Bandara Schipol Jadi Satu-satunya di Dunia yang Masih Operasikan Garbarata Ganda

Hadirnya garbarata (aerobridge, jet bridge, atau biasa juga disebut jetway) di dunia aviasi global membawa kemudahan tersendiri kepada para penumpang. Mereka tidak harus berpanas-panasan atau kehujanan ketika berjalan di tarmak untuk masuk ke dalam pesawat. Selain itu, garbarata ini sendiri bisa dibilang sebagai salah satu faktor yang mengindikasikan kemajuan sebuah bandara.

Baca juga: Inilah 5 Bandara Tertua di Dunia Yang Masih Beroperasi

Garbarata diketahui ialah temuan dari Frank Der Yuen dan digunakan pertama kali pada tanggal 26 Juli 1959 di Bandara San Francisco, Amerika Serikat (AS).

Dalam pengoperasiannya, garbarata menggunakan sistem Electro Mechanical yang dikendalikan pada sebuah control console (monitor Control Desk) yang berada di kabin dan dilengkapi dengan CCTV untuk memantau keadaan di sekitar garbarata. Sistem kendali ini menginterintegrasikan peralatan keselamatan dan alat sistem kendali elektronik.

Seiring berjalannya waktu, garbarata mulai dikembangkan dan menjadi lebih panjang, lebih fleksibel untuk dipindahkan ke terminal kedatangan ataupun keberangkatan, serta bisa terhubung otomatis ke pintu pesawat.

Hanya saja itu masih belum cukup memudahkan penumpang dan maskapai dalam mempercepat proses naik turun penumpang. Terlebih pada pesawat widebody dengan kapasitas penumpang tinggi. Dibutuhkan inovasi lain, sampai akhirnya garbarata ganda pun tercipta.

Dilansir Simple Flying, garbarata ganda pertama kali diperkenalkan di Bandara Internasional Los Angeles oleh Trans World Airlines (TWA). Tak jelas kapan itu terjadi. Yang jelas, pada saat itu, karena satu dan lain hal, maskapai justru menambah satu tangga manual sehingga seolah menjadi triple garbarata atau tiga garbarata.

Tetapi, tentu, penumpang banyak yang memilih menggunakan garbarata ganda ketimbang menggunakan tangga manual yang mengharuskan berjalan di apron sebelum sampai ke terminal.

Seiring berjalannya waktu, terlebih di tengah wabah Covid-19 seperti sekarang ini dimana traffic penerbangan menurun, tidak banyak bandara yang masih menyediakan garbarata ganda. Bahkan bisa dibilang sangat langka. Satu-satunya bandara yang masih menyediakan garbarata ganda -biasanya untuk melayani pesawat Boeing 747 dan pesawat widebody lainnya- adalah Bandara Schipol, Amsterdam, Belanda.

Di bandara tersebut, garbarata ganda yang sudah ada sejak 1980an ini, hanya tersisa dua unit. Keduanya dioperasikan di gate E20 dan E22.

Tak cukup sampai di situ, pada tahun 2019 lalu, Bandara Schiphol bahkan mencatatkan diri sebagai bandara pertama di dunia yang mengoperasikan garbarata ganda otomatis. Garbarata hasil kerjasama dengan KLM Royal Dutch Airlines ini merupakan inovasi baru yang memungkinkan garbarata ganda terhubung otomatis ke pesawat hanya dalam satu menit.

Baca juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk

Dengan begitu, penumpang akan turun lebih cepat dan dapat mempersingkat waktu antara kedatangan dan keberangkatan pesawat. Ini juga mengurangi risiko kegagalan fungsi atau kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan operator.

Garbarata ganda otomatis pertama di dunia ini dilengkapi dengan teknologi pintar, termasuk kamera di jembatan yang mengenali pintu pesawat terbang. Kemudian ada sensor yang membantu menghubungkan ke pintu pesawat.

Hari ini dalam Sejarah, Pesawat Boeing 737 Asiana Airlines Jatuh Gegara Pilot Lalai Saat Landing Approach

Hari ini dalam sejarah, bertepatan dengan 26 Juli 1993, pesawat Boeing 737 Asiana Airlines jatuh setelah menabrak punggung bukit Gunung Ungeo di ketinggian 240 meter dari permukaan laut (mdpl). Hasil investigasi pihak berwenang, kecelakaan terjadi akibat kelalaian pilot saat melakukan landing approach.

Baca juga: Hari Ini, 9 Tahun Lalu, Lion Air Flight 904 ‘Berenang’ di Laut Bali Gegara Pilot Indonesia Remehkan Pilot India

Pesawat dengan nomor penerbangan OZ733 atau AAR733 ini diketahui terbang dengan aman tanpa kendala setelah lepas landas dari Bandara Internasional Gimpo, Seoul, Korea Selatan. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Mokpo pada pukul 15.15 waktu setempat.

Langit cerah tiba-tiba menjadi gelap. Pesawat dihadapkan dengan cuaca buruk dan angin kencang dan pesawat tak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Di tengah cuaca buruk itulah, kapten pilot Hwang In-ki dan kopilot Park Tae-hwan mencoba melakukan landing approach untuk persiapan mendarat.

Pesawat dengan nomor registrasi HL7229 yang membawa 105 penumpang dan enam kru tersebut dilaporkan mulai mencoba landing approach pada pukul 15.24. Sayangnya, percobaan pertama gagal. Kegagalan juga menghampiri percobaan kedua pada pukul 15.28.

Setelah gagal dalam interval empat menit, kru mencari cara lain untuk bisa mendarat dengan selamat, di tengah cuaca buruk dan navigasi bandara yang hanya dilengkapi dengan VOR/DME.

Sebelum lanjut, VOR (Very High Omni-Directional Range) merupakan salah satu sistem navigasi radio di pesawat terbang. VOR memancarkan sinyal radio gabungan, termasuk kode morse dan data yang memungkinkan peralatan receiver pada pesawat untuk memperoleh magnetic bearing dari station ke pesawat terbang. VOR bekerja pada frekuensi VHF dari 108 sampai 117,95 MHz.

VOR umumnya berpasangan dengan Distance Measuring Equipment (DME). Adapun DME merupakan sebuah alat yang memberikan informasi jarak dan posisi pesawat terbang dengan ground station.

Di luar dua itu, ada lagi instrumen pendaratan (instrumen landing system) lainnya yang lebih canggih. Namun, menurut banyak pendapat, seharusnya, dua ILS tersebut cukup untuk membuat pilot mendaratkan pesawat dengan selamat.

Setelah dua kali percobaan mendarat gagal, percobaan ketiga dilakukan pada 15.38. Keluarga pesawat narrowbody tersukses di dunia itu pun dilaporkan hilang dari radar pada pukul 15.41 atau beberapa menit setelah melakukan landing approach.

Tak berselang lama atau tepatnya pada 15.48, otoritas setempat memastikan pesawat jatuh setelah menabrak punggung Gunung Ungeo di ketinggian 240 mdpl. Serpihan pesawat kemudian ditemukan sekitar 10 kilometer barat daya Bandara Mokpo.

Setelah investigasi panjang, para ahli menemukan adanya kelalaian pada pilot. Dilansir planecrash.fandom.com, dua landing aprroach awal seharusnya pilot bisa mendaratkan pesawat.

Berhubung pilot gagal melihat runway 06 secara visual, ia coba mendarat dari arah berlawanan.

Baca juga: Hari Ini, 35 Tahun Lalu, Garuda Indonesia GA035 Jatuh di Medan Gegara Tabrak Antena TV

Nahasnya, kapten pilot -yang disebut sangat berpengalaman- gagal mengindahkan minimum descent altitude (MDA) atau ketinggian minimal saat melakukan landing approach. Anehnya, kopilot juga tak mengoreksi kesalahan pilot terkait MDA hingga akhirnya berakhir menabrak gunung.

Meski begitu, beruntung, kecelakaan tersebut tidak menyebabkan seluruh penumpang dan kru tewas. Dilaporkan dari 116 penumpang dan kru, hanya 68 jiwa yang meninggal, sisanya berhasil selamat meski dengan kondisi yang mengenaskan.

Mengenal Purser, Awak Kabin dengan Tanggung Jawab Besar Terbesar dalam Penerbangan

Seseorang mencapai level manajer kabin atau purser adalah sesuatu yang bisa dan mungkin sangat dibanggakan. Namun, tanggung jawab yang diemban pun semakin banyak dan berat. Biasanya purser akan mewakili maskapai dan bertanggung jawab atas semua masalah di dalam pesawat dengan layanan pelanggan serta keselamatan.

Baca juga: Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Selain itu juga bertanggung jawab untuk memotivasi tim kabin agar melakukan yang terbaik supaya penumpang mendapatkan penerbangan yang nyaman dan menyenangkan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Bahkan seorang purser juga perlu memastikan bahwa kru kabin melakukan semua yang mereka bisa untuk meningkatkan penjualan barang bebas bea dalam penerbangan.

Selama penerbangan, purser akan melapor langsung ke pilot. Namun ini tergantung pada struktur maskapai mereka di mana mungkin memiliki asisten dan wakil pilot yang akan melapor langsung kepada pilot dan purser akan melapor kepada mereka.

Sedangkan saat ketika di darat, purser akan menjadi bagian penting dari tim manajemen dan biasanya akan diharapkan untuk mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan penting untuk mendapatkan yang terbaik dari tim awak kabin Anda. Manajer awak kabin akan dilibatkan dalam perencanaan jadwal dan pengarahan tim sebelum penerbangan.

Untuk menjadi seorang purser, seorang awak kabin harus memiliki pengalaman sebelumnya sebagai anggota awak kabin senior. Jika berhasil, maka akan diberikan pelatihan ekstensif lebih lanjut. Lamanya pelatihan ini berbeda di antara maskapai penerbangan, tetapi perusahaan seperti British Airways saat ini menyediakan kursus pelatihan wajib enam minggu untuk semua manajer kabin yang baru diangkat.

Pelatihan ini harus mencakup pengarahan kesehatan dan keselamatan lebih lanjut; pelatihan keamanan, pengembangan manajemen dan keterampilan kepemimpinan. Manfaat penerbangan juga meningkat saat awak kabin naik pangkat menjadi purser.

Beberapa maskapai penerbangan menawarkan pemesanan premium terjamin saat terbang untuk rekreasi dan dengan tambahan upgrade yang lebih tinggi mungkin tersedia. Jika awak kabin mempertimbangkan untuk melamar posisi purser, maka sekarang harus terbiasa dengan jam kerja anti sosial dan pola kerja yang aneh.

Baca juga: Intip Dibelakang Layar Pelatihan Awak Kabin Emirates

Purser juga bisa disebut penjaga kapal dan merupakan orang di atas kapal yang pada prinsipnya bertanggung jawab atas penanganan keuangan. Di kapal dagang modern, purser adalah petugas yang bertanggung jawab atas semua administrasi (termasuk kargo kapal dan manifes penumpang) dan pasokan para juru masak serta pelayan.

Singapore Duck Tour, Wisata Amfibi dengan Rantis eks Perang Vietnam

Bisa menumpangi kendaraan amfibi laksana pasukan Marinir boleh jadi adalah obsesi bagi banyak wisatawan, namun sayangnya di Indonesia, setidaknya sampai saat ini belum ada pengelola wahana wisata yang menyajikan layanan tersebut. Meski toh harus ke luar negeri, sebenarnya merasakan sensasi naik rantis (kendaraan taktis) milik Marinir bisa Anda rasakan di Singapura.

Baca juga: Cavenagh Bridge, Jembatan Tertua di Singapura. Indonesia Punya Lebih Tua, Lho!

Captain Explorer DUKW Tour telah menjadi salah satu daya tarik wisata di Negeri Pulau tersebut. Dengan menumpangi rantis amfibi eks Perang Vietnam, selama kurang lebih satu jam Anda akan diajak berkeliling mengutari kawasan Marina, tentu saja lengkap dengan ‘suguhan’ mengarung di sekitaran Marina Bay yang megah dan berlanjut melaju bak bus di jalanan kawasan Raffles serta bangunan bersejarah di sekitarnya.

Singapore Duck Tour atau Captain Explorer DUKW memiliki empat roda dengan bentuk seperti perahu. Bentuk seperti perahu yang memudahkannya untuk bergerak saat masuk ke sungai daerah Marina dan mampu mengangkut penumpang kurang lebih 20-an penumpang dalam sekali jalan. Apa sih yang dimaksudnya dengan DUKW? Persisnya kode “D” menyiratkan kendaraan amfibi ini dirancang pada tahun 1942, “U” menandakkan sifat kendaran yang serbaguna (utility), “K” menginformasikan bahwa kendaraan ini mengandalkan all wheel drive, dan “W” artinya dual tandem rear axles. Saat melaju di atas air, kendaraan ini mengandalkan bilah propeller seperti lazimnya kapal penumpang.

Perjalanan Duck Tour dimulai dari Suntec City Mall dengan berkeliling sungai melihat panorama patung Merlion dan Esplanade, Marina Bay, kemudian disuguhkan pemandangan khas kota Singapura yang menakjubkan. Selanjutnya Duck Tour akan membawa para pelancong ke darat dengan melewati Singapore Flyer dan Esplanade serta yang terakhir mengelilingi Civic Distric di Singapura untuk menikmati bangunan bersejarah.

Duck Tour saat berada di air mengeliling Merlion dan Marina Bay (DUCK & HiPPO)

Lama perjalanan Duck Tour ini kurang lebih satu jam dengan tiket untuk sekali naik saja, berbeda dengan Hippo Bus yang tiketnya berlaku 24 jam dan tidak bisa nyemplung ke air. Untuk tiketnya dewasa S$33,90 dan anak diatas 2 tahun S$22,90 serta anak usia 1-2 tahun S$1,90, harga ini untuk hari Senin sampai dengan Minggu. Bagi Anda yang berminat, jauh-jauh hari sebelum tiba di Singapura Anda bisa membeli tiketnya via layanan online. Titik pemberangkatan Duck Tour dari area parkir di Singapore Flyer.

Baca juga : Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di Singapura

Dengan bandrol tiket yang relatif terjangkau, menjajal Duck Tour di Singapura cukup direkomendasikan, terlebih di Indonesia belum ada wahana wisata yang menyajikan layanan sejenis itu. Interval jadwal perjalanan Duck Tour juga dibuat cukup rapat, dimulai dari pukul 10.00 sampai 18.00, setiap jamnya akan selalu ada jadwal pemberangkatan dari Singapore Flyer. Sebagai prosedur keselamatan, sebelum naik ke DUKW, para calon penumpang diwajibkan melihat video keselamatan, terutama cara mengenakan pelampung bila terjadi kondisi darurat di air.

DUKW merupakan kendaraan yang ditawarkan untuk melintasi kawasan sungai dan danau, kendaraan amfibi jenis ini juga pernah digunakan untuk menolong korban banjir di Florida.

Langkah-Langkah Ini Akan Mudahkan Proses Evakuasi Saat Kapal Mengalami Kecelakaan!

Tentu Anda semua pernah menonton film Titanic, bukan? Ya, film yang sangat melegenda ini diangkat dari kisah nyata dimana Royal Mail Ship (RMS) Titanic menabrak gunung es dan tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 dalam pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City. Dalam tragedi yang tecantum sebagai yang paling mematikan di dalam sejarah kemaritiman ini, sebanyak 1.514 penumpangnya meninggal dunia.

Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Nah, semisal Anda berada dalam skenario kecelakaan kapal seperti yang dialami oleh Titanic seratus tahun silam, ada beberapa cara yang harus diperhatikan agar nyawa Anda tetap terselamatkan. Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pertama yang harus Anda lakukan adalah memperhatikan sekitar. Semisal situasinya tidak memungkinkan Anda untuk bertahan di dalam kapal, terjunlah ke dalam air.

Tapi jangan asal lompat ya, Anda harus memastikan beberapa hal sebelum lompat, seperti ketinggian tempat Anda lompat ke permukaan air, life jacket yang sudah terpasang di tubuh Anda, dan keberadaan sekoci yang dapat Anda tumpangi. Pastikan pula Anda telah mengenakan life jacket secara benar, karena pemakaian yang salah dapat menyebabkan leher Anda patah!

Laman sielearning.tafensw.edu.au menyebutkan, upayakan lengan tetap berada di samping ketika Anda terjun meninggalkan kapal. Jangan lupa untuk menutup hidung dan mulut Anda ketika terjun, karena dikhawatirkan hentakan tubuh ke air yang keras akan mempengaruhi volume air yang masuk ke dalam tubuh Anda melalui hidung dan mulut.

Anda juga disarankan untuk terjun dengan posisi kaki terlebih dahulu. Semisal Anda terjun dengan posisi kepala terlebih dahulu, dikhawatirkan ada benda keras yang tertutup oleh buih air laut dan itu akan menghantam kepala Anda yang bisa saja membuat Anda kehilangan kesadaran dan membuat suasana semakin buruk!

Bagi Anda yang takut akan ketinggian, ada tips khusus yang akan memudahkan Anda untuk melompat. Jangan melihat ke arah bawah dan tetap fokuskan pandangan Anda lurus sejajar arah kepala (melihat ke arah depan), dengan begitu akan sedikit mengurangi rasa takut Anda akan ketinggian.

Baca Juga: Bila Tak Cermat, Airbag Justru Bisa Membayakan Anda

Lalu sesampainya di laut, apa yang harus Anda lakukan? Tentu saja upayakan untuk mencari sekoci pertolongan atau benda mengambang lain yang dapat membantu Anda bertahan. Jangan lupa untuk dekatkan diri dengan korban lain, karena itu akan memudahkan regu evakuasi untuk menyadari posisi Anda.

Ketika sudah berada di perahu penyelamat, upayakan untuk meminta baju hangat agar Anda terhindar dari ancaman hipotermia.

Inilah Serangkaian Faktor yang Menjadi Penyebab Tabrakan kapal di Laut

Dua Kapal Motor Penumpang (KMP) terlibat dalam sebuah kecelakaan di Selat Sunda, Senin (22/4/2019) kemarin. Adalah KMP Windu Karsa Dwitya dan KMP Virgo 18 yang mengalami tabrakan sekira pukul 16.00 WIB. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan yang terjadi antara satu hingga 1,5 mil dari dermaga I Pelabuhan Merak ini memakan dua korban – mualim I bernama Endang Roch Basuki dan satu lagi merupakan seorang penumpang.

Baca Juga: Langkah-Langkah Ini Akan Mudahkan Proses Evakuasi Saat Kapal Mengalami Kecelakaan!

Malang, Basarnas hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap Endang karena disinyalir korban tidak bisa berenang. Sedangkan penumpang yang juga jadi korban dalam insiden tabrakan ini segera langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna menerima pertolongan pertama.

Nah, berkaca pada insiden di atas, tentu sebagian dari Anda akan bertanya-tanya, mengapa bisa sampai kejadian ini terjadi. KabarPenumpang.com mengutip dari berbagai laman sumber, sejumlah ahli perkapalan menyuarakan pandangan mereka tentang apa-apa saja yang bisa menjadi penyebab kecelakaan di sektor perairan.

Kondisi Cuaca
Tidak bisa dipungkiri, ini menjadi momok yang kerap muncul sebagai penyebab dari suatu kecelakaan di berbagai sektor moda transportasi – tidak terkecuali moda laut. Hempasan ombak dan gelombang tinggi menjadi dua faktor yang kerap menghambat perjalanan moda laut – sampai-sampai membuat celaka.

Kondisi Kapal
Layaknya semua moda, kapal juga harus mendapatkan sertifikasi laik jalan sebelum berlayar. Sebut saja kondisi mesin, kondisi lambung kapal, hingga sistem navigasinya harus berada dalam kondisi prima agar setidaknya dapat menjamin keselamatan suatu pelayaran.

Skill Nakhoda
Ini bisa berbuntut pada generalisasi human error, dimana sebagai pemegang kendali terhadap suatu kapal, tentu saja seorang nakhoda harus piawai betul dalam mengemudikan kapal yang ia bawa. Salah-salah, yang ada kapalnya malah bisa karam!

Baca Juga: Kenapa Kapal Pesiar Bisa Tahan Terjangan Badai? Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana!

Pengelolaan Lalu Lintas Laut
Menurut Dr. Eng Trika Pitana, ST, M.Sc, seorang pakar transportasi laut dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kecelakaan kapal bisa saja karena pengelolaan lalu lintas laut yang kurang tepat sasaran. Jalur lintasan yang terlalu padat merupakan salah satu turunan dari penyebab kecelakaan kapal di laut.

Equipment Error
Sebenarnya ini merupakan turunan dari poin kedua, namun lebih rinci. Ya, piranti komunikasi yang terpasang di kapal harus benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya. Ini dimaksudkan agar komunikasi bridge to bridge tetap berjalan lancar – alih-alih menimbulkan kesalahpahaman karena piranti komunikasi yang tidak berfungsi secara optimal.

 

Wajib Tahu, Ini 10 Bahasa Rahasia Pilot

Pilot memiliki kode-kode tersendiri dalam menyikapi sesuatu. Saat terjadi pembajakan pesawat, misalnya, hal pertama yang dilakukan pilot adalah menekan kode squawk atau identifikasi empat digit yang dikirim pilot dengan kode 7500 pada transponder yang akan memperingatkan Air Traffic Control (ATC).

Baca juga: Saat Terjadi Pembajakan, Inilah Sinyal Rahasia Yang Dapat Dikirimkan Oleh Pilot

Selain, kode squawk, pilot juga memiliki kode-kode lain dalam bentuk bahasa yang sepertinya hanya kalangan mereka saja yang mengerti. Tercatat, setidaknya ada 10 bahasa rahasia pilot yang sering dijumpai. Apa saja? Dilansir time.com, berikut ulasannya.

1. “Let’s kick the tires and light the fires”

Kalimat ini pertama kali tercetus dari lisan Harry Connick Jr. di momen Independence Day. Menurut, Mark Baker, seorang pilot pesawat komersial berusia 35 tahun sekaligus presiden Aircraft Owners and Pilots Association (AOPA) saat ini, frasa atau bahasa rahasia tersebut menandakan bahwa sebuah pesawat hampir siap lepas landas.

2. “Deadhead crew”

Istilah deadhead crew mungkin terdengar nyeleneh. Tetapi, faktanya tidak seburuk itu. Deadhead crew maksudnya adalah kru pesawat yang tidak bertugas tetapi ikut dalam penerbangan komersial sebagai penumpang. Biasanya, deadhead crew hendak kembali ke homebase atau pangkalan kru maskapai tersebut.

3. “There’s a pilot in the jumpseat”

Deadhead crew biasanya diusahakan sedemikian rupa agar bisa ikut dalam penerbangan. Jika kabin penumpang penuh, maka, maskapai akan menyiapkan kursi lipat tambahan di kokpit yang dikenal sebagai jumpseat. Jumpseat biasanya disediakan untuk inspektur FAA atau untuk deadhead crew.

4. “It’s 17:00 Zulu time”

Karena pilot dapat melewati beberapa zona waktu dalam satu perjalanan dan harus berkomunikasi dengan ATC dari seluruh dunia, pilot mengacu pada “waktu Zulu,” atau Greenwich Mean Time (GMT), zona waktu universal di aviasi.

5. “George is flying the plane now”

“George is flying the plane now” atau yang dalam bahasa Indonesia berarti “George sedang menerbangkan pesawat saat ini” adalah istilah rahasia pilot untuk sistem autopilot yang sedang bekerja. Biasanya, pilot mengaktifkan sistem autopilot saat di ketinggian 30-37 ribu kaki.

6. “We’re flying through an air pocket”

Frasa tersebut dipakai pilot untuk menginformasikan ke kru kabin akan adanya turbulensi di depan. Air pocket atau kantung udara dianggap lebih halus untuk memperingatkan adanya bahaya tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi penumpang.

7. “Pilot English”

Pilot sering mengungkapkan “Pilot English” untuk menghindari miskomunikasi melalui transmisi radio. Dengan begitu, “Tree” for misalnya, itu berarti tiga, “fife” berarti lima, dan “niner” berarti sembilan. Ini dilakukan untuk menghindari kebingungan antara nomor yang terdengar serupa dengan kata lain.

8. “Pass the crew juice”

Setelah perjalanan panjang, kru perlu bersantai sambil menyesuaikan diri dengan zona waktu yang sepenuhnya berbeda. Karenanya, mereka perlu “jus” atau koktail atau minuman beralkohol yang tersisa dalam penerbangan. Tentu ini relatif, tergantung maskapainya. Beberapa maskapai tidak menjual minuman beralkohol dalam penerbangan.

Baca juga: Rahasia di Bandara yang Tak Semua Diketahui Penumpang

9. “Pan-Pan”

“Pan-Pan” maksudnya adalah sinyal darurat dari pilot. Mungkin tak jauh berbeda dengan “Mayday” yang juga biasa dikumandangkan pilot saat terjadi keadaan darurat.

10. “There are 155 souls on board”

“Jiwa” di sini maksudnya mengacu pada setiap orang yang ada di pesawat, mulai dari pilot, pramugari, penumpang, dan lainnya jika ada.

Saat Terjadi Pembajakan, Inilah Sinyal Rahasia Yang Dapat Dikirimkan oleh Pilot

Pilot dan kopilot tak pelak menjadi orang yang paling penting di dalam pesawat, dan karena peran penting keduanya, maka sasaran utama jika terjadi pembajakan adalah area di kokpit. Melihat tren yang ada, terutama belajar dari insiden 9/11 di New York, pihak Federal Aviation Administration (FAA) lantas memberi standar pengamanan ekstra pada kokpit, salah satunya dengan pintu yang diperkuat dengan material tahan peluru dan pemberlakukan sistem kunci yang kendalinya dapat diatur dari dalam kokpit.

Baca juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426

Baik bila pembajak sudah mampu merangseng ke dalam kokpit atau belum, saat informasi bahaya datang, maka prosedur penanganan darurat sudah wajib disampaikan pilot kepada petugas Air Traffic Controller (ATC). Ada sejumlah kode rahasia yang dapat digunakan pilot untuk mengabarkan kondisi pembajakan. Diantaranya saat pesawat melakukan pendaratan, pilot bisa menggunakana ‘bahasa’ isyarat lewat sayap. Seperti pilot dapat memanfaatkan ayunan  flap yang digunakan untuk pengereman pesawat sebagai kode kepada petugas ATC atau keamanan bandara.

Dengan begitu pihak otoritas bandara dapat melakukan tindakan yang diperlukan sebagai langkah respon lanjutan. Umumnya para pembajak akan memaksa pilot untuk membuka pinti kokpit dengan ancaman nyawa kepada awak kabin dan penumpang.

Tapi dalam kondisi super darurat, bila pilot wajib mempertahankan kendali pesawat, maka pintu kokpit masih cukup kuat dengan proteksi moda penguncian dari dalam. Menurut kantor berita BBC ada tiga moda untuk pengaturan kunci pada pintu kokpit. Yang pertama adala normal, artinya pintu dapat diakses oleh awak kabin yang memang sudah mengetahui password. Kemudian ada pilihan akses ‘unlocked’ dan ‘locked,’ perbedaan diantara keduanya adalah prosedur untuk mendapatkan kemudahannya.

‘Unlocked’ digunakan saat seorang pilot ingin keluar sebentar dan perlu masuk lagi, sementara ‘locked’ adalah saat pilot mengganti kode password dan tetap seperti itu selama lima menit, dan mencegah siapa pun untuk mengetahui kode tersebut.

Lain dari itu masih ada metode squawking, yakni kode identifikasi empat digit yang dimasukkan oleh pilot ke dalam transponder untuk setiap kali melakukan penerbangan. Squawk membantu pusat kendali lalu lintas udara mengenali masing-masing pesawat. Ada beberapa kode yang bisa digunakan untuk melaporkan keadaan darurat. Untuk pembajakan, pilot bisa menggunakan kode 7500. Untuk masalah komunikasi, pilot menggunakan kode 7600, sementara untuk keadaan darurat lainnya, pilot bisa memasukkan kode 7700 ke transponder.

Baca juga: Neerja Bhanot – Mengenang Tameng Hidup Tragedi Pan Am Penerbangan 73

Transponder adalah sebuah pemancar radio di dalam kokpit yang terkoneksi dengan radar darat. Ketika transponder menerima sinyal dari radar sekunder darat yang lebih canggih, alat itu mengirim kode squawk yang berisi posisi pesawat, ketinggian dan tanda panggilannya. Secara konsisten, transponder menerima ping dari radar, sehingga pusat kendali lalu lintas bisa mengetahui kecepatan dan arah pesawat.

Mulai Agustus, Garuda Indonesia Perluas Jaringan Rute Umrah dari 5 Kota Besar

Garuda Indonesia mengoptimalkan pangsa pasar Umrah sebagai salah satu fokus dalam upaya transformasi dan akselerasi kinerja Perusahaan selaras dengan peningkatan jumlah armada yang beroperasi di tahun ini. Komitmen tersebut yang salah satunya dioptimalkan melalui pengoperasian layanan penerbangan langsung dari 5 (lima) kota besar Indonesia menuju tanah suci, yakni Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Banda Aceh, dan Kertajati untuk menuju Jeddah dan Madinah. Adapun pengoperasian layanan penerbangan dari 5 kota ini akan dioperasikan secara bertahap pada bulan Agustus hingga September mendatang.

Baca juga: Arab Saudi Beri Penumpang Flynas dan Saudia Visa Transit 4 Hari, Bisa Umrah Gratis

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa perluasan layanan penerbangan langsung ke Tanah Suci dari berbagai kota besar di Indonesia ini merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk menjembatani kebutuhan layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat guna menjalankan perjalanan ibadahnya, terlebih mengingat Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

“Perluasan rute penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah dari 5 kota di tahun 2023 ini menjadi refleksi optimisme Garuda terhadap peluang layanan penerbangan Umrah yang tumbuh signifikan khususnya di tengah animo masyarakat untuk segera berangkat menuju Tanah Suci pada fase endemi saat ini.”, jelas Irfan.

“Tersedianya layanan penerbangan dari beberapa kota strategis ini, diharapkan tidak hanya dapat memberikan nilai tambah bagi para calon jemaah terutama dari aspek waktu yang tentunya lebih efisien karena dapat terbang langsung menuju Tanah Suci tanpa harus transit di Jakarta, namun juga kedepannya dapat turut berkontribusi untuk mendukung penguatan ekosistem layanan haji dan umrah di Indonesia.” tambah Irfan.

Adapun pengoperasian layanan penerbangan ke Tanah Suci ini akan dilaksanakan secara bertahap yang dimulai dari pengoperasian penerbangan Banda Aceh – Jeddah pp pada tanggal 3 Agustus dan akan beroperasi sebanyak 1x/2 minggu, dilanjutkan dengan pengoperasian penerbangan Kertajati-Jeddah pp pada 6 Agustus 2023 dan akan beroperasi sebanyak 1x/minggu; rute Makassar – Jeddah pp 8 Agustus 2023 dan akan beroperasi sebanyak 2x/minggu, penerbangan Yogyakarta – Jeddah pp mulai 12 Agustus yang akan dilayani sebanyak 1x/minggu, penerbangan Banda Aceh – Madinah pp mulai 14 Agustus yang akan dilayani sebanyak 1x/2 mingg serta, rute Surabaya-Jeddah pp via Banda Aceh akan beroperasi sebanyak 2x/minggu mulai September mendatang.

Baca juga: Garuda Indonesia Luncurkan Paket Umrah 4 Hari Rp 24 Jutaan

Irfan menambahkan, “Selain melalui pengoperasian layanan penerbangan ke Tanah Suci melalui 5 kota besar ini, optimalisasi jaringan penerbangan menuju Timur Tengah pada tahun ini juga kami laksanakan melalui penambahan frekuensi penerbangan pada rute Jakarta – Jeddah pp menjadi sebanyak 16x/minggu dan Jakarta-Madinah sebanyak 7x/minggu yang mulai dilaksanakan mulai Agustus mendatang.

Melalui berbagai upaya optimalisasi layanan penerbangan ke Tanah Suci ini, pada bulan September mendatang Garuda Indonesia akan melayani 29 penerbangan untuk menuju ke Tanah Suci dimana jumlah ini meningkat sekitar 70% dibandingkan dengan layanan penerbangan Umrah yang sebelumnya dilayani 17 kali setiap minggunya dari Jakarta ”

Roda Pendarat di Bawah Hidung Pesawat Ditarik Kedepan, Ada Kaitan depan Aspek Keamanan

Sudah barang tentu pesawat mengandalkan landing gear untuk lepas landas dan mendarat. Landing gear terdiri dari roda yang terhubung ke sistem seperti engsel dan terdapat di bawah hidung dan di sekitar sayap. Dan bicara tentang roda pesawat, pada pesawat jet dapat ditarik ke fuselage. Sebelum mendarat, pilot akan menurunkan landing gear pesawat. Sebaliknya, setelah lepas landas, mereka akan menaikkan roda pendaratan pesawat.

Baca juga: Apa yang Dilakukan Pilot Jika Landing Gear Rusak?

Namun, jika Anda pernah melihat roda pendaratan pesawat, maka akan melihat roda hidung pesawat (landing nose wheel) ditarik ke depan. Ada lusinan pengaturan berbeda untuk roda pendaratan. Meskipun demikian, roda pendaratan hidung sering ditarik ke depan, sedangkan roda pendaratan belakang di sekitar sayap sering ditarik ke belakang. Lantas yang jadi pertanyaan, mengapa roda pendaratan hidung ditarik ke depan?

Roda pendaratan di bawah hidung biasanya memiliki berat kurang dari roda pendaratan belakang. Oleh karena itu, roda pendaratan hidung lebih ringan dari roda pendaratan belakang. Karena bobotnya jauh lebih ringan, roda pendaratan hidung mungkin gagal ditarik ke belakang, yang mana roda akan terkena angin. Pesawat komersial dapat terbang dengan kecepatan hingga 600 mil per jam. Saat angin menerpa roda pendaratan, hal itu dapat mencegahnya menarik kembali dengan benar — dengan asumsi itu memiliki desain yang menarik ke belakang.

Dikutip dari monroeaerospace.com, disebut bahwa menggunakan roda pendarat yang menarik ke depan di bawah hidung dapat memecahkan masalah di atas. Angin tidak akan menciptakan perlawanan. Sebaliknya, desain retraksi ke depan berarti angin akan membantu menurunkan roda pendaratan.

Dengan desain retraksi ke depan, roda pendarat hidung tidak bergantung pada tekanan hidrolik. Baik roda pendaratan depan dan belakang menggunakan tekanan hidrolik untuk ditarik kembali. Mereka terhubung ke sistem seperti engsel yang ditenagai oleh gas atau udara bertekanan. Namun, sistem hidrolik seperti ini bisa gagal. Bahkan jika roda pendarat hidung kehilangan tekanan hidrolik, pilot dapat menurunkannya jika dilengkapi dengan desain retraksi ke depan.

Roda pendarat yang ditarik ke depan memanfaatkan gravitasi, serta angin, untuk membantu penarikan. Jika ada masalah dengan sistem hidrolik, pilot dapat menurunkan landing gear secara manual. Angin pada dasarnya akan memaksa roda pendaratan yang macet untuk ditarik kembali.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Retractable Landing Gear? Berikut Ulasannya

Kesimpulannya, roda pendaratan pada hidung biasanya akan ditarik ke depan, sedangkan roda pendaratan belakang di sekitar sayap akan ditarik ke belakang. Roda pendarat hidung menggunakan desain retraksi ke depan karena beratnya kurang dari roda pendarat belakang, dan karena berfungsi sebagai pengaman kegagalan jika terjadi kehilangan tekanan hidrolik pada pesawat.