Setelah sebelumnya membuka rute penerbangan langsung dari Banda Aceh ke Timur Tengah, Garuda Indonesia pada hari Minggu (6/8) kembali meresmikan layanan penerbangan langsung ke Tanah Suci dari Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Penerbangan langsung tersebut dilayani melalui rute penerbangan Kertajati – Jeddah pp dan dioperasikan dengan Boeing 777-300ER.
Pada penerbangan perdana tersebut Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 370 calon jemaah ke Jeddah. Penerbangan Kertajati-Jeddah pp dilayani 1 (satu) kali setiap minggunya yaitu pada hari Minggu dan dioperasikan dengan GA 902 yang diberangkatkan dari bandara internasional Kertajati pada pukul 11.40 WIB dan tiba di bandara internasional King Abdul Aziz pada pukul 17.30 LT.
Sementara itu penerbangan dari Jeddah ke Kertajati akan dilayani dengan GA 903 dan akan diberangkatkan dari bandara internasional King Abdul Aziz pada pukul 19.30 LT dan akan tiba di bandara internasional Kertajati pada pukul 10.00 WIB.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pembukaan rute penerbangan langsung ke Tanah Suci dari Kertajati ini tidak hanya merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam menghadirkan penerbangan langsung menuju Tanah Suci bagi masyarakat Jawa Barat, namun juga merupakan bentuk dukungan Perusahaan terhadap pengembangan bandara Kertajati sebagai hub penerbangan di Jawa Barat.
Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC), manufaktur pesawat asal Negeri Panda baru-baru ini telah mendirikan Kantor Layanan Pelanggan Luar Negeri pertamanya di Jakarta, Indonesia. Persisnya pada 31 Juli 2023, COMAC secara resmi membuka Kantor Perwakilan Asia Tenggara di Jakarta, Indonesia.
He Dongfeng, Sekretaris Partai dan Ketua COMAC, dan Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja Indonesia, bersama-sama meluncurkan plakat untuk Kantor Perwakilan Asia Tenggara Perusahaan Layanan Pelanggan COMAC. Dilansir dari Harian Kompas, He Dongfeng, saat upacara pembukaan, menyebutkan Indonesia dipilih sebagai lokasi kantor internasional pertama COMAC karena keberhasilan TransNusa mengoperasikan dua pesawat ARJ21. Ia juga mengungkapkan ambisi perusahaan untuk memperkenalkan C919 ke pasar Indonesia.
Menurut data operasional, ARJ21 telah mengakumulasi lebih dari 762 jam terbang di Indonesia dan telah melayani 270.000 penumpang.
COMAC melihat pembukaan Kantor Perwakilan Asia Tenggara COMAC sebagai langkah signifikan dalam ekspansi global COMAC. Dan pendirian Kantor Perwakilan Asia Tenggara menunjukkan kepercayaan COMAC terhadap pasar Indonesia dan dedikasinya untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan di Asia Tenggara.
COMAC mengatakan Kantor Perwakilan Asia Tenggara akan memprioritaskan customer-centricity, yang bertujuan untuk melayani klien di wilayah tersebut dengan lebih baik. Kantor akan secara efisien memberikan dukungan operasional, pelatihan, pemeliharaan, dan bantuan material untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan efisiensi operasional pesawat ARJ21.
Sebagai pintu gerbang penting bagi COMAC di Asia Tenggara, kantor tersebut akan membina hubungan yang lebih erat dengan pemerintah Indonesia dan organisasi sosial, mendorong kerja sama praktis untuk MRO, dan lembaga pelatihan, sehingga berkontribusi pada inovasi teknologi penerbangan Indonesia, peningkatan industri, dan transformasi digital.
Strategi ekspansi internasional COMAC dapat diringkas sebagai “Melalui Indonesia untuk menjangkau sepuluh negara ASEAN, kemudian berekspansi melintasi Asia dan akhirnya mencapai pasar global.” Saat ini, COMAC fokus menjadikan TransNusa Airlines sebagai benchmark untuk operasi di luar negeri, dengan tegas menjadikan Indonesia sebagai titik awal, pijakan, dan titik strategis untuk mempromosikan pesawat produksi dalam negeri ke dunia internasional.
TransNusa, maskapai penerbangan bertarif rendah Indonesia, menjadi operator asing pertama untuk pesawat regional ARJ21 COMAC, yang memulai layanan pada bulan April. Maskapai ini terutama menggunakan pesawat ini untuk penerbangan domestik di Indonesia dan baru-baru ini mulai mengoperasikan rute internasional pertamanya antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Menurut data armada Cirium, TransNusa saat ini mengoperasikan dua ARJ21, dengan 28 pesanan lagi.
Menariknya, situs resmi COMAC yang berbahasa Mandarin dan Inggris, serta semua saluran media sosialnya, tidak menyebutkan acara pembukaan kantor di Indonesia.
Menghabiskan waktu bersama dengan orang tercinta ternyata tidak melulu mesti di café, restoran bintang lima, atau tempat-tempat romantis lainnya. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa belakangan ini berbagai layanan transportasi menyediakan paket perjalanan romantis yang dapat Anda pilih untuk menghabiskan waktu bersama si dia, seperti halnya kereta api. Telebih, sebentar lagi perayaan Hari Kasih Sayang akan tiba, tentu Anda semua tidak ingin melewatkan momen ini bersama orang-orang tercinta, bukan?
Di Negeri Paman Sam, ada satu layanan kereta api yang menyajikan paket perjalanan yang tidak hanya menyuguhkan pemandangan apik nan memanjakan mata di luar, namun juga pelayanan sempurna yang akan Anda dapat di dalamnya juga dijamin membuat perjalanan tersebut lebih romantis.
Adalah Rocky Mountaineer, perusahaan kereta api wisata asal Kanada yang menawarkan paket liburan di sekitaran Kanada Barat yang mengoperasikan kereta di empat rute berbeda yang melintasi British Columbia, Alberta, dan negara bagian Washington AS. Nah, penasaran ‘kan dengan kelebihan apa saja yang ditawarkan oleh Rocky Mountaineer ini? Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa poin unggulan yang ditawarkan oleh layanan kereta ini.
Sarat Akan Kemewahan Di dalam layanan ini, Anda tidak hanya akan menemui bangku yang empuk, perjalanan yang minim akan getaran, reclining seat, hingga pemandangan menakjubkan di luar sana, tapi juga pelayanan istimewa bak resto bintang lima. Beragam penganan mewah, champagne, hingga konsep fine dining semua dapat Anda nikmati dalam perjalanan ini. Tentu saja ini akan menjadi perjalanan romantis tak terlupakan Anda bersama pasangan.
Minimnya Gangguan Tentu momen kebersamaan bersama yang tercinta perlu diapresiasi dengan sepenuh hati. Tidak menutup kemungkinan akan ada gangguan dari kantor melalui smartphone Anda, namun itu semua seolah tidak dihiraukan manakala Anda menatap pemandangan indah yang tersaji di luar jendela. Tidak seperti layanan kereta antar kota atau antar negara, di Rocky Mountaineer Anda tidak akan menemukan petugas kereta yang berkeliling untuk menjajakan cemilan. Satu-satunya interupsi yang akan Anda temui di layanan ini adalah petugas yang akan mengisi ulang wine Anda.
Pemandangan yang Memanjakan Mata Sesuai dengan tujuan utama pengadaan kereta ini, sudah barang tentu sang penyedia jasa tidak akan sembarangan memilih rute. Hanya rute-rute yang memiliki pemandangan fantastis lah yang akan dilalui oleh layanan ini. Dengan begitu, sebagai penumpang Anda hanya perlu duduk manis menikmati layanan onboard, dan menyaksikan indahnya lukisan Sang Pencipta dari dalam gerbong.
Perputaran Waktu yang Seolah Melambat Nampaknya semua orang setuju bahwa walaupun tidak menemui kemacetan, menempuh perjalanan dengan menggunakan kereta seolah lebih lambat ketimbang moda transportasi lain. Persepsi inilah yang lalu dikombinasikan dengan pelayanan apik selama perjalanan, membuat Anda betah dan enggan berpaling dari tempat duduk kereta ini.
Hujan Tidak Menghambat Perjalanan Romantis Ini Rintik hujan yang mulai basahi bumi terkadang membawa petaka bagi sebagian kalangan, namun tidak bagi para penumpang kereta ini. Nuansa romantis akan semakin terjalin manakala rintik hujan tipis mulai menyertai perjalanan Anda.
Bagaimana, Anda tertarik untuk mencoba layanan ini? Silakan kunjungi laman resmi dari Rocky Mountaineer dan pilih beragam paket yang tersedia!
Selain terkenal dengan cokelat dan pegunungan Alpennya, Swiss juga memiliki satu alternatif perjalanan wisata yang patut dipertimbangkan. Glacier Express, sebuah kereta wisata yang akan membawa Anda menikmati keindahan pemandangan di sepanjang jalur St. Moritz dan Zermatt di Swiss. Selain itu, kereta ekspres ini juga akan mengajak Anda mengarungi kawasan gunung Piz Bernina dan Matterhorn. Jadi, mungkin sudah sedikit terbayang dengan apa saja yang bisa Anda lihat sepanjang perjalanan menggunakan kereta yang melakukan perjalanan pertamanya pada 25 Juni 1930 ini.
Kala itu, Glacier Express masih dioperasikan oleh tiga perusahaan kereta api, yaitu Brig-Visp-Zermatt Bahn (BVZ), Furka Oberalp Bahn, dan RhB. Nama Glacier Express sendiri diambil dari Rhone Glacier, nama salah satu sungai es terbesar yang terletak di dekat kawasan Gletsch di Furka Pass, Swiss. Selama rentan 1943-1946, kereta ekspres ini sempat dinonaktifkan sementara waktu karena meletusnya Perang Dunia II. Ketika akhirnya kembali beroperasi, Glacier Express menambah fasilitas dining service dari rute perjalanan ke puncak Oberalp Pass.
Interior First Class Glacier Express. Sumber: eurail.com
Dari dalam kereta, Anda bisa menikmati pemandangan menakjubkan sepanjang perjalanan melalui jendela kaca yang ukurannya lebih besar dari kereta api pada biasanya, ditambah dengan kaca tambahan yang terdapat pada bagian atas kepala penumpang. Kebersihan dan interior dalam kereta ini juga terjaga, sehubungan dengan fungsi utama dari kereta ini, yaitu sebagai kereta wisata. Layaknya pada moda-moda lainnya, Glacier Express juga memiliki dua pilihan kelas, yaitu First Class dan Second Class. Dari namanya saja sudah jelas terpapar bahwa First Class memiliki kelebihan dari kelas lainnya, yaitu dari tempat duduk dan lebar lorong yang berbeda.
Anda tidak perlu takut akan kelaparan di dalam sini karena lupa membawa perbekalan, karena Glacier Express pun menawarkan pilihan berbagai macam penganan yang bisa Anda pesan kepada para kru kereta. Namun, tidak ada masalah jika Anda membawa bekal sendiri.
Perjalanan menggunakan Glacier Express ini memakan waktu 8 jam dengan jarak 180 mil atau kurang lebih sekitar 290km ini akan membawa kita melintasi areal daratan dan perbukitan pada ketinggian 1500 mdpl, melintasi 291 jembatan dan 91 terowongan, termasuk terowongan yang terkenal sebagai terowongan terpanjang di dunia. Kemudian Anda akan dibawa melihat indahnya Sungai Rhone dan Rhine sekaligus, serta melambat di Oberalp Pass pada ketinggian 2.033mdpl. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi oleh pemandangan yang sangat indah mulai dari padang rumput, perkebunan anggur dan hamparan hijaunya rerumputan hingga puncak gunung yang tertutupi oleh salju, sungguh syahdu.
Sumber: raileurope-world.com
Tidak lama setelah kereta bertolak dari stasiun St. Moritz di daerah Graubünden, Glacier Express akan melewati Samedan dan Bever di dataran tinggi Engadin. Kereta akan terus membawa Anda memasuki Terowongan Albula tepat di bawah Albula Pass. Glacier Express akan terus berlari melewati Preda, sebelum akhirnya melewati stasiun pertama di Albula Valley dan terus melaju menuju Bergün/Bravuogn.
Selama perjalanan, Anda akan menemukan Landwasser Viaduct dan sungai Phosterior Rhine sebelum akhirnya sampai di kota Chur. Dari Chur, kereta akan melewati jurang Ruinaulta dan menanjak hingga mencapai kawasan Ilanz, Disentis/Mustér, dan Sedrun. Jalanan akan semakin curam sebelum mencapai puncak Oberalp Pass pada ketinggian 2.033 meter di atas permukaan laut.
Selanjutnya, memasuki Canton of Uri di kawasan Swiss Pusat dan terus berjalan hingga Andermatt. Kereta mulai memasuki kawasan Furka ketika Anda mulai menemukan lembah Urserental yang melalui desa Hospental dan Realp. Lalu kereta akan terus mengular melalui Terowongan Furka Base dengan menanjaki lintasan Furka Pass yang berakhir di Oberwald. Setelah itu, Glacier Express akan membawa Anda menuju Brig dan memungkinkan Anda untuk menikmati keindahan alam dari desa Ulrichen, Münster-Geschinen, dan Fiesch.
Setelah mencapai Brig, kereta terus melaju hingga Visp, lalu memasuki kawasan lembah Mattertal dan menanjak hingga melalui desa Staldem, St. Niklaus, dan Randa. Di sinilah Anda akan menemukan pemandangan menakjubkan dari puing-puing reruntuhan yang memisahkan jalanan dan rel kereta api pada tahun 1991. Tidak jauh dari sana, terdapat stasiun Täsch yang menjadi salah satu tempat penting karena terletak di jalanan terbuka. Setelah melalui jalur yang curam, kereta pun akan tiba di Zermatt yang terletak pada ketinggian 1.616 mdpl.
Jadi, jika Anda berkesempatan mendatangi Swiss, silakan mencoba untuk meluangkan sedikit waktu untuk bisa menikmati perjalanan menggunakan Glacier Express. Untuk pemesanan tiket, Anda bisa mencari info lebih lanjut di internet.
Tiada kata bosan bagi awak kabin untuk selalu mengingatkan dan meminta kepada penumpang untuk menegakkan sandara kursi saat pesawat take-off (lepas landas) dan landing (mendarat). Mungkin bagi para penumpang yang sering naik pesawat, akan mendengarnya sebagai ‘perintah’ yang membosankan.
Tapi jangan salah, ‘cerewetnya’ awak kabin tentu ada alasannya, dan menegakkan sandaran kursi meski terkesan sepele, tapi sangat penting dalam prosedur keselamatan penerbangan. Dan berikut ini adalah beberapa alasan mengapa penumpang diwajibkan untuk menegakkan sandaran kursi.
1. Posisi Terbaik untuk Kejadian Darurat
Dalam kejadian darurat saat take-off atau landing, posisi tegak dengan sandaran kursi yang diangkat membantu penumpang untuk berada dalam posisi yang lebih aman dan siap untuk menghadapi situasi darurat. Ini memungkinkan penumpang untuk lebih cepat keluar dari kursi mereka jika diperlukan.
2. Peningkatan Keamanan
Dengan sandaran kursi yang diangkat, penumpang memiliki dukungan tambahan untuk punggung mereka, yang dapat membantu mengurangi risiko cedera pada punggung dan leher selama fase take-off dan landing yang cenderung lebih bergejolak.
3. Meningkatkan Kemampuan Evakuasi
Dalam keadaan darurat, waktu evakuasi menjadi sangat penting. Dengan sandaran kursi yang diangkat, lorong pesawat akan lebih lebar dan memudahkan evakuasi penumpang, yang dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis.
4. Mencegah Cidera Selama Gaya G-Force
Pada saat take-off dan landing, pesawat mungkin mengalami percepatan atau perlambatan yang cepat, yang menciptakan gaya G-Force. Dengan sandaran kursi yang diangkat, penumpang dapat membatasi gerakan tubuh mereka dan mencegah cidera yang disebabkan oleh G-Force.
5. Mengikuti Peraturan Keselamatan
Menegakkan sandaran kursi selama take-off dan landing adalah persyaratan keselamatan yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan dan otoritas regulasi penerbangan. Ini adalah bagian dari prosedur standar yang dirancang untuk melindungi penumpang selama fase kritis penerbangan.
Dengan mengikuti instruksi keselamatan di pesawat sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan penumpang lainnya. Meskipun fase take-off dan landing mungkin terlihat rutin, itu adalah waktu yang paling kritis selama penerbangan.
Dengan mengikuti instruksi keselamatan dan prosedur yang ditetapkan, maka Anda dapat berkontribusi pada keselamatan dan kenyamanan penerbangan secara keseluruhan.
Persepsi wahana favorit untuk membawa pimpinan negara atau presiden umumnya berupa pesawat dan mobil, yang lantas kemudian identik dengan label ‘Pesawat Kepresidenan’ dan ‘Mobil Kepresidenan.’ Tapi lain dari itu, meski terbilang langka, juga dikenal sosok kereta kepresidenan. Disebut langka, pasalnya hanya beberapa negara saja yang secara resmi mempunyai wahana transportasi khusus ini.
Contoh yang paling eksis saat ini adalah kereta kepresidenan milik pimpinan Korea Utara Kim Jong Un yang disebut-sebut mewah bak limousine dan berlapis baja laksanana kendaraan tempur. Negeri Paman Sam juga tercatat sebagai pengguna kereta kepresidenan di masa lalu, seperti kereta kepresidenan yang digunakan Abraham Lincoln pada tahun 1865, kemudian ada kereta Ferdinad Magellan yang dipakai presiden AS pada periode 1943-1958.
Nah, kembali ke jaman revolusi 1945, Indonesia justru pada saat itu telah menggunakan kereta kepresidenan atau yang lebih dikenal sebagai Kereta Luar Biasa (KLB). Tentu saja rangkaian kereta, baik lokomotif dan gerbongnya adalah peninggalan Belanda. Dua gerbong mewah KLB dibuat khusus untuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Dua gerbong khusus itu dibuat Staatspoorwegen (perusahaan KA Hindia Belanda) di Hoofd Werkplaats di Bandung pada 1919.
Masing-masing IL7 dan IL 8 memiliki panjang 18,5 meter. Gerbong IL7 memiliki bobot 39 ton, sementara IL8 36 ton. Nasib dua gerbong mewah ini sempat terancam saat Jepang masuk ke Indonesia.
Sementara untuk lokomotifnya, kala itu dipilih Lokomotif C2849 yang tersimpan di Dipo Jatinegara. Melengkapi satu rangkaiannya, turut disambungkan enam gerbong lagi. Yakni gerbong barang/bagasi DL8009, gerbong penumpang kelas 1 dan 2 ABGL 8001 serta ABGL 8004, gerbong makan FL 8001, serta dua gerbong tidur SAGL 9006 dan SAGL 9004.
Cerita sejarah dari penggunaan KLB didasari atas maraknya provokasi yang terjadi setiap hari di Jakarta, maka pada 1 Januari 1946, pimpinan kereta di Jakarta diperintah secara langsung dan rahasia oleh Soekarno untuk membawa Presiden, Wakil Presiden, seluruh memteri kabinet dan para pejabat tinggi negara untuk pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Untuk itu Balai Yasa di Manggarai diserahi tugas untuk mempersiapkan kereta api khusus dalam waktu secepatnya.
Kursi rotan yang menjadi bagian dari sejarah Presiden RI Soekarno saat tiba di di Stasiun Tugu Yogyakarta, saat itu Soekarno baru tiba dari perjalanan dengan Kereta Api Luar Biasa dari Jakarta ke Yogyakarta, 4 Januari 1946.
KLB berangkat pada 3 Januari 1946 sekira pukul 6 petang dan tiba dengan selamat di Yogyakarta pada 4 Januari sekira pukul 9 pagi. Rangkaian kereta penumpang terdiri dari delapan gerbong yang disusun sebagai berikut:
1. Kerata pertama untuk barang bagasi.
2. Kereta kedua untuk penumpang kelas 1 dan kelas 2.
3. Kereta ketiga untuk penumpang kelas 1 dan kelas 2.
4. Kereta keempat untuk kereta makan.
5. Kereta kelima, kereta tidur kelas 1
6. Kereta keenam, kereta tidur kelas 2
7. Kereta ketujuh, kereta inspeksi khusus Presiden
8. Kereta kedelapan. kereta inspeksi khusus wakil Presiden
Masing-masing gerbong bergandar empat (4 as) dan menggunakan sistem rem pakem. Aslinya seluruh rangkaian merupakan peninggalan kererta kolonial Belanda yang sudah tidak digunakan lagi sejak 1942.
Yang cukup unik, pada masa itu sistem pendingin di gerbong kereta belum seperti sekarang, melainkan pendingin kabin mengandalkan uap dari es balok. KLB itu sendiri kembali ke Jakarta setelah mengantar rombongan pemerintahan ke Yogya, untuk kemudian turut digunakan misi RAPWI (pengurusan interniran dan bala tentara Jepang). Sempat pula kemudian digunakan Perdana Menteri Sutan Sjahrir, Panglima Divisi Siliwangi Kolonel Abdoel Haris Nasution, serta jajaran kabinet lainnya.
Bila Channel Tunnel atau Euro Tunnel dikenal sebagai terowongan kereta terpanjang kedua di dunia, maka yang menjadi nomer satu terpanjang di dunia adalah terowongan Seikan di Jepang. Dengan panjang 53,85 km terowongan Seikan menghubungkan antara Pulau Honsu dan Pulau Hokkaido. Terowongan ini melalui Selat Tsugaru dan menjadi terowongan kereta api terdalam dan terpanjang dunia.
KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-technology.com, bahwa sekitar 2,3 km dari terowongan ini berada di dasar laut dan menjadikannya terowongan bawah laut terpanjang di dunia. Pembangunan terowongan ini setidaknya menghabiskan dana senilai US$3,6 miliar atau sekitar Rp49 triliun.
Pembangunan terowonngan Seikan dimulai dari konsepnya yang dibuat dari tahun 1939-1940 dan pembangunannya dimulai 1971 serta selesai tahun 1988. Proyek ini dikembangkan oleh Japan Railway Construction, Transport and Technology Agency dan dioperasikan oleh JR Hokkaido.
Terowongan Seikan (www.railway-technology.com)
Saat ini sekitar 50 kereta melakukan perjalanan melalui terowongan setiap harinya. Lokomotif yang digunakan untuk melalui terowongan ini adalah ED79 dan EH500 yang digunakan untuk mengangkut barang serta penumpang sejak Maret 1988.
Terowongan Seikan memiliki jalur tiga lempeng yang mampu menjalankan kereta peluru Shinkansen. Terowongan ini sendiri memiliki dua stasiun kereta api yakni Tappi Kaitei di Pulau Honsu dan Yoshioka Kaitei di Pulau Hokkaido.
Stasiun-stasiun ini merupakan stasiun kereta api pertama yang dibangun dibawah laut dan juga sebagai tempat mengungsi jika terjadi bencana. Stasiun ini dilengkapi kipas angin untuk menghilangkan asap, sistem alarm kebakaran infra merah dan semprotan air untuk meningkatkan keselamatan penumpang.
Diketahui, konstruksi terowongan dimulai pada September 1971 yang meliputi pengeboran dan peledakan melalui zona rawan gempa. Bahan peledak yang dihabiskan sekitar 2.900 ton dan 168 ribu ton baja untuk konstruksi terowongan.
Pembangunan pintu masuknya dilakukan Agustus 1982 dan penggalian bagian bawah air dimulai tahun 1983. Terowongan ini awalanya hanya terdiri dari satu jalur pengukur tunggal, namun kemudian diubah menjadi alat pengukur ganda dan terhubung ke sistem Shinkansen sebagai bagian dari proyek Hokkaido Shinkansen tahun 2005 lalu.
Saat ini lokomotif listrik EH800 Bo-Bo+Bo-Bo dari Toshiba sudah melintas di terowongan ini sejak tahun 2014 kemarin untuk menggantikan ED79 dan EH500. Lokomotif baru ini memiliki panjang 25 meter dengan kekuatan daya 4MW dan berjalan dikecepatan 110 km per jam.
Terowongan tersebut juga memfasilitasi perjalanan kereta peluru Shinkansen dari tahun 2016. Sistem listrik di terowongan akan ditingkatkan dari 20kV menjadi 25kV untuk memudahkan kereta Shinkansen. Kecepatan kereta api dibatasi sampai 140 km per jam selama dua tahun pertama beroperasi untuk menghindari risiko menggelincirkan kereta pengangkut barang di area yang sempit.
Pernahkah terlintas di pikiran Anda mengenai sebuah stasiun bawah tanah yang memiliki suasana layaknya di film horror? Lengkap dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang serta ratusan anak tangga yang siap menemani langkah Anda menuju pinggir rel. Jika Anda ingin merasakan nuansa yang berbeda dari stasiun bawah tanah seperti ini, silakan Anda mencobanya sendiri di Tsutsuishi Station di Jepang.
Gambaran stasiun sama sekali tidak tercermin dari Tsutsuishi Station, bahkan lebih terkesan seperti sebuah bangker. Stasiun yang dibangun pada 16 Desember 1912 ini awalnya merupakan bagian dari Japanese Government Railways, namun pada 1 April 1987, JR West mengambil alih pengoperasian dari stasiun yang terletak di kota Itoigawa ini. Anda harus menuruni kurang lebih 290 anak tangga untuk sampai ke bibir rel, tanpa escalator, tanpa lift, hanya anak tangga.
Sumber: kotaku.com
Udara dingin yang menusuk tulang akan selalu mendampingi Anda selama berada di dalam stasiun ini. Pada awalnya, stasiun ini berada di permukaan, namun karena berbagai alasan, akhirnya dipindahkan ke bawah tanah. Warna putih kusam yang menempel di tembok lorong menuju stasiun menjadi pemandangan yang terpapar di sini, lengkap dengan lumut yang mulai menghiasi beberapa sudutnya.
Stasiun ini terdiri dari dua platform yang terletak pada sisi yang berlawanan, berada di dalam Terowongan Kubiki seluas 11.353 meter, dengan kedalaman sekitar 40 meter di bawah tanah. Stasiun Tsutsuishi ini dilewati oleh kereta yang berada di jalur Nihonkai Hisui dengan jarak 40,9km dari Stasiun Ichiburi dan 335,4km dari Stasiun Maibara.
Sumber: kotaku.com
Karena tekanan udara yang dihasilkan oleh kereta yang lewat, akses ke platform dan ruang tunggu terbatas serta terlindungi dengan pintu besi besar yang dapat digunakan oleh orang-orang sebagai tempat berlindung dari terpaan badai.
Sumber: kotaku.com
Rata-rata, pengguna stasiun ini adalah para pelajar yang hendak pergi sekolah atau kuliah dengan jumlah kurang lebih 60 orang per harinya. Wajar saja jika stasiun yang terletak di 928 Otani, Senno,Itoigawa-shi, Niigata ini selalu terlihat sepi, layaknya sebuah lokasi syuting film-film horror.
Sekilas, tidak ada yang aneh dengan terowongan yang dibangun pada 1879 sampai dengan 1882 oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen (SS) ini, namun jika ditelusuri lebih jauh, terowongan ini memiliki sisi yang menarik untuk dibahas. Terowongan yang berada di Kabupaten Cianjur ini bukan saja sebagai terowongan kereta pertama yang dibangun di Jawa Barat, melainkan di Indonesia. Jadi, tidak heran jika predikat terowongan tertua di Tanah Air disematkan kepada Terowongan Lampegan ini. Lalu, apa saja yang menarik dari terowongan ini?
Berada di lintasan jalur Sukabumi – Cianjur, terowongan ini membentang sejauh 686 meter. Namun sejak bencana longsor pada tahun 2000 silam, membuat panjang dari terowongan ini menyusut menjadi 415 meter saja. Banyak spekulasi yang berkembang tentang pembangunan terowongan ini, dari mulai mengandalkan cara manual (menggali), hingga cara peledakkan.
Setelah Lampegan, beberapa stasiun lain dibangun untuk mendukung pengoperasian kereta api di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Tercatat, ada terowongan Sasaksaat di jalur Jakarta – Bandung yang dibangun pada tahun 1902, serta empat terowongan lain yang dibangun pada tahun 1914. Keempat terowongan tersebut adalah Terowongan Batulawang, Hendrik, Juliana, dan Wilhelmina. Namun sayang, keempat terowongan tersebut sudah tidak digunakan lagi dan hanya menyisakan cerita kelam dibalik pembangunannya.
Terowongan yang dilewati oleh kereta Siliwangi dan Pangrango ini sempat berstatus non-aktif yang disebabkan oleh rembesan air pada bagian atas terowongan. Setelah mengalami renovasi pada September 2000, jalur Sukabumi – Cianjur kembali terhubung. Namun, tertanggal 12 Maret 2001, terowongan itu ambruk lagi, dan jalur Cianjur – Sukabumi kembali cacat. Lalu pada tahun 2010 kemarin, setelah selesai direnovasi, terowongan tersebut kembali dibuka dan masih berdiri kokoh hingga kini.
Penamaan dari terowongan ini pun memiliki beberapa versi. Dari mulai mandor proyek Van Beckman yang selalu berteriak “Lamp pegang, Lamp pegang,” ketika hendak masuk ke dalam terowongan untuk memantau anak buahnya, hingga cerita tentang masinis yang pada masa itu selalu meneriakkan, “Lampen aan! Lampen aan!” saat kereta melewati terowongan itu. Teriakkan itu bermaksud agar para pegawainya menyalakan lampu agar kondisi dalam kereta tidak gelap saat melintas dalam terowongan. Sementara itu, dalam bahasa Sunda, Lampegan merupakan nama dari tumbuhan kecil.
Terlepas dari penamaan tersebut, ada pula cerita mistis dibalik terowongan ini. Nampaknya, ini menjadi salah satu daya tarik pengunjung datang ke terowongan ini. Pada sekitar tahun 1882, Meneer-Meneer Belanda dan Menak-Menak Priangan lalu mengundang Nyi Sadea, seorang pekerja Seni Ronggeng yang cukup tenar kala itu untuk menghibur mereka di acara peresmian terowongan Lampegan. Acara yang dimulai pada sore hari tersebut berjalan dengan meriahnya dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Salah satu opsir Belanda lalu mengantarkan Nyi Sadea pulang melewati terowongan yang baru saja diresmikan tersebut. Sejak saat itu, Nyi Sadea tidak pernah lagi menampakkan batang hidungnya. Spekulasi kembali bermunculan, ada yang mengatakan bahwa Nyi Sadea “diperistri” oleh penunggu terowongan, ada juga yang menyebutkan bahwa Nyi Sadea dijadikan tumbal dalam acara peresmian tersebut dan jenazahnya ditanam di dalam tembok terowongan. Cerita tersebut terus berkembang di kalangan masyarakat sekitar dan hingga kini tidak ada yang mengetahui kemana Nyi Sadea pergi.
Ternyata, Lampegan banyak menyimpan cerita unik nan seram. Tidak hanya terkenal dengan terowongan kereta tertua di Indonesia saja, Stasiun Lampegan juga disinyalir sebagai salah satu stasiun kereta tertua di Indonesia. Bila Anda tertarik untuk menyambangi situs megalitikum Gunung Padang, maka salah satu rekomendasi terbaik adalah naik KA Siliwangi lalu turun di stasiun Lampegan, pasalnya jarak dari stasiun tersebut ke situs Gunung Padang hanya 8 kilometer.
Sebagai Bangsa yang menjunjung tinggi sejarah, sudah seharusnya Kita menjaga peninggalan-peninggalan sejarah semacam ini, bukan malah dijadikan “kanvas” oleh anak-anak tidak bertanggungjawab yang mencoret-coretnya. Sungguh miris melihat keberadaannya kini, seolah tidak dihargai. Dan, jangan lupakan keberadaan Nyi Ronggeng Sadea yang mungkin saja menyapa Anda atau oknum vandalisme ketika tengah melintasi terowongan Lampegan. Hiii!
Produsen kereta api dari Korea Selatan, Hyundai Rotem tengah mengerjakan trem generasi berikutnya (next generation) dengan bahan bakar hidrogen. Hal tersebut diungkapkan Hyundai Rotem kepada publik untuk pertama kalinya dalam pameran RailLog Korea 2023 di Busan.
Trem Next Generation telah dikembangkan sejak tahun 2021, sebagai bagian dari proyek yang didukung oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan; serta Institut Korea untuk Kemajuan Teknologi, Institut Penelitian Kereta Api Korea, Pusat Penelitian Otomotif Korea, dan Taman Ulsan Tecno.
Hyundai Rotem berkata: “Infrastruktur hidrogen yang lebih luas dan teknologi produksi hidrogen harus disiapkan untuk membangun masyarakat hidrogen dengan memanfaatkan variasi kereta hidrogen yang lebih luas dimulai dengan trem sel bahan bakar hidrogen. Untuk mencapai visi ini, Hyundai Rotem sedang mengembangkan kereta dengan mesin hidrogen cair untuk menerapkan energi hidrogen di seluruh industri kereta api sambil membangun infrastruktur hidrogen.”
Trem ini menggunakan sel bahan bakar hidrogen untuk menghasilkan listrik di dalam trem itu sendiri yang langsung digunakan untuk menggerakkan trem dan juga disimpan dalam baterai yang dapat memberikan tenaga ekstra saat trem membutuhkannya.
Teknologi hidrogen juga memurnikan udara sekitar saat bergerak dengan mengumpulkan oksigen yang dibutuhkannya untuk reaksi sel bahan bakar dari udara melalui sistem filtrasi dan hanya mengeluarkan udara bersih.
Menurut Hyundai, Trem Next Generation ini mampu menempuh jarak 150 km dengan sekali pengisian daya dan menghasilkan 107,6 kg udara bersih dan memurnikan 800 mikrogram debu halus untuk setiap jam pengoperasian.
Selain mengembangkan trem hidrogen, Hyundai Rotem telah mempersiapkan peluncurannya dengan membangun stasiun pengisian bahan bakar hidrogen dan Hynet Hydrogen Shipping Center, yang akan memproduksi hidrogen dengan mengekstraksi unsur tersebut dari gas alam. Pembangunan trem diharapkan selesai pada akhir 2023.