Mulai dari Jasa Sewa Ponsel Hingga Provider, Inilah Hal Unik Tentang Seluler di Jepang

Jepang, negara sejuta inovasi ini memang terkenal akan budayanya yang kental dan teknologi ciamiknya. Wajar jika banyak pelancong dari berbagai penjuru dunia berbondong-bondong menyambangi negara berjuluk Negeri Sakura ini ketika musim libur tiba. Namun, ada beberapa hal yang patut Anda persiapkan terlebih dahulu sebelum berlibur menuju Jepang, khususnya yang terkait dengan teknologi dan jaringan komunikasi.

Baca Juga: Agar Tidak Kikuk, Intip Enam Tips Hidup di Jepang!

Berikut, KabarPenumpang.com sarikan beberapa tips agar plesiran Anda di Jepang tetap berjalan lancar, dikutip dari laman pcmag.com (11/4/2018).

Power Outlet yang Serupa Dengan Indonesia
Baterai gadget Anda habis daya? Duh, permasalahan seperti ini memang kerap kali menghambat aktifitas Anda, apalagi ketika tengah berlibur. Tapi tenang, Jepang menggunakan outlet listrik dua lubang (two slots) yang sama seperti di Amerika Utara, sehingga pengisi daya Anda akan berfungsi dengan baik, bahkan tanpa adaptor apa pun (berbeda jika Anda bepergian ke China atau Eropa).

Sewa Provider
Tidak semua provider telepon menawarkan roaming dan data internasional. Sebut saja T-Mobile yang menawarkan pesan teks tak terbatas, namun dalam jaringan 2G saja. Anda akan dikenakan biaya tambahan semisal menerima panggilan dari luar negeri. Nah, di Jepang, Anda bisa menggunakan provider lokal dengan cara menyewanya. Layanan ini biasanya dapat Anda temui di bandara.

Patut digarisbawahi, pastikan ponsel Anda didukung oleh jaringan Global System for Mobile Communications (GSM), ya!

Baca Juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

Sewa Ponsel
Terdengar sedikit nyeleneh, namun beginilah adanya. Ya, di negara penghasil komik manga ini menyediakan jasa sewa ponsel bagi para pelancong. Ini ditujukan bagi mereka yang perlu berkomunikasi dengan panggilan suara. Tentu saja, penyewaan ponsel ini sudah termasuk dengan nomor lokal. Ponsel sewaan ini biasanya mengijinkan Anda untuk menerima panggilan secara tidak terbatas dari sesama nomor Jepang.

Harga dan durasi sewanya pun beragam, mulai dari harian hingga mingguan. Perusahaan konglomerat multinasional yang berbasis di Tokyo, SoftBank menyewakan smartphone dengan harga 210 yen per hari (sekitar US$2) dan paket telepon suara seharga 260 yen per hari (sekitar US$2,4), dengan periode sewa minimum tiga hari.

Penggunaan E-Money dan Uang Konvensional
Kendati toko-toko kelontong di Jepang masih meggunakan uang konvensional sebagai alat tukar yang sah, namun lain ceritanya dengan beberapa brand ternama yang lebih mengutamakan pembayaran menggunakan E-money. Jadi, ada baiknya Anda menyediakan keduanya, ya!

DC-9/MD-80, Pesawat Penumpang yang Mampu Melakukan Self-Pusback!

Pernahkah Anda memperhatikan proses towing di apron? Ya, inilah salah satu tahapan awal dalam suatu penerbangan dimana pesawat akan berjalan mundur menjauhi gedung terminal dan bersiap untuk masuk ke antrean menuju runway atau landas pacu.

Baca Juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, kebanyakan pesawat memang tidak didesain untuk melakukan proses towing sendiri, melainkan dibantu oleh kendaraan bernama Towing Truck. Tapi, ternyata ada pesawat penumpang yang memiliki kelebihan untuk melakukan proses towing sendiri, lho!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah McDonnell Douglas (sekarang bagian dari Boeing) yang memiliki beberapa armada yang bisa melakukan self-pushback, dirintis perdana pada pesawat narrow body DC-9 dan kemudian berlanjut ke generasi yang lebih modern, MD-80. Berbeda dengan Boeing dan Airbus yang mesin pesawatnya berada pada bagian sayap, kebanyakan produksian McDonnell Douglas termasuk MD-80, memiliki mesin yang berada pada bagian sisi belakang body pesawat.

MD-80 sendiri merupakan pesawat terbang jarak pendek-menengah yang pertama kali mengudara pada 18 Oktober 1979. Dengan menggunakan konfigurasi ekonomis, pesawat ini mampu menampung hingga 172 penumpang dalam sekali penerbangannya. Layaknya pesawat-pesawat dari produsen lain, MD-80 sendiri memiliki beberapa varian yang masing-masing dari mereka memiliki keunggulan dari seri sebelumnya. Tercatat, ada lima seri dari pesawat ini, yaitu MD-81, MD-82, MD-83, MD-87, dan MD-88.

Kendati memiliki lima seri yang berbeda, namun pihak McDonnell Douglas tetap setia menggunakan mesin JT8D-200 series keluaran Pratt & Whitney sebagai sumber tenaga armada mereka. Karena menggunakan mesin yang sama, maka kecepatan tempuh maksimal dari lima varian MD-80 ini pun relatif sama, yaitu di angka 472 knot atau yang setara dengan 873km/jam.

Nah, seperti yang sudah disinggung di awal, pesawat ini tergolong sebagai pesawat mandiri, dimana mereka tidak membutuhkan bantuan dari ground equipment untuk melakukan towing. Dalam beberapa video yang tersebar di dunia maya, tampak MD-80 yang menggunakan livery American Airlines hendak melakukan towing.

Baca Juga: MD-11, Tak Berusia Panjang, Inilah Kado Ulang Tahun Garuda Indonesia Ke-43

Ketika mesin pesawat menyala, tak berselang lama katup yang berada di bagian belakang mesin jet tertutup dan pesawat mulai berjalan mundur. Katup tersebut berfungsi sebagai penghambat tenaga yang dikeluarkan oleh mesin, dan mengalihkan tenaganya menuju arah depan, sehingga pesawat bisa berjalan mundur.

Levignac, Desa Kecil di Pinggiran Perancis Jadi Saksi ‘Lahirnya’ Airbus A380

Tidak bisa dipungkiri bahwa Airbus A380 merupakan pesawat komersial terbesar yang ada di jagat aviasi global saat ini. Proses perakitan komponennya pun melibatkan sejumlah perusahaan yang tersebar di seluruh  dunia, mulai dari  Jerman, Spanyol, Inggris, dan  Perancis. Ketika semua komponen sudah selesai di rancang, barulah masing-masing  dari mereka dikirim ke Perancis untuk disatukan.

Baca Juga: Libatkan 1.500 Perusahaan, Inilah Proses Perakitan Airbus A380 Yang Fenomenal

Seperti yang sudah diberitakan pada artikel sebelumnya, sebuah workshop milik Jean-Luc Lagardere yang terletak di Toulouse, Perancis menjadi tempat bersejarah perakitan Airbus A380 yang melegenda itu. Komponen pesawat yang mulai kehilangan pangsa pasarnya ini memanglah tidak sedikit dan tentu saja memiliki ukuran yang super besar, tidak heran jika pihak Airbus lalu menggelontorkan dana kas mereka untuk melakukan renovasi terhadap  sejumlah jalanan menuju workshop milik Jean-Luc Lagardere.

Sekedar mengingatkan kembali, komponen Airbus A380 diboyong dengan  menggunakan tiga moda sekaligus, yaitu darat, udara, dan laut. Setibanya di Paulliac, Perancis, enam partikel utama Airbus A380 yang dikirim via jalur laut akan melanjutkan perjalanan darat pada malam harinya. Konvoi pengangkut komponen mega jet ini akan melewati Itinéraire à Grand Gabarit, jalan yang dimodifikasi oleh Airbus untuk memudahkan proses pengiriman. Setelahnya, konvoi ini akan melewati Levignac, sebuah desa kecil yang penduduknya sudah menantikan parade komponen Airbus A380.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnet.com, warga yang menempati lahan seluas 12,22km persegi ini enggan absen untuk menyaksikan parade potongan si burung besi raksasa ini. Walaupun pihak Airbus lebih dominan bergerak pada malam hari, namun itu semua tidak menyurutkan anemo masyarakat Levignac untuk menyaksikan konvoi pengangkut ini.

Tua muda, laki-laki perempuan semuanya berhamburan ke jalan untuk menantikan konvoi Airbus A380. Kehadiran polisi yang mengawal iring-iringan tersebut menjadi penanda atraksi tersebut dimulai. Sebelum iring-iringan tersebut melintasi Levignac, pihak keamanan setempat akan menyisir jalanan agar laju konvoi tidak terhambat. Bahkan pihak yang berwajib tidak segan-segan untuk menggunakan  jasa mobil derek untuk memindahkan mobil-mobil yang terparkir di jalan yang hendak dilalui oleh konvoi komponen Airbus A380.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380

Biasanya, dalam sekali konvoi, pihak Airbus menurunkan sekitar 53 kru, 31 kendaraan, dan 18 staf keamanan demi melancarkan proses pengiriman menuju Toulouse. Penempatan bagian-bagian Airbus A380 di atas truk pengangkut juga dilakukan dengan penuh pertimbangan sehingga tidak ada bagian yang cacat. Selain terkait kemungkinan cacat yang terjadi selama perjalanan menuju Toulouse, penataan tata letak komponen ini pun ditujukan agar tidak mengganggu aktifitas yang dilalui oleh konvoi ini.

Kalau Anda berkesempatan untuk mengunjungi desa ini, sempatkan diri untuk melihat konvoi ini ya!

Sarah van Deman, Penumpang Wanita Pertama dalam Sejarah Kedirgantaraan

Ketika berkendara menggunakan sarana transportasi berbasis massal, bersinggungan dengan penumpang merupakan hal yang sangat lumrah, tidak terkecuali di sektor kedirgantaraan. Mobilitas dengan menggunakan pesawat memang kerap dijadikan opsi berkendara oleh sebagian orang yang tidak ingin berlama-lama di jalan. Ngomong-ngomong soal penumpang, tahukah Anda siapa penumpang pesawat pertama di dalam sejarah aviasi Negeri Paman Sam?

Baca Juga: Allan Lockheed, Founder Lockheed Corporation yang Pernah Jadi Salesman Real Estate

Penumpang pertama pesawat bukanlah seorang pria, melainkan seorang wanita yang bernama Sarah van Deman. Sarah sendiri merupakan penduduk asli Dixon, Illinois yang mendampingi Wilbur Wright (kakak dari Orville Wright) ketika menerbangkan pesawat yang dirakit oleh Wright Bersaudara.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kala itu Wilbur yang berperan sebagai pilot memerintahkan Sarah van Deman untuk tetap duduk di pesawat Wright 1909 Military Flyer, sementara pesawat itu didorong oleh sembilan tentara untuk kembali ke posisi semula setelah percobaan terbang pertama kali gagal.

Sarah van Deman

“Jeritan kecil terdengar sesaat sebelum pesawat Wright 1909 Military Flyer jatuh menghantam bumi,” tutur salah satu sejarawan di sektor aviasi global, David Trojan.

Ya, jeritan tersebut menandakan kegagalan pertama Wilbur Wright dalam menerbangkan pesawat biplane rakitannya. Percobaan kedua bisa dibilang jauh lebih sukses ketimbang yang pertama, dimana Wright 1909 Military Flyer berhasil mengudara selama kurang lebih empat menit di ketinggian 60 kaki dengan kecepatan 60mph. Keberhasilan itu pun lalu disambut sorak sorai dari para penonton yang menghadiri momen terpenting dalam sejarah aviasi global yang terjadi pada tanggal 27 Oktober 1090 ini.

“Secara teknis, itu juga merupakan kecelakaan pesawat pertama yang melibatkan seorang penumpang wanita berkebangsaan Amerika,” lanjut David Trojan.

Mengapa harus Sarah van Deman yang menjadi penumpang pesawat wanita pertama? Bukahkah di luar sana ada banyak wanita lain yang bisa dijadikan ‘kelinci percobaan’? Jawabannya sederhana, karena Sarah van Deman merupakan karib dari Katherine Wright, saudara perempuan Orville dan Wilbur Wright.

Baca Juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

Setelah Wilbur Wright menjelaskan bagaimana pesawat bekerja, Sarah van Deman naik ke kursi penumpang. Lalu Wilbur dan seorang perwira tentara yang mendampingi prosesi terbang tersebut mengikatkan tali – seperti sabuk pengaman di paha Sarah dan seperti yang sudah disebutkan di atas, para penonton mengapresiasi penerbangan kedua Wilbur Wright.

Sarah van Deman sendiri meninggal pada tahun 1967 di usianya yang ke 86 tahun.

 

 

Bandara Minneapolis Hadirkan Mockup Kabin untuk Bantu Penyandang Disabilitas

Selalu ada jalan untuk membantu kemudahan penumpang di bandara, seperti yang dilakukan Bandara Internasional Minneapolis-Saint Paul, Minnesota, Amerika Serikat. Agar bisa melayani penumpang disabilitas secara maksimal, bandara tersebut meluncurkan Travel Confidently MSP Education Center dengan menghadirkan cabin mockup atau mockup kabin.

Baca juga: Bagaimana Prosedur Pramugari Bantu Penumpang Disabilitas di Pesawat?

Mockup kabin sepanjang 33 meter ini sebelumnya adalah mockup kabin Delta Airlines untuk pelatihan kru kabin maskapai.

Dilansir Simple Flying, mockup kabin Boeing 737 ini di tempatkan di dekat Gate C16 Terminal 1 bandara. Mockup kabin tersebut memiliki 42 kursi dan dilengkapi dengan fitur onboard yang biasa ditemui penumpang, seperti kompartemen bagasi, seat belt, dan lainnya.

Itu dinilai akan sangat membantu penumpang, khususnya penumpang disabilitas, dalam memberikan lingkungan yang akan mereka temukan di pesawat sebelum penerbangan sungguhan tiba, sebagai bagian dari tujuan dibentuknyaTravel Confidently MSP Education Center.

“Fasilitas unik ini akan menjadi ciri khas program MSP yang mendukung perjalanan yang adil dan inklusif. Berkat sumbangan yang besar dari Delta Air Lines, kami dapat menyediakan lingkungan pelatihan yang nyata tanpa menggunakan pesawat yang sebenarnya, yang akan membangun kepercayaan dalam perjalanan udara untuk lebih banyak orang di komunitas kami,” jelas executive director sekaligus CEO of the Metropolitan Airports Commission, Brian Ryks.

Senada dengan Ryks, VP Operation Delta Air Lines, Mary Loeffelholz mengungkapkan pihaknya sangat ingin memberikan lingkungan yang lebih inklusif. Karenanya, dengan sumbangan mockup kabin bekas armadanya yang sudah purna tugas, diharapkan itu bisa lebih berguna untuk penumpang.

“Kami berterima kasih atas kemitraan berkelanjutan kami dengan MAC dan Airport Foundation MSP, yang telah memajukan upaya Delta untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang. Memberi kembali kepada komunitas kami berakar dalam pada keyakinan dan nilai Delta, dan melalui kerja orang-orang kami, kami sangat menantikan bagaimana fasilitas ini akan berdampak pada komunitas MSP,” ujarnya.

Baca juga: Inilah Air Hollywood, Studio Bertema Penerbangan Terbesar di Dunia

Travel Confidently MSP Education Center adalah program pelayanan unik oleh Bandara Minneapolis bukan hanya untuk penumpang melainkan juga untuk seluruh staf bandara dan maskapai, yang salah satu turunan programnya ialah program Navigasi MSP.

Program ini memungkin penumpang disabilitas, baik tuna rungu, tuna netra, maupun tuna wicara, ataupun penumpang yang mengalami aerophobia atau rasa takut yang luar biasa saat naik pesawat, untuk membiasakan diri dengan kabin pesawat sebelum penerbangan sungguhan.

[Video] Bangkai Antonov An-225 Mriya Ditarik untuk di-scrap

Merujuk ke pemberitaan sebelumnya, bahwa ada kemungkinan pesawat kargo terbesar di dunia Antonov An-225 Mriya masih dapat diperbaiki, yaitu dengan biaya sekitar US$3 miliar atau Rp43 triliun. Maka ada kabar terbaru datang dari Bandara Hostomel di Ukraina, lewat sebuah postingan video di YouTube, diperlihatkan An-225 yang telah menjadi bangkai, bagian hidungnya ditarik oleh traktor dan panser menggunakan semacam kabel baja.

Baca juga: Ukraina Bakal Bangun Antonov An-225 Mriya untuk Hormati Pilot Pejuang, tapi….

Dikutip dari Topwar.ru (27/5/2022), sebuah video memperlihatkan pemindahan pesawat dari hanggar yang terbakar. Upaya pemindahan pesawat berbobot kosong 250 ton itu dapat berlangsung dengan aman, yaitu pasca pasukan Rusia menarik diri dari Bandara Hostomel. Dari kabar yang beredar, An-225 yang sudah menjadi bangkai itu akan di-scrap. Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertekad untuk membangun varian kedua An-225. Seperti diketahi, An-225 hanya ada satu unit di dunia, dan itu yang hancur terbakar akibat imbas serangan udara Rusia.

An-225 Mriya terbang perdana pada 21 Desember 1988. Pesawat dengan berat maksimum lepas landas (MTOW) sekitar 640 ton ini awalnya diproduksi untuk mengangkut dan menjadi wahana peluncuran (flying space launching) Buran, pesawat ulang-alik pertama Soviet (Rusia) yang bisa digunakan kembali.

Antonov An-225 sejatinya diproyeksi akan dibangun sebanyak dua unit. Unit pertama pun selesai dibangun dan dengan cepat membuat 106 rekor dunia dalam satu penerbangan. Pesawat kargo terbesar di dunia, yang diberi kode ‘Cossack’ oleh NATO ini, dapat terbang dengan Buran orbiter di dalam atau di atasnya dan ikut dalam Paris Air Show 1989. Akan tetapi karena program Buran dihentikan, Uni Soviet memutuskan untuk melakukan penjualan An-225. Adapun unit kedua proyeknya terus mangkrak hingga bertahun-tahun.

Baca juga: Bandara Hostomel, Saksi Bisu Kehancuran Pesawat Angkut Terbesar Antonov An-225 Mryia

Meski demikian, satu-satunya pesawat Antonov An-225 Mriya (yang saat ini hancur), merupakan kombinasi dari desain jadul dan inovasi modern, mencakup sistem kontrol fly-by-wire dan hidraulik triple-redundan, serta memiliki roda pendarat utama yang berjumlah 32 roda tersebut, telah menerima sistem avionik yang lebih baik dan setidaknya satu mesin baru dari pemasok Ivchenko-Progress.

Ada Pola Perubahan Layanan di KRL Jabodetabek, Ini Pesan KAI untuk Para Penumpang

Dengan adanya pelaksanaan Switch Over (SO) ke-5 di Stasiun Manggarai oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengingatkan kepada seluruh pengguna KRL agar memperhatikan kembali perubahan pola operasi perjalanan KRL mulai Sabtu, 28 Mei 2022. Perubahan terjadi pada rute perjalanan KRL lintas Cikarang/Bekasi dan lintas Bogor/Depok/Nambo, serta pola transit pengguna KRL di Stasiun Manggarai.

Baca juga: Peta Rute Baru KRL, Mulai 28 Mei Loop Line Pindah Jadi Rute Cikarang

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, Switch Over ke-5 ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan KAI Group di Stasiun Manggarai yaitu perjalanan KA Jarak Jauh, KRL Jabodetabek, maupun KA Bandara. KAI mendukung penuh pekerjaan Switch Over ke-5 ini sebagai bagian dari pengembangan Double-Double Track (DDT) Manggarai – Cikarang yang merupakan Proyek Strategis Nasional.

“KAI memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas perubahan layanan ini. KAI berharap pengguna KRL dapat menyesuaikan perjalanannya mulai 28 Mei dan dapat segera beradaptasi. Pengguna KRL dapat mengecek info perjalanan dan jadwal KRL secara realtime di aplikasi KRL Access,” kata Didiek dalam siaran pers.

Mulai 28 Mei, Perjalanan KRL lintas Bogor hanya melayani relasi Bogor/Depok/Nambo – Jakarta Kota pp via Stasiun Manggarai. Sementara itu pola operasi loop line dilayani KRL lintas Cikarang/Bekasi dengan 2 skema yaitu full racket Cikarang/Bekasi pp via Manggarai atau Pasar Senen dan Half Racket Cikarang/Bekasi – Kampung Bandan/Angke pp via Manggarai. Sedangkan untuk KRL lintas Rangkasbitung dan lintas Tangerang, perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta, serta KA Jarak Jauh tidak terjadi perubahan. Perjalanan KA lintas Bogor/Depok/Nambo akan dilayani di lantai 2 Stasiun Manggarai peron 10-13, lintas loop line yaitu Cikarang/Bekasi dilayani di lantai dasar peron 6 dan 7, dan perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta dilayani di lantai dasar peron 8 dan 9.

“Pengguna KRL dari Bekasi/Cikarang ke arah Jakarta Kota yang sebelumnya menggunakan satu perjalanan, sekarang harus melakukan transit di stasiun Manggarai. Begitu pula pengguna KRL Bogor/Depok/Nambo ke arah Sudirman, Tanah Abang, Duri juga harus melakukan transit di stasiun Manggarai,” ujar Didiek.

Dengan adanya perubahan ini, transit pengguna KRL di Stasiun Manggarai akan lebih aman karena sudah tidak perlu lagi menyeberang antar rel. Cukup naik dan turun lantai menggunakan tangga, escalator, dan lift yang telah disediakan. Kecepatan perjalanan KRL juga meningkat dari 70 km/jam menjadi 90 km/jam pada lintas Manggarai – Jakarta Kota dan menjadi 95 km/jam pada lintas Cikarang/Bekasi – Jatinegara.

Baca juga: Pengiriman KRL Konservasi, Terima Kasih Telah Mewarnai Jalur Jabodetabek

KAI mendukung penuh pengembangan Stasiun Manggarai oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan kereta api. Nantinya dengan pembangunan ini persilangan KA akan berkurang, keselamatan dan keamanan perjalanan KA dan para pengguna lebih terjaga, meningkatkan kapasitas dan jumlah perjalanan KA sehingga dapat melayani lebih banyak masyarakat yang akan menggunakan transportasi umum.

Aksi Prank YouTuber ‘Welcome to Luton’ di Bandara Gatwick Bikin Penumpang Panik

Jelang mendarat, pemandangan bandara dan sekitarnya semakin jelas. Hal ini kemudian dimanfaatkan seorang YouTuber untuk membuat prank salah bandara dengan membuat tulisan ‘Welcome to Luton’ di sekitar Bandara Gatwick, Inggris. Prank ini pun sukses membuat penumpang panik bukan kepalang.

Baca juga: Kena Prank Tiket Pesawat Argentina-Qatar Rp20 Ribuan, Influencer Ini Tempuh Jalur Hukum

Prank ‘Welcome to Luton’ ini masih akan bertahan sampai sebulan lebih ke depan dan sudah diizinkan oleh otoritas terkait di bandara maupun Pemda setempat.

Menariknya, walau sudah dipublikasi secara luas pun, baik di media mainstream maupun di media sosial, tetap saja masih ada penumpang yang kaget dan panik karena takut salah naik pesawat. Sebab, Bandara Luton dan Bandara Gatwick terpaut cukup jauh.

Bandara Luton 56 km di utara kota London sedangkan Bandara Gatwick justru sebaliknya terletak di selatan kota London dan berjarak sekitar 50 km.

Dilansir Mirror, di awal prank tersebut viral dan menjadi perbincangan publik, khususnya para penumpang pesawat, tidak ada yang mengakui itu perbuatan siapa. Barulah setelah beberapa waktu, YouTuber Max Fosh mengklaim itu perbuatannya. Saya adalah orang iseng sial yang telah menulis Welcome To Luton,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengaku prank tersebut adalah bagian dari konten YouTube-nya. Meski begitu, sampai saat ini, belum ada unggahan atau konten prank ‘Welcome to Luton’ ini yang sudah diunggah di kanal YouTube-nya.

Menurut kesaksian salah satu penumpang asal Great Dunmow, Essex, Abbey Desmond, tulisan ‘Welcome to Luton’ terlihat jelas dari jendela saat pesawat approach atau kira-kira 90 detik sebelum mendarat di Bandara Gatwick di ketinggian sekitar 60 meter.

Setelah melihat tulisan tersebut, ia mengaku panik dan tak bisa berbuat apa-apa. Terlebih ketika itu ia terbang sendiri sungkan untuk bertanya ke penumpang sebelah. Begitupun juga penumpang lainnya yang duduk di pojok dekat jendela. Mereka panik.

Mayoritas penumpang panik lantaran takut salah naik pesawat. Lainnya panik lantaran mereka memarkirkan mobil mereka di Gatwick.

Baca juga: Hanya Prank April Mop, Enjoy Nagoya! Tur Bus Shachi Hanya Lelucon

Meski terbilang baru di Inggris, Fosh secara terbuka mengakui ia terinspirasi oleh prank serupa di salah satu bandara di AS dan Australia. “Tugas saya adalah membuat video dan video saya adalah tentang melakukan hal-hal konyol, untuk membuat orang tersenyum tetapi hanya untuk menjadi konyol, saya senang aksi ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Fosh sendiri mengaku telah menghabiskan dana sekitar Rp73 juta untuk membuat tulisan ‘Welcome to Luton’ di atas lahan milik warga sekitar bandara berukuran 8 m x 3 m.

Setelah Gelang Pelacak, Awak Kabin Cathay Pacific Kini Wajib Gunakan Aplikasi Pelacakan di Ponsel

Otoritas Hong Kong terbilang ketat untuk memantau aktivitas pilot dan awak kabin penerbangan komersial. Terkhusus pada pilot dan kru Cathay Pacific yang menjadi duta utama Hong Kong dalam penerbangan manca negara, sejak Februari lalu telah diberlakukan wajib karantina. Bukan hanya karantina biasa, para pilot dan kru Cathay Pacific juga diwajibkan mengenakan gelang pelacak selama dalam masa karantina, untuk menjamin mereka tidak melanggar syarat dalam masa karantina.

Baca juga: Hong Kong Paksa Pilot Cathay Pacific Pakai Gelang Pelacak Canggih, Cegah Lolos Karantina

Tapi semua di atas sepertinya belum cukup, meski tren penyebaran Covid-19 secara global telah menurun, manajemen Cathay Pacific justru mewajibkan semua pilot dan awak kabin menggunakan aplikasi khusus di ponsel. Aplikasi tersebut dirancang untuk melacak keberadaan mereka sehari-hari, yang belakangan menimbulkan kekhawatiran atas privasi. Aplikasi baru itu akan merekam semua aktivitas mereka selama minggu pertama dari periode pengawasan medis dua minggu mereka.

Dikutip dari simpleflying.com (26/5/2022), aplikasi pelacakan kru Cathay Pacific telah memberi tahu anggota kru dalam memo internal bahwa mereka harus mencatat aktivitas mereka di fitur “Log Aktivitas Kru”. Apa yang harus diinput mencakup rincian inbound flight information, kegiatan di luar rumah, dan catatan kunjungan dari aplikasi “Tinggalkan Rumah Aman” Hong Kong selama tujuh hari pertama dari periode pengawasan medis dua minggu mereka.

Anggota kru di Cathay sebelumnya diminta untuk mengisi formulir pengawasan medis, yang mencakup catatan aktivitas sehari-hari.

Otoritas Hong Kong baru-baru ini melonggarkan persyaratan karantina untuk awak pesawat penumpang, asalkan kru akan menggunakan aplikasi log aktivitas yang baru dibuat untuk membantu pelacakan kontak dan kepatuhan pada pencegahan Covid-19.

Baca juga: Gegara Perang Rusia-Ukraina, Rute Hong Kong-New York Cathay Pacific Jadi Penerbangan Terpanjang di Dunia

Kabar terbaru, pilot dan awak pesawat di Hong Kong harus menyelesaikan karantina tiga hari dan menghindari pertemuan massal dan kegiatan bebas masker di depan umum selama tujuh hari setelah tiba di wilayah bagian dari Cina tersebut. Cathay mengatakan kepada stafnya bahwa ketidakpatuhan terhadap aplikasi dapat memiliki konsekuensi hukum yang serius.

Lagi, Lokomotif vs Truk Tabrakan di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Kejadian tak terduga kembali terjadi di perlintasan tanpa palang pintu. Kali ini terjadi di jalur kereta api Sumatera Utara, tepatnya di kawasan Lubuk Pakam, Medan. Kejadian pada Kamis 26 Mei 2022 tersebut saat lokomotif menarik kereta api angkutan barang kargo dari Stasiun Belawan sampai dengan Stasiun Perlanaan. Rangkaian yang terdiri dari beberapa gerbong petikemas ini ditarik oleh lokomotif CC 201 77 08. Saat di kilometer 35+900 – 36+000 lokomotif membentur kendaraan truk yang menyeberang di perlintasan liar. Dengan kencang, tabrkan pun tak terhindarkan.

Baca juga: Begini Cara Agar Terhindar dari Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

Pasca kecelakaan terjadi, lokomotif bagian depan (kabin) alami kerusakan yaitu penyok bagian kabin. Sedangkan truk yang juga alami benturan, terlihat rusak parah hingga terseret beberapa meter dari perlintasan liar tersebut. Lokomotif yang alami kerusakan dengan tentu tidak bisa melanjutkan perjalanan, dan menunggu lokomotif penolong dari Stasiun Medan. Kejadian yang terjadi pada pukul 05.40 WIB ini membuat warga sekitar pun berkumpul dilokasi kejadian, guna mengecek apakah ada korban luka berat atau tidak. Saat setelah kejadian sopir truk langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, dan masinis dari lokomotif KA 2842 Parba Cargo turut dievakuasi dan menuju pengobatan darurat.

Dari kejadian tersebut, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) khususnya wilayah Divisi Regional (Divre) I Medan, SUmatera Utara menghimbau agar selalu waspada saat menyeberang di perlintasan kereta api khususnya tanpa palang pintu. Selalu tengok kiri-kanan sebelum menyeberang dan tidak melanggar peraturan lalu lintas dengan menyeberang saat palang pintu sudah menutup. (PRAS – Cinta Kereta Api)