Selain Kim Jong Un, Presiden Rusia Vladimir Putin Juga Kerap Gunakan Kereta Lapis Baja

Rupanya ada kesamaan selera bertransportasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kom Jung Un, yakni keduanya sama-sama mengandalkan jasa kereta api dalam melakoni perjalanan lintas kota, khusus untuk Kim Jong Un, bahkan kereta digunakan untuk lawatan ke luar negeri.
Tentu tak sembarang kereta yang digunakan kedua kepala negara, dan inilah profil yang menarik dari kereta ‘lapis baja’ yang digunakan Putin. Dari laman Telegraph.co.uk (14/2/2023), disebutkan bahwa Vladimir Putin kerap bepergian menggunakan kereta api, terutama pasca invasi Rusia ke Ukraina.
Orang nomer satu di Rusia itu mengatakan perjalanan kereta api lebih aman daripada pesawat karena penerbangan dapat dilacak dengan lebih mudah, dan lebih rawan akan upaya sabotase.
Situs web investigasi Dossier Center menyebut, guna memastikan keamanan kereta api yang ditumpangi Putin, Rusia telah membangun jalur kereta api dan stasiun rahasia untuk penggunaan pribadinya. Masih dari sumber yang sama, dikatakan Vladimir Putin telah menggunakan kereta lapis baja khusus untuk berkeliling Rusia saat Ia meningkatkan keamanan pribadinya di tengah perang di Ukraina.
Sebagai kereta lapis baja, kuda besi Putin lebih berat dari kereta biasa sehingga memiliki lebih banyak as roda dan sejumlah lokomotif yang kuat untuk menariknya.
Vladimir Putin di gerbongnya pada tahun 2012 sebelum pertemuan tentang pengembangan jalur kereta api di Moskow Credit: AFP
Meski tidak ada foto yang dapat dipublikasi, disebut-sebut gerbong kepresidenan Putin dilengkapi dengan ruang kerja, kamar tidur dan gerbong yang dikemas dengan peralatan komunikasi canggih.
Untuk membangun kereta api lapis baja kepresidenan tentu tak murah, disebut biaya pembuatan kereta ini mencapai US$13,5 juta. Selain digunakan untuk mengantar Putin ke lawatan di berbagai daerah, kereta ini juga digunakan Putih saat mengakses rumah-rumah pribadinya.
“Setelah pecahnya perang, pada bulan Februari dan Maret (tahun lalu), Putin mulai menggunakan kereta [berlapis baja] dengan sangat aktif, terutama untuk sampai ke kediamannya di Valday,” kata seorang sumber yang dekat dengan Kremlin kepada Dossier.
Investigasi terpisah, oleh situs berita Proekt mengklaim bahwa jalur kereta api rahasia dan stasiun kereta telah dibangun untuk melayani tiga kediaman megah Presiden Rusia.
Ada stasiun kereta ketiga, dijaga ketat dan dengan helipad, dekat dacha Putin di Valday, kata Proekt. Ketika salah satu reporternya mendekati stasiun, seorang penjaga menyuruh mereka pergi.
Kereta lapis baja itu berbasis di bagian stasiun kereta Kalanchevskaya yang dilindungi dan tertutup di pusat kota Moskow. Ada terminal VIP khusus yang dikelilingi kawat berduri dan kamera pengintai. Meskipun tidak ada foto resmi dari kereta api tersebut, foto kereta dengan cat merah dan abu-abu adalah kereta yang digunakan Putin, kereta tersebut sengaja disamarkan seperti kereta penumpang biasa.

Rusia Rayakan 100 Tahun Industri Penerbangan, Inilah Pesan dari Vladimir Putin

Pada tanggal 9 Februari lalu, industri penerbangan sipil Rusia (dan Uni Soviet) merayakan hari jadinya yang ke-100 tahun. Untuk menghormati hari bersejarah tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan perwakilan industri tingkat tinggi, memberi selamat kepada mereka karena telah menjadi bagian dari evolusi negara dan berjanji bahwa pemerintah akan terus memprioritaskan pengembangan armada udara sipil.

Baca juga: Meski Galak ke Ukraina dan Barat, Putin Hormati Penumpang: Perintahkan Aeroflot Bayar Refund Tiket 15 Miliar Rubel

Seratus tahun sebenarnya dari penerbangan sipil Soviet/Rusia agak sulit untuk ditentukan, pasalnya ada rute yang sudah ditetapkan pada tahun 1921, kemudian, Tupolev didirikan pada tahun 1922. Namun, tanggal yang diakui secara resmi adalah 9 Februari 1923, yakni ketika Dewan Perburuhan dan Pertahanan Uni Soviet mengeluarkan resolusi tentang Pemberdayaan Administrasi Armada Udara Pusat untuk menangani pengawasan teknis atas maskapai penerbangan.

Industri Rusia penerbangan telah melewati tiga tahun yang sangat bergejolak, pertama dengan pandemi dan kemudian dengan sanksi yang dikenakan terhadap Rusia sebagai akibat dari invasi Putin terhadap Ukraina.

Sementara itu, dalam perayaan hari jadinya, Presiden Putin terlebih dahulu merilis pernyataan resmi dan kemudian memberikan penghargaan negara pada jamuan makan malam di Kremlin.

Berbicara tentang keadaan industri penerbangan sipil Rusia saat ini selama acara tersebut, Vladmir Putin memberikan pernyataannya, seperti dilansir oleh outlet berita Vedomosti.

“Pada tahun 2022 saja, 174 miliar rubel dialokasikan untuk dukungan negara terhadap industri tersebut. Dan pekerjaan akan berlanjut, termasuk rekonstruksi bandara skala besar dan pembaruan armada penerbangan.”

Dalam komunikasi sebelumnya yang diterbitkan di situs web Kementerian Perhubungan Rusia, Putin juga memuji kemampuan penerbangan sipil terhadap evolusi dan perkembangan Uni Soviet dan Rusia. Ia menyatakan bahwa perkembangan armada udara sipil adalah “babak cemerlang dalam sejarah” negara dan “perpaduan yang kuat antara karya kreatif, keberanian, dan impian berani dari perwakilan berbagai profesi.”

“… desainer legendaris yang menciptakan model pesawat canggih, penguji berani yang memasang peralatan baru, pilot yang membuka rute ke Kutub Utara, ke wilayah Siberia dan Timur Jauh yang sulit dijangkau. Terinspirasi oleh ide umum, mereka memuliakan Tanah Air kita sebagai salah satu kekuatan penerbangan terkemuka di dunia”

Baca juga: Putin Balas Sanksi Barat, Pesawat Milik Lessor Asing Senilai Rp143 Triliun Resmi Jadi Milik Rusia!

“Solusi sukses dari masalah industri yang paling penting, keselamatan penerbangan yang andal, pengiriman penumpang dan kargo yang tepat waktu sangat bergantung pada kompetensi, kejelasan, dan tanggung jawab Anda. Saya tegaskan bahwa negara akan terus mengutamakan pembangunan sipil armada udara, memperkuat jaringan transportasi antardaerah, meningkatkan infrastruktur dan membuka rute udara baru yang menjanjikan,” ujar Vladimir Putin.

Mulai Diuji Coba, Inilah Kecanggihan Kereta Cepat Terbaru Perancis TGV M yang Ramah Lingkungan

Meski baru akan mengular pada tahun 2024, namun kereta api berkecepatan tinggi TGV generasi terbaru Perancis, sudah mulai diuji coba dalam lintasan sirkuit di Ceko. Kereta yang disebut sebagai TGV M ini telah dipesan senilai 3,3 miliar euro untuk produksi 115 kereta, dengan 100 kereta melayani domestik dan 15 kereta untuk rute internasional. Lain dari itu, TGV generasi baru juga disebut lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Alstom dan SNCF Luncurkan TGV M, Mengular di Jaringan Kereta Cepat Perancis Mulai 2024 

Dilansir euronews.com (13/2/2023), disebutkan TGV yang dioperasikan SNCF akan hadir dengan lebih ramah lingkungan, lebih cepat dan lebih mudah diakses. Setelah diiluncurkan akhir tahun lalu, pabrikan kereta Perancis Alstom telah mulai menguji TGV M atau dikenal sebagai Avelia Horizon.

TGV M memiliki total 740 kursi, naik dari kapasitas maksimal TGV saat ini yaitu 634 kursi, yang artinya ada peningkatan kapasitas penumpang sampai 20 persen. Tidak seperti pendahulunya, TGV M juga lebih hijau dengan memangkas emisi CO2 sebesar 37 persen dan terbuat dari 97 persen komponen yang dapat didaur ulang.

Desain modularnya berarti jumlah gerbong, serta tata letak interiornya, dapat disesuaikan dengan mudah sesuai kebutuhan.

TGV M dirancang untuk perjalanan yang lebih nyaman, yakni dengan jendela yang lebih besar menawarkan pemandangan panorama, pencahayaan menyesuaikan dengan intensitas cahaya alami di dalam kereta, dan WiFi serta 5G akan tersedia di dalam kereta.

TGV M juga lebih mengakomodasi penumpang dengan keterbatasan gerak, termasuk pengguna kursi roda dan tunanetra. Sensor canggih yang mengirimkan data waktu realtime akan meningkatkan prosedur perawatan dan meningkatkan ketersediaan layanan.

Dari aspek desain, dengan hidung yang diperpanjang membuat kereta lebih aerodinamis, memfasilitasi kecepatan hingga 320 km per jam.

TGV M saat ini sedang dilakukan uji kenyamanan dan keamanan di sirkuit di Velim, Ceko. Fase ini akan berlangsung selama enam bulan, setelah itu pengujian lebih lanjut akan menilai kinerja kereta dalam berbagai kondisi cuaca yang disimulasikan.

Baca juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Mendasar Antara TGV dan Shinkansen

TGV M akan memulai debutnya di jaringan rel nasional Perancis mulai tahun 2024. Kereta akan beroperasi antara Paris, Lyon dan Marseille dan akan digunakan untuk layanan TGV INOUI dan OUIGO.

KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Memasuki tahun 2023, KAI Services terus melakukan terobosan dan inovasi untuk menghadirkan berbagai pilihan minuman dan makanan untuk para penumpang kereta api. Salah satunya adalah dengan meluncurkan produk kuliner baru yakni minuman Coklat Jahe yang bisa menjadi pilihan minuman bagi penumpang kereta api yang bisa dinikmati dalam perjalanan.

Baca juga: Gandeng UMKM, KAI Services Optimis Raup Rp28 Miliar dari Restoran on Train Selama Musim Nataru 2023

Produk minuman yang masuk kategori minuman Ready To Drink ini akan resmi diluncurkan diatas kereta api mulai tanggal 14 Febuari 2023 dan akan menjadi persembahan KAI Services kepada para penumpang kereta api khususnya para pecinta kuliner kereta.

Minuman Coklat Jahe ini sendiri memiliki komposisi seperti jahe merah, Dark Chocolate, Gula, Kayu Manis, Sereh, Lada Hitam, Habbatussauda dan beberapa rempah lainnya menjadikan coklat jahe bisa dijadikan pilihan untuk Anda yang suka akan  minuman hangat di dalam kereta api. Minuman Coklat Jahe ini akan dijual diatas kereta dengan harga per cup nya Rp. 13.000.

Untuk memperkenalkan minuman Coklat Jahe ini kepada penumpang kereta api, KAI Services akan melakukan masa promo. Dalam masa promo,  Minuman Coklat Jahe ini akan dijual dengan harga Rp. 7000 dan promo ini berlaku mulai 14 febuari hingga 19 Febuari 2023.

Buat para pecinta minuman hangat khususnya jahe, jangan lewatkan minuman Coklat Jahe persembahan KAI Services yang sudah bisa didapatkan di atas kereta mulai tanggal 14 Febuari 2023 dan pastinya menghadirkan cita rasa yang berbeda dari minuman-minuman yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga: Sambut Nataru, KAI Services Hadirkan 16 Kuliner ‘Legend’ di Kereta Api Lewat Program Hidden Culinary

Untuk kereta-kereta yang akan menjual produk minuman terbaru Coklat Jahe ini antara lain :

Taksaka KA 81,82,83,84

Argo Bromo Anggrek  KA 1, 2, 3, 4

Argo Dwipangga  KA 9, 10

Argo Lawu  KA 7, 8

Argo Parahyangan  Semua nomor KA

Argo Muria  KA 13, 14

Argo Sindoro  KA 11, 12

Gajayana  KA 71, 72

Bima KA 75, 76

Brawijaya KA 73, 74

Turangga KA 79, 80

Sembrani KA 77, 78

Lodaya KA 157, 158, 159, 160

Wijayakusuma KA 115, 116

Purwojaya  KA 85, 86

Ranggajati KA 111, 112

Fajar Ut. Solo KA 134

Fajar Ut. Yogya KA 143, 144

Senja Ut. Solo KA 133

Senja Ut. Yogya KA 141, 142

Bengawan KA 291, 292

Jayakarta Prem KA 253, 254

Konversi dari Pesawat Penumpang ke Pesawat Kargo, Qantas Lelang Perlengkapan Airbus A330-200

Umumnya memorabila atas pernak-pernik dan perlengkapan pesawat akan ditawarkan terkait dengan sosok pesawat yang telah atau akan purna tugas. Namun, ada kabar menarik dari Australia. Maskapai Qantas belum lama ini mengumumkan program lelang atas barang-barang atau bagian dari Airbus A330-200 yang notabene belum akan dipensiunkan.

Baca juga: Bisakah Pesawat Penumpang Dikonversi Jadi Pesawat Kargo?

Airbus A330-200 dengan registrasi VH-EBE dengan nickname “Kangaroo Valley” itu rencananya akan menjalani konversi, yakni dari pesawat penumpang menjadi pesawat kargo. Sementara Qantas nantinya akan menerima A350-900 sebagai pesawat penumpang pengganti.

Dengan ‘pensiunnya’ A330-200 sebagai pesawat penumpang, maka otomatis akan ada barang-barang dan perlengkapan pesawat yang akan dilepas, dan untuk itu barang-barang dan perlengkapannya akan dilelang.

Dikutip dari Simple Flying, Qantas telah mengundang frequent flyer dan penggemar lainnya ke open house di Sydney Airport Hangar 96. Dan dari lelang tersebut berhasil dikumpulkan AU$16.300 (sekitar US$11.330) untuk Qantas Pathfinders, yakni kelompok mantan karyawan Qantas yang membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran atau penglihatan dan keluarga mereka.

Konversi A330-200 dari pesawat penumpang ke pesawat kargo akan dilakukan oleh EFW, produsen kedirgantaraan yang berbasis di Dresden, Jerman, yang merupakan perusahaan patungan Airbus dan ST Engineering.

Dengan pelepasan berbagai bagian pesawat, maka A330-200 akan lebih ringan dan menghemat bahan bakar dalam perjalanan konversinya ke Eropa.

Qantas Executive Manager of Freight, Catriona Larritt, mengatakan lelang tersebut merupakan cara yang menyenangkan untuk menawarkan bagian dari sejarah Qantas kepada para peminat, sekaligus mengurangi limbah.

Baca juga: Pesawat Tanker Airbus A330 MRTT Tiba di Jakarta, Bangkitkan Mimpi Konversi A330-200 Garuda Indonesia

“Kami sangat senang memberi kesempatan unik ini kepada orang-orang untuk memiliki sepotong sejarah Qantas dan mengumpulkan uang untuk amal besar. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk menyoroti komitmen kami untuk meminimalkan limbah sebagai bagian dari fokus keberlanjutan kami,” kata Catriona Larritt.

Larritt melanjutkan, A330-200 VH-EBE setelah diubah menjadi pesawat kargo, nantinya pesawat twin engine itu akan dapat mengangkut 50 ton barang,

Kekurangan Tenaga Kerja, Jepang Izinkan Jasa Pengiriman Barang/Makanan dengan Self Driving Delivery Robots

Bila di Indonesia, khususnya pada kota-kota besar begitu mudah mendapati jasa kurir pengiriman barang dan makanan, maka sebaliknya di Jepang, jasa kurir pengiriman ‘padat karya’ seperti itu adalah sesuatu yang langka dan sulit didapatkan.

Baca juga: Tidak Antar Penumpang, Moda Otonom Ini Ditugaskan Untuk Kirim Barang!

Berangkat dari kondisi di atas, maka pemerintah Jepang akan mengizinkan robot pengiriman yang dapat mengemudi sendiri – self-driving delivery robots – untuk beroperasi di jalan-jalannya untuk memerangi kekurangan tenaga kerja.

Dikutip dari euronews.com (12/2/2023), di tengah kekurangan tenaga kerja dan masalah isolasi pedesaan, Jepang melonggarkan undang-undang lalu lintasnya untuk memungkinkan robot pengiriman otonom turun ke jalan.

Jepang memiliki salah satu populasi tertua di dunia, dengan hampir 30 persen warganya berusia di atas 65 tahun dan banyak yang tinggal di daerah pedesaan yang tidak memiliki akses mudah ke kebutuhan sehari-hari.

Kekurangan tenaga kerja di kota-kotanya dan aturan baru yang membatasi lembur bagi pengemudi truk juga mempersulit bisnis untuk memenuhi permintaan pengiriman. Yang disebut-sebut sebagai solusi yang mungkin adalah robot yang bisa mengemudi sendiri.

“Kekurangan pekerja di bidang transportasi akan menjadi tantangan di masa depan,” kata Dai Fujikawa, seorang insinyur di Panasonic, yang sedang menguji coba robot pengiriman di Tokyo dan Fujisawa.

Baca juga: Bersiap Gelar 5G, Bandara Internasional Schipol Hadirkan Jaringan Seluler Indoor Terpadu

Perusahaan robotika Jepang ZMP telah bermitra dengan raksasa seperti Japan Post Holdings dalam uji coba robot pengirimannya sendiri di Tokyo. Robot ‘DeliRo’ telah menghindari pejalan kaki dan mengantarkan makanan ringan di jalan di luar Tokyo. Kemudian, Panasonic mengatakan robot “Hakobo” miliknya dapat mendeteksi rintangan dan menilai secara mandiri kapan harus berbelok dan berhenti.

Identifikasi Kebutuhan Penumpang, Awak Kabin Air New Zealand Adopsi Augmented Reality

Teknologi Augmanted Reality (AR) atau realitas tertambah kini mulai digunakan oleh maskapai penerbangan. Salah satu maskapai itu adalah Air New Zealand yang tengah mencoba menggunakan Augmanted Reality untuk membaca emosi penumpang.

Baca juga: Tak Salah, Pasangan Ini Diusir dan Tidak Mendapat Kompensasi dari Maskapai

Dilansi KabarPenumpang.com dari news.com.au, Air New Zealand menyatakan berkolaborasi dengan Dimension Data melalui kacamata cerdas HoloLens (Aaugmanted Reality). Menurut Air New Zealand, ini bisa meningkatkan layanan pelanggan dalam penerbangan. Dalam konsep video yang dibuat oleh Air New Zealand dan diluncurkan dalam Techweek NZ, General Manager Awak Kabin Air New Zealand, Leeanne Langridge mengatakan, ini akan membantu pramugari dan pramugara dalam memberikan layanan kepada setiap penumpang.

Microsoft HoloLens Inflight at Air New Zealand (Youtube)

“Teknologi ini memungkinkan kami untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan dan kemudian menyesuaikan layanan kami sehingga dari saat mereka masuk, kami memberikan mereka apa yang mereka butuhkan untuk merasa aman, nyaman, dan dijaga,” ujar Langridge di video.

Baca juga: Delay Luar Biasa, 6 Maskapai Ini Pecahkan Rekor!

Sebenarnya Air New Zealand ingin pramugari lebih cepat tanggap dengan apa yang penumpang inginkan melalui konsep penggunaan Augmanted Reality. Dalam video terlihat awak kabin menggunakan kacamata yang tersambung dengan headset. Kacamata Augmanted Reality ini bisa menunjukkan secara detail dari tujuan, alergi hingga apa yang terakhir diminum penumpang tersebut.

Tak hanya itu, melalui Augmanted Reality awak kabin juga mampu menilai mood penumpang. “Anda bisa melihat suasana hati penumpang berubah dari cemas menjadi tenang saat awak kabin memperhatiakan kekhawatirannya,” ujar Langride.

Microsoft HoloLens Inflight at Air New Zealand (Youtube)

Namun, untuk saat ini penggunaan Augmanted Reality masih dalam tahap uji coba. Manager Solusi Strategis Digital Dimension Data, Jonathan Glenister mengatakan, dengan Augmanted Reality akan mengubah pengalaman perjalanan.

Baca juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

“Microsoft HoloLens memungkinkan Anda menggabungkan hologram dengan dunia fisik di sekitar Anda. Kami bekerja dengan awak kabin Air New Zealand untuk mengajukan permohonan aplikasi HoloLens Microsoft. Aplikasi ini menggunakan layanan kognitif dan menampilkan data yang relevan tentang penumpang, preferensi dan perjalanan mereka. Meskipun hanya dalam versi beta pada saat ini, kami pikir ada kemungkinan besar untuk mengambilnya lebih jauh dan mengubah pengalaman perjalanan,” ujar Glenister dalam video uji coba.

Microsoft HoloLens Inflight at Air New Zealand (Youtube)

Hingga kini, Air New Zealand bukanlah maskapai pertama yang mencoba teknologi yang terdengar seperti film sci-fi ini. Tahun 2016 lalu, British Airways mengajukan hak paten untuk membuat perangkat yang dapat dimakan yakni sebuah pil digital yang bisa memantau tingkat keasaman lambung penumpang. British berharap dengan adanya pil digital memudahkan awak kabin untuk mengubah menu penerbangan sesuai dengan hasil tersebut.

Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Pihak Air New Zealand juga menambahkan bahwa dengan awak kabin menggunakan Augmanted Reality bisa digunakan untuk mengumpulkan rincian secara spesifik tentang suhu, fase tidur dan sensor detak jantung, sehingga awak kabin bisa dengan mudah mengetahui apakah penumpang mereka terbangn, tertidur, lapar hingga kondisi tak nyaman.

Hotel di Inggris ini Aslinya Pangkalan Udara, ‘Cita Rasa’ Militer Tetap Terjaga

Aset militer yang tidak terpakai beralih untuk tujuan komersial, jelas bukan sesuatu yang baru. Namun, bagaimana ketika beralihfungsi, aset tersebut tetap dapat mempertahankan cita rasa militernya, itu yang bisa dibilang masih jarang. Tapi apa yang berlaku pada The Tower Hotel di Friskney, Lincolnshire, Inggris, bisa menjadi rujukan bagi pengelola aset militer, termasuk di Indonesia tentunya.

Baca juga: Pensiun dari Kedinasan, Helikoper Sea King AL Inggris Berubah Fungsi Jadi Cottage Mewah

The Tower Hotel awalnya adalah bekas pangkalan udara (lanud) milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force). The Tower Hotel kini menjadio hotel luar biasa yang menampilkan menara observasi, bunker yang dikonversi, dan pesawat tempat Anda dapat tidur di dalamnya.

Belum lama ini, The Tower Hotel termasuk sebagai tujuan liburan yang menakjubkan dan ditampilkan di Channel 4’s World’s Most Secret Hotels.

The Tower Hotel di Friskney sebelumnya adalah Lanud RAF Wainfleet, dan dibeli oleh pemilik pertanian lokal Will Roughton pada tahun 2018. Roughton menyelamatkannya dari pembongkaran dan kemudian membuat hotel yang paling tidak biasa ini.

Hotel ini menggunakan bangunan asli yang terbuat dari beton tahan serangan bom udara. Angkatan Udara Inggris secara resmi menutup pangkalan ini pada tahun 2009.

Fasilitas di hotel ini termasuk bunker yang awalnya digunakan sebagai shower block untuk para ahli penjinak bom, tapi kemudian diubah menjadi apartemen mandiri, ruang permainan komunal, menara observasi, dan ruang komunal di lantai atas dengan pemandangan rawa-rawa yang kaya akan burung dan satwa liar langka.

Di sisi luar, ada pesawat Jetstream bekas militer dan helikopter militer Lynx yang diubah menjadi kamar tidur.

Baca juga: “Stasiun Kereta Api” Paling Mewah di Inggris Dijual, Pemilik Nantinya Bisa Menetap

Dikutip dari LincolnshireLive.co.uk, Roughton mengatakan sengaja menjaga tampilan aslinya dari luar sehingga tampak masih menjadi pangkalan mliliter RAF, yang saya kira itulah sebabnya mereka mengkualifikasikannya sebagai “hotel rahasia”.

Bawa Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan, Garuda Indonesia Kerahkan Airbus A330-300 ke Turki

Garuda Indonesia pada Senin (13/2) mengoperasikan penerbangan kemanusiaan menuju Turki dengan menerbangkan sedikitnya 120 orang tenaga kesehatan serta 20 ton bantuan kemanusiaan yang terdiri dari kebutuhan logistik dan kebutuhan tanggap bencana yang diinisiasi oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk korban gempa di Turki.

Baca juga: Dengan Airbus A330-300, Garuda Indonesia Buka Rute Denpasar-Narita 3x Seminggu

Penerbangan kemanusiaan tersebut, dilayani dengan armada Airbus A330-300 dan merupakan penerbangan pertama dari dua penerbangan kemanusiaan pemerintah Indonesia ke Turki yang rencananya akan diangkut oleh Garuda Indonesia.

Penerbangan tersebut diberangkatkan dari dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Internasional Adana Sakirpasa, Turki melalui Jeddah dimana GA 7980 diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma pada hari ini, Senin (13/2) pada pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah pada pukul 15.20 LT untuk selanjutnya diberangkatkan dari Jeddah pada pukul 16.50 LT dan direncanakan akan tiba di Bandara Adana Sakirpasa pada pukul 19.50 LT.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam siaran pers mengatakan bahwa penerbangan tersebut merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk senantiasa menjalankan mandat sebagai national flag carrier untuk mendukung penuh solidaritas antarnegara khususnya dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Melayani penerbangan kemanusiaaan ini memiliki arti tersendiri bagi kami bahwa sebagai national flag carrier untuk dapat terus menjaga mandat kami dalam berkontribusi menjaga nilai-nilai kebangsaan dengan menjadi garda terdepan untuk mewujudkan kepedulian bangsa Indonesia kepada rakyat Turki melalui layanan penerbangan yang aman dan nyaman”, jelas Irfan.

Baca juga: Bandara-bandara Rusak Parah Dihantam Gempa Turkiye Magnitudo 7,8 SR

Irfan memaparkan bahwa prosedur pemberangkatan tenaga kesehatan dan bantuan logistik tersebut telah melalui koordinasi intensif bersama pemangku kepentingan terkait dengan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan antarnegara.

Lima Bandara Ini Punya Jalur “Kereta Bandara” Terbaik di Dunia

Keberadaan kereta bandara telah melekat sebagai fasilitas di bandara berkelas internasional yang mendukung aksesbilitas dari dan ke kota metropolitan. Meski punya fungsi serupa dan dicirikan dengan tarif tiket yang lebih mahal, namun, setiap kereta bandara punya karakteristik yang berbeda, dan tak pelak menjadi identitas kebandarudaraan di suatu negara.

Baca juga: Inilah KA Bandara Pertama di Dunia, Warisan Nazi Jerman

Dan dilansir dari wired.com, ada lima bandara terbaik di dunia yang memiliki perjalanan airport train yang mengubungkan sisi bandara ke pusat kota.

1. Hong Kong, perjalanan nyaman dan tidak menyusahkan dari pintu ke pintu
Hong Kong Airport Express menjadi penghubung bandara yang kedua setelah pesawat menuju kereta. Keberangkatan kereta dari gedung terminal biasanya 12 menit sekali dan berhenti di Kowloon dan stasiun Hongkong serta stasiun Tsing Yi jika Anda menuju Tung Chung. Nantinya di kedua stasiun tersebut, ada shuttle bus dari Airport Express yang membawa wisatawan menuju hotel tanpa membayar atau gratis. Dengan menggunakan ini, wisatawan tidak perlu lagi terhubung dengan kereta lainnya, taksi atau berjalan.

Airport Express dalam beberapa kesempatan juga memberikan penghargaan kepada wisatawan yang bepergian dengan reward 200 Asia Miles. Tak hanya memudahakan dalam perjalanan dari bandara ke kota, di stasiun Hongkong dan Kowloon, juga tersedia mesin-mesin untuk chek ini tiket maskapai-maskapai besar (boarding pass saja). Tarif perjalanan kereta ke Central di Pulau Hongkong satu tiket seharga 100 dolar Hong Kong atau setara dengan $12,9 menuju stasiun Hong Kong dan 90 dolar Hong Kong atau setara dengan $11,5 untuk stasiun Kowloon. Tarif ini hampir setengah harga Octopus Card.

Ma Petite Arie
Ma Petite Arie

2. Paris Charles d Gaulle, Koneksi mudah ke beberapa tujuan
Terminal 2 Charles de Gaulle memiliki puluhan kereta yang berangkat menuju berbagai daerah di Perancis. Ada beberapa maskapai yang men-share kode penerbangan mereka ke TVG yang menyediakan layanaan cepat dan langsung ke pusat kota, beberapa kota di Perancis dan Belgia. TVG ini tidak tidak melayanai perjalanan ke paris sendirian yakni dengan bantuan maskapai sehingga bisa melayani wisatawan dengan baik. RER, kereta pinggir kota yang membantu TVG juga menyediakan layanan lokal dan kereta ekspres ke Paris.

Tarif yang dibebankan wisatawan untuk kereta ini baik TVG atau RER sama yakni €8,20 atau sama dengan $12. Nantinya setealh sampai di kota Paris, untuk menyambung dengan RER atau Metro jalur lain bisa menggunakan tiket yang sama dengan TVG. Jangan heran saat di kereta akan menemukan pemain akordeon di dalamnya untuk menghibur penumpang.

3. London Heathrow, mahal dan cepat sampai tujuan
BAA Heathrow Express memberikan perjalanan yang cukup cepat sekitar 15 menit dari bandara Heathrow ke Paddington. Sayangnya harga tiket untuk perjalanan menggunakan BAA Heathrow Express ini bukanlah murah yakni £14,50 atau $30 untuk tujuan ke Piccadilly dimana banyak terdapat resort. Sedangkan kereta dari Piccadilly menuju Gloucester hanya membutuhkan waktu 37 menit dan 55 menit sampai ke King Cross dengan tiket £4 untuk pembayaran tunai dan £2 atau $4 dengan kartu Oyster. Perjalanan ini memang mahal, namun sebanding dengan waktu tempuh yang bisa dikatakan cepat untuk sampai ke tujuan wisatawan.

4. Tokyo Narita, Rute nyaman kebeberap kota dan lebih murah dibanding taksi
Bandara yang ada di Jepang ini, menyediakan dua rute layanan ekspres ke kota. Narita Express juga dikenal dengan N’EX dan berangkat setiap 30 menit sekali dari stasiun Tokyo menuju kota-kota lain seperti Yokohama dan Kamakura. Menggunakan N’EX ini, Anda dijamin pasti mendapat tempat duduk dari terminal ke Tokyo.

Tarif perjalanan menggunakan NÉX adalah ¥2,940 atau setara dengan $26,4, mungkin tarif tiket N’EX ini terlalu mahal, namun bila dibandingkan dengan tarif taksi bisa mencapai ¥15.000 atau setara dengan $134 atau lebih. The Keisei Skyliner yang menuju Ueno, Nipori dan Aoto di Tokyo untuk wisatawan ini dikenakan tarif ¥2,000 atau setara dengan $18 serta harus memesan tempat duduk. Kedua kereta ini berhenti pada Terminal 1 dan 2 di Bandara Narita. Tak hanya itu, jika komuter berhenti di Narita, Anda harus bersiap untuk berpindah pada jam sibuk.

Baca juga: Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Jadi Kereta Bandara Tercepat 

5. Chicago O’Hare, perjalanan yang sering, murah dan langsung
Bandara yang dikenal dengan penunandaan lalu lintas udaranya karena badai yang melewati jalur menuju Chicago. Bila Anda ingin berkunjung ke Chicago, baiknya menuju Chicago Transit Authority yang menyediakan jalulr kereta dengan perjalanan yang sering dan langsung dari O’Hare ke Loop di pusat kota. Untuk menuju Chicago Transit Authority ini, dari kedua terminal domestik harus melalui jalan bawah tanah.

Nantinya kereta Blue Line akan berangkat setiap 5 menit sekali pada jam sibuk dan 8 menit sekali pada siang hari serta 10-30 menit setiap perjalanan kereta malam. Sesampainya di pusat kota, stasiun Washington, Monroe dan Jackson bisa ditempuh dengan jalan kaki. Perjalanan dari O’Hare menuju ke pusat kota di Loop hanya memakan waktu 45 menit. Untuk tarif tiketnya terbilang cukup murah yakni $2 atu $1,75 bila menggunakan Chicago Card.