Bikin ‘Grounded’ Ratusan Pesawat, CEO Boeing Bertanggung Jawab Atas Insiden 737 MAX 9 Alaska Airlines

Insiden lepasnya emergency exit door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines pada 5 Januari 2024, secara langsung telah menampar manajemen Boeing, meski tak menibulkan korban jiwa, ada lebih 170 pesawat sejenis untuk sementara dilaran terbang untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Buntut Lepasnya Pintu Emergency Exit Alaska Airlines, Lion Air Temporary Grounded Boeing 737 MAX 9

Dikutip Simple Flying, CEO Boeing Dave Calhoun mengakui dan bertanggung jawab atas insiden Alaska Airlines 737 MAX 9 pekan lalu. Calhoun menjanjikan transparansi penuh dalam penyelidikan selanjutnya, Dalam pertemuan keselamatan dengan karyawan di pabriknya di Renton, Washington, CEO Boeing mengatakan “kami akan melakukan pendekatan, dengan yang pertama mengakui kesalahan kami.”

Insiden Alaska Airlines Flight 1282 pada hari Jumat semakin berdampak pada kepercayaan terhadap eksistensi 737 MAX, terutama setelah terlibat dalam dua kecelakaan fatal pada tahun 2018 dan 2019, serta masalah produksi lainnya.

Calhoun menambahkan, “kami akan melakukan pendekatan dengan 100% dan sepenuhnya transparan di setiap langkah.” Perusahaan tersebut dikritik karena sikapnya yang mengelak dalam menangani kecelakaan 737 MAX, yang menurut laporan kongres sama dengan “budaya penyembunyian”.

Sama seperti kasus MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) yang dihilangkan dari manual pilot, Boeing gagal memberi tahu pilot bahwa pintu kokpit dirancang untuk terbuka saat terjadi dekompresi cepat.

Di pihak Alaska Airlines, tersiar kabar bahwa pesawat (registrasi: N704AL) – yang baru dikirim pada Oktober 2023 – sebelumnya telah menampilkan peringatan tekanan udara. Meskipun Alaska Airlines memindahkan pesawat tersebut dari penerbangan panjang di atas air sebagai tindakan pencegahan keselamatan, Alaska Airlines tetap mengoperasikan pesawat tersebut.

NTSB: Ada Indikasi Perangkat Pengaman pada Emergency Exit Door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines Belum Terpasang

Boeing perlu memberikan daftar instruksi terbaru untuk operator MAX 9 setelah instruksi awalnya mendapat masukan dari operator dan pihak berwenang. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) kini telah memerintahkan setiap pesawat 737 MAX 9 yang memiliki pintu penutup untuk tetap dilarang terbang setelah insiden tersebut, yang berdampak pada total 171 jet.

NTSB: Ada Indikasi Perangkat Pengaman pada Emergency Exit Door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines Belum Terpasang

Menyusul insiden lepasnya emergency exit door Boeing 737 MAX 9 pada 5 Januari lalu, National Transportation Safety Board (Dewan Keselamatan Transportasi Nasional) membuat pernyataan tentang investigasi sementara, yakni ada indikasi perangkat keras untuk mengamankan panel pada emergency exit door kemungkinan belum pernah dipasang pada pesawat narrow body tersebut.

Baca juga: Emergency Exit Door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines Telah Ditemukan di Oregon

Dikutip New York Post, NTSB dan Biro Penyelidik Federal (FBI) kini menyelidiki terjadinya ledakan panel pada emergency exit door Boeing 737 Alaska Airlines yang hampir menimbulkan bencana minggu lalu, mencari kemungkinan bahwa perangkat keras yang seharusnya menjaga keamanannya tidak pernah dipasang.

Pejabat NTSB mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers Senin malam, beberapa jam setelah United Airlines melaporkan menemukan baut yang longgar dan “masalah pemasangan” pada beberapa pesawat jet Boeing 737 MAX 9 setelah pendaratan darurat Alaska Airlines Penerbangan 1282 pada Jumat malam di Portland. Bandara Internasional.

Para pejabat NTSB mengatakan kepada wartawan bahwa penutup pintu terlepas dari pesawat beberapa menit setelah lepas landas, menyebabkan tekanan kabin turun drastis dan menciptakan kondisi “keras” dan “berangin” yang mengerikan. Insiden Alaska Airlines menyebabkan seorang penumpang muda berusia 15 tahun yang duduk di sebelah emergency exit door dilaporka kehilangan bajunya saat Ia berhasil ditahan oleh ibunya.

Panel besar yang meledak dari pesawat itu terletak di tempat pintu keluar darurat biasanya berada di pesawat dengan kursi lebih banyak, dan seharusnya diamankan dengan baut penghenti dan 12 pin dan bantalan yang saling bertautan, kata penyelidik.

Buntut Lepasnya Pintu Emergency Exit Alaska Airlines, Lion Air Temporary Grounded Boeing 737 MAX 9

“Pemeriksaan sampai saat ini menunjukkan bahwa pintu tersebut ternyata mengarah ke atas, semua 12 pemberhentian menjadi terlepas, sehingga memungkinkannya meledak keluar dari badan pesawat,” kata insinyur kedirgantaraan NTSB, Clint Crookshanks.

“Kami menemukan bahwa kedua jalur pemandu pada sumbat tersebut retak… kami belum menemukan kembali keempat baut… yang menahannya dari pergerakan vertikal, dan kami belum menentukan apakah baut tersebut ada di sana,” lanjut Crookshanks.

London “Love The Tube” – 160 Tahun Kereta Bawa Tanah Pertama di Dunia

Selasa, 10 Januari 2023, menjadi hari bersejarah dalam dunia perkeretaapian, dimana menandai 160 tahun sejak perjalanan kereta bawah tanah (Tube) pertama di dunia, dimulai di Kota London. Untuk menandai kesempatan tersebut, sebuah perayaan berlangsung di Stasiun Baker Street.

Baca juga: Baker Street – Beroperasi Sejak 1863, Inilah Stasiun Kereta Bawah Tertua di Dunia

Dikutip dari railadvent.co.uk, Walikota London, Sadiq Khan, bertemu dengan empat staf London Underground. Dalam kesempatan itu, Walikota London juga meluncurkan roundel 160 tahun The Tube “Love the Tube”, yang akan dipajang di stasiun-stasiun di seluruh jaringan kereta bawah tanah, termasuk di Gloucester Road, Brixton, Oxford Circus, dan Covent Garden.

Otoritas transportasi London, Transport for London juga mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2023 akan menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati 160 tahun, yakni akan berfokus pada inovasi Tube, kontribusinya untuk meningkatkan lingkungan, bagaimana menghubungkan orang dan tempat, bagaimana mendukung keragaman dan inklusi, serta arsitektur serta desainnya yang unik dan terkenal di dunia.

Tube adalah ikon London sejati, menghubungkan orang-orang di seluruh ibu kota dan mengangkut turis dan komuter melintasi kota. Pada 10 Januari 1863, kereta api bawah tanah pertama di dunia dibuka, dan sejak saat itu, London Underground telah menjadi pusat sejarah ibu kota, terus tumbuh dan berkembang bersama kota yang diangkutnya.

Selama ini Tube telah menghembuskan kehidupan baru ke bagian London yang tidak terhubung dan menjadi katalis bagi banyak ekonomi lokal.

Baca juga: Inilah Wiggles – Rumah Perahu dengan Cita Rasa London Train Tube

Sejarah mencatat, bahwa jaringan kereta bawah tanah di London yang disebut Tube, pertama kali dibuka pada 10 Januari 1863 dengan melayani tujuh pemberhentian (stasiun).

Jalur itu melewati pemberhentian Edgware Road, Baker Street, Portland Road, Gower Street, dan King’s Cross Street. Jarak 3,75 mil atau sekitar 6 kilometer selama 18 menit. Jaringan Tube di London yang dibuka tahun 1863 berpusat di Stasiun Baker Street, dan jadilah saat ini Baker Street dikenal sebagai stasiun bawah tanah tertua di dunia.

Atasi Kepadatan Penumpang, Seoul Metro Operasikan Gerbong Kereta Komuter Tanpa Kursi

Dengn populasi penduduk lebih dari 10 juta jiwa, Seoul diikenal sebagai kota yang padat yang berimbas pada penuh sesaknya wahana transportasi umum pada jam-jam sibuk. Guna mengatasi kepadatan penumpang pada jam sibuk, Seoul Metro mulai minggiu ini akan mengoperasikan gerbong kereta komuter bawah tanah tanpa tempat duduk (kursi)

Baca juga: Pelajari Keunggulan Seoul Metro, MRT Jakarta Kembangkan Kapasitas Operasi dan Sistem Pemeliharaan

Seoul Metro mengatakan satu gerbong di masing-masing kereta Subway Jalur 4 akan beroperasi tanpa tempat duduk selama jam sibuk pagi dan sore hari. Operator mengatakan gerbong No. 3 pada kereta Jalur 4 akan ditetapkan sebagai gerbong tanpa kursi dengan mempertimbangkan tingkat kemacetan dan faktor lainnya.

Untuk operasional gerbong tanpa kursi, maka pada gerbong akan dibekali penyangga dan pegangan tambahan dipasang di gerbong tanpa kursi untuk mencegah kecelakaan terkait potensi penumpang yang akan terjatuh.

Pada kuartal ketiga tahun lalu, tingkat kemacetan di dalam gerbong kereta bawah tanah di Jalur 4 mencapai 193,4 persen dari kapasitas mereka selama jam-jam tersibuk, kata  Seoul Metro. Pihak operator kereta menambahkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk memperluas gerbong kereta bawah tanah tanpa kursi ke jalur kereta bawah tanah lainnya.

Video Keselamatan di Penerbangan Korean Air Kini Dibintangi Pramugari Virtual

Maskapai nasional Negeri Ginseng, Korean Air telah merilis video keselamatan dalam penerbangan baru yang dibintangi oleh manusia virtual. Video baru, yang berlangsung di ‘Korean Air Safety Lounge’ virtual menampilkan ‘Rina’ – seorang manusia virtual yang mengenakan seragam pramugari Korean Air, yang memberikan demonstrasi keselamatan kepada sejumlah penumpang virtual.

Baca juga: Sejarah Panjang Korean Air, Maskapai Nasional yang Awalnya Dimiliki Pemerintah

Karakter pramugari virtual Rina dibuat oleh Metaverse Entertainment milik Netmarble F&C. Dia mengenakan seragam biru/putih yang dipadukan dengan bawahan krem khas kru kabin Korean Air.

Video ini mencakup topik-topik keselamatan yang biasa diketahui penumpang, termasuk tempat menyimpan barang bawaan Anda, fungsi sabuk pengaman dan lokasi pintu keluar darurat, sambil memanfaatkan kekuatan desain digital untuk menjalin animasi dan elemen kreatif yang menarik.

Menurut rilis dari maskapai tersebut, video pertama ini bertujuan untuk ‘menjangkau basis pelanggan yang beragam dari segala usia dan latar belakang budaya’ dan ‘menarik perhatian penumpang dan meningkatkan tingkat keterlibatan pemirsa.

Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang

Anggota grup K-pop virtual beranggotakan empat orang MAVE, juga muncul dalam video tersebut sebagai penumpang yang mengikuti aturan keselamatan, menandai pertama kalinya manusia virtual muncul dalam video keselamatan dalam penerbangan. Sebelumnya Korean Air berkolaborasi dengan supergrup asal Korea Selatan, SuperM saat membuat video keselamatan penerbangan tahun 2019 lalu.

Emergency Exit Door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines Telah Ditemukan di Oregon

Emergency exit door yang terlepas dari Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines dipercaya akan menjadi kunci penyelidikan mengenai penyebab insiden pada Jumat malam, 5 Januari 2024. Dan pintu yang terlepas itu kini telah ditemukan di halaman belakang seorang penduduk di daerah Portland, Oregon, Amerika Serikat.

Baca juga: Buntut Lepasnya Pintu Emergency Exit Alaska Airlines, Lion Air Temporary Grounded Boeing 737 MAX 9

Seorang guru bernama Bob menemukan sumbat pintu – yang dicabut dari pesawat saat sedang mengudara – di kebunnya sendiri. Pihak berwenang mengatakan ‘rekaman’ penting dari penerbangan Alaska Airlines telah hilang, sementara pembatalan menumpuk bagi penumpang yang melakukan perjalanan dengan pesawat model ini.

Setelah konferensi pers berakhir di mana Ketua National Transportation Safety Board (Dewan Keselamatan Transportasi Nasional) Jennifer Homendy memaparkan status penyelidikan tersebut, dia kembali memberikan berita positif: “Saya sangat gembira mengumumkan bahwa kami telah menemukan pintu yang lepas,” katanya.

Mengidentifikasi warga yang mengirimkan dua foto barang tersebut ke NTSB hanya sebagai Bob, seorang guru sekolah, dia berkata, “Terima kasih, Bob. “Kami akan mengambilnya dan memastikan bahwa kami mulai menganalisisnya,” kata Homendy.

Boeing 737 MAX 9 milik Lion Air tidak menggunakan tipe mid exit door plug tetapi menggunakan mid cabin emergency exit door type II, yang berarti sistem pada pintu darurat bagian tengah tersebut berfungsi aktif dan dapat digunakan untuk proses evakuasi.

Pernah Berpikir untuk Membuka Pintu Pesawat Saat di Udara? Mustahil!

Federal Aviation Administration (FAA) sejauh ini telah menerbitkan Continued Airworthiness Notification to International Community (CANIC) dan FAA Emergency Airworthiness Directives (EAD) 2024-02-51 per tanggal 06 Januari 2024 untuk menghentikan seluruh operasional pesawat Boeing MAX 9 yang memiliki Mid Exit Door Plug untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Buntut Lepasnya Pintu Emergency Exit Alaska Airlines, Lion Air Temporary Grounded Boeing 737 MAX 9

Menanggapi pemberitaan tentang lepasnya pintu emergency exit pesawat Boeing 737 MAX 9  milik Alaska Airlines yang terjadi pada tanggal 5 Januari 2024, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan pihak Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat Regional Asia Pacific, Boeing serta Lion Air sebagai maskapai nasional yang menggunakan jenis pesawat Boeing 737 MAX 9.

Baca juga: Benarkah Penumpang yang Duduk di Sebelah Pintu Darurat Pesawat Mendapat Legroom Lebih Luas?

FAA sejauh ini telah menerbitkan Continued Airworthiness Notification to International Community (CANIC) dan FAA Emergency Airworthiness Directives (EAD) 2024-02-51 per tanggal 06 Januari 2024 untuk menghentikan seluruh operasional pesawat Boeing MAX 9 yang memiliki Mid Exit Door Plug untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Terkait dengan EAD tersebut sesuai dengan laporan dari Lion Air, Boeing telah memberikan konfirmasi melalui surat elektronik kepada Lion Air yang diterima pada tanggal 7 Januari 2024, bahwa 3 (tiga) unit pesawat Boeing 737 MAX 9 milik Lion Air tidak termasuk dalam kategori tersebut karena memiliki perbedaan tipe pintu Mid Exit dengan pesawat milik Alaska Airlines.

Boeing 737 MAX 9 milik Lion Air tidak menggunakan tipe mid exit door plug tetapi menggunakan mid cabin emergency exit door type II, yang berarti sistem pada pintu darurat bagian tengah tersebut berfungsi aktif dan dapat digunakan untuk proses evakuasi.

Berdasarkan hal di atas, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Perhubungan Udara) telah melakukan review dan evaluasi terhadap pesawat Boeing 737 MAX 9 milik Lion Air dengan registrasi PK-LRF, PK-LRG, PK-LRI dengan hasil sebagai berikut:

a. Tiga pesawat tersebut, tidak memiliki mid exit door plug sebagaimana yang terpasang di pesawat Alaska Airlines karena Lion Air menggunakan mid cabin emergency exit door type II.

b. Ditjen Perhubungan Udara telah menerbitkan Airworthiness Directives (AD) atau Petunjuk Pelaksanaan Kelaikan Udara 24-01-001-U tentang pemberlakuan FAA AD 2024-02-51 yang dikhususkan untuk pesawat B737-9 yang memiliki mid cabin door plug yang diterbitkan tanggal 7 Januari 2024.

Baca juga: Terima Boeing 737 MAX 9, Thai Lion Air Bakal Layani Rute Jarak Jauh

Berdasarkan review dan evaluasi oleh Ditjen Perhubungan Udara dan koordinasi dengan Lion Air diputuskan untuk memberhentikan pengoperasian sementara (temporary grounded) pesawat Boeing 737 MAX 9 sejak tanggal 6 Januari 2024 sampai perkembangan lebih lanjut.

Ditjen Perhubungan Udara dalam siaran pers mengatakan akanberkoordinasi dengan pihak FAA, Boeing dan Lion Air untuk terus memonitor situasi tersebut dan akan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan perkembangan situasi.

Serba-serbi Katering dalam Penerbangan Jarak Pendek dan Jarak Jauh

Aktivitas katering tak bisa dilepaskan dari layanan penerbangan, tanpa manajemen dan pengaturan katering yang baik, maka penyajian kuliner di dalam kabin akan bermasalah, ketatnya pengaturan katering terutama menjadi perhatian dalam penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Restoran dan Katering di Bandara Praha Gunakan Telur dari Ayam yang Tidak Dikandangkan

Katering dalam penerbangan meliputi minuman, makanan, peralatan makan, dan makanan ringan, dipesan untuk satu jam penerbangan sebelum keberangkatan. Jarang ada maskapai penerbangan yang melayani pesawatnya sendiri—katering biasanya dilakukan oleh kontraktor seperti PT Aerofood Indonesia (Garuda Indonesia Group).

Terlepas dari penyedia layanannya, maskapai penerbangan memiliki kontrak dengan perusahaan di bandara hub dan stasiun luar utama mereka. Kontraktor ini menangani pesanan yang dilakukan maskapai penerbangan berdasarkan asumsi jumlah penumpang dan preferensi khusus yang ditunjukkan oleh pelanggan. Inilah sebabnya mengapa ada batas waktu untuk memesan makanan kebutuhan diet khusus untuk penerbangan—pesanan dilakukan beberapa jam sebelumnya.

Pesawat berbadan sempit (narrow body) domestik cenderung hanya menerima layanan katering di hub maskapai penerbangan selama operasi keluar-masuk. Misalnya, American Airlines Airbus A320 yang terbang dari Phoenix ke Palm Springs dan kembali kemungkinan besar hanya akan dilayani di bagian depan perjalanan.

Jarang sekali bandara regional mempunyai kemampuan katering penuh. Layanan toilet dan air minum mungkin juga opsional berdasarkan durasi penerbangan yang singkat. Kesimpulannya adalah dalam perjalanan domestik jangka pendek, maskapai penerbangan AS biasanya membawa cukup makanan, makanan ringan, dan minuman untuk melayani perjalanan pulang pergi. Hal ini mengurangi “waktu giliran” yang dihabiskan di lapangan.

Di sisi lain, penerbangan internasional berbadan lebar dilayani di setiap segmen penerbangan. Waktu di darat selama pergantian internasional cukup lama untuk memenuhi kebutuhan dua atau tiga layanan makan, serta makanan ringan dan minuman.

TajSat, Katering Penerbangan Terbesar India Layani Pemesanan Makanan Antar ke Rumah

Dikutip dari Simple Flying, ada dua hal yang selalu perlu tersedia adalah es segar dan air. Es dan air diperlukan di setiap penerbangan untuk mengatasi penundaan penerbangan yang berkepanjangan dan masalah medis yang mungkin timbul dalam penerbangan.

Meskipun tidak dilakukan di setiap penerbangan, katering adalah salah satu layanan penting yang menjadikan perjalanan udara modern seperti sekarang ini. Ketersediaan makanan dan minuman di pesawat dimungkinkan oleh kontraktor terlatih, truk yang dibuat khusus, dan troli yang membawa minuman Anda langsung ke meja baki Anda.

Buntut Insiden Japan Airlines Flight 516, Desain Airbus A350 Mendapat Pujian

Meski kondisi pesawat terbakar habis di runway Bandara Internasional Haneda, Tokyo, namun kesemua penumpang dan awak (380 orang) Japan Airlines Flight 516 dalam insiden maut 2 Januari 2024, dapat keluar dengan selamat saat pesawat tengah terbakar setelah bertabrakan dengan pesawat Bombardier DHC-8 milik Japan Coast Guard. Buntut dari insiden tersebut, secara tak langsung ikut mengangkat pamor Airbus A350-900.

Baca juga: A350 Japan Airlines Tabrak DHC-8 yang Hendak Bantu Korban Gempa dan Tewaskan 5 Orang, Airbus Bilang Begini

Pesawat pada Japan Airlines (JAL) Flight 516 tak lain adalah Airbus A350-900. Meski faktor kedisiplinan penumpang menjadi penentu, namun fitur keselamatan modern pada A350 terbukti mampu menangkal dampak terburuk dari penyebaran api dalam waktu yang cukup lama sehingga petugas pertolongan pertama dapat menyelamatkan semua penumpang.

Secara keseluruhan, penekanan pada peningkatan keselamatan merupakan prinsip desain yang dikedepankan oleh Airbus. A350 merupakan salah satu satu pengembangan dari pesawat wide body A300 adalah A330. Badan pesawat A350 yang kokoh dan sebagian besar terbuat dari bahan komposit mampu menahan api hingga lebih dari 100 truk pemadam kebakaran dan kendaraan pendukung dapat melakukan penyelamatan.

Dari sejarahnya, Airbus menghilangkan bobot sebanyak mungkin dengan material konstruksi yang baru dan mutakhir, inisiatif desain yang dijuluki A330-200Lite diharapkan dapat memberi tekanan pemasaran pada kompetitor nya, yakni Boeing 787. Pada akhirnya, rencana untuk proyek A330-200Lite gagal, dan Airbus memutuskan untuk melengkapi armada A330 yang ada dengan A330neo yang ditingkatkan. Meski begitu, Airbus menyelesaikan desain pesawat twing engine berkapasitas 300 tempat duduk, berbadan lebar, dan menamakannya A350.

Berdasarkan skema awal, A350 yang merupakan turunan dari A330 akan membagi perbedaan antara Boeing 777 dan 787 dengan cara yang diharapkan akan menarik pelanggan untuk tidak berinvestasi pada dua pesawat Boeing, dan hanya memilih ‘satu’ pilihan dari Airbus.

Namun ternyata, desain A350 asli yang berasal dari desain lama justru bertentangan dengan pandangan para kritikus. Pengusaha pesawat terbang terkenal Steven F. Udvar-Hazy bahkan menulis di Seattle Times sambil meratapi Airbus karena kurangnya penglihatan dan sifat spontan dari program A350 pada saat itu.

Dengan tegas, Udvar-Hazy, seorang miliarder yang melarikan diri dari Komunis Budapest saat masih muda dan membangun perusahaan pialang pesawat penumpang menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan bagi satu individu dalam sejarah penerbangan, mencela rencana Airbus dengan menyebutnya sebagai “pembalut luka” reaksi terhadap 787.

Sentimen ini sangat mengguncang saraf para insinyur di Airbus, dan platform A350 yang asli dihapuskan seluruhnya demi badan pesawat yang sepenuhnya dipesan lebih dahulu. Pada tahap penting ini, A350 benar-benar membedakan dirinya dari pesawat berbadan lebar lainnya di sektor ini.

A350 kini tidak hanya menjadi pesawat dengan sejumlah besar material modern seperti titanium, paduan komposit karbon ruang angkasa, dan polimer ringan yang diperkuat serat karbon, tetapi juga mendapat manfaat dari kemajuan terbaru dalam keselamatan penerbangan.

Setelah desain ulang yang komprehensif dengan rancangan untuk A350-900 dengan 440 kursi dan A350-1000 dengan 480 kursi selesai, penerbangan pertama A350 sukses dilakukan pada tanggal 14 Juni 2013, membuktikan bahwa sebuah pesawat komersial benar-benar dapat dirancang dua kali dan masih berhasil memenuhi rencana.

Evacuation Slide Jadi “Penyambung Nyawa” pada Insiden A350 JAL516 , Ternyata Punya Sejarah Panjang

Sementara itu, kokpit A350 dilengkapi serangkaian fitur keselamatan baru melalui sistem manajemen penerbangan yang ditingkatkan dan diprogram untuk memberikan informasi penting jika terjadi sejumlah situasi kritis.

Karena alasan inilah semua penumpang JAL Flight 516, dan bahkan masyarakat luas yang terbang dengan pesawat mereka, berterima kasih kepada tim teknik di Airbus. Sungguh gila jika menyebut apa yang dianggap sebagai kecelakaan tragis sebagai langkah humas yang positif. Namun dengan banyaknya nyawa yang terselamatkan berkat A350, sulit untuk tidak memujinya.

KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Berkembangnya jalur kereta komuter dan kereta bandara (airport train), secara langsung mendongkrak kiprah KRD (Kereta Rel Diesel), pasalnya deployment KRD dinilai relatif lebih sederhana, terlebih infrasktur kereta listrik baru tersedia di wilayah Jakarta Bogor Tangerang, Depok, Bekasi dan terakhir antara Yogyakarta –  Solo.

Baca juga: Kuda Putih Sang Pioner Kereta Api Komuter Tanpa Lokomotif

Wujud KRD saat ini yang paling baru telah hadir seperti di kereta Bandara Kualanamu – Medan dan sebagai kereta feeder KCIC di Bandung. Begitu juga di beberapa daerah populasi KRD menjadi identitas transportasi massal yang tak terlepas dari ikon suatu kota. Dan bicara tentang sejarah KRD di Indonesia, tahukah Anda tahun berapa jenis kereta ini hadir di Indonesia?

Merujuk ke beberapa literatur, sosok KRD pertama kali hadir pada tahun 1963 dengan KA Kuda Putih. Disebut Kuda Putih lantaran ada lambing dua kuda putih pada hiasan berbentuk kupu-kupu di atas kaca kabin masinisnya. Jika KRD kini sudah mampu diproduksi di dalam negeri oleh PT INKA, maka KA Kuda Putih didatangkan secara CBU (Completely Built Up) dari Jerman. Resminya KA Kuda Putih adalah produksi Glossing und Schöler GmbH.

Kudac
Foto: Wikipedia.org

Kereta api ini diberi nomor seri MCDW 300 dan dibeli sebanyak tujuh rangkaian. Setiap satu rangkaian hanya terdiri atas dua unit kereta yang semuanya berkabin masinis. Karena hanya beroperasi dua kereta per setnya, sementara ada tujuh unit, maka satu unit sisanya dijadikan cadangan. Dari spesifikasi, KA Kuda Putih memiliki panjang 18.690 mm, berat 32 ton, daya mesin 215 hp, dan dapat melaju hingga 90 km per jam. Bodi kereta menggunakan bahan stainless steel. KRD ini mempergunakan transmisi hidraulik Voith Diwabus U+S dan mesin GM 8V71. Bentuk KRD ini diyakini juga mirip dengan bus, oleh karena itu, KRD Kuda Putih ini dapat disebut juga sebagai bus rel (rail bus).

Generasi Awal Prameks
KA Kuda Putih hadir sebagai komuter untuk rute Yogyakarta – Solo, dan bisa disebut sebagai ‘buyut’ dari KA Prameks (Prambanan Ekspres) yang kini esksiting melayani rute Yogyakarta – Solo. Pada masa jayanya, kereta api Kuda Putih ini menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin “nglaju” Jogja-Solo pada waktu itu.

Pada dekade 1970-an, sejumlah unit KRD ini mulai rusak karena tidak ada suku cadang. Bahkan, agar tetap bisa melayani penumpang komuter yang pada masa itu terus bertambah, KRD ini ditarik lokomotif diesel. Akhirnya, KRD MCDW 300 telah berhenti beroperasi sejak sekitar 1980, dan perannya digantikan oleh KRD MCW 302. Sejak saat itu, KRD ini tersisa satu unit dan dikandangkan di Dipo Lokomotif Solo Balapan.

KA Kuda Putih setelah direstorasi menjadi monumen di Stasiun Lempuyangan. (Foto: Semboyan35.com)
KA Kuda Putih setelah direstorasi menjadi monumen di Stasiun Lempuyangan. (Foto: Semboyan35.com)

Baca juga: Dramatis, Seekor Kuda Putih Melintasi Celah Sempit di Antara Dua Kereta

Pada tanggal 30 November 2011, Unit Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT Kereta Api Indonesia memindahkan satu unit KRD Kuda Putih yang tersisa ke Stasiun Lempuyangan untuk dijadikan sebagai monumen. Pada hari Kamis, 8 Desember 2011, KRD ini dipindahkan dari Dipo Solo Balapan ke Stasiun Lempuyangan dengan menggunakan kereta api luar biasa (KLB) bersama Crane Kirow. KRD ini dijadikan sebagai kereta pustaka sekaligus monumen eksistensi perkeretaapian, khususnya kereta komuter di Indonesia.