Isuzu Tampilkan “Erga EV” – Bus Listrik Pertama dengan Lantai Datar

Isuzu baru saja memperkenalkan bus Erga EV, yang diklaim sebagai bus lantai datar (low deck) bertenaga baterai pertama di dunia. Mobil ini diluncurkan pada Japan Mobility Show pertama (sebelumnya dikenal sebagai Tokyo Motor Show) pada tanggal 25 Oktober 2023. Sementara bus Erga EV dijadwalkan untuk diluncurkan di Jepang pada tahun 2024.

Baca juga: London Mulai Gunakan Bus Listrik dengan Pantograf, Isi Ulang Baterai Hanya 10 Menit

Dikutip dari cleantechnica.com, Erga EV ditenagai oleh baterai lithium-ion berkapasitas tinggi yang mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dengan sekali pengisian daya. Erga EV memiliki kapasitas hingga 90 penumpang dan dilengkapi dengan beragam fitur untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, antara lain sistem pengereman darurat otomatis -automatic emergency braking system (AEBS), sistem peringatan keberangkatan jalur, sistem pemantauan titik buta yang unik, dan kontrol jelajah adaptif. Bahkan bus ini dibekali port pengisian daya USB untuk penumpang yang duduk.

Bus berlantai datar dan rendah dengan tata letak yang fleksibel memungkinkan penghapusan langkah-langkah di bagian belakang bus, sehingga menciptakan interior yang sangat lebar dan sangat mudah diakses.

Desain “non-step” ini memungkinkan penumpang untuk naik dan turun bus dengan mudah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Selain itu, semua kursi diratakan sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian bus yang memiliki tangga (misalnya, kursi paling belakang atau kursi yang berada di atas spatbor), sehingga pergerakan di dalam bus benar-benar bebas hambatan.

Penggerak roda belakang pada bus ini menggunakan motor sinkron magnet permanen – permanent magnet synchronous motor (PMSM). Motor ini sangat efisien ini memiliki kepadatan daya yang tinggi, memungkinkan akselerasi dan deselerasi lebih mulus, serta tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah.

Baca juga: Kempower Jadi Solusi Pengisian Daya di Bus Listrik Swedia

Selain upaya pengembangan kendaraan listriknya sendiri, Isuzu juga bermitra dengan perusahaan lain untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Misalnya, pada tahun 2022, Isuzu mengumumkan kemitraan dengan pemerintah Jepang untuk mengembangkan dan menerapkan bus berbahan bakar hidrogen.

Garuda Indonesia Operasikan Penerbangan Komersial dengan Pesawat Berbahan Bakar Bioavtur

Garuda Indonesia pada hari ini, Jumat (27/10) bertepatan dengan Hari Penerbangan Nasional meresmikan pengoperasian penerbangan komersial dengan Sustainable Aviation Fuel (SAF) Bioavtur J2.4 melalui penerbangan khusus bertajuk #FromNatureToFuture dengan rute penerbangan Jakarta – Solo pp.

Baca juga: Tuntas Uji Coba Sustainable Aviation Fuel, Garuda Indonesia Jajaki Gunakan Energi Terbarukan pada Penerbangan Komersial

Penerbangan ini menjadi penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur pertama di Indonesia dan sekaligus menjadi penerbangan komersial pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar energi terbarukan berbasis palm kernel oil (minyak inti sawit).

Penerbangan yang dioperasikan dengan armada Boeing 737-800NG (PK-GFX) tersebut diberangkatkan dari Jakarta dengan nomor penerbangan GA-1547 pada pukul 15.00 LT dan tiba di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo pada pukul 16.20 LT. Adapun untuk rute sebaliknya, pesawat berangkat dari Solo dengan nomor penerbangan GA-2547 pada pukul 17.50 LT dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 19.05 LT.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, “Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Garuda Indonesia berkesempatan untuk terus menghadirkan kontribusi terbaik bagi Bangsa melalui berbagai inisiatif berkelanjutan, dan menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon, salah satunya dengan mengoperasikan penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur J2.4 ini.”

“Melalui penerbangan perdana ini, Garuda Indonesia selanjutnya akan terus mendukung penuh proses pengembangan dan produksi Sustainable Aviation Fuel yang tentunya sesuai dengan standar kriteria Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dari International Civil Aviation Organization (ICAO), sehingga ke depannya penggunaan bahan bakar terbarukan ini dapat terus kami jajaki secara bertahap selaras dengan kesiapan sektor industri aviasi bersama berbagai sektor energi terbarukan lainnya,” jelas Irfan.

Irfan melanjutkan “Dengan sinergi strategis yang terjalin dalam upaya merintis penggunaan energi terbarukan melalui penggunaan bioavtur ini, kami optimistis visi mewujudkan ekosistem aviasi Indonesia yang berbasis green sustainability dapat terealisasi secara berkesinambungan, selaras dengan berbagai langkah lain yang dilaksanakan Pemerintah.”

Lebih lanjut, dalam penerbangan bertajuk #FromNatureToFuture ini, Garuda Indonesia juga menghadirkan inisiatif penggunaan sejumlah produk ramah lingkungan, seperti blanket belt, snack paper wrap, dan wooden cutleries, serta pengoperasian baggage towing truck yang merupakan layanan electrical vehicle dari Gapura Angkasa.

Baca juga: Airbus Bergabung di “Act For Sky”, dukung SAF Produksi Lokal 

“Dalam rangka mendukung capaian target Indonesia menuju Net Zero Emission di tahun 2060 nanti, Garuda Indonesia secara berkesinambungan akan terus menghadirkan rangkaian inisiatif yang tidak hanya berfokus pada penggunaan energi baru terbarukan namun juga pada upaya-upaya efisiensi energi, di antaranya melalui pemanfaatan teknologi digital dan pemutakhiran proses perawatan pesawat yang tentunya tetap memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa Garuda Indonesia,” tutup Irfan.

Biar Nyaman di Penerbangan Kelas Ekonomi Jarak Jauh, Baca Ini!

Berada di penerbangan kelas ekonomi tentu tak jadi soal, mengingat fasilitas standar di dalam kabin pesawat sudah dibuat dengan standar kenyamanan tertentu. Tapi yang jadi tantangan adalah ketika berada di kelas ekonomi dalam penerbangan jarak jauh. Saat Anda mengudara diatas 10 jam maka tubuh akan mulai merasakan kaku dan letih, sementara jarak (space) untuk ruang kaki yang ngepas pada kursi kelas ekonomi menjadi cobaan terberat dalam perjalanan lintas benua.

Baca juga: Tips – Pilah Pilih Posisi Kursi Terbaik dalam Penerbangan di Kelas Ekonomi

Sudah barang tentu setiap tantangan dapat disiasati, seperti pada penerbangan full service, penumpang sudah jamak diberikan amenity kit untuk kenyamanan selama penerbangan. Tapi ketimbang menebak-nebak apa yang akan diberikan sang pramugari, ada baiknya Anda persiapkan beberapa item yang layak dibawa. Dan berikut kami sarikan item-item yang dirasa perlu dipertimbangkan dalam penerbangan jarak jauh.

Bawalah Travel Pillow yang Nyaman

Sumber: peimag.com
Sumber: peimag.com

Alih-alih menggunakan bantal penyangga leher yang kurang nyaman yang biasanya tersedia di beberapa penerbangan internasional, ada baiknya Anda membawa sendiri bantal tersebut. Selain dapat membantu leher agar tidak cepat lelah, keberadaan bantal penyangga leher juga dapat membantu Anda beristirahat selama perjalanan. Untuk mendapatkannya, Anda bisa melihat berbagai pilihan Travel Pillow di toko-toko online, dan tentunya dengan pilihan harga yang bervariasi pula.

Sediakan Inflatable Foot Rest

Sumber: fluxmag.com
Sumber: fluxmag.com

Barang ini memang jarang terpikirkan oleh para penumpang yang hendak terbang, namun setelah ditinjau lebih jauh, inflatable foot rest terbukti dapat memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Dengan pengaplikasiannya yang tidak jauh berbeda dengan travel pillow, membuat barang ini dapat dibongkar pasang dengan mudah. Cukup meniupnya melalui tube yang tersedia pada bagian sisinya, maka inflatable foot rest akan mengembang dan Anda dapat menanyandarkan kaki Anda di atasnya.

Atur Bangku Anda Senyaman Mungkin

Sumber: weekly.ascii.jp
Sumber: weekly.ascii.jp


Buatlah diri Anda senyaman mungkin selama perjalanan, salah satunya dengan menyingkirkan hand luggage yang dirasa akan merepotkan Anda selama mengudara. Selain itu, Anda juga dapat menanyakan kepada kru kapal yang bertugas apakah bisa untuk berpindah tempat duduk ke bangku yang masih kosong, karena single seat akan lebih menguntungkan Anda daripada harus bersebelahan dengan orang lain.

Bekali Diri Anda dengan Makanan Secukupnya

Sumber: vemale.com
Sumber: vemale.com

Tidak semua makanan dapat masuk ke dalam kabin, terutama makanan dengan bau yang menyengat, namun Anda dapat membawa beberapa makanan ringan yang dapat Anda nikmati sepanjang perjalanan. Selain itu, Anda juga dapat memilih beberapa menu yang tersedia di penerbangan full service. Untuk makanan ringan, biasanya penumpang akan membawa cokelat, karena kandungan yang ada di dalam cokelat dipercaya dapat membuat tubuh Anda menjadi rileks.

Bawa Headset Berkualitas

keepo.me
keepo.me

Suara bising selama perjalanan akan membuat Anda tidak nyaman, baik itu suara mesin yang berisik hingga suara anak kecil yang menangis. Untuk mengatasi permasalaah tersebut, pastikan Anda membawa headset dengan kualitas yang tinggi. Keberadaan headset selama perjalanan akan membantu Anda mengalihkan suara-suara yang mengganggu. Lalu, mengapa harus headset berkualitas? Karena suara yang dihasilkan oleh headset dengan kualitas tinggi jauh lebih jernih daripada headset biasa, dan tentu saja akan membuat perjalanan menjadi lebih nyaman ditemani dengan lagu-lagu favorit Anda.

Pilih Tempat Duduk yang Ideal

Sumber: qantas.com
Sumber: qantas.com


Layaknya pada sarana transportasi lain seperti kereta api dan shuttle, pesawat juga memiliki beberapa tempat duduk strategis yang menjadi idola para penumpangnya, biasanya tempat duduk itu berada di samping kaca dan yang dekat dengan toilet. Selain dua bangku favorit penumpang itu, pengguna jasa layanan penerbangan juga terkadang memilih bangku di sebelah lorong, karena mereka beranggapan akan lebih mudah untuk keluar daripada harus melangkahi orang yang duduk di sampingnya. Jadi, usahakan Anda memilih bangku yang tepat, walaupun tidak seusai dengan kriteria bangku idaman Anda karena keberadaan tiket yang tersisa.

Bawa Bantal Mata yang Nyaman

Sumber: travelsupermarket.com
Sumber: travelsupermarket.com


Kehadiran bantal mata dalam perjalanan tentunya akan membantu Anda untuk beristirahat selama mengudara. Ada banyak variasi bantal mata yang dijual bebas di pasaran, dari mulai yang  berbahan seperti bantal, hingga yang berisikan cairan. Semua tergantung selera dan kondisi budget Anda. Apabila Anda sudah menyiapkan bantal mata namun tertinggal, Anda dapat menggunakan topi atau sapu tangan untuk meminimalisir cahaya yang masuk saat Anda terlelap.

Lengkapi Diri Anda dengan Selimut Sendiri

Sumber: tokopedia.com
Sumber: tokopedia.com

Sama seperti Travel Pillow pada poin pertama, selimut juga mempengaruhi perjalanan Anda, karena tidak semua orang kuat dengan temperatur di dalam pesawat yang bisa dibilang cukup dingin. Maka dari itu, kehadiran selimut yang Anda bawa sendiri akan membantu untuk melawan hawa dingin di pesawat.

Lepas Sepatu dan Pakai Kaus Kaki Sandal

Sumber: etsy.com
Sumber: etsy.com

Kadang, terlalu lama memakai sepatu membuat Anda sedikit tidak nyaman. Dengan menggunakan kaus kaki sandal, Anda dapat berjalan tanpa mesti bertelanjang kaki. Untuk mendapatkannya, Anda dapat mendapatkannya di toko-toko online.

Bawa Perlengkapan Kecantikan

Sumber: alibaba.com
Sumber: alibaba.com

Handbody Lotion, lipbalm dan beberapa perlengkapan kecantikan lainnya akan membantu Anda untuk memanjakan diri selama dalam perjalanan, karena dalam perjalanan jauh menggunakan pesawat, temperatur dingin selama perjalanan akan mempengaruhi penampilan Anda, seperti bibir dan kulit yang menjadi kering.

Catat! di Luar Peak Hour Jam 10.00-15.00, Headway LRT Jabodebek per 1 Jam

PT KAI Divisi LRT Jabodebek, melalui laman X resminya, mengunggah jadwal keberangkatan terbaru selama masa gangguan operasional akibat banyaknya sarana kereta jalani perawatan. Terpampang bahwa schedule di infografis tersebut keberangkatan LRT Jabodebek per 30 menit di setiap relasi.

Baca juga: Masih Gangguan Operasional, Berikut Jadwal Terbaru LRT Jabodebek

Pada praktiknya, penumpang banyak yang mengeluhkan bahwa mereka menunggu lebih dari 30 menit, bahkan mencapai satu jam. Tak jarang, ketidakpastian keberangkatan kereta termasuk waktu tempuh perjalanan membuat agenda masing-masing penumpang menjadi terganggu.

Menggapi hal tersebut, Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo, mengungkapkan, keterbatasan sarana kereta membuat pihaknya harus memperpanjang headway di luar peak hours menjadi satu jam dari seharusnya 30 menit, sebagaimana jadwal keberangkatan yang diunggah di akun X LRT Jabodebek.

Sebagai gantinya, jadwal keberangkatan terakhir LRT Jabodebek diperpanjang menjadi puku 20.12.

“Kami saat ini menjalankan sebanyak sembilan trainset sehingga kami mengatur perjalanan pada hari kerja dengan mengurangi frekwensi pada non peak hours di antara jam 10.00-15.00 keberangkatannya menjadi sekitar satu jam dan kami perpanjang keberangkatan terakhir menjadi jam 20.12,” jelasnya.

“Jadi kami mengatur ulang jadwal perjalanan dengan mengurangi perjalanan di non peak hours maka keberangkatan di jam tersebut menjadi satu jam,” tutupnya, melalui pesan singkat.

Saat ini, LRT Jabodebek mengoperasikan sembilan trainset yang beroperasi dan 131 perjalanan. Kecepatan kereta juga dibatasi maksimal 40 km per jam di antara Stasiun Kampung Rambutan-TMII, Stasiun TMII-Cawang, Stasiun Dukuh Atas-Setiabudi, Stasiun Kuningan-Pancoran, dan Stasiun Halim-Cawang. Itu sebab, headway kereta diperpanjang menjadi 30 menit di peak hours dan 60 menit di luar peak hours.

Baca juga: Ironi LRT Jabodebek: Gercep Pesan 1.000 Roda Gegara Tingkat Aus Tinggi, tapi INKA “Santuy”

Berikut jadwal terbaru LRT Jabodebek selama dalam masa gangguan operasional.

Jadwal Keberangkatan LRT Jabodebek:

Relasi Dukuh Atas – Jatimulya

06.00, 06.30, 07.00, 07.30, 08.00, 08.30, 09.00, 09.30, 10.00, 10.30, 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 13.00, 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00, 17.30, 18.00, 18.30, 19.00, 19.30, 20.00

Relasi Jatimulya – Dukuh Atas

05.00, 05.30, 06.00, 06.30, 07.00, 07.30, 08.00, 08.30, 09.00, 09.30, 10.00, 10.30, 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 13.00, 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00, 17.30, 18.00, 18.30, 19.00

Relasi Dukuh Atas – Harjamukti

05.12, 05.42, 06.12, 06.42, 07.12, 07.42, 08.12, 08.42, 09.12, 09.42, 10.12, 10.42, 11.12, 11.42, 12.12, 12.42, 13.12, 13.42, 14.12, 14.42, 15.12, 15.42, 16.12, 16.42, 17.12, 17.42, 18.12, 18.42, 19.12, 19.42, 20.12

Relasi Harjamukti – Dukuh Atas

05.12, 05.42, 06.12, 06.42, 07.12, 07.42, 08.12, 08.42, 09.12, 09.42, 10.12, 10.42, 11.12, 11.42, 12.12, 12.42, 13.12, 13.42, 14.12, 14.42, 15.12, 15.42, 16.12, 16.42, 17.12, 17.42, 18.12, 18.42, 19.12, 19.42, 20.12

Vietjet Terima Pesawat ke-101 di Ho Chi Minh City, Airbus A321neo

Vietjet baru-baru ini mencatat tonggak sejarah dengan menerima pengiriman pesawat ke-101 di Bandara Internasional Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City pada tanggal 26 Oktober 2023. Kehadiran pesawat A321neo ACF berkapasitas 240 kursi ini membuktikan komitmen Vietjet untuk terus memperluas armadanya, dengan total pemesanan sebanyak 384 pesawat dari berbagai produsen ternama di seluruh dunia.

Baca juga: Vietjet Umumkan Lima Rute Baru Penerbangan Internasional, dari Australia Hingga Taiwan

Selama tahun 2023, Vietjet terus memperkenalkan armada pesawat baru untuk melanjutkan visinya dalam menaklukkan langit dan memenuhi impian jutaan penumpang yang ingin terbang ke seluruh penjuru dunia.

Awak kabin Vietjet, Minh Huyen, yang hadir saat penyambutan pesawat pertama maskapai asal Vietnam ini pada tahun 2011, ikut serta dalam upacara penyambutan pesawat ke-101 dan mengungkapkan rasa bangganya. “Saya merasa sangat terhormat dapat menyaksikan momen bersejarah penyambutan pesawat ke-101 Vietjet di Vietnam hari ini. Bersama dengan rekan-rekan kami, kami telah turut serta mewujudkan impian terbang bagi ratusan juta penumpang.”

Penggunaan pesawat A321neo ACF terbaru ini memungkinkan Vietjet untuk mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan, dengan penurunan setidaknya 16%, serta mengurangi kebisingan hingga 75% dan emisi hingga 50%. Dengan armada modern terdepan di dunia serta biaya operasional yang dioptimalkan, Vietjet berupaya untuk menyediakan penerbangan yang lebih terjangkau bagi penumpang, sekaligus mengutamakan pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Sejak tahun 2019, Vietjet juga menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang mengoperasikan pesawat A321neo ACF dengan kapasitas 240 kursi.

Dengan dekorasi warna merah-kuning yang cerah dan menampilkan lantunan lagu ikonik “Hello Vietnam” di dalam pesawat, armada Vietjet telah menjadi simbol konektivitas dan kebahagiaan yang mencakup berbagai destinasi di seluruh dunia. Terlepas dari tantangan yang dihadapi, Vietjet berhasil melayani lebih dari 178 juta penumpang, menghubungkan berbagai negara, dan berkontribusi pada peningkatan hubungan bisnis dan peluang perdagangan. Selain itu, maskapai ini telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan industri penerbangan di Vietnam dan wilayah Asia Pasifik, yang memperkuat posisi kawasan ini di peta penerbangan global.

Baca juga: Vietjet dan Boeing Sepakati Pengiriman 12 Unit 737 Max Mulai Tahun 2024

Menjelang musim liburan, Vietjet dan Thai Vietjet telah bersiap untuk menyambut para wisatawan internasional dengan armada pesawat baru kami, serta menawarkan jutaan tiket diskon 100% yang dapat dinikmati setiap hari Rabu, Kamis, dan Jumat hingga akhir tahun. Harga dasar tiket dimulai dari Rp. 0 dan berlaku di seluruh jaringan penerbangan Indonesia – Vietjet. Melalui penawaran super ini, para pelanggan hanya perlu membayar mulai dari Rp900.000 untuk tiket sekali jalan (sudah termasuk pajak dan biaya tambahan). Vietjet juga menawarkan asuransi perjalanan Sky Care secara gratis untuk semua penumpang, tanpa memandang kelas tiket, di seluruh jaringan penerbangan untuk memastikan pengalaman terbang yang nyaman dan aman.

Northrop Grumman Luncurkan ATHENA, Sensor Pendeteksi Serangan Rudal Pencari Panas

Namanya ATHENA, tapi perangkat yang satu ini tidak ada hubungannya dengan ibu kota Yunani, Athena. Inilah Advanced Tactical Hostile Engagement Awareness (ATHENA) besutan Northrop Grumman yang dirancang untuk melindungi pesawat dari ancaman rudal pencari panas yang ditembakkan dari bahu.

Baca juga: Bukan Hanya Cathay Pacific, Ini Deretan Pesawat Sipil yang Nyaris Kena Rudal

Seperti yang ditunjukkan dengan jelas oleh peristiwa baru-baru ini, di antara semua sistem dan platform senjata canggih yang mendominasi medan perang modern, sering kali senjata yang paling sederhanalah yang menimbulkan ancaman paling besar, tak terkecuali pada pesawat komersial.

Ketika sebuah pesawat atau helikopter lepas landas dari suatu lapangan udara yang tidak aman, ketakutan terbesar adalah pada serangan rudal pencari panas yang diluncurkan dari bahu – atau MANPADS (Man Portable Air Defense System) yang relatif sederhana dan operatornya dapat bersembunyi di semak-semak atau di balik tumpukan puing.

Oleh karena itu, saat pesawat lepas landas di zona perang sering kali disertai flare untuk membingungkan sensor rudal yang menyerang. Menurut Northrop, langkah-langkah seperti itu memiliki kelemahan karena hanya mampu mengalahkan apa yang dapat mereka lihat.

Untuk mengisi kesenjangan tersebut, ATHENA adalah sistem pintar yang dikenal sebagai sensor tatapan yang selalu aktif untuk mengawasi potensi ancaman yang tidak hanya mencakup MANPAD, tetapi juga rudal anti-tank dan lainnya. Berbeda dengan sensor generasi sebelumnya, ATHENA diklaim memiliki resolusi dan jangkauan yang lebih besar, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman.

Kecanggihan lain dari ATHENA adalah ia menyertakan pemroses datanya sendiri yang beroperasi pada perangkat lunak canggih yang memungkinkan sistem untuk beroperasi sendiri tanpa menggunakan sumber daya komputasi pesawat yang diperlukan untuk tugas lain.

Baca juga: Inilah Beragam Fitur Canggih di Airbus A350 “Regierungsflieger” Angela Merkel

Hasilnya adalah sebuah sensor yang memberikan pilot dan kru pandangan 360 derajat yang secara mulus menggabungkan beberapa umpan video menjadi satu dan bahkan memungkinkan operator untuk melihat ke dalam badan pesawat seolah-olah tidak terlihat.

27 Oktober Jadi Hari Penerbangan Nasional, Ternyata Tak Lepas dari Nama Besar Adisutjipto

Hari Penerbangan Nasional diperingati setiap 27 Oktober. Peringatan ini memiliki sejarah, di mana peristiwa pertama kali identitas bangsa Indonesia yakni Bendera Merah Putih diterbangkan di udara menggunakan pesawat Cureng.

Baca juga: Bandara Wiriadinata, Sebelumnya Bernama Lanud Cibeureum Tasikmalaya

Peristiwa ini terjadi pada 27 Oktober 1945 pukul 10.00 pagi dan diterbangkan oleh Komodor Udara Agustinus Adisutjipto yang menjadi pilot pesawat tersebut bersama dengan Rujito. Bendera Merah Putih diterbangkan selama 30 menit dan berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata penerbangan bendera Merah Putih ini dilakukan juga karena Adisutjipto mempunyai wing penerbangan Groot Militaire Brevet. Meski merupakan wing kualifikasi pesawat Eropa, dia lancar menerbangkan pesawat Cureng itu.

“Penerbangan ini tercatat sebagai penerbangan pesawat beridentitas Merah Putih yang pertama kali di alam Indonesia setelah merdeka. Diterbangkan oleh pemuda Indonesia sendiri,” ujar Kepala Sub Seksi Koleksi Muspurdirla Kworoseto Puspoputro yang dikutip KabarPenumpang.com dari radarjogja.com (27/10/2020).

Kemudian setelah penerbangan pertama ini terjadi, para teknisi dalam negeri bekerja memperbaiki armada pesawat yang ada di Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta. Sebanyak 50 pesawat ditinggalkan oleh penjajah Jepang. Sayangnya setelah diperbaki, nyatanya hanya ada 25 pesawat yang layak diterbangkan kembali.

Bahkan setelah penerbangan tersebut, Cureng menjadi kekuatan Pangkalan Udara Maguwo. Yang mana dalam perjalanannya salah satu armada Cureng mengalami kecelakaan dan diterbangkan oleh Iswahjudi serta Wiriadinata. Keduanya berhasil selamat dan meski terjadi kecelakaan itu, para pemuda tak tersurut semangatnya dan dua hari dari kecelakaan, Cureng kembali digunakan untuk misi pengintaian di Laut Selatan.

Tak hanya berfungsi sebagai pesawat latih, Cureng juga mencatatkan sebagai pesawat pertama yang digunakan dalam latihan terjun payung. Seto menjelaskan, ini merupakan peristiwa penting bagi TNI Angkatan Udara dan Bangsa Indonesia yang juga menjadi cikal bakal munculnya pasukan TNI.

Cureng memiliki arti penting dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada 29 Juli 1947, pesawat tersebut digunakan untuk menyerang kedudukan Belanda di Ambarawa dan Salatiga oleh Kadet Suharnoko dan Kadet Sutardjo Sigit. Peristiwa diterbangkannya pesawat Cureng dengan lambang bendera Merah Putih di langit Nusantara memiliki banyak makna.

Momentum tersebut, salah satunya, sebagai cara untuk membakar semangat masyarakat Indonesia, khususnya Jogjakarta, untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Khususnya, dalam upaya mempertahankan kemerdekaan saat Agresi Militer II yang dilancarkan Kolonial Belanda.

Pada saat itu, Adisutjipto ingin menumbuhkan semangat kepada masyarakat Jogjakarta tentang pentingnya mempertahankan kemerdekaan meski dibawah keterbatasan. Hal itu diwujudkan dengan upaya melawan penjajah oleh jajaran militer udara Indonesia, meski hanya menggunakan pesawat peninggalan penjajah Jepang.

Baca juga: Bandara Adisutjipto Gunakan Bahasa Jawa untuk Pemberitahuan kepada Penumpang

“Jadi, momentum penerbangan Cureng dengan lambang negara tersebut juga sebagai upaya Adisutjipto kala itu untuk membakar semangat masyarakat untuk ikut mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.

Masih Gangguan Operasional, Berikut Jadwal Terbaru LRT Jabodebek

Penumpang banyak mengeluhkan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta LRT Jabodebek di setiap stasiun kian tak menentu. Hal itu terjadi imbas dari adanya 20 perawatan kereta sekaligus dalam satu waktu sehingga menyisakan sembilan trainset atau rangkaian kereta.

Dengan sembilan trainset, Divisi LRT Jabodebek mengoperasikan sebanyak 131 perjalanan dari sebelumnya 234 perjalanan dan 16 trainset.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo mengungkapkan, hal itu diperburuk dengan penurunan laju kereta sampai 50 persen menjadi 40 km per jam di beberapa petak guna menghindari tingkat keausan roda yang lebih cepat.

Dari 18 stasiun, petak yang kecepatan LRT Jabodebek dibatasi antara lain di rel Stasiun Kampung Rambutan-TMII, Stasiun TMII-Cawang, Stasiun Dukuh Atas-Setiabudi, Stasiun Kuningan-Pancoran, dan Stasiun Halim-Cawang.

Di petak-petak itu, gesekan antar roda dan rel cukup tinggi sehingga kecepatan diturunkan. Selain itu, sebagai upaya pengurangan gesekan, sarana kereta LRT Jabodebek juga dilengkapi dengan alat khusus yang dapat menembakkan oli. Harapannya agar roda tak cepat aus.

“Selain mengurangi kecepatan, kami juga membuat semacam alat spray yang bisa menembakkan oli secara otomatis. Hal ini diharapkan bisa mengurangi gesekan supaya roda tak cepat aus,” terangnya.

Saat ini, dengan sembilan trainset yang beroperasi dan 131 perjalanan, ditambah kecepatan terbatas maksimal 40 km per jam di lima petak tersebut di atas, headway-nya bisa mencapai 30-40 menit. Bahkan beberapa keluhan pelanggan di sosial media, di beberapa momen, headway-nya ada yang sampai 60 menit.

Kendati begitu, dari jadwal keberangkatan LRT Jabodebek terbaru, headway antar kereta di setiap relasi, mulai dari Dukuh Atas – Jati Mulya atau sebaliknya dan Dukuh Atas – Harjamukti atau sebaliknya, adalah 30 menit. Berikut jadwal terbaru LRT Jabodebek selama dalam masa gangguan operasional.

Jadwal Keberangkatan LRT Jabodebek:

Relasi Dukuh Atas – Jatimulya

06.00, 06.30, 07.00, 07.30, 08.00, 08.30, 09.00, 09.30, 10.00, 10.30, 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 13.00, 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00, 17.30, 18.00, 18.30, 19.00, 19.30, 20.00

Relasi Jatimulya – Dukuh Atas

05.00, 05.30, 06.00, 06.30, 07.00, 07.30, 08.00, 08.30, 09.00, 09.30, 10.00, 10.30, 11.00, 11.30, 12.00, 12.30, 13.00, 13.30, 14.00, 14.30, 15.00, 15.30, 16.00, 16.30, 17.00, 17.30, 18.00, 18.30, 19.00

Relasi Dukuh Atas – Harjamukti

05.12, 05.42, 06.12, 06.42, 07.12, 07.42, 08.12, 08.42, 09.12, 09.42, 10.12, 10.42, 11.12, 11.42, 12.12, 12.42, 13.12, 13.42, 14.12, 14.42, 15.12, 15.42, 16.12, 16.42, 17.12, 17.42, 18.12, 18.42, 19.12, 19.42, 20.12

Relasi Harjamukti – Dukuh Atas

05.12, 05.42, 06.12, 06.42, 07.12, 07.42, 08.12, 08.42, 09.12, 09.42, 10.12, 10.42, 11.12, 11.42, 12.12, 12.42, 13.12, 13.42, 14.12, 14.42, 15.12, 15.42, 16.12, 16.42, 17.12, 17.42, 18.12, 18.42, 19.12, 19.42, 20.12

Mulai 10 November, Batik Air Layani Rute Direct Denpasar-Adelaide 2x Seminggu

Batik Air, maskapai full service yang bagian dari Lion Group, meluncurkan penerbangan langsung antara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS) dan Bandara Internasional Adelaide, Australia Selatan (ADL) mulai 10 November 2023. Inisiatif ini akan membawa manfaat besar bagi pebisnis dan wisatawan, memudahkan akses antara kedua destinasi yang dikenal ramai peminat kategori traveling.

Baca juga: “The Ghan” (Adelaide-Darwin) – Perjalanan Kereta Eksotis 3 Hari Melintasi Gurun dan Pedalaman Australia

Penerbangan ini akan dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 737-800NG, yang merupakan pesawat generasi modern yang dilengkapi 12 kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi. Penerbangan langsung dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar ke Bandara Adelaide biasanya memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam, tergantung pada kondisi penerbangan, rute, dan cuaca.

Adelaide selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Australia. Kota ini memiliki banyak tempat menarik seperti Taman Botani Adelaide, Pantai Glenelg, Galeri Seni Australia Selatan, dan Museum Australia Selatan. Wilayah Barossa Valley yang terkenal sebagai salah satu daerah anggur terbaik di dunia juga berdekatan dengan Adelaide.

Adelaide sering disebut sebagai “Kota Festival” karena berbagai festival yang diselenggarakan sepanjang tahun. Termasuk di antaranya adalah Festival Seni Adelaide, Festival Fringe Adelaide (festival seni pertunjukan terbesar di dunia), dan WOMADelaide (festival musik dan seni dunia).

Jadi Elemen Kunci pada Struktur Pesawat, Inilah Beberapa Bagian Burung Besi yang ‘Butuh’ Titanium

Setelah pada artikel sebelumnya dikupas tentang alasan pentingnya titanium dalam industri dirgantara, maka kemudian menjadi pertanyaan, pada komponen atau bagian mana saja terdapat penggunaan titanium di pesawat. Lantaran harga titanium yang tidak murah, maka hanya pada komponen terpilih yang dibekali ‘sentuhan’ titanium.

Baca juga: Sebagian Besar Dipasok Rusia, Inil Alasan Titanium Sangat Dibutuhkan Industri Dirgantara

Beberapa area di mana titanium biasanya digunakan komponen atau bagian yang membutihkan ketahanan tinggi, baik terhadap tekanan maupun suhu, yakni:

1. Struktur Sayap dan Ekor
Titanium digunakan dalam struktur utama sayap dan ekor pesawat, terutama dalam elemen-elemen kritis seperti spar sayap dan ekor. Ini membantu menjaga kekuatan dan ketahanan struktural.

2. Mesin Pesawat
Titanium digunakan dalam komponen mesin pesawat, terutama dalam bagian yang terkena panas tinggi seperti turbin. Dalam mesin jet, titanium digunakan dalam komponen seperti bilah turbin, inlet, dan eksos.

3. Sistem Pembuangan
Titanium digunakan dalam sistem pembuangan pesawat untuk mengatasi panas yang dihasilkan oleh mesin dan menjaga integritas sistem pembuangan pada suhu yang tinggi.

4. Landing Gear
Titanium digunakan dalam beberapa komponen roda pendaratan pesawat, seperti bagian roda dan elemen-elemen suspensi, karena ketahanannya terhadap beban berat dan tekanan.

Remove Before Flight pin pada Nose Landing Gear (NLG). Foto: baaflightschool.com

5. Komponen Struktural Lainnya
Selain spar, titanium juga digunakan dalam komponen lain dalam struktur pesawat yang memerlukan kekuatan, ketahanan terhadap korosi, atau sifat mekanik yang baik.

6. Bagian Pengontrol
Titanium digunakan dalam beberapa komponen bagian pengontrol pesawat, seperti bagian roda, karena sifat mekaniknya yang menguntungkan.

7. Komponen Interior
Meskipun tidak seumum pada komponen struktural utama, titanium juga dapat digunakan dalam komponen interior pesawat, terutama pada pesawat mewah atau pesawat dengan peralatan khusus.

Baca juga: Bagaimana Sayap Pesawat Dapat Menopang Berat Mesin, Ini Jawabannya! 

Penggunaan titanium dalam pesawat biasanya disesuaikan dengan persyaratan khusus dan sifat-sifat material yang diperlukan dalam komponen tertentu. Titanium digunakan ketika sifat kekuatan, kekakuan, ketahanan korosi, dan ketahanan panas yang tinggi sangat penting. Ini membantu meningkatkan keandalan, kinerja, dan masa pakai pesawat serta mengurangi risiko kegagalan struktural dan pemeliharaan.