KA Cisadane – Timbul Tenggelam Hingga Akhirnya ‘Menghilang’

Pernah dengar Kereta Api Cisadane? Tenang ini bukan halusinasi dan memang pernah ada di era 1990-an. Kereta ini merupakan KA ekonomi reguler yang kala itu melayani relasi Bandung ke Yogyakarta dan mewarnai perkeretaapian Indonesia, khususnya di Daop II Bandung.

Baca juga: KA Priangan Ekspres – Hanya Mengular Empat Bulan dan Tanpa Pengganti

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, KA Cisadane ini dulu berangkat dari Bandung tetapi karena ada perubahan stasiun keberangkatan yang mana semua kereta ekonomi pindah ke Stasiun Kiaracondong, KA yang satu ini pun ikut berpindah keberangkatannya. Kepindahan keberangkatan ini juga membuat relasi perjalanan KA Cisadane diperpanjang hingga Madiun hingga menjadi Kiaracondong-Madiun.

Sayangnya KA Cisadane bersama enam rangkaian kereta api ekonomi lainnya ditutup pada tahun 2003. Penasaran kenapa ditutup? Ternyata KA Cisadane kurang okupansi alias minim penumpang dan dianggap kurang efisien dalam operasionalnya.

Selain itu juga ternyata faktor keamanan, keselamatan dan lintasan di Pulau Jawa yang padat dimana delay atau keterlambatan yang ditinggi dimasa itu, apalagi sebagian besar lintasan kala itu masih single track. Namun nama KA Cisadane kembali dibangkitkan PT KAI dengan label KRL Cisadane Ekspres di tahun 2005.

Saat itu,  PT KAI Divisi Jabodetabek mendatangkan 16 unit atau empat rangkaian KRL JR103 dari operator JR East untuk memperkuat armada KRL Jabodetabek. Lahirnya kembali KRL Cisadane Ekspres memiliki relasi yang berbeda dari sebelumnya yakni Manggarai-Tanah Abang-Tangerang. Tak hanya itu terkadang KRL CIsadane Ekspres juga berdinas hingga Stasiun Depok.

Masa dinas KRL Cisadane Ekspres sendiri ternyata cukup lama yakni dari 2005 hingga 2011 atau sekitar enam tahun hingga akhirnya di tutup karena era KRL CommuterLine serta adanya penyederhanaan relasi perjalanan.

Kereta Api Cisadane selain hidup lagi juga “pulang kandang”. Ya bisa dikatakan seperti itu karena nama Cisadane sendiri diambil dari nama sungai yang membelah Kota Tangerang dan sekitarnya. Sungai ini bermula dari kawasan Bogor karena hulunya di Gunung Gede-Pangrango. Dari Bogor mengalir membelah Kota Tangerang dan sekitarnya sampe bermuara di Laut Jawa.

Baca juga: KA Aji Saka – Tingkat Okupansi Rendah, Terpaksa Berhenti Mengular Pada Juli 2014

Awal dinas dibawah Daop II Bandung meski agak sedikit aneh, terus ditutup tahun 2003, mudik ke Daop 1 Jakarta dinas sebagai KRL Cisadane Ekspres dibawah PT. KAI Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek, dan akhirnya benar-benar “tenggelam” setelah diintegrasikan ke KRL Commuter Line sekaligus relasinya dipotong jadi Duri-Tangerang.

Delay Luar Biasa, 6 Maskapai Ini Pecahkan Rekor!

Permasalahan delay bukan hanya terjadi di Indoenesia, di penerbangan internasional pun sering terjadi. Bahkan tak tanggung-tanggung sampai ada maskapai yang delay dua hari hingga seminggu. Terkadang, permasalahannya pun dari yang sepele hingga pesawat dibajak.

Baca juga: Meski Terdampak Delay, Ini Alasan Pilot ‘Dilarang’ Menerbangkan Pesawat Pada Kecepatan Maksimum

Tetapi, penumpang internasional, lebih bisa merasakan kompensasi dari pihak maskapai di banding Indonesia. Di sana, penumpang akan disuguhkan penginapan, makan hingga akomodasi gratis dari pihak maskapai.

Tercatat di dunia ada enam maskapai internasional yang keterlambatannya bisa berhari-hari.

1. Air France 139, pernah dibajak oleh teroris asal Palestina dan menyandera penumpang di dalam pesawat. Penumpang yang mayoritas adalah orang Israel di biarkan seminggu tidak bisa berangkat dari Uganda.

2. Tahun 2001 yang lalu, pengeboman yang terjadi di Gedung World Trade Center Amerika Serikat membuat semua bandara di tutup. Tak hanya penutupan, dari semua bandara AS kompak menunda semua penerbangan baik dari dalam maupun keluar AS selama 72 jam atau sekitar 3 hari. Karena kejadian ini, setiap penumpang semua maskapai yang menuju AS, penumpangnya diperiksa dengan ketat di bandara.

Director magazine
Director magazine

3. United Airlines penerbangan 857 rute San Francissco-Shanghai pada Maret 2012 mengalami delay selama 2 hari dan terpaksa mendarat di Anchorage, Alaska karena kamar mandi pesawat bermasalah. Delay atau keterlambatan yang dirasakan penumpang bukan satu atau dua jam saja, melainkan dua hari. Namun, para penumpang patut bersyukur, diberikan voucer makan dan hotel untuk bermalam. Kerusakan yang cukup parah pada kamar mandi pesawat, membuat United Airlines harus mendatangkan pesawat pengganti esok harinya. Sayangnya, para penumpang tersebut tidak bisa juga langsung berangkat dan menunggu hingga hari Selasa, diketahui kejadian ini terjadi hari Minggu.

4. Ternyata tak hanya bermasalah dengan kondisi pesawat atau cuaca sehingga penerbangan delay. Penerbangan Qantas diboikot oleh para pekerjanya. Ini membuat para penumpang harus merasakan delay baik di penerbangan domestik maupun internasional selama 32 jam lamanya.

dailymail.co.uk
dailymail.co.uk

5. Masakapai Inggris, Thomas Cook juga pernah mengalami keterlambatan tahun 2014. Penerbangan dari Manchester menuju Mesir itu harusnya tiba dalam waktu 12 jam perjalanan menjadi 30 jam. Karena ada kerusakan mesin, sehingga membuat 255 penumpanya kesal, apalagi penerbangan belum separuh jalan dan membuatnya harus balik ke hangar. Untuk meredam emosi penumpang, pihak maskapai berusaha tanggung jawab dengan menginapkan penumpang di hotel setempat.

6. Sama dengan maskapai Thomas Cook yang delay selama 30 jam. Southern Airways pada November 1972 silam juga mengalami keterlambatan hingga 30 jam. Bukan karena masalah kerusakan mesin atau hal teknis pada pesawat lainnya, melainkan ada beberapa penumpang yang membuat onar sehingga pesawat yang harusnya dari Brimingham menuju Mobile dan hanya transit pada Florida serta Georgia menjadi terbang ke beberapa kota lainnya. Pesawat memutar ke Detroit, Toronto, Knoxville, Kuba, Orlando hingga Kuba dan baru sampai di Mobile setelah 30 jam kemudian.

Singapore Airlines Tawarkan Kompensasi Mulai US$10.000 pada Penumpang yang Terluka dalam Insiden Turbulensi Flight SQ321

Ketika turbulensi hebat dan tak terduga melanda Singapore Airlines flight SQ321, berakibat satu penumpang meninggal dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit, menderita luka-luka mulai dari luka ringan hingga luka yang cukup parah. Dan belum lama berselang, Singapore Airlines telah mengumumkan paket kompensasi dan menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan dukungan dan bantuan penuh kepada semua penumpang yang melakukan perjalanan dalam penerbangan tersebut.

Baca juga: Diduga Jadi Penyebab Insiden Singapore Airlines SQ321, Inilah Asal Muasal Clear Air Turbulence (CAT)

Singapore Airlines secara terbuka mengungkapkan paket kompensasi tersebut di Facebook dan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan tawaran kompensasi kepada penumpang pada 10 Juni 2024. Penumpang yang mengalami cedera ringan telah ditawari kompensasi sebesar US$10.000, sedangkan mereka yang mengalami cedera lebih parah telah ditawari uang muka pembayaran sebesar US$25.000. Bagian penting dari pernyataan maskapai tersebut mengatakan:

“Bagi mereka yang menderita luka yang lebih serius akibat insiden tersebut, kami mengundang mereka untuk mendiskusikan tawaran kompensasi untuk memenuhi kondisi spesifik mereka ketika mereka dalam keadaan sehat dan siap untuk melakukannya. Penumpang yang dinilai secara medis mengalami cedera serius, memerlukan waktu yang lama. perawatan medis jangka panjang, dan mereka yang meminta bantuan keuangan ditawari pembayaran di muka sebesar US$25.000 untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka. Ini akan menjadi bagian dari kompensasi akhir yang akan diterima para penumpang ini.”

Penerbangan tanggal 21 Mei dengan Boeing 777-300ER berangkat dari London Heathrow dan menuju Singapura ketika mengalami turbulensi hebat di dekat Myanmar. Penurunan ketinggian yang tiba-tiba membuat penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman terbang ke segala arah di sekitar kabin, dengan beberapa penumpang menderita cedera tengkorak, otak, dan tulang belakang.

Boeing 777 itu membawa 211 penumpang dan 18 awak, dan penyelidikan awal yang dilakukan Kementerian Transportasi Singapura mengatakan perubahan gaya gravitasi yang cepat dan penurunan ketinggian 54 meter (177 kaki) kemungkinan besar menyebabkan penumpang dan awak pesawat mengalami cedera.

Pesawat dialihkan ke Bangkok, dimana korban luka dibawa ke rumah sakit setempat untuk perawatan. Diketahui bahwa sekitar 20 penumpang masih menerima perawatan di rumah sakit Bangkok, dan Singapore Airlines mengatakan telah mengatur agar anggota keluarga dan orang-orang terkasih mereka terbang ke Bangkok jika diminta.

Rute Penerbangan Mana yang Paling Berbahaya dan Sering Terjadi Turbulensi Hebat?

Tidak Sengaja, Antonov An-24 Polar Airlines Mendarat di Sungai yang Membeku

Sebuah pesawat Antonov An-24 milik Polar Airlines, yang sedang mendekati Bandara Zyryanka (ZKP), secara tidak sengaja mendarat di Sungai Kolyma. Pihak maskapai memastikan tidak ada korban jiwa atau kerusakan pada pesawat setelah An-24 mendarat di sungai yang membeku.

Baca juga: Antonov An-24, Jawara Pesawat Penumpang Propeller Soviet yang ‘Dijiplak’ Menjadi Xian MA60

Dalam pernyataan awal, Polar Airlines mengatakan bahwa turboprop Antonov An-24 mendarat di landasan ZKP dengan 30 penumpang dan empat awak di dalam pesawat. Maskapai ini menekankan bahwa tidak ada korban jiwa dan pesawat tidak mengalami kerusakan apa pun, dan departemen lokal Badan Transportasi Udara Federal Rusia atau Rosaviatsiya (FATA) memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut. Pada saat artikel ini ditulis, suhu di Zyryanka adalah -39 derajat celcius.

Dalam pernyataan lanjutannya, maskapai penerbangan Rusia tersebut sekali lagi menekankan bahwa tidak ada seorang pun di dalamnya yang terluka, dan pesawat tetap utuh setelah mendarat di Sungai Kolyma. “Sebuah pesawat terbang terbang ke Zyryanka, yang akan membawa anggota komisi untuk melakukan tindakan awal dan menentukan penyebab peristiwa penerbangan tersebut, serta spesialis dari layanan teknik penerbangan dan inspeksi keselamatan penerbangan,” tambah maskapai tersebut.

Sementara itu, Kantor Kejaksaan Transportasi Siberia Timur di Irkutsk, Rusia, mengatakan bahwa pesawat tersebut “menyimpang dari landasan pacu saat mendarat dan mendarat di hamparan pasir Sungai Kolyma.” Menurut kantor tersebut, pejabat dari FATA distrik Yakutsk, karyawan Departemen Investigasi Transportasi Yakutsk, dan manajemen Polar Airlines terbang ke lokasi kejadian untuk menyelidiki insiden tersebut.

Pada Mei 2023, saluran Telegram lokal bernama Aviatorschina, mengutip sumber dari pemerintah Yakutia dan Kementerian Transportasi Federasi Rusia, menuduh Polar Airlines mengoperasikan pesawat dengan perawatan yang tidak lengkap. Menurut mereka, maskapai ini menyelesaikan lebih dari 1.500 jam penerbangan.

Xian MA60, Pesawat Cina Jiplakan Antonov An-24 yang Bikin Merpati Airlines Bangkrut

Proxima, Operator Kereta Cepat Terbaru Perancis, Mulai Uji Coba Layanan di Tahun 2027

Berbeda dengan di Indonesia, maka di Perancis layanan kereta cepat dioperasikan oleh beberapa perusahaan swasta. Dan yang terbaru adalah Proxima, perusahaan independen yang sepenuhnya didanai oleh ekuitas swasta Antin Infrastructure Partners. Pasar kereta api berkecepatan tinggi Perancis mendapatkan layanan baru yang mengoperasikan kereta cepoat antara Paris dan bagian barat Perancis.

Baca juga: Mulai Diuji Coba, Inilah Kecanggihan Kereta Cepat Terbaru Perancis TGV M yang Ramah Lingkungan

Perusahaan baru ini dipimpin oleh salah satu pendiri Rachel Picard, mantan manajer di Gares & Connexion and Voyages SNCF di SNCF Group; dan Tim Jackson, pendiri perusahaan penyewaan kereta api Alpha Trains dan mantan CEO RATP Dev UK dan Irlandia.

Berharap agar rencananya dapat segera terwujud, Proxima telah memulai negosiasi dengan Alstom untuk pembelian 12 rangkaian kereta Avelia Horizon, salah satu kereta tercepat di dunia dengan kecepatan tertinggi hingga 350 km per jam.

Picard berkata: “Kami ingin membantu masyarakat Prancis lebih sering menggunakan kereta cepat dengan menawarkan solusi alternatif, yang mudah, cepat, dan terintegrasi ke dalam gaya hidup baru mereka.”

Menargetkan tahun 2027 untuk uji dinamis pertama keretanya, Proxima kemudian berharap untuk memulai layanan awal antara ibu kota Perancis dan kota Bordeaux, Nantes, Rennes, dan Angers.

Proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh Antin, dengan investasi tahap pertama – termasuk pembelian dan pemeliharaan sarana perkeretaapian, biaya peluncuran, dan modal kerja – diperkirakan berjumlah sekitar €1 miliar (US$1,1 miliar).

Selain perjanjian dengan Alstom, Proxima juga telah menandatangani perjanjian dengan Lisea, line manager South Europe Atlantic high-speed line, untuk penggunaan depot pemeliharaan dan penstabilan di Marcheprime, 20 km selatan Bordeaux.

Proxima hanyalah perusahaan terbaru yang memasuki industri kereta api berkecepatan tinggi di Perancis, mengikuti operator lain seperti startup Kevin Speed, yang baru-baru ini menandatangani perjanjian akses dengan SNCF Réseau.

Alstom dan SCNF Luncurkan TGV M, Mengular di Jaringan Kereta Cepat Perancis Mulai 2024

Airbus A320 Austrian Airlines OS434 Rusak Parah Dihantam “Hailstorm”, Apakah itu?

Pesawat narrow body Airbus A320 flight OS434 milik Austrian Airlines dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat hailstorm menjelang mendekati Bandara Wina di Austria. Meski mengalami kerusakan pada bagian hidung dan kaca kokpit, namun pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat.

Baca juga: Jepang Dilanda Badai Salju Tebal, Jalur Darat dan Udara Terhambat

Dalam pernyataan resminya, Austrian Airlines menyebut pada penerbangan OS434 hari ini (10/6/2024) dari Palma de Mallorca ke Wina, Airbus A320 OS434 rusak akibat hujan es. Pesawat tersebut menghadapi badai petir saat mendekati Wina, yang menurut awak kokpit tidak terlihat pada radar cuaca. Menurut informasi terkini, dua jendela kokpit depan pesawat, hidung pesawat (radome) dan beberapa panel rusak akibat hujan es.”

Karena kerusakan tersebut, pilot mengumandangkan kode “Mayday” lanjut pernyataan itu. “Pesawat dapat mendarat dengan selamat di Bandara Wina-Schwechat. Seluruh penumpang dalam penerbangan tersebut tidak terluka. Tim teknis Austrian Airlines telah dipercaya untuk melakukan penilaian kerusakan spesifik pada pesawat tersebut.

Nah, yang perlu dipehatikan dalam insiden ini adalah hailstorm. Hailstorm adalah badai yang menghasilkan hujan es, yaitu bola-bola es yang jatuh dari awan. Hujan es terbentuk ketika tetesan air superdingin dalam awan badai dibawa naik dan turun oleh arus udara kuat, sehingga berulang kali membeku dan mendapatkan lapisan es baru sampai cukup berat untuk jatuh ke tanah. Hujan es dapat bervariasi dalam ukuran, dari butiran kecil hingga bola es besar sebesar bola golf atau bahkan lebih besar.

Hujan es dapat menyebabkan kerusakan fisik pada badan pesawat, sayap, dan ekor. Benturan dengan es berukuran besar dapat menyebabkan penyok, retak, atau lubang pada permukaan pesawat. Hailstorm juga dapat merusak kaca depan pesawat, menyebabkan penurunan visibilitas bagi pilot.

Terjebak Badai Salju, 23 Loyang Pizza Dipesan Pilot Air Canada Langsung dari Kokpit

Dibangun 10 Tahun, Cina Tuntaskan Pembangunan Terowongan Kereta Jalur Ganda Terpanjang

Sebagai negara dengan jalur kereta api cepat terpanjang di dunia, sudah barang tentu banyak ‘keajaiban’ konstruksi yang terkait dengan pembangunan jalur kereta di Negeri Xi Jinping. Seperti belum lama ini, China Railway No.2 Group dikabarkan telah menyelesaikan pembangunan terowongan kereta api jalur tunggal dan jalur ganda terpanjang di Cina.

Baca juga: Jelajahi Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Ini Dia Urutannya

Yang dimaksud adalah Terowongan Desheng yang panjagnya mencapai 23 kilometer dengan membutuhkan waktu pembangunan selama 10 tahun. Lamanya waktu pembangunan terowongan ini tentu terkait kondisi medan dan alam yang keras. Terowongan ini dibangun dan terletak di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut, yang mana terowongan ini merupakan bagian dari bagian Chengdu-Huangshengguan dari Kereta Api Sichuan-Qinghai.

Dirancang dengan bantuan China Railway Eryuan Engineering Group, Terowongan Desheng mempunyai kedalaman maksimum 750 meter.

Letak terowongan ini juga dekat dengan zona sesar aktif dan melewati 17 lipatan parasit dan satu sesar. Untuk itu tim konstruksi hadir untuk menangani potensi gempa bumi, tanah longsor, dan aliran puing-puing selama konstruksi.

Secara keseluruhan jalur kereta api Chengdu-Huangshengguan memiliki panjang 276 kilometer, sedangkan Kereta Api Sichuan-Qinghai memiliki panjang 836 kilometer dan merupakan salah satu dari delapan jalur berkecepatan tinggi yang menghubungkan wilayah utara negara itu ke selatan.

Kereta penumpang di ruas Chengdu-Huangshengguan diperkirakan melaju dengan kecepatan hingga 200 km per jam dan kereta barang dengan kecepatan hingga 120 km per jam. Seperti dikutiip constructionbriefing-com (20/5/2024). Terowongan Desheng akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

Cina Bakal Punya Terowongan Kereta Cepat Pertama di Bawah Laut

Terowongan MRT Marmaray di Turki, Hubungkan Antara Asia dan Eropa dari Bawah Laut

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar ada sebuah terowongan bawah yang menghubungkan benua Eropa dan Asia? Tentu jawabannya akan sangat beragam. Ada yang skeptis, bahkan ada pula yang tidak percaya. Tapi percayalah, terowongan bawah tanah seperti ini benar-benar ada, tepatnya di Turki dan sudah beroperasi sejak beberapa tahun yang lalu. Wah, kira-kira seperti apa ya penampakannya?

Baca Juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Sumber: suyapi.com.tr

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah Terowongan Marmaray, yang merupakan bagan dari proyek pembangunan transportasi rel di Ibu Kota Turki, Istanbul ini disebut-sebut sebagai terowongan penghubung dua benua. Lalu, berapa panjang dari terowongan ini? Tidak terlalu panjang kok, hanya 1,4 km saja. Tentu sebagian dari Anda akan kebingungan bagaimana bisa sebuah terowongan yang panjangnya hanya 1,4 km dapat menghubungkan dua benua.

Jawabannya sangatlah sederhana. Lantaran kota Istanbul terbagi ke dalam dua wilayah, sebagian masuk ke dalam teritorial benua Eropa, sedangkan yang lainnya masuk ke dalam teritorial benua Asia. Ada pun yang memisahkan keduanya adalah Selat Bosporus. Dilansir dari laman news.com (30/10/2013), Terowongan Marmaray memiliki panjang total 13,6 km dengan bagian yang berada di bawah laut sepanjang 1,4km.

Sumber: youtube.com

Bukan untuk kendaraan darat seperti mobil, bus, atau sepeda motor, Terowongan Marmaray dikhususkan untuk Mass Rapid Transit (MRT) Turki. Diresmikannya terowongan ini oleh Perdana Menteri Turki kala itu, Recep Tayyip Erdogan pada 29 Oktober 2013 silam merupakan realisasi dari Kekhalifahan Usmaniyah, dimana pada 150 tahun lalu sudah bermimpi akan ada terowongan bawah laut yang bisa menghubungkan kedua benua ini.

Tidak hanya letak geografisnya saja yang menghubungkan dua benua, tapi Terowongan Marmaray juga diklaim sebagai tempat teraman di Ibu Kota Turki. “Ini adalah tempat teraman di Istanbul, karena dapat menahan gempa berkekuatan sembilan skala richter,” ungkap Menteri Perhubungan Turki pada tahun 2013 silam, Binali Yildirim.

Baca Juga: India Sukses Lubangi Perut Bumi Untuk Jalur MRT Bawah Airnya

Adapun terowongan yang menghubungkan Kazlıçeşme, Zeytinburnu di Eropa dan Ayrılıkçeşmesi, Kadıköy di Asia ini menelan dana yang cukup fantastis, yaitu sekitar 3 miliar Euro atau yang setara dengan Rp45,7 triliun.

Sesuai dengan yang sudah direncanakan di awal, pembangunan terowongan ini dijadwalkan rampung dalam waktu empat tahun. Namun karena di tengah pengerjaannya ditemukan sejumlah artefak berusia 8.500 tahun, dan perlu diselamatkan. Akhirnya sembilan tahun berselang setelah memulai pekerjaan awal, terowongan yang dioperasikan oleh TCDD Taşımacılık ini disambut antusias warga Turki, khususnya warga Istanbul.

Airbus Helicopters Raih Pesanan Terbesar untuk Kepolisian Jerman, 44 unit Helikopter H225

Belum lama ini Airbus Helicopters berhasil mencatatkan rekor penjualan terbesar, yakni dengan pesanan dari Kementerian Dalam Negeri Jerman yang memesan hingga 44 unit helikopter angkut H225 untuk Polisi Federalnya. H225 juga digunakan oleh TNI AU, yakni dalam versi militer yang disebut H225M Caracal.

Baca juga: Japan Coast Guard Pesan Tiga Unit H225 “Super Puma” dari Airbus Helicopters

Rekor pesanan H225 ini mencakup 38 unit pesanan pasti dengan opsi enam helikopter tambahan. Muatan, jangkauan, dan sistem canggihnya menjadikan helikopter serbaguna ini mampu melakukan beragam misi penegakan hukum dan keamanan dalam negeri mulai dari transportasi pasukan khusus hingga pemadaman kebakaran dan bantuan bencana. Pengiriman unit perdana H225 untuk polisi Jerman dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2029.

H225 akan menggantikan helikopter H155 dan AS332 Super Puma yang telah bertugas di Kepolisian Federal Jerman selama lebih dari 20 tahun. Urutan H225 akan memastikan transisi yang mulus bagi pilot dan personel pemeliharaan. Kontrak tersebut juga mencakup sarana pelatihan dan paket suku cadang.

Sistem misi dan komunikasi yang baru dan kuat menjamin peningkatan kesadaran situasional dan kelancaran transmisi data antar pasukan polisi. Ia juga memiliki gearbox utama yang ditingkatkan dan sistem pemantauan kesehatan dan penggunaan yang diperluas, yang meningkatkan keselamatan dan membantu menghemat biaya. Dengan berat lepas landas maksimum sebesar 11.160 kg, H225 menawarkan peningkatan jangkauan lebih dari 832 kilometer (1.107 km dengan tangki bahan bakar eksternal) dan muatan eksternal yang tak tertandingi sebesar 4.750 kg, yang penting untuk misi seperti bantuan bencana dan pemadaman kebakaran.

Ambisi Airbus Helicopters adalah helikopter tersebut akan mampu terbang dengan 100 persen bahan bakar penerbangan berkelanjutan pada tahun 2030 yang telah didemonstrasikan di ILA Berlin 2022.

Bundespolizei (Kepolisian) Jerman mengoperasikan 94 unit helikopter Airbus, mulai dari H120 bermesin tunggal yang digunakan untuk pelatihan pilot, hingga lebih dari 40 helikopter keluarga H135 bermesin ganda untuk beberapa misi termasuk layanan medis darurat atas nama Kantor Federal Perlindungan Sipil dan Bantuan Bencana ( Bundesamt für Bevölkerungsschutz und Katastrophenhilfe), dan keluarga Super Puma, dimana H225 merupakan varian terbarunya. Kemitraan ini dimulai pada tahun 1962, ketika Bundespolizei (saat itu Bundesgrenzschutz) mulai mengoperasikan Alouette II, yang diproduksi oleh perusahaan pendahulu Airbus, Aérospatiale.

Dengan mesin ganda berbobot 11 ton, H225 adalah anggota terbaru dari keluarga Super Puma Airbus Helicopters yang telah mengumpulkan lebih dari 6 juta jam terbang dalam segala kondisi cuaca di seluruh dunia. dunia. Dilengkapi dengan instrumen elektronik canggih dan presisi autopilot yang terkenal, H225 menawarkan ketahanan luar biasa dan kecepatan jelajah yang cepat, serta dapat dilengkapi dengan berbagai perlengkapan untuk memenuhi berbagai peran.

Airbus H215, Jadi Helikopter Pertama di Jepang yang Terbang dengan Sustainable Aviation Fuel

Studi Penerbangan Pertama di Dunia Ungkap Penggunaan SAF Mampu Kurangi Emisi Non CO2 Secara Signifikan

Hasil studi penerbangan pertama di dunia mengenai dampak penggunaan 100% bahan bakar penerbangan berkelanjutan – sustainable aviation fuel (SAF) pada kedua mesin pesawat komersial menunjukkan pengurangan partikel jelaga dan pembentukan kristal es contrail dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar Jet A-1 konvensional.

Baca juga: Airbus Bergabung di “Act For Sky”, dukung SAF Produksi Lokal

Studi Emission and Climate Impact of Alternative Fuels (ECLIF) 3, yang berkolaborasi dengan Airbus, Rolls-Royce, German Aerospace Center (DLR) dan produsen SAF Neste, merupakan studi pertama yang mengukur dampak penggunaan SAF 100% terhadap emisi dari kedua mesin Airbus A350 yang ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent XWB

Dibandingkan dengan bahan bakar referensi Jet A-1, jumlah kristal es contrail per massa SAF yang tidak dicampur yang dikonsumsi berkurang sebesar 56%, yang secara signifikan dapat mengurangi efek contrail terhadap pemanasan iklim.

Simulasi model iklim global yang dilakukan oleh DLR digunakan untuk memperkirakan perubahan keseimbangan energi di atmosfer bumi – juga dikenal sebagai gaya radiasi. Dampak contrail diperkirakan berkurang setidaknya 26 persen dengan penggunaan SAF 100% dibandingkan contrail yang dihasilkan dari bahan bakar referensi Jet A-1 yang digunakan dalam ECLIF3. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan SAF dalam penerbangan dapat secara signifikan mengurangi dampak penerbangan terhadap iklim dalam jangka pendek dengan mengurangi efek non-CO2 seperti contrails, selain mengurangi emisi CO2 selama siklus hidup SAF.

“Hasil dari eksperimen penerbangan ECLIF3 menunjukkan bagaimana penggunaan 100 persen SAF dapat membantu kita mengurangi secara signifikan dampak pemanasan iklim dari contrails, selain menurunkan jejak karbon dari penerbangan – sebuah tanda yang jelas dari efektivitas SAF terhadap perubahan iklim. -penerbangan yang kompatibel”, kata Markus Fischer, Anggota Dewan Divisi DLR untuk Aeronautika.

Tahun 2030 Singapore Airlines Group Tetapkan Sustainable Aviation Fuel 5 Persen dari Kebutuhan Bahan Bakar