F-16 AU Singapura ‘Scramble’, Lebih dari 20 Penerbangan di Bandara Changi Mengalami Delay

Tak kurang dari 20 penerbangan dari Bandara Internasional Changi mengalami penundaaan setelah flight jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Singapura diterbangkan dalam moda siaga tempur. Flight jet tempur F-16 dikerahkan secara cepat dalam scramble untuk melakukan intercept, sebagai tanggapan atas penerbangan helikopter sipil tanpa izin di kawasan Changi.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Pilot Tidak Berkomunikasi dengan ATC? Ini Jawabannya

Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) menerbangkan dua jet tempur F-16 pada Rabu sore (9 Agustus 2023) sebagai tanggapan atas helikopter sipil, kata Kementerian Pertahanan (MINDEF) dan Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS). “Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa helikopter itu adalah milik sipil dan terdaftar di perusahaan asing,” tambah mereka.

“Setelah memastikan bahwa keamanan kami tidak terganggu, jet tempur F-16 kemudian didaratkan, dan penerbangan komersial dari Bandara Changi dapat dilanjutkan.” Dikutip dari akun Twitter @alert5, kedua jet tempur F-16 dikerahkan sekitar pukul 12.40 siang.

Operasi di Bandara Changi terpengaruh selama sekitar 40 menit, antara pukul 12.50 dan 13.28, kata pihak berwenang. Sebanyak sembilan penerbangan kedatangan dan 11 penerbangan keberangkatan mengalami beberapa delay.

Dengan menggunakan layanan pelacakan penerbangan online Flightradar24, pengguna akun mengatakan jet tempur telah melakukan scramble sebagai tanggapan atas “helikopter terdaftar Malaysia” yang memasuki wilayah udara Bandara Changi.

Wartawan pertahanan Roy Choo menambahkan bahwa helikopter yang dimaksud terdaftar di Malaysia dan diketahui dari jenis AS350 atau Squirrel produksi Airbus Helicopters.

Baca juga: Amankan Jalur Penerbangan, Pesawat Timnas Polandia Dikawal Jet Tempur F-16

Sebagai catatan, scramble adalah istilah dalam dunia kemiliteran, yang artinya jet tempur harus take-off secara cepat, salah satunya penerbang harus sudah mengudara maksimal 12-15 menit sejak perintah operasi diturunkan oleh pimpinan.

Mau Tahu Seberapa Tebal Dinding Pesawat? Cek Jawabannya di Sini!

Guna mengasilkan daya angkat yang maksimal, selain pesawat dibekali mesin yang kuat, material badan pesawat pun harus dibuat seringan mungkin. Nah, yang disebut terakhir, ringan, menjadi momok tersendiri dalam benak masyarakat. Ringan identik dengan tipis, dan kemudian yang menjadi pertanyaan, seberapa tebal sih dinding pada pesawat? Yang memisahkan antara ruang kabin Anda dengan udara di luar.

Baca Juga: Dielukan dan Selalu Dicari, Inilah Serba Serbi Low Cost Carrier

Pertanyaan ini menjalar semakin liar, mengingat dua material utama pembentuk badan pesawat ini adalah besi dan material komposit. Selain itu, dinding pesawat yang sejatinya membatasi manusia dengan angkasa luas ini juga terdiri dari beberapa lapisan yang memiliki fungsinya masing-masing. Sebut saja ada lapisan yang bisa ‘mengunci udara’ di dalam kabin, lapisan yang bisa meredam bisingnya suara jet, hingga lapisan yang bisa menjaga temperatur di dalam kabin.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, KabarPenumpang.com mengutip dari laman Quora.com, dimana salah seorang analis menjawab rata-rata ketebalan dari dinding pesawat yang memisahkan Anda dengan angkasa luar ketika tengah mengudara hanyalah berkisar enam inci atau yang setara dengan 15,24 centimeter saja. Ketebalan tersebut sudah mencakup keseluruhan lapisan yang tadi disebutkan diatas.

Kendati tidak keseluruhan pesawat memiliki ketebalan dinding yang sama – ada yang lebih tebal, ada yang lebih tipis, namun di sini Anda akan terkagum-kagum mengingat Anda hanya dilindungi oleh besi dan material komposit yang tebalnya kurang dari 20 centimeter selama berada di udara! Keren, bukan?

Baca Juga: Mengenal Serba Serbi dan Peran Air Traffic Controller

Selain itu, pria yang bernama Tim Yarrow ini juga mengatakan bahwa kabel-kabel dan saluran yang ‘menjembatani’ masing-masing fungsi di dalam ruang kabin terpasang pada bagian langit-langit fuselage. Kembali lagi, penjelasan dari Tim tadi bukanlah sesuatu yang mutlak sama di setiap pesawat. Dalam kasus ini, tim mengambil contoh dari pesawat terbaru dari Airbus, A321.

Wah, apakah sekarang pertanyaan Anda terkait ketebalan dinding pesawat sudah terjawab?

Setelah Era Concorde, Inilah Lima Pesawat Jet Penumpang dengan Mesin Paling Bising

Ciri khas dari pesawat jet adalah bunyi bising dari mesinnya yang memekakkan telinga. Dan tingkat kebisingan mesin pesawat dapat bervariasi, tergantung pada berbagai faktor, termasuk teknologi mesin, desain pesawat, dan kembali lagi yakni penilaian subjektif. Bila di masa lalu Concorde dikenal sebagai pesawat jet penumpang yang paling bising mesinnya, maka bagaimana dengan pesawat jet penumpang saat ini.

Baca juga: Apakah Ada Pesawat yang Dibuat untuk Meredam Kebisingan Mesinnya?

Tingkat kebisingan mesin pesawat diukur dalam satuan desibel (dB) dan dapat bervariasi, dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi penerbangan, tahap operasional, dan jarak dari sumber kebisingan. Dilansir dari Aviaonline.com, berikut ini adalah lima pesawat penumpang jet yang dalam beberapa situasi dianggap memiliki mesin paling bising.

1. Boeing 737-800
Tingkat kebisingan lepas landas (takeoff) pesawat ini umumnya berkisar antara 85 hingga 95 dB, tergantung pada kondisi operasional dan lokasi pengukuran.

2. Airbus A320
Tingkat kebisingan lepas landas pesawat ini biasanya berkisar antara 85 hingga 93 dB.

3. Boeing 777 series
Tingkat kebisingan lepas landas pesawat ini berkisar antara 88 hingga 96 dB.

4. Airbus A380
Tingkat kebisingan lepas landas pesawat ini berkisar antara 85 hingga 93 dB.

5. McDonnell Douglas MD-80 Series
Tingkat kebisingan lepas landas pesawat ini umumnya berkisar antara 85 hingga 95 dB.

Baca juga: Yuk! Pahami Berbagai “Bunyi Bising” di Dalam Kabin Pesawat

Perlu dicatat, tingkat kebisingan dapat berfluktuasi berdasarkan berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, konfigurasi mesin, dan teknologi pengurangan kebisingan yang mungkin diterapkan oleh maskapai atau produsen. Selain itu, pengukuran kebisingan dapat bervariasi berdasarkan lokasi pengukuran dan metode yang digunakan.

Boeing 787 Terbaru El Al Dikirim Menggunakan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Maskapai penerbangan kini sedang giat menjajal penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan – sustainable aviation fuel (SAF). Namun, sejauh ini masih jarang SAF digunakan pada pesawat baru yang dikirim gress dari pabrik. El Al dengan Boeing 787 Dreamliner terbaru berhasil membuat gebrakan tentang penggunaan SAF.

Baca juga: Emirates Jadi Pelopor Penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan di Boeing 777-300ER

Maskapai penerbangan Israel El Al Airlines menerima pengiriman Boeing 787 ke-16 pada hari Senin, 31 Juli 2023. Meskipun pengiriman pesawat selalu mengasyikkan, pengiriman pesawat khusus ini istimewa, mengingat penerbangannya ke Tel Aviv didukung oleh bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

El Al menerima pengiriman 787-8 keempatnya minggu lalu, varian terkecil dari keluarga Dreamliner. 12 Dreamliner lainnya adalah varian 787-9 yang lebih besar. Pesawat baru membawa registrasi 4X-ERD dan tiba di Bandara Internasional Ben Gurion (TLV) Tel Aviv pada pagi hari tanggal 31 Juli, langsung dari fasilitas Boeing Everett di Washington.

Hal yang menarik adalah penerbangan pengantaran selama 12 jam dioperasikan dengan menggunakan 30 persen bahan bakar penerbangan berkelanjutan, sehingga menandai penggunaan SAF yang pertama oleh maskapai dan menandakan kesediaannya untuk berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Pengiriman khusus ini dilakukan tepat setelah maskapai terdaftar dalam Program Penilaian Lingkungan (IEnvA) Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).

Program IEnvA menilai komitmen maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan keberlanjutan mereka. Program ini mencakup maskapai penerbangan global, seperti Qatar Airways, easyJet, Azores, dan Finnair.

Menggunakan SAF untuk penerbangan pengiriman pasti membantu maskapai mengurangi jejak karbon mereka dan menunjukkan upaya mereka, dengan beberapa mencoba inisiatif dalam beberapa bulan terakhir.

Baru-baru ini, LATAM menerima pengiriman Airbus A320neo baru, yang terbang dari Toulouse, Prancis ke Fortaleza, Brasil, menggunakan 30 persen SAF, yang dihasilkan dari minyak goreng.

Baca juga: Setelah Singapore Airlines, Giliran Malaysia Airlines Gunakan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Selain itu, pada bulan Juni tahun ini, Cebu Pacific juga menerima pengiriman pesawat A320neo yang menggunakan bahan bakar campuran SAF 41 persen. Penerbangan feri ini dioperasikan dari jalur perakitan Airbus di Tianjin, China, menuju Bandara Internasional Manila (MNL). Penggunaan campuran SAF merupakan bagian dari upaya maskapai untuk mengurangi dampak lingkungannya.

Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd

Sebagai salah satu perusahaan multinasional tersukses asal Inggris, sudah barang tentu keberadaan Virgin Ltd. tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak hanya menaungi bisnis layanan jasa penerbangan, Virgin juga diketahui menggeluti bidang spaceflight, industri seluler, radio, industri musik dan film, hingga perbankan. Dengan banyaknya usaha yang perusahaan ini geluti, tidaklah heran jika sang founder, Richard Branson dianugerahi gelar Sir oleh Kerajaan Inggris.

Baca Juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Lahir di Blackheath, London, pada 18 Juli 1950, Richard merupakan anak sulung dari pasangan seorang Barista bernama James Branson dan pramugari bernama Eve Branson. Walaupun Richard merupakan seorang pengidap disleksia, yakni gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Richard sempat mengalami fase jatuh bangun di bangku sekolah, namun kekurangan yang ia miliki sama sekali tidak mematahkan semangatnya untuk melampaui kedua orang tuanya.

Diketahui, Ia pernah hampir dikeluarkan dari sekolah khusus laki-laki, Scaitcliffe. Kemudian Richard pindah ke Stowe School, ketika menginjak umur 16 tahun, ia dikeluarkan dari sekolah. Hal tersebut lantas menjadi pemicu Richard untuk terus bangkit dan berusaha. Diketahui, ia membangun jaringan bisnis pertamanya berupa majalah remaja bernama “Student”. Produk yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1966 ini mampu meraup keuntungan dari iklan sebesar US$8.000. Keuntungan tersebut lalu ia gunakan untuk membagikan 50.000 eksemplar majalah secara gratis. Dari sinilah bibit-bibit kedermawanan Richard mulai terbentuk.

Layaknya kebanyakan anak remaja, lingkungan hidup Richard pada era 60-an akhir dikelilingi oleh komunitas musik dan obat-obatan terlarang. Dari sinilah ide Richard untuk mendukung bisnis majalahnya muncul, dan mulai mendirikan Virgin, sebuah bisnis audio record mail-order. Keuletan Richard membuahkan hasil yang cukup manis, terbukti dengan terbentuknya toko ritel kaset dan perusahaan rekaman ada tahun 1972.

Sumber: wikipedia

Selain berhasil menggaet Mike Oldfield dengan single berjudul “Tubular Bells” pada tahun 1973, Virgin Records juga diketahui menggawangi beberapa musisi Biritsh terkenal lainnya, seperti Sex Pistols, The Rolling Stones, Culture Club, hingga Paula Abdul. Kesuksesan Richard di dunia rekaman tidaklah membuat dirinya cepat puas, diketahui KabarPenumpang.com dari laman Wikipedia, kali ini, Richard mencoba mengembangkan bisnis dengan membangun agen perjalanan bernama Voyager Group pada tahun 1980. Selanjutnya, ia mengekspansi usaha dengan membuka perusahaan penerbangan bernama Virgin Atlantik di tahun 1984.

Sayangnya, Dewi Fortnuna belum berpihak pada Richard di dunia aviasi. Richard Branson pernah hampir mengalami kebangkrutan di tahun 1992 yang menyebabkan bisnis tersebut di jual ke THORN EMI dengan nilai transaksi sebesar US$1 milyar. Alih-alih menyesali langkahnya, Richard malah kembali ke industri hiburan dan mendirikan the Station Virgin Radio yang diikuti dengan terbentuknya perusahaan rekaman keduanya bernama V2.

Kesuksesan  Richard Branson di industri penerbangan dimulai ketika ia melakukan perjalanan ke Puerto Riko. Penerbangannya dibatalkan, jadi ia memutuskan untuk menyewa pesawat sendiri dan menawarkan tumpangan kepada para penumpang yang terdampar dan menarifkan penerbangan tersebut dengan biaya rendah menutupi biaya penyewaan pesawat tersebut. Sembari mempelajari kembali tentang bisnis di dunia aviasi, Richard kembali mempertaruhkan keuntungan yang selama ini ia raih dengan memasuki bisnis perkeretaapian pada tahun 1993. Tidak disangka-sangka, Virgin Trains memenangkan waralaba untuk sektor Intercity West Coast dan Cross-Country Rail Inggris.

Baca Juga: Elon Musk – Sosok Dibalik Transportasi Ultra Modern

Pada tahun 1996, Virgin mengakuisisi maskapai penerbangan jarak pendek Eropa Euro Belgian Airlines dan merubah identitasnya menjadi Virgin Express. Pada tahun 2006, Virgin Express bergabung dengan SN Brussels Airlines yang akhirnya membentuk Brussels Airlines. Maskapai lainnya, Virgin America, mulai mengudara dari Bandara Internasional San Francisco pada bulan Agustus 2007.

Merupakan suatu hal yang wajar jika nama Richard Branson masuk ke jajaran 10 besar orang terkaya di tanah Britania Raya dan salah satu orang terkaya di dunia versi Forbes. Membawahi lebih dari 200 perusahaan di lebih dari 30 negara tidak ditempuh Richard dengan cara yang instan. Ia harus mengorbankan masa muda dan waktu istirahatnya untuk bisa sesukses sekarang. Salah satu kata mutiara yang dilontarkan langsung oleh The Old Beardie adalah, “Do not be embarrassed by your failures, learn from them and start again.

Ancillary Revenue, Berawal dari ‘Standar’ Pendapatan di Maskapai Berbiaya Murah

Banyak istilah dalam dunia penerbangan, salah satu yang menarik adalah ancillary revenue. Ancillary revenue merujuk pada pendapatan yang diperoleh oleh maskapai penerbangan dari sumber-sumber selain penjualan tiket pesawat.

Baca juga: Sudah Tahu “Ancillary Revenue” Maskapai Penerbangan? Simak di Sini Jika Belum

Ancillary revenue adalah pendapatan tambahan yang diperoleh oleh maskapai dengan menawarkan berbagai layanan dan produk ekstra kepada penumpang selama atau sebelum perjalanan mereka. Pendapatan tambahan in juga berasal dari semua tambahan kecil yang Anda bayarkan; seperti pemilihan kursi, tas ekstra, ruang kaki ekstra, dan kudapan waktu makan itu. Ada juga kontribusi dari skema frequent flyer, kredit kredit merek bersama, perusahaan asuransi, dan mitra hotel.

Dikutip dari Simple Flying, Awalnya, awalnya ancillary revenue secara eksklusif dikaitkan dengan maskapai penerbangan berbiaya rendah dan sangat murah (low cost carrier). Meskipun demikian, operator jaringan global di seluruh dunia telah beralih ke metode ini karena kebutuhan persaingan.

Komponen ancillary revenue memberikan lapisan stabilitas untuk maskapai penerbangan, karena harga layanan yang ditawarkan tidak berfluktuasi atau ditentukan oleh penawaran dan permintaan seperti tarif.

Pada tahun 2022, ancillary revenue global mencapai rekor tertinggi, terhitung sekitar 15% dari total pendapatan maskapai penerbangan. Ini terbukti di Amerika Serikat, di mana maskapai penerbangan memperoleh sekitar $4 miliar dari pendapatan biaya kursi yang ditetapkan.

Mengapa Ancillary revenue itu penting?
Bukan rahasia lagi bahwa industri penerbangan dicirikan oleh kerentanan terhadap kemerosotan ekonomi, biaya operasional yang tinggi, dan tekanan tarif yang menurun.

Dengan memperluas jangkauan aliran pendapatan, maka maskapai penerbangan mencoba melakukan lindung nilai terhadap hal ini. Operator layanan penuh dengan skema frequent flyer yang komprehensif dapat mengumpulkan pendapatan melalui usaha dengan lembaga keuangan, hotel, perusahaan persewaan mobil, supermarket, asuransi, pom bensin; daftarnya terus berlanjut. Ini mencapai titik di mana hampir setiap transaksi yang Anda lakukan dapat ditautkan ke akun frequent flyer, menghasilkan poin untuk Anda sendiri dan, pada akhirnya, pendapatan untuk maskapai.

Baca juga: “Dining Experiences” dari Citilink Bantu Penumpang Kreasikan Set Hidangan dalam Penerbangan

Ideaworks mencatat bahwa peran ancillary revenue mengubah operasi industri penerbangan. Terlepas dari tantangan ekonomi dan operasi industri penerbangan, pendapatan tambahan terus meningkat. Ini adalah pot emas untuk maskapai penerbangan.

Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Peribahasa tersebut mungkin cocok untuk menggambarkan peraturan yang berlaku di setiap tempat, termasuk maskapai. Namun, tidak semua peraturan tersebut masuk di akal, bahkan beberapa diantaranya akan memaksa Anda untuk mengernyitkan dahi ketika mendengarnya. Berikut, KabarPenumpang.com himpun 14 peraturan tidak biasa yang berlaku di maskapai versi telegraph.co.uk.

Baca Juga: Selera Makan Berubah Dalam Penerbangan? Inilah Sebabnya

Waspada Bau Badan!

Sumber: istimewa

Bagi Anda yang memiliki masalah dengan bau badan, pastikan untuk mengatasi masalah tersebut terlebih dahulu sebelum Anda menaiki tiga maskapai raksasa asal Negeri Paman Sam: United Airlines, American Airlines, dan Delta Air Lines karena bisa saja petugas dari maskapai tersebut melarang Anda untuk mengudara. Seperti kejadian pada tahun 2010 silam dimana seorang pria terpaksa diturunkan dari maskapai Air Canada Jazz setelah penumpang lain mengeluhkan bau badannya yang cukup ekstrim.

Pakaian yang Nyeleneh

Sumber: istimewa

Dibeberapa maskapai, penumpang yang menggunakan pakaian yang dianggap tidak sopan akan dilarang untuk terbang, seperti tidak menggunakan sepatu, hingga pakaian yang dianggap dapat menyinggung penumpang lainnya. Seperti kasus yang terjadi pada bulan Mei 2017 kemarin, dimana sekelompok wanita yang hendak terbang ke Magaluf, Spanyol terpaksa diturunkan dari penerbangan Jet2 karena mengenakan kaos bertuliskan “Bitches on Tour”.

Larangan Gaya Rambut yang Aneh

Sumber: mens-hairstyle.com

Pada umumnya, setiap maskapai akan meminta pramugarinya untuk memiliki tampilan rapi sesuai dengan standar konvensional seperti yang diungkapkan oleh pihak British Airways. Maskapai Hawaiian Airlines akan melarang setiap awak pesawatnya yang memiliki gaya rambut yang sedikit aneh, seperti pewarnaan rambut yang esktrem, cornrows, dreadlock, hingga Mohawk. Sementara itu United Airlines melarang pramugaranya yang memiliki facial hair yang trendi, seperti rambut dibawah bibir bawah, hingga kumis yang panjangnya melebihi  ¼ inci dari sisi mulut. Lain cerita dengan Jet Airways yang mewajibkan kru pesawatnya memiliki kulit yang mulus, tanpa bekas luka, jerawat, hingga ciri kulit yang permanen seperti tahi lalat.

Tentang Make Up Kru Pesawat

Sumber: vemale.com

United Airlines melarang pramugaranya untuk bersolek yang berlebihan, hanya sebatas lip gloss dan pomade untuk menata rambut. Sedangkan American Airlines menghimbau kepada pada pramugarinya untuk selalu bersolek ulang agar tetap terlihat segar, namun tidak di depan para penumpangnya.

Larangan Menggunakan Perhiasan
Hawaiian Airlines membatasi para kru pesawat untuk tidak menggunakan anting yang menjuntai yang diameternya melebihi  1½ inci. Sedangkan United Airlines memperbolehkan kru pesawatnya untuk mengenakan cincin maksimal empat buah, dengan catatan penggunaan di setiap tangannya tidak melebihi dua cincin.

Pembatasan Hewan Peliharaan

Sumber: istimewa

Di sebagian maskapai, hewan peliharaan diperkenankan masuk ke dalam kabin, namun setiap maskapai memiliki kategorinya masing-masing. Seperti British Airways yang memperkenankan semua jenis anjing untuk masuk kabin sementara United tidak memperbolehkan anjing jenis pitbull, ular, musang, tikus, dan laba-laba yang dipertimbangkan dapat membahayakan keselamatan penumpang lain. United juga memperbolehkan membawa monyet masuk ke dalam kabin selama ukuran binatang yang kerap kali dikaitkan dengan teori evolusi manusia tersebut tidak terlalu besar; setidaknya bisa ditempatkan di celah kursi bagian depan Anda.

Perijinan Terkait Pembawaan Tengkorak Hewan Bertanduk
Delta mengijinkan penumpang untuk membawa tengkorak hewan bertanduk, namun disimpan di dalam bagasi dan akan dikenai biaya tambahan; tentu saja mereka memiliki spesifikasi khusus mengenai ukurannya, yaitu dimensi liniernya tidak boleh melebihi 115 inci, dan berat tidak melebihi 70 lbs.

Baca Juga: Inilah 10 Penerbangan “Direct Flight” dengan Waktu Terlama di Dunia

Perijinan Terkait Pembawaan Abu Krematorium
Easyjet dan Ryanair mengizinkan penumpang membawa abu jenazah hasil krematorium selama dikemas dengan aman dan rapi, supaya terhindar abu tercecer selama perjalanan.

Bayi Juga Dilarang!
Di beberapa maskapai, bayi di bawah umur tujuh hari dilarang mengudara mengingat keselamatannya yang bisa saja terancam, tapi biasanya larangan ini berlaku untuk bayi di bawah usia 14 hari.

Penempatan Jenazah Selama di Kabin

Sumber: travelandstyle.ca

Delta Airlines memberlakukan sebuah peraturan yang bisa dibilang sedikit menyeramkan, yaitu membiarkan jenazah seseorang didudukkan di tempat duduk yang tersedia dengan menutupinya dengan selimut hingga batas leher dan memasangkannya kantung tidur.

Larangan Bagi Penumpang dan Kru Pesawat yang Mengidap Obesitas


Pada tahun 2013, Samoa Air yang terkenal kontroversial mulai memberlakukan tarif tambahan bagi siapa saja yang memiliki berat badan di atas rata-rata. 2 tahun berselang, Air India mengingatkan 600 dari 3500 awak kapal untuk menurunkan berat badan mereka dalam waktu enam bulan dengan ancaman diberhentikan dari pekerjaannya. Serupa dengan Samoa Air, Air France pun melakukan peraturan yang sama, yaitu mewajibkan penumpang yang memiliki berat badan di atas normal untuk membeli dua tiket sekaligus berlandaskan faktor keselamatan penerbangan

Baca Juga: Terbang Lintas Benua! Inilah 10 Rute Terpanjang Penerbangan Non Stop Komersial

Adalah Legal Untuk Membawa Stun Gun di Korea Selatan
Sehubungan dengan meningkatnya tindak kriminal yang terjadi di atas penerbangan, maskapai Korean Air Lines mengijinkan setiap kru maskapainya untuk membawa stun gun untuk melumpuhkan pelaku tindak kriminal selama pesawat mengudara

Hati-Hati Jika Anda Alergi Terhadap Kacang

Sumber: duakelinci.co.id


Jika Anda alergi kacang, siap-siap untuk tidak terbang menggunakan maskapai Korean Air, mengingat kejadian pada tahun 2014 silam dimana satu keluarga terpaksa diturunkan dari maskapai tersebut karena salah satu anaknya memiliki alergi terhadap kacang. Penurunan keluarga tersebut dilandaskan pada alasan keselamatan penerbangan

Pelarangan Pilot Berbicara Pada Ketinggian 10.000 kaki
Larangan ini dilandaskan pada alasan keselamatan penumpang dimana kru kokpit harus fokus saat hendak lepas landas hingga mencapai ketinggian 10.000 kaki, dan ketika hendak landing ketika pesawat sudah berada di ketinggian yang sama.

Permen ‘Tak Lagi’ Disajikan oleh Pramugari Sebelum Take-off, Ini Penjelasannya

Selain disambut oleh senyuman manis pramugari, saat penumpang masuk ke dalam kabin lazimnya akan ditawari permen (kembang gula) sebelum pesawat take-off. Namun, saat ini kebanyakan penerbangan tidak lagi memberikan permen. Tentang hal ini banyak yang bertanya-tanya, mengapa maskapai tak lagi memberikan permen ke para penumpang?

Baca juga: Muncul Dengung di Telinga? Jangan Panik, Atasi dengan Cara Tradisional

Dari forum quora.com, disebut bahwa pemberian permen kepada para penumpang ada maksud tersendiri. Salah satunya dikaitkan dengan masalah dengung atau ketidaknyamanan pada telinga yang dapat muncul selama perubahan tekanan kabin selama lepas landas atau mendarat.

Fenomena di atas biasa disebut “dengung telinga” atau “tekanan telinga” dan terjadi ketika perbedaan tekanan udara antara telinga bagian dalam dan lingkungan luar tidak seimbang.

Dalam beberapa kasus, mengunyah permen atau mengunyah permen karet dapat membantu meredakan tekanan pada telinga bagian dalam dan membantu menyeimbangkan tekanan udara di telinga. Aktivitas ini dapat membantu membuka saluran Eustachius, yang menghubungkan tenggorokan dengan telinga tengah, dan memungkinkan udara masuk atau keluar untuk menyamakan tekanan.

Nah, mengapa permen saat ini ‘kebanyakan’ tak disajikan oleh pramugari maskapai, salah satunya karena tekanan pada kabin pada pesawat modern sudah lebih baik.

Tekanan kabin pesawat adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan dalam layanan penerbangan, termasuk pemberian permen kepada penumpang. Tekanan kabin adalah tekanan udara yang diatur di dalam pesawat untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi penumpang selama penerbangan.

Namun, perubahan dalam tekanan kabin mungkin bukan satu-satunya alasan mengapa pramugari mungkin tidak lagi memberikan permen kepada penumpang.

Meskipun peningkatan dalam teknologi dan desain pesawat telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam kenyamanan dan pengalaman penerbangan, faktor-faktor lain seperti kebijakan maskapai, preferensi penumpang, pertimbangan kesehatan, dan efisiensi pelayanan juga dapat mempengaruhi keputusan mengenai pemberian permen atau makanan lainnya kepada penumpang.

Baca juga: Mengunyah Permen Karet Dapat Redakan Dengungan di Pesawat, Kok Bisa?

Seorang awak kabin senior dari sebuah maskapai papan atas nasional menyebutkan, bahwa pemberian permen tidak lagi dilakukan karena umumnya penumpang saat ini sudah terbiasa membawa permen sendiri.

Meski diakuinya, kadang penumpang mengambil terlalu banyak permen. Walau tidak disajikan, umumnya awak kabin menyiapakan stok permen bila ada penumpang yang meminta.

Garuda Indonesia Kedatangan Boeing 737-800NG PK-GUA, Sebelumnya Milik Oman Air

Garuda Indonesia pada Jumat (4/8) resmi menerima 1 (satu) pesawat tambahan jenis Boeing 737-800NG, yang merupakan bagian dari rencana penambahan armada Garuda Indonesia yaitu sebanyak total 5 unit pesawat narrow body di tahun 2023, dalam rangka mengoptimalkan tren peningkatan trafik penumpang dengan memperkuat jumlah armada yang dioperasikan seiring dengan meningkatnya aktivitas bepergian masyarakat pasca pandemi.

Baca juga: Garuda Indonesia Uji Coba Penggunaan Bioavtur di Pesawat Boeing 737-800NG

Pesawat dengan nomer registrasi PK-GUA tiba di Terminal 3 – Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 19.50 WIB Jumat (4/8), setelah sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Internasional Istanbul Sabiha Gökçen, Turki pada Kamis (3/8) pukul 08.40 LT kemudian tiba di Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel pukul 17.45 LT. Penerbangan tersebut kembali dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (4/8) pukul 10.15 LT untuk menuju Jakarta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, “Ketibaan satu pesawat Boeing 737-800NG ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia pasca restrukturisasi untuk terus bergerak menjadi entitas bisnis yang jauh lebih sehat dan adaptif, seiring dengan aktivitas perjalanan udara masyarakat yang berangsur-angsur kembali pulih ke situasi pre pandemi.”

“Rencana ke lima pesawat ini nantinya akan menunjang optimalisasi pertumbuhan frekuensi penerbangan Garuda baik rute domestik maupun internasional di sepanjang tahun 2023, khususnya rute-rute dengan capaian positif. Termasuk, untuk mendukung berbagai gelaran nasional maupun internasional di berbagai destinasi Indonesia yang membutuhkan dukungan aksesibilitas transportasi udara yang aman dan nyaman,” jelas Irfan.

Saat masih dioperasikan Oman Air dengan nomer registrasi A4O-BV.

“Masih di bulan ini, Garuda Indonesia juga direncanakan akan kembali menerima pesawat Boeing 737-800NG sebagai pesawat kedua yang tiba di Jakarta untuk masuk ke proses painting livery di GMF AeroAsia sebelum secara resmi beroperasi. Dengan hadirnya kedua pesawat tersebut, maka saat ini kekuatan armada Boeing 737-800NG Garuda Indonesia yakni sebanyak 39 armada. Sementara untuk 2 pesawat berikutnya diproyeksikan akan tiba sekitar di akhir Kuartal III tahun 2023 mendatang.”

Baca juga: Garuda Indonesia Rilis Boeing 737-800NG dengan Masker “Indonesia Pride”

Tentang Boeing 737-800NG PK-GUA yang baru saja memperkuat armada Garuda Indonesia, bukanlah pesawat baru. Sebelumnya pesawat tersebut dioperasikan oleh Oman Air dengan nomer registrasi A4O-BV, yang mana pesawat diterima dari Boeing pada tahun 2014.

Gunakan Boeing 777-300ER, Garuda Indonesia Mulai Layani Penerbangan Umrah dari Bandara Kertajati

Setelah sebelumnya membuka rute penerbangan langsung dari Banda Aceh ke Timur Tengah, Garuda Indonesia pada hari Minggu (6/8) kembali meresmikan layanan penerbangan langsung ke Tanah Suci dari Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Penerbangan langsung tersebut dilayani melalui rute penerbangan Kertajati – Jeddah pp dan dioperasikan dengan Boeing 777-300ER.

Baca juga: Mulai Agustus, Garuda Indonesia Perluas Jaringan Rute Umrah dari 5 Kota Besar

Pada penerbangan perdana tersebut Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 370 calon jemaah ke Jeddah. Penerbangan Kertajati-Jeddah pp dilayani 1 (satu) kali setiap minggunya yaitu pada hari Minggu dan dioperasikan dengan GA 902 yang diberangkatkan dari bandara internasional Kertajati pada pukul 11.40 WIB dan tiba di bandara internasional King Abdul Aziz pada pukul 17.30 LT.

Sementara itu penerbangan dari Jeddah ke Kertajati akan dilayani dengan GA 903 dan akan diberangkatkan dari bandara internasional King Abdul Aziz pada pukul 19.30 LT dan akan tiba di bandara internasional Kertajati pada pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Garuda Indonesia Luncurkan Paket Umrah 4 Hari Rp 24 Jutaan

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pembukaan rute penerbangan langsung ke Tanah Suci dari Kertajati ini tidak hanya merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam menghadirkan penerbangan langsung menuju Tanah Suci bagi masyarakat Jawa Barat, namun juga merupakan bentuk dukungan Perusahaan terhadap pengembangan bandara Kertajati sebagai hub penerbangan di Jawa Barat.