Lion Air Group Buka Pendidikan Gratis untuk Pramugari dan Pramugara, Ini Syaratnya

Lion Air Group melalui afiliasi perusahaan (anak perusahaan) di bidang maskapai serta pendidikan dan pelatihan (training center) menawarkan peluang unik dan menarik bagi generasi muda yang ingin memulai berkarya sebagai pramugari atau pramugara (cabin crew/ flight attendant).

Baca juga: Mau Jadi Pramugari Tapi Takut Terbang, Ini Solusinya

Program pendidikan gratis terbuka dengan proses lowongan kerja di berbagai kota di seluruh Indonesia, jadwal akan disampaikan secara bertahap. Kesempatan mengikuti pendidikan gratis diberikan kepada kandidat (pelamar kerja) yang terpilih.

Nilai lebih, akan mendapatkan oportunitas semakin memahami serta berkecimpung di dunia penerbangan dan mempunyai keterampilan yang dibutuhkan menjadi pramugari atau pramugara di Angkasa Training Center (ATC). Pelatihan dan pendidikan dilaksanakan secara komprehensif bertujuan memastikan bahwa calon pramugari dan pramugara dapat menjalankan tugas secara tepat dan baik.

Dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, beberapa poin dalam program pelatihan awak kabin Lion Air Group adalah:

· Pelatihan profesional: fokus pembelajaran dari instruktur yang berpengalaman dan ahli dalam bidang penerbangan. Hal ini akan memberikan para kandidat berupa pelatihan yang berkualitas dan mempersiapkan bekerja sebagai pramugari atau pramugara profesional.

· Sertifikasi: setelah menyelesaikan pendidikan, akan mendapatkan sertifikasi (flight attendant certificate/ FAC) sebagai pramugari atau pramugara yang diakui oleh industri penerbangan nasional dan global. Sertifikasi ini menunjukkan keahlian/ kemampuan dapat bekerja di industri penerbangan.

· Koneksi dan jaringan: selama pendidikan, akan bertemu banyak orang yang bekerja di industri penerbangan. Sangat menarik! Sehingga memperluas jaringan dan mendapatkan wawasan tentang maskapai Lion Air Group.

· Biaya pendidikan: menjalani pendidikan gratis, dapat menghemat biaya yang besar untuk biaya pendidikan.

· Karier menjanjikan: Lion Air Group sangat optimis, industri penerbangan terus berkembang dan permintaan pramugari dan pramugara berkualitas semakin meningkat. Setelah menyelesaikan pendidikan, memiliki harapan emas memulai karier menjanjikan (berjenjang) di Lion Air Group.

· Menyenangkan: memperoleh pengalaman unik yang kemungkinan tidak didapatkan di tempat lain. Setelah menyelesaikan pendidikan, bisa bekerja di salah satu maskapai Lion Air Group.

Lokasi dan Jadwal seleksi gratis:
– Palembang – Hotel Amaris flyover simpang Polda – 21 Februari 2023
– Tangerang – Lion Operation Center – 23 Februari 2023

1. Pramugari dan Pramugara Belum Berpengalaman (Initial Flight Attendant)
a) Warga Negara Indonesia (WNI).
b) Sehat jasmani dan rohani dan sudah vaksin Covid-19 minimal dosis 3.
c) Laki-laki usia 18-30 tahun dan wanita berusia 18-28 tahun.
d) Minimal lulusan SMA/SMK Sederajat, Madrasah Aliyah.
e) Tinggi badan 158 cm untuk wanita, 170 cm untuk laki-laki, dengan berat badan proporsional.
f) Belum menikah.
g) Tidak buta warna penuh atau parsial.
h) Mampu berbahasa asing. Lebih disukasi memiliki kemampuan Bahasa Mandarin HSK .
i) Jujur Ramah, menarik dan enerjik.

Baca juga: Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh 

2. Pramugari Berpengalaman (Experience Female Flight Attendant)
a) Wanita usia maksimal 45 tahun.
b) Sehat jasmani dan rohani dan sudah vaksin Covid-19 minimal dosis 3.
c) Memiliki sertifikasi pramugari.
d) Minimal lulusan SMA/sederajat.
e) Tinggi badan minimal 160 cm dengan berat badan proporsional.
f) Lancar berbahasa asing, terutama Bahasa Inggris.
g) Dapat bekerja secara tim, ramah, menarik dan enerjik.

Bisa Dilipat, Papan Seluncur Elektrik ini Memungkinkan Masuk ke Dalam Kabin Lho!

Ketika elektrikalisasi sudah mulai merambah banyak moda transportasi, kini giliran papan seluncur yang terkena imbas dari dampak modernisasi tersebut. Dane Kouttron atau yang sering dipanggil Transistor Man memutuskan untuk merakit sebuah alat transportasi yang bisa dimuat di kompartemen bagasi pesawat penumpang. Adalah Mountain-Slider, merupakan papan seluncur yang mampu diciutkan seukuran tas ransel dan bisa dimasukkan ke dalam kabin.

Baca Juga: Kiwano 01, Moda Beroda Tunggal yang Dilengkapi Teknologi Self-Balancing

Seperti yang KabarPenumpang.com himpun dari laman newatlas.com (12/9/2017), ada yang membedakan antara Mountain-Slider dengan papan seluncur kebanyakan. Ketika papan seluncur normalnya menggunakan dua pasang roda di bagian depan dan belakang, berbeda dengan Mountain-Slider yang menggunakan satu roda yang dipasang bagian belakang dan sepasang roda untuk bagian depan.

Dane memilih untuk menggunakan satu roda di bagian belakang karena roda tunggal tersebut terhubung langsung dengan mesin penggerak bertenaga 300 W, sementara sepasang roda di bagian depan lebih berfungsi sebagai penyeimbang. Masing-masing bagian roda memiliki pelindungnya, ini bertujuan untuk mencegah kaki si pengendara bersentuhan langsung dengan roda. Untuk slidernya sendiri, Dane menggunakan kunci tuas untuk mengamankan rel agar tidak berubah posisi ketika digunakan. Secara keseluruhan, papan seluncur elektrik ni menggunakan bahan dasar alumunium ayng terkenal kuat dan ringan.

Sumber: newatlas.com

Perangkat elektronika lainnya yang turut dipasang di bagian belakang papan seluncur ini adalah baterai LiRePO4 off-the-shelf 40 V serta pengendali motor. “Baterai 2Ah mampu menampung 74 watt dalam sekali charge,” ungkap Dane. “Papan ini bisa dilipat sehingga mudah untuk membawanya ke dalam kabin,” imbuhnya.

Adapun ide awal perakitan papan seluncur elektrik ini adalah agar Mountain-Slider bisa turut serta dalam penerbangan Internasional, seperti yang ia lakukan selama ini. Sisi positif lainnya adalah Anda tidak membutuhkan waktu lama untuk mengisi penuh daya papan seluncur elektrik ini. Jika ingin menggunakan e-Board ini di malam hari, Dane pun melengkapi sebuah lampu LED yang di pasang di bagian belakang, sehingga pengguna jalan lain bisa menyadari keberadaan si papan lipat ini.

Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya

Mountain-Slider telah diuji di beberapa tempat, dari mulai jalan hingga di skate park. Rata-rata, papan seluncur elektrik ini bisa melaju hingga kecepatan 12 mph atau setara dengan 19,3 km/jam. Apakah Anda tertarik untuk memilikinya?

Boeing-Bombardier Kolaborasi Dukung Museum Amelia Earhart yang Baru Jadi Pusat Pembelajaran Dirgantara

Boeing dan Bombardier berkolaborasi mendukung Museum Hangar Amelia Earhart yang baru, aviation pioneer Amelia Earhart, sebagai pengajaran Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika  (STEM). Tak hanya itu, ke depan museum tersebut juga diproyeksi sebagai pusat edukasi potensi karir serta menumbuhkan minat pengunjung untuk berkecimpung di sektor penerbangan.

Baca juga: FAA Resmi Pensiunkan Nomor Registrasi Pesawat Amelia Earhart, Pilot Wanita Pertama di Dunia

Museum Hangar Amelia Earhart baru yang terletak di Atchison, Kansas -tempat kelahiran Amelia Earhart- selain dijadikan pusat STEM dan edukasi industri dirgantara, sebagaimana namanya, juga dijadikan tempat dipamerkannya jejak-jejak dan kontribusi Amelia Earhart di dunia penerbangan.

Para pengunjung meseum bisa melakukan banyak hal di sini, mulai dari melihat Muriel yaitu Lockheed Electra 10-E satu-satunya yang masih tersisa, masuk ke kokpit Muriel yang disebagai laboratorium terbang Amelia Earhart, sampai mechanic logbook Amelia Earhart dalam bentuk digital.

Pengunjung juga bisa menikmati pengalaman seru menjajal beragam profesi dunia dirgantara, seperti montir, perawat, pilot, dan fashion designer melalui augmented reality. Kemudian, menjelajahi navigasi langit, gelombang radio, dan kondisi atmosfer, sampai menjajal sensasi menjadi pilot di pesawat Lockheed Vega 5B yang digunakan Amelia Earhart saat melakukan penerbangan transatlantik pada tahun 1932.

Museum Hangar Amelia Earhart yang baru juga menawarkan tur virtual selama satu jam lebih. Tur virtual ini memungkinkan pengunjung untuk terhubung secara virtual dengan staf museum untuk mendengar kisah perjalanan Amelia Earhart di dunia penerbangan, melihat pameran, menjawab pertanyaan, dan banyak lagi. Untuk menjajal pengalaman ini, pengunjung dikenai biaya sebesar US$100.

Head of US Strategy Bombardier, Tonya Sudduth, mengungkapkan, kolaborasi dengan Museum Hangar Amelia Earhart kelak akan menumbuhkan minat kaum muda di sektor penerbangan.

“Kami sangat senang untuk mendukung Museum Hangar Amelia Earhart yang baru dan percaya ini akan berdampak besar pada masyarakat melalui pameran inovatif dan pendidikannya — menginspirasi kaum muda untuk menjelajahi banyak kemungkinan menarik dan jalur karier masa depan yang tersedia di bidang penerbangan dan kedirgantaraan,” jelasnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Sementara itu, vice president of Boeing Global Engagement, Cheri Carter, mengatakan bahwa kolaborasi dengan museum itu akan menghubungkan sejarah dengan masa depan industri penerbangan di AS.

Baca juga: Amelia Earhart, Pilot Wanita Pertama di Dunia yang Hilang Misterius! Berhasil Ditemukan Setelah 80 Tahun 

“Keberanian dan semangat petualangan Amelia akan menginspirasi generasi penerbang, penjelajah, dan inovator berikutnya untuk terus mendobrak batasan baru di dunia kedirgantaraan. Melalui kemitraan yang menarik dengan Museum Hangar Amelia Earhart yang baru ini, kami bangga menjadi bagian dari berbagi kisah luar biasa ini dan mendukung serta mengembangkan para inovator masa depan,” ujarnya.

Selain didukung oleh Boeing dan Bombardier, sejumlah nama besar lain di industri penerbangan, seperti FedEx, Garmin, Lockheed Martin, turut berkoleborasi dengan Museum Hangar Amelia Earhart.

British Airways Membuat Sejarah, Operasikan Penerbangan “ABC (All Black Crew)”

British Airways, maskapai nasional Negeri Britania, mengukir sejarah setelah mengoperasikan penerbangan ABC (All Black Crew) pertamanya – semua kru berkulit hitam, termasuk awak kabin, pilot, teknisi, pengelola bagasi, dan agen darat.

Baca juga: British Airways Terbitkan Pedoman Bermedia Sosial, Pilot dan Awak Kabin Dilarang Buat Konten Saat Berseragam

Peristiwa bersejarah itu berlangsung pada 8 Februari 2023, yakni dalam penerbangan terjadwal reguler British Airways ke Barbados. Sementara, para penumpang baru mengetahui hal tersebut saat mereka menunggu (boarding) untuk menaiki penerbangan British Airways BA255.

British Airways awalnya berharap untuk mengoperasikan ABC pertamanya untuk memperingati Black History Month pada Oktober 2022, tetapi karena masalaj operasional serta masalah penjadwalan, memaksa maskapai untuk menunda acara tersebut hingga awal 2023.

Penerbangan tersebut diselenggarakan oleh grup internal di maskapai yang dikenal sebagai grup jaringan kolega BeME untuk merayakan kontribusi rekan kulit hitam terhadap kesuksesan maskapai.

Baca juga: Bukan Pramugari, “Hooters Girls” adalah Pelayan Restoran yang Diperbantukan di Kabin

Diharapkan juga bahwa penerbangan ABC khusus ini akan menyoroti beragam pekerjaan di industri penerbangan yang tersedia untuk orang-orang dari berbagai latar belakang.

Kenapa Pesawat MD-11 Laris Dipakai Penerbangan Kargo tapi Tidak Penerbangan Penumpang

Pada tahun 1970-an, 80-an, dan 90-an pesawat penumpang dengan tiga mesin atau tri-jet hampir seluruhnya menjadi armada utama seluruh maskapai di dunia. Bukan Boeing atau Airbus, kala itu, pabrikan pesawat lainnya dari Amerika Serikat (AS), McDonnell Douglas, hampir merajai pangsa pasar pesawat komersial penumpang di dunia lewat DC-10 dan MD-11.

Baca juga: Hari Ini, 34 Tahun Lalu, Pesawat Kargo Terbesar di Dunia Antonov An-225 Mriya Terbang Perdana

Akan tetapi, saat ini, pesawat-pesawat trijet, dalam hal ini MD-11, sudah ditinggalkan maskapai dunia untuk penerbangan penumpang, tapi tidak dengan penerbangan kargo. MD-11 masih eksis di beberapa maskapai kargo dunia karena dianggap membawa keuntungan bagi operator. Mengapa demikian? Bukankah penerbangan penumpang dan kargo pola bisnisnya tak berbeda jauh?

Pengamat penerbangan yang juga pengguna Quora, Jaiden W. Troxel, alasan utama kenapa maskapai meninggalkan MD-11 dan pesawat-pesawat trijet lainnya sebagai angkutan penumpang adalah aturan ETOPS.

ETOPS atau Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards, yang direkomendasikan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pertama kali pada tahun 1985, mengatur bahwa pesawat twin-jet hanya diizinkan terbang separuh dari kemampuannya. Itu berarti, sekalipun memiliki dua mesin, ketika beroperasi pesawat hanya dihitung sebagai satu mesin.

Hal ini dilakukan agar ketika pesawat mengalami kegagalan mesin di salah satunya, pesawat tetap bisa terbang untuk melakukan pendaratan darurat dengan mesin lainnya. Rekomendasi itu kemudian disadur oleh regulator dunia, tak terkecuali regulator penerbangan sipil AS (FAA) dengan sebutan “60-minute rule”.

Baca juga: Mengapa Pesawat Tri-Jet Tidak Se-Populer Twin-Jet dan Quad-Jet? Berikut Ulasannya

Dengan aturan tersebut, praktis, pergerakan pesawat-pesawat twin-jet sangat terbatas. Tak lebih dari rute domestik dengan jangkauan berkisar 60 menit perjalanan. Di saat itulah era trijet atau pesawat dengan tiga mesin dimulai. Saat itu, pesawat McDonnell Douglas DC-10 dan Lockheed L-1011 Tristar yang notabene memiliki tiga mesin menjadi primadona maskapai untuk mengantarkan penumpang ke belahan bumi lain atau jarak jauh.

Alasannya simpel, dilarang untuk menggunakan pesawat bermesin ganda untuk jarak jauh tetapi terlalu mahal ongkos operasional bila menerbangkan pesawat dengan empat mesin pada rute jarak jauh. Jadi, pilihan memang hanya jatuh pada pesawat trijet.

Perlahan tapi pasti, seiring perkembangan teknologi, ICAO mulai meningkatkan ambang batas ETOPS pada pesawat bermesin ganda menjadi 120 menit mulai tahun 1980-an hingga 180 menit di akhir dekade tersebut. Hal itupun pada akhirnya mendorong pengembangan pesawat twinjet jarak jauh untuk mendapatkan efisiensi lebih dari yang ditawarkan trijet, baik efisiensi dalam segi operasional maupun perawatan dan produksi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi harga.

Seiring ketangguhan pesawat twinjet atau pesawat dengan dua mesin, pesawat trijet ditinggalkan untuk penerbangan penumpang. Maskapai pun ramai-ramai menjual pesawat tersebut dengan harga murah, semata demi mendapat tambahan uang daripada pesawat dibiarkan mangkrak dan hancur sampai tak bernilai. Pertanyaannya, siapa yang membeli? Jawabannya adalah maskapai kargo.

Baca juga: Bisakah MD-11 Tetap Terbang Bila Kedua Mesin di Sayap Rusak? Simak Jawabannya

Pola bisnis maskapai penumpang dan kargo sebetulnya mirip, sama-sama mengandalkan banyak muatan untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi, pada penerbangan penumpang, semakin sedikit mesin semakin murah biaya perawatan dan penggunaan bahan bakar. Konsekuensinya, berat MTOW (maximum takeoff weights) jadi lebih rendah. Tetapi itu tidak masalah bagi maskapai penumpang.

Lain halnya bagi maskapai kargo, berat MTOW dan useful load yang tinggi memungkinkan maskapai membawa lebih banyak kargo. Sudah begitu, pesawat kargo yang didapat juga dibeli dari maskapai penumpang dengan harga murah. Kombinasi ini pada akhirnya menjadikan pesawat trijet masih banyak dioperasikan maskapai kargo sampai sekarang, seperti FedEx dan UPS.

Garuda Indonesia Buka-bukaan Dua Komponen Utama Biaya Haji Tahun 2023, Biang Kerok BPIH Naik?

Gonjang-ganjing naiknya biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 2023 berakhir. Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII DPR RI sepakat biaya Bipih tahun 2023 Rp90.050.637 (yang dibayar jemaah sebesar Rp49,8 juta), turun dari usulan Kemenag sebesar hampir Rp100 juta, tepatnya Rp98.893.909. Dari jumlah tersebut, Rp32.743.992 di antaranya adalah biaya penerbangan haji PP dan turunannya yang dioperasikan Garuda Indonesia.

Baca juga: Convair 340, Pesawat Garuda Indonesia yang Terbangkan Jemaah Haji di Tahun 1956

Melalui keterangan resminya, Garuda Indonesia pun terang-terangan membuka dua komponen utama dan komponen biaya lainnya sampai akhirnya biaya penerbangan haji disepakati sebesar Rp32.743.992, turun Rp1,2 juta dari usulan biaya sebelumnya.

Sebagai national flag carrier, setiap tahun Garuda Indonesia selalu ditugaskan pemerintah untuk mengantar dan memulangkan jemaah haji, termasuk penerbangan haji tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa Garuda Indonesia  berkomitmen untuk memastikan kebutuhan layanan penerbangan bagi ibadah Haji dapat terselenggara secara optimal dan end to end termasuk dalam menentukan skema tarif penerbangan yang tentunya diselaraskan dengan komposisi biaya seluruh komponen operasional penerbangan haji.

“Berangkat dari komitmen tersebut, melalui koordinasi dan diskusi bersama dengan Kementerian Agama beserta stakeholder Garuda Indonesia berupaya guna mengoptimalkan berbagai komponen operasional dengan tetap mengedepankan keselamatan, keamanan dan kenyamanan para Jemaah,” jelasnya.

“Melalui berbagai langkah optimalisasi tersebut saat ini biaya penerbangan haji yang diajukan Garuda Indonesia menjadi sebesar Rp32.743.992 turun sebesar Rp1,2 juta dari diskusi awal biaya penerbangan haji bersama Kementerian Agama RI,” tambahnya.

Langkah penyesuaian biaya penerbangan haji ini merupakan bagian dari diskusi intensif yang terus dilakukan bersama stakeholder terkait termasuk didalamnya Kementerian Agama RI, DPR RI hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya dengan senantiasa mengedepankan komitmen kami sebagai national flag carrier dalam menjalankan mandat melayani penerbangan haji bagi masyarakat Indonesia.

Irfan menjelaskan bahwa tarif penerbangan haji didominasi oleh dua komponen utama yaitu biaya avtur maupun biaya aircraft lease. Lebih lanjut komponen biaya penerbangan juga mencangkup penyediaan tas dan koper jamaah haji, penyediaan dan pengangkutan air zam zam, pengumpulan dan pengangkutan bagasi pada saat kepulangan jemaah haji di Arab Saudi serta transportasi darat jemaah dari asrama haji ke bandara dan sebaliknya.

“Upaya penyesuaian biaya penerbangan haji ini kami lakukan dengan mengoptimalkan seluruh komponen biaya yang ada namun dengan tetap menjaga standard kualitas pelayanan Garuda Indonesia pada seluruh lini operasional,” ujarnya.

“Hal ini yang menjadi fokus utama kami dalam menghadirkan layanan penerbangan terbaik bagi para calon jemaah haji, yang juga turut mempertimbangkan demografis calon jamaah haji di tahun ini, dimana sebanyak 30 persen masyarakat yang melaksanakan ibadah haji di tahun ini berusia di atas 65 tahun,” lanjutnya.

Baca juga: Khusus Layani Jamaah Haji Tradisional, Garuda Indonesia Andalkan Awak Kabin (Lokal)

“Penyesuaian harga tarif tiket penerbangan haji ini menjadi komitmen kami untuk senantiasa mengedepankan mandat sebagai national flag carrier dalam melayani penerbangan haji. Dengan pengalaman selama lebih dari 60 tahun, layanan penerbangan haji menjadi sebuah manifestasi tersendiri bagi kami untuk terus senantiasa mengedepankan kualitas layanan yang prima berbasis operational excellence terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen ini yang terus kami optimalkan termasuk dalam mendukung pelayanan haji baik pre flight hingga post flight di seluruh embarkasi Indonesia dan Saudi” tutupnya.

Ada Tanda Unik di Toilet Luar Negeri, Jangan Salah Artikan Yaa..

Berada di negara orang biasanya membuat Anda merasa asing dengan segala yang ada. Terlebih dengan tempat-tempat umum dengan tanda yang membuat Anda bingung bahkan tidak mengerti. KabarPenumpang.com merangkum dari laman whyy.org, sebagai pelancong Anda pastinya akan menggunakan toilet, tapi sadarkah bahwa setiap negara memiliki tanda yang unik di depan toiletnya? Seorang penulis buku Signspotting, Doug Lansky mengatakan, tanda di toilet bisa memiliki banyak arti bahkan misterius, menyesatkan hingga lucu dan unik.

Baca juga: Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di Singapura

Nah, berikut ini ada beberapa tanda toilet yang unik bahkan mungkin Anda tidak akan berpikir menemukannya.

1. Men to the left because Women are always right
Sebagai pelancong Anda tahu maksud ini, arah penunjuk ke kiri maksdunya pria selalu salah dan ke kanan untuk menunjukkan wanita yang selalu benar.

2. For those who stand and For who sit
Ini mengatakan maksudnya untuk berdiri untuk laki-laki dan duduk untuk perempuan.

3. Bla and Any Bla (bla…bla…bla)
Ini menandakan jika Anda perempuan harus masuk kedalam toilet dengan tulisan bla yang banyak, sebab wanita lebih banyak bergosip dibandingkan dengan seorang pria.

4. Kucing dan Ayam
Untuk wanita digambarkan dengan sekor kucing yang duduk, sebab wanita akan buang air sambil duduk dan pria digambarkan seekor ayam berdiri, karena setiap buang air kecil seorang pria akan melakukan sembari berdiri.

5. Sepatu heels dan cerutu
Anda harusnya sudah tahu maksud dari toilet ini, dimana seorang wanita akan masuk ke pintu dengan gambar heels dan laki-laki dengan gambar cerutu.

6. That not all pipes can handle toilet paper
Ini unik, bila diartikan pipa ledeng tidak bisa menangani kertas toilet. Padahal maksud dari tanda ini  adalah jangan membuang kertas tisu ke dalam lubang kloset.

Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

7. Don’t wash your feet in the toilet
Anda sebagai pelancong juga tidak akan mungkin mencuci kaki dengan air toilet di toilet. Sebenarnya maksud dari tanda ini adalah tidak mencuci kaki di toilet.

8. Whichever
Gambar toilet ini separuh menggunakan dres separuhnya tidak. Menurut Anda apa maksudnya?

Pengakuan Seorang Hacker: Bisa Jatuhkan Pesawat Penumpang dari Kamar Tidur

Dunia aviasi internasional kembali geger setelah pengakuan mengejutkan dilontarkan oleh seorang peretas yang mengungkapkan dapat mengirim sinyal palsu ke sebuah maskapai yang mengakibatkan penerbangan tersebut berbelok arah dan mengacaukan arus lalu lintas udara. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk, seorang hacker yang berhasil dimintai keterangan oleh pihak thesun lalu membeberkan cara untuk meretas sebuah penerbangan, bahkan sekelas pesawat jet.

Baca juga: Kado Valentine untuk SAS Skandinavia, Aplikasi Maskapai Diserang Hacker “Anonymous Sudan”

Hacker mengklaim mungkin saja ia memasukkan sebuah sinyal ke perangkat lunak sistem navigasi penerbangan yang memaksa pesawat tersebut melakukan manuver. Hebatnya lagi, semua itu ia lakukan dari dalam kamarnya sendiri. Hacker yang tidak disebutkan namanya ini mengaku dapat dengan mudah mengakses sistem ADC-B yang memungkinkan membuat jalur penerbangan menjadi kacau.

Sistem tersebut merupakan sistem yang biasa digunakan oleh situs pelacak penerbangan dan update perjalanan di pesawat jet penumpang. Secara teori, seorang hacker dapat dengan mudah memasukkan pesawat palsu ke peta dan membuat jet penumpang keluar dari jalurnya untuk menghindari tabrakan dengan “pesawat hantu” tersebut. Meski memungkinkan untuk memaksa pesawat melakukan gerakan mengelak, satu pakar keamanan siber mengatakan bahwa hampir tidak mungkin untuk mengambil kendali sebuah jet dari laptop.

Pernyataan seorang pakar siber tersebut pun diamini oleh Profesor David Stupples, seorang ahli di bidang elektronika. “Hal tersebut (meretas sebuah pesawat) akan sangat sulit dilakukan,” tuturnya. “Mereka memiliki link terenkripsi yang sangat aman. Maskapai sangat sensitif terhadap hal seperti ini dan keamanannya sangat sulit ditembus oleh siapapun,” tambah David.

Seolah menepis penjabaran dari hacker tersebut, David mengatakan untuk dapat menyebabkan sebuah kecelakaan pesawat, Anda harus dapat memahami bagaimana kerja dari sistem kontrol. “Anda juga harus memahami bagaimana reaksi pilot dalam mengatasi hal semacam itu,” terangnya. Dampak dari pemberitaan ini santer menyeruak ke seluruh penjuru dunia, salah satunya Jerman yang langsung mengambil langkah guna meningkatkan keamanan dunia penerbangannya.

Dilansir dari sumber lain, pakar keamanan siber Jerman tengah mengupayakan agar jet tempur mereka tetap aman dari kemungkinan serangan siber. Kepala Otoritas Penerbangan Militer Jerman, Mayor Jenderal Ansgar Rieks memperingatkan bahwa Jerman harus berinvestasi dalam pertahanan terhadap serangan siber yang akan menimbulkan kerugian besar.

Kado Valentine untuk SAS Skandinavia, Aplikasi Maskapai Diserang Hacker “Anonymous Sudan”

Tepat di malam Valentine, yakni 14 Februari kemarin, rupanya ada serangan siber (cyber attack) yang menargetkan maskapai di jaringan SAS Scandinavian Airlines dan disebut membahayakan layanan di dalam aplikasinya. SAS mengkhawatirkan bahwa serangan siber itu mungkin menargetkan data pelanggan.

Baca juga: Situs Layanan Bandara di AS Dilumpuhkan Hacker Pro Rusia

Prosedur penanganan dan solusi atas serangan siber tengah dijalankan dan sebagian besar masalah telah diperbaiki. Dikutip dari Simple Flying, tantangan bagi maskapai saat ini adalah usaha memperingatkan pelanggan untuk tidak menggunakan aplikasi sampai benar-benar dilakukan perbaikan secara penuh.

Karin Nyman, kepala pers di SAS, mengatakan bahwa maskapai sedang mencoba mencari solusi untuk melindungi situs web dan aplikasi perusahaan. Dia sebelumnya juga mengatakan bahwa pelanggan berisiko mendapatkan informasi palsu dari aplikasi, jadi lebih baik tidak menggunakannya.

Menariknya, itu bukan satu-satunya serangan siber yang menjadi berita utama di Swedia pada hari Selasa.Layanan televisi publik nasional negara itu, SVT, juga mengalami situasi serupa dan layanan harus dimatikan untuk beberapa waktu.

SVT merilis sebuah pernyataan, yang mengatakan bahwa sebuah kelompok hacker yang menamakan diri mereka “Anonymous Sudan” telah bertanggung jawab atas pelanggaran keamanan tersebut.

Sayangnya, insiden SAS bukanlah satu-satunya ancaman terhadap keamanan dunia maya maskapai dan bandara di seluruh dunia. Tahun lalu, maskapai Go First India menghadapi pembobolan akun Twitter ketika pengguna menyadari bahwa gambar profil akun tersebut menampilkan gambar Vitaly Dmitriyevich, seorang programmer Kanada dan salah satu pendiri Ethereum – sebuah platform yang berurusan dengan cryptocurrency.

Pada bulan September, TAP Air Portugal melaporkan bahwa informasi pribadi yang sensitif dari sejumlah penumpang yang dirahasiakan diposting ke dark web. Maskapai tersebut memperhatikan pelanggaran data ketika menemukan bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang memiliki akses ke beberapa sistem TI.

Pada bulan Oktober, beberapa bandara utama AS menghadapi serangkaian serangan dunia maya. Seorang pejabat senior yang diberi pengarahan tentang serangan itu mengatakan bahwa itu berasal dari seseorang di dalam Federasi Rusia.

Baca juga: Pengakuan Seorang Hacker: Bisa Jatuhkan Pesawat Penumpang dari Kamar Tidur

Salah satu serangan siber maskapai penerbangan terbesar belakangan ini menyasar Cathay Pacific pada tahun 2018, di mana data pribadi, termasuk detail paspor, email, dan detail kartu kredit, hingga 9,4 juta penumpang diakses. Maskapai didenda £500.000 karena gagal melindungi informasi pelanggannya.

Selain Kim Jong Un, Presiden Rusia Vladimir Putin Juga Kerap Gunakan Kereta Lapis Baja

Rupanya ada kesamaan selera bertransportasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kom Jung Un, yakni keduanya sama-sama mengandalkan jasa kereta api dalam melakoni perjalanan lintas kota, khusus untuk Kim Jong Un, bahkan kereta digunakan untuk lawatan ke luar negeri.
Tentu tak sembarang kereta yang digunakan kedua kepala negara, dan inilah profil yang menarik dari kereta ‘lapis baja’ yang digunakan Putin. Dari laman Telegraph.co.uk (14/2/2023), disebutkan bahwa Vladimir Putin kerap bepergian menggunakan kereta api, terutama pasca invasi Rusia ke Ukraina.
Orang nomer satu di Rusia itu mengatakan perjalanan kereta api lebih aman daripada pesawat karena penerbangan dapat dilacak dengan lebih mudah, dan lebih rawan akan upaya sabotase.
Situs web investigasi Dossier Center menyebut, guna memastikan keamanan kereta api yang ditumpangi Putin, Rusia telah membangun jalur kereta api dan stasiun rahasia untuk penggunaan pribadinya. Masih dari sumber yang sama, dikatakan Vladimir Putin telah menggunakan kereta lapis baja khusus untuk berkeliling Rusia saat Ia meningkatkan keamanan pribadinya di tengah perang di Ukraina.
Sebagai kereta lapis baja, kuda besi Putin lebih berat dari kereta biasa sehingga memiliki lebih banyak as roda dan sejumlah lokomotif yang kuat untuk menariknya.
Vladimir Putin di gerbongnya pada tahun 2012 sebelum pertemuan tentang pengembangan jalur kereta api di Moskow Credit: AFP
Meski tidak ada foto yang dapat dipublikasi, disebut-sebut gerbong kepresidenan Putin dilengkapi dengan ruang kerja, kamar tidur dan gerbong yang dikemas dengan peralatan komunikasi canggih.
Untuk membangun kereta api lapis baja kepresidenan tentu tak murah, disebut biaya pembuatan kereta ini mencapai US$13,5 juta. Selain digunakan untuk mengantar Putin ke lawatan di berbagai daerah, kereta ini juga digunakan Putih saat mengakses rumah-rumah pribadinya.
“Setelah pecahnya perang, pada bulan Februari dan Maret (tahun lalu), Putin mulai menggunakan kereta [berlapis baja] dengan sangat aktif, terutama untuk sampai ke kediamannya di Valday,” kata seorang sumber yang dekat dengan Kremlin kepada Dossier.
Investigasi terpisah, oleh situs berita Proekt mengklaim bahwa jalur kereta api rahasia dan stasiun kereta telah dibangun untuk melayani tiga kediaman megah Presiden Rusia.
Ada stasiun kereta ketiga, dijaga ketat dan dengan helipad, dekat dacha Putin di Valday, kata Proekt. Ketika salah satu reporternya mendekati stasiun, seorang penjaga menyuruh mereka pergi.
Kereta lapis baja itu berbasis di bagian stasiun kereta Kalanchevskaya yang dilindungi dan tertutup di pusat kota Moskow. Ada terminal VIP khusus yang dikelilingi kawat berduri dan kamera pengintai. Meskipun tidak ada foto resmi dari kereta api tersebut, foto kereta dengan cat merah dan abu-abu adalah kereta yang digunakan Putin, kereta tersebut sengaja disamarkan seperti kereta penumpang biasa.