Monday, August 3, 2026
HomeHot NewsTampil dengan Livery Baru, Boeing 777-200ER NASA Siap Gantikan Tugas Legendaris DC-8

Tampil dengan Livery Baru, Boeing 777-200ER NASA Siap Gantikan Tugas Legendaris DC-8

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi memamerkan tampilan terbaru dari armada laboratorium terbang masa depannya. Pesawat jenis Boeing 777-200ER dengan nomor registrasi N577NA tersebut terekam kamera saat lepas landas dari Amarillo, Texas, dengan mengenakan seragam baru (livery) khas NASA yang modern dan elegan.

Pesawat berbadan lebar (wide-body) yang sebelumnya dioperasikan oleh maskapai Japan Airlines (JAL) ini telah menjalani proses modifikasi besar-besaran untuk dikonversi menjadi laboratorium riset udara canggih. Kehadirannya diproyeksikan untuk menggantikan posisi pesawat riset legendaris Douglas DC-8 milik NASA yang telah bertugas selama puluhan tahun dalam mendukung berbagai misi observasi ilmiah global.

Langkah peremajaan ini menjadi momentum penting setelah DC-8 secara resmi pensiun pada Mei 2024 pascamenyelesaikan misi analisis kualitas udara di kawasan Asia Timur. Memilih platform Boeing 777-200ER memberikan peningkatan performa yang sangat signifikan bagi armada Airborne Science Program NASA, terutama dari segi efisiensi bahan bakar, jarak jelajah yang lebih jauh, serta ruang kabin yang jauh lebih luas untuk menampung konsol riset berteknologi tinggi.

Proses konversi fisik pesawat ini melibatkan pemasangan berbagai port instrumen khusus di sepanjang badan pesawat, modifikasi sistem kelistrikan berdaya tinggi untuk menyokong instrumen ilmiah, hingga penataan ulang interior kabin. Fleksibilitas ruang yang ditawarkan pesawat ini memungkinkan para peneliti untuk melakukan analisis data atmosferik secara real-time langsung dari atas ketinggian ribuan kaki.

Sebagai platform riset atmosfer generasi baru, Boeing 777-200ER ini memiliki kapabilitas yang sangat impresif. Pesawat ini dirancang sanggup mengangkut hingga 100 ilmuwan dan teknisi serta membawa beban peralatan instrumen penelitian hingga 34 ton. Didukung dengan ketahanan jelajah (endurance) luar biasa, pesawat ini mampu terbang nonstop hingga 18 jam untuk mengumpulkan data ilmiah kritis terkait perubahan iklim, pemantauan cuaca ekstrem, serta fenomena atmosfer bumi.

Proyek konversi dan pengujian sistem pada laboratorium terbang ini terus berjalan sesuai jadwal. Jika tidak ada arah melintang, misi ilmiah dan riset lapangan pertama bagi Boeing 777-200ER NASA ini dijadwalkan akan resmi dimulai pada awal tahun 2027.

Setelah 37 Tahun, NASA Akhirnya Pensiunkan ‘Pesawat Eksperimen’ Douglas DC-8

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru