Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Sumber: liberation.fr

Ingatkah Anda tentang salah satu adegan yang ada di film Mission Impossible I dimana ketika Ethan Hunt (Tom Cruise) meledakkan sebuah helikopter yang berisikan musuhnya di dalam sebuah terowongan? Mungkin sebagian dari Anda berpikir lokasi pengambilan gambar pada adegan tersebut hanyalah studio green screen yang sebenarnya terowongan tersebut tidaklah nyata. Namun persepsi Anda salah besar, mengingat lokasi pengambilan gambar tersebut berada di sebuah terowongan rel kedua terpanjang di dunia setelah Terowongan Seikan yang berada di Jepang, Ya, Terowongan Channel atau Channel Tunnel.

Baca Juga: Terbengkalai, Terowongan Kereta Ini Disulap Jadi Kolam Renang

Terowongan yang membentang sejauh 50 km ini menghubungkan Cheriton, Kent, di selatan Britania Raya, dan Coquelles, Calais di utara Perancis. Sepintas, terowongan ini terdengar biasa saja, tapi bagaimana jika 39 dari 50km terowongan ini berada di bawah sebuah selat? Terowongan yang kerap kali disebut Chunnel (Channel Tunnel) ini dioperasikan oleh Eurotunnel, EuroStar, dan DB Schenker Rail asal Inggris.

Ide awal dari pembuatan terowongan ini mulai muncul ke permukaan sejak dua abad lalu, namun baru di realisasikan pada 1987. Pembangunan terowongan ini melibatkan sekitar 15.000 orang yang dilakukan dengan cara mengeruk kedua ujungnya secara terus menerus. Menggali terowongannya pun menggunakan peralatan yang sangat besar yaitu Tunnel Boring Machine (TBM) yang memiliki kombinasi fungsi alat-alat berat antara lain seperti mesin bor dan mesin pengeruk. Dalam proses penggaliannya, terowongan ini mengerahkan  11 TBM untuk melubangi kulit ari bumi. Pembagiannya adalah, enam TBM dari sisi Inggris (tiga dibawah air dan tiga dibawah tanah) dan lima TBM lainnya dari sisi Perancis (tiga dibawah laut dan dua dibawah tanah). Desain TBM ini dianggap unik karena menggunakan teknologi yang berkombinasi sehingga dapat digunakan pada kondisi tanah yang halus dibawah air maupun kondisi batuan yang keras.

Konstruksi Channel Tunnel. Sumber: bechtel.com

Namun, adapula salah satu tujuan ekonomis dibalik pembangunan terowongan prestisius ini adalah untuk menghubungkan daratan Eropa dengan Inggris yang akan menyediakan sarana dan prasarana transportasi yang memiliki kapasitas angkut besar dengan waktu tempuh yang relatif cepat sebagai dampak dari ditetapkannya Masyarakat Ekonomi Eropa pada tahun 1956 silam.

Baca Juga: Norwegia Curi Perhatian, Bangun Terowongan Kapal Pertama di Dunia

Secara keseluruhan, terdapat tiga tunnel yang ada di Channel Tunnel. Dua tunnel ukuran besar dilengkapi rel dengan diameter 7,6 meter dan jarak antara kedua tunnel kurang lebih sekitar 30 meter. Diantara kedua tunnel besar tersebut terdapat sebuah tunnel kecil dengan diameter 4,8 meter yang didesain untuk sistem pengendalian dan servis. Sedangkan, kedalaman dari tunnel ini kurang lebih sekitar 45 meter di bawah dasar laut.

Namun, dibalik spektakulernya terowongan senilai 4.650 miliar poundsterling pada masa itu, terdapat cerita kelam dibalik sejarah pembangunan terowongan ini. Dari sekian banyak pegawai pengeboran terowongan ini, kurang lebih ada 10 orang yang meninggal saat proses pembangunan yang berlangsung dari tahun 1987 hingga 1993 itu. Delapan dari jumlah korban meninggal tersebut merupakan warga Negara Inggris. Entah suatu kebetulan atau merupakan dampak dari pola kerja yang terlalu diforsir, hampir semua korban tewas dalam pembangunan terowongan ini meninggal pada bulan pertama proses pengerjaan.

Baca Juga: Bertha, Mesin Bor Raksasa Yang Pernah Terperangkap di Bawah Tanah Seattle

Anda membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit untuk berjalan melewati Channel Tunnel. Selama perjalanan di dalam, mungkin beberapa dari Anda akan mengalami sesak napas karena pasokan oksigen di dalam terowongan terbatas dan akhirnya menyebabkan napas Anda akan sedikit sesak napas.

Terowongan Channel tidak hanya digunakan untuk transportasi kereta penumpang, kereta barang (kargo) juga melintasi jalur ini, salah satunya kereta barang yang baru-baru ini melayani Yiwu, Cina ke London, Inggris. Sebelum memasuki tunnel, rangkaian kereta barang yang tadinya ditarik lokomotif diesel, diganti menggunakan lokomotif listrik.

Baca juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari!