Pengembangan terus dilakukan tentunya oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dalam strategi pemanfaatan rangkaian kereta api. Ya, seperti halnya pada perjalanan yang banyak diminati masyarakat khususnya wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung dengan rute Jakarta – Garut. Tentunya menggunakan rangkaian inilah yang selalu menjadi minat masyarakat dengan fasilitas dan kenyamanan yang baru.
Ya, menggunakan Kereta Api (KA) Cikuray yang kini terlihat lebih berkesan dan juga nyaman. Menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan, KA Cikuray hadir dengan wajah baru yang membuat penumpang semakin bisa merasakan kenyamanan didalamnya. Tak hanya itu, bagian interior yang didasari dari hasil modifikasi tim Balai Yasa Manggarai ini telah dirasakan penumpang sebagai rangkakan kereta yang sangat baik.
Dari hal tersebut, KAI terus mengembangkan layanan kereta api kelas ekonomi yang terjangkau dengan kenyamanan perjalanan yang semakin baik. Melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI menghadirkan pilihan mobilitas bagi masyarakat dengan penataan interior dan tempat duduk yang lebih nyaman serta tarif yang tetap ramah bagi penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemanfaatan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Cikuray merupakan bagian dari peningkatan pelayanan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan suara masyarakat. Kereta Ekonomi Kerakyatan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat memiliki akses perjalanan antarkota dengan fasilitas yang semakin baik dan tarif yang tetap terjangkau.
Kereta Ekonomi Kerakyatan saat ini digunakan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen pp. Sejak mulai beroperasi pada 11 Juni hingga 26 Juli 2026, layanan tersebut telah melayani 79.450 penumpang. Tingginya pemanfaatan tersebut menunjukkan peran KA Cikuray dalam mendukung mobilitas masyarakat Garut, Bandung, Purwakarta, Bekasi, Jakarta, dan sejumlah wilayah yang dilalui. Layanan ini membantu pelanggan menjalankan perjalanan untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berwisata, serta mengunjungi keluarga dengan biaya yang lebih terjangkau.
Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil pengembangan yang dikerjakan oleh insan KAI di Balai Yasa Manggarai. Pengembangan dilakukan melalui pembaruan interior, penataan ulang tempat duduk, serta penggunaan kursi yang dapat disesuaikan dengan arah perjalanan.
Penataan tersebut memberikan posisi duduk yang lebih nyaman dan ruang perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan, dengan tetap mempertahankan kapasitas layanan yang sesuai bagi kebutuhan transportasi publik.
Sebelum digunakan pada KA Cikuray, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani KA Tambahan relasi Lempuyangan – Pasarsenen pp selama masa Angkutan Lebaran, pada 11 Maret hingga 5 April 2026. Dalam periode tersebut, layanan ini digunakan oleh 24.398 penumpang, terdiri dari 12.262 penumpang relasi Lempuyangan – Pasarsenen dan 12.136 penumpang relasi Pasarsenen – Lempuyangan. Dengan demikian, sejak diperkenalkan pada masa Angkutan Lebaran hingga 26 Juli 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 103.848 penumpang.
Anne menambahkan Jumlah pelanggan tersebut menjadi masukan penting bagi KAI untuk mengevaluasi pengembangan layanan kelas ekonomi ke depan. Setiap peningkatan fasilitas diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perjalanan yang aman, nyaman, andal, dan terjangkau.
Kedepannya, KAI akan terus mendengarkan suara masyarakat, melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan, tingkat pemanfaatan, dan pengalaman selama berada di dalam rangkaian. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan dalam menentukan peningkatan pelayanan serta pengembangan sarana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta
