Gempa Turkiye magnitudo 7,8 SR dan gempa susulan 7,5 SR pada Senin lalu menimbulkan kerusakan sangat parah di Turkiye dan Suriah bagian utara. Selain banyak bangunan runtuh dan menimbulkan korban cukup banyak, gempa juga menghancurkan banyak bandara di lokasi terdampak. Akibatnya, penyaluran bantuan kemanusiaan sempat terkendala.
Sejak hari pertama gempa terbesar dalam 100 terakhir di Turkiye mengguncang pada Senin lalu, seluruh bandara di lokasi gempa ditutup untuk penerbangan apapun, baik sipil maupun penerbangan evakuasi medis dan penerbangan kemanusiaan.
Tak lama kemudian, beberapa bandara pun dibuka kembali untuk memudahkan mobiisasi bantuan kemanusiaan, relawan, dan korban.
Sedikitnya ada tiga bandara yang diandalkan pemerintah Turkiye dalam menyalurkan logistik bantuan, mengevakuasi korban, dan mengirim relawan SAR.
Pertama adalah Bandara Adana Sakirpasa. Bandara yang terletak di provinsi Adana, Turkiye selatan, ini dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian terminal dan lainnya. Dilihat dari gelombang getaran gempa, sangat wajar Bandara Adana mengalami kerusakan parah mengingat posisinya yang tak jauh dari pusat gempa di Kahramanmaras, Gaziantep.
Meskipun sempat ditutup untuk penerbangan apapun, bandara dibuka kembali untuk memudahkan pengiriman bantuan ke lokasi bencana dari arah barat.
Satu-satunya runway Hatay Airport, Antakya, Tenggara Turkiye rusak akibat hantaman Gempa 7,8 SR. Bbrp bandara lain disebut lebih parah di dekat pusat gempa di Kahramanmaras. Gempa pertama 7,8 SR sangat merusak, gempa susulan 7,5 SR tak lama berselang bikin byk bangunan runtuh. pic.twitter.com/f4hvCcrU72
Kedua adalah Bandara Hatay, selatan Turkiye. Sama halnya dengan Bandara Adana, Bandara Hatay juga mengalami kerusakan parah. Bedanya, bila Bandara Adana hanya terbatas pada bangunan saja, Bandara Hatay juga mengalami kerusakan di bagian runway (landasan pacu). Celakanya, bandara tersebut hanya mempunyai satu runway dan kerusakannya pun sangat tidak memungkinkan pesawat mendarat.
Dilihat dari berbagai video yang beredar di media sosial, kerusakan pada runway Bandara Hatay terletak pada bagian tengahnya yang retak seolah terbelah menjadi dua. Patahan runway tersebut kemudian menjulang ke atas seolah membentuk gunung kecil yang berada persis di tengah runway, bukan di bagian ujung runway.
Karenanya, sampai saat ini, Bandara Hatay dilaporkan masih tertutup untuk penerbangan apapun karena tidak memungkinkan pesawat mendarat.
Ketiga adalah Bandara Internasional Gaziantep Oğuzeli. Bandara ini berjarak sangat dekat dengan pusat gempa di Kahramanmaras. Beruntung, tak terjadi kerusakan berarti di sini, begitu juga pada bagian landasan pacu bandara.
Kendati begitu, otoritas bandara tetap menutup penerbangan sipil dan hanya mengizinkan penerbangan evakuasi medis, penyaluran logistik bantuan, dan penerbangan kemanusiaan. Bandara ini menjadi pusat penyaluran logistik dan evakuasi lantaran berada di tengah-tengah wilayah terdampak gempa bumi Turkiye. Demikian dikutip dari Simple Flying.
Selama ini ada yang membedakan antara sistem tiket kereta api dan pesawat terbang, umumnya pada tiket pesawat terbang diberlakukan harga yang dinamis menyesuaikan permintaan dan penawaran di suatu musim penerbangan. Guna melindungi konsumen, regulator lazimnya menerapkan batas harga tertinggi. Sementara pada tiket di kereta api, menggunakan pola harga ‘tetap’ di setiap rute. Nah, di Inggris rupanya ada terobosan agar layanan kereta api menjadi lebih kompetitif.
Dikutip dari Theguardian.com (7/2/2023), disebutkan ada rencana agar tiket kereta api di Inggris dapat dihargai seperti kursi di maskapai penerbangan, yakni di bawah sistem berbasis permintaan yang sedang diuji coba oleh pemerintah, yaitu sebagai bagian dari program reformasi layanan kereta api yang lebih luas.
Sekretaris Transportasi Inggris, Mark Harper, mengumumkan pada Selasa malam bahwa tarif beberapa kereta jarak jauh yang dijalankan oleh LNER di jalur Pantai Timur akan berfluktuasi sesuai ketersediaan kursi.
Dia mengatakan perusahaan kereta api milik negara juga akan bergerak menuju penghapusan tiket pulang-pergi di seluruh jaringannya, sebagai ujian apakah ide tersebut pada akhirnya dapat diluncurkan di jalur kereta api yang lebih luas.
Menurut Departemen Perhubungan Inggris, sistem tersebut harus mengurangi sebagian besar tarif tunggal, yang bisa menjadi harga yang hampir sama dengan pengembalian di bawah praktik tarif tradisional.
Perombakan tiket yang telah lama ditunggu-tunggu juga akan mencakup lebih banyak tarif nirsentuh dan bayar sesuai pemakaian untuk perjalanan kereta api melintasi tenggara Inggris.
Sekretaris Transportasi mengatakan kereta api harus menjadi “industri yang benar-benar dipimpin secara komersial … bagi saya, itu tidak dapat dinegosiasikan.” Hanya reformasi besar yang dapat memutus siklus penurunan layanan kereta api.
Andy Bagnall, Kepala Eksekutif Badan Industri Kereta Api, menyambut baik perubahan kebijakan tarif, mengatakan itu adalah “gagasan yang waktunya telah tiba” setelah bertahun-tahun mendorong reformasi. Tarif kereta akan naik di Inggris sebesar 5,9 persen mulai 5 Maret 2023 – kenaikan terbesar dalam satu dekade, meskipun kenaikan tersebut ditahan secara signifikan di bawah inflasi untuk pertama kalinya sejak privatisasi.
Reformasi perkeretaapian di Inggris dianggap mendesak sejak peninjauan industri dilakukan pada 2018 karena sistem waralaba gagal.
Layaknya moda transportasi lain yang memiliki mitosnya masing-masing, di dunia penerbangan pun memiliki mitos tersendiri. Namun, tentu saja mitos ini tidak ada kaitannya dengan hal-hal berbau mistis. Berikut, KabarPenumpang.com sarikan lima mitos seputar dunia penerbangan dilansir dari gulfnews.com (23/7/2017).
Semakin Besar Pesawat, Tarifnya pun Semakin Rendah
Adapun alasan dibalik tercetusnya mitos seperti ini adalah ketersediaan bangku yang lebih banyak dapat membantu pihak maskapai untuk memenuhi setiap permintaan penerbangan dalam jumlah besar dan menawarkannya dengan harga yang lebih rendah daripada penerbangan dengan pesawat kecil.
Ternyata, anggapan netizen selama ini mengenai asumsi tersebut tidaklah benar. Faktanya adalah pihak maskapai tidak meningkatkan efisiensi per penumpang dengan meningkatkan kapasitas seat. Ini dikarenakan skala ekonomi tidak selalu berpihak pada maskapai penerbangan. Jadi, hingga saat ini, mitos mengenai tarif terbang menggunakan pesawat berukuran besar lebih rendah terbantahkan karena pesawat berukuran kecil memungkinkan maskapai untuk mengoperasikan rute non-stop dengan biaya yang lebih murah dan dianggap lebih efisien.
Fakta ini juga ditunjang dengan keberadaan maskapai berbodi jumbo yang hanya bisa diakses melalui bandara berukuran besar pula. Dapat dibayangkan jika calon penumpang yang tinggal di daerah pinggiran harus menyambangi bandara besar yang letaknya sangat jauh, tidak efisien bukan?
Terbang itu Mahal Mitos ini pun terbantahkan dengan adanya studi yang menunjukkan bahwa terjadi hingga saat ini adalah penurunan harga tiket. Pada tahun 1979, rata-rata harga tiket pulang-pergi di Amerika berada di angka $617, sedangkan sekarang harganya hanya $367. Begitupun dengan harga tiket New York – Los Angeles yang ditaksir mencapai $1.442 pada tahun 1974, kini harga tiket perjalanan di antara dua kota tersebut hanya $149.
Taksiran harga tersebut menunjukkan bahwa pesawat menawarkan harga yang bisa dibilang murah, terutama dalam kasus penerbangan jarak jauh. Dapatkah Anda bayangkan jika bepergian dari New York menuju Los Angeles dengan menggunakan moda transportasi lain seperti bus, kereta, atau kendaraan pribadi? Tentu biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar ketimbang naik pesawat.
Pesawat Terbang Berdampak Buruk Bagi Lingkungan Untuk mengudara dari Dubai menuju Sydney, Airbus A380 membutuhkan lebih dari 65.000 galon bahan bakar, sedangkan satu galon bahan bakar setara dengan 3,78 liter. Belum lagi bahan bakar pesawat menghasilkan lebih banyak tingkat karbon dioksida dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, dan dengan anggapan seperti ini, maka setiap penerbangan dinilai memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan, hingga ada statemen yang menyatakan “Setiap kali Anda terbang, maka Anda berperan serta dalam menghancurkan planet ini”.
Kembali, mitos ini ditepis dengan fakta yang menunjukkan terbang jauh lebih efisien daripada menggunakan moda transportasi lain. Untuk terbang dari Frankfurt menuju Washington D. C., sebuah Boeing 747-800 membutuhkan 65 galon bahan bakar, dimana dengan jumlah yang sama, sebuah mobil SUV pun tidak mampu untuk pergi dari Washington D. C. menuju Denver. Pesawat tersebut memiliki rata-rata penggunaan bahan bakar 89mpg (miles per gallon), nilai tersebut jauh lebih rendah daripada sebuah mobil hibrida yang paling efisien sekalipun. Ditambah lagi dengan operator penerbangan yang lebih memilh untuk menggunakan biofuel untuk mengurangi emisi ketika mengudara.
Merger Merupakan Berita Buruk Bagi Para Pelancong Penggabungan saham atau merger dalam dunia aviasi memang bukan menjadi suatu hal yang aneh, seperti yang terakhir terjadi adalah US Airways dan American Airlines. Sebenarnya ini merupakan bentuk dari persaingan yang agresif. Merger sendiri memiliki keunggulan kompetitif, ambil contoh dari tiga maskapai raksasa Amerika, Delta, American, dan United yang kini memiliki rute penerbangan yang lebih variatif. Sebut saja Delta Airlines yang memiliki rute terbang ke lebih dari 200 destinasi dari Amerika.
Rute Penerbangan Terbaik Adalah yang Terpendek Mitos ini pun terbantahkan, karena pada umumnya setiap penerbangan tidak memiliki rute terbaik ataupun terburuk, kecuali hal ini disangkutkan dengan kondisi geografis suatu wilayah dan kondisi cuaca di jalur yang hendak dilewati oleh maskapai tersebut.
Yang benar-benar menentukan jalur penerbangan suatu maskapai adalah biaya penerbangan itu sendiri. Semakin jauh Anda mengudara, biasanya ongkos yang dikenakan pun akan jauh lebih mahal. Mungkin karena dasar pemikiran seperti inilah yang akhirnya menyebabkan mitos mengenai penerbangan terbaik adalah penerbangan dengan rute terpendek menyeruak ke permukaan.
Setelah mengalami kecelakaan pada Juni 2022, yakni saat melayani penerbangan rute Timika-Duma, kini ada kabar tragis lagi yang menimpat pesawat Pilatus Porter PC-6 milik maskapai Susi Air. Pesawat dengan nomor penerbangan SI 9368 pagi ini (7/2/2023) dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga.
Informasi ini telah dibenarkan oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri. “Memang benar ada laporan tentang pesawat milik Susi Air yang dibakar KKB di Paro, Kabupaten Nduga,” kata nya, dikutip dari Antara.
Pesawat Susi Air tersebut dipiloti Kapten Philips M. berkebangsaan Selandia Baru membawa lima penumpang, termasuk seorang bayi. Pesawat jenis Pilatus Porter terbang dari Timika pukul 05.33 WIT dan dijadwalkan tiba ke Bandara Moses Kilangin Timika pukul 07.40 WIT.
Pilatus PC-6 Porter tercatat memegang rekor sebagai pesawat yang mampu mendarat di lokasi tertinggi, untuk kategori fixed-wing aircraft. Pesawat bermesin tunggal ini tercatat pernah mendarat di gletser Dhaulagiri, Nepal, yang memiliki ketinggian 18.865 kaki atau 5.750 meter di atas permukaan laut.
Dilansir disciplesofflight.com, Pilatus Porter PC-6 buatan Pilatus Aircraft pertama kali diperkenalkan pada tahun 1959. Ketika itu, pesawat masih ditenagai oleh flat six 340 hp Lycoming GSO-480 yang hanya mampu mengangkut beban di bawah 2.000 pon. Cukup kecil untuk ukuran pesawat yang beroperasi di medan berat.
Susi Air
Barulah pada tahun 1961, pesawat dengan kemampuan STOL (Short Take-off Landing) ini mulai mendapat banyak peningkatan pada mesin tanpa mengubah desain awal pesawat. Seri ini dinamakan PC-6/A Turbo Porter dengan mesin 523 shp Turbomeca Astazou.
Seri Pialtus Porter PC-6 yang lebih bertenaga baru dirilis pada tahun 1964 menggunakan mesin Pratt & Whitney. Meski begitu, seluruh varian pesawat PC-6 keluaran dekade 60-70an belum ada yang mencolok.
Barulah pada tahun 1984, Pilatus Aircraft mengeluarkan seri yang paling populer sampai saat ini, Pilatus Porter PC-6/B2. Model B2 ini dilengkapi dengan mesin Pratt Whitney PT6A-27 yang sangat andal dan mampu menghasilkan 680 shp. Sayangnya itu diturunkan menjadi 550 shp di seri PC-6 selanjutnya.
Di dunia, pesawat Pilatus Porter PC-6 digunakan untuk banyak operasi, mulai dari survei udara dan pemetaan, perang (perang Vietnam), kargo, komuter, operasi SAR, pemadam kebakaran hutan, operasi medis, terjun payung, joyflight, dan banyak lagi, baik di medan padang pasir, salju, hutan, pegunungan, dan sebagainya.
Pilatus Porter PC-6 memiliki kemampuan untuk mendarat hampir di mana saja. Secara spesifik, pesawat ini mampu mendarat di lintasan yang cukup pendek (hanya sepanjang 250 meter) dengan permukaan yang disiapkan secara wajar.
Pilatus Porter PC-6 dengan muatan sekitar 900 kg, sangat diminati di Indonesia di mana lebih dari 250 (dari 650) landasan pacu lebih pendek dari 500 meter. Adapun pesawat jenis ini banyak digunakan Susi Air untuk beroperasi di wilayah Papua.
Sementara itu, berdasarkan situs Aerocorner, dikatakan bahwa pesawat jenis Pilatus PC-6 Turbo Porter ini memiliki harga jual mencapai US$ 1 juta atau setara dengan Rp 15 miliar (kurs Rp 15.000/dolar AS).
Mungkin tak membuat Anda panik, tapi paling tidak ini (kadang) bisa membuat Anda merasa deg-degan saat naik pesawat. Meski bikin tegang, namun, apa yang Anda rasakan adalah sesuatu hal yang lumrah dalam operasional pesawat udara. Dan pastinya, hal yang membuat Anda deg-degan adalah sesuatu yang normal alias biasa-biasa saja bagi pilot dan awak kabin.
Dikutip dari thepointsguy.co.uk, disebutkan ada empat hal yang kerap membuat penumpang deg-degan, tapi adalah hal yang biasa dimata pilot. Empat hal tersebut adalah suara mesin saat lepas landas (take-off), membalikkan sayap pada sudut yang ekstrim, manuver berputar, mengamati peta dan melihat perubahan ketinggian.
Suara Mesin Saat Lepas Landas
Perubahan kebisingan mesin setelah lepas landas seringkali terjadi ketika tenaga mesin lebih besar dibutuhkan. Semakin pendek jarak landasan dan ukuran payload, maka akan semakin besar tenaga mesin yang dikeluarkan, dan akan berdampak pada suara deru mesin saat pesawat mendaki.
Guna mengurangi kebisingan, maka pesawat harus menggunakan landasan pacu yang jauh lebih panjang, dengan begitu memungkinkan pesawat menggunakan tenaga mesin dengan lebih efisien. Setelah mencapai ketinggian jelajah, maka biasanya suara bising mesin akan mulai berangsur berkurang.
Membalikkan Sayap pada Sudut yang Ekstrim
Duduk di kursi jendela memberikan beberapa pemandangan terbaik saat naik pesawat. Namun, bagi mereka yang takut terbang, melihat struktur sayap yang besar itu dapat menimbulkan kecemasan, terutama dalam hal pergerakan.
Seperti semua hal dalam hidup, perspektif hanyalah sudut pandang. Dan sudut pandang orang yang mengalami akan dipengaruhi oleh posisi fisik dari tempat mereka mengalaminya.
Jika Anda mengamati ujung sayap dengan hati-hati selama take-off run, Anda mungkin melihat ujung sayap terangkat lebih tinggi karena seluruh sayap tertekuk karena peningkatan gaya angkat yang dihasilkan sayap.
Sampai, tiba-tiba, sayapnya menukik dan Anda sekarang memiliki pandangan penuh ke permukaan di bawah. Tipping sayap terkadang lebih dramatis dan rasanya seperti Anda akan terjungkal ke atas.
Manuver Berputar
Ada kalanya, sebelum proses pendaratan, pesawat harus berputar-putar di udara. Ada banyak sebab, mulai dari kepadatan lalu lintas penerbangan di bandara tujuan, faktor cuaca dan beragam alasan teknis. Karena sudah mendekat proses pendaratan, hal ini bisa menimbulkan kecemasan bagi sebagian penumpang.
Pada penerbangan di ketinggian jelajah, setiap perubahan ketinggian umumnya tidak dirasakan oleh penumpang. Namun, jika Anda melihat status ketinggian dari layar peta di monitor in-fight entertaintment, mungkin akan timbul rasa kecemasan tersendiri, terutama saat mengetahui posisi perubahan ketinggian pesawat yang cepat.
Sepanjang tahun 2022, Vietjet, maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC) asal Vietnam yang telah melayani penerbangan ke Indonesia, mewartakan telah menerbangkan 20,5 juta penumpang melalui 116.000 penerbangan dan mencatatkan peningkatan sebesar 20 persen dalam penerbangan domestik dibandingkan dengan tahun 2019.
Dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (7/2/2023), guna mendukung perluasan dan pertumbuhan jaringan penerbangan internasional kelas menengahnya, Vietjet telah membangun armada pesawat berbadan lebar yang terdiri dari tiga pesawat A330. Dengan menempatkan fokus pada India sebagai pasar utama, hingga 31 Desember 2022, Vietjet telah mengoperasikan 103 rute penerbangan.
Vietjet akan memperluas jaringan internasionalnya dengan rute-rute baru ke Astana dan Almaty (Kazakhstan) dan Melbourne dan Sydney (Australia), dengan tujuan untuk beroperasi di berbagai benua dan menawarkan kesempatan terbang kepada jutaan orang di seluruh dunia.
Data tahun 2022 menunjukkan bahwa industri penerbangan mulai pulih pasca pandemi. Pada kuartal keempat tahun 2022, perusahaan induk Vietjet melaporkan pendapatan bersih sebesar VND7.352 miliar (sekitar Rp4,7 triliun atau USD315,5 juta), atau melonjak 175 persen (secara year-on-year) dengan laba sebesar VND902 miliar (sekitar Rp578 miliar atau USD38,7 juta).
Total pendapatan Vietjet untuk tahun 2022 adalah VND32.506 miliar (sekitar Rp20,8 triliun atau USD1,39 miliar) sementara keuntungannya berada di angka VND215 miliar (sekitar Rp137 miliar atau USD9,23 juta). Tahun lalu, Vietjet menghabiskan VND4.349 miliar (sekitar Rp2,7 triliun atau USD186,79 juta) untuk pembayaran pajak langsung dan tidak langsung serta biaya dan ongkos lainnya.
Penerbangan internasional diperkirakan akan tumbuh pesat pada tahun 2023, sehingga memberikan peluang besar bagi maskapai penerbangan dengan kemampuan finansial dan operasional yang positif dan berkelanjutan seperti Vietjet.
Sebagai informasi, Vietjet mengoperasikan dua penerbangan di Indonesia untuk rute pulang-pergi harian antara Bali dan Ho Chi Minh City dan satu penerbangan pulang-pergi harian antara Bali dan Hanoi.
Dari sekian banyak varian Boeing 737, varian pemadam kebakaran (Firefighting) terbilang jarang disebut. Namun, di Amerika Serikat dan Australia, dua negara yang kerap mengalami kebakaran hutan, Boeing 737 Firefighting punya tempat tersendiri. Dan pada 6 Januari kemarin, sebuah Boeing 737 Firefighting dilaporkan jatuh saat menjalankan aksi pemadaman kebakaran hutan di Taman Nasional Sungai Fitzgerald.
Dari laporan media lokal, Boeing 737-300 Firefighting dengan nomer registrasi N619SW berangkat dari Bandara Regional Busselton (BQB), yang berjarak lebih dari 220 kilometer (136 mil) selatan Perth, Australia, pada pukul 15.32 waktu setempat. Pesawat itu terbang selama lebih dari 40 menit sebelum jatuh di Taman Nasional Sungai Fitzgerald. Menurut data flightradar24.com, ketinggian terakhir yang tercatat adalah 675 kaki (205,7 meter) pada pukul 16:13 waktu setempat. Itu adalah penerbangan (sortie) ketiga hari itu untuk pesawat nahas tersebut.
Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Dalam operasi pemadaman kebakaran hutan, Boeing 737 Firefighting akan terbang rendah sekitar 700 kaki (213 meter) untuk menjatuhkan zat pemadam kebakaran ke area tersebut. Namun, setelah menjatuhkan bahan pemadam kebakaran, pesawat tidak dapat mendaki seperti yang diharapkan dan hanya berhasil mencapai ketinggian sekitar 1.800 kaki (548 meter) sebelum akhirnya jatuh di sekitar api yang telah dipadamkannya.
Untungnya, kedua awak selamat dari kecelakaan itu dan telah dibawa ke fasilitas medis setempat dengan luka ringan. Mereka diambil dari lokasi kecelakaan dengan helikopter dan diterbangkan ke Layanan Kesehatan Ravensthorpe. Beberapa pesawat pemadam kebakaran yang lebih kecil yang beroperasi di atas api pada saat itu dilaporkan terus membuang air dan bahan penahan untuk menahan api sementara pilot sedang diselamatkan.
Boeing 737-300 Air Tanker milik Coulson Aviation dengan registrasi N619SW, telah dikontrak oleh Australian National Aerial Firefighting Centre (NAFC) dan diterbangkan ke Australia pada Desember tahun lalu. Dalam sekali terbang, Boeing 737 Firefighting dapat membawa kapasitas air hingga 4.000 galon (15.142 liter), selain digunakan untuk operasi pemadam kebakaran, pesawat juga dapat digunakan untuk angkut penumpang.
Pagar pembatas jalur rel tak pelak menjadi begitu penting dihadirkan, bukan sebatas pada aspek keselamatan semata, pagar pembatas rel dengan teknologi tertentu, diklaim mampu mengurangi polusi suara, yakni kebisingan yang dihasilkan dari deru mesin kereta api dan gesekan antara roda besi dan rel itu sendiri.
Dikutip dari Railway-news.com, Soundim dari Finlandia adalah salah satu solusi pembatas jalur rel kereta api yang ramah lingkungan, plus mampu mengurangi kebisingan di sisi rel. Soundim selama ini dikenal karena kemampuannya untuk memblokir kebisingan pada sumbernya tanpa membatasi pandangan penumpang dan pengguna jalan.
Seluruh struktur Soundim dapat dengan mudah dipindahkan dan ditempatkan di lokasi baru, memberikan kemampuan untuk menggunakan kembali atau ‘mendaur ulang’ penghalang rel dalam bentuk yang ada. Namun, ketika penghalang rel akhirnya mencapai akhir masa pakainya, banyak elemennya dapat didaur ulang tanpa tindakan khusus.
Penghalang rel kereta api Soundim terbuat dari tiga bahan utama, aluminium, baja, dan insulasi Ewona.
Panel insulasi Ewona terbuat dari serat poliester yang diikat bersama dengan panas. Emowa adalah solusi populer di Finlandia untuk solusi suara dan panas dan digunakan dalam pengaturan termasuk pada kolam renang, bioskop dan teater, kantor, fasilitas industri dan studio musik.
Dalam skenario ini, satu panel berukuran 10 meter2 dapat mewakili pengurangan emisi CO2 sebesar 23 kilogram. Ini berarti memasang penghalang Soundim adalah tugas bebas debu dan pekerja tidak perlu memakai alat pelindung untuk melindungi kulit atau paru-paru mereka dari iritasi.
Panel kedap suara yang digunakan Soundim untuk pembatasnya 50 persen terbuat dari botol PET daur ulang dan tidak akan menyerap air, sehingga tidak menyediakan tempat berkembang biak bagi jamur atau mikroba lainnya. Ini berarti mereka tidak akan menjadi rapuh selama masa pakai penghalang kebisingan, dan kemampuannya untuk memblokir suara tidak berubah hingga 50 tahun.
Dan standar pengurangan kebisingan tinggi. Hambatan kebisingan ketinggian rendah Soundim telah terbukti mengurangi kebisingan dari roda dan rel hingga minimal 50 persen karena penyerapannya yang sangat baik (13 dBA / Kelas A4) dan insulasi (30dBA / Kelas B3), terutama suara frekuensi tinggi kereta yang dapat mencipitakan gangguan di daerah padat penduduk atau perumahan.
Dikenal sebagai negara di Timur Tengah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, menjadikan keunggulan tersendiri bagi entitas di Uni Emirat Arab (UEA). Dan kilas balik ke tahun 2019, saat UEA merayakan “Tahun Toleransi” dan Perayaan Hari Nasional ke-48, maskapai Emirates dengan pesawat Airbus A380 – nomer penerbangan EK2019, berhasil memecahkan rekor dunia yang terbilang unik.
Rekor yang dipecahkan Emirates dengan A380 EK2019 adalah sebagai penerbangan dengan penumpang yang paling beragam asal negaranya. Persisnya pada 29 November 2019, Emirates mengoperasikan satu kali penerbangan bersejarah dengan A380 yang membawa lebih dari 500 penumpang.
Airbus A380 dengan nomer registrasi A6-EVB dikonfigurasi ke dalam dua kelas dengan kapasitas keseluruhan 615 kursi.
Uniknya, penerbangan tersebut menyambut penumpang dari berbagai latar belakang, etnis, agama dan budaya; itu termasuk karyawan, keluarga dan anak-anak, serta orang-orang dengan beragam profesi. Penumpang didorong untuk datang dengan pakaian nasional mereka dan, selama penerbangan, kostum warna-warni mereka menjadi kolase yang semarak untuk menghormati warisan dan tradisi mereka yang berbeda.
Ada banyak kegiatan yang menyenangkan di pintu gerbang. Penumpang dapat berfoto dengan maskot Emirates dan menuliskan nama mereka untuk melengkapi bingkai. Ada juga minuman yang disediakan di gerbang.
Penerbangan EK2019 berangkat dari Landasan Pacu 12R Bandara Dubai, lalu berbelok ke kiri menuju Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, lalu menuju Timur melewati Ras Al Khaimah dan terus menuju Fujairah; kemudian menuju Selatan menuju Al Ain dan Abu Dhabi sebelum kembali ke Dubai untuk mendarat.
Tak ada yang ingin setibanya di bandara tujuan untuk menyambangi desk klaim bagasi (baggage claim), idealnya Anda ingin proses keluar dari bandara bisa berjalan lancar, urusan koper atau bawaan yang ditaruh di bagasi (kargo) pesawat dapat diambil dengan mudah. Namun kadang ada saja kendala yang muncul setibanya di bandara tujuan, salah satunya barang dalam bagasi yang hilang, ketinggalan, atau tertukar.
Meski panik dan gusar adalah reaksi yang wajar jika mengalami kondisi diatas, tapi usahakan untuk tetap tenang, ingatlah bahwa layanan bagasi pada maskapai penerbangan adalah aktivitas yang tercatat pada sistem. Dan mengingat potensi barang dalam bagasi hilang atau bermasalah, maka tiap otoritas bandara menyiapkan desk khusus untuk klaim bagasi.
Nah, daripada uring-uringan segeralah datang dan melapor kehilangan barang dan ceritakan kronologinya pada petugas di klaim bagas. Setelag diteruskan ke pihak maskapai, biasanya pihak maskapai akan memberikan formulir untuk diisi dengan data yang diperlukan dan Anda menunggu konfirmasi dari pihak bandara.
TuGo Travel Blog
Saat klaim bagasi dan barang bawaan Anda rusak atau hilang, Anda berhak meminta pengembalian barang. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, Pasal 5 ayat 1 yang berbunyi, jumlah ganti rugi kerusakan terhadap barang bawaan penumpang yang hilang, rusak ataupun musnah berisi sebagai berikut :
1. Kehilangan bagasi tercatat atau isi bagasi tercatat atau bagasi tercatat musnah, diberikan ganti rugi sebesar Rp200 ribu per kg dan paling banyak Rp4 juta per penumpang.
2. Kerusakan bagasi tercatat diberikan ganti rugi sesuai jenis, bentuk, ukuran dan merk bagasi tercatat.
Sedangkan bagasi kabin, bila hilang ataupun rusak adalah tanggung jawab penumpang sendiri. Pihak maskapai tidak akan menanggung kerusakan atau kehilangan bagasi kabin.
Di Indonesia, setiap maskapai memiliki ketentuan dan prosedur untuk klaim bagasi bagi penumpang. Dikutip dari garuda-indonesia.com, bila bagasi tertunda dan telat sampai, Anda dapat mengajukan klaim dengan cara yang sama pada umumnya di setiap maskapai. Pastikan bukti laporan PIR (Property Irregularity Report) dari bagian Lost and Found Anda terima dan tunggu perkembangan bagasi. Sebagai informasi PIR adalah laporan ketidaksesuaian barang.
Jika bagasi hilang, Anda akan diberikan uang tunai sebagai gantinya, sedangkan bila rusak Anda wajib kembali melapor pada Lost and Found untuk mendapat PIR dan barang akan diperbaiki bila masih bisa, tetapi jika tidak bisa diperbaiki, bagasi akan diganti.
TribunKalti.com
Tak berbeda jauh dengan Garuda Indonesia, dikutip dari airasia.com, penumpang yang kehilangan barang harus mengisi formulir PIR dan menunggu informasi dari pihak maskapai. Ada ketentuan yang berlaku di Air Asia yakni, barang akan dinyatakan hilang setelah 7 hari untuk domestik dan 14 hari untuk internasional ini berlaku sejak tanggal PIR. Penumpang akan dihubungi untuk tindakan lebih lanjut oleh pihak maskapai. Sedangkan bagasi yang tertunda dan terlambat datang, penumpang bisa mengajukan klaim atau tuntutan bagasi dalam 21 hari sejak bagasi dikembalikan pada penumpang. Jika bagasi rusak, penumpang bisa mengajukan klaim dalam waktu 7 hari setelah penerimaan bagasi dan biaya perbaikan tidak di cover oleh maskapai.
Pengguna maskapai Lion Air yang kehilangan atau kerusakan pada bagasi, ada asuransi travel sendiri yang dapat digunakan yakni Lion Air Travel Insurance. Asuransi ini selain memberikan asuransi keselamatan jiwa juga memberikan asuransi bagasi. Pelaporan bagasi yang hilang atau rusak, penumpang bisa mengisi formulir secara online melalui situs lionair.co.id dan penumpang bisa melakukan klaim paling lambat 30 hari setelah kehilangan atau kerusakan.
Pengkaliman bagasi pesawat tidak hanya di Indonesia, pada maskapai internasional juga bisa melakukan klaim terhadap barang bawaan Anda. Dikutip dari cathaypacific.com, apabila bagasi Anda tidak ada di ban berjalan, bisa mengajukannya ke layanan bagasi yang berada di ruang kedatangan sebelum pemeriksaan bea cukai. Nantinya staf atau pegawai yang menangani akan membantu Anda. Selain itu bagi penumpang yang sudah melapor, bisa menggunakan referensi laporan tersebut untuk melacak bagasi secara online melalui situs WORLDTRACER.
Bagasi rusak pada Chathay Pasific, pelaporan sama dengan bila barang Anda terlambat datang. Untuk pemberitahuan klaim, dalam kasus bagasi terlambat atau rusak selama perjalanan internasional, penumpang harus menceritakannya secara tertulis di formulir klaim bagasi yang di unduh dari situs Chatay Pasific. Pemberitahuan pembatasan tanggung jawab kliam bagasi, untuk kehilangan, kerusakan dan keterlambatan akan dibatasi, kecuali nilai yang lebih tinggi dinyatakan terlebih dahulu dan tambahan biaya dibayar. Nantinya penilaian yang lebih tinggi dapat dinyatakan pada beberapa barang tertentu.
Tips Mencegah Kehilangan Barang Bawaan di Pesawat
a. Early check in
Saat bandara sepi pengunjung, peluang petugas melakukan kesalahan semakin berkurang, sehingga saat Anda check in barang bawaan bisa lebih terjamin keamanannya. Baiknya datang satu jam sebelum keberangkatan, jika pesawat transit, Anda dapat menanyakan keada petugas tentang barang bawaan Anda untuk memastikan barang tidak hilang dan tetap berada dalam penerbangan yang sama dengan Anda.
b. Buat bagasi berbeda
Koper atau barang bawaan terkadang sama atau mirip dengan penumpang lainnya. Apalagi bila Anda berlibur ke suatu tempat, oleh-oleh pasti dalam kemasan yang sama, ini membuat Anda sulit membedakan yang mana milik Anda. Berikan tanda yang unik seperti tag nama, tandai dengan pita warna cerah atau bungkus dengan cover yang unik. Jangan lupa juga cantumkan nama, alamat dan nomor telepon Anda di koper atau barang bawaan lainnya, untuk berjaga-jaga bagasi tertukar atau hilang. Ada baiknya, foto barang bawaan Anda, bila hilang akan memudahkan petugas mencarinya. Barang-barang pribadi, bawa dalam bagasi kabin Anda.
Brilio.net
c. Pakai GPS khusus
Anda biasa bepergian jauh dengan budget berlebih dan memasukkan barang bawaan dalam bagasi pesawat? Pasang GPS khusus pada barang bawaan Anda. Ini digunakan untuk mempermudah dalam melacak barang bawan bila hilang ataupun tertukar. GPS khusus ini biasanya dilengkapi dengan aplikasi pendamping smartphone Anda agar bisa terus dipantau perkebangannya.
d. Lindungi dengan asuransi perjalanan
Bisa sekali digunakan untuk Anda yang melakukan perjalanan, terkadang Anda tidak tahu hal apa yang akan menimpa Anda. Tak hanya melindungi diri, asuransi ini juga bisa melindungi barang bawan Anda.