersama, pengawasan, dan pengintaian untuk menjaga kesadaran situasonal penuh akan dinamika baik di darat dan laut di Selat Taiwan dan menekankan bahwa mereka memiliki “tekad, kemampuan, dan kepercayaan diri” untuk memastikan keamanan nasional.

Baca juga: Lagu “Visit Taiwan in 2035” dengan Perjalanan Kereta Cepat Beijing-Taipei, Bikin Heboh Netizen Taiwan

Berikut ini adalah koordinat lokasi tempat latihan perang Cina akan dilaksanakan:

25°15′26″LU 120°29′20″BT, 24°50′30″LU 120°05′45″BT, 25°04′32″LU 119°51′22″BT, 25°28′12 N 120°14′30″E

26°07′00″LU 121°57′00″BT, 25°30′00″LU 121°57′00″BT, 25°30′00″LU 121°28′00″BT, 26°07′00 LU 121°28′00″BT

25°34′00″LU 122°50′00″BT, 25°03′00″LU 122°50′00″BT, 25°03′00″LU 122°11′00″BT, 25°34′00 LU 122°11′00″BT

22°56′00″LU 122°40′00″BT, 23°38′00″LU 122°51′00″BT, 23°38′00″LU 123°23′00″BT, 22°56′00 LU 123°09′00″BT

21°14′00″LU 121°33′00″BT, 21°33′00″LU 121°18′00″BT, 21°07′00″LU 120°43′00″BT, 20°48′00 N 120°59′00″E

Kisah Tupolev Tu-114, Pesawat Turboprop Tercepat, Terbesar, dan Jangkauan Terjauh di Dunia

Pesawat komersial atau pesawat penumpang tercepat di dunia pasti sudah umum diketahui, yaitu Concorde (meski ada pendapat yang menyebut Tupolev Tu-144 lebih cepat). Demikian juga pesawat komersial terbesar di dunia, Airbus A380. Namun, bagaimana dengan pesawat turboprop tercepat sekaligus terbesar dan jangkauan terjauh di dunia yang disandang Tupolev Tu-114?

Baca juga: 61 Tahun Lalu, Tupolev Tu-114 Rossiya Jadi Pesawat Turboprop Tercepat, Terbesar, dan Jangkauan Terjauh di Dunia

Umum diketahui bahwa harga satu unit pesawat sangat mahal. Itu karena pesawat dilengkapi dengan komponen berharga mahal dan teknologi canggih.

Dalam membuat pesawat, setidaknya ada lima tahapan dalam membangun atau memproduksi sebuah pesawat; mulai dari desain, simulasi menggunakan model skala, konstruksi, perakitan, dan pengujian. Dua tahap awal sudah pasti wujud nyata pesawat dalam ukuran yang sebenarnya belum ada. Tetapi, di tiga tahap akhir, wujud pesawat sudah ada dan umumnya berwarna hijau atau kuning.

Jauh sebelum itu, manufaktur harus menginvestasikan uang dalam jumlah sangat besar untuk riset kebutuhan pasar dan maskapai. Setelahnya, barulah mereka mulai ke tahap pengembangan. Sampai di sini, mengingat dinamika pasar yang terus bergerak, riset sebelum tahap pengembangan bisa saja berubah. Ini tentu memakan biaya lebih besar lagi dari yang sudah direncanakan.

Oleh karenanya, tak sedikit manufaktur pesawat yang membangun pesawat baru atas pengembangan dari pesawat sebelumnya. Sebut saja keluarga Boeing 737, keluarga Airbus A320, dan seterusnya; termasuk Tupolev Tu-114 yang dikembangkan berdasarkan Tupolev Tu-95 “Bear”.

Dilansir historynet.com, pesawat turboprop penumpang terbesar di dunia ini didukung dengan kabin baru yang mampu menampung hingga 224 penumpang. Sayapnya juga berbeda. Bila sayap Tupolev Tu-95 “Bear” menggunakan high-wing position maka Tupolev Tu-114 Rossiya sebaliknya, menggunakan sayap rendah atau low-wing position.

Didukung empat baling-baling contra­rotating serta mesin Kuznetsov NK-12MV buatan produsen dalam negeri, Tu-114 mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan khas pesawat jet modern, 880 km per jam. Tak secepat jet Boeing 707 atau Douglas DC-8 memang, tapi pesawat ini mampu membawa beban lebih berat dibanding keduanya.

Pesawat dengan bentang sayap 51 meter, panjang 54 meter, dan berat lepas landas mencapai 385.809 pound ini pertama kali diperkenalkan ke publik di ajang Brussels World Exhibition pada tahun 1958, atau setahun setelah melakukan penerbangan perdana pada 15 November 1957.

Pesawat, yang oleh NATO dijuluki Cleat tersebut, kemudian dioperasikan untuk kunjungan Perdana Menteri Uni Soviet Khrushchev ke Amerika Serikat pada 1959.

Ketika itu, sebetulnya, mayoritas pejabat Soviet tidak setuju menggunakan pesawat tersebut lantaran 80 persen perjalanan antara Moskow dan Washington sangat panjang dan Aeroflot, operator dari Tu- 114, jarang melakukan penerbangan trans-samudera pada saat itu hingga tidak memiliki pelatihan dengan teknik darurat, bertahan hidup di laut dan menggunakan rakit dan jaket penyelamat.

Politbiro Partai Komunis serta KGB mendesak Khrushchev untuk mempertimbangkan kembali keputusannya itu, tetapi dia tegas menolak. Lagi-lagi dia tidak mau malu.

Akhirnya semua harus dilakukan dengan perencanaan dan misi rumit. Angkatan Laut Soviet menempatkan kapal-kapal setiap 200 mil di sepanjang rute tersebut untuk mengantisipasi jika pesawat menghadapi masalah.

KGB bahkan harus membangun sebuah pesawat tiruan dan mengujinya di kolam renang besar di Moskow untuk menguji skenario evakuasi air. Beruntung, penerbangan berjalan lancar.

Baca juga: Aneh, Ternyata Japan Airlines Pernah Operasikan Tu-114 Saat Puncak Perang Dingin

Sadar Tupolev Tu-114 Rossiya merupakan yang terbaik di kelasnya, Soviet pun mendorong Tupolev untuk melakukan uji kecepatan terbang pesawat itu di closed-circuit wind tunnel, sejenis tempat khusus untuk menguji mesin pesawat. Hasilnya, pesawat itu berhasil memegang rekor kecepatan dunia Fédération Aéronautique Internationale untuk pesawat baling-baling pada 1960 dengan capaian 877 km per jam.

Selain itu, Tupolev Tu-114 Rossiya juga menjadi pesawat turboprop penumpang dengan jangkauan terbang terjauh di dunia ketika itu, mencapai 10.900 km. Jadi, pesawat ini secara keseluruhan memegang gelar sebagai pesawat turboprop penumpang terbesar dan tercepat dengan jangkauan terjauh di dunia. Luar biasa, bukan?

Kenapa Maskapai Tidak Bekali Penumpang dengan Parasut di Pesawat? Ini Lima Alasannya

Musibah tidak ada yang mengetahui kapan terjadi dan tidak ada yang ingin mengalaminya. Tetapi, tindakan antisipatif tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya menghindari, mencegah, atau mensiasati musibah tersebut; termasuk di pesawat. Ketika terjadi keadaan darurat saat pesawat di udara, banyak pihak yang mempertanyakan kenapa penumpang tidak dibekali parasut?

Baca juga: Jatuh dari Pesawat di Ketinggian 30 Ribu Kaki Pasti Tewas? Salah Besar!

Pertanyaan tersebut tentu tidak mudah dijawab. Namun tidak pula terlalu sulit sehingga tidak bisa dijawab.

Sebagaimana diketahui bersama, pesawat sipil atau pesawat penumpang terbang di ketinggian sekitar 37 ribu kaki di atas permukaan laut. Di beberapa kondisi, tergantung jenis pesawat, cuaca, serta kebutuhan, pesawat penumpang bahkan terbang sampai ketinggian 40 ribu kaki.

Di ketinggian ini (lebih dari 20 ribu kaki), kadar oksigen sangat tipis. Saking tipisnya, mesin pesawat -yang notabene membutuhkan oksigen untuk menerbangkan pesawat- bahkan secara teknis tidak memungkinkan.

Manusia bisa bernapas karena kandungan 20.97 persen oksigen di udara. Semakin tinggi dari permukaan laut, kadar oksigen semakin tipis. Namun, manusia bisa tetap bernapas dengan tenang dan nyaman dengan kadar oksigen hanya 15 persen di udara.

Menurut para ahli, manusia maksimal bisa bernapas dengan tenang dan nyaman di ketinggian 20 ribu kaki tanpa bantuan masker oksigen. Lebih dari itu, sudah pasti manusia akan pingsan karena kekurangan oksigen.

Andai seseorang memaksakan diri bernapas di ketinggian lebih dari 20 ribu kaki, terlebih sampai di ketinggian antara 30 ribu dan 40 ribu kaki, tanpa masker oksigen, tekanan sangat rendah untuk mendorong molekul oksigen melintasi membran di paru-paru dan pada akhirnya sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal.

Baca juga: Kenapa Pesawat Terlihat Lebih Lambat dari Mobil?

Bilamana manusia memaksakan diri menghirup oksigen 100 persen di ketinggian lebih dari 40 ribu kaki tanpa masker oksigen, maka ia akan mati seketika. Inilah salah satu alasan mengapa penumpang pesawat tidak dibekali parasut oleh maskapai.

Andaipun dibekali dengan masker oksigen untuk mendukung keberadaan parasut, itu tidak serta merta menjadi solusi.

Menurut founder Indomiliter.com, Haryo Adjie, terdapat setidaknya lima hal lain yang menjadi alasan mengapa maskapai atau regulator tidak menyiapkan parasut di pesawat untuk digunakan saat keadaan darurat dan menyelamatkan penumpang dan kru.

Alasan pertama sudah dikemukakan di atas (ketersediaan oksigen tipis dan tidak memungkinkan). Kedua, terkait persiapan. Anggota kesatuan militer sebelum mulai terjun payung diketahui melakukan serangkaian tes medis dan latihan sebelum melakukan terjun payung. Lantas, bagaimana dengan penumpang pesawat andai tiba-tiba melakukan terjun payung dari ketinggian ekstrem tanpa latihan atau persiapan mental dan fisik?

Ketiga, ketinggian ekstrem. Masih terkait penerjun payung di militer, mereka umumnya tidak melakukan terjun payung dari ketinggian jelajah pesawat. Itu mengapa (yang sekaligus menjadi alasan keempat) mereka masyhur diangkut menggunakan pesawat baling-baling atau turboprop.

Sebab, pesawat didesain untuk terbang lebih rendah dari pesawat jet sekaligus lebih lambat sehingga aman untuk penerjun payung.

Kelima adalah terkait titik landing atau pendaratan. Pesawat diketahui relatif lebih banyak terbang di atas perairan. Banyak alasan dibalik ini. Salah satunya adalah bila terjadi keadaan darurat bisa melakukan water landing sekaligus mencegah timbulnya lebih banyak korban jiwa maupun luka dari orang-orang yang berada di darat.

Baca juga: Pesawat Penumpang Mana yang Bisa Terbang Paling Tinggi Sepanjang Sejarah?

Dengan pesawat terbang lebih banyak di atas laut, melakukan terjun payung di atasnya sudah pasti akan berujung juga mendarat di laut, kecuali pesawat berada di pinggir garis pantas sebuah wilayah. Itupun tergantung arah angin. Jika arah angin mengarah menjauh dari daratan, sudah pasti penumpang akan dibawa ke tengah laut.

Ada juga alasan lainnya dimana pesawat komersial tidak didesain untuk penerjun payung (tidak ada pintu darurat khusus), dekompresi eksplosif, dan sebagainya.

India Punya Roadmap Kembangkan Vande Bharat Express, Tembus 220 Km Per Jam di 2025

Di bawah inisiatif “Make in India,” Negeri Anak Benua terus mengembangkan teknologi perkeretaapian. Salah satu yang mengemuka adalah program kereta berkecepatan tinggi rancangan dan produksi dalam negeri. Yang dimaksud adalah Vande Bharat Express. Diluncurkan perdana oleh Perdana Menteri India Narendra Modi pada awal Januari 2019, Vande Bharat yang mampu melaju 160 km per jam dikenal sebagai semi high speed train.

Baca juga: Vande Bharat Express, Hubungkan Seluruh India dalam Waktu 75 Minggu

Namun, seperti rivalnya, yaitu Cina yang begitu maju dalam industri perkeretaapiannya, maka India pun tak ingin ketinggilan. Dikutip dari livemint.com (1/8/2022), disebutkan bahwa

Indian Railways kini berencana untuk meningkatkan kecepatan Vande Bharat Express secara bertahap, agar nantunya sesuai dan mampu berjalan di jaringan kereta cepat negara-negara Eropa. Pemerintah India telah menuangkan target pencapaian dalam hal kecepatan. Bila saat diluncurkan Vande Barat baru mampu melaju 160 km per jam, maka di akhir tahun ini, Vande Bharat diproyeksikan bisa melaju hingga 180 km per jam.

Untuk jangka menengah, Vande Bharat digadang untuk melesat 220 km per jam di tahun 2025 dan setelahnya mencapai 260 km per jam. Yang artinya Vande Bharat saatnya nanti dapat menyesuaikan dengan kecepatan kereta cepat di Eropa.

Menteri Perkeretaapian India, Ashwani Vaishnaw mengatakan bahwa pengembangan kereta Vande Bharat mengambil lembaran dari sejarah di Jepang, di mana kereta peluru secara bertahap meningkatkan kecepatannya sejak diluncurkan pada tahun 1959. Seperti diketahui, saat ini kereta peluru di Jepang dapat melaju pada kecepatan sekitar 320 km per jam.

Selain bicara tentang peningkatan kecepatan, Vande Bharat juga akan meningkatkan pengalaman, keselamatan dan keamanan bagi penumpang.

Vande Bharat juga akan meningkatkan kecepatannya secara bertahap dan terus meningkatkan pengalaman, keselamatan, dan keamanan penumpang secara keseluruhan. Vaishnaw mengatakan bahwa Vande Bharat versi 3 dan 4 akan berjalan dengan kecepatan masing-masing sekitar 220 km per jam dan 260 km per jam.

Tender untuk Vande Bharat 3 diharapkan akan selesai pada bulan Desember mendatang, dengan operasional kereta diharapkan dapat dilakukan pada tahun 2025.  Sementara itu, Vande Bharat 2 adalah versi perbaikan dari versi peluncurannya, memberikan kualitas pengendaraan yang lebih baik dengan penggunaan pegas udara. Selain itu, kereta akan dilengkapi dengan tempat duduk dan interior yang lebih baik dan sistem anti-tabrakan yang terpasang di dalamnya. Vande Bharat 3 juga akan lebih ringan, dengan penggunaan aluminium yang ekstensif dan roda yang lebih baik untuk akselerasi tinggi.

Baca juga:Indian Railways Gunakan Gerbong Aluminium untuk Kereta Ekspres Vande Bharat

“Kereta Vande Bharat India telah beroperasi di India sejak 2019 dan sejauh ini telah menempuh 1,8 juta km. Teknologinya sekarang terbukti dan memberi kami keyakinan bahwa kereta api akan menjadi penyedia utama mobilitas berkecepatan tinggi di negara ini,” kata Vaishnaw.

VIRAL! Video Penumpang Pria Kereta Api Meminta Paksa Nomor WhatsApp kepada Seorang Wanita Tersebar di Medsos

Beredar informasi ramai di jagad media sosial mengenai tindakan pelecehan yang kembali terjadi di kereta api. Kali ini berada di kereta api jarak jauh menggunakan KA Sri Tanjung. Seperti unggahan video dan beberapa kalimat dari akun twitter @sayainiultramen yang isinya “Si cowok ini memaksa mbak2 cewek buat kenalan. Krn mbaknya gk mau akhirnya dikasih nomer WA palsu, tp si cowok gk terima n dateng lagi ke tempat mbaknya. Mbaknya sampe takut akhirnya saya suruh tukar bangku sm punya saya. Biar mbaknya duduk bareng istri saya.”

Baca juga: Lakukan Hal Ini Jika Mengalami Pelecehan Seksual di Kereta Api

Berbagai komentar menghujani akun Twitter tersebut yang sebagian besar menyayangkan bahkan hujatan kepada di pria tersebut. Beberapa komentar juga sempat menemukan akun twitter si pria yang meminta paksa nomor ponsel pribadi tersebut dengan nama @David59757969. Hingga detik ini komenta terus berdatangan antara si pelapor dan terduga pelaku. Namun hingga saat ini pihak PT KAI belum memberikan komentar secara detail tentang modus tersebut. Para netizen yang komentar justru mengapresiasi tindakan si perekam karena berusaha untuk membantu wanita tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dengan adanya tindakan yang kurang menyenangkan tersebut, kabarpenumpang.com memberi tips kepada kalian agar terhindar dari modus yang sama baik di area kereta api maupun saat perjalanan menggunakan kereta api.

1. Jika ada yang berkenalan dengan orang yang pertama kali dikenal, cukup ngobrol sebatasnya saja. Jika sudah merasa kurang enakk atau pembicaraan ke arah yang mencurigakan, secara halus menghindari dari orang tersebut

2. Selalu jaga privasi dan hindari, jika orang tersebut tiba – tiba menanyakan atau meminta nomor ponsel bahkan meminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan alasan yang kurang masuk akal.

3. Tolak ajakan atau ditawarkan sesuatu baik itu suatu barang, makanan ataupun minuman kepada orang yang baru dikenal.

4. Tidak secara langsung kontak mata dengan orang tersebut terlalu lama. Atau perhatikan arah lawan bicara, jika melihat ke arah bagian yang vital dimohon untuk langsung menghindari orang tersebut.

5. Jika sudah merasa risih, silakan lapor ke pihak keamanan terdekat atau cari perlindungan kepada orang/penumpang lain dan bicara sesuai fakta yang dirasakan.

Baca juga: Operator Kereta Komuter di Jepang Hadirkan Aplikasi Anti Pelecehan Seksual

Itulah beberapa tips yang diberikan. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali. Dan selalu waspada dimanapun berada. Karena keamanan dimulai dari diri sendiri. Jika merasa terancam segeralah lapor ke pihak berwajib. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pulau Sentosa, Eks Benteng Militer Yang Mendunia Karena Wisata

Sentosa Island atau Pulau Sentosa bukan sesuatu yang asing dalam benak wisatawan Indonesia. Maklum Pulau Sentosa memang menjadi salah satu destinasi utama pelancong untuk menyambangi ikon hiburan ternama, seperti Universal Studio Singapore. Tapi, tahukah Anda sejarah pulau ini? Ternyata sejarah dari pulau ini menarik untuk disimak dari masa penjajahan hingga kini menjadi sebuah taman hiburan besar.

Baca juga: Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di Singapura

KabarPenumpang.com merangkum dari focussingapore.com, Pulau Sentosa memiliki arti damai dan tenteram dalam bahasa Melayu. Dulunya sempat dijuluki sebagai Pulau Belakang Mati karena banyak sekali cerita tentang pertumpahan darah dan pembajakan yang terjadi di pulau ini. Merujuk ke masa lalu, tepatnya di abad ke 19, Sentosa menjadi sebuah pulau terlindungi sebagai bagian pertemuan pelabuhan Keppel dan tahun 1827 benteng di pulau ini diperkuat untuk pertahanan.

Sayangnya pertumbuhan tersebut menyebabkan kekhawatiran pada beberapa saham perusahaan batubara dan kemudian didirikanlah Benteng Siloso, Serapong, Connaught dan Mount Imbiah Battery. Tahun 1930, pulau Sentosa kemudian diperkaya secara ekstentif dan menjadi awal mula bagian terpenting sejarahnya.

Sebenarnya, Pulau Sentosa sendiri merupakan benteng militer Inggris selama perang dunia kedua. Senjata-senjata disimpan di benteng Siloso dan dijaga untuk melindungi pulau dari penjajahan Jepang. Sebab Inggris berpikir dari bagian selatan ini pulau Sentosa akan terjaga dengan damai, namun sayang tentara Jepang kemudian melakukan penyerangannya lewat bagian utara Singapura (Malaysia).

Sehingga tahun 1942 pulau Sentosa menjadi kamp tahanan Inggris dari Jepang. Tetapi, bisa dingat ini bukanlah akhir dari cerita, ini dikarenakan tahun 1945 ada pertukaran dan pulau ini kembali di diambil Inggris dari Jepang. Selanjutnya di tahun 1947, Pulau Sentosa menjadi pusat resimen resmi Singapura dari Royal Artileri dan digantikan unit infanteri Gurkha dan Fort Siloso serta Fort Serapong yang menjadi peristirahatan para umat gereja Katolik dan Protestan.

Setelah Inggris memberi kemerdekaan pada Singapura pada tahun 1960, kemudian menyerahkan Pulau Sentosa diserahkan pada Angkatan Bersenjata Singapura. Dan sepuluh tahun kemudian tepatnya 1970, Pemerintah Singapura memutuskan untuk mengembangkan pulau ini menjadi tempat hiburan bagi wisatawan lokal.

Tahun 1974, pemerintah Singapura membangun sistem cable car untuk menghubungkan Pulau Sentosa dengan Mount Faber dan dibukanya Fort Siloso, Surrender Chamber Wax Museum, Musical Fountain dan Underwater World. Delapan belas tahun kemudian di buka jembatan yang merupakan jalan pintas yang menghubungkan Pulau Sentosa dengan Pulau utama Singapura, dan tahun 2005 Sentosa Express masuk dalam rencana pemerintah untuk menggantikan kebutuhan monorel untuk komunikasi internal di Pulau Sentosa.

Saat ini, setelah dengan semua sejarah peperangannya, Sentosa menjadi destinasi menyenangkan di Singapura, baik untuk memacu adrenalin ataupun bersantai di tepi pantai dan juga menikmati berbagai destinasi lainnya. Jarak dari kota Singapura menuju pulau Sentosa hanya memakan waktu 15 menit dengan menggunakan Sentosa Express yang terletak di VivoCity lantai tiga yanng memudahkan wisatawan ke Sentosa, HarbourFront Center dan Stasiun James Power.

Baca juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Selain itu juga bisa menggunakan MRT menuju HarbourFront dan ke VivoCity yang dilanjutkan dengan naik Sentosa Express. Untuk menggunakan jalan darat lainnya bisa menggunakan busa Sentosa berwarna kuning atau denhan kereta gantung bila ingin melihat lanskap Sentosa dari atas. Pulau Sentosa terletak di Selatan Singapura dengan luas area 465 hektar, sebagin wilayah pulau ini dihasilkan dari proyek reklamasi, yang tanahnya berasal dari Kepulauan Riau.

Kedatangan Boeing C-40C “SPAR 19” Nancy Pelosi di Taiwan Bikin Penerbangan Sipil Kacau?

Perang yang kemungkinan menyulut Perang Dunia III antara Beijing dan Washington, dengan Taiwan menjadi medan tempurnya, berpotensi pecah usai kedatangan Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi, Selasa malam. Ia dan rombongan datang menggunakan pesawat Boeing C-40C SPAR 19.

Baca juga: Boeing C-40, Varian Unik 737 yang Jarang Diketahui Publik

Bukan hanya menantang Cina, kedatangannya juga disinyalir membuat penerbangan sipil terganggu akibat pergerakan armada militer kedua belah pihak.

Sebelum kedatangan Pelosi ke Taiwan, Cina sudah mengerahkan armada militernya di laut dan udara dalam jumlah besar. Beijing bahkan melakukan latihan militer yang ditujukan langsung ke wilayah Taiwan, sejalan dengan peringatan keras dari Menteri Luar Negeri Cina atas kunjungan tersebut, yang berarti melanggar nine dash line atau sembilan garis putus-putus, dimana Taiwan termasuk di dalamnya.

Usai Boeing C-40C SPAR 19 yang membawa Pelosi dan rombongan mendarat di Taiwan, pejabat pulau yang diklaim Cina tersebut melaporkan lebih dari 12 pesawat tempur Sukhoi Su-35 Cina masuk ke zona pertahanan udara Taiwan.

AS tentu tidak tinggal diam. Dalam berbagai pemberitaan internasional, Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir Ronald Reagan di sekitar Laut Filipina, selatan Taiwan. Ronald Reagan didampingi oleh USS Higgins dan USS Carl Brashear. Di atas kapal-kapal tersebut terdapat banyak armada jet tempur F-35. Ini semua demi memastikan keamanan kunjungan Pelosi.

Ketegangan dan pengerahan armada militer inilah yang pada akhirnya disebut membuat penerbangan sipil kacau dan menghindari wilayah di sekitar Laut China Selatan (LCS) dan Taiwan.

Meski begitu, penerbangan sipil dari dan ke Taiwan, dari pantauan di FlightRadar24, tetap normal seperti biasa. Demikian juga saat pesawat Boeing C-40C SPAR 19 Nancy Pelosi menuju Taiwan sampai mendarat di sana. Semua cenderung normal kendati ada sterilisasi airways di sekitar jalur yang dilewati SPAR19.

Dilansir Indomiliter.com, SPAR 19 tak lain adalah callsign dalam penerbangan, sementara pesawat yang digunakan adalah Boeing C-40C Clipper dengan nomor 09-0540 yang dioperasikan Angkatan Udara AS. Dengan livery biru putih khas “Air Force One” menjadikan pesawat narrow body ini tampil laksana pesawat mini kepresidenan.

Boeing C-40C Clipper sendiri merupakan pesawat militer yang dibangun dari pesawat sipil Boeing 737-700 Business Jet.

Boeing C-40 mempunyai tiga varian berbeda, mulai dari C-40A “Clipper”, C-40B, dan C-40C. Embrio masing-masing varian tersebut juga berbeda-beda dan didapuk sebagai pengganti para pendahulunya.

C-40 Clipper adalah versi militer dari pesawat komersial Boeing 737-300. Pesawat ini pertama kali beroperasi pada tahun 2003 dengan berbagai fitur unggulan, seperti rest area kru, kompartemen pengunjung yang istimewa dengan tempat tidur, dua dapur kecil, dan tempat duduk kelas bisnis dengan meja kerja. Fitur-fitur tersebut sangat memanjakan berbagai pejabat penting negara, seperti menteri, anggota DPR, hingga pejabat militer.

Berbeda dengan C-40A Clipper, C-40B versi militer yang lahir dari pengembangan Boeing 737-700 business jet ini diplot sebagai pengganti C-137 yang dianggap sudah senja. Seperti C-40A Clipper, C-40B juga dibuat untuk menjadi kantor terbang bagi para pejabat AS. Namun, fitur yang ditonjolkan berbeda dengan Clipper.

C-40B lebih menonjolkan kemampuan komunikasi sebagai fitur utama pesawat. C-40B menyediakan kemampuan transmisi dan penerimaan data/video broadband serta komunikasi suara dan data yang jernih dan aman.

Baca juga: Boeing T-43 Gator – Seri Boeing 737-200 yang Menjadi Pesawat Latih Navigasi Udara

Fitur tersebut tentu sangat menunjang mobilitas para pejabat untuk mengurus pekerjaan dan bisnis di mana saja di seluruh dunia menggunakan Internet on-board dan koneksi jaringan area lokal, telepon, satelit, monitor televisi, serta mesin faksimili dan fotokopi. C-40B juga memiliki sistem data penumpang berbasis komputer.

C-40 Clipper dan C-40B boleh saja dilengkapi dengan fitur berkelas, namun, keduanya tak mempunyai kemampuan untuk mengubah konfigurasi semudah C-40C. Versi militer yang ditugaskan untuk mengisi pos peninggalan C-22 yang sudah uzur ini mampu mengubah konfigurasinya untuk menampung dari 42 menjadi 111 penumpang.

KAI Tawarkan Diskon Perjalanan KA Jelang Jember Fashion Carnaval

Berwisata ke Kota Jember, Jawa Timur pastinya lebih sensasional jika bersamaan dengan acara besar yang diselenggarakan di area tersebut. Ya, Jember Fashion Carnaval (JFC) siap memanjakan para wisatawan baik lokal, nasional bahkan internasional, yang akan diselenggarakan selama dua hari, yaitu tanggal 6 – 7 Agustus 2022.

Baca juga: KA Pandanwangi Kembali Beroperasi di Daop 9 Jember

Tahun ini, JFC 2022 mengusung tema The Second Decade of JFC yang nantinya akan menampilkan pertunjukan dari beberapa kategori Pet Carnaval, Wonderful Artchipelago Carnival (Fashhion Art), World Kids Carnival, dan Grand Carnival ofJember Fashion Carnaval. Event yang bertaraf internasional ini aan digelar secara offline dan masyarakat dari penjuru daerah akan datang ke Jember.

Event JFC 2022 ini tak sekadar memeriahkan Kota Jember saya untuk menarik minat warganya. Namun dengan diadakannya acara ini, PT Kereta Api Indonesia pun mengambil tindakan untuk menawarkan tarif diskom perjalanan kereta api dari dan ke arah Jember. Ya, informasi penting ini nantinya bissa dinikmati masyarakat yang ingin mampir ke Kota Jember menggunakan kereta api akan mendapatkan potongan diskon sebesar 10% untuk beberapa kereta api yang melewati Stasiun Jember. Kerjasama ini merupakan langkah dari PT KAI Daop 9 Jember dengan pemerintah Kota Jember untuk mengoptimalisasikan khususnya event dan area wisata yang ada di Jember dan sekitarnya.

Diskon yang diberikan nantinya akan tersedia bagi kereta api dengan kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi premium. Adapun kereta api yang akan mendapat tarif diskon 10% diantaranya adalah KA Ranggajati (Cirebon – Jember pp.), KA Wijayakusuma (Cilacap – Jember pp. / Ketapang – Jember pp.), KA Mutiara Timur (Yogyakarta – Jember pp. / Ketapang – Jember pp.) dan KA Logawa (Purwokerto – Jember pp.). Sebagai catatan, tarif diskon ini tidak berlaku untuk kereta api kelas luxury, PSO dan kereta wisata lainnya.

Baca juga: KA Cantik Ekspres, Hanya 5 Tahun Layani Jember-Surabaya!

Untuk pembelian tiket kereta api yang telah disebutkan, berlaku pemesanan mulai tanggal 2 – 7 Agustus 2022. Kemudian untuk keberangkatan dimulai tanggal 3 – Agustus 2022. Pembelian tiket tersebut hanya dilakukan melalui aplikai KAI Access saja, tidak berlaku pembelian langsung atau pemesanan di loket stasiun kereta api. Kemudian tarif diskon ini tidak berlaku untuk tarif khusus atau reduksi dan tidak dapat dibatalkan ataupun diubah jadwal perjalanannya. Bagaimana, ada minat mengunjungi JFC 2022 untuk akhir pekan nanti? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Sambut Wisatawan, Monumen Lokomotif Uap Jadi Ikonik Stasiun Bandung

Jika berkunjung ke Kota Bandung menggunakan kereta api, mayoritas pengunjung pastinya berakhir di Stasiun Bandung. Letaknya yang strategis membuat stasiun besar ini menjadi titik utama kedatanga para wisatawan. Namun tau ga sih saat keluar dari Stasiun Bandung melihat sebuah monumen lokomotif uap yang berdiri tegak dan masih terlihat sangat bagus? Ya, lokomotif uap bernomor TC10 ini seakan menyambut kedatangan wisatawan yang menggunakan kereta api untuk berlibur di Kota Bandung. Tapi jika ingin melihat ataupun mengabadikan lokomotif uap ini, kalian harus keluar melalui pintu bagian selatan Stasiun Bandung. Alias pintu keluar bagi penumpang kereta api lokal.

Baca juga: Stasiun Bandung, Gerbang Masuk Pelancong Yang Jadi Saksi Bisu Suburnya Tanah Priangan

Kabarpenumpang.com sedikit memberi penjelasan mengenai lokomotif ini yang dilansir dari Heritage Kereta Api Indonesia bahwa monumen lokomotif uap ini bernama Purwa Aswa Purba yang berarti Awal Kuda Kuno. Saat jaman perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) lokomotif uap ini mengoperasikan di jalur kereta api dengan lebar rel anya 600 mm di Jawa Barat dan Jawa Timur. Uniknya lokomotif ini merupakan andalan masyarakat untuk mobilitas di lintas Rengasdengklok – Karawang – Wadas – Ciikampek yang dapat mengangkut barang dan penumpang. Saat beroperasi, perusahaan SS menomori lokomotif ini adala 508T namun pada era Djawatan Kereta Api diubah mencadi TC.10.08.

Meski terlihat tidak terlalu besar, berat keseluruhan lokomotif ini mencapai 12,7 ton dan dapat melaju dengan kecepatan maksimum 25 km/jam. Bahan bakar yang digunakan adalah kayu jati. Kelengkapan lokomotif ini adalah tersedianya kotak pasir yang nantinya akan digunakan untuk menyemperotkan pasir ke jalan rel agar permukaan rel tidak kering sehingga roda saat lokomotif uap ini berjalan tiak slip. Namun sangat disayangkan jalur rel dengan lebar 600 mm saat ini sudah tidak ditemukan di lintas raya kereta api. Jalur rel dengan lebar tersebut ditutup pada tahun 1972 – 1973 karena tidak mampu bersaing dengan moda transportasi darat lainnya.

Baca juga: Tahukah Anda, Naik Kereta Api Jakarta – Bandung Seberangi 21 Jembatan Besar

Saat ini monumen lokomotif uap masih terus dirawat. Walaupun tidak dioperasikan, monumen ini selalu dijaga keasliannya sebagai benda cagar budaya Kereta Api Indonesia agar generasi mendatang tetap menikmati sejarah serta saksi bisu bahwa lokomotif tersebut meninggalkan kisah panjang di perkeretaapian Indonesia. Tak sedikit warga baik calon penumpang kereta api maupun warga sekitar jika melewati monumen tak lupa untuk berswa foto bahkan mengabadikan sebagai koleksi pribadi sejarah yang luar biasa. (PRAS – Cinta Kereta Api)