10 Desember 2023, Penerbangan Vietjet Rute Jakarta-Hanoi Resmi Dibuka

Setelah sukses membuka rute penerbangan langsung antara Jakarta dan Ho Chi Minh pada bulan Agustus 2023 lalu, Vietjet kini resmi membuka rute langsung terbarunya yang menjembatani keindahan budaya Hanoi dengan kehidupan penuh warna di Jakarta. Penerbangan perdana yang bersejarah pada tanggal 10 Desember 2023 mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya layanan langsung antara dua destinasi yang mempesona ini.

Baca juga: Kham Thien Street, Sebuah Cerita dari Pemukiman Pinggir Rel di Vietnam

Rute penerbangan Jakarta-Hanoi akan beroperasi dengan jadwal empat kali pulang-pergi setiap minggu, yaitu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Penerbangan dari Jakarta ke Hanoi, dengan durasi perjalanan sekitar 4 jam 20 menit, akan berangkat pukul 14.00 dan tiba di Hanoi pukul 18.15. Sementara itu, penerbangan kembali dari Hanoi akan berangkat pukul 08.40 dan mendarat di Jakarta pukul 13.00 (waktu setempat).

Sebagai penerbangan langsung keempat antara kedua negara, pembukaan rute langsung Jakarta – Hanoi ini menandai peningkatan signifikan dalam jaringan penerbangan Vietjet yang terus berkembang.

Baca juga: Hanoi Operasikan Jalur Kereta Api Perkotaan Untuk Kurangi Kemacetan

Untuk merayakan pencapaian ini sekaligus menyambut datangnya musim liburan, Vietjet menawarkan jutaan tiket dengan harga mulai Rp0/sekali jalan atau Rp900.000/sekali jalan, termasuk pajak dan biaya lainnya. Penawaran menarik ini berlaku untuk periode penerbangan mulai 5 Januari 2024 hingga 31 Oktober 2024.

Airbus Flight Academy Mulai Gunakan Pesawat Latih Elixir yang Lebih Hemat Bahan Bakar

Ada yang unik dari Airbus, yakni manufaktur dirgantara dari Eropa ini ternyata juga mempunyai sekolah penerbang, yakni Airbus Flight Academy Europe, yang 100 persen merupakan anak perusahaan Airbus menyediakan pelatihan bagi pilot sipil dan militer. Dan terkait Airbus Flight Academy, ada kabar bahwa sekolah penerbang itu telah menerima gelombang pertama pesawat latih Elixir yang lebih hemat bahan bakar dan lebih senyap sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutannya.

Baca juga: Airbus Buka Kursus Pelatihan Drone untuk Usia 18 – 65 Tahun

Empat pesawat pertama, dari total delapan pesawat yang akan dikirimkan, dilengkapi dengan kokpit yang dirancang khusus untuk Airbus Flight Academy, termasuk dua Electronic Flight Instrument Systems (EFIS) untuk mempersiapkan pilot kadet menghadapi teknologi pesawat komersial tercanggih saat ini.

Airbus Flight Academy Europe didirikan pada tahun 2006 untuk menyediakan fasilitas dan layanan pelatihan guna mendukung pelatihan awal, dasar, dan lanjutan bagi pilot sipil dan militer. Airbus Flight Academy Europe telah mengembangkan kemampuan pelatihan pilotnya sendiri dan telah menyelenggarakan Program Pelatihan Kadet Pilot Airbus sejak tahun 2019.

Terletak di Angoulême, barat daya Perancis, pusat pelatihan ini menawarkan semua fasilitas dan aset pelatihan yang diperlukan untuk memberikan kondisi pelatihan terbaik untuk taruna kita.

Program Pelatihan Kadet Pilot Airbus terbuka untuk lulusan sekolah menengah atas berusia di atas 18 tahun di seluruh dunia. Kandidat akan menjalani tes penyaringan online dan di tempat sebelum memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan yang mencakup 800+ jam sekolah dasar, dan 200 jam pelatihan praktik (penerbangan dan simulator). Sekitar 80 taruna dilatih di Airbus Flight Academy Europe setiap tahunnya.

Baca juga: Cessna 172 Skyhawk, Pesawat Latih Terpopuler Sejagad, Pencetak Berjuta Pilot

Airbus Flight Academy Europe memiliki armada Diamond DA42, Cirrus SR20, Grob 120 A-F dan sekarang empat pesawat Elixir, semuanya didedikasikan untuk pelatihan kadet. Selain itu, Airbus Flight Academy Europe mengoperasikan armada dua simulator berkualifikasi FNPT II di lokasi dan lokasi pelanggannya untuk menawarkan solusi pelatihan terbaik bagi siswa pilot.

Gegara Promo Tarif, LRT Jabodebek Kebanjiran Penumpang

LRT Jabodebek mencatat terjadinya peningkatan jumlah pengguna jasa pasca penambahan perjalanan serta penerapan tarif promo off peak hour. Pada periode 1 s.d 7 Desember 2023 LRT Jabodebek telah melayani 218.607 pengguna, jumlah tersebut naik 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama bulan lalu sebanyak 198.558 pengguna.

Baca juga: Sambut Nataru 2024, Promo Tarif Baru LRT Jabodebek Jadi Rp3 – 10 Ribu, Headway 7-15 Menit

Manager Public Relations Mahendro Trang Bawono mengungkapkan peningkatan ini dipengaruhi faktor penambahan jumlah perjalanan dan penerapan tarif promo terbaru. Peningkatan jumlah pengguna ini tentunya juga tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi dengan Pemerintah melalui DJKA sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal.

“Kami mengapresiasi pelanggan yang telah menggunakan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi untuk bermobilisasi sehari-hari. Peningkatan ini dapat diartikan sebagai tanggapan positif serta menunjukkan minat dan peningkatan kepercayaan terhadap layanan LRT Jabodebek,” ujar Mahendro.

Baca juga: Catat! di Luar Peak Hour Jam 10.00-15.00, Headway LRT Jabodebek per 1 Jam

LRT Jabodebek tetap berkomitmen untuk menjunjung standar pelayanan dan keselamatan tertinggi bagi pengguna sehingga semakin banyaknya masyarakat yang terbantu dengan hadirnya LRT Jabodebek sebagai transportasi publik.

“Prioritas kami adalah secara konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan, KAI yang dipercaya sebagai operator LRT Jabodebek oleh pemerintah akan menjaga momentum ini dengan meningkatkan layanan kami dan mengoptimalkan pengalaman perjalanan bagi pelanggan,” tutup Mahendro.

Bandara Dhoho Kediri Memasuki Tahap Kalibrasi, Target Beroperasi Komersial Awal Tahun 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (8/12), meninjau kesiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri jelang beroperasi secara komersial pada awal tahun 2024. Menhub menyaksikan langsung proses kalibrasi bandara yang tengah dilakukan Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara.

Baca juga: Gandeng Gudang Garam, PT Angkasa Pura I Bangun Bandara “Dhoho” di Kediri

“Kalibrasi adalah tahap awal dari assesment suatu bandara, yang akan dilanjutkan dengan sejumlah assessment lainnya terkait keselamatan dan keamanan penerbangan,” tutur Menhub.

Menhub menjelaskan, pada minggu depan akan dilakukan pra operasi Bandara Dhoho dengan mengadakan tes take off landing beberapa pesawat. “Setelah seluruh assessment selesai, kami akan mengeluarkan rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh pihak pengelola bandara,” ucapnya.

Setelah semua rekomendasi ditindaklanjuti, langkah selanjutnya adalah pengajuan dari pihak maskapai untuk melayani penerbangan dari dan ke Bandara Dhoho. Kemudian, akan ditetapkan maskapai serta rutenya oleh Kemenhub. “Bandara Dhoho ditargetkan bisa beroperasi secara komersial pada akhir Januari atau Februari 2024,” tutur Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengharapkan peran aktif pemerintah daerah di Kediri untuk turut mempromosikan keberadaan Bandara Dhoho. Menhub meyakini Bandara Dhoho akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kediri.

“Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia dan memang dibutuhkan bandara yang ada di sisi selatan. Apa yang dibangun ini sangat signifikan, dengan runway sepanjang 3300 meter dan lebar 45 meter yang dapat didarati segala jenis pesawat,” ujar Menhub.

Bandara ini juga potensial untuk melayani penerbangan umroh dan haji. “Kami sudah akan memberikan izin penerbangan umroh haji di bandara ini, Di sekitar bandara ini juga sudah memiliki fasilitas penunjang seperti, hotel dan fasilitas lainnya,” kata Menhub.

Kemudian, Menhub memberikan apresiasi kepada PT Surya Dhoho Investama (SDHI), anak usaha dari PT Gudang Garam, yang telah berinvestasi untuk membangun Bandara Dhoho Kediri, dengan total investasi mencapai Rp 13 Triliun.

“Ini adalah proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited (pemrakarsa dan pendanaan dari pihak swasta/non APBN) pertama di Indonesia, yang dari awal kita desain bersama-sama sampai selesai. Ini adalah satu contoh bahwa Indonesia memiliki pihak swasta yang punya komitmen untuk membangun konektivitas di Indonesia. Ini juga bisa jadi contoh swasta yang lain untuk berinvestasi di bandara,” tutupnya.

Baca juga: Di Tahun ini, PT Angkasa Pura I Tuntaskan Pengembangan Empat Bandara, Salah Satunya Tunjang MotoGP 2021

Pada tahap awal, saat ini Bandara Dhoho memiliki kapasitas terminal 1,5 juta/tahun. Pembangunan tahap 2, kapasitas akan meningkat mencapai 4,5 juta penumpang/tahun, dan kapasitas ultimate mencapai 10 juta penumpang/tahun. Nantinya, Bandara ini akan dikelola oleh PT Angkasa Pura I (AP I).

Turut menghadiri kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Maria Kristi Endah, Direktur PT SDHI Maksin Arisandi, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Cathay Group Borong Enam Unit Pesawat Kargo Airbus A350F, Mampu Bawa Payload 111 Ton

Cathay Group dari Hong Kong menjadi maskapai terbaru yang memesan A350F, menyusul penandatanganan perjanjian pembelian enam pesawat. A350F akan bergabung dengan divisi kargo maskapai ini, Cathay Cargo, dan akan menjadi elemen sentral dalam armada masa depannya, sehingga menghadirkan tingkat efisiensi baru di seluruh jaringan luasnya.

Baca juga: Emirates Bukukan Pesanan 65 Unit Airbus A350-900, Spesial untuk Penerbangan 15 Jam dari Dubai

Saat ini dalam pengembangan, A350F dapat membawa muatan hingga 111 ton dan dapat terbang hingga 4.700 mil laut/8.700 kilometer dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan kapal barang lain yang tersedia saat ini. Hal ini akan memungkinkannya melayani semua pasar kargo berat, termasuk rute pengangkutan terbesar di dunia antara Hong Kong dan Anchorage.

Chief Executive Officer Cathay Group Ronald Lam berkata: “Saat kita memasuki tahun 2024, perjalanan pembangunan kembali kami mendapatkan momentum. Urutan ini menandai komponen penting lainnya dalam investasi kami untuk masa depan. Hal ini mencerminkan kepercayaan Cathay terhadap hub Hong Kong seiring kami menantikan peluang yang diberikan oleh Sistem Tiga Landasan Pacu.”

“Pesawat kargo generasi mendatang yang sangat hemat bahan bakar ini akan memberikan tambahan kapasitas kargo yang penting, memperluas jaringan global kami, dan berkontribusi terhadap tujuan kepemimpinan keberlanjutan kami.”

Christian Scherer, Chief Commercial Officer dan Head of International Airbus mengatakan: “Ada standar baru di bidang kargo dan kami bersyukur bahwa operator kargo udara global yang cerdas seperti Cathay telah bergabung dengan semakin banyak pemain referensi di bidang angkutan udara. industri memilih A350F.”

“Pesawat ini akan cocok dengan armada penumpang A350 Cathay yang sudah ada, sekaligus menurunkan biaya pengoperasian ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar kargo yang semakin kompetitif. Pada saat yang sama, hal ini akan menghasilkan pengurangan emisi karbon yang sangat signifikan dan berkontribusi langsung terhadap tujuan keberlanjutan.”

Ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent-XWB97 berteknologi terkini, pesawat ini akan menghasilkan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon hingga 40% jika dibandingkan dengan 747F versi lama dan setidaknya 20% lebih efisien dibandingkan pesaingnya.

A350F memiliki pintu kargo dek utama terbesar di industri, dengan panjang badan pesawat dan kapasitas yang dioptimalkan sesuai standar palet dan kontainer industri. Lebih dari 70% badan pesawat terbuat dari bahan-bahan canggih, sehingga menghasilkan bobot lepas landas 46 ton lebih ringan dibandingkan turunan pesaingnya. A350F juga merupakan satu-satunya pesawat kargo yang akan sepenuhnya memenuhi standar peningkatan emisi CO₂ ICAO, yang mulai berlaku pada tahun 2027.

Air France-KLM dan Airbus Bentuk Joint Venture untuk Produksi Komponen A350

Sebagai bagian dari keluarga pesawat berbadan lebar paling modern di dunia, A350F juga menawarkan tingkat kesamaan yang tinggi dengan pesawat penumpang A350, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi maskapai penerbangan yang sudah menerbangkan model dari keluarga tersebut.

Cathay sudah menjadi salah satu operator A350 terbesar, dengan armada saat ini sebanyak 47 pesawat. Ini termasuk A350-900 dan A350-1000, yang terutama dioperasikan pada jaringan rute jarak jauh milik maskapai tersebut.

Depo Lokomotif Tanah Abang, Primadona Lokomotif Diesel Hidrolik di Zamannya

Yang suka bepergian naik KRL turun di Stasiun Tanah Abang, pasti mengetahui dengan depo lokomotif yang satu ini. Ya, Depo Lokomotif Tanah Abang yang berdekatan dengan stasiunnya ini masih terlihat ramai hingga kini, meski wilayah PT Kereta Api Indonesia Daop 1 sudah memiliki depo lokomotf paling besar dan luas berada di area Cipinang saat ini.

Depo Lokomotif Tanah Abang masih sibuk dengan aktifitasnya untuk pengecekan, perawatan bahkan perbaikan kecil untuk lokomotif yang singgah. Tak hanya lokomotif, depo ini kerap kali dijuluki sebagai depo kereta penting. Tak heran beberapa rangkaian kereta istimewa juga bertengger disini, seperti Kereta Istimewa, Kereta Inspeksi, dan tentu saja Kereta Penolong.

Cara Mudah Pelajari Kodefikasi Batas Kecepatan Kereta Api

Selain itu Depo Lokomotif Tanah Abang juga digadang – gadang sebagai rumah singgahnya Lokomotif Diesel Hidrolik (DH). Tepat sekali, dahulu depo ini didominasi dengan lokomotif bermesin DH ketimbang Elektrik seperti saat ini dengan seri CC.

Lokomotif dengan tipe mesin DH ini sempat memiliki koleksi seri BB 300, BB 303, BB 304, BB 306, dan D 301. Bahkan ada pula sebagai lokomotif DH dikenal denga usianya yang cukup tua yaitu C 300. Berdasarkan data koleksi lokomotif saat itu berjumlah 19 buah. Rangkaian yang ditarik lokomotif ini pun beragam. Namun biasanya lokomotif DH menarik rangkaian penumpang yaitu KA Lokal Rangkasbitung dan KA Lokal Merak. Bahkan saking masih kuatnya, lokomotif DH ini pernah menarik rangkaian batu bara rute Cigading – Bekasi pp.

Perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Tanah Abang kini relatif lebih bagus. Sudah cukup banyak lokomotif saat ini yang singgah di depo. Rangkaian yang ditarik pun tak hanya wilayah Daop 1 saja, melainkan bisa mencapai berbagai kota di Pulau Jawa.

Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok

Namun, ikonik lokomotif yang keluar dari Depo Lokomotif Tanah Abang lebih dominan angkutan kereta barang, seperti angkutan semen, petikemas, dan tentu saja batu bara. Kru yang bertugas pun sudah siap dari mess atau tempat tinggal sementara di samping depo. Meski wilayah depo tidak terlalu luas, dan tidak memiliki turntable, namun tetap aktif perawatan selama 24 jam demi prioritas utama.

PRAS – Cinta Kereta Api

Melawan Lupa! Hanggar Narrow Body Terbesar di Dunia Ada di Indonesia

Mungkin masih lekat di ingatan Anda tentang hanggar narrow body terbesar di dunia yang ternyata berada di Indonesia. Ya, bergerak di bawah naungan PT GMF AeroAsia milik Garuda Indonesia, hanggar yang berlokasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Cengkareng ini didaulat sebagai hanggar narrow body terbesar yang mengadopsi tipe Butterfly – dimana struktur bangunan ini sendiri terbagi ke dalam tiga bagian; dua wings dan area perkantoran serta workshop pada bagian tengahnya.

“Konsep ini berangkat dari keinginan untuk memiliki Hangar berstandar internasional dengan desain yang kreatif. Selain itu, dari sisi operasional juga dipandang lebih efektif karena movement pesawat lebih flexible,” kata Direktur Utama GMF, Richard Budihadianto, dikutip KabarPenumpang.com dari laman garuda-indonesia.com.

Ini Dia Lima Hanggar Terbesar di Dunia, Hampir Semuanya Ada di Amerika Serikat

Tidak hanya memiliki desain yang unik, Hanggar 4 ini juga disebut-sebut menerapkan konsep ramah lingkungan. “Ini (Hanggar 4) merupakan bentuk kepedulian GMF terhadap bumi. Konsep ini diwujudkan dalam konstruksi khusus pada bagian-bagian Hanggar 4, salah satunya adalah skylight pada atap dan kaca panasap pada sisi samping hangar untuk memaksimalkan pencahayaan,” lanjut Richard. “Kami berharap kedepannya Hangar 4 ini mendapat Sertifikasi Green Building oleh Green Building Council Indonesia, dan diikuti oleh sertifikasi internasional,” tambahnya.

Dibangun sejak Januari 2013 dan rampung pada Septermber 2015, Hanggar 4 ini sendiri berdiri di atas lahan seluas 67.022 meter persegi dengan 64.000 meter persegi area produksi dan 17.600 meter persegi area perkantoran. Adapun area hanggar ini mampu mengakomodir sebanyak 16 pesawat narrow body secara paralel yang meliputi pekerjaan perawatan ringan maupun berat, modifikasi winglet, perbaikan struktur, modifikasi interior pesawat, pengecatan dan perawatan lainnya.

Dengan rampungnya Hanggar 4 ini, maka PT GMF AeroAsia secara resmi menggusur Turkish Technic di negara Turki yang sebelumnya menyandang predikat sebagai hanggar narrow body terbesar di dunia.

Lebih lanjut, Richard mengatakan pembangunan Hanggar 4 ini sendiri dilatarbelakangi oleh dukungan GMF terhadap program Quantum Leap Garuda yang akan mengoperasikan pesawat narrow body, regional jet dan pesawat turboprop sebanyak 241 pesawat yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Citilink di tahun 2020, “dan menangkap pasar perawatan pesawat narrow body di domestik dan regional Asia Pasifik yang akan menjadi pemimpin pasar perawatan pesawat terbesar untuk lima tahun ke depan,” tambah Richard.

Baca Juga: DC-9/MD-80, Pesawat Penumpang yang Mampu Melakukan Self-Pusback!

Kendati memiliki bentuk yang hampir sama, namun sebenarnya hanggar terbagi ke dalam beberapa jenis tergantung dari fungsinya – Hanggar 4 GMF merupakan hanggar maintenance yang ditujukan untuk melakukan perawatan terhadap pesawat. Berbeda dengan hanggar yang dimiliki oleh PT Dirgantara Indonesia yang ditujukan untuk merakit/memproduksi pesawat dan beragam alutsista.

Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Pernahkah Anda melihat gerobak yang berjalan di atas rel saat Anda menyambangi salah satu pabrik gula terbesar di Yogyakarta, Madukismo? Ya, Lori merupakan salah satu alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut tebu saat musim giling tiba.

Apabila kita mengacu kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi dari kata Lori itu adalah gerobak yang berjalan di atas rel. Memang, bentuk dari Lori ini seperti kerangka gerbong kereta tanpa atap yang memiliki tiang penyekat pada bagian sisinya. Lori ditarik oleh sebuah lokomotif. Bentuk dari Lori inilah yang memudahkan petani untuk mengangkut tebu ke pabrik gula.

Dibangun Tahun 1897, Jalur Kereta Lori Pertama di Indonesia Hubungkan Manggarai-Pulomas

Pada era 90-an, khususnya di daerah Yogyakarta, masih banyak lori yang dapat kita jumpai di daerah Madukismo. Lori-lori ini, dulunya, biasa digunakan untuk mengangkut hasil panen dari perkebunan tebu di seluruh daerah sekitaran Yogyakarta menuju pabrik gula Madukismo. Keberadaan Lori di Yogyakarta mulai tersisihkan karena perkembangan jaman. Pabrik gula lebih memilih untuk menggunakan truk sebagai alat pengangkut tebu ketimbang Lori. Perkembangan jaman seperti inilah yang membuat popularitas Lori mulai menurun.

Namun, dibalik merosotnya nama lori sebagai alat pengangkut tebu, masyarakat Yogyakarta kemudian mengalih-fungsikan Lori sebagai salah satu fasilitas wisata edukasi di kawasan pabrik gula Madukismo. Tentu saja Lori yang digunakan bentuknya tidak seperti pada jaman dulu. Sudah banyak perubahan pada kereta tebu ini, seperti gerbong yang didesain sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat duduk nyaman selama melakukan tur ini. Pabrik gula Madukismo sendiri berada Padokan, Tirtonirmolo, Bantul, Yogyakarta.

Lain Yogyakarta lain pula dengan Ibu Kota. Keberadaan Lori di Ibu Kota merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh masyarakat di seputaran Kampung Bandan. Di wilayah yang padat penduduk ini terdapat rel yang menghubungkan Stasiun Tanjung Priok dan Stasiun Kota. Namun sayangnya jalur ini sudah tidak terpakai. Melihat sarana yang mulai terbengkalai ini, warga Kampung Bandan kemudian menciptakan suatu alat transportasi yang murah meriah. Mereka membangun Lori yang memiliki kapasitas 4 hingga 6 penumpang.

Lori di Kampung Bandan digunakan untuk mengangkut penumpang. Sumber: antarafoto.com
Lori di Kampung Bandan digunakan untuk mengangkut penumpang. Sumber: antarafoto.com

Tanpa melenceng dari definisinya di KBBI, Lori di sini berbentuk seperti gerobak yang terbuat dari susunan kayu yang berjalan di atas sebuah rel. roda yang digunakan adalah roda besi yang memungkinkan Lori untuk berjalan di atas rel terbengkalai ini. Sebelum menjadi sebuah alat transportasi, Lori digunakan untuk mengangkut drum air untuk keperluan warga sekitar sehari-hari. Namun lama kelamaan, Lori beralih fungsi untuk alat transportasi warga sekitar.

Vintage Livery, Lori Dresin pun Tak Mau Kalah

Selain memudahkan warga sekitar, keberadaan Lori di sini pun digunakan oleh warga sebagai salah satu peluang untuk mencari nafkah. Dengan tarif yang bisa terbilang murah, warga sekitar lebih memilih untuk naik Lori daripada naik ojek. Dengan tarif terjauh (Pangkalan Lori yang tidak jauh dari stasiun Kota) menuju Pasar Nalo sebesar Rp 15.000, dan tarif terdekat sebesar Rp 5.000, penumpang masih bisa menawar harga tersebut. Hal inilah yang membuat Lori menjadi pilihan bagi warga sekitar.

Berbeda dengan Lori yang berada di Yogyakarta, Lori di Kampung Bandan ini didorong menggunakan tenaga manusia, jadi siapa saja yang mendorong Lori ini, akan mendapat upah dari jerih payahnya mendorong kereta yang sudah beralih-fungsi ini.

Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran

Terowongan Wilhelmina, terowongan yang diambil dari nama Ratu Belanda Wilhelmina Helena Pauline Maria. Terowongan ini merupakan terowongan kereta api terpanjang yang ada di Indonesia dengan panjang 1.116 meter. Terowongan ini dibangun oleh perusahaan kereta api zaman Belanda bernama Staats Spoorwegen (SS) tahun 1914 lalu dan mulai digunakan sejak 1 Januari 1924.

Baca juga: KA Pangandaran, Kereta yang Tak Sampai Stasiun Pangandaran

Terowongan ini merupakan salah satu terowongan kereta api jurusan jurusan Pangandaran dari Banjar- Cijulang sepanjang 82 km. Pada masa kejayaannya, terowongan Wilhelmina ini sempat disebut terowongan Sumber. Namun sebutan itu hilang termakan waktu karena jalur kereta Banjar-Cijulang berhenti beroperasi akibat biaya operasional dan sedikitnya pemasukan dari para penumpang kereta api di jalur itu.

Dalam pengerjaannya yang hanya selama empat tahun itu mengisahkan banyak cerita dibalik pembangunannya. Pada 1916, penggalian sempat terhenti karena tidak ada tenaga ahli yang mau melanjutkan pekerjaan untuk pembangunan terowongan Wilhelmina ini. Alasannya adalah jalur dan medan yang dilalui sangat sulit, pekerja banyak yang meninggal karena tiba-tiba sakit. Namun Staats Spoorwegen tetap melanjutkan pembangunan jalur ini.

Dinas Pariwisata kabupaten Pangandaran
Dinas Pariwisata kabupaten Pangandaran

Hal ini dikarenakan jalur ini sangat penting untuk mengangkut hasil bumi berupa kopra/kelapa yang berlimpah pada daerah tersebut. Tak hanya itu, awal pembangunan jalur kereta api Banjar – Cijulang ini melatar belakangi kepentingan ekonomi karena banyaknya perkebunan disekitar daerah itu dan sangat memerlukan transportasi yang memadai untuk pengangkutan.

Hingga akhirnya keberadaan jalur kereta api ini menjadi bagian kehidupan di wilayah Kabupaten Ciamis khususnya Banjar dan Cijulang hingga tahun 1980-an. Terowongan Wilhelmina, berbentuk lurus dan panjang, hingga Anda bisa melihat ujung yang satu dari ujung lainnya di terowongan tersebut berupa setitik cahaya.

Terkadang, Anda mungkin tak membayangkan berapa banyak pekerja untuk membangun dengan memahat batuan keras sepanjang satu kilometer lebih ini. Terowongan ini gelap dan dan panjang, sedikit seram karena cahaya yang ada memang sangat sedikit atau benar-benar tak ada cahaya sama sekali kecuali setitik cahaya dari ujung terowongan satunya. Selain melewati terowongan Wilhelmina, jalur ini pun melalui jembatan layang yang tinggi sebagai penopang jalur terowongan ini.

Baca juga: KA Pangandaran Beroperasi, Kini Jakarta-Banjar Jadi Lebih Mudah

Dua tahun lalu, dilansir dari kompas.com (21/42014), saat kampanye calon gubernur, bupati hingga anggota legislatif pada tahun itu berjanji akan membuka jalur kereta api yang eksotis tersebut. Hal itu sempat didengar oleh masyarakat sekitar terowongan Wilhelmina yang berada di Desa Sumber, Pangandaran, namun hal itu hanya sekedar janji dan tak terealisasikan hingga kini.

Jalur yang dulunya sibuki, kini hanya tersisa peninggalan sejarah. Terowongan gelap, rel-rel yang telah hilang, air yang rembes masuk dalam terowongan hingga dipenuhi semak belukar akibat tak terurus. Padahal, terowongan ini menjadi salah satu bukti sejarah adanya jalur kereta api Banjar – Pangandaran – Cijulang. Tak hanya menjadi bukti sejarah, terowongan Wilhelmina juga bisa dimanfaatkan menjadi tempat wisata karena alam di sekitarnya sangat indah.

Ikuti Aturannya, Laptop Aman Digunakan Dalam Penerbangan

Bepergian menggunakan pesawat baik dalam perjalanan bisnis atau hanya sekedar jalan-jalan memang banyak aturannya. Salah satu aturannya adalah pelarangan menggunakan laptop di dalam pesawat yang sedang mengudara. Selain itu, pemeriksaan laptop yang ketat saat dibandara juga sangat merepotkan, namun untuk memudahkan semuanya ada baiknya Anda mengikuti peraturan yang berlaku.

Baca juga: Pengakuan Seorang Hacker: Bisa Jatuhkan Pesawat Penumpang dari Kamar Tidur

Masih ingin menggunakan laptop saat didalam pesawat yang tengah mengudara? Berikut ada beberapa tips yang dilansir dari dummies.com agar Anda bisa menggunakan laptop dalam penerbangan.

wonderliv
wonderliv

Masukkan laptop dalam tas jinjing
Dengan menggunakan tas jinjing akan memudahkan Anda saat pemeriksaan di bandara. Anda jaddi tidak dua kali mengeluarkan laptop dari tas dan dari tas jinjingnya. Biasanya hal ini hanya terjadi di bandara, setelah di daam pesawat, sebenarnya setiap maskapai memiliki peraturan yang berbeda satu sama lainnya dalam membawa dan menggunakan laptop. Dan beberapa maskapai menganggap laptop bukanlah barang bawaan yang terhitung untuk bagasi.

Matikan laptop saat akan lepas landas dan mendarat
Biasanya setiap kali akan lepas landas dan mendarat, pramugari akan mengingatkan untuk menonaktifkan perangkat elektronik Anda. Bila Anda massih menyalakannya, jangan sampai ditegur oleh pramugari. Sebab penonaktifan perangkat elektronik Anda seperti laptop untukmengurangi radiasi dan mengurangi masalah navigasi dengan bandara tempat tujuan Anda.

Tunggu pengumuman aktifkan perangkat
Laptop hampir sama denngan perangkat elektronik lainnya yang Anda bawa. Aktifkan atau nyalakan laptop Anda saat sudah diperbolehkan. Dalam menyalakan laptop, baiknya Anda melihat dan mendengarkan apakah boleh menggunakan perangkat seperti laptop di maskapai yang Anda naiki. Bila boleh nyalakan dan gunakan. Bila tidak diperbolehkan, baiknya Anda menyimpannya sebelum laptop Anda di ambil oleh pramugari. Namun beberapa maskapai saat ini sudah mengijinkan Anda untuk menyalakan laptop sehingga perjalanan bisnis Anda bisa berjalaan dengan baik.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Penumpang Tidak Menyimpan Laptop dalam Penerbangan?

InterSwitch Connect
InterSwitch Connect

Gunakan mode pesawat
Karena laptop hampir sama degan gadget Anda yang lain. Baiknya nyalakan laptop Anda pada mode pesawat, ini akan memudahkan Anda dalam mengerjakan pekrejaan untuk bisnis atau sekedar bermain game di laptop Anda. Dikutip dari techrepublic.com, Delta Airlines sejak tahun 2009 lalu telah mengumumkan penawaran konektivitas WiFi pada semua penerbangan domestik.