Kurangi Beban, Garuda Indonesia Mulai Kembalikan Pesawat Bombardier CRJ-1000 ke Lessor

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari Senin, (1/8) mulai mengembalikan secara bertahap pesawat Bombardier CRJ-1000 yang pada fase awal ini dilakukan melalui pengembalian 2 (dua) pesawat produksi Perusahaan berbasis di Montreal, Kanada dari total 18 pesawat Bombardier CRJ-1000 yang sebelumnya pernah dioperasikan oleh Garuda Indonesia.

Baca juga: Bandara “Bandaranaike” Kolombo, Saksi Bisu Beberapa Pendaratan Darurat Garuda Indonesia

Adapun tindak lanjut pengembangan armada tersebut merupakan bagian dari hasil tindak lanjut kesepakatan negosiasi bersama lessor pesawat Bombardier CRJ-1000 yakni Nordic Aviation Capital (NAC) serta Export Development Canada (EDC).

Pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi armada yang dijalankan Garuda Indonesia sejalan dengan telah dirampungkannya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“PKPU”) termasuk intensifikasi rencana strategis Perusahaan dalam rangka percepatan pemulihan kinerja.

Pengembalian dua pesawat Bombardier CRJ-1000 dengan nomor registrasi PK-GRQ dan PK-GRN tersebut diberangkatkan pada pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju MHIRJ Facility Service Centre, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.

Dalam keterangan yang diterima KabarPenumpang.com, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari langkah transformasi Garuda Indonesia guna memperkuat fundamen operasional yang lebih solid dengan mengoptimalkan utilisasi armada serta penyesuaian alat produksi termasuk spesifikasi pesawat yang disesuaikan dengan segmentasi dan karakteristik pasar.

Irfan memaparkan “Hal ini turut sejalan dengan komitmen kami untuk semakin cermat dan prudent dalam mengembangkan langkah ekspansi kinerja dengan basis kebutuhan alat produksi yang lebih terukur dan mengedepankan basis landasan cost leadership dalam setiap prosesnya.”

Sebelumnya pada tanggal 19 Juli 2022 lalu kami juga telah mengembalikan satu-satunya armada Boeing 737 Max-8 dengan nomor registrasi PK-GDA kepada lessor Bocomm Leasing di Belanda.

Lebih lanjut, langkah restrukturisasi Perusahaan dalam jangka panjang juga dioptimalkan melalui kesepakatan bersama dengan lessor terkait dengan perubahan maupun perpanjangan kontrak sewa, seperti penerapan skema power by-the-hour untuk pembayaran biaya sewa pesawat di mana nantinya Perusahaan akan membayar biaya sewa berdasarkan jam terbang pesawat.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Garuda Indonesia berhasil menekan biaya sewa untuk pesawat narrow body hingga di kisaran 30 persen dan pesawat wide body hingga di kisaran 69 persen.

“Kami juga akan terus mengevaluasi kondisi rute yang beroperasi dengan menyesuaikan jenis armada berdasarkan tingkat keterisian penumpang melalui penggunaan armada wide body untuk rute yang memiliki kontribusi positif pada kinerja perusahaan. Sementara itu, untuk memberikan berbagai alternatif destinasi penerbangan internasional bagi para pengguna jasa, Garuda Indonesia akan mengoptimalkan sinergi bersama dengan airline partner baik melalui skema interline maupun codeshare,” papar Irfan.

Sejalan dengan tindak lanjut kesepakatan yang telah berhasil dicapai oleh perusahaan dengan lessor serta didukung dengan peningkatan kinerja yang mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif, selanjutnya Garuda Indonesia akan menambah pengoperasian sebanyak 3 armada B737-800 NG yang sebelumnya direlokasi oleh lessor untuk melengkapi proyeksi pengoperasian armada Garuda Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 60-70 armada di akhir tahun 2022 mendatang.

Intensifkan Langkah Restrukturisasi Kinerja, Garuda Indonesia Berhasil Tekan Kerugian hingga 42% di Kuartal I 2022

Seiring dengan berbagai langkah strategis yang diambil oleh Garuda Indonesia khususnya dalam mengoptimalkan cost structure dan restrukturisasi kinerja, pada kuartal I/2022 Garuda Indonesia secara grup mencatatkan penurunan realisasi rugi hingga USD224,14 juta, menyusut 42 persen dibandingkan dengan kuartal I tahun 2021 sebesar USD385,36 juta.

Capaian tersebut berhasil diraih dengan adanya penurunan beban usaha Perusahaan di awal tahun 2022 ini yang tercatat USD526,34juta pada kuartal pertama di awal tahun ini, di mana pembukuan beban usaha tersebut lebih rendah 25 persen dari catatan beban usaha tahun lalu sebesar USD702,17juta.

Adapun penurunan beban usaha tersebut terimplementasikan pada sejumlah lini beban seperti biaya operasional penerbangan, pemeliharaan-perbaikan, umum-administrasi, beban bandara, pelayanan penumpang, operasional hotel, transportasi dan jaringan.

Lebih lanjut pada periode kuartal 1 – 2022 tersebut Garuda Indonesia juga mencatatkan konsistensi pendapatan usaha yang berada di kisaran USD 350 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun raihan pendapatan usaha tersebut berasal dari segmen penerbangan berjadwal yang menjadi kontribusi terbesar dengan total mencapai USD270,57 juta, disusul penerbangan tidak berjadwal dan lainnya masing-masing sebesar USD 24,07 juta, dan USD 55,50 juta.

Baca juga: Garuda Indonesia Terbang (Lagi) ke AS Lewat Codeshare dengan Singapore Airlines

“Semakin terkendalinya pandemi dan yang juga berkontribusi pada peningkatan mobilisasi masyarakat serta pembukaan penerbangan antarnegara tentunya menjadi sinyal positif untuk mengakselerasikan langkah pemulihan kinerja yang terus dioptimalkan oleh perusahaan,” tambah Irfan.

“Kami meyakini dengan strategi dan business plan yang terus didiskusikan secara intensif, mempertimbangkan kondisi aktivitas perjalanan masyarakat khususnya melalui transportasi udara yang semakin menunjukkan tren positif, serta beban kewajiban Perusahaan yang turun signifikan melalui proses PKPU ini diharapkan dapat mendorong akselerasi pemulihan kinerja Perusahaan sekaligus mewujudkan maskapai Garuda Indonesia sebagai bisnis yang simple dan profitable,” tutup Irfan.

Hati – hati Penipuan! Cuma 3 Hari PT Kereta Api Indonesia Buka Lowongan Kerja

Jagad media sosial telah diramaikan dengan informasi penerimaan pegawai baru dari PT Kereta Api Indonesia yang berlangsung hanya 3 hari. Tentu informasi sangat menggiurkan dan menjadikan peluang bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan untuk bergabung dengan perusahaan plat merah ini. Saat penelusuran kabarpenumpang.com melalui media sosial Instagram @kai121_ memang sedang membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat yang ingin bergabung di PT Kereta Api Indonesia dengan bagian – bagian yang telah ditentukan. Lowongan pekerjaan ini berlaku bagi masyarakat yang menempuh pendidikan mulai dari lulusan SMA, D3 hingga S1.

Baca juga: Lakukan Rekrutmen dan Tes Online, Perusahaan Kereta Api India Selamatkan Hutan

Dalam situs https://recruitment.kai.id/ disebutkan bahwa lowongan kerja tersebut dibuka dalam rangka pemenuhan kebutuhan pekerja formasi operasional dan pemeliharaan perusahaan tersebut. Lowongan pekerjaan ini telah dibuka mulai 1 – 3 Agustus 2022 melalui registrasi situs tersebut. Berbagai kriteria bagi pelamar pekerjaan dijelaskan secara lengkap dan detail oleh perusahaan agar bisa lebih jelas dan paham saat melakukan melamar pekerjaan dan dibidang apa yang sesuai dengan kriteria pelamar. Seperti diketahui, PT KAI merupakan salah satu BUMN yang menyelenggarakan jasa angkutan perkeretaapian dan bisnis usaha penunjang lainnya.

Ini dia persyaratan resmi yang diinformasikan PT KAI dikutip informasi dari https;//recruitment.kai.id/ pada hari ini (1/8).

Kriteria Pelamar:

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Jenis Kelamin Pria

3. Sehat jasmani/rohani

4. Memiliki Ijazah :
a. SLTA (SMK/MA/SMK/MAK) dengan nilai:
i. Ujian Akhir Nasional (UAN) rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol)
ii. Nilai Akhir Sekolah rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol) bagi lulusan mulai Tahun 2020.
b. D3 dengan IPK minimal 3,0 (tiga koma nol) dan akreditasi jurusan/program studi pada saat tanggal kelulusan minimal “B” dari BAN-PT;
c. D4/S1 dengan IPK minimal 3,0 (tiga koma nol) dan akreditasi jurusan/program studi pada saat tanggal kelulusan “A” dari BAN-PT.

5. Usia pelamar per 01 Agustus 2022 :
a. Tingkat Pendidikan SLTA serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 25 (dua puluh lima) tahun
b. Tingkat Pendidikan D3 serendah-rendahnya 20 (dua puluh) tahun dan setinggi-tingginya 27 (dua puluh tujuh) tahun
c. Tingkat Pendidikan D4/S1 serendah-rendahnya 21 (dua puluh satu) tahun dan setinggi-tingginya 30 (tiga puluh) tahun.

6. Memiliki tinggi badan minimal 160 cm dengan berat badan ideal

7. Berkelakuan baik

8. Tidak bertato dan tidak bertindik

9. Tidak pernah menggunakan dan/atau terlibat narkoba atau psikotropika

10. Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap

11. Tidak pernah diberhentikan di anak perusahaan atau institusi lainnya dikarenakan hukuman disiplin atau diberhentikan dengan tidak hormat

12. Tidak memiliki hubungan perkawinan dengan pekerja perusahaan pada saat diterima sebagai pekerja perusahaan

13. Bersedia mengikuti seleksi rekrutmen sesuai ketentuan yang berlaku di PT Kereta Api Indonesia (Persero)

14. Lulus dalam seleksi calon pekerja baru yang diselenggarakan oleh panitia recruitment PT Kereta Api Indonesia (Persero) tahun 2022.

Ketentuan Khusus
1. Prioritas penempatan untuk memenuhi kebutuhan pekerja di wilayah Sumatera Bagian Selatan;

2. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero);

3. Bersedia ditempatkan pada formasi sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku di PT Kereta Api Indonesia (Persero).

4. Penetapan formasi pekerjaan didasarkan pada hasil seleksi rekrutmen masing-masing pelamar dan kebutuhan perusahaan.

5. Pemilihan lokasi seleksi tidak menentukan penempatan calon pekerja;

6. Bersedia mengundurkan diri dari hubungan kerja dengan institusi lainnya apabila telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus seleksi.

Persyaratan Umum Lain
1. Pas foto terbaru;

2. Ijazah SLTA/D3/D4/S1 asli atau fotocopy legalisir;

3. Khusus bagi pelamar dengan tingkat pendidikan D3/D4/S1 wajib melampirkan ijazah SLTA (SMK/MA/SMK/MAK);

4. Transkrip D3/D4/S1 atau Nilai Ujian Akhir (UAN)/Nilai Akhir Sekolah asli atau fotocopy legalisir;

5. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Keterangan Kependudukan yang masih berlaku;

6. Akreditasi jurusan program studi D3/D4/S1 pada saat tanggal kelulusan;

7. Sertifikat bahasa inggris yang masih berlaku dari lembaga pendidikan bahasa terakreditasi :
a. Tingkat pendidikan D3 dengan skor minimal sebagai berikut :
i. TOEFL ITP : 400;
ii. TOEFL PBT/iBT : 32;
iii. TOEIC : 345;
iv. IELTS : 4,5.
b. Tingkat pendidikan D4/S1 dengan skor minimal sebagai berikut :
i. TOEFL ITP. : 500;
ii. TOEFL PBT/iBT : 61;
iii. TOEIC : 500;
iv. IELTS : 5,5.

Prosedur Pendaftaran
1. Panduan Registrasi dan Apply Lowongan > “DOWNLOAD BUKU PANDUAN”.

2. Calon pelamar yang belum memiliki akun, terlebih dahulu melakukan registrasi dan upload dokumen sesuai persyaratan lamaran.

3. Calon pelamar wajib memastikan bahwa email yang digunakan pada saat registrasi adalah email aktif dan data yang diinput harus sesuai identitas diri seperti KTP, Ijazah, dll serta tidak melakukan perubahan data/dokumen setelah melakukan apply sampai proses rekrutmen selesai.

4. Calon pelamar yang sudah memiliki akun di website https://recruitment.kai.id/ harus memastikan bahwa dokumen persyaratan lamaran sudah diupload di akun pelamar yang ada di website.

5. Bagi calon pelamar yang berminat mengikuti rekrutmen sesuai formasi yang ditawarkan, wajib melakukan proses apply pada akun masing-masing mulai tanggal 01 Agustus 2022 s.d 03 Agustus 2022 dan hanya bisa mengikuti 1 (satu) event rekrut saja.

6. Bagi calon pelamar yang sudah melakukan upload dan melengkapi data, tetapi tidak melakukan proses apply di akunnya pada tanggal 01 Agustus 2022 s.d 03 Agustus 2022, maka dianggap tidak mengikuti kegiatan rekrut ini.

7. Lokasi Seleksi berdasarkan pemilihan lokasi daerah (Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, Daop 9 Jember, Divre I Sumatera Utara, Divre II Sumatera Barat, Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang) oleh pelamar pada saat melakukan APPLY (Pendaftaran) dan sesuai kebijakan Panitia Rekrutmen.

8. Pelamar yang lulus seleksi tahap I (Seleksi Administrasi) berhak mengikuti seleksi tahap II (Seleksi Kesehatan Awal) yang rencananya akan diumumkan pada tanggal 12 Agustus 2022 melalui website https://recruitment.kai.id/.

9. Seluruh informasi mengenai rekrutmen hanya dapat dilihat melalui website resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan alamat : https://recruitment.kai.id/.

10. Kepada peserta rekrutmen agar melakukan pengecekan secara berkala di website resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) : https://recruitment.kai.id.

11. Rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak dipungut biaya apapun dan tidak menggunakan sistem refund, tidak bekerjasama dengan agen travel/transportasi atau penggantian biaya transportasi maupun akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan rekrutmen dan dimohon untuk mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta rekrut.

12. Masyarakat dimohon untuk berhati-hati terhadap informasi yang tidak benar terkait rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan agar mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta rekrut.

13. Seleksi penerimaan pekerja menggunakan sistem gugur dan keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Jadikan Alternatif, Penumpang KRL Bisa Pergunakan Stasiun BNI City Hindari Kepadatan

Informasi telah dioperasikannya Stasiun BNI City telah diuji coba pada tanggal 30 Juli 2022 lalu. Saat ini stasiun tersebut telah digunakan selain sebagai KA Bandara juga bisa dipergunakan sebagai naik dan turun penumpang KRL Commuter Line. Sangat penting rasanya saat Stasiun BNI City dioperasikan untuk melayani KRL Commuter Line karena selain akses menuju ke kawasan Dukuh Atas lebih terjangkau dengan akses yang aman dan nyaman, stasiun ini juga menjadi sarana alternatif bagi penumpangnya.

Baca juga: Inilah Penampakan Gate di Stasiun BNI City Sudirman Diduga untuk Commuter Line. Nasib Stasiun Sudirman dan Karet, Gimana?

Seperti diketahui Stasiun Sudirman sudah menjadi stasiun yang sangat vital untuk warga yang melakukan aktifitas di sekitar kawasan Sudirman. Stasiun Sudirman yang terlihat kepadatan pada pagi dan sore hari memang kerap kali terlihat. Tak hanya terlihat pada hari kerja, hari libur pun kepadatan juga terlihat di stasiun tersebut.

Selain Stasiun Sudirman, stasiun lainnya yang bersebelahan dengan BNI City adalah Stasiun Karet. Stasiun yang terkenal dengan peron yang terlihat cukup sempit ini membuat rencana kedepan bagi Stasiun Karet akan dilakukan penutupan. Seperti yang dikabarkan oleh kabarpenumpang.com, rencananya Stasiun Karet hanya dijadikan alternatif untuk akses pejalan kaki menuju ke Stasiun BNI City, karena sudah tidak beroperasinya lagi untuk sarana angkutan penumpang naik dan turun KRL. Memang terasa cukup jauh untuk berjalan kaki, tapi untuk lalu lintas kereta api dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan anteran. Stasiun BNI City juga belum memiliki sinyal blok antara dibagian ujung timur dan barat. Ini juga berguna agar memudahkan masinis KRL bisa mengetahui aman atau tidaknya perjalanan yang dilalui.

Baca juga: [Video] Mengenal Lebih Dekat Stasiun Sudirman Baru (BNI City)

Saat pantauan berlangsung, Stasiun BNI City belum terlihat kepadatan yang berarti. Karena penumpang masih akrab menggunakan Stasiun Sudirman sebagai naik dan turun KRL. Kedepannya pihak petugas yang berada di BNI City berharap stasiun ini bisa dijadikan sarana alternatif dan bisa menghidupkan stasiun ini untuk menggunakan fasilitas yang di sediakan. Karena Stasiun BNI City merupakan stasiun bersandar internasional yang biasa digunakan penumpang untuk akses ke Bandara Soekarno Hatta dengan berbagai fasilitas yang berbeda dari stasiun KRL Commuter Line lainnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Jadi Pembuat Hujan Buatan, Inilah Salah Satu Kemampuan dari NC-212i Produksi PT DI

Meski bukan hasil rancangan anak bangsa, namun jalur produksi NC-212i yang telah dilakukan di dalam negeri, sontak menjadikan pesawat ringan bermesin twin turboprop ini sebagai kebanggaan bagi PT Dirgantara Indonesia, terlebih pesawat ini terbilang laris di pasar ekspor, sebut saja NC-212i telah diakuisisi oleh Vietnam, Filipina dan Thailand.

Baca juga: Inilah Alasan Airbus Pasrahkan Jalur Produksi NC-212 series ke PT Dirgantara Indonesia

Sebagai pesawat angkut ringan multirole, NC-212i juga dapat difungsikan sebagai pesawat pembuat hujan buatan. Seperti pada hari ini (1/8/2022), dari Hanggar Delivery Center PT DI Bandung, telah dilangsungkan pengiriman satu unit pesawat NC-212i untuk kebutuhan Department of Royal Rainmaking and Agricultural Aviation (DRRAA) Thailand.

Dikutip dari siaran pers PT DI yang diterima Kabarpenumpang.com, pesawat turboprop tersebut diterbangkan secara ferry flight menuju Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, yang direncanakan akan tiba pada 3 Agustus 2022. Pesawat diterbangkan oleh Test Pilot PT DI, Captain Esther Gayatri Saleh sebagai Pilot In Command Ferry and Acceptance Mission dan Test Pilot PT DI, Captain Adi Budi sebagai Copilot, pesawat NC-212i dengan tail number AX-2129 ini lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Bandara Sultan Syarif Qasim, Pekanbaru, Riau, kemudian diterbangkan kembali menuju Bandara Internasional Hat Yai, Thailand, bagian selatan di dekat perbatasan Malaysia dan dilanjutkan ke Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, sebagai destinasi terakhir.

“NC-212i ini secara spesifikasi punya kapabilitas yang sangat beragam, dimana yang kita deliver hari ini adalah konfigurasi troop transport yang kemudian bisa dimodifikasi untuk rain making,” kata Wildan Arief, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM.

Pesawat NC-212i tersebut rencananya akan melakukan Final Acceptance oleh Department of Royal Rainmaking and Agricultural Aviation (DRRAA) Thailand, pada 4 Agustus 2022 yang akan disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, Rachmat Budiman.

Baca juga: Dibalik Rencana ‘Gantikan’ Bandara Halim, Jangan Lupa Bandara Pondok Cabe Juga Home Base Satuan Militer dan Polisi Udara

“Selain pesawat ini, masih ada satu pesawat NC212i lagi dari kontrak lainnya yang akan di-deliver tahun ini ke Thailand, targetnya bulan Desember 2022,” tambah Wildan Arief. NC-212i Rain Maker dikirim dengan konfigurasi Rain Making yang nantinya dapat digunakan untuk melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), yakni dengan menyemaikan garam (NaCl) di wilayah tertentu guna mengendalikan curah hujan. (Gilang Perdana)

Bette Nash, Pramugari Tertua di Dunia, Berharap Melayani Hingga Usia 90 Tahun

Pramugari yang satu ini tak lagi cantik dan mulus, namun sosoknya tetap menarik perhatian bagi para penumpang pesawat American Airlines. Jauh dari gambaran pramugari pada umumnya, Bette Nash yang berusia 86 tahun, saat ini meraih predikat dari Guinness World Records sebagai pramugari tertua dan terlama mengabdi di dunia.

Baca juga: Pertama di AS, Pilot Pengidap Diabetes Terbangkan Pesawat Komersial

Dikutip dari airlive.net, disebut Nash adalah penduduk asli Boston, Massachusetts yang memulai karir sebagai pramugari pada 4 November 1957. Saat itu, ia bergabung menjadi pramugari di usia 21 tahun, tepatnya saat Dwight Eisenhower menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Ciri khas Bette Nash yang begitu dikenal yakni keramahannya setiap kali membantu penumpang. Lantaran punya predikat unik dan ramah, tak sedikit penumpang yang acap kali meminta foto bersama dalam penerbangan. Nash mengakui, ia melayani penumpang dengan penuh senyuman. Ditengah kesibukannya menjadi pramugari, Nash ternyata merupakan seorang ibu yang bertanggung jawab. Di rumahnya yang berlokasi di Virginia, Washington, Nash menjaga dan merawat anaknya yang disabilitas.

Dengan rentang pengabdian yang begitu panjang, maka sederet pengalaman begitu luas dialami oleh Nash. Selama berkarier, Nash melayani orang dari berbagai kalangan. Ia bahkan pernah terbang bersama dengan Presiden ke-35 Amerika Serikat, John F Kennedy.

Baca juga: Ellen Church, Pramugari Pertama di Dunia yang Juga Punya Lisensi Pilot

Meski sudah berusia lanjut, Nash mengajarkan kedisiplinan bagi para juniornya, hal itu dibuktikan dengan memulai aktivitas sejak pukul 2:10 pagi. Resminya tak ada batasan usia untuk menjadi seorang pramugari, namun dalam sebuah pernyataan, Nash mengungkapkan bahwa dirinya akan menjadi pramugari sampai usia 90 tahun.

Yuk, Kenali Stasiun Operasional dan Non Operasional di Wilayah Jabodetabek

Banyaknya stasiun di wilayah Jabodetabek membuat perjalanan KRL lebih terjangkau untuk naik dan turun penumpang. Bagi sebagian orang tentu belum menyadari bahwa stasiun yang dilintasi KRL memiliki perbedaan pada operasionalnya. Bahkan ada pula stasiun yang ternyata bukan termasuk stasiun operasional. Jadi apa perbedaannya, ya?

Baca juga: Stasiun Matraman, Inilah Stasiun KRL Terbaru dengan Fasilitas Lengkap untuk Difabel

Kalau kalian naik KRL tentu tahu betul, mana KRL yang berhenti sebentar atau berhenti lama. Biasanya KRL yang berhenti tidak begitu lama saat memasuki stasiun antara alias stasiun yang non operasional. Nah, stasiun yang bukan operasional adalah stasiun yang tidak memiliki meja layanan yang biasa di tugasi oleh PPKA (Pemimpin Perjalanan Kereta Api). Stasiun non operasional disini maksudnya tidak memiliki pelayanan persinyalan dan wesel pada rel kereta api dan untuk persinyalan hanya menggunakan sistem blok otomatis yang berada di ujung peron stasiun. Biasanya petugas yang melayani stasiun non operasional adalah pelayanan informasi, tiketing, kepala stasiun dan wakil kepala stasiun.

Untuk stasiun operasional bisa melayani keberangkatan dan tibanya kereta api di stasiun tersebut. Beda dengan stasiun non operasional, stasiun operasional memiliki pengendali saat kereta api lewat seperti pengaturan persinyalan, wesel, dan jadwal keberangkatan sesuai waktu yang ditentukan. Adapun stasiun operasional wilayah Jabodetabek atau yang dilewati KRL adalah Stasiun Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, Depok Baru, Universitas Indonesia, Pasar Minggu Manggarai, Jayakarta, Jakarta Kota, Tanah Abang, Duri Angke, Kampung Bandan, Kemayoran Pasar Senen, Jatinegara, Cakung, Bekasi, Tambun, Cikarang, Kebayoran, Pondok Ranji, Sudimara, Serpong, Cisauk, Parungpanjang, Maja, Rangkasbitung, Rawa Buaya, Batu Ceper, dan Tangerang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

[Video] Ada Kepala Ular di Hidangan Salad yang Sudah Dimakan Setengah, Seisi Pesawat Panik

Sedang asik-asiknya makan, pramugara maskapai SunExpress terkejut bukan main usai menemukan kepala ular di hidangan salad yang disajikan pihak katering maskapai. Menariknya, kepala ular tersebut sangat samar dengan menu yang disajikan sehingga tidak menutup kemungkinan bisa terkonsumsi andai tak waspada.

Baca juga: Setelah Insiden Kecoa, Kini Belatung Hidup ‘Tersaji’ di Makanan Pakistan International Airlines

Dalam video lansiran Twitter Breaking Aviation News & Video, sekilas tidak ada kejanggalan dalam hidangan salad yang dikonsumsi awak kabin. Dari kejauhan, warnanya sangat menyerupai hidangan yang ada.

Setelah kamera didekatkan dan lebih dekat lagi, jelas terlihat itu bukanlah salad melainkan kepala ular yang telah terpotong.

Menariknya, seperti dikutip dari media lokal Gazete Duvar, sang pramugara baru menyadari ada kepala ular di hidangannya setelah menyantap dengan lahap salad tersebut meski belum sampai habis.

Usai temuan tersebut, tentu saja kru kabin dan penumpang lainnya terkejut mengingat menu yang sama, berupa minuman, salad, roti gulung, dan sepiring ravioli (pasta) dan sayuran, juga dibagikan ke penumpang.

Meski begitu, tak ada kegaduhan yang berlebih dalam penerbangan SunExpress Flight XQ794 dari ibu kota Turki, Ankara ke Dusseldorf, Jerman. Tidak ada laporan yang menyebut kasus serupa di hidangan yang disajikan ke penumpang.

Turki diketahui memang menjadi rumah bagi banyak spesies ular. Namun, tidak ada satupun spesies asli Turki yang cocok dengan kepala ular di salad yang viral itu.

Juru bicara SunExpress mengungkapkan kontrak dengan perusahaan katering yang menyuplai salad kepala ular itu, Sancak Inflight, telah ditangguhkan untuk sementara sampai proses penyelidikan mengungkap fakta dari insiden ini. Insiden serupa dengan katering yang sama juga pernah terjadi sebelumnya, dimana ada siput dan jamur di sajian katering maskapai.

“Ini adalah prioritas utama kami bahwa layanan yang kami berikan kepada tamu kami di pesawat kami memiliki kualitas tertinggi dan baik tamu maupun karyawan kami memiliki pengalaman penerbangan yang nyaman dan aman,” jelasnya.

“Tuduhan dan pemberitaan di media tentang layanan makanan dalam penerbangan benar-benar tidak dapat diterima dan penyelidikan terperinci telah dimulai,” tambahnya.

“Sampai proses penelitian selesai, semua tindakan dan tindakan pencegahan, termasuk menghentikan pasokan produk yang relevan, telah diambil segera,” lanjutnya.

Sementara itu, juru bicara Sancak Inflight dengan tegas membantah temuan kepala ular di salad itu murni kesalahan pihaknya. Sebab, sebelum dikirim ke maskapai, seluruhnya sudah melalui quality control dan mustahil itu terjadi.

Baca juga: Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines

“SunExpress Airlines adalah klien berharga di negara kami dan maskapai populer di Eropa, yang baru-baru ini memutuskan untuk lebih memperluas armada dan jaringan rutenya. Mereka kembali mengumumkan tender untuk layanan katering di atas pesawat,” katanya.

“Kami tidak menggunakan benda asing apa pun (kepala ular) yang diduga ada dalam makanan saat memasak,” tutupnya.

Jetstar Airways Terima Airbus A321neo Pertama

Jetstar Airways, maskapai penerbangan bertarif murah terbesar di Australia yang juga merupakan anak perusahaan Qantas Group, telah menerima pengiriman A321neo pertamanya.

Baca juga: 9 Jam Lebih dengan Airbus A321LR, Jadi Penerbangan Pesawat Narrowbody Terpanjang di Dunia

Menampilkan livery baru, pesawat ini ditenagai oleh mesin CFM International LEAP-1A dan dikonfigurasi dengan tata letak kelas tunggal dengan 232 kursi. Kabin pesawat memiliki bagasi kabin ekstra besar dengan ruang 40 persen lebih lapang, port USB, dan tempat untuk perangkat tablet di setiap kursi serta sistem pencahayaan terbaru untuk memberikan penumpang pengalaman terbang yang lebih nyaman.

A321neo baru Jetstar dilengkapi dengan tangki bahan bakar tambahan yang memungkinkan pesawat ini untuk terbang ke seluruh bandara tujuan di jaringan domestiknya, mencakup pula wilayah Asia Tenggara, termasuk Bali yang merupakan destinasi pariwisata populer.

Pesawat ini adalah unit pertama dari 38 unit keluarga A320neo untuk Jetstar, yang terdiri dari 18 unit A321neo dan 20 unit A321XLR. Hal ini merupakan bagian dari akumulasi pesanan pesawat lorong tunggal dari Qantas group, yang sekarang tercatat mencapai 149 unit pesawat.

Baca juga: AirAsia-Airbus Sepakat Konversi 13 Pesawat A320 ke A321neo, Pertanda Apa?

Pada akhir Juni 2022, keluarga A320neo telah menerima lebih dari 8.000 pesanan dari lebih dari 130 pelanggan di dunia.

Wow, 5 Bangkai Pesawat Ini Justru Jadi Spot Favorit Menyelam di Dunia

Pesawat tidak melulu indah saat di langit. Di bawah laut pun, pesawat (bangkai pesawat) juga demikian meskipun dilihat dari sudut pandanga yang berbeda, salah satunya sebagai terumbu karang dan spot favorit menyelam.

Baca juga: [Video] Bangkai Antonov An-225 Mriya Ditarik untuk di-scrap

Dikutip The National News, ada setidaknya lima bangkai pesawat di lautan yang menjadi spot favorit menyelam di dunia. Beberapa di antaranya memang sengaja ditenggelamkan untuk tujuan konservasi (terumbu karang) dan wisata. Berikut selengkapnya.

1. Bangkai pesawat Lockheed Martin L-1011 TriStar di Laut Merah, Yordania

Foto: Visit Yordania

Di ujung selatan Yordania, kota tepi laut, Aqaba, menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dunia untuk menikmati matahari di pinggir pantai. Tak kalah menarik dengan aktivitas di atas daratan, di bawah air, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan menakjubkan pesawat legend Lockheed Martin L-1011 TriStar.

Pesawat tersebut diketahui ditenggelamkan pada tahun 2019 usai terbengkalai bertahun-tahun di Bandara Internasional King Hussein, Aqaba. Usai ditenggelamkan, pesawat tersebut justru sangat ‘terpelihara’ dengan baik oleh para penyelam dan pegiat lingkungan di kedalaman sekitar 40 meter.

Saat ini, bangkai pesawat tersebut menjadi spot favorit para penyelam yang berkunjung ke Yordania dan menjadi surga bagi banyak spesies, seperti ikan buntal, gurita, dan lainnya.

2. Boeing 747 di Teluk Bahrain

Queen of the Skies tidak selamanya menjadi ratu di langit. Usai pensiun dan ditenggelamkan di bawah laut Teluk Bahrain, tepatnya di Pulau Amwaj, sang ratu langit berubah menjadi ratu lautan.

Pesawat Boeing 747 diketahui mulai ditenggelamkan pada tahun 2019 lalu dan dengan cepat menjadi situs favorit menyelam dunia. Tak hanya itu, bangkai pesawat tersebut juga menjadi pusat konservasi biota laut dan menjadi terumbu karang buatan sebagai surga bagi banyak spesies air.

3. Bomber B-17 Flying Fortress di Laut Adriatik, Kroasia

Di kedalaman 60 meter, para penyelam di sekitar Pulau Vis, Laut Adriatik, Kroasia, akan disuguhi pemandangan bawah laut yang sungguh menakjubkan bukan hanya dari biota laut, melainkan juga dari pesawat bomber B-17 Flying Fortress peninggalan Perang Dunia II.

Sayangnya, karena menjadi situs bersejarah, setiap pengunjung dibatasi waktu hanya sekitar 15 menit dan harus didampingi oleh petugas.

4. Pesawat Era Perang Dunia II di Bahama

Berbeda dari tiga di atas yang terletak cukup dalam, di Exuma Cays, sekitar setengah mil dari pantai Staniel Cay, Bahama, siapapun bisa menikmati bangkai pesawat era Perang Dunia II tanpa harus menyelam. Itu karena perairan di sini hanya mencapai kedalaman tiga meter.

Baca juga: Fotografer Bali Sukses Curi Perhatian Dunia Berkat Aksi Esktrem di Atas Sayap Pesawat

Dengan kekayaan biota laut Samudra Atlantik yang menyatu dengan keindahan alam di Kepulauan Karibia, dijamin pengunjung akan sangat dimanjakan dengan pemandangan eksotis.

5. Airbus A300 di Pantai Aegean, Turki

Foto: Getty Images

Pada tahun 2016, pesawat Airbus A300 ditenggelamkan di dasar laut Kusadasi. Selain menjadi spot favorit wisatawan yang berkunjung ke Turki, ini juga menjadi surga bagi biota laut, seperti lobster, leerfish, kawanan ikan air tawar hitam, dan kelinci laut.

Mirip Tragedi 9/11, Hari ini 70 Tahun Lalu Empire State Building New York Ditabrak Pembom B-25

Siapa sangka, 70 tahun lalu yang bertepatan dengan 28 Juli 1945, telah tejadi tragedi yang mirip dengan  peristiwa 9/11 yang menimpa menara kembar WTC di New York pada tahun 2001, Amerika Serikat. Bedanya, bila pada 9/11 adalah buah dari aksi terorisme, maka tragedi yang terjadi di Empire State Building pada 28 Juli adalah murni karena kecelakaan.

Baca juga: Mengenang Peristiwa 9/11, Empat Pesawat Dibajak Teroris Al Qaeda dan Ditabrakkan ke-3 Target

Dilansir dari smithsonianmag.com, pada pagi hari 28 Juli 1945, pembom B-25 Mitchell AU AS yang dipiloti Letnan Kolonel William Smith berusaha mencapai Bandara Newark. Smith ditugaskan dari pangkalan militer di Bedford, Massachusetts, untuk menjemput komandannya di Newark. Pagi itu kabut tebal menyelimuti kota New York. Awak darat sebelumnya telahg menasihati Smith bahwa dengan jarak pandang nol, mencoba mendarat adalah ide yang buruk.

Dalam kabut, ia menemukan dirinya keluar jalur dan terbang di atas New York. Smith berhasil berbelok di sekitar Gedung Chrysler, Rockefeller Center, dan apa yang sekarang dikenal sebagai Gedung Helmsley. Pada 09:40, pembom legendaris itu menabrak lantai 78, 79 dan 80 di Empire State Building.

Saat itu hari Sabtu, jadi kebanyakan orang tidak masuk kerja. Namun, 14 orang, termasuk tiga awak pesawat dan delapan karyawan Catholic War Relief Office, tewas dalam dampak insiden itu. Kecelakaan itu juga menyebabkan kebakaran dan merobek lubang 18 kali 20 kaki di dinding utara gedung. Satu mesin bahkan menabrak gedung dan menabrak penthouse di sisi lain. Dalam peristiewa itu, operator lift gedung, Betty Lou Oliver, secara ajaib selamat dari jatuhnya lift setinggi 24 meter (di mana dia memegang Rekor Dunia Guinness).

Baca juga: Fakta di Balik Tragedi 9/11, Orang ‘Indonesia’ Turut Jadi Korban

Empire State Building dengan tinggi 380 meter, pada tahun 1931 menjadi gedung tertinggi di dunia, dan pada tahun 2017, menjadi gedung ke-31 tertinggi di dunia, dimana posisi nomer satu ditempati oleh Burj Khalifa di Dubai yang punya ketinggian 830 meter.