Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus

Mungkin sebagian besar dari Anda pernah merasakan sensasi makan di atas moda yang sedang berjalan, baik itu moda darat, laut, maupun udara. Fasilitas tersebut biasanya tersedia bagi Anda yang melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan umum. Beragam menu yang disediakan pun seakan siap untuk mengatasi urusan perut dari para penumpangnya.

Baca juga: Gunakan Bus Tingkat Berusia 20 Tahun, “Hanoi 75” Hadirkan Kuliner Khas Vietnam di Manchester

Namun pernahkah terlintas di benak Anda tentang moda yang khusus di desain sebagai restoran dengan beragam pilihan menu khas tempat makan kelas wahid? Di Jepang, ada sebuah bus yang menyediakan layanan khas restoran bintang 5. Ide ini memang terbilang cukup unik karena para tamu restoran tersebut akan merasakan sensasi makan makanan mewah di atas bus yang berjalan, tentu saja dengan rasa yang jauh lebih menggugah selera daripada menu yang ditawarkan oleh para penyedia jasa layanan transportasi lainnya.

Sebuah perusahaan bus asal Jepang, Willer Travel menyediakan layanan fine dining di atas bus yang akan membawa Anda berkeliling ke beberapa lokasi dengan pemandangangan indah di Jepang. Bus tingkat atau double decker dipilih sebagai moda yang dirasa tepat untuk mewujudkan salah satu terobosan yang menggabungkan unsur transportasi dan kuliner ini. Adapun tema yang diterapkan oleh penyedia jasa ini adalah Matsuri atau festival, dimana interior dalam bus ini dihiasi oleh lentera dan bendera tradisional.

Bus ini masih menjalani tahap uji coba di Tokyo dan akan resmi diluncurkan di prefektur Niigata pada rentan April hingga Juni tahun ini. Bus yang pada bagian atasnya tidak memiliki atap ini didesain sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir guncangan yang dapat mengganggu kenyamanan para tamu yang datang. Bus ini mampu menampung hingga 25 orang, dengan bagian bawah sebagai dapurnya.

Sumber: lifestyle.inquirer.net
Sumber: lifestyle.inquirer.net

Untuk lebih menunjang kenyamanan, pihak penyedia jasa ini juga menggunakankan meja khusus yang dilengkapi dengan lubang seukuran gelas dan peralatan makan lainnya untuk menghindari resiko jatuh saat dihidangkan. Selama masa uji coba, para tamu dapat mencicipi beberapa hidangan tradisional khas Jepang, seperti Sake khas Niigata, Black Pork dari Pulau Sado, Deep Fried Northern Shrimp dari perairan di Jepang, beragam sayuran tumis yang masih segar dari perkebunan masyarakat Jepang, dan Risotto yang menggunakan beras dari Koshihikari. Nantinya akan tersedia pula beberapa menu tambahan, salah satunya adalah Tartlet yang pada bagian atasnya dilengkapi dengan strawberry dari perkebunan Echigohime.

Para pengunjung dari luar dapat melihat pilihan menu yang tersedia pada website Willer versi bahasa Inggris. Untuk harga yang ditawarkan untuk perjalanan wisata kuliner ini berkisar antara 15.210 yen atau setara dengan Rp1.800.000 per orang. Para pengunjung yang berminat untuk mencoba pengalaman unik ini akan berangkat dari stasiun Niigata, dan perjalanan ini hanya tersedia pada hari Sabtu.

Sumber: len-diary.com
Sumber: len-diary.com

Berbeda dengan Jepang, dalam negeri juga memiliki tempat makan yang konsepnya hampir sama dengan restoran berjalan di negeri sakura tersebut. Street Gourmet, sebuah inovasi yang dilakukan oleh sekumpulan orang di Bandung yang menginginkan adanya penggabungan antara wisata kota dan sensasi makan di dalam bus. Dengan kapasitas mencapai 24 orang, bus ini siap mengantar Anda untuk berkeliling kota selama kurang lebih 2 jam dengan kecepatan hanya 30 km/jam.

Inilah Rumah Makan Favorit Khas Bus AKAP di Sepanjang Pantura

Perbedaan yang mencolok antara Street Gourmet yang ada di Bandung dengan Jepang adalah pada busnya. Street Gourmet Bandung tidak menggunakan bus tingkat, hanya memanfaatkan bus biasa yang disulap sebagai restoran berjalan. Apabila Anda tertarik untuk mencobanya, silakan Anda datang ke Mister Komot café yang terletak di jalan Cilaki Bandung dan Anda dapat merasakan sensasi baru dalam menikmati sajian hidangan khas nusantara. Jangan lupa untuk membookingnya terlebih dahulu.

Leyland Atlantean – Nostalgia Bus Tingkat Jakarta Era 80-an

Setelah lebih dari satu dekade tak mengenal bus tingkat, kini dibawah manajemen TransJakarta warga DKI Jakarta bisa menikmati kembali sosok bus tingkat modern berstandar Eropa. Namun flashback ke pertengahan 90-an, sebagian dari Anda mungkin masih teringat bus tingkat milik Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) dengan warna biru abu-abu, inilah Leyland Atlantean, generasi kedua bus tingkat yang beroperasi di Jakarta.

Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata

Berbeda dengan bus tingkat TransJakarta yang kini digadang untuk melayani rute wisata, maka PPD mengerahkan Leyland Atlantean benar-benar untuk transportasi komuter, terutama pada jalur Blok M – Salemba – Pasar Senen. Dari sejarahnya, Leyland Atlantean masuk ke Indonesia pada tahun 1983. Asal muasalnya berasal dari program hibah Pemerintah Inggris. Ada yang menyebut bahwa hibah armada Atlantean terkait imbal balik pengadaan jet latih tempur Hawk M53 untuk TNI AU yang dibeli dari Inggris pada tahun 1980.

Dibandingkan bus reguler, maka Atlantean dapat membawa 106 penumpang sekali jalan. Jenis yang masuk ke Indonesia adalah tipe Leyland Atlantean An 68/2R dengan karoseri Alexander (diproduksi antara tahun 1972-1984). Bus dengan panjang 10.2 meter ini masuk ke Indonesia secara bertahap baik itu langsung dari inggris maupun bekas pakai Singapura.

Kenalan dengan Parex, Legenda Bus Jakarta-Bandung Via Puncak

Di Inggris, Leyland Atlantean merupakan bus tingkat yang mempunyai masa produksi cukup lama yaitu 1958 hingga tahun 1986. Atlantean merupakan pioner bus tingkat yang berpintu masuk depan serta penempatan mesin mesin belakang .Tentang dapur pacu, Atlantean menggunakan Diesel 6 silinder seri 0680 bertenaga 150 hp, tenaga dari mesin kemudian disalurkan via transmisi matik Voith pneumolyc, elistrikan bus menggunakan system 24 v, dilengkapi dengan boster baterai, sistem kemudi sudah menggunakan power steering, sehingga memudahkan manuver bus. Di jamannya bus ini sudah tergolong canggih, sistem buka tutup pintunya sudah otomatis dengan sistem pneumatis yang diatur oleh sang pengemudi.

Selain di Jakarta, Leyland Atlantean diketahui juga dioperasikan di Surabaya dan Semarang. Diluar Jakarta bus ini dioperasikan oleh Perum Damri (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia). Total ada 108 unit Atlantean yang didatangkan ke Indonesia.

Makin Ribet, Warga Rusia yang Dilarang Ke Luar Negeri Harus Serahkan Paspor dalam Waktu 5 Hari

Warga Rusia yang dilarang bepergian ke luar negeri harus menyerahkan paspor mereka kepada pihak berwenang dalam waktu lima hari setelah diberitahu, hal itu disampaikan menurut keputusan pemerintah yang mulai berlaku pada hari Senin.

Baca juga: Warga Sipil Punya Dua Paspor, Inilah yang Unik dari Rusia

Dikutip dari reuters.com (11/12/2023), menurut undang-undang Rusia, pihak berwenang dapat memberlakukan larangan perjalanan antara lain terhadap wajib militer, pegawai Dinas Keamanan Federal (FSB), narapidana, atau orang yang memiliki akses terhadap rahasia negara atau informasi penting.

Paspor yang dikembalikan akan disimpan oleh otoritas yang menerbitkannya, seperti otoritas Kementerian Dalam Negeri atau Kementerian Luar Negeri. Setelah larangan bepergian dicabut, paspor dapat dikembalikan setelah melengkapi permohonan, sesuai dengan keputusan pemerintah.

Mereka yang hak bepergiannya untuk sementara dibatasi berdasarkan wajib militer atau dinas sipil alternatif juga harus memberikan tanda pengenal militer sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan dinas, kata resolusi tersebut.

Baca juga: Serba-Serbi Empat Warna Pada Cover Paspor

Pada bulan Maret, Financial Times melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang dekat dengan masalah ini, bahwa Dinas Keamanan Rusia menyita paspor pejabat senior dan eksekutif perusahaan negara untuk mencegah perjalanan ke luar negeri.

Ngeri, Semakin Banyak Pesawat Penumpang di Rusia Mengalami Malfungsi

Sanksi internasional yang dikenakana kepada Rusia telah berdampak pada layanan penerbangan. Seperti dukungan suku cadang menjadi salah satu tantangan yang mengemuka, tatkala mitra aviasi Barat rama-ramai meninggilkan Rusia pasca invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Dalam aspek lain, keselamatan penerbangan juga akan terpengarun pada situasi tersebut. Seperti kabar bahwa mulai banyak pesawat penumpang di Rusia yang mengalami malfungsi baik saat di darat dan udara.

Baca juga: Di Tengah Sanksi, Aeroflot (Rusia) Terpaksa Kirim Pesawat ke Iran untuk Perbaikan

Mengutip dari akun X NEXTA @nexta_tv (11/12/2023), disebut bahwa sebuah pesawat dengan zat radioaktif di dalamnya melakukan pendaratan darurat. Ini merupakan kejadian ke-14 di bulan Desember 2023.

Pesawat-pesawat Rusia terus melakukan pendaratan darurat dengan frekuensi yang mengkhawatirkan. Hari ini sebuah penerbangan yang berangkat dari Moskow dengan membawa zat radioaktif seberat 19 kilogram melakukan pendaratan darurat di bandara Vnukovo segera setelah lepas landas, tulis Shot. Di dalam pesawat, selain muatan berbahaya, terdapat 104 penumpang. Pesawat mengirimkan sinyal bahaya tentang tidak berfungsinya roda pendaratan.

Pagi ini juga diketahui bahwa pesawat An-24 buatan tahun 1960 terpaksa return to base karena rusaknya indikator kecepatan. Pada bulan ini saja, setidaknya ada empat belas kasus pesawat Rusia mogok selama penerbangan yang telah dilaporkan:

🔹 10 Desember – Superjet SSJ-100 kembali ke bandara karena ketidakmampuan menarik roda pendaratan.

🔹 Pada tanggal 8 Desember, sebuah Airbus A319-111 melakukan pendaratan darurat karena penurunan tekanan kabin.

🔹 Pada pagi hari yang sama Boeing 737 milik perusahaan S7 kembali ke bandara karena kerusakan mesin.

🔹 Pada tanggal 7 Desember, mesin kargo Tu-204 terbakar.

🔹 Pada tanggal 6 Desember, sebuah Aeroflot Boeing 777 terbakar karena korsleting.

🔹 Pada tanggal 5 Desember, sistem kendali kemudi An-12 gagal, dan penerbangan Moskow-Kazan juga melakukan pendaratan darurat karena kegagalan kendali sistem stabilisasi.

🔹 Pada tanggal 2 Desember, Airbus A321 Aeroflot mendarat darurat di Sheremetyevo karena kerusakan mesin kiri. Pada hari yang sama, Superjet 100 mendarat di Tyumen karena alasan teknis.

🔹 Pada tanggal 1 Desember, tiga penerbangan melakukan pendaratan darurat sekaligus. Airbus A321 milik Aeroflot mendarat di Pulkovo karena ada masalah pada sistem pendingin udara. Boeing 737 milik Aeroflot melakukan pendaratan darurat di Yuzhno-Sakhalinsk karena penurunan tekanan penyangga roda pendaratan.

Baca juga: Hadapi Sanksi AS dan Barat, Maskapai Rusia S7 Bakal Memproduksi, Menguji dan Mensertifikasi Suku Cadang Pesawat

Lebih dari 180 kasus malfungsi dalam penerbangan telah tercatat sejak awal tahun, dibandingkan dengan 60 insiden serupa pada tahun 2022, berdasarkan perhitungan Newsweek.

Hari Ini, 108 Tahun Lalu, Junkers J1 Pesawat Pertama di Dunia yang Seluruhnya Terbuat dari Logam Terbang Perdana

Pada hari ini, 108 tahun lalu, bertepatan dengan 12 Desember 1915, 12 tahun setelah Wright Brothers pertama kali menerbangkan biplane “Flyer I” pada bulan Desember 1903, pesawat pertama di dunia yang seluruhnya terbuat dari logam (all-metal), Junkers J1, berhasil terbang perdana. Tak hanya itu, pesawat karya Insinyur Jerman, Hugo Junkers, tersebut dinilai sedikit lebih baik dari pesawat manapun di zamannya.

Baca juga: Hari Ini, 81 Tahun Lalu, Heinkel He 178 Nazi Jerman Pelopori Era Penerbangan Turbojet di Dunia

Dikutip dari Military Factory, gagasan membuat pesawat full logam dimaksudkan untuk mengurangi kebutuhan penyangga eksternal yang rumit dan memicu drag, desain yang cukup aneh di masa Perang Dunia 1 (1914-1918).

Meski demikian, gagasan tersebut tak lantas terkubur hidup-hidup. Malah, dengan menggunakan teknik memotong lembaran baja bergelombang melalui struktur bawah baja, prospek pembuatan pesawat serba logam pertama di dunia, Junkers J1, jadi semakin cerah. Sekalipun sempat dilirik untuk dijadikan pesawat andalan Jerman di PD I pada musim panas 1914, namun karena satu dan lain hal, rencana itu batal.

Di tengah tensi tinggi akibat peperangan, proyek pengembangan Junkers J1 terus berlangsung. Pada bulan Juli 1915, Junkers diizinkan untuk mengembangkan pesawat yang seluruhnya terbuat dari logam dengan kapasitas dua tempat duduk, berkembang dari konsep sebelumnya yang hanya berupa kursi tunggal; termasuk di dalamnya peningkatan kecepatan maksimum menjadi lebih dari 80 mil per jam.

Dengan spesifikasi tersebut, Junkers J1 mengalami beberapa perubahan dengan menggabungkan elemen pesawat tradisional, seperti mesin serta baling-baling dua bilah di bagian hidung pesawat (biplane), kokpit terbuka, serta sepasang sayap kembar tanpa penyangga.

Pesawat dengan lebar sayap sekitar 13 meter, panjang 8,5 meter, dan tinggi 3 meter, ini memiliki berat kosong mencapai 920 kg serta MTOW sebesar 1 ton lebih. Pesawat ini ditenagai oleh Mercedes D.II mesin piston segaris enam silinder berpendingin air berkekuatan 120 tenaga kuda.

Setelah persiapan dirasa cukup, pada tanggal 12 Desember 1915, Leutnant Theodor Mallinckrodt dari tim penguji ditugaskan untuk taxiing, meluncur, dan sukses terbang setinggi hampir 3 m. Saat berada di udara, pesawat tiba-tiba pesawat dihempas angin hingga menyebabkan konstruksi sayap kanan berubah dan membuat pesawat tak stabil. Akibatnya, proses uji coba pun dihentikan.

Pada 18 Januari 1916, uji coba kedua sukses dilakukan. Pesawat mampu terbang lebih tinggi hingga 80 meter sejauh 200 meter. Hanya saja, pada titik ini, pesawat masih mengalami kegagalan desain pada bagian vertikal stabilizer.

Usai desain diperbaiki, pesawat mampu terbang lebih tinggi mencapai 900 m. Di sini, penerbangan dilaporkan stabil dan bisa dibilang berhasil. Bahkan, pada pengujian keesokan harinya, Junkers J1 mampu terbang lebih tinggi dan melaju hingga kecepatan 170 km per jam. Karenanya, Junkers mendapat lampu hijau untuk mengembangkan konsep Junkers J2.

Baca juga: Kisah Douglas A-20 Havoc, Petarung Malam Terbaik Amerika Sekaligus Pesawat Pertama yang Berhasil Tembus Badai

Namun, seiring bobot beratnya akibat material logam pada akhirnya dinilai menjadi penyebab pesawat terlalu lambat dibanding pesawat lainnya yang terbuat dari kayu. Pada akhirnya pesawat dihina sedemikian rupa oleh publik Jerman.

Meski dihina habis-habisan di Jerman, Junkers J1 mendapat apresiasi tinggi dari perintis penerbangan Belanda, Anthony Fokker. Tetapi, pujian dari Fokker tak mampu mendorong Junkers melanjutkan pengembangan Junkers J1 dan J2. Januari 1916 dipercaya menjadi penerbangan terakhir J1. Walau sempat terhindar dari bom sekutu di PD I, Junkers J1 akhirnya hancur berkeping saat Jerman dibombardir saat PD II dan tak menyisakan bekas J1 apapun untuk dikenang saat ini.

Galangan di Cina Luncurkan Desain ‘Megamax’ – Kapal Kontainer Bertenaga Nuklir

Selain kapal induk yang bertenaga nuklir, rupanya kapal kontainer dengan tonase raksasa juga tengan diincar untuk ditenagai menggunakan reaktor nuklir. Seperti belum lama ini, Cina meluncurkan desain kapal kontainer bertenaga nuklir, Megamax.

Baca juga: Inilah MSC Tessa, Kapal Kontainer Terbesar, Punya Luas Dek Seukuran Empat Lapangan Sepak Bola

Desain Megamax menjadi berita utama pada pameran Marintec China tahun ini di Shanghai. Desain Megamax dibuat oleh Jiangnan Shipyard milik pemerintah, disebut baha Megamax adalah kapal kontainer dengan kekuatan 24.000 teu yang menggabungkan teknologi reaktor garam cair.

“Kapal kontainer nuklir ultra-besar dirancang untuk benar-benar mencapai nol emisi selama siklus operasi kapal,” ujar induk galangan kapal tersebut China State Shipbuilding Corporation (CSSC), mencatat dalam sebuah postingan di media sosial.

Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Kamar Pelayaran Internasional menunjukkan 9 persen dari anggota C-suitenya mengharapkan adanya kapal nuklir dalam satu dekade.

Baca juga: Airbus Perbarui Armada Kapal ‘Sewaan’ Pengangkut Komponen Pesawat dengan Teknologi Rendah Emisi

Marintec China, pameran pelayaran terbesar di Asia, kembali menempati delapan aula di Shanghai New International Expo Center setelah empat tahun absen akibat pandemi. Ruang pameran digunakan sebagai pusat karantina darurat dengan lebih dari 15,000 tempat tidur pada puncak krisis Covid-19 di Shanghai.

Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Tepat hari ini, 70 tahun lalu, bertepatan dengan 12 Desember 1953, Bell X-1A resmi jadi pesawat terbang supersonik pertama yang melampaui dua kali kecepatan suara (Mach 2). Saat itu, pesawat berhasil mencatat rekor kecepatan baru diangka Mach 2,44 atau 2.608 km per jam pada ketinggian 22.800 meter.

Baca juga: X-59 QueSST, Pesawat Supersonik Rancangan NASA, Siap Unjuk Gigi Pada 2021

Dilansir NASA, Bell X-1A sendiri merupakan rangkaian pesawat uji teknologi baru besutan National Advisory Committee for Aeronautics (NACA), Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), dan Bell Aircraft. Sejak program uji coba teknologi baru (supersonik) dimulai pada 1946-1958, ia telah berhasil membangun beberapa pesawat supersonik, seperti X-1, X-1A, X-1B, X-1D, dan X-1E.

Pesawat-pesawat supersonik pertama di dunia yang berhasil melampaui kecepatan suara itu total berhasil melakukan 214 penerbangan dalam rentang waktu tersebut.

Program uji teknologi baru oleh NACA, USAF, dan Bell sendiri pertama kali dimulai pada 14 Oktober 1947 melalui pesawat uji Bell-X1, sebuah pesawat terbang supersonik pertama yang melampaui kecepatan suara mencapai Mach 1,06 atau 1.126 km per jam di ketinggian 13.000 meter

Seiring berjalannya waktu, program lanjutan dari Departemen Aviation Inggris atas proyek rahasia pesawat pertama di dunia yang mampu memecahkan hambatan suara ini, terus mencari formulasi terbaik, sampai akhirnya Bell X-1A lahir pada 2 April 1948.

Saat itu, X-1A (nomor seri 48-1384) dimaksudkan untuk menggali informasi terkait fenomena aerodinamis dengan kecepatan lebih dari Mach 2 atau sekitar 2.451 km per jam, di ketinggian lebih dari 27 km, yang secara khusus menekankan stabilitas dinamis dan beban udara.

Meski memiliki desain lebih panjang dan lebih berat dari X-1 versi awal serta posisi kokpit yang lebih baik, X-1A didukung oleh mesin roket XLR-11 Reaction Motors, mesin yang sama dengan versi sebelumnya. Setelah diuji, hasilnya, pesawat tak sesuai ekspektasi.

Meski demikian, tim peneliti tak patah arang. Selang bertahun-tahun kemudian, X-1A berhasil melesat dengan kecepatan tinggi di bawah “Operation NACA Weep” di awal-awal Desember 1953. Pesawat penelitian supersonik bertenaga roket yang dipiloti oleh Chuck Yeager ini pun mencapai puncaknya pada 12 Desember 1953. Ketika itu, pesawat berhasil mematahkan rekor penelitian sekaligus rekor kecepatan suara sebelumnya saat melesat di kecepatan Mach 2,44 atau 2.608 km per jam saat pada ketinggian nyaris 23 km.

Meskipun sempat lepas kendali saat mencapai kecepatan maksimum, Bell X-1A akhirnya bisa dikuasai oleh pilot.

Sayangnya, pada 8 Agustus 1955 atau kurang dari dua tahun pasca mencatat rekor kecepatan supersonik, Bell X-1A harus menerima kenyataan pahit, ludes terbakar akibat ledakan di bagian tangki bahan bakar saat tengah parkir di kapal induk milik AS, RB-50. Pesawat ini menjadi satu-satunya pesawat model X dalam penelitian tersebut yang keluar dari barisan akibat hangus terbakar.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Pesawat Melesat di Kecepatan Supersonik?

Penelitian kemudian dilanjutkan dengan kehadiran X-1B, X-1D, dan X-1E. Karena satu dan lain hal, proyek penelitian pesawat supersonik bertenaga roket ini pun harus terhenti. Namun, deretan pesawat model X itu sukses memberikan banyak informasi terkait wind-tunnel di udara untuk dicocokkan dengan data penerbangan aktual. Kolaborasi itu sangat berguna untuk merancang pesawat terbang berperforma tinggi atau supersonik di kemudian hari.

Terbukti, bebertapa tahun kemudian, Inggris, yang memprakarsai penerbangan pesawat supersonik pertama seantero bumi, mengguncang dunia usai meluncurkan pesawat supersonik komersial atau berpenumpang, Concorde, pada 2 Maret 1969.

Cerdik! Orang Ini Pernah Terbang Dengan Tiket Senilai Rp17 Ribu

Kesalahan tarif yang muncul di dunia maya memang pernah terjadi, walaupun tidaklah sering. Sedikit tidak masuk akal memang, ketika seorang hacker berhasil memangkas harga sebuah tiket penerbangan, namun menurut pengakuan seorang hacker, ia pernah melakukan hal itu dan berhasil mengudara dengan harga yang sangat murah. Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang mesti ditanggung oleh pihak maskapai jika ada banyak orang yang melakukan hal serupa, tidak menutup kemungkinan perusahaan tersebut akan bangkrut jika kasusnya tidak diusut.

Baca Juga: Mau Berburu Tiket Penerbangan Murah, Simak Tips Disini

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari news.com.au, hacker ini pernah melakukannya beberapa kali, pertama ketika ia berhasil menghemat 600 poundseterling dengan mengganti harga penerbangan menuju Meksiko menjadi 197 pounsterling. Yang lebih menarik adalah ketika ia pernah memesan tiket penerbangan menuju Denmark hanya dengan harga 1 pounsterling, atau senilai Rp17 ribuan. Dengan banyaknya penerbangan yang terjadi di udara setiap harinya, Tom Church selaku founder dari LatestDeals.co.uk, mengakatakan bahwa hal tersebut kerap kali terjadi, bahkan diskonnya bisa mencapai 90 persen.

Pria berusia 26 tahun tersebut mengatakan bahwa ada sebuah komunitas rahasia yang berisikan para “pecandu” perjalanan yang tergabung di sebuah forum online, dan biasanya mereka berbagi kesalahan tarif kepada sesama anggotanya. Dan untuk mengelabuhi tindakannya dari pihak maskapai, para pemburu tiket murah ini menggunakan kode rahasia ketika berinteraksi satu sama lain.

“Proses pemesanan untuk tiket penerbangan sangat rumit. Ada banyak aspek yang terlibat, mulai dari mesin pemesanan, hingga agen perjalanan online, database tarif, dan perusahaan penerbangan itu sendiri, ” tutur Tom. “Pada setiap fase ada kesempatan untuk sebuah kesalahan. Dengan lebih dari 100.000 penerbangan per hari, Anda akan selalu menemukan sesuatu yang tidak beres,” tambahnya. Ironisnya adalah, setiap tarif ngawur tidak selalu mudah dikenali, dan terkadang peran ‘Dewi Fortuna’ juga berpengaruh kepada siapa saja yang mendapatkan tiket dengan harga miring tersebut.

Baca Juga: Buntut Kisruh Diplomatik, Sejumlah Maskapai Penerbangan Lalukan Refund Tiket Dari dan Ke Qatar

“Tidak bisa dipungkiri, untuk menemukan tiket dengan harga miring membutuhkan waktu pencarian yang tidak sebentar, butuh berhari-hari. Dan biasanya mereka yang menemukan harga tiket murah enggan untuk membagikannya kepada rekanannya,” tambah Tom. Ambil contoh dari kasus yang terjadi pada seorang pria bernama Jack Sheldon, yang lebih memilih untuk meninggalkan pekerjaannya demi menjadi seorang pemburu tiket murah. Kepada awak media, ia mengaku perusahaannya kini, Jack’s Flight Club memiliki lebih dari 110.000 subscribers.

Ketika ditanya mengenai bagaimana cara yang ia lakukan dalam hunting tiket dengan harga error, ia mengaku melakukan pencarian luas dengan menggunakan aplikasi khusus. “Semisal, cek tarif penerbangan dari Birmingham ke seluruh Amerika Selatan untuk bulan Agustus dan lihat apakah ada tarif dengan harga miring muncul. Selain itu, cara lainnya adalah dengan membuat keberangkatan dan kedatangan bandara berbeda (ini disebut open-jaw route),” terangnya.

Baca Juga: “Jual Tiket Berdiri” di Pesawat, Awak Maskapai Pakistan Diperkerakan

“Metode ini kerap kali menunjukkan beberapa kesalahan yang tidak terduga. Saya pernah menemukan penerbangan menuju Tokyo, berangkat dari Paris dan kembali ke Bandara Heathrow dengan tarif hanya 250 poundsterling untuk pulang pergi,” ungkap Jack. “Namun, kadang-kadang memesan tarif error seperti ini, berarti Anda mungkin harus pergi ke bandara alternatif, jadi jenis ini tidak selalu menjadi opsi yang paling nyaman,” tutupnya.

Gawat, Perusahaan Inggris Pasok Suku Cadang Palsu Mesin CFM56, Banyak Digunakan di Boeing 737 dan Airbus A320

Seorang pria ditangkap setelah sebuah perusahaan di London dituduh memasok suku cadang pesawat palsu yang digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia. Serious Fraud Office (SFO) mengatakan penyelidiknya melakukan penggerebekan dini hari di sebuah lokasi di London yang digunakan oleh AOG Technics dan menangkap satu orang.

Baca juga: Diamuk Putin, Cina Akhirnya Tegas Bantu Rusia Lawan Barat, Kirim Pasokan Suku Cadang Pesawat

Dikutip dari Airlive.net, AOG disebut menjual sebagian besar menjual suku cadang mesin pesawat ke perusahaan luar negeri yang memasang suku cadang untuk maskapai penerbangan. Namun beberapa maskapai penerbangan Inggris juga terkena dampaknya, kata SFO dalam sebuah pernyataan.

Buntut dari temuan ini, SFO mengatakan beberapa pesawat telah dilarang terbang di Inggris dan Amerika Serikat.

AOG Technics dituduh memasok suku cadang yang didokumentasikan secara palsu untuk digunakan pada mesin jet penumpang yang paling banyak terjual di dunia, yakni CFM56. Mesin CFM56 selama ini banyak digunakan sebagai dapur pacu pada Boeing 737 generasi lama dan sekitar setengah dari Airbus A320.

Awal tahun ini, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris – Civil Aviation Authority (CAA) dan mitranya di Uni Eropa dan AS (FAA) mengeluarkan peringatan yang memperingatkan dunia mengenai suku cadang palsu yang dijual oleh AOG Technics.

Maskapai yang terkena dampak termasuk Tui, Ryanair, American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines, Southwest Airlines, TAP dan Virgin Australia Airlines.

Baca juga: Singapore Airlines Bongkar Dua Airbus A380, Suku Cadangnya Didaur Ulang

Direktur SFO Nick Ephgrave mengatakan: “Investigasi ini berkaitan dengan tuduhan penipuan yang sangat serius yang melibatkan pasokan suku cadang pesawat, yang konsekuensinya berpotensi berdampak luas. Dugaan pemalsuan ini terungkap setelah adanya laporan yang dibuat oleh perusahaan pemeliharaan pesawat asal Portugal pada bulan Juni lalu.

Agar Perjalanan Nyaman, Packing Pakaian Itu Harus Efisien

Urusan mengemas atau packing pakaian ke dalam tas atau koper sepertinya sederhana, tapi packing bisa bikin penat bila waktu keberangkatan ternyata mepet. Alhasil bila terburu-buru, bakal ada item pakaian atau perlengkapan yang tertinggal, atau bisa jadi pakaian yang Anda bawa tidak terkemas dengan baik, sehingga posisi muatan dalam koper berantakan dan tidak efisien.

Baca juga: 10 Kesalahan Pelancong dalam Mengepak Koper

Dilansir dari independenttraveler.com, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mem-packing pakaian di dalam tas atau koper yang akan dibawa saat traveling.

Pisahkan pakaian
Bila tempat traveling sudah pasti, pilih baju dan pisahkan sesuai kebutuhan. Atasan, bawahan, baju renang dan baju tidur. Ini akan memudahkan Anda untuk menggunakan baju yang sesuai kebutuhan saat di tempat tujuan Anda.

hipwee
hipwee

Lipat atau gulung pakaian
Biasaya pakaian yang sudah dipisahkan bisa dilipat atau digulung. Untuk memuat banyak pakaian, hal tersimpel adalah menggulung pakaian tersebut. Tetapi tidaak semua bisa di gulung, untuk kaos, dress kasual dan pakaian yang tidak mudah kusut baiknya di gulung. Sedangkan untuk pakaian formal seperti kemeja, jaket, dan yang berbahan tebal baiknya dilipat dan diletakkan di bagian bawah atau atas koper dan tas Anda. pakaian yang digulung dan diletakkan rapat, bisa menghemat tas atau koper yang Anda gunakan sehingga ada ruang sisa untuk peralatan lainnya. Jangan lupa, saat menggulung, baju bisa diikat agar tidak mudah lepas dari gulungannya.

Masukkan dalam tas packing atau plastik vacum
Setelah digulung atau dilipat, pakaian yang Anda bawa bisa dimasukkan kedalam tas packing. Tas ini memudahkan Anda memilah pakaian dan keperluan lainnya dan memuat keperluan Anda lainnya di dalam tasa atau koper. Atau plastic vacum juga bisa Anda gunakan, selain menghindari pakaian basah,plastik ini membuat pakaian Anda tertata rapid an menyisakan banyak ruang di tas atau koper yang digunakan.

hipwee
hipwee

Posisi pakaian dalam tas atau koper
Ini sangat perlu Anda perhatikan. Posisi pakaian di dalam koper baiknya yang paling berat seperti yang berbahan tebal dan jeans diletakkan dekat roda dan yang ringan seperti kaos diletakkan di atasnya. Sama dengan menggunakan tas, baiknya pakaian terberat di letakkan di bagaian bawah agar pakaian lainnya tidak terhimpit dan kusut.

Baca juga: Tips Kemas Barang Saat Melancong dengan Koper Kecil

Isi ruang kosong
Setelah semua pakaian Anda masuk ke dalam tas atau koper, masukkan barang-barang lain seperti kaos kaki, sarung tangan, pakaian dalam dan tas kecil tempat peralatan mandi di sela-sela atau ruang kosong koper atau tas Anda.